PERTEMUAN 4 : Ir. Darmawan L. Cahya, MURP, MPA

dokumen-dokumen yang mirip
PENDALAMAN MATERI DEMOGRAFI

SUMBER DAN EVALUASI DATA KEPENDUDUKAN

DATA PENDUDUK SASARAN PROGRAM KESEHATAN TAHUN

DATA PENDUDUK SASARAN PROGRAM PEMBANGUNAN KESEHATAN TAHUN

2. SUMBER DATA DEMOGRAFI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pertumbuhan penduduk merupakan keseimbangan yang dinamis antara kekuatankekuatan

PERTEMUAN 8 : Ir. Darmawan L. Cahya, MURP, MPA

Ruang Lingkup dan Fungsi Dasar Mempelajari Ilmu Kependudukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PERTEMUAN 6 : Ir. Darmawan L. Cahya, MURP, MPA

PERTEMUAN 12 : Ir. Darmawan L. Cahya, MURP, MPA

Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS), 2015

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Dalam perencanaan pembangunan, data kependudukan memegang peran yang

Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS), 2005

STATISTIK KEPENDUDUKAN KALIMANTAN TENGAH 2013


SMP JENJANG KELAS MATA PELAJARAN TOPIK BAHASAN VIII (DELAPAN) ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) PERMASALAHAN PENDUDUK DAN DAMPAKNYA

Penghitungan Penduduk dan Rumah Tangga untuk Penimbang Survei Kependudukan, 2013

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. lengkap dari pada sumber-sumber data yang lain karena kemungkinan tercecernya

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pertumbuhan penduduk kota Pematangsiantar setiap tahunnya menunjukkan

ASPEK KEPENDUDUKAN I. Tujuan Pembelajaran

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pertumbuhan penduduk Kota Pematangsiantar setiap tahunnya menunjukkaan

Mobilitas Penduduk II

BAB I PENDAHULUAN. Masalah tentang kependudukan merupakan masalah yang tidak akan pernah

BAB I PENDAHULUAN. seperti Negara Indonesia akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Negara

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS), 2010

RASIO KETERGANTUNGAN ANALISA UNTUK INDONESIA. Oleh : Sita Dewi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

PERTEMUAN 9 : Ir. Darmawan L. Cahya, MURP, MPA

VALIDASI HASIL PROYEKSI PENDUDUK TAHUN 2010 TERHADAP SENSUS PENDUDUK 2010 MENGGUNAKAN MAD DAN MSE

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Penduduk adalah Orang-orang yang berada di dalam suatu wilayah yang terikat oleh

BAB 1 PENDAHULUAN. dan tepat rencana pembangunan itu dibuat. Suatu perencanaan kependudukan adalah

BAB 1 PENDAHULUAN. yang menambah dan kekuatan-kekuatan yang mengurangi jumlah penduduk.

Mengurangi Kemiskinan Melalui Keterbukaan dan Kerjasama Penyediaan Data

I. PENDAHULUAN. tinggi. Berdasarkan hasil Sensus Penduduk pada bulan Agustus 2010 jumlah

BAB IV PEMANFAATAN DATA DEMOGRAFIK UNTUK PERENCANAAN PENDIDIKAN

BAB I PENDAHULUAN. Penduduk merupakan bagian integral dari suatu negara. Komposisi dan

Kompilasi Data Penduduk dan Rumah Tangga untuk Penimbang Survei Kependudukan, 2014

BAB 1 PENDAHULUAN. Masalah kependudukan sudah merupakan masalah serius yang bukan saja dihadapi oleh

Indikator dan Teknik Perhitungan Penduduk dan ketenagakerjaan termasuk TPAK, Tingkat Pengangguran Terbuka dan Tersembunyi.

BAB 2 LANDASAN TEORI

DATA STATISTIK TENTANG PERKAWINAN DI INDONESIA

DATA STATISTIK TENTANG PERKAWINAN DI INDONESIA

Indonesia - Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 1997


BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG. Pertumbuhan penduduk merupakan keseimbangan yang dinamis antar antara

Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Semesteran, 2015

BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan penduduk merupakan keseimbangan yang dinamis antara kekuatankekuatan

LATIHAN ANALISIS KEPENDUDUKAN

GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN (GBPP)

BAB 2 LANDASAN TEORI

pengisian data dan cara pembuatan grafik. setelah pengolahan dan analisa perhitungan serta saran-saran yang

BAB 1 PENDAHULUAN. Sejalan dengan perkembangan penduduk dunia, Indonesia juga sebagai negara

Pengembangan Model Life Table Indonesia, 2011

BAB I PENDAHULUAN. penduduk harus menjadi subjek sekaligus objek pembangunan. Kualitas


TUJUAN ANALISIS Pekerjaan analisis dimaksudkan untuk mengkaji daya dukung dan daya tampung lahan lokasi perencanaan terhadap sasaran- sasaran yang tel

Survei Wisatawan Nusantara, 2002

Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS), 2016

BAB 2 LANDASAN TEORI

Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS), 2015

Indonesia - Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2012

1. BAB I PENDAHULUAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

Pelaksanakan survai dan pengolahan data adalah untuk memperoleh data dan informasi tentang kondisi awal kawasan perencanaan.

Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS), 2007

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

KOMPOSISI PENDUDUK. Komposisi Penduduk. Andrei R FKM UNEJ


Uji Coba SUPAS 2015, 2014

Data dan Informasi dalam Perencanaan

BAB 1 PENDAHULUAN. Untuk mencapai tujuan tersebut maka pemerintah berusaha membuat suatu kebijakankebijakan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Thomas Maltus mengatakan dalam bukunya yang berjudul Essay on the

MORTALITAS (KEMATIAN)

Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Semesteran, 2017

PEDOMAN PENGHITUNGAN PROYEKSI PENDUDUK DAN ANGKATAN KERJA

ANTROPOSFER GEO 2 A. PENDAHULUAN B. DINAMIKA ANTROPOSFER (KEPENDUDUKAN) C. KOMPOSISI PENDUDUK

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang. Masalah kependudukan sudah merupakan masalah serius yang bukan saja dihadapi

Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) - Modul Sosial Budaya dan Pendidikan (Tahunan), 2015

Pokok Bahasan/sub pokok bahasan. Media

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. yang berarti menulis. Jadi demografi adalah tulisan tulisan mengenai rakyat atau

I. PENDAHULUAN. Provinsi Lampung dari hasil Sensus Penduduk tahun 2010 mencatat jumlah

Selamat Pagi. Sri Kadarwati, S.Si., M.T. Kepala BPS Kabupaten Lamongan. E :

Antroposfer GEO 2 A. PENDAHULUAN B. DINAMIKA ANTROPOSFER (KEPENDUDUKAN) C. KOMPOSISI PENDUDUK D. RUMUS-RUMUS KUANTITAS PENDUDUK ANTROPOSFER

Indonesia - Survei Sosial Ekonomi Nasional 2015 Maret (KOR)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Indonesia merupakan salah satu di antara sejumlah daftar negaranegara

ABSTRAK. : Mortalitas, estimasi, dan model Lee-Carter.

Transkripsi:

PERTEMUAN 4 : METODE PENGUMPULAN DATA Oleh : Ir. Darmawan L. Cahya, MURP, MPA (darmawan@esaunggul.ac.id) Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik - Universitas ESA UNGGUL Semester Genap 2012/2013

Sensus Survei Registrasi Peran & Fungsi

Adalah segala tampilan data dalam bentuk resmi/tidak resmi yang diterbitkan oleh badan-badan pencatatan kependudukan (pemerintah/non pemerintah), dalam berbagai bentuk baik angka, grafik,gambar, gambar dll Sumber data : primer : segala catatan asli sesuai definisi sumber data diatas. Ex. Table penduduk terbitan BPS sekunder : data yg telah hdiolah hdan disajikan dalam bentuk teks/narasi, laporan penelitian, karya tulis, terbitan periodek lainnya

SENSUS Sensus penduduk adalah keseluruhan proses pengumpulan (collecting) menghimpun dan menyusun (compiling) dan menerbitkan data-data demografi, ekonomi, sosial yang menyangkut semua orang pada waktu tertentu di suatu negara/wilayah tertentu. Disebut juga cacah jiwa

TUJUAN Tujuan untuk mencacah seluruh penduduk yang ada diwilayah suatu negara. Yang dicacah meliputi penduduk de jure dan penduduk de facto de jure penduduk yang resmi tinggal di daerah tersebut de facto penduduk yang berada di suatu wilayah tetapi tdk trmsk penduduk resmi diwilayah bersangkutan

KARAKTERISTIK SENSUS Unit cacah pada sensus adalah perorangan/individu bukan keluarga/rumah tangga Universal/Semua orang artinya semua orang/penduduk gp (yang hidup) dalam wilayah yang dicacah (perseorangan) Waktu tertentu artinya sensus haruslah dilaksanakan pada saat tertentu dan serentak di seluruh wilayah negara Sensus dilakukan secara periodik pada tiap tahun yang berakhir angka nol (0)

Informasi Kependudukan diperoleh dalam sensus Geografi dan migrasi penduduk Rumah tangga Karakteristik sosial dan demografi Kelahiran dan kematian Karakteristik pendidikan Karakteristik ekonomi

Topik sensus

Sensus penduduk di Indonesia zaman pemerintahan hindia belanda (1930) zaman kemerdekaan (1961) 1971 1980 1990 2000 2010 oleh BPS

Hasil sensus 2010

REGISTRASI Merupakan kumpulan keterangan mengenai terjadinya peristiwa/kejadian lahir dan mati serta kejadian penting yang merubah status sipil sejak lahir mati Karena sensus hanya memberikan informasi pada waktu dilaksanankan dan hanya data statis kependudukan Registrasi mencatat kejadian kependudukan yang terjadi setiap saat.

Lanjutan... Registrasi dilakukan oleh kantor pemerintahan dalam negeri Pelaksanaannya dilakukan secara pasif Dapat menimbulkan masalah ketidak lengkapan data pelaporan

SURVEI Hasil sensus dan regristrasi mempunyai keterbatasan. Hanya menghasilkan statistik kependudukan dan kurang memberikan informasi tentang sifat dan perilaku Maka perlu dilakukan survei untuk untuk informasi i yang lebih spesifik namun terbatas Survei dilakukan dengan sistem sampel

Perbedaan Sensus dengan Survei Perihal Sensus Survei Cakupan penduduk yg dicacah Fleksibilitas Materi yg dikumpulkan Mencacah seluruh penduduk Harus memenuhi persyaratan periodik Mengenai demografi, ekonomi, sosial Mencacah sebagian penduduk (sampel) Bisa diadakan kapan saja Berganti-ganti topik/dapat menekankan pada aspek-aspek tertentu sesuai kebutuhan

Sensus dan survey adalah kegiatan yang saling mengisi, dimana survey sebagai pelengkap sensus : Jika dilaksanakan sesudah sensus diadakan survey untuk memeriksa/men-cek hasil sensus itu sendiri. Jika dilaksanakan sebelum sensus maka sebagai bahan pertimbangan bagi sