BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN. audit yang dilaksanakan pada PT. Karya Karang Asem Indonesia.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

DAFTAR ISI. ABSTRAK... vi. KATA PENGANTAR... vii. DAFTAR ISI... x. DAFTAR TABEL... xiii. DAFTAR GAMBAR... xv. DAFTAR LAMPIRAN...

BAB III METODE PENELITIAN. perusahaan, gambaran struktur organisasi, dan dilanjutkan dengan tahapantahapan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Hasil Perencanaan dan Persiapan Audit Sistem Informasi

BAB III METODE PENELITIAN. pada Parahita Diagnostic Center. Agar lebih jelasnya tahapan-tahapan yang

BAB III METODE PENELITIAN. Pada Bab III akan dilakukan pembahasan dimulai dengan profil

BAB III METODE PENELITIAN. sistem informasi manajemen rumah sakit berdasar ISO 27002:2005 di RSI

DAFTAR ISI. ABSTRAK... vi. KATA PENGANTAR... vii. DAFTAR ISI... x. DAFTAR TABEL... xiii. DAFTAR GAMBAR... xv. DAFTAR LAMPIRAN...

BAB III METODE PENELITIAN. audit yang akan dilaksanakan. Dapat dilihat pada Gambar 3.1.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

DAFTAR ISI ABSTRAK... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang... 1 BAB II LANDASAN TEORI...

BAB I PENDAHULUAN. PT. Varia Usaha Beton merupakan anak usaha dari PT. Semen Gersik

DAFTAR ISI ABSTRAK... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... xx BAB I PENDAHULUAN...

PENERAPAN KEAMANAN SISTEM INFORMASI STANDAR ISO PADA PT. BPR KARYABHAKTI UGAHARI, TANJUNG MORAWA

BAB III METODE PENELITIAN. Keamanan Sistem Akuntansi Enterprise PT. Gresik Cipta Sejahtera Berdasarkan

BAB I PENDAHULUAN. ketepatan dan kelengkapan pelayanan terhadap pelanggan. yang terintegrasi yang bernama Integrated Trading System (ITS).

BAB II LANDASAN TEORI. organisasi, tetapi juga digunakan untuk menggambarkan interaksi seluruh komponen

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangil Kabupaten Pasuruan

HASIL DAN PEMBAHASAN. Langkah awal dalam tahap perencanaan audit sistem informasi menghasilkan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari adalah sebuah rumah sakit yang berada di

AUDIT KEAMANAN SISTEM INFORMASI PADA INSTALASI SISTEM INFORMASI MANAGEMENT (SIM-RS) BERDASARKAN STANDAR ISO

AUDIT KEMANAN INFORMASI MENGGUNAKAN ISO PADA DATA CENTER PT.GIGIPATRA MULTIMEDIA. Herman Afandi 1 Abdi Darmawan 2 ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. dan sekitarnya. PT Karya Karang Asem Indonesia khususnya pada daerah Sedati,

AUDIT KEAMANAN SISTEM INFORMASI PADA INSTALASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RSUD BANGIL BERDASARKAN ISO Danastri Rasmona Windirya 1)

BAB I 1.1 Latar Belakang

AUDIT KEAMANAN SISTEM INFORMASI BERDASARKAN STANDAR ISO (Studi Kasus: PT. Aneka Jaya Baut Sejahtera) Marliana Halim 1)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Sistem Informasi merupakan kumpulan elemen-elemen/sumberdaya dan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. pembahasan dari tahap perencanaan audit keamanan sistem akuntansi enterprise,

Diklat Pendamping Akreditasi FKTP MATERI INTI 6 TEKNIK AUDIT INTERNAL

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

AUDIT KEAMANAN SISTEM INFORMASI PADA UNIVERSITAS BINA DARMA PALEMBANG MENGGUNAKAN STANDAR ISO/IEC 27001

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. PT. Gresik Cipta Sejahtera (PT. GCS) adalah perusahaan dengan bisnis inti

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat, kemungkinan terjadinya

BAB II LANDASAN TEORI. terdokumentasi untuk menemukan suatu bukti-bukti (audit evidence) dan

THE VISIONING PHASE. Titien S. Sukamto

AUDIT KEAMANAN SISTEM INFORMASI BERDASARKAN STANDAR ISO (Studi Kasus: PT. Karya Karang Asem indonesia) Felix Nugraha K 1)

BAB II LANDASAN TEORI. pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Tugas rumah sakit adalah melaksanakan

BAB II LANDASAN TEORI. terdokumentasi untuk menemukan suatu bukti-bukti (audit evidence) dan. pemeriksaan (audit) yang ditetapkan. (Sarno, 2009:171).

Standard Operating Procedure. Pelaporan Hasil Penelitian

BAB II LANDASAN TEORI. audit keamanan informasi. Framework yang digunakan pada penelitian ini yaitu

AUDIT INTERNAL Kode. Dok Revisi Tgl Terbit Halaman LPM-POS-MNV Maret dari 9

TL-4103 Manajemen Teknik Lingkungan AUDIT LINGKUNGAN

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA FAKULTAS MIPA Kampus Ketintang Surabaya Telp. (031) Fax (031) Web site:

AUDIT SISTEM INFORMASI GRUP ASESMEN EKONOMI DAN KEUANGAN BANK INDONESIA WILAYAH IV DITINJAU DARI IT GOAL 7 MENGGUNAKAN STANDAR COBIT 4.

LAMPIRAN SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR : SE-5/PJ/2011 TENTANG : AUDIT INTERNAL TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

BIDANG MANAJEMEN AIR MINUM MANAJEMEN MUTU

JSIKA Vol. 5, No. 10, Tahun 2016 ISSN X

EVALUASI KEAMANAN INFORMASI MENGGUNAKAN ISO/IEC 27002: STUDI KASUS PADA STIMIK TUNAS BANGSA BANJARNEGARA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Pada bab ini akan diuraikan tentang hasil dan pembahasan bab III dari

DOKUMENTASI SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001:2000

BAB III METODE PENELITIAN

MAKALAH SEMINAR KERJA PRAKTEK

BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN METEOROLOGI KELAS I FRANS KAISIEPO BIAK PEDOMAN MUTU PEDOMAN MUTU

Tehnik audit internal

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

PROSEDUR MUTU SISTEM. Universitas Nusa Cendana AUDIT MUTU INTERNAL (06)

BAB V HASIL PERANCANGAN AUDIT DAN REKOMENDASI

AUDIT SISTEM INFORMASI PADA DIGILIB UNIVERSITAS XYZ MENGGUNAKAN KERANGKA KERJA COBIT 4.0

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Perguruan Tinggi (PT) merupakan institusi yang memberikan pelayanan

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu aktivitas penunjang yang cukup penting pada PT sebagai

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB III METODE PENELITIAN

Apa Tujuan ISO. Material SDM. Resource. Alat. Metode. Output 3 C. Input Proses. Procedure IK Control. Monev

BAB II LANDASAN TEORI

Audit Teknologi Sistem Informasi. Pertemuan 1 Pengantar Audit Teknologi Sistem Informasi

TATA KELOLA INFRASTRUKTUR TI DAN NON TI PADA KELAS DI JURUSAN SISTEM INFORMASI

INTERNAL AUDIT Oleh: Jufina

Penetapan Konteks Komunikasi dan Konsultasi. Identifikasi Risiko. Analisis Risiko. Evaluasi Risiko. Penanganan Risiko

BAB III METODE PENELITIAN

Tulisan ini bersumber dari : WikiPedia dan penulis mencoba menambahkan

BAB III METODE PENELITIAN. Langkah pelaksanaan audit sistem informasi berdasarkan best practice

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BADAN PENJAMINAN MUTU (BPM) PENGESAHAN

BAB IV SIMPULAN DAN SARAN

METODOLOGI AUDIT SI/TI

PROSES AUDIT. Titien S. Sukamto

III. METODE KONVENS IONAL 11. REKAYASA SISTEM BERBASIS KOMPUTER

BAB II LANDASAN TEORI. mulai dari keuangan, pemerintahan hingga Teknologi Informasi (TI). Audit

PROSEDUR PENGENDALIAN DOKUMEN Oleh : Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Luar Negeri (cevest or id)

PEDOMAN SISTIM PENGENDALIAN INTERN

PENGUKURAN MANAJEMEN SUMBER DAYA TI DENGAN MENGGUNAKAN METODE COBIT PADA PT.PUPUK SRIWIJAYA PALEMBANG

31

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN Pada Bab III ini akan membahas tentang perencanaan dalam melaksanakan audit keamanan sistem informasi. Pembahasan mencakup semua aktivitas auditor dari awal kegiatan hingga hasil akhir audit yang didapat. Gambar 3.1 merupakan alur dari serangkaian kegiatan audit. Studi Literatur: - Studi ISO 27002 - Keamanan Sistem Informasi Wawancara Awal Studi Literatur: - Studi ISO 27002 Studi Literatur: - Studi ISO 27002 - Peringkat Tingkat Kematangan CMMI Perencanaan dan Persiapan Audit SI Perencanaan Audit SI: 1. Mengidentifikasi proses bisnis dan TI 2. Mengidentifikasi ruang lingkup dan tujuan audit 3. Menentukan metode dan membuat engagement letter Persiapan Audit SI: 4. Menentukan auditee 5. Menyusun jadwal audit (audit working plan) 6. Membuat pernyataan 7. Membuat pertanyaan Pelaksanaan Audit SI: 1. Melakukan wawancara 2. Melakukan pemeriksaan 3. Melakukan dokumentasi (data dan bukti) 4. Melakukan uji kematangan 5. Menyusun daftar temuan dan rekomendasi Pelaporan Audit SI 1. Penyusunan draft laporan 2. Persetujuan draft laporan 3. Pelaporan hasil audit SI Gambar 3.1 Langkah-Langkah Kegiatan Audit Sistem Informasi 1 2 3 29

30 Langkah-langkah kegiatan audit sistem informasi yang akan dilakukan telah dipaparkan pada Gambar 3.1 di halaman 29. Penomoran digunakan untuk menunjukkan langkah-langkah kegiatan inti, sedangkan aktivitas lain merupakan inputan yang digunakan untuk kegiatan inti tersebut. Untuk penjabaran dari aktivitas kegiatan yang lebih detail akan dijelaskan pada sub bab metode penelitian ini. 3.1 Perencanaan dan Persiapan Audit Sistem Informasi Tahap perencanaan dan persiapan ini adalah tahap awal yang dilakukan pada proses audit. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa pihak perusahaan yang akan diaudit telah memberikan kewenangan dan mempersiapkan segala sesuatu demi kelancaran pelaksanaan audit yang akan dilakukan. Pada tahap ini langkah-langkah yang dilakukan yaitu: 1. Melakukan identifikasi proses bisnis dan TI, 2. Mengidentifikasi ruang lingkup dan tujuan audit, 3. Menentukan metode dan membuat engagement letter, 4. Menentukan auditee, 5. Menyusun jadwal audit (audit working plan), 6. Membuat pernyataan, dan 7. Membuat pertanyaan. Tahap ini akan menghasilkan pengetahuan tentang proses bisnis dan TI perusahaan, ruang lingkup dan tujuan yang telah ditentukan, klausul yang digunakan, tabel auditee dan audit working plan, pernyataan yang telah dibuat berdasarkan standar ISO 27002, dan pertanyaan yang telah dibuat berdasarkan pernyataan. Hasil dari tahap perencanaan dan persiapan audit sistem informasi ini akan dituangkan ke dalam surat perjanjian audit (engagement letter), lampiran perencanaan audit, dan kertas kerja audit.

31 3.1.1 Mengidentifikasi Proses Bisnis dan TI Pada tahapan perencanaan audit, proses pertama yang dilakukan adalah melakukan pemahaman proses bisnis dan TI perusahaan yang diaudit (auditee). Pemahaman dilakukan dengan cara mempelajari dokumen-dokumen yang terkait dengan perusahaan. Dokumen tersebut berupa profil perusahaan, standard operating procedure, kebijakan, standar, prosedur, portopolio, arsitektur, infrastruktur, dan aplikasi sistem informasi. Langkah selanjutnya adalah mencari informasi apakah sebelumnya perusahaan telah melaksanakan proses audit. Apabila pernah dilakukan audit, maka auditor perlu mengetahui dan memeriksa laporan audit sebelumnya. Untuk menggali pengetahuan tentang auditee langkah yang dilakukan adalah dengan cara mengetahui dan memeriksa dokumen-dokumen yang terkait dengan proses audit, wawancara manajemen dan staff, serta melakukan observasi kegiatan operasional dan teknologi sistem informasi yang digunakan. Output yang dihasilkan pada proses ini adalah profil perusahaan, visi dan misi perusahaan, struktur organisasi, serta gambaran umum teknologi informasi yang selengkapnya akan dipaparkan pada Bab IV. 3.1.2 Mengidentifikasi Ruang Lingkup dan Tujuan Audit Proses kedua pada tahapan perencanaan ini adalah mengidentifikasi ruang lingkup dan tujuan yang berhubungan dengan kebutuhan audit keamanan sistem informasi ini. Ruang lingkup audit keamanan sistem informasi ini tidak hanya pada sistem informasi yang ada pada perusahaan, tetapi juga berdasarkan keamanan dalam memanajemen seluruh kemungkinan kelemahan informasi yang

32 dapat dimungkinkan berasal dari faktor di luar sistem itu sendiri. Penentuan ruang lingkup dilakukan dengan cara melakukan observasi sekaligus menentukan klausul, obyektif kontrol dan kontrol yang sesuai dengan permasalahan dan kebutuhan PT. AJBS. Klausul, obyektif kontrol, dan kontrol yang ditentukan harus berdasarkan kesepakatan antara auditor dengan auditee. Proses ini akan menghasilkan pemetaan klausul, objektif kontrol serta kontrol yang telah ditentukan dan disepakati oleh auditor dengan auditee. Contoh klausul, objektif kontrol, dan kontrol keamanan yang tidak digunakan dapat dilihat pada Tabel 3.1 sedangkan contoh klausul, objektif kontrol, dan kontrol keamanan yang telah ditetapkan dapat dilihat pada Tabel 3.2. Tabel 3.1 Contoh Klausul, Objektif Kontrol, dan Kontrol Keamanan ISO 27002:2005 yang Tidak Digunakan Klausul 5 Kebijakan Keamanan 6 Organisasi Keamanan Informasi Kontrol Keamanan Semua Semua Alasan Perusahaan tidak memiliki dokumen khusus untuk kebijakan keamanan. Perusahaan tidak memiliki organisasi khusus untuk keamanan informasi. Tabel 3.2 Contoh Klausul, Objektif Kontrol, dan Kontrol Keamanan ISO 27002 yang Telah Dipetakan No Klausul Objektif Kontrol Kontrol Keamanan 1 8.1 8.1.1 8 Keamanan Aturan dan tanggung jawab 2 Keamanan sumber daya 8.1.2 Sumber Daya manusia sebelum Seleksi 3 Manusia menjadi pegawai 8.1.3 Persyaratan dan kondisi yang harus dipenuhi oleh pegawai

33 3.1.3 Menentukan Metode dan Membuat Engagement Letter Setelah melakukan survei awal untuk memperoleh gambaran umum perusahaan, mengidentifikasi ruang lingkup dan tujuan audit, langkah selanjutnya adalah menentukan metode apa yang digunakan dalam pelaksanaan audit. Setelah seluruh perencanaan telah selesai dibuat selanjutnya dituliskan di dalam dokumen engagement letter yang berisi kesepakatan antara auditor dengan pihak perusahaan dan mengajukan permintaan kebutuhan data. 3.1.4 Menentukan Auditee Pada proses menentukan auditee, langkah yang dilakukan yaitu memilih auditee berdasarkan klausul yang telah ditetapkan. Contoh tabel penentuan auditee berdasarkan klausul ISO yang digunakan dapat dilihat pada Tabel 3.3. Tabel 3.3 Contoh Penentuan Auditee Klausul Deskripsi Auditee 8 Keamanan Sumber Daya Manusia Bagian HRD 9 Keamanan Fisik dan Lingkungan Bagian MIS/TI 10 Manajemen Operasi dan Komunikasi Bagian MIS/TI 3.1.5 Menentukan Jadwal Audit (Audit Working Plan) Pada proses membuat audit working plan langkah yang dilakukan adalah membuat daftar semua kegiatan yang akan dilakukan dalam melakukan proses audit mulai dari proses awal hingga proses pelaporan audit, kemudian memasukkan daftar kegiatan tersebut di dalam tabel. Contoh dari audit working plan dapat dilihat pada Tabel 3.4 di halaman 34.

