TAJUK SUBYEK BAHAN PUSTAKA

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. perpustakaan jika si pencari informasi di perpustakaan belum mengetahui

KLASIFIKASI BAHAN PUSTAKA PERPUSTAKAAN SEKOLAH

RAGAM BAHAN PUSTAKA. UMUM: Mencakup semua bidang ilmu pengetahuan KHUSUS: khusus yang hanya mencakup salah. menurut bagian-bagian dan seksi-seksi

KLASIFIKASI BAHAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pembaca, bukan untuk dijual (Sulistyo Basuki,1993:1.6). secara kontinu oleh pemakainya sebagai sumber informasi.

BAB II LANDASAN TEORI. dan studi. Selanjutnya pasal 8 dari Peraturan Presiden No. 20, 1961

TAJUK SUBYEK. Oleh: Gatot Subrata, S.Kom

BAB II KAJIAN TEORI. Perpustakaan sangat memerlukan katalog guna untuk menunjukkan

BAB I PENDAHULUAN. Perpustakaan adalah suatu tempat yang berisi bermacam-macam koleksi dan

BAB I PENDAHULUAN. Perpustakaan merupakan lembaga yang menghimpun, mengelola,

TUGAS AKHIR LAPORAN PRODUK BIBLIOGRAFI KOLEKSI BUKU DENGAN SUBYEK ILMU PERTANIAN DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA

KATALOGISASI BAHAN PUSTAKA

Berikut ini sekilas ilustrasi proses penelusuran sebuah informasi oleh pemakai unit informasi / perpustakaan.

BAB 2 LANDASAN TEORI. 1.8 Pengertian, Tujuan dan Tugas Pokok Perpustakaan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Nia Hastari, 2015

KETERAMPILAN MAHASISWA BARU DALAM MENGGUNAKAN PERPUSTAKAAN

SISTEM PELAYANAN PERPUSTAKAAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

3. Pengindeksan Dokumen

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PETUNJUK TEKNIS INVENTARISASI KOLEKSI PERPUSTAKAAN

BAB III METODE PENELITIAN

PELAYANAN RUJUKAN /REFERENSI Oleh : Sjaifullah Muchdlor, S.Pd

KATALOGISASI : bagian dari kegiatan pengolahan bahan perpustakaan Sri Mulyani

PETUNJUK RINGKAS CARA PENGINDEKSAN MAJALAH DAN MONOGRAF ANALITIK

JASA PENELUSURAN INFORMASI

Katalog dan Minat Baca

PETUNJUK TEKNIS PENYUSUNAN BAHAN PUSTAKA DI RAK PERPUSTAKAAN

PETUNJUK TEKNIS PENGEMBANGAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN

BAB I PENDAHULUAN. sarana komunikasi. Dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu. menggunakan bahasa dalam berbagai bentuk untuk mengungkapkan ide,

untuk keperluan studi atau bacaan, studi ataupun rujukan.

PELAYANAN RUJUKAN /REFERENSI

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR 3 TAHUN 2012 TENTANG SERAH SIMPAN KARYA CETAK DAN KARYA REKAM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

2015 STUD I TENTANG KOMPETENSI PENGELOLAAN INFORMASI TENAGA PERPUSTAKAAN SEKOLAH

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR 3 TAHUN 2012 TENTANG SERAH SIMPAN KARYA CETAK DAN KARYA REKAM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB IV GAMBARAN UMUM PERPUSTAKAAN IKIP PGRI SEMARANG. A. Sejarah Perpustakaan IKIP PGRI Semarang

PEMBUATAN INDEKS BERANOTASI JURNAL ILMIAH BIDANG HUMANIORA DI PERPUSTAKAAN KOPERTIS WILAYAH X

oleh: HETTY GULTOM, S.Sos.

PENGOLAHAN BAHAN PUSTAKA

Disusun Oleh : Mulyati

BAB I PENDAHULUAN. Ahmad Muhsin, 2008:15). Menurut Sulistyo-Basuki (1991: 3) perpustakaan

MANFAAT PENGOLAHAN BAHAN PUSTAKA UPT PERPUSTAKAAN UNIMA UNTUK TEMU KEMBALI INFORMASI OLEH MAHASISWA FAKULTAS MIPA

PERAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN LITERASI INFORMASI SISWA

BAB III TINGKAT KESESUAIAN DESKRIPSI BIBLIOGRAFI BAHAN MONOGRAF DENGAN AACR2 PADA PERPUSTAKAAN INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI TD PARDEDE MEDAN

PENGINDEKSAN TUNTAS BERBASIS KURIKULUM. Mochammad Asrukin

Cara Penyusunan Proposal Penelitian

JENIS-JENIS PERPUSTAKAAN

Promosi Jasa Pelayanan Referensi Di Perpustakaan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Priyanka Permata Putri, 2013

TUGAS INDIVIDU PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI PUSAT SUMBER BELAJAR. Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengelolaan Perpustakaan Pendidikan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

2.2 Tujuan dan Fungsi Katalog Tujuan Katalog Semua perpustakaan mempunyai tujuan agar koleksi yang dimiliki

MAKALAH MANFAAT PERPUSTAKAAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR

BAB I PENDAHULUAN A. KONDISI LEMBAGA

MODUL 4 SARANA TEMU KEMBALI TERBITAN BERSERI

LAYANAN REFERENSI DAN PROMOSI KOLEKSI REFERENSI

KATALOG PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH

MATERI KULIAH ELEARNING TATA CARA PENYUSUNAN dan SISTEMATIKA PROPOSAL PENELITIAN

ANALISIS BIBLIOGRAFI NASIONAL INDONESIA PERIODE

Perpustakaan sekolah

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Tugas Tutorial Mata Kuliah: Pengolahan Terbitan Berseri RANGKUMAN MODUL 6 PUST2250 (BUKU MATERI PENGOLAHAN TERBITAN BERSERI) Dibuat Oleh:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TINJAUAN TENTANG PENGGUNAAN OPAC DI PERPUSTAKAAN POLTEKKES KEMENKES RI PADANG

DESKRIPSI INSTRUMEN 2 PENILAIAN BUKU TEKS PELAJARAN BIOLOGI SMA/MA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PELAYANAN REFERENSI DI PERPUSTAKAAN

KAJIAN PENGADAAN KOLEKSI UPT PERPUSTAKAAN DALAM MENYEDIAKAN INFORMASI YANG DI BUTUHKAN OLEH MAHASISWA UNIVERSITAS SAM RATULANGI

BAB I PENDAHULUAN. yang disimpan di perpustakaan, dimulai dari perpustakaan tradisional yang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

RAGAM DAN JUMLAH KOLEKSI

BAB I PENDAHULUAN. menyampaikan dan menerima informasi atau pesan.

Perpustakaan khusus instansi pemerintah

BAB I PENDAHULUAN. Nani rosdijati, dkk. Panduan PAKEM IPS SD,(Jakarta: Erlangga, 2010),58 2

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

INVENTARISASI BAHAN PUSTAKA DAN PEMBUATAN LAPORAN PENGEMBANGAN KOLEKSI. Oleh : Damayanty, S.Sos.

Kompetensi Pustakawan Pengolahan. Qudussisara Perpustakaan UIN Ar-Raniry Banda Aceh

PROFIL KOLEKSI PERPUSTAKAAN IPB

Seminar Pendidikan Matematika

Pokok-pokok Pikiran Mengenai Perpustakaan Tahun 2000an 1

Perpustakaan umum kabupaten/kota

LANGKAH-LANGKAH PENULISAN KARYA ILMIAH

BAGAN KLASIFIKASI DAFTAR TAJUK SUBYEK TESAURUS

PELAYANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH

BAB IV GAMBARAN UMUM UPT PERPUSTAKAAN POLITEKNIK NEGERI SEMARANG

Panduan Praktis Pengatalogan Dengan Program Aplikasi INLISLite versi 2.1.2

BAB III LANDASAN TEORI. mencapai suatu tujuan tertentu. Menurut Jerry Fith Gerald (1981:5) Sistem

KATALOGISASI DESKRIPTIF PERPUSTAKAAN SEKOLAH Gatot Subrata

PELAYANAN BAHAN PUSTAKA

Perpustakaan sekolah SNI 7329:2009

UU 4/1990, SERAH-SIMPAN KARYA CETAK DAN KARYA REKAM. Oleh:PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Nomor:4 TAHUN 1990 (4/1990) Tanggal:9 AGUSTUS 1990 (JAKARTA)

