PENGENALAN HURUF KOMPUTER MENGGUNAKAN ALGORITMA BERBASIS CHAIN CODE DAN ALGORITMA SEQUENCE ALIGNMENT

dokumen-dokumen yang mirip
OPTICAL CHARACTER RECOGNITION DENGAN METODE NAIVE BAYES

PENGENALAN POLA HURUF JEPANG (KANA) MENGGUNAKAN DIRECTION FEATURE EXTRACTION DAN LEARNING VECTOR QUANTIZATION

PERBANDINGAN ANALISIS PENGENALAN HURUF ARAB MENGGUNAKAN METODE JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION DAN K-NEAREST NEIGHBOR

PENGENALAN HURUF BALI MENGGUNAKAN METODE MODIFIED DIRECTION FEATURE (MDF) DAN LEARNING VECTOR QUANTIZATION (LVQ)

PENGENALAN AKSARA BALI MENGGUNAKAN METODE MODIFIED DIRECTION FEATURE DAN ALGORITMA GENERALIZED LEARNING VECTOR QUANTIZATION (GLVQ)

PENGENALAN TANDA TANGAN DENGAN METODE MODIFIED DIRECTION FEATURE (MDF) DAN EUCLIDEAN DISTANCE

PENGENALAN HURUF TULISAN TANGAN BERBASIS CIRI SKELETON DAN STATISTIK MENGGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN. Disusun oleh : Mario Herryn Tambunan ( )

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. dengan proses pengolahan citra digital (digital image processing), dimana data berupa

PENGENALAN BILANGAN ARAB MENGGUNAKAN TEMPLATE MATCHING

Pengenalan Aksara Lampung Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan

PERBANDINGAN ALGORITMA TEMPLATE MATCHING DAN FEATURE EXTRACTION PADA OPTICAL CHARACTER RECOGNITION

Oleh: Riza Prasetya Wicaksana

Pengenalan Plat Nomor Mobil Menggunakan Metode Learning Vector Quantization

IDENTIFIKASI PLAT NOMOR MOBIL MENGGUNAKAN SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM)

BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. a. Spesifikasi komputer yang digunakan dalam penelitian ini adalah

PENGENALAN ABJAD AKSARA LATIN PADA KOMPUTER MENGGUNAKAN METODE SKELETONING

PENGENALAN TEKS CETAK PADA CITRA TEKS BINER

(Adaptive Neuro- akurasi 58,33% untuk 9 kelas output

Fitur Matriks Populasi Piksel Untuk Membedakan Frame-frame Dalam Deteksi Gerakan

Oleh: Ulir Rohwana ( ) Dosen Pembimbing: Prof. Dr. H. M. Isa Irawan, M.T.

BAB III PERANCANGAN SISTEM

Pengenalan Karakter Sintaktik menggunakan Algoritma Otsu dan Zhang-Suen

Pengembangan Aplikasi Pengenalan Karaketer Alfanumerik Dengan Menggunakan Algoritma Neural Network Three-Layer Backpropagation

Pengenalan Tulisan Tangan Dengan Menggunakan Metode Diagonal Feature Extraction dan K-Nearest Neighbour. Yustar Pramudana

PENGENALAN POLA MARGINS TULISAN TANGAN UNTUK MENGIDENTIFIKASI KARAKTER SESEORANG MENGGUNAKAN METODE SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM)

ANALISA HASIL PERBANDINGAN IDENTIFIKASI CORE POINT PADA SIDIK JARI MENGGUNAKAN METODE DIRECTION OF CURVATURE DAN POINCARE INDEX

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 2, No.1, (2013) 1-6 1

Program Aplikasi Komputer Pengenalan Angka Dengan Pose Jari Tangan Sebagai Media Pembelajaran Interaktif Anak Usia Dini