34 No Kegiatan 1 Studi Literatur Penentuan ruang 2 lingkup. 3.1.6 Membuat Pernyataan Tabel 3.4 Contoh Audit Working Plan Bulan April Mei Juni Juli 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 Proses selanjutnya pada tahapan persiapan audit ini dilakukan dengan membuat pernyataan berdasarkan kontrol keamanan yang terdapat pada setiap klausul yang telah ditentukan. Kontrol keamanan dapat dilihat pada panduan implementasi ISO 27002. Pada tiap kontrol keamanan dapat ditemukan pernyataan yang mendeskripsikan implementasi dan pemeliharaan kontrol keamanan tersebut. Salah satu contoh kontrol keamanan yaitu Pembatas Keamanan Fisik yang ada dalam Klausul 9 (sembilan) Keamanan Fisik dan Lingkungan dan beberapa pernyataannya dapat dilihat pada Tabel 3.5. Tabel 3.5 Contoh Pernyataan pada Kontrol Keamanan Pembatas Keamanan Fisik Klausul 9: Keamanan Fisik dan Lingkungan Kategori Keamanan Utama: 9.1 Wilayah Aman Kontrol Keamanan: 9.1.1 Pembatas Keamanan Fisik No Pernyataan Terdapat perlindungan keamanan fisik (dinding, kartu akses masuk 1 atau penjaga pintu) Terdapat perimeter keamanan untuk melindungi ruangan yang 2 berisikan fasilitas pemrosesan informasi

35 3.1.7 Membuat Pertanyaan Setelah dilakukan pembobotan pernyataan pada tiap proses TI, maka selanjutnya auditor membuat pertanyaan berdasarkan pernyataan tersebut. Pada tiap pernyataan tidak selalu menghasilkan satu pertanyaan bahkan mungkin menghasilkan lebih dari satu pertanyaan. Pertanyaan tersebut akan dijadikan acuan dalam melakukan wawancara kepada pihak yang telah ditentukan sebelumnya. Tabel 3.6 adalah contoh beberapa pertanyaan yang dihasilkan dari pernyataan kontrol keamanan Pembatas Keamanan Fisik yang ada dalam Klausul 9 (sembilan) Keamanan Fisik dan Lingkungan. Tabel 3.6 Contoh Pertanyaan pada Kontrol Keamanan Pembatas Keamanan Fisik Klausul 9: Keamanan Fisik dan Lingkungan Kategori Keamanan Utama: 9.1 Wilayah Aman Kontrol Keamanan: 9.1.1 Pembatas Keamanan Fisik No Pernyataan Pertanyaan 1 Terdapat perlindungan keamanan fisik (dinding, kartu akses masuk atau penjaga pintu) Apakah ada perlindungan keamanan fisik (dinding, kartu akses masuk atau penjaga pintu)? Terdapat perimeter keamanan Apakah ada perimeter keamanan 2 untuk melindungi ruangan yang untuk melindungi ruangan yang berisikan fasilitas pemrosesan berisikan fasilitas pemrosesan informasi informasi? 3.2 Pelaksanaan Audit Sistem Informasi Pelaksanaan audit keamanan sistem informasi ini menggunakan jenis audit kepatutan atau audit kesesuaian. Menurut Sarno dan Iffano (2009: 172) audit kepatutan yang dilaksanakan untuk tujuan dalam menegaskan apakah kontrolkontrol keamanan yang ditentukan telah diimplementasi, dipelihara, memenuhi syarat pada panduan implementasi dan berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

36 Pada tahap ini langkah-langkah yang dilakukan yaitu: 1. Melakukan wawancara, 2. Melakukan pemeriksaan, 3. Melakukan dokumentasi (data dan bukti), 4. Melakukan uji kematangan, dan 5. Menyusun daftar temuan dan rekomendasi. Tahap ini akan menghasilkan dokumen wawancara, temuan dan bukti, nilai kematangan, dan rekomendasi. 3.2.1 Melakukan Wawancara Pada proses ini langkah yang dilakukan adalah melakukan wawancara berdasarkan pertanyaan yang telah dibuat. Wawancara dilakukan terhadap pihakpihak yang terlibat dalam eksekusi. Salah satu contoh dokumen wawancara dengan kontrol keamanan yaitu Pembatas Keamanan Fisik yang ada dalam Klausul 9 (sembilan) Keamanan Fisik dan Lingkungan dapat dilihat pada Tabel 3.7. Tabel 3.7 Contoh Dokumen Wawancara pada Kontrol Keamanan Pembatas Keamanan Fisik Klausul 9: Keamanan Fisik dan Lingkungan Kategori Keamanan Utama: 9.1 Wilayah Aman Kontrol Keamanan: 9.1.1 Pembatas Keamanan Fisik No Pernyataan Pertanyaan Jawaban 1 Terdapat perlindungan Apakah ada perlindungan keamanan fisik keamanan fisik (dinding, (dinding, kartu akses kartu akses masuk atau masuk atau penjaga penjaga pintu)? pintu) 2 Terdapat perimeter Apakah ada perimeter keamanan untuk keamanan untuk melindungi ruangan melindungi ruangan yang yang berisikan berisikan fasilitas fasilitas pemrosesan pemrosesan informasi? informasi

