K U L I A H L O G I K A Program Studi PAK

dokumen-dokumen yang mirip
LOGIKA DAN ARGUMENTASI

KERANCUAN ATAU FALLACY

DASAR-DASAR LOGIKA. Katakan Maksud Anda (1) Sujanti, M.Ikom. Modul ke: Fakultas ILMU KOMUNIKASI. Program Studi Hubungan Masyarakat

By Desayu Eka Surya, S.Sos.,M.Si

Mengapa Penting Tahu Kekeliruan Berpikir?

2/24/2011

Beberapa Kesesatan dalam Penalaran. Dahrul Syah

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN. Program Studi : Pendidikan Agama Kristen

Nama Mata Kuliah. Logika materila. Masyhar, MA. Fakultas Psikologi. Modul ke: Fakultas. Program Studi Program Studi.

TUGAS REVIEW Membuka Tabir Kegelapan dengan Filsafat Ilmu

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG

II. TINJAUAN PUSTAKA. pidana. Dalam hal penulisan penelitian tentang penerapan pidana rehabilitasi

2008, No d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c perlu membentuk Undang-Undang tentang Porno

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG

SIL/PKP241/01 Revisi : 00 Hal. 1 dari 5 Gasal Judul praktek: - Jam: SILABUS. Menjelaskan epistemologi sebagai bagian dari cabangcabang

2017, No Nomor 96/PMK.05/2016 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pemberian Gaji, Pensiun, atau Tunjangan Ketiga Belas kepada Pegawai Negeri Si

NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK

Ilmu Penalaran atau Logika

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 1997 TENTANG PSIKOTROPIKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG

Lesson 2 for January 13, 2018

file://\\ \web\prokum\uu\2004\uu htm

PENGADILAN ANAK Undang-Undang No. 3 Tahun 1997 Tanggal 3 Januari 1997 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BUPATI GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN GROBOGAN NOMOR TAHUN 2015 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 12 TAHUN 2006 TENTANG PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2000 TENTANG PENGADILAN HAK ASASI MANUSIA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

PENALARAN HUKUM Oleh Prof Dr Jamal Wiwoho, SH, Mhum Lego Karjoko, SH, MH

Perpajakan 2 Pengadilan Pajak

BAB I PENDAHULUAN. A. Pengertian Logika. B. Tujuan Penulisan

BAHASA DAN FUNGSINYA DALAM KOMUNIKASI

*14671 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA (UU) NOMOR 4 TAHUN 2004 (4/2004) TENTANG KEKUASAAN KEHAKIMAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2004 TENTANG KEKUASAAN KEHAKIMAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2004 TENTANG KEKUASAAN KEHAKIMAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB I PENDAHULUAN. dilaksanakan secara bersama-sama oleh semua instansi terkait (stakeholders) bertanggung jawab di bidang jalan;

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PIKIRAN KITA SANGAT MENENTUKAN KESEHATAN KITA.

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2004 TENTANG KEKUASAAN KEHAKIMAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2004 TENTANG KEKUASAAN KEHAKIMAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2003 TENTANG MAHKAMAH KONSTITUSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

2017, No tentang Kode Etik Pegawai Badan Keamanan Laut; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembara

UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2009 TENTANG NARKOTIKA [LN 2009/140, TLN 5059]

Perspektif Etik dalam Komunikasi Persuasif

Pernyataan Pers MAHKAMAH AGUNG HARUS PERIKSA HAKIM CEPI

RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

ANTROPOLOGI ALKITAB (Pelajaran 12) By Dr. Erastus Sabdono. Pemulihan Gambar Diri (Bagian 4)

KEPUTUSAN KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 215/KMA/SK/XII/2007 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PEDOMAN PERILAKU HAKIM

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2001 TENTANG

RAGAM KESALAHAN BERPIKIR (FALLACY) D4 ANIMASI

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

A. KESIMPULAN. Penggunaan instrumen..., Ronny Roy Hutasoit, FH UI, Universitas Indonesia

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL

BAB V PENUTUP. putusan hakim yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht van

PENALARAN HUKUM: Antara Nalar Deduktif dan Nalar Induktif

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 71 TAHUN 2014 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NO. 31 TAHUN 1999 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI BAB I

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2004 TENTANG KEKUASAAN KEHAKIMAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

MODUL PERKULIAHAN DASAR-DASAR LOGIKA. Modul ini berisi langkahlangkah. memahami prinsip-prinsip logis dalam bernalar.

