LAPORAN. Project Microcontroller Semester IV. Judul : Automatic Fan. DisusunOleh :

dokumen-dokumen yang mirip
MAKALAH BENGKEL ELEKTRONIKA PENDETEKSI KEBAKARAN DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR SUHU LM355. Oeh:

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Hasil dari perancangan perangkat keras sistem penyiraman tanaman secara

Bab IV PENGOLAHAN DATA DAN ANALISA

MAKALAH MIKRO PROSESOR

BAB II DASAR TEORI. mikrokontroler yang berbasis chip ATmega328P. Arduino Uno. memiliki 14 digital pin input / output (atau biasa ditulis I/O,

JOBSHEET SENSOR SUHU (PTC, NTC, LM35)

III. METODE PENELITIAN. Pelaksanaan tugas akhir ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Jurusan Teknik Elektro

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

Pemodelan Sistem Kontrol Motor DC dengan Temperatur Udara sebagai Pemicu

BAB III DESAIN BUCK CHOPPER SEBAGAI CATU POWER LED DENGAN KENDALI ARUS. Pada bagian ini akan dibahas cara menkontrol converter tipe buck untuk

Taufik Adi Sanjaya Website penulis :

BAB III PERANCANGAN SISTEM

III. METODE PENELITIAN. Penelitian tugas akhir ini dilaksanakan di Laboratorium Elektronika Dasar

BAB III PEMBUATAN ALAT Tujuan Pembuatan Tujuan dari pembuatan alat ini yaitu untuk mewujudkan gagasan dan

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Nama : Timbangan Bayi. 2. Jenis : Timbangan Bayi Digital. 4. Display : LCD Character 16x2. 5. Dimensi : 30cmx20cmx7cm

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Adapun blok diagram modul baby incubator ditunjukkan pada Gambar 3.1.

BAB IV DATA DAN ANALISA

BAB I PENDAHULUAN. pengontrolan sumber tegangan AC 1 fasa dengan memafaatkan sumber

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA RANGKAIAN

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

III. METODE PENELITIAN. Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Desember 2011

BAB IV PENERAPAN DAN ANALISA

BAB IV PENGUKURAN DAN ANALISA

melakukan hal yang mudah ini karena malas, lupa dan sebagainya, sehingga membiarkan kipas angin menyala, dan tidak hemat listrik. Untuk itu, dibutuhka

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III. Perencanaan Alat

RANCANG BANGUN DATA AKUISISI TEMPERATUR 10 KANAL BERBASIS MIKROKONTROLLER AVR ATMEGA16

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA HASIL PENGUJIAN

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB 2 LANDASAN TEORI. yang memiliki fungsi untuk mengubah besaran suhu menjadi besaran listrik dalam

BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. Teknologi konverter elektronika daya telah banyak digunakan pada. kehidupan sehari-hari. Salah satunya yaitu dc dc konverter.

SEBAGAI SENSOR CAHAYA DAN SENSOR SUHU PADA MODEL SISTEM PENGERING OTOMATIS PRODUK PERTANIAN BERBASIS ATMEGA8535

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN. Microcontroller Arduino Uno. Power Supply. Gambar 3.1 Blok Rangkaian Lampu LED Otomatis

III. METODE PENELITIAN. Penelitian, perancangan, dan pembuatan tugas akhir ini dilakukan di Laboratorium

BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM. kelembaban di dalam rumah kaca (greenhouse), dengan memonitor perubahan suhu

IMPLEMENTASI MIKROKONTROLLER SEBAGAI PENGUKUR SUHU DELAPAN RUANGAN

BAB III PERENCANAAN. Pada bab ini akan dijelaskan langkah-langkah yang digunakan dalam

RANCANG BANGUN SENSOR SUHU TANAH DAN KELEMBABAN UDARA

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III PERANCANGAN SISTEM

RANCANG BANGUN WHIRLPOOL DENGAN MENGGUNAKAN MIKROKONTROLLER

BAB 3 PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM

BAB III PERANCANGAN Bahan dan Peralatan

BAB III PERANCANGAN. Pada bab ini akan menjelaskan perancangan alat yang akan penulis buat.

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

Gambar 11 Sistem kalibrasi dengan satu sensor.

BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI SISTEM

APLIKASI PEMBANGKIT PWM UNTUK MENGENDALIKAN KIPAS PADA DESKTOP KOMPUTER BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

SISTEM MONITORING DAN KONTROL OTOMATIS INKUBATOR BAYI DENGAN VISUAL BASIC 6.0 BERBASIS ARDUINO

BAB III PERANCANGAN SISTEM. sebuah alat pemroses data yang sama, ruang kerja yang sama sehingga

BAB III PERANCANGAN SISTEMKENDALI PADA EXHAUST FAN MENGGUNAKAN SMS GATEWAY

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

INSTRUMENTASI INDUSTRI (NEKA421) JOBSHEET 14 (DAC 0808)

BAB III PERANCANGAN ALAT

Crane Hoist (Tampak Atas)

BAB III PERANCANGAN. Power Supply. Microcontroller Wemos. Transistor Driver TIP122. Gambar 3.1 Blok Rangkaian sistem

AKHIR TUGAS OLEH: JURUSAN. Untuk

BAB II LANDASAN TEORI. ATMega 8535 adalah mikrokontroller kelas AVR (Alf and Vegard s Risc

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT

SISTEM KENDALI SIRKULASI UDARA BERDASARKAN KONDISI LINGKUNGAN SEKITAR UNTUK KENYAMANAN RUANGAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tugas akhir dilaksanakan pada bulan Februari 2014 hingga Januari

BAB III PERANCANGAN SISTEM. perancangan mekanik alat dan modul elektronik sedangkan perancangan perangkat

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV HASIL, PENGUJIAN DAN ANALISIS. Pengujian diperlukan untuk melihat dan menilai kualitas dari sistem. Hal ini

STUDI PENGONTROL TEMPERATUR MOTOR DC UNTUK MEMPERTAHANKAN KESTABILAN KECEPATAN MOTOR BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S52 SKRIPSI

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN. Blok Diagram adalah alur kerja sistem secara sederhana yang

JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI & PENDIDIKAN ISSN : VOL. 8 NO. 1 Maret 2015

KIPAS ANGIN OTOMATIS DENGAN SENSOR SUHU BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535

BAB IV ANALISIS RANGKAIAN ELEKTRONIK

PROCEEDING. sepeti program untuk mengaktifkan dan PENERAPAN AUTOMATIC BUILDING SYSTEM DI PPNS. menonaktifkan AC, program untuk counter

BAB III DESKRIPSI MASALAH

Jurnal Teknik Elektro, Universitas Mercu Buana ISSN : PERANCANGAN KONTROL OTOMATIS TEMPERATUR RUMAH KACA BERBASIS MIKROKONTROLLER AT89S51

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN SISTEM

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

UPI YPTK Jurnal KomTekInfo Vol. 4, No. 2, Desember 2017, Hal ISSN : Copyright 2017 by LPPM UPI YPTK Padang

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA

BAB III METODE PENELITIAN. suhu dalam ruang pengering nantinya mempengaruhi kelembaban pada gabah.

III. METODE PENELITIAN. Universitas Lampung yang dilaksanakan mulai dari bulan Maret 2014.

BAB II DASAR TEORI. open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk. software arduino memiliki bahasa pemrograman C.

MENGUKUR KELEMBABAN TANAH DENGAN KADAR AIR YANG BERVARIASI MENGGUNAKAN SOIL MOISTURE SENSOR FC-28 BERSASIS ARDUINO UNO

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III PERANCANGAN Deskripsi Model Sistem Monitoring Beban Energi Listrik Berbasis

BAB 3 PERANCANGAN ALAT DAN PEMBUATAN SISTEM

BAB II LANDASAN TEORI

TERMOMETER DIGITAL BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO UNO DENGAN OUTPUT TAMPILAN DISPLAY DIGITAL

BAB 4 HASIL UJI DAN ANALISA

BAB III METODE PENELITIAN

Transkripsi:

LAPORAN Project Microcontroller Semester IV Judul : Automatic Fan DisusunOleh : Nama: Riesca Nusa.D Nim : 13140002 Nama: Nita Chairunnisa Nim : 13140007 Nama: Iqra Ali Nim : 13140026 Nama: Mufzan Nur Nim : 13140066 Nama: Abyan Farras Nim : 13140081 AkademiTeknik Telekomunikasi Jakarta 2015/2016