37 3.2.2 Melakukan Pemeriksaan Pada proses ini langkah yang dilakukan adalah melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan dilakukan dengan cara melakukan wawancara dan observasi kepada auditee sesuai dengan ruang lingkup serta klausul yang telah disepakati oleh PT. AJBS. Wawancara dan observasi dilakukan untuk mendapatkan bukti atau temuan mengenai fakta terkait dengan masalah yang ada. Pada saat observasi berlangsung untuk beberapa kasus dapat dilakukan pengujian baik secara compliance test maupun substantive test. Contoh format pendokumentasian hasil pemeriksaan beserta bukti dapat dilihat pada Tabel 3.8. 3.2.3 Melakukan Dokumentasi (Data dan Bukti) Pada tahap ini langkah yang dilakukan adalah melakukan dokumentasi baik berupa data maupun bukti-bukti atas temuan atau fakta yang ada. Bukti-bukti tersebut dapat berupa foto, rekaman, data atau video. Contoh format pendokumentasian fakta dan bukti yang didapatkan dilihat pada Tabel 3.8. Tabel 3.8 Contoh Hasil Pemeriksaan Pernyataan Pada Kontrol Keamanan Pembatas Keamanan Fisik Klausul 9: Keamanan Fisik dan Lingkungan Kategori Keamanan Utama: 9.1 Wilayah Aman Kontrol Keamanan: 9.1.1 Pembatas Keamanan Fisik No Pernyataan Hasil Pemeriksaan 1 Terdapat perlindungan keamanan fisik (dinding, kartu akses masuk atau penjaga pintu) 2 Terdapat perimeter keamanan untuk melindungi ruangan yang berisikan fasilitas pemrosesan informasi

38 3.2.4 Melakukan Uji Kematangan Setelah melakukan pemeriksaan dan mendokumentasikan bukti-bukti audit, maka langkah berikutnya yaitu melakukan perhitungan maturity level. Setiap pernyataan dinilai tingkat kepatutannya sesuai dengan hasil pemeriksaan yang ada menggunakan kriteria penilaian yang ada dalam standar penilaian maturity level. Tingkat kriteria yang digunakan meliputi non-eksisten yang memiliki nilai 0 (nol) hingga ke tingkat optimal yang memiliki nilai 5 (lima). Jumlah kriteria nilai yang ada dibagi dengan jumlah seluruh pernyataan dalam satu kontrol keamanan untuk mendapatkan nilai maturity level pada kontrol keamanan tersebut. Contoh kerangka kerja perhitungan maturity level dapat dilihat pada Tabel 3.9. Tabel 3.9 Contoh Kerangka Kerja Perhitungan Maturity Level Kontrol Keamanan: 9.1.1 Pembatas Keamanan Fisik No Pernyataan Hasil Pemeriksaan Apakah? 0 1 2 3 4 5 Nilai 1 Terdapat perlindungan keamanan fisik. Perlindungan keamanan fisik telah dikendalikan dengan baik. Terdapat pagar besi harmonika, dinding, sekat, penjaga pintu, resepsionis berawak, kartu tanda pengenal, dan ruangan server memiliki batasan akses masuk dan kunci tersendiri. Bukti: - Pagar besi harmonika - Dinding dan sekat - Penjaga pintu - Resepsionis berawak - Kartu tanda pengenal - Ruangan server memiliki batasan akses masuk dan kunci tersendiri.