BAB I PENDAHULUAN. pribadi maupun makhluk sosial. Dalam kaitannya dengan Sistem Peradilan Pidana

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL

PEMERINTAH KABUPATEN LAMONGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMONGAN NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL DI KABUPATEN LAMONGAN

BAB I PENDAHULUAN. mampu memimpin serta memelihara kesatuan dan persatuan bangsa dalam. dan tantangan dalam masyarakat dan kadang-kadang dijumpai

KONSEP MATI MENURUT HUKUM

BAB XX KETENTUAN PIDANA

BAB I PENDAHULUAN. buruk bagi perkembangan suatu bangsa, sebab tindak pidana korupsi bukan

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PENAJAM PASER UTARA,

Bahasa dlm KTI menggunakan Bahasa Formal. Keterampilan Menulis yg Kreatif & Inovatif menghasilkan KTI yg Argumentatif.

Transkripsi:

tuhoni.telaumbanua@gmail.com K U L I A H L O G I K A Program Studi PAK

Apa komentarmu dengan gambar di sebelah ini?

Pengertian Sesat pikir / Falasi Falasi, disebut juga sesat pikir Sesat Pikir adalah argumen-argumen yang mengandung satu atau lebih kesalahan logis. Falasi ini terjadi karena adanya kesalahan dalam penalaran (baik menyangkut cara, proses maupun hasil penalaran tersebut). Falasi dapat terjadi kapan saja, di mana saja dan dilakukan oleh siapa saja.

APA ITU FALASI /SESAT PIKIR? SESAT PIKIR ADALAH PROSES PENALARAN ATAU ARGUMENSI YANG SEBENARNYA TIDAK LOGIS, SALAH ARAH DAN MENYESATKAN, SUATU GEJALA BERPIKIR YANG SALAH YANG DISEBABKAN OLEH PEMAKSAAN PRINSIP-PRINSIP LOGIKA TANPA MEMPERHATIKAN RELEVANSINYA. tuhoni.telaumbanua@gmail.com K U L I A H L O G I K A Program Studi PAK

KEYAKINAN YANG SALAH, WALAU KURANG DATA SESAT BERPIKIR (Falasi) KEKELIRUAN MENALAR ATAU BERARGUMEN tuhoni.telaumbanua@gmail.com K U L I A H L O G I K A Program Studi PAK

Contoh Falasi tidak cukup data Clinton adalah seorang pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Teteholi yang baru diangkat tahun 2010. Gaji seorang PNS yang bergelar Sarjana adalah dibawah 2 juta. Pada tahun 2011, Clinton telah memiliki sebuah mobil INOVA. CLINTON ADALAH SEORANG KORUPTOR

CONTOH FALASI RELEVANSI SECARA UMUM PREMIS KESIMPULAN Bantulah, kawan ita kan? Itu adalah katakata seorang yang selingkuh dalam sebuah video porno. Seorang dosen pamit dari pimpinan sidang berkata: bantulah, kawan ita kan? Dosen dan pimpinan sidang selingkuh Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersamasama dengan dia, dan suaminya pun memakannya. Perempuanlah penyebab manusia jatuh ke dalam dosa.

