KOMPLIKASI TINDAKAN EAR CANDLE

dokumen-dokumen yang mirip
SERUMEN PROP. Angga Rizky Permana Dina Nurfadhilah Khairi Maulana Azhari Isnaini Syakira

BAB I PENDAHULUAN. Referat Serumen 1

BAB I PENDAHULUAN. dari anatomi lokal yang unik. Kanalis auditorius adalah satu-satunya cul-desac

BAB 1 PENDAHULUAN. dokter bagian Telinga Hidung Tenggorok (THT) (Bashirudin et al, 2007).

Telinga. Telinga tersusun atas tiga bagian yaitu telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.

Pentingnya Menjaga Kesehatan Telinga KAMI BEKERJA UNTUK BANGSA INDONESIA YANG LEBIH SEHAT

BAB I PENDAHULUAN. Kanker payudara adalah keganasan yang terjadi pada sel-sel yang terdapat

1. Sklera Berfungsi untuk mempertahankan mata agar tetap lembab. 2. Kornea (selaput bening) Pada bagian depan sklera terdapat selaput yang transparan

KARYA TULIS ROGO. Yogyakarta DOKTER

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Telinga Luar. Dalam kulit kanal auditorius eksterna. Glandula seminurosa. Sekresi substansi lilin. serumen. tertimbun. Kanalis eksternus.

KESEHATAN MATA DAN TELINGA

asuhan keperawatan Tinnitus

BAB 1 PENDAHULUAN. Survei yang dilakukan oleh Multi Center Study (MCS) menunjukkan bahwa

memfasilitasi sampel dari bagian tengah telinga, sebuah otoscope, jarum tulang belakang, dan jarum suntik yang sama-sama membantu. 4.

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PROGRAM STUDI KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET

Membahas bio-akustik berarti berusaha mengurai keterkaitan antara bunyi. gelombang bunyi, getaran dan sumber bunyi dengan kesehatan.

Alat Indera Manusia 1. Mata Bulu mata Alis mata Kelopak mata 2. Telinga

BAB I PENDAHULUAN. kemampuan mendengar dan berkomunikasi dengan orang lain. Gangguan

KEAMANAN Beberapa pertimbangan keamanan diperlukan dalam low-level laser. Namun, berbagai macam jenis laser telah berkembang dan kegunaannyapun

Tahun : Sistem Sensoris Pendengaran dan Keseimbangan Pertemuan 23

I. PENDAHULUAN. Farmasi dalam kaitannya dengan Pharmaceutical Care harus memastikan bahwa

Skrining dan Edukasi Gangguan Pendengaran pada Anak Sekolah

2.3 Patofisiologi. 2.5 Penatalaksanaan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. juga cukup mahal untuk penanganannnya. Penyebab luka bakar selain karena

Kata kunci : asap rokok, batuk kronik, anak, dokter praktek swasta

HUBUNGAN JENIS OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIS DENGAN GANGGUAN PENDENGARAN DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT HAJI ADAM MALIK MEDAN TAHUN 2012.

BIOAKUSTIK. Akustik membahas segala hal yang berhubungan dengan bunyi,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Menurut WHO upaya untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat

BAB I PENDAHULUAN. atau benda-benda panas lainnya ke tubuh (Smeltzer & Bare, 2002). Luka bakar

BAB I PENDAHULUAN. yang menderita penyakit ini adalah Amerika Serikat dengan penderita

4.3.1 Identifikasi Variabel Definisi Operasional Variabel Instrumen Penelitian

Jangan Sembarangan Minum Antibiotik

BAB I PENDAHULUAN. Rinitis alergi (RA) adalah penyakit yang sering dijumpai. Gejala utamanya

BAB I PENDAHULUAN. industrialisasi di Indonesia maka sejak awal disadari tentang kemungkinan

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. kekurangan insulin, baik total ataupun sebagian. DM menunjuk pada. kumpulan gejala yang muncul pada seseorang yang dikarenakan oleh

PENGARUH PENGAMBILAN SERUMEN TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MERTOYUDAN I KABUPATEN MAGELANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. siklus sel yang khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk tumbuh tidak