39 Setelah maturity level setiap kontrol keamanan ISO diketahui, maka langkah selanjutnya adalah menghitung maturity level setiap objektif kontrol yang diambil dari rata-rata maturity level setiap kontol keamanan yang ada. Dan ratarata maturity level keseluruhan objektif kontrol yang ada pada klausul bersangkutan merupakan maturity level pada klausul tersebut. Contoh tabel penentuan maturity level ISO 27002 dapat dilihat pada Tabel 3.10. Klausul 9 Keamanan Fisik dan Lingkungan Tabel 3.10 Contoh Tabel Penentuan Maturity Level ISO 27002 Rata-rata Objektif Tingkat Kontrol Keamanan Objektif Kontrol Kemampuan Kontrol 9.1 9.1.1 Wilayah aman Pembatas keamanan fisik 3.00 9.1.2 Kontrol masuk fisik 1.22 9.1.3 Keamanan kantor, ruang dan 2.94 fasilitasnya 9.1.4 3.18 Perlindungan terhadap serangan 3.56 dari luar dan ancaman lingkungan sekitar 9.1.5 Bekerja di wilayah aman 3.33 9.1.6 Akses publik, area pengiriman 5.00 dan penurunan barang 9.2 9.2.1 Keamanan Penempatan peralatan dan 5.00 peralatan perlindunganya 9.2.2 Utilitas pendukung 2.22 9.2.3 Keamanan pengkabelan 0.71 9.2.4 1.00 Pemeliharaan peralatan 2.38 9.2.5 Keamanan peralatan di luar tempat kerja yang tidak 5.00 diisyaratkan 9.2.6 Keamanan pembuangan atau 1.50 pemanfaatan kembali peralatan 9.2.7 Hak pemindahan peralatan 1.25 Marturity level Klausul 9 2.78

40 Setelah dihasilkan nilai maturity level yang didapat dari seluruh rata-rata nilai tingkat kemampuan kontrol keamanan, selanjutnya nilai-nilai tersebut akan direpresentasikan ke dalam diagram jaring yang ada pada Gambar 3.3. Gambar 3.2 Contoh Representatif Nilai Maturity Level Klausul 9 3.2.5 Penyusunan Daftar Temuan dan Rekomendasi Pada proses penentuan temuan dan rekomendasi langkah yang dilakukan adalah memeriksa data profil perusahaan, kebijakan, standar, prosedur dan portopolio serta mengobservasi standard operating procedure, melakukan wawancara kepada auditee hingga melakukan pemeriksaan atau pengujian baik secara compliance test maupun substantive test. Seluruh aktivitas tersebut menghasilkan bukti (evidence) yang berarti terkait dengan sistem yang berlangsung diperusahaan. Masih dibutuhkannya banyak evaluasi dan perbaikan yang harus dijalankan untuk meningkatkan keamanan informasi pada perusahaan, serta menjadi acuan untuk memperoleh ISMS certification dengan standar ISO

41 27002. Ada proses yang telah dilakukan dengan baik, namun terdapat juga beberapa temuan yang masih perlu diperbaiki. Diadakan analisa sebab dan akibat untuk temuan tersebut, serta diberikan rekomendasi untuk perusahaan agar penerapan kontrol keamanan dapat diterapkan dengan lebih baik dan sesuai dengan standar ISO 27002. Contoh format dari laporan hasil audit keamanan sistem informasi dapat dilihat pada Tabel 3.11. Tabel 3.11 Contoh Hasil Temuan dan Rekomendasi Klausul Obyektif Kontrol Kontrol Keamanan Temuan Rekomendasi 9 Keamanan 9.1 Wilayah 9.1.1 Pembatas Keamanan Fisik Fisik dan Aman 9.1.2 Kontrol Lingkungan Masuk Fisik 3.3 Pelaporan Audit Sistem Informasi Berdasarkan seluruh kertas kerja audit, temuan, dan tanggapan auditee, maka audite harus menyusun draft laporan audit keamanan sistem informasi sebagai pertanggungjawaban atas penugasan audit keamanan sistem informasi yang telah dilaksanakan. Selanjutnya laporan audit harus ditunjukan kepada pihak yang berhak saja karena laporan audit keamanan sistem informasi merupakan dokumen yang bersifat rahasia. Tahap pelaporan audit sistem informasi yang dilakukan dimulai dengan penyusunan draft laporan hasil audit, persetujuan draft laporan hasil audit, dan pelaporan hasil audit.