LAPORAN HASIL PENELITIAN DALAM PENELITIAN TINDAKAN KELAS

BAB III METODE PENELITIAN. makna asal dari bahasa inggris. Metode sendiri berasal dari kata methode,

PENGGUNAAN BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK IPS SEBAGAI BAHAN AJAR DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMP NEGERI 4 MALANG. Titik Sundari )

KARAKTERISTIK MATEMATIKA

BAB III METODE PENELITIAN. tenaga kerja wanita (TKW) ini dilaksanakan di desa Citembong,

Transkripsi:

TAJUK SUBYEK BAHAN PUSTAKA Makalah Disampaikan Dalam Rangka Penguatan Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Berbasis Teknologi Informasi di Lingkungan Sekolah Laboratorium Universitas Negeri Malang (UM) Untuk Menunjang Proses Pembelajaran Oktober 2010 Oleh: Listariono UNIVERSITAS NEGERI MALANG UPT PERPUSTAKAAN 2010

TAJUK SUBYEK PERPUSTAKAAN SEKOLAH Oleh: Listariono A. Pendahuluan Pendidikan tidak mungkin dapat terselenggara dengan baik bilamana para tenaga kependidikan maupun para peserta didiknya tidak didukung oleh sumber belajar yang diperlukan. Salah satu sumber belajar yang amat penting, tetapi bukan satu-satunya adalah perpustakaan, yang memungkinkan para tenaga kependidikan dan para peserta didik memperoleh kesempatan memperluas dan meperdalam pengetahuan dengan membaca bahan pustaka yang mengandung ilmu pengetahuan yang diperlukan. Untuk itu suatu keharusan bagi institusi, baik dari tingkat yang paling bawah, misalnya sekolah dasar, sekolah menengah sampai jenjang perguruan tinggi wajib memiliki perpustakaan. Tetapi apalah artinya kehadiran perpustakaan sekolah kalau keberadaan koleksi tidak dikelola dengan benar, kesan bahwa perpustakaan sebagai sumber belajar hanya tinggal wacana. Namun kalau ada niatan yang baik kesan seperti itu akan hilang dengan sendirinya, niatan baik mau dan mampu mengelola perpustakaannya dengan cara menghimpun serta mengelola persediaan koleksi bahan yang dimiliknya yang baik dan benar. Dewasa ini bentuk sumber informasi ilmu pengetahuan itu tidak hanya bentuk buku tercetak saja, melainkan memiliki bentuk-bentuk yang lain, seperi: film, DVD, koran, majalah dan sejenisnya. Kalau dilihat dari bentuk serta jenisnya, sumber informasi yang begitu beragam kalau tidak dikelola dengan baik dan benar akan menyulitkan bagi pengguna untuk menemukan sumber informasi tersebut. 1

Untuk menjawab masalah itu harus adaupaya dari pengelola perpustakaan bagaimana. Upaya yang dapat dilakukan adalah menempatkan sumber informasi tersebut dengan cara: - Menyusun bahan-bahan itu dalam rak dengan menggunakan sistem tertentu, misalnya menurut kalsifikasi tertentu. - Pembuatan daftar bahan pustaka atau katalog koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan Tujuan dari pembuatan katalog buku ini adalah mendaftar setiap judul buku yang dimiliki oleh perpustakaan dengan cara membuat uraian singkat atau entri. Adapun entri katalog buku meliputi, judul, pengarang, edisi, tempat dan nama penerbit, tahun terbit jumlah halaman atau jilid. Menurut susunannya kita mengenal 3 jenis katalog, yaitu katalog pengarang, katalog judul dan katalog subyek. Selain tujuan di atas penyusunan katalog subyek memberikan jawaban kepada pemakai perpustakaan yang belum mengetahui judul sumber informasi bahkan juga tidak mengetahu siapa penulis sumber informasi yang dicari. Dengan catalog subyek ini pemakai dapat menelusuri sumber informasi melalui catalog subyek tersebut B. Pengkatalogan Subyek. Sedang yang dimaksud pengkatalogan subyek adalah kegiatan yang dilakukan oleh petugas perpustakaan untuk mendaftar/membuat katalog dengan cara mendaftarkan atau menyatukan atau juga mengelompokkan suatu tema atau topik dari suatu buku sebagai tajuk entrinya. Adapun yang dimaksud dengan tajuk subyek merupakan kata yang digunakan pada katalog perpustakaan sebagai tema atau topik suatu bahan pustaka. 2