KATAPENGANTAR Puji beserta rasa syukur terlebih dahulu kami ucapkan kepada Allah S.W.T sebagai landasan utama bagi kami dalam melakukan setiap aktivitas dan kelancaran khususnya dalamm menyusun alat ini. Laporan ini kami tulis sebagai salah satu syarat dalam Kelulusan mata kuliah semester 4 yaitu Microcontroller yang di Akademi Telkom Jakarta. Adapun nama proyek alat yang kami buat adalah Automatic Fan. Proyek kami ini terinspirasi dari penggunaan peralatan listrik yang sering ditemui dalam keadaan boros pemakaian yaitu kipas angin. Dimana sering dipakai dikeadaan yang tidak pas, dan kebiasaan lupa mematikannya. Harapan kami semoga dengan laporan ini bisa menyelesaikan proyek mata kuliah kami. Jakarta, 15 Juni 2016 Penyusun ii

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iii BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1. Tujuan... 1 1.2. Latar Belakang... 1 1.3. Rumusan Masalah... 2 1.4. Batasan Masalah... 2 BAB II ISI LAPORAN... 3 2.1. Dasar Teori... 3 2.1.1. Sensor Suhu LM35... 3 2.1.2. Driver Motor DC... 9 2.2. Data Alat... 11 2.3. Hasil Alat... 13 BAB III PENUTUP... 14 3.1. Kesimpulan... 14 DAFTAR PUSTAKA iii

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Tujuan Pada tugas akhir semester 4 mikrocontroller simulasi program automatic fan menggunakan sensor suhu LM35 bertujuan untuk: 1. Melengkapi tugas project akhir semester 4 mata kuliah Mikrocontroller. 2. Mahasiswa dapat memahami aplikasi microcontroller arduino. 3. Mahasiswa dapat memahami pembacaan sensor suhu LM35 melalui monitor arduino. 4. Mahasiswa dapat memahami pangaturan PWM melalui sensor suhu LM35. 1.2. Latar Belakang Penghematan energi listrik merupakan hal yang sangat diperlukan. Dampak dari kota metropolitan salah satunya adalah kebutuhan listrik yang kian meningkat akibat banyaknya kaum urban untuk menuntut ilmu dan mencari nafkah. Untuk itu perlu adanya solusi alternatif peralatan listrik yang dapat menghemat energy. Penggunaan peralatan listrik yang sering ditemui dalam keadaan boros pemakaian adalah kipas angin. Kerap kali sekelompok manusia melakukan aktivitas seperti belajar, rapat, dan mengadakan pertemuan di dalam ruangan selalu menyalakan kipas angin guna memperoleh kenyamanan karena suhu yang tinggi. Namun suhu di sekitar kita tidak selalu memiliki nilai yang konstan. Terkadang suhu menjadi tinggi, terkadang suhu menjadi turun. Akibat dari itu, tidak mungkin seorang manusia menyalakan dan mematikan kipas angin yang sesuai dengan suhu saat itu. Dari masalah diatas pada tugas akhir ini, dirancang sebuah simulator yang dapat menyalakan motor dc sebagai kipas angin secara otomatis sekaligus mengatur level kecepatan putaran dari kipas angin tersebut. Alat ini dibuat menggunakan sensor LM35 sebagai pendeteksi suhu dimana nilai suhu yang terbaca akan ditampilkan pada display LCD, dan nilai tersebut adalah nilai yang terbaca dari sensor tersebut. Berdasarkan hasil pengujian dan analisa data yang telah dilakukan, didapatkan hasil dimana sistem bekerja secara baik dengan rata-rata persentase error yang diperoleh adalah sebesar 1,74%. 1

1.3. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah pada tugas akhir semester 4 mikrocontroller simulasi program automatic fan menggunakan sensor suhu LM35 adalah: 1. Bagaimana membuat rangkaian pengendali motor dengan sensor suhu LM35. 2. Bagaimana membuat program arduino yang menjalankan rangkaian pengendali motor dengan sensor suhu LM35. 1.4. Batasan Masalah Adapun batasan masalah pada tugas akhir semester 4 mikrocontroller simulasi program automatic fan menggunakan sensor suhu LM35 adalah: 1. Rangkaian di buat dalam bentuk simulasi alat. 2. Bahasa pemrograman yang menjalankan rangkaian ini adalah Arduino. 2