ARGUMEN YANG MEMUAT PREMIS YANG TERBENTUK DARI PROPOSISI YANG KELIRU. Misalnya: P.1 :ABRI harus menjelankan dwifungsi sipilmiliter P.2 : Tentara bayaran tidak memperhatikan fungsi sipil. Kesimpulan: Jadi, ABRI tanpa dwifungsi akan sama dengan tentara bayaran. GAGAL ARGUMEN Argumen memuat premis yang tidak berhubungan dengan kesimpulan yang mau dicari. Misalnya: P.1. Sifat Tuhan adalah kekal abadi P.2. Pancasila memuat nilai-nilai yang kekal abadi. Kesimpulan: Tuhan dan Pancasila adalah identik. tuhoni.telaumbanua@gmail.com K U L I A H L O G I K A Program Studi PAK

Dua macam argumen yang salah: 1 Argumen keliru, namun tetap diterima umum dan tak merasa bahwa mereka tertipu. Ini disebut KEKELIRUAN RELEVANSI 2 Argumen keliru, kesalahan dalam penalaran karena kecerobohan dan kekurang perhatian orang terhadap pokok persoalan yang terkait. Atau keliru karena proposisi yang ambiguitas makna bahasa yang digunakan dalam berargumen. Ini disebut AMBIGUITAS PENALARAN. tuhoni.telaumbanua@gmail.com K U L I A H L O G I K A Program Studi PAK

KEKELIRUAN RELEVANSI Kekeliruan relevansi terjadi karena ruang lingkup argumen menunjukkan bahwa premispremisnya secara logis tidak memiliki relevansi dengan kesimpulan yang hendak dicapai. 13 JENIS KEKELIRUAN RELEVANSI 1. Argumentum ad Baculum 2. Argumentum ad Hominem (1) 3. Argumentum ad Hominem (2) 4. Argumentum ad Ignorantiam 5. Argumentum ad Misericordiam 6. Argumentum ad Populum 7. Argumentum ad Verecundiam 8. Accident 9. Converse Accident 10. False Cause 11. Petitio Principii 12. Complex Question 13. Ignoratio Elenchi tuhoni.telaumbanua@gmail.com K U L I A H L O G I K A Program Studi PAK

Penjelasan : 1. Argumentum ad Baculum: Pembenaran Argumentasi atas dasar kekuasaan (memo, surat sakti, dll) 2. Argumentum ad Hominem (1): Argumen yang diarahkan menyerang langsung manusianya (pelecehan, antipati pada orang yang memberi pernyataan) 3. Argumentum ad Hominem (2): Titik tolak argumen dikaitkan dengan keyakinan seseorang. 4. Argumentum ad Ignorantiam: Argumen yang bertolak dari anggapan yg tidak muda dibuktikan kesalahannya 5. Argumentum ad Misericordiam: Argumen yang didasarkan pada perasaan belas-kasihan (bukan pada fakta) 6. Argumentum ad Populum: Kekeliruan yang diterima umum (salah kaprah), mis. Iklan-iklan yg tak logis tp diterima umum. Atau anggapan bahwa kalau ada demontrasi, pasti ada dalang. 7. Argumentum ad Verecundiam: Anggapan bahwa untuk pertanyaan sulit, maka pakar dianggap sebagai dewa ilmu pengetahuan. Opini pakar ini (apalagi kalau dikagumi) dipandang sebagai kebenaran. 8. Sesat pikir Accident tampak dalam perkara-perkara yang sifatnya khusus atau kebetulan, namun kemudian dianggap umum, sehingga penerapannya berlaku sebagai dasar dimanapun. tuhoni.telaumbanua@gmail.com K U L I A H L O G I K A Program Studi PAK