SURVEI KESEHATAN TELINGA PADA ANAK PASAR BERSEHATI KOMUNITAS DINDING MANADO

I. PENDAHULUAN. yang berat memperlihatkan morbiditas dan derajat cacat yang relatif tinggi

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. penyebab kematian. Berdasarkan Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun

Kesehatan telinga siswa Sekolah Dasar Inpres 1073 Pandu

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK) atau yang biasa disebut congek adalah

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

ABSTRAK KARAKTERISTIK PASIEN SINUSITIS DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR PADA APRIL 2015 SAMPAI APRIL 2016 Sinusitis yang merupakan salah

Obat Alami Diabetes Dapat Mencegah Amputasi Pada Diabetesi

BAB 1 PENDAHULUAN. Luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh. Keadaan ini disebabkan

Gangguan Eustachius Sebabkan Infeksi Telinga. Herlina Arsyadi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

ABSTRAK PENGARUH MADU ALAMI SEBAGAI ANTIOKSIDAN TERHADAP KESEHATAN KULIT

BAB 1 PENDAHULUAN. dari aktifitas manusia dalam rumah tangga, industri, traffic accident, maupun

BAB I PENDAHULUAN. kerusakan jaringan tubuh yang disebabkan oleh energi panas, bahan kimia,

ABSTRAK GAMBARAN KEAMANAN OBAT YANG DIBERIKAN PADA IBU HAMIL BERDASARKAN RESEP PERIODE JANUARI MARET 2013 DI PUSKESMAS KELAYAN TIMUR BANJARMASIN.

SURVEI KESEHATAN TELINGA MASYARAKAT PESISIR PANTAI BAHU

I. PENDAHULUAN. Angka kematian dan kesakitan akibat kuman Mycobacterium tuberculosis masih

BAB I PENDAHULUAN. kepada Nine Life-Saving Patient Safety Solutions dari WHO Patient Safety

ALAT ALAT INDERA, ALAT PERNAPASAN MANUSIA, DAN JARINGAN TUMBUHAN

ORGAN PENYUSUN SISTEM SARAF MANUSIA

BAB I PENDAHULUAN. jaman. Termasuk ilmu tentang kesehatan yang di dalamnya mencakup. manusia. Selama manusia hidup tidak pernah berhenti menggunakan

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. H DENGAN COMBUSTIO DI BANGSAL ANGGREK BRSUD SUKOHARJO

KARAKTERISTIK PENDERITA KANKER NASOFARING DI RUMAH SAKIT H. ADAM MALIK MEDAN TAHUN Oleh: WULAN MELANI

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

I. PENDAHULUAN. Luka bakar derajat II (partial thickness) merupakan kerusakan pada kulit yang

Efek Asap Bakaran Sate terhadap Kesehatan Pernapasan Penjual Sate yang Diukur dengan Peak Flow Meter di Kota Medan tahun 2012

BAB 1 PENDAHULUAN. Otomikosis atau otitis eksterna jamur sering melibatkan pinna dan meatus

BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan profil kesehatan provinsi Daerah Istimewa. Yogyakarta tahun 2012, penyakit infeksi masih menduduki 10

STUDI KANDUNGAN BAKTERI Salmonella sp. PADA MINUMAN SUSU TELUR MADU JAHE (STMJ) DI TAMAN KOTA DAMAY KECAMATAN KOTA SELATAN KOTA GORONTALO TAHUN 2012

Obat Herbal Diabetes Kering

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

BAB I PENDAHULUAN. melalui mulut, dan pada kalangan usia lanjut. 2 Dry mouth berhubungan dengan

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. Diabetes Melitus adalah penyakit hiperglikemia yang ditandai

PMR WIRA UNIT SMA NEGERI 1 BONDOWOSO Materi 3 Penilaian Penderita

BAB I PENDAHULUAN. Perbandingan rasio antara laki-laki dan perempuan berkisar 2:1 hingga 4:1.