BAB II ISI LAPORAN 2.1. Dasar Teori Penggunaan motor DC dewasa ini sudah sangatlah umum, salah satu kelebihan motor DC adalah relatif gampang didapat dan mudah diatur kecepatan putarnya. Secara umum pengaturan kecepatan motor DC adalah dengan menggunakan cara analog. Dalam hal ini, kecepatan motor DC akan diatur dengan pembacaan sensor suhu LM35. 2.1.1. Sensor Suhu LM35 1.Pengertian Sensor suhu LM35 adalah komponen elektronika yang memiliki fungsi untuk mengubah besaran suhu menjadi besaran listrik dalam bentuk tegangan. Sensor Suhu LM35 yang dipakai dalam penelitian ini berupa komponen elektronika elektronika yang diproduksi oleh National Semiconductor. LM35 memiliki keakuratan tinggi dan kemudahan perancangan jika dibandingkan dengan sensor suhu yang lain, LM35 juga mempunyai keluaran impedansi yang rendah dan linieritas yang tinggi sehingga dapat dengan mudah dihubungkan dengan rangkaian kendali khusus serta tidak memerlukan penyetelan lanjutan. Meskipun tegangan sensor ini dapat mencapai 30 volt akan tetapi yang diberikan kesensor adalah sebesar 5 volt, sehingga dapat digunakan dengan catu daya tunggal dengan ketentuan bahwa LM35 hanya membutuhkan arus sebesar 60 µa hal ini berarti LM35 mempunyai kemampuan menghasilkan panas (selfheating) dari sensor yang dapat menyebabkan kesalahan pembacaan yang rendah yaitu kurang dari 0,5 ºC pada suhu 25 ºC. 3

2. Struktur Sensor LM35 Gambar 1. Sensor Suhu LM35 Gambar diatas menunjukan bentuk dari LM35 tampak depan dan tampak bawah. 3 pin LM35 menujukan fungsi masing-masing pin diantaranya, pin 1 berfungsi sebagai sumber tegangan kerja dari LM35, pin 2 atau tengah digunakan sebagai tegangan keluaran atau Vout dengan jangkauan kerja dari 0 Volt sampai dengan 1,5 Volt dengan tegangan operasi sensor LM35 yang dapat digunakan antar 4 Volt sampai 30 Volt. Keluaran sensor ini akan naik sebesar 10 mv setiap derajad celcius sehingga diperoleh persamaan sebagai berikut :VLM35 = Suhu* 10 mv Gambar 2. Skematik Rangkaian Dasar Sensor Gambar diatas kanan adalah gambar skematik rangkaian dasar sensor suhu LM35-DZ. Rangkaian ini sangat sedecrhana dan praktis. Vout adalah tegangan keluaran sensor yang terskala linear terhadap suhu terukur, yakni 10 milivolt per 1 derajad celcius. Jadi jika Vout = 530mV, maka suhu terukur adalah 53 derajad Celcius.Dan jika Vout = 320mV, maka suhu terukur adalah 32 derajad Celcius. Tegangan keluaran ini bisa langsung diumpankan sebagai masukan ke rangkaian pengkondisi sinyal seperti rangkaian penguat operasional dan rangkaian filter, atau rangkaian lain seperti rangkaian pembanding tegangan dan rangkaian Analog-to-Digital Converter. 4

3. Karakteristik Sensor LM35. Adapun karakterisrik dari sensor LM35: Memiliki sensitivitas suhu, dengan faktor skala linier antara tegangan dan suhu 10 mvolt/ºc, sehingga dapat dikalibrasi langsung dalam celcius. Memiliki ketepatan atau akurasi kalibrasi yaitu 0,5ºC pada suhu 25 ºC seperti terlihat pada gambar 2.2. Memiliki jangkauan maksimal operasi suhu antara -55 ºC sampai +150 ºC. Bekerja pada tegangan 4 sampai 30 volt. Memiliki arus rendah yaitu kurang dari 60 µa. Memiliki pemanasan sendiri yang rendah ( low-heating) yaitu kurang dari 0,1 ºC pada udara diam. Memiliki impedansi keluaran yang rendah yaitu 0,1 W untuk beban 1 ma. Memiliki ketidaklinieran hanya sekitar ± ¼ ºC. Gambar 3. Grafik akurasi LM35 terhadap suhu Sensor LM35 bekerja dengan mengubah besaran suhu menjadi besaran tegangan. Tegangan ideal yang keluar dari LM35 mempunyai perbandingan 100 C setara dengan 1 volt. Sensor ini mempunyai pemanasan diri (self heating) kurang dari 0,1 C, dapat dioperasikan dengan menggunakan power supply tunggal dan dapat dihubungkan antar muka (interface) rangkaian control yang sangat mudah. IC LM 35 sebagai sensor suhu yang teliti dan terkemas dalam bentuk Integrated Circuit (IC), dimana output tegangan keluaran sangat linear terhadap perubahan suhu. Sensor ini berfungsi sebagai pegubah dari besaran fisis suhu ke besaran tegangan yang memiliki koefisien sebesar 10 mv / C yang berarti bahwa kenaikan suhu 1 C maka akan terjadi kenaikan tegangan sebesar 10 mv. 5