PENGOLAHAN CITRA DIGITAL UNTUK MENGKLASIFIKASI GOLONGAN KENDARAAN DENGAN METODE PARAMETER DASAR GEOMETRIK

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

FACE RECOGNITION MENGGUNAKAN METODE TWO- DIMENSIONAL PRINCIPAL COMPONENTS ANALYSIS (2DPCA) ABSTRAK

PENGARUH EKSTRAKSI FITUR TWO DIMENSIONAL LINEAR DISCRIMINANT ANALYSIS

Journal of Informatics and Technology, Vol 1, No 1, Tahun 2012, p

PENGENALAN KATA MENGGUNAKAN SELF-ORGANIZING MAP SEBAGAI INPUT KAMUS BERBASIS ANDROID FAJAR MATIUS GINTING

SISTEM KLASIFIKASI JENIS BERAS MENGGUNAKAN METODE LEARNING VECTOR QUANTIZATION

SISTEM PENGENALAN TULISAN TANGAN REAL TIME MENGGUNAKAN METODE DOMINANT POINT DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN LEARNING VECTOR QUANTIZATION

PENGENALAN CITRA HURUF DAN/ ATAU ANGKA MENGGUNAKAN SISTEM JARINGAN SARAF TIRUAN MODEL HOPFIELD SKRIPSI ANDI AURO HARIANJA

PENGENALAN HURUF TULISAN TANGAN PADA FORM HASIL SCANNING MENGGUNAKAN FEATURE EXTRACTION DAN INFERENCE RULE

EKSTRAKSI FITUR AKSARA BALI MENGGUNAKAN METODE ZONING

HALAMAN SAMPUL SKRIPSI PENGENALAN POLA TELAPAK TANGAN DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA BACK PROPAGATION NEURAL NETWORK

PENGENALAN TULISAN TANGAN AKSARA BATAK TOBA MENGGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN BACKPROPAGATION SKRIPSI SEPTI HAYANTI

PEMANFAATAN NEURAL NETWORK PERCEPTRON PADA PENGENALAN POLA KARAKTER

BAB I PENDAHULUAN. Sistem penglihatan manusia memiliki akurasi yang besar dalam mengenali

IMPLEMENTASI PROGRAM DINAMIS DENGAN ALGORITMA NEEDLEMAN-WUNSCH PADA PENSEJAJARAN DNA DAN PROTEIN

PENGENALAN KARAKTER PADA SURAT MASUK MENGGUNAKAN NEURAL NETWORK BACKPROPAGATION

IDENTIFIKASI TANDA TANGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA DOUBLE BACKPROPAGATION ABSTRAK

DETEKSI DAN SEGMENTASI OTOMATIS DERET PADA CITRA METERAN AIR

BAB III METODE PENELITIAN


METODE JARINGAN SARAF TIRUAN PENJEJAKAN BALIK UNTUK PENGENALAN HURUF CETAK PADA CITRA DIGITAL

Sistem Pengenalan Aksara Sunda Menggunakan Metode Modified Direction Feature Dan Learning Vector Quantization

SISTEM PENGENALAN WAJAH BERBASIS METODA FISHERFACE TUGAS AKHIR. Febrian Ardiyanto NIM :

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

SISTEM REKOGNISI KARAKTER NUMERIK MENGGUNAKAN ALGORITMA PERCEPTRON

BAB 2 LANDASAN TEORI. metode yang digunakan sebagai pengawasan kendaraan yang menggunakan pengenalan

PERBANDINGAN IDENTIFIKASI GAMBAR HURUF YANG TELAH DI MANIPULASI MENGGUNAKAN ALGORITMA ALBP & CHAIN CODE

SIMULASI DAN ANALISIS KLASIFIKASI GENRE MUSIK BERBASIS FFT DAN CONTINOUS DENSITY HIDDEN MARKOV MODEL

SEGMENTASI HURUF TULISAN TANGAN BERSAMBUNG DENGAN VALIDASI JARINGAN SYARAF TIRUAN. Evelyn Evangelista ( )

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

SISTEM PEMBACA LJK BERBASIS PENGOLAHAN CITRA DIGITAL MENGGUNAKAN SCANNER LJK READER SYSTEM BASED DIGITAL IMAGE PROCESSING USING SCANNER

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI UNTUK MENDETEKSI UANG LOGAM DENGAN METODE EUCLIDEAN

KLASIFIKASI JENIS MOBIL BERDASARKAN TRANSFORMASI WAVELET MULTI SCALE DAN METODE K NEAREST NEIGHBOR

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. memindahkan data secara manual ke dalam komputer untuk dapat diolah lebih

DETEKSI PLAT KENDARAAN MENGGUNAKAN HOG DAN LVQ. Muhammad Imron Rosadi 1

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

Nama : Raden Septiana Faza NPM : Jurusan : Teknik Informatika Pembimbing 1 : Dr. Rodiah Pembimbing 2 : Fitrianingsih, Skom.

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI

BAB 2 LANDASAN TEORI

PEMANFAATAN TRANSFORMASI WAVELET SEBAGAI EKSTRAKSI CIRI PADA KLASIFIKASI BERTINGKAT SINYAL EKG

Muhammad Zidny Naf an, M.Kom. Gasal 2015/2016

IMPLEMENTASI DEEP LEARNING BERBASIS TENSORFLOW UNTUK PENGENALAN SIDIK JARI

DETEKSI DAN REPRESENTASI FITUR MATA PADA SEBUAH CITRA WAJAH MENGGUNAKAN HAAR CASCADE DAN CHAIN CODE

PENERAPAN ALGORITMA EFFICIENT RANDOMIZED UNTUK MENGHITUNG JUMLAH KOIN DAN BOLA ABSTRAK

ANALISA BATAS SUDUT KEMIRINGAN HASIL PEMINDAIAN DOKUMEN MENGGUNAKAN TEMPLATE MATCHING CORRELATION

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PENGENALAN CITRA WAJAH DENGAN MENGGUNAKAN TRANSFORMASI WAVELET DISKRIT DAN JARINGAN SARAF TIRUAN BACK-PROPAGATION

EKSTRAKSI DAN PENGENALAN PLAT NOMOR KENDARAAN BERMOTOR DI INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Pendahuluan

PENGENALAN TULISAN TANGAN AKSARA BATAK TOBA MENGGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN BERBASIS ALGORITMA RESILIENT PROPAGATION

PENGARUH PEMAKAIAN EDGE DETECTION PADA SISTEM PENGENALAN HURUF KAPITAL TULISAN TANGAN

Rancang Bangun Aplikasi Pengenalan Ukiran Bali dengan Metode ORB

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

IMPLEMENTASI DAN ANALISIS SISTEM PENGENALAN WAJAH DALAM RUANGAN PADA VIDEO MENGGUNAKAN METODE LNMF DAN NMFsc

PENGENALAN NOTASI BALOK MENGGUNAKAN SEGMENTASI DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK MENGHASILKAN NADA BERIRAMA BERBASIS IOS

Identifikasi Jenis Kayu Menggunakan Support Vector Machine Berbasis Data Citra

Dosen Program Studi Ilmu Komputer Universitas Pakuan Bogor

Identifikasi Tanda Tangan Menggunakan Transformasi Gabor Wavelet dan Jarak Minskowski

Transkripsi:

PENGENALAN HURUF KOMPUTER MENGGUNAKAN ALGORITMA BERBASIS CHAIN CODE DAN ALGORITMA SEQUENCE ALIGNMENT Tjokorda Agung Budi Wirayuda 1, Syilvia Vaulin 2, Retno Novi Dayawati 3, Fakultas Teknik Informatika Institut Teknologi Telkom, Bandung cok@ittelkom.ac.id 1, olinehai@yahoo.com 2, rvi@ittelkom.ac.id 3 ABSTRACT Character recognition became one interesting field in the computer vision field. One application that uses character recognition technology is Optical Character Recognition. We use OCR applications in order to create softcopy documents from hardcopy documents. It saves a lot of times compared to the conventional method which needs us to retype document in softcopy forms. The main problem in recognizing a character is that computer character has many variations in type and size, for example, in character types such as: Arial, Tahoma, Calibri, and other. To overcome the problem we need to develop a system that is able to recognize all types of computer characters and has high performance. There are two main mechanisms in developing the system: mechanism to extract the feature and mechanism to do the classification or conduct the inference. In this research, we developed a character recognition system to recognize computer character/font using a chain code base algorithm as the method to extract the features, and using a sequence alignment algorithm to do the inference mechanism. The final result shows that combination of chain code base algorithm and sequence alignment technique are effective enough to build a computer character recognition system with a good accuracy. Keywords: OCR, Computer Character, Chain Code, Sequence 1. Pendahuluan Pengenalan huruf merupakan salah satu area studi, dalam bidang pengenalan pola yang sangat menarik untuk dieksplorasi. Secara umum terdapat 2 hal utama yang mempengaruhi proses pengenalan huruf/pola yaitu: mekanisme ektraksi ciri dan mekanisme klasifikasi atau inferensi. Permasalahan yang muncul dalam melakukan proses pengenalan huruf komputer adalah bagaimana sebuah teknik pengenalan dapat mengenali berbagai jenis huruf dengan ukuran, ketebalan, dan bentuk yang berbeda. Dari permasalahan besar tersebut, dapat didefinisikan beberapa permasalahan utama yaitu bagaimana huruf alfabet dapat dikenali sebagai huruf yang benar, bagaimana mekanisme algoritma yang diterapkan sehingga meskipun ukuran dan bentuk pola berbeda, pola tetap dikenali sebagai huruf yang sama, dan faktor apa saja yang dapat mempengaruhi hasil pengenalan huruf alfabet. Permasalahan pengenalan tersebut diselesaikan dengan menerapkan teknik ekstraksi ciri menggunakan algoritma berbasis chain code dan teknik inferensi menggunakan algoritma sequence allignment (Needleman-Wunsch) untuk mencocokkan pola dengan basis pengetahuan yang dimiliki. Penelitian ini merupakan kelanjutan dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dimana dalam penelitian sebelumnya digunakan mekanisme K-NN [7] untuk proses klasifikasi/inferensi. Dalam penelitian ini, algoritma chain-code akan digunakan untuk membangun vector ciri yang berisi informasi kode chain-code pembentuk huruf. Kemudian akan dilakukan mekanisme inferensi dengan menggunakan sequence allignment untuk mencocokkan pola yang ada dengan pola yang ada di dalam basis pengetahuan. 2. Pengenalan Huruf Komputer Pengenalan pola merupakan salah satu tahapan dalam proses pengolahan citra digital dalam bidang Computer Vision [2]. Proses pengendalian pola digambarkab pada Gambar 1. Scene Perangkat Akuisisi Ex: Scanner, Kamera Digital Deskripsi Gambar Preprocessing Data Citra Pengenalan Pola Intermediate Processing Gambar 1. Proses Terhadap Suatu Citra Dalam Computer Vision 19

2.1 Huruf Komputer Secara umum huruf komputer dapat didefinisikan sebagai sebuah bentuk huruf yang dihasilkan dengan menggunakan suatu standar penulisan yang telah ditetapkan untuk komputer. Terdapat bermacam-macam jenis huruf komputer yang digunakan, beberapa di antaranya adalah Arial, Tahoma, dan Calibri. Variansi visual dari sebuah huruf komputer ditentukan oleh jenis huruf dan ukuran huruf. Hal ini menyebabkan basis pengetahuan yang dibutuhkan untuk melakukan pengenalan huruf dengan sempurna menjadi sangat besar. 2.2 Chain Code Untuk mengenali suatu pola dari suatu karakter di dalam citra, kita membutuhkan adanya ciri-ciri khusus. Setiap objek pasti mempunyai ciri-ciri yang berbeda dengan karakter yang lain. Ciri-ciri berguna untuk membedakan antara pola yang satu dengan yang lain. Ciri yang bagus adalah ciri yang memiliki daya pembeda yang tinggi, sehingga pengelompokan pola berdasarkan ciri yang dimiliki dapat menghasilkan keakuratan yang tinggi [4]. Ekstrasi ciri adalah proses pengambilan ciri-ciri dari suatu objek di dalam citra untuk membedakan objek yang satu dengan yang lain. Sebelum dilakukan ekstrasi ciri, biasanya perlu dilakukan binerisasi, thinning, dan normalisasi. Chain code adalah metode yang melakukan penelusuran pixel-pixel objek dengan panduan arah mata angin [1], seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2. Gambar 2. Arah Mata Angin Sebagai Panduan Dengan mekanisme melakukan penelusuran per-pixel, teknik chain-code dapat digunakan untuk menemukan struktur pembentuk dari suatu objek. Illustrasi proses chain code dapat dilihat pada Gambar 3. Gambar 3. (a) Huruf R Dalam Bentuk Biner, (b) Arah Penelsuran Awal, (c) Acuan Arah Mata Angin, (d) Hasil Chain Code Untuk Huruf R Hasil akhir dari proses ekstraksi ciri berbasis chain code yang dilakukan adalah sebuah vector ciri yang berisi informasi urutan kode chain-code pembentuk huruf. Dari mekanisme yang dilakukan oleh chain-code maka urutan chain-code yang dihasilkan untuk setiap huruf dapat memiliki panjang yang berbeda, sehingga diperlukan sebuah mekanisme normalisasi untuk menyamakan panjang chain code agar dapat digunakan sebagai input pada proses klasifikasi. Langkah-langkah normalisasi yang dilakukan yaitu merubah chain code menjadi matriks berisi nilai dan frekuensinya, menghapus nilai dengan frekuensi 1, menerapkan rumus normalisasi untuk mencari frekuensi sesuai yang diinginkan, dan membangun ulang chain code sesuai frekuensi yang baru [3]. Nilai frekuensi baru code ke-i didapatkan dengan rumus normalisasi yang diterapkan sebagai berikut [3] : (1) 20

dimana: Fi adalah frekuensi code ke-i Fi adalah total frekuensi semua code N adalah nilai frekuensi yang diinginkan 2.3.Inferensi Dengan Sequence Allignment Teknik sequence allignment adalah metode yang menyusun sequence-sequence huruf atau nilai tertentu (dalam bioinformatika digunakan untuk menyusun DNA, RNA, atau protein) untuk mencari kesamaan struktur antara 2 sequence [6]. Dalam penelitian ini, algoritma sequence allignment diterapkan untuk mencari kesamaan antara 2 chain code. Artinya, bila terdapat sebuah chain code yang berasal dari sebuah huruf uji, chain code ini akan diperiksa kesamaannya dengan semua chain code pada basis pengetahuan. Langkah-langkah pelaksanaan metode sequence allignment yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu: 1. Inisialisasi nilai gap, nilai cocok, dan nilai tidak cocok: Pada penelitian ini, diberikan nilai 1 apabila cocok dan 0 untuk sebaliknya (aturan sederhana). Nilai gap yang digunakan bisa bermacam-macam, untuk penelitian ini digunakan gap = -1 2. Pengisian matriks nilai (scoring): Jumlah baris dan kolom matriks disesuaikan dengan panjang chain code huruf uji dan code dalam basis pengetahuan. Nilai-nilai pada matriks score berasal dari rumus sebagai berikut (i=baris dan j=kolom): (2) 3. Traceback (allignment): Setelah semua nilai pada matriks didapatkan, langkah selanjutnya adalah melakukan penjejakan dimulai dari nilai sudut kanan bawah sampai nilai sudut kiri atas. Langkah penjejakan ini dilakukan dengan memeriksa 3 nilai (diagonal, atas, dan kiri current score) sesuai dengan persamaan 2. Aturan dalam proses penelusuran adalah sebagai berikut: Apabila salah satu nilai dari 3 nilai yang diperiksa sama dengan current score, maka current score akan pindah ke nilai tersebut, dan seterusnya. Apabila terdapat 2 nilai yang sama maka dapat dipilih posisi manapun untuk jejak berikutnya. Setelah semua jejak ditelusuri, jalur yang dilalui disimpan koordinatnya (koordinat di sini berupa code baris dan code kolom dari chain code). Apabila dari jejak 1 ke jejak 2 berupa gerakan diagonal, nilai koordinat akan dikeluarkan (baik nilai baris dan nilai kolom) sebagai 2 code baru yang sudah di-align. Apabila jejak berupa gerakan horisontal/ke kiri atau vertikal/ke atas, code akan digantikan dengan blank atau 0. Berikut aturan output hasil allignment: Tabel 1. Output Hasil Allignment Bentuk jejak String 1 (nilai baris) String 2 (nilai kolom) Diagonal (Code) (Code) Horisontal 0 (Code) Vertikal (Code) 0 Hasil dari langkah akhir ini yaitu 2 chain code baru yang sudah di-align dengan aturan allignment 4. Pemberian nilai chain code: Aturan pemberian nilai untuk kesamaan 2 chain code yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: 3. Perancangan Sistem Langkah awal dari penelitian ini adalah menentukan siklus Input-Proses-Output dari sistem yang dibangun. Secara garis besar perancangan sistem dilakukan dengan proses sebagai berikut: 1. Pengambilan data huruf komputer dalam bentuk citra digital untuk data training dan data uji 2. Pre-processing citra digital 3. Perhitungan chain-code 4. Pencarian ciri dengan menggunakan algoritma berbasis chain kode 5. Inferensi dengan algoritma sequence allignment. 21

Gambar 4. Gambaran Umum Sistem Secara garis besar sistem ini terdiri dari 2 tahapan utama yaitu [7,8] : 1. Pembangunan basis pengetahuan Untuk membangun basis pengetahuan akan digunakan data huruf komputer dengan ukuran 8, 12, 16, 20, dan 36 pts dengan 3 jenis font yaitu Arial, Calibri, dan Times New Roman. 2. Pengujian akurasi Data yang akan diujikan adalah data yang belum ada dalam basis pengetahuan. Untuk pengujian akan digunakan data yang merupakan huruf komputer dengan ukuran 10, 14, 72 pts dengan jenis font Tahoma, Verdana, dan Courier New. Agar sistem yang dibangun memiliki peformansi yang baik dan reliable maka perlu dilakukan pengujian khusus dalam beberapa proses dan parameter yang digunakan. Melihat alur kerja sistem pada Gambar 5 dan sesuai dengan tujuan penelitian ini, maka kami memfokuskan pengujian pada: perbandingan akurasi sistem yang menggunakan algoritma sequence allignment dengan sistem yang menggunakan K-NN (pada penelitian sebelumnya). Proses Pre-Processing Proses preprocessing data merupakan salah satu tahap yang menentukan keberhasilan dari suatu proses pengenalan pola [2]. Pada tahap ini data citra masukan akan diubah menjadi data citra yang lebih sesuai untuk diproses oleh algoritma berbasis chain code. Proses pre-processing yang dilakukan meliputi modifikasi ketebalan (thinning), penyamaan ukuran data citra (normalisasi), serta menghasilkan posisi yang seragam (crop edge) [5]. Mekanisme normalisasi ukuran citra yang dilakukan akan menggunakan persamaan 3. dimana: n = target ukuran normalisasi a = min( ) ( ) = (tinggi objek awal, lebar objek awal) ( ) = (tinggi objek normalisasi, lebar objek normalisasi) If a= (3) Dari persamaan 3 terlihat bahwa pengaturan nilai n yang merupakan ukuran maksimal dari dimensi citra (panjang atau lebar) akan memberikan hasil yang berbeda. Dalam penelitian ini akan dipergunakan nilai n=20 [7]. Parameter Ekstraksi Chain Code Setiap huruf komputer yang akan diproses akan memiliki panjang urutan chain-code yang berbeda, karena urutan chaincode akan digunakan sebagai bagian dari vector ciri maka panjang urutan chain-code untuk setiap huruf harus sama. Untuk itu dilakukan proses normalisasi panjang chain-code dengan menggunakan persamaan 1. Dalam penelitian ini ukuran normalisasi chain-code yang dipergunakan adalah 40 [7]. Proses Inferensi dengan Sequence Alignment Algoritma Sequence Alignment dipergunakan untuk mengakomodir kelemahan klasifikasi dengan K-NN pada penelitian sebelumnya, dimana perbedaan lokasi awal pembentukan vector ciri, membuat vector ciri untuk sebuah huruf memiliki urutan yang berbeda sehingga tidak dapat dilakukan pencocokan secara langsung. Mekanisme sequence allignment akan melakukan pencocokan dengan mempertimbangkan mekanisme pergeseran vector ciri untuk memperoleh skor persamaan terbaik. 4. Hasil Penelitian Pembangunan basis pengetahuan dalam sistem ini menggunakan 3 jenis font yaitu Arial, Calibri, dan Times New Roman dengan ukuran 8, 12, 16, 20, dan 36 pts. Sehingga akan dimiliki sebanyak 390 data dalam basis pengetahuan. Untuk pengujian akan digunakan sebanyak 234 data yang diperoleh dari penggunaan 3 font yaitu Tahoma, Verdana, dan Courier 22