C. Analisis Subyek Analisis subyek dilakukan untuk menentukan secara pasti subyek bahan pustaka yang dimiliki oleh perpustakaan. Untuk mengetahuii secara pasti bahan pustaka itu subyeknya apa. Dalam melakukan analisis bahan pustaka yang dimiliki oleh perpustakaan dibutuhkan kehati-hatian serta kecermatan yang tinggi. Apabila ada kesalahan atau kekeliruan dalam menentukan subyek bahan pustaka bisa menyulitkan pengguna perpustakaan. Sebagai pegangan bagi pengkatalog subyek dalam melakukan kegiatan menganalsis subyek bahan pustaka ini terdapat tiga jenis konsep yang harus diketahui tentang suatu dokumen, yakni disiplin ilmu, fenomina serta bentuk penyajiannya. 1. Disiplin Ilmu, yaitu istilah yang digunakan dalam bidang ilmu pengetahuan atau cabang ilmu pengetahuan, misalnya biologi, matematika, ekonomi, politik pendidikan dan sebagainya. Selanjutnya disiplin ilmu dibedakan menjadi: a. Disiplin Fundamental, yang dimaksud dengan disiplin fundamental merupakan bagian ilmu utama ilmu pengetahuan, yaitu pengetahuan dasar. b. Sub Disiplin, merupakan bagian dari displin fundamental, misalnya dalam kelompok ilmu-ilmu alamiah, sub disiplinnya atau cabangcabangnya ialah: fisika, kimia, biologi. Dalam disiplin ilmu-ilmu kemanusian terdapat sub disiplin antara lain: sosiologi, ekonomi dan politik. 2. Fenomena Yang dimaksud dengan fenomena adalah benda atau wujud yang dijadikan objek kajian dari sutu disiplin ilmu. Misalnya kenakalan remaja, kenakalan merupakan disiplin ilmu sedangkan remaja merupakan benda atau wujud yang dijadikan objek kajian atau 3

fenomena. Dalam psikologi remaja, psikologi merupakan konsep disiplin ilmu sedangkan remaja merupakan fenomena Begitu juga fenomena yang sama dapat dikaji dengan berbagai disiplin ilmu yang berbeda, misalnya kedokteran, sosiologi, pendidikan dan sebagainya. Fenomena yang dikaji oleh berbagai disiplin ilmu dapat dibedakan menjadi 2 kategori, yaitu: a. Objek konkrit, misalnya ayam, kambing, kerbau; b. Objek abstrak, misalnya pandai, bodoh, cantik dan sebagainya. 3. Bentuk, yaitu konsep penempatan bahan pustaka berdasarkan bentuknya. Dalam hal ini dapat dibedakan menjadi 3 bentuk, yaitu: a. Bentuk fisik, yaitu sarana yang digunakan dalam menyajikan suatu subjek, misalnya dalam bentuk: buku, majalah, surat kabar dan lainlain. Bentuk fisik tidak mempengaruhi isi dokumen bahan pustaka walaupun disajikan dalam berbagai bentuk medium. Misalnya: misalnya subjeknya politik, walaupun mediumnya buku, kaset, CD dan lain-lain subjeknya tetap politik b. Bentuk penyajian, yaitu penyajian berdasarkan pengaturan atau organisasi bahan pustaka. Dalam penyajiannya dapat dibedakan menjadi 3 bentuk, yaitu: o Menggunakan lambang-lambang dalam penyajiannya, seperti bahasa (bahasa Indonesia, Bahasa Arab, Inggris dan lain-lain) o Yang memperlihatkan tata susunan, bentuk, kumpulan dan peragaan tertentu, misalnya: abjad, kronologis, pidato dan lain-lain. o Yang penyajiannya untuk kelompok tertentu, bahasa Inggris untuk pemula, computer untuk anak-anak. Kedua dokumen bahan pustaka itu adalah mengenai bahasa Inggris dan komputer. 4

c. Bentuk intelektual Bentuk intelektual merupakan aspek yang penekannya pada subjek bahan pustaka, misalnya filsafat hukum. Disini yang menjadi subyeknya adalah hukum, sedangkan filsafat merupakan merupakan bentuk intelektualnya atau tekanan dalam pembahasan subjek.. D. Jenis-Jenis Subjek Untuk mengurangi subjektivitas dalam menganalis subyek dan selalu taat asas, maka harus dikenali jenis-jenis subjek yang terdapat bahan pustaka yang akan dianalisis. Adapun jenis jenis subjek yang dimaksud adalah: 1. Subjek dasar Yang dimaksud dengan subjek dasar adalah subjek yang merupakan bidang umum dan tidak dipengaruhi oleh fenomena yang lain. Misalnya: Pengantar ilmu kimia, subjek judul tersebut adalah kimia 2. Subjek sederhana Yang dimaksud dengan subjek dasar adalah merupakan bidang pengetahuan secara umum tanpa ada fenomena tertentu, misalnya Sekolah Dasar. Sekolah dasar dapat dirangkum PENDIDIKAN/PENDIDIKAN DASAR Pendidikan : Disiplin ilmu Pendidikan Dasar : Fenomena yang merupakan focus faset (ciri-ciri) jenis pendidikan Penyakit TBC dapat di rangkum menjadi KEDOKTERAN/PENYAKIT Kedokteran : Disiplin ilmu Penyakit : Fenomena yang merupakan fokus daris faset penyakit. 3. Subjek Majemuk Yang dimaksud dengan subjek majemuk adala subjek dasar disertai dengan dari faset atau lebih. Misalnya: Perguruan Tinggi di Indonesia 5

Rangkuman Perguruan Tinggi Indonesia : PENDIDIKAN/PERGURUAN TINGGI/INDONESIA : Fenomena yang merupakan focus dari faset jenis Pendidikan : Fenomena yang merupakan focus dari faset tempat 4. Subjek Kompleks Yaitu bila ada dua atau lebih subjek dasar yang beriteraksi. Misalnya: Petani dan Pertania Disini terdapat dua subjek dasar, yaitu Petani dan Pertanian E. Prinsip-prinsip Penentuan Tajuk Subjek Menetukan tajuk subyek erat hubungannya dengan klasifikasi bahan pustaka. Oleh karena dalam menentukan tajuk subyek diperlukan kemampauan yang memadai serta memiliki kecermatan yang tinggi. Sebelum menentukan tajuk subyek, pengkatalog harus mengetahui beberapa prinsip dasar sebagai berikut: 1. Tajuk subyek guna memenuhi keperluan membaca Demi kepentingan pembaca dan masyarakat pemakaianya, perlu dipertimbangkan tentang pemilihan istilah-istilah yang sering dikenal, misalnya menggunkan bahasa yang seragam yaitu bahasa Indonesia. 2. Keseregaman Istilah Menentukan tajuk subyek yang baku, artinya pemilihan istilah atau kata untuk semua subyek berlaku terhadap semua buku yang memiliki subyek yang sama. Misalnya satu buku menggunakan istilah BINATANG dan buku yang lain menggunakan istilah HEWAN, maka dalam tajuk subyek dipilih salah satu saja. Jika yang dipilih HEWAN maka kedua buku tersebut diberi tajuk subyek HEWAN dan begitu juga sebaliknya. 6