Lanjutan penjelasan... 9. Converse Accident: Pemusatan perhatian sebagai argumen pada hal yang sudah populer dan dianggap benar. Misalnya: Dosen berkewajiban melaksanakan evaluasi kepada mahasiswa; tetapi tidak berarti dilakukan seenaknya. Dokter bedah memberi injeksi narcose kepada pasien saat operasi. Tetapi bukan berarti bahwa dokter boleh menggunakan narcose seenaknya sebagai obat penenang. 10. False Cause: Argumentasi yang disimpulkan karena sesuatu peristiwa. (1) Non Causa Pro Causa. Kemungkinan kesalahan pikiran (simpulan) bukan sebab sebenarnya dari dampak peristiwa. Misalnya; konflik yang terjadi antara Israel Palestina --- dijadikan alasan konflik SARA di Indonesia. (2) Post Hoc Ergo Propter Hoc, yakni sebuah peristiwa dijadikan alasan untuk peristiwa berikutnya. Misal: Sebuah makanan dapat dimakan kalau ada merek halal. Lalu dijadikan alasan bahwa semua makanan yang punya merek halal dapat dimakan. 11. Petitio Principii. Mempertanyakan kembali semua premis-premis yang sudah diterima oleh umum. Misalnya: Kebebasan berpendapat adalah HAM. Lalu, apabila dalam realita tidak, maka premis sebelumnya di pertanyakan. 12. Complex Question. Jawaban terhadap pertanyaan sulit adalah ya atau tidak. Tetapi bila ditanyakan arti ya, maka masih terbuka jawaban tidak. 13. Ignoratio Elenchi: berarti kesimpulan yang tidak relevan. tuhoni.telaumbanua@gmail.com K U L I A H L O G I K A Program Studi PAK

Contoh-contoh kekeliruang relevansi 1. Argumentum ad Baculum: Pembenaran Argumentasi atas dasar kekuasaan (memo, surat sakti, dll) SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN TETEHOLI DIJATUHI HUKUMAN 2 TAHUN PENJARA KARENA MENGELUARKAN UANG TANPA MENGIKUTI PROSEDUR DAN SISTEM KEUANGAN YANG BERLAKU. DALAM PERSIDANGAN, SEKRETARIS DAERAH TETEHOLI MENGATAKAN: BAPAK HAKIM YANG MULIA, SAYA TIDAK BERSALAH. SAYA MENGELUARKAN UANG ATAS TELEPON BUPATI TETEHOLI. DALAM PERATURAN PEGAWAI NEGERI DITEGASKAN BAHWA PERLU LOYALITAS. SAYA IKUTI TELEPON BUPATI DEMI LOYALITAS.

2. Argumentum ad Hominem : Argumen yang diarahkan menyerang langsung manusianya (pelecehan, antipati pada orang yang memberi pernyataan) Mantan Presiden Soeharto mengibau perlunya ditingkatkan penyuluhan kepada masyarakat agar masalah gangguan mental orang Indonesia semakin turun. Namun Soeharto itu otoriter dan korupsi. Maka, sebagai Psikolog, saya cuek saja dengan imbauan itu. KETUA STT-BNKP SUNDERMANN MENGUMUMKAN AGAR SELURUH MAHASISWA BELAJAR SUNGGUH-SUNGGUH AGAR TIDAK TIDAK GAGAL DALAM UJIAN. TAK PERLU MENGIKUTI HIMBAUAN ITU, KAN KETUA ITU SOMBONG, MENTANG- MENTANG SUDAH PHD.

3. Argumentum ad Hominem: Titik tolak argumen dikaitkan dengan keyakinan seseorang. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Teteholi menginstruksikan agar seluruh lembaga agama memberi perhatian pada pelayanan kepada orang-orang miskin. Pendeta Jemaat Teteholi berkata, kita hanya mengikuti Firman Tuhan, dan tak perlu memperhatikan himbauan kadis sosial tersebut karena dia beragama Aliran Kepercayaan.