Gambar 4. Rangkaian Sensor LM35 IC LM 35 ini tidak memerlukan pengkalibrasian atau penyetelan dari luar karena ketelitiannya sampai lebih kurang seperempat derajat celcius pada temperature ruang. Jangka sensor mulai dari 55 C sampai dengan 150 C, IC LM35 penggunaannya sangat mudah, difungsikan sebagai kontrol dari indicator tampilan catu daya terbelah. IC LM 35 dapat dialiri arus 60 μ A dari supplay sehingga panas yang ditimbulkan sendiri sangat rendah kurang dari 0 C di dalam suhu ruangan. Untuk mendeteksi suhu digunakan sebuah sensor suhu LM35 yang dapat dikalibrasikan langsung dalam C (celcius), LM35 ini difungsikan sebagai basic temperature sensor. Adapun keistimewaan dari IC LM 35 adalah : Kalibrasi dalam satuan derajat celcius. Lineritas +10 mv/ º C. Akurasi 0,5 º C pada suhu ruang. Range +2 º C 150 º C. Dioperasikan pada catu daya 4 V 30 V. Arus yang mengalir kurang dari 60 μa 6

4.Prinsip Kerja Sensor LM35 Secara prinsip sensor akan melakukan penginderaan pada saat perubahan suhu setiap suhu 1 ºC akan menunjukan tegangan sebesar 10 mv. Pada penempatannya LM35 dapat ditempelkan dengan perekat atau dapat pula disemen pada permukaan akan tetapi suhunya akan sedikit berkurang sekitar 0,01 ºC karena terserap pada suhu permukaan tersebut. Dengan cara seperti ini diharapkan selisih antara suhu udara dan suhu permukaan dapat dideteksi oleh sensor LM35 sama dengan suhu disekitarnya, jika suhu udara disekitarnya jauh lebih tinggi atau jauh lebih rendah dari suhu permukaan, maka LM35 berada pada suhu permukaan dan suhu udara disekitarnya. Jarak yang jauh diperlukan penghubung yang tidak terpengaruh oleh interferensi dari luar, dengan demikian digunakan kabel selubung yang ditanahkan sehingga dapat bertindak sebagai suatu antenna penerima dan simpangan didalamnya, juga dapat bertindak sebagai perata arus yang mengkoreksi pada kasus yang sedemikian, dengan mengunakan metode bypass kapasitor dari Vin untuk ditanahkan. Maka dapat disimpulkan prinsip kerja sensor LM35 sebagai berikut: Suhu lingkungan di deteksi menggunakan bagian IC yang peka terhadap suhu Suhu lingkungan ini diubah menjadi tegangan listrik oleh rangkaian di dalam IC, dimana perubahan suhu berbanding lurus dengan perubahan tegangan output. Pada seri LM35 V out =10 mv/ o C Tiap perubahan 1 o C akan menghasilkan perubahan tegangan output sebesar 10mV 5. Kelebihan dan Kelemahan Sensors LM35 Kelebihan: Rentang suhu yang jauh, antara -55 sampai +150 o C Low self-heating, sebesar 0.08 o C Beroperasi pada tegangan 4 sampai 30 V Rangkaian tidak rumit Tidak memerlukan pengkondisian sinyal Kekurangan: Membutuhkan sumber tegangan untuk beroperasi 6.Pembacaan sensor suhu dalam program arduino: 7

Tegangan yang masuk dikonversi terlebih dahulu menjadi data digital. Arduino yang digunakan adalah Arduino UNO. Pin analog Arduino dapat menerima nilai hingga 10 bit sehingga dapat mengkonversi data analog menjadi 1024 keadaan (210= 1024). Artinya nilai 0 merepresentasikan tegangan 0 volt dan nilai 1023 merepresentasikan tegangan 5 volt. Data yang sebelumnya analog dikonversi menjadi data digital. Proses konversi dari nilai analog menjadi digital ini disebut proses ADC (Analog to Digital Conversion). Bagaimana jika tegangan 5 volt dikonversi menjadi data digital 10 bit? Artinya setiap 1 angka desimal mewakili tegangan sebesar 0,004887585 volt. Kemudian untuk besar tegangan yang diwakili angka 512 dapat dihitung dengan cara 8

2.1.2. Driver Motor DC Pada dasarnya beberapa aplikasi yang menggunakan motor DC harus dapat mengatur kecepatan dan arah putar dari motor DC itu sendiri. Untuk dapat melakukan pengaturan kecepatan motor DC dapat menggunakan metode PWM (Pulse Width Modulation) sedangkan untuk mengatur arah putarannya dapat menggunakan rangkaian H-bridge yang tersusun dari 4 buah transistor. Tetapi dipasaran telah disediakan IC L293D sebagai driver motor DC yang dapat mengatur arah putar dan disediakan pin untuk input yang berasal dari PWM untuk mengatur kecepatan motor DC. Jika diinginkan sebuah motor DC yang dapat diatur kecepatannya tanpa dapat mengatur arah putarnya, maka kita dapat menggunakan sebuah transistor sebagai driver. Untuk mengatur kecepatan putar motor DC digunakan PWM yang dibangkitkan melalui fitur Timer pada mikrokontroler. Sebagian besar power supply untuk motor DC adalah sebesar 12 V, sedangkan output PWM dari mikrokontroler maksimal sebesar 5 V. Oleh karena itu digunakan transistor sebagai penguat tegangan. Dibawah ini adalah gambar driver motor DC menggunakan transistor. Gambar 5. Driver Motor DC menggunakan Transistor Sedangkan jika diinginkan sebuah motor DC yang dapat diatur kecepatan atau arah putarnya maka digunakanlah rangkaian H- brigde yang tersusun dari 4 buah transistor. 9

Gambar 6. Rangkaian H-Bridge Dari gambar diatas jika diinginkan motor DC berputar searah jarum jam maka harus mengaktifkan transistor1 dan transistor4 dengan cara memberikan logika high pada kaki Basis transistor tersebut. Sedangkan untuk berputar berlawanan arah jarum jam maka harus mengaktifkan transistor2 dan transistor 3 dengan cara memberikan logika high pada kaki Basis transistor tersebut. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini. Gambar 7. Rangkaian penentuan arah putar Dari gambar diatas terlihat jelas bahwa dengan mengaktifkan transistor1 dan transistor4 akan menyebabkan motor DC berputar searah jarum jam. Dimana arus listrik akan mengalir dari power supply (12 V) melalui transistor1, lalu ke motor DC, lalu ke transistor4 dan akan berakhir di ground. Begitu juga sebaliknya untuk putaran berlawanan arah jarum jam. Sedangkan untuk pengaturan kecepatannya anda dapat menghubungkan output PWM ke kaki basis transistor1 untuk putaran searah jarum jam. Dan untuk putaran berlawanan arah jarum jam, output PWM dapat dihubungkan kekaki basis transistor2. 10

2.2. Data Alat Alat Microcontroller Automatic Fan 1. Siapkan alat alat yang diperlukan Arduino Uno Sensor suhu Lm35 Driver motor dc 5v Papan Project Kabel jumper male 2. Rangkailah seperti gambar ini 3. Install Software Arduino. Gambar 8. Rangkaian alat automatic fan 4. Kemudian buka software arduino untuk menuliskan program nya. Gambar 9. Arduino 11

5. Tulis program yang ada di bawah ini. Gambar 10. Sketch/Coding 6. Lalu upload, setelah itu coba liat monitor berapakah suhunya lalu liat juga motor dc 5v apakah bergerak ketika suhu meningkat. 12

2.3. Hasil Alat Adapun hasil percobaan ketika rangkaian di jalankan: No. Suhu (C) Kecepatan Motor 1 20 Tidak Berputar 2 22 Tidak Berputar 3 24 Tidak Berputar 4 26 Berputar lambat 5 30 Berputar lambat 6 36 Berputar lambat 7 40 Berputar sedang 8 44 Berputar sedang 9 48 Berputar sedang 10 52 Berputar cepat 11 56 Berputar cepat 12 60 Semakin cepat 13 64 Semakin cepat 14 70 Kecepatan Maks Tabel 1. Hasil Percobaan 13

BAB III PENUTUP 3.1. Kesimpulan Dari hasil alat automatic fan yang kami buat, dapat kita simpulkan dengan adanya alat tersebut bisa kita kembangkan dengan jendela otomatis untuk dapur memasak, ac ruangan dan lain sebagainya. 14

DAFTAR PUSTAKA http://memorialilmu.blogspot.co.id/2015/02/simulasi-program-automatic-fan_13.html http://www.instructables.com/id/using-a-temperature-sensor-to-control-the-speed-of/ 15