Kadangkala pengkatalog menemukan istilah yang berbeda tetapi memiliki arti yang sama, maka perlu dibuat tajuk subyek yang sama dengan menggunakan istilah lihat dan lihat juga. Contoh tajuk subyek yang berbeda tetapi memiliki arti sama: BINATANG dari istilah HEWAN atau FAUNA, masing-masing dibuatkan acuan HEWAN lihat BINATANG FAUNA lihat BINATANG HIPERTENSI dan TEKANAN DARAH TINGGI dsb. 3. Pemakaian Penentuan tajuk subyek agar sesuai dengan pemakai bahan pustaka, maka pengkatalog dapat menentukan tajuk subyek bahan pustaka berorientasi kepada kelompok penggunanya. Pengguna perpustakaan sekolah, mungkin sangat berbeda bila dibaningkan perpustakaan perguruaan tinggi.. Misalnya buku dengan judul Kihajar Dewantara yang pada kenyataannya merupaka tokoh pendidikan nasional, apabila buku tersebut di tempatkan pada perpustakaan sekolah dasar bisa menggunakan tajuk subyeknya dengan BIBLIOGRAFI KIHAJAR DEWANTARA, tetapi kalau di tempatkan di perpustakaan memungkinkan tajuk subyeknya PENDIDIKAN MENURUT KIHAJAR DEWANTARA 4. Istilah Khusus Dalam menentukan tajuk subyek, kita harus memilih istilah yang lebih khusus, misalnya subyek yang dimaksud adalah HUKUMAN MATI maka tajuk yang kita pilih bukan HUKUM PIDANA walaupun hukuman mati itu bagian dari hukum pidana yang terlalu umum. 5. Penunjukan Setelah suatu subyek ditetapkan sebagai tajuk subyek, maka perlu dibuatkan acuan sebagai penunjukan dari tajuk yang satu ke tajuk yang lain. 7

Pembuatan penunjukan ini bertujuan untuk membantu pemakai dalam menentukan subyek yang diinginkan. Dalam hal ini dikenal ada dua penunjukan, yaitu: a. Acuan lihat Acuan lihat adalah acuan catalog yang mengarahkan pemakai dari satu tajuk ketajuk yang lain, misalnya Aliran Listrik lihat Arus Listrik. Ini berarti bila seseorang melihat catalog di bawah tajuk entri Aliran Listrik, dia dintuntun untuk mencari kearah pada tajuk Arus Listrik. b. Acuan lihat juga Acuan lihat juga digunakan sebagai sistem acuan dari tajuk subjek ke tajuk subyek yang lain, yang semuanya dipakai sebagai tajuk subyek untuk entri. Contoh-contoh penggunaan acuan lihat juga - ARSITEKTUR KAPAL 623.8 Lihat juga ARSITEKTUR; KAPAL, GALANGAN - ARSITEKTUR MILITER 725 Lihat juga ARSITEKTUR; TEKNIK MILITER E. Penutup Dalam menganalisis subyek itu yang pertama-pertama harus mengenal dulu disiplin ilmu dari bahan psuataka yang akan dianalisis, kemudian bahan pustaka tersebut dideskripsikan indeknya. Untuk menganalisis dokumen bahan pustaka diperkenalkan 3 jenis konsep, yaitu: 1. Displin ilmu, ini merupakan istilah dari ilmu pengetahuan atau cabangcabang ilmu pengetahuan tersebut. Disiplin ilmu pengetahuan dibedakan menjadi 2 kategori: a. Disiplin Fundamental, merupakan bagian ilmu pengetahuan b. Sub disiplin, merupakan bidang khusus dari suatu disiplin fundamental 8

2. Fenomena, adalah benda atau wujud yang menjadi obyek kajiajian dari suatu disiplin ilmu. Fenomena yang ada dapat dikaji dari berbagai berbagai disiplin ilmu pengetahuan, misalnya pendidikan, kedokteran, psikologi dan sebagainya. Untuk jelasnya dalam menentukan konsep subyek dalam dokumen bahan pustaka dapat dirumuskan dengan cara: yang pertama mengenal disiplin ilmunya atau sub disiplin ilmu apa yang ada di dokumen bahan pustaka yang akan di analisis. Langkah selanjutnya menentukan fenomena atau obyek kajiannya. Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan, konsep subyek dari dokumen bahan pustaka menunjukkan bahan bahan pustaka itu mengenai apa 9

DAFTAR PUSTAKA 1. Eryono, Muh. Kailani. 1999. Pengolahan Bahan Pustaka. Jakarta: Universitas Terbua 2. Martoatmodjo, Karmiadi. 1998. Manajemen Perpustakaan Khusus. Jakarta: Universitas Terbuka 3. Sumardji, P. 1991. Perpustakaan organisasi dan tatakerjanya. Yogyakarta: Kanisius 4. Tairas, J.N.B. 1990. Daftar Tajuk Subyke Untuk Perpustakaan Edisi Ringkas. Jakarta: Gunung Mulia 5. Yusuf, Taslimah. 1996. Manajemen Perpustakaan Umum. Jakarta: Universitas Terbuka 10