Diabetes tipe 2 Pelajari gejalanya

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. diperkirakan akan terus meningkat prevalensinya dan memerlukan

Akupunktur - pengobatan alternatif untuk sakit dan kondisi lain

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang. Pada perkembangan zaman yang semakin berkembang khususnya

Infeksi yang diperoleh dari fasilitas pelayanan kesehatan adalah salah satu penyebab utama kematian dan peningkatan morbiditas pada pasien rawat

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Karsinoma laring adalah keganasan pada laring yang berasal dari sel epitel laring.

BAB I PENDAHULUAN. Usia harapan hidup perempuan Indonesia semakin meningkat dari waktu ke

Kata kunci : Otitis Media Akut, Karakteristik, Anak, Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Denpasar.

BAB I. gejala utama nyeri di daerah tulang punggung bagian bawah. 1

Tabel 1.1 Keaslian penelitian

POLA GANGGUAN PENDENGARAN DI POLIKLINIK TELINGA HIDUNG TENGGOROK KEPALA LEHER (THT-KL) RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH BERDASARKAN AUDIOMETRI

Awal Kanker Rongga Mulut; Jangan Sepelekan Sariawan

ABSTRACT DENTAL MALOCCLUSION AND SKELETAL MALOCCLUSION INFLUENCE AGAINST TEMPOROMANDIBULAR DYSFUNCTION

BAB I PENDAHULUAN. karakteristik dua atau lebih gejala berupa nasal. nasal drip) disertai facial pain/pressure and reduction or loss of

BAB I PENDAHULUAN. secara keseluruhan karena dapat mempengaruhi kualitas kehidupan termasuk

BAB I PENDAHULUAN. ditemukan dalam masyarakat, terutama pada wanita dan usia lanjut. Walaupun penyakit ini

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat. Vertigo adalah suatu gejala atau perasaan dimana seseorang atau benda

BAB 1 PENDAHULUAN. Hati adalah organ tubuh yang paling besar dan paling kompleks. Hati yang

Transkripsi:

KOMPLIKASI TINDAKAN EAR CANDLE Teuku Husni Abstrak. Membersihkan organ telinga menjadi kebiasaan dari masyarakat kita dengan berbagai cara, salah satunya menggunakan teknik yang disebut ear candling atau lilin telinga. Banyak masyarakat berasumsi bahwa membersihkan telinga dengan teknik ear candling dapat membersihkan telinga dengan aman. Ear candling juga merupakan pengobatan alternatif yang yang disebut-sebut merupakan pengobatan kuno yang mampu menyembuhkan beberapa penyakit telinga seperti vertigo, telinga berdengung, nyeri telinga, sakit kepala dan lainnya, namun sampai saat ini tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa ear candling mempengaruhi kesehatan dan ternyata sudah banyak bukti bahwa penggunaan ear candle banyak menimbulkan masalah serius terhadap telinga. Dalam artikel ini kita akan membahas tentang berbagai komplikasi dari tindakan Ear Candle. (JKS 2015; 1: 51-55) Kata Kunci : Ear candle, komplikasi ear candle Abstract. Cleaning the ear become a habit of our society in many ways, one of which uses a technique called "ear candling" or ear wax. Many people assume that cleaning the ear with ear candling technique can clean ears safely. Ear candling is an alternative medicine that is also called an ancient treatment that can cure several diseases such as vertigo ear, ear buzzing, ear pain, headaches and other, yet to date there is no scientific evidence that states that ear candling affect the health and was already plenty of evidence that the use of ear candles pose serious problems to many ears. In this article we will discuss about the various complications of the Ear Candle actions. (JKS 2015; 1: 51-55) Keyword : Ear candle, ear candle complication Pendahuluan Telinga manusia secara anatomis terdiri dari telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam. Batas telinga luar dan telinga tengah adalah gendang telinga (Membran Timpani), sedangkan telinga tengah dan telinga dalam dibatasi oleh tingkap oval (Foramen ovale). Secara fisiologis liang telinga akan menghasilkan kotoran telinga (Serumen) yang berfungsi untuk melindungi telinga dari kotoran yang masuk dan dapat membunuh bakteri yang merugikan. Secara alami kotoran tersebut akan didorong keluar dari liang telinga saat kita melakukan gerakan mengunyah makanan. 11 Teuku Husni adalah Dosen Bagian THT-KL Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala/ RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Membersihkan organ telinga menjadi kebiasaan dari masyarakat kita dengan berbagai cara seperti mengorek telinga, atau dengan menggunakan teknik yang disebut ear candling atau lilin telinga. Banyak masyarakat berasumsi bahwa membersihkan telinga dengan teknik ear candling dapat membersihkan telinga dengan aman. 3 Ear candling juga merupakan pengobatan alternatif yang yang disebut-sebut merupakan pengobatan kuno yang mampu menyembuhkan beberapa penyakit telinga seperti vertigo, telinga berdengung, nyeri telinga, sakit kepala dan lainnya, namun sampai saat ini tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa ear candling mempengaruhi kesehatan dan ternyata sudah banyak bukti bahwa penggunaan ear candle 51

JURNAL KEDOKTERAN SYIAH KUALA Volume 15 Nomor 1 April 2015 banyak menimbulkan masalah serius terhadap telinga. 4 Struktur Telinga Telinga luar terdiri dari Meatus Auditorius Eksternus (MAE), Kanalis Auditorius Eksternus dan Membran timpani. Telinga luar berfungsi untuk mengumpulkan gelombang bunyi di Meatus auditorius eksternus menuju Membran timpani melalui kanalis auditorius eksternus. 5 Telinga tengah adalah rongga berisi udara di dalam tulang temporalis yang terbuka melalui tuba eustachius ke nasofaring dan melalui nasofaring ke luar. 5 Gambar 1. Anatomi Telinga Telinga manusia secara anatomis terdiri dari telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam. Batas telinga luar dan telinga tengah adalah gendang telinga (Membran Timpani), sedangkan telinga tengah dan telinga dalam dibatasi oleh tingkap oval (Foramen ovale). Secara fisiologis liang telinga akan menghasilkan kotoran telinga (Serumen) yang berfungsi untuk melindungi telinga dari kotoran yang masuk dan dapat membunuh bakteri yang merugikan. Secara alami kotoran tersebut akan didorong keluar dari liang telinga saat kita melakukan gerakan mengunyah makanan. 1 Serumen Serumen atau " kotoran telinga " adalah zat alami yang membersihkan, melindungi, dan melumasi saluran luar pendengaran. Serumen terbentuk ketika sekresi kelenjar dari sepertiga saluran telinga luar bercampur dengan sel skuamosa epithelium yang terkelupas. Biasanya, serumen dihilangkan oleh mekanisme pembersihan diri yang menyebabkan serumen keluar dari saluran telinga, dan dibantu oleh pergerakan rahang. 2 Akumulasi serumen yang disebabkan oleh kegagalan mekanisme pembersihan diri adalah salah satu alasan paling umum untuk pasien mencari perawatan medis untuk telinga yang bermasalah. Sekitar 12 juta orang mencari perawatan medis setiap tahun untuk masalah kelebihan serumen di Amerika Serikat, sehingga hampir delapan juta menggunakan tindakan pembersihan cerumen. 2 Ear Candle Ear candle merupakan sebuah alat yang berbentuk lilin berongga (corong) yang digunakan dengan cara membakar ujung lilin bagian atas dan bagian bawah diletakkan di rongga telinga luar. Teknik ini disebut teknik ear candling. teknik ini dilakukan selama 15 menit dan setelah selesai maka akan tampak adanya zat keras berwarna kecoklatan yang diyakini bahwa itu merupakan kotoran dari telinga dalam. 3 Gambar 2. Sepasang ear candle Sejarah Ear Candle Ear candling atau biasa disebut juga terapi lilin akhir-akhir ini sangat banyak kita temukan di salon-salon kecantikan. Teknik terapi ini telah ada sejak ribuan tahun lalu. Suku Hopi yang berasal dari pedalaman 52