Tugas Buatlah contoh-contoh dari relevansi yang salah dari ke-13 jenis kekeliruan relevansi 1. Argumentum ad Baculum: Pembenaran Argumentasi atas dasar kekuasaan (memo, surat sakti, dll) 2. Argumentum ad Hominem (1): Argumen yang diarahkan menyerang langsung manusianya (pelecehan, antipati pada orang yang memberi pernyataan) 3. Argumentum ad Hominem (2): Titik tolak argumen dikaitkan dengan keyakinan seseorang. 4. Argumentum ad Ignorantiam: Argumen yang bertolak dari anggapan yg tidak muda dibuktikan kesalahannya 5. Argumentum ad Misericordiam: Argumen yang didasarkan pada perasaan belas-kasihan (bukan pada fakta) 6. Argumentum ad Populum: Kekeliruan yang diterima umum (salah kaprah), mis. Iklan-iklan yg tak logis tp diterima umum. Atau anggapan bahwa kalau ada demontrasi, pasti ada dalang. 7. Argumentum ad Verecundiam: Anggapan bahwa untuk pertanyaan sulit, maka pakar dianggap sebagai dewa ilmu pengetahuan. Opini pakar ini (apalagi kalau dikagumi) dipandang sebagai kebenaran. 8. Sesat pikir Accident tampak dalam perkara-perkara yang sifatnya khusus atau kebetulan, namun kemudian dianggap umum, sehingga penerapannya berlaku sebagai dasar dimanapun. 9. Converse Accident: Pemusatan perhatian sebagai argumen pada hal yang sudah populer dan dianggap benar. Misalnya: Dosen berkewajiban melaksanakan evaluasi kepada mahasiswa; tetapi tidak berarti dilakukana seenaknya. Dokter bedah memberi injeksi narcose kepada pasien saat operasi. Tetapi bukan berarti bahwa dokter boleh menggunakan narcose seenaknya sebagai obat penenang. 10. False Cause: Argumentasi yang disimpulkan karena sesuatu peristiwa. (1) Non Causa Pro Causa. Kemungkinan kesalahan pikiran (simpulan) bukan sebab sebenarnya dari dampak peristiwa. Misalnya; konflik yang terjadi antara Israel Palestina --- dijadikan alasan konflik SARA di Indonesia. (2) Post Hoc Ergo Propter Hoc, yakni sebuah peristiwa dijadikan alasan untuk peristiwa berikutnya. Misal: Sebuah makanan dapat dimakan kalau ada merek halal. Lalu dijadikan alasan bahwa semua makanan yang punya merek halal dapat dimakan. 11. Petitio Principii. Mempertanyakan kembali semua premis-premis yang sudah diterima oleh umum. Misalnya: Kebebasan berpendapat adalah HAM. Lalu, apabila dalam realita tidak, maka premis sebelumnya di pertanyakan. 12. Complex Question. Jawaban terhadap pertanyaan sulit adalah ya atau tidak. Tetapi bila ditanyakan arti ya, maka masih terbuka jawaban tidak. 13. Ignoratio Elenchi: berarti kesimpulan yang tidak relevan.

AMBIGUITAS PENALARAN Ekuivokasi Amphiboly Accent Ekuivokasi, yakni penggunaan kata-kata yang sama bunyinya tetapi mempunyai arti yang berbeda. Mis... genting...bisa berarti atap rumah, gawat, sangat sempit, hampir putus. Apabila kata tersebut digunakan untuk konteksnya, tidak ada masalah, tetapi bila sengaja digunakan pada konteks konteks yang berbeda... Inilah kesesatannya. Misalnya: (*) Akhir sebuah benda adalah kesempurnaan. (*) Maut adalah akhir dari kehidupan. (**) Jadi, maut adalah kesempurnaan kehidupan. Premis-premis memiliki konstruksi gramatikal yang ambigu (Mis. Keterlibatan ABRI dalam penculikan aktifis karena telah terjadi salah prosedur dalam jalur perintah. Pernyataan yang menipu. Contoh: Kita tidak boleh berkata-kata yang bernada melecehkan teman sendiri. (cetak miring dapat memberi arti bahwa hanya teman yang tidak boleh dibohongi, yang lain boleh). Contoh lain: Rinso membersihkan segalanya. Umumnya heading surat kabar sering digunakan dgn gaya seperti ini. tuhoni.telaumbanua@gmail.com K U L I A H L O G I K A Program Studi PAK

STRATEGI MENGHINDARI: SESAT PIKIR tuhoni.telaumbanua@gmail.com K U L I A H F I L S A FAT Program Studi Teologi/PAK