New, dengan variasi ukuran 10, 14, 72 pts. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan dengan menguji semua data uji, diperoleh hasil seperti yang terlihat pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil Pengujian Jenis Font Yang Diujikan Sequence Allignment KNN Hasil(%) Hasil (%) Tahoma 10 pts 100 100 Tahoma 14 pts 100 92 Tahoma 72 pts 100 100 Rata-Rata 100 97.43 Verdana 10 pts 96 100 Verdana 14 pts 100 96 Verdana 72 pts 100 96 Rata-Rata 98.67 97.33 Courier 10 pts 92 96 Courier 14 pts 100 77 Courier 72 pts 84 61 Rata-Rata 92 78 Dari hasil pengujian yang telah dilakukan terlihat bahwa penerapan mekanisme sequence allignment mampu memberikan peningkatan akurasi terhadap pengenalan huruf uji secara keseluruhan (terutama untuk font Courier New). Dalam penelitian sebelumnya dengan menggunakan K-NN akurasi untuk jenis font yang tidak dijadikan data latih masih kurang memuaskan. Gambar 5. Grafik Perbandingan K-NN dan Sequence Alignment Peningkatan akurasi ini terjadi karena chain code sudah diratakan (di-allign). Ini disebabkan karena terjadi penggeseran saat terdapat code yang berbeda dan digantikan dengan 0. Metode allignment ini mencari sebanyak mungkin code yang sama sehingga meskipun titik awal penelusuran chain code berubah, chain code dengan sendirinya menyesuaikan diri untuk mencari pasangannya sehingga posisinya sejajar. Sedangkan metode KNN hanya melakukan pemeriksaan terhadap chain code apa adanya. Apabila titik awalnya berbeda, banyak sekali kemungkinan pasangan nilai code yang berbeda, hal ini mengakibatkan nilai perbedaan juga jauh berbeda meskipun sebenarnya huruf tersebut sama. 5. Kesimpulan Metode ekstraksi ciri huruf berbasis chain-code dapat digunakan untuk menghasilkan vector ciri yang representative terhadap huruf komputer. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penerapan mekanisme sequence allignment dapat mengatasi masalah perbedaan titik awal proses chain-code hal ini ditunjukkan oleh hasil akurasi pengenalan yang baik dalam mengenali huruf asing yang tidak menjadi basis pengetahuan. Penerapan sequence allignment sebagai salah satu alternative metode inferensi mampu memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan penerapan K-NN pada penelitian sebelumnya. 6. Saran Pengembangan Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan, terlihat bahwa penggabungan metode ekstraksi ciri huruf berbasis chaincode dengan teknik inferensi sequence allignment memiliki tingkat akurasi yang cukup baik dan masih memungkinkan untuk dioptimalisasi. Penelitian lebih lanjut dapat ditujukan untuk menemukan bentuk basis pengetahuan yang minimal sehingga waktu pemrosesan menjadi lebih cepat. 23

Daftar Pustaka [1] Acharya Tinku, Ray Ajoy K. (2005). Image Processing, Principle and Application. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc. [2] Budi Wirayuda, Tjokorda A., Ludovika D.K, Maria, A. (2008). Pengenalan pola Huruf Jepang (Kana ) menggunakan Direction Feature Extraction dan Learning Vector Quantization. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Telekomunikasi Volume 13 no. 2 Desember 2008, ISSN : 1410-7066. [3] H. Izakian, S. A. Monadjemi, B. Tork Ladani, and K. Zamanifar,. (2008). Multi-Font Farsi/Arabic Isolated Character Recognition Using Chain Codes. Proceeding of World Academy of Science, Engineering and Technology Volume 33 Sepetember 2008, ISSN 2070-3740 [4] Munir, R. (2004). Pengolahan Citra Digital dengan Pendekatan Algoritmik. Bandung: Informatika [5] Rudi H., I Gede, Budi Wirayuda, Tjokorda A. (2008). Analisis dan Implementasi Pengenalan Huruf Bali Menggunakan Modified Direction Feature dan Jaringan Saraf Tiruan. Departemen Teknik Informatika, Institut Teknologi Telkom. Bandung. [6] Sequence Allignment Algorithm, http://www.ks.uiuc.edu/training/sumschool/materials/sources/tutorials/07-bio informatics/seqlab-html/node6.html, diakses terakhir tanggal 29 April 2009. [7] Budi Wirayuda, Tjokorda, Vaulin Syilvia, Novi Dayawati, R. (2009) Pengenalan Huruf Komputer Menggunakan Allgortima Berbasis Chain Code dan k-nearest Neighbour. Fakultas Teknik Informatika, IT Telkom Bandung. [8] T. Mitchell. (1997). Machine Learning. New York: McGraw Hill. 24