Teuku Husni, Komplikasi Tindakan Ear Candle Amerika dianggap sebagai penemu terapi ini, tetapi sebenarnya asal muasal dari mana terapi ini masih belum jelas. Karena ternyata banyak suku kuno di dunia yang juga menggunakan teknik tersebut untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. 1 Teknik ini di yakini juga berasal dari Tibet kuno, Cina, India, Mesir, dan Amerika pra- Columbus (orang Hopi) bahkan Atlantis juga diyakini mungkin sebagai asal dari terapi ear candle ini. 6 Teknik Penggunaan Ear Candle Lilin berongga terbuat dari kapas yang dibasahi lilin, lilin lebah atau parafin dan dibiarkan mengeras. Beberapa lilin mungkin berisi tumbuh-tumbuhan atau bahan lainnya termasuk sage, chamomile, mawar, periwinkle, jojoba, kulit quassia, akar yucca, rosemary, akar burdock, akar osha, atau madu. 6 Salah satu ujung gulungan lilin tersebut diletakkan di depan liang telinga untuk kemudian pada salah satu ujungnya dibakar. Pembakaran tersebut akan menghasilkan panas dan asap yang akan masuk kedalam liang telinga. Pasien akan merasakan rasa hangat dan suara berdesis di telinga akibat adanya proses pembakaran. Proses ini diklaim akan menyebabkan adanya tekanan negatif yang akan mengakibatkan kotoran telinga terhisap keluar. Setelah lilin selesai dibakar di dalam gulungan lapisan lilin tersebut akan tampak kotoran berwarna kuning kecoklatan yang diklaim sebagai kotoran telinga yang terhisap akibat proses pembakaran. 1 Gambar 3. Teknik ear candle Komplikasi Terapi Ear Candle Terapi lilin diklaim dapat membersihkan kotoran telinga dan menyembuhkan berbagai macam keluhan pasien. Hal ini tentu saja tidak benar, karena sudah dibuktikan dengan dilakukannya penelitian terhadap proses tersebut. Yang pertama, ternyata proses pembakaran lilin tidak menghasilkan tekanan negatif di telinga, apalagi menghisap kotoran telinga hingga bersih. Kotoran yang muncul dan menempel pada lilin ternyata adalah hasil pembarakan dari lilin bukan kotoran telinga (serumen) yang terhisap oleh proses pembakaran. 1 Dalam percobaan yang dilakukan, hasil pembakaran dari lilin tersebut ternyata berisikan molekul alkana yang biasa terdapat dalam komposisi lilin-lilin. Dan tidak ditemukan cerumen dari hasil pembakaran tersebut. Maka dari itu disimpulkan bahwa tindakan ear candle ini tidak berfungsi untuk menghapus atau menghisap cerumen. 7 Anggapan bahwa ear candling atau terapi lilin dapat menyembuhkan penyakit infeksi telinga, membersihkan pikiran, menyembuhkan sinusitis, dan penyakit lainnya belum bisa dibuktikan secara ilmiah. Bahkan banyak dilaporkan pasien yang datang ke dokter spesialis THT akibat komplikasi akibat ear candling. 6 Pada tahun 1996, Seely et al, menggunakan alat pengukuran Tympanometric dalam model liang telinga dan menunjukkan bahwa ear candle tidak menghasilkan tekanan negatif. Sebuah uji klinis terbatas menunjukkan tidak ada penghapusan cerumen dari saluran pendengaran eksternal mereka dengan ear candle. Seely menyimpulkan bahwa lilin telinga tidak memiliki manfaat dalam pengelolaan serumen dan dapat mengakibatkan cedera serius. 6 53

JURNAL KEDOKTERAN SYIAH KUALA Volume 15 Nomor 1 April 2015 Gambar 4. Telinga dengan sisa lilin dalam kanal telinga Dari kuisioner yang dikembalikan oleh 122 dokter THT di Amerika menunjukkan bahwa sepertiga pasien mereka benar menggunakan terapi ear candling. sebanyak 21 pasien diantaranya mengalami komplikasi akibat tindakan ini. Sebanyak 13 pasien mengalami luka bakar di bagian telinga luar dan telinga tengah, 7 pasien mengalamai oklusi pada kanal telinga dan 1 pasien mengalami perforasi yang diakibatkan oleh tindakan ear candling. asap yang berlebihan dari lilin tersebut akan menumpuk dalam telinga sebagai bukti bahwa lilin tersebut sudah digunakan. 7 Tabel 1. Cedera akibat tindakan ear candle Cedera Frekuensi Luka Bakar 13 Oklusi Kanal Telinga 7 Pendengaran Berkurang 6 Otitis externa 3 Perforasi membran Telinga 1 Sosialisasi Bahaya Tindakan Ear Candle Kotoran telinga itu dibagi menjadi dua jenis, kotoran berjenis basah dan kering. Kotoran berjenis basah akan bersih dengan mekanisme pembersihan sendiri oleh telinga, sedangkan kotoran telinga berjenis kering tidak bisa dibersihkan sendiri, melainkan harus menggungakan alat medis yang ada pada dokter THT yang aman dan tentunya bersih dan steril sehingga tidak terjadi cedera pada telinga. 8 Anggapan bahwa menggunakan terapi ear candle dapat membersihkan telinga dan membantu menyembuhkan berapa penyakit tentu saja tidak benar, karena sudah dibuktikan dengan melakukan penelitian terhadap proses tersebut. Yang pertama, ternyata proses pembakaran lilin didalam liang telinga tidak menghasilkan tekanan negative pada telinga, apalagi dapat menghisap serumen yang berisikan kotoran telinga hingga telinga diyakini menjadi bersih. Kotoran yang menempel di lilin yang telah habis dibakar ternyata berisi zat lilin dan tidak didapatkan kotoran telinga didalamnya. 1 Gambar 5. Hasil pembakaran dari ear candling Menurut dr. Hanekung Titisari, Sp.THT-KL, penggunaan ear candle tidak dapat mengeluarkan kotoran telinga, apalagi membersihkannya. Jadi penggunaan terapi ini sama sekali tidak ada manfaatnya. Kalau kemudian banyak orang percaya pada terapi ini, mungkin karena sensasi hangatnya. Orang merasa nyaman seperti sedang fisioterapi. Dengan rasa nyaman itu, kita merasa telinga bersih setelah terapi ear candle. 8 Kemudian teknik penggunaan terapi ear candle ini dilakukan di salon- salon kecantikan yang dilakukan oleh orang yang hanya terlatih melakukan perawatan kecantikan namun tidak mendalami ilmu medis. Dan saat ini terapi ini pun dapat 54

Teuku Husni, Komplikasi Tindakan Ear Candle dilakukan dirumah karena alat ini dijual bebas, baik secara online maupun di tokotoko. 8 Dengan demikian penggunaan terapi ear candling sangat tidak dianjurkan mengingat resiko yang dihasilkan dan komplikasi yang bisa saja terjadi. Dan promosi tentang manfaat dari terapi ini juga tidak bisa dibuktikan secara ilmiah, maka sebaiknya departemen yang terkait membuat aturan yang lebih ketat mengenai terapi alternatif yang beresiko merugikan konsumen guna melindungi masyarakat. 1 Dihimbau kepada masyarakat, sebaiknya membersihkan telinga haruslah ke dokter THT yang mempunyai alat untuk membersihkan telinga. Karena alat medis tersebut aman dan dilakukan dengan teknik yang benar sesuai standard dan tentunya bersih dan steril, sehingga meminimalkan terjadinya cedara pada telinga. Daftar Pustaka 1. Permana, A. D. Retrieved September 25, 2013, from http://aingkumaha.blogspot.com/2013/03/earcandling-amankah.html 2. Roland, P. S. Clinical practice guideline: Cerumen impaction. Otolaryngology Head and Neck Surgery. 2008. 139, S1 - S3. 3. Rafferty, J. Ear Candling. Canadian Family Physician, 2007. 2121-2122. 4. CBC. Ear Candling. Canada Health, 2008. 1-2. 5. Ganong, W. F. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: ECG. 2002. 6. Nahid, K. Ear Candling: A Dangerous Pleasure? Iranian Journal of Otorhinolaryngology. 2011;23(1)51-54. 7. Hornibrook, J. (). Where there s smoke there s fire-ear candling in a 4-year old. The New Zealand Medical Journal. 2012;125(1367) 138-140. 8. Iwan. Retrieved september 29, 2013, from http://id.she.yahoo.com/telinga-kotor-janganke-salon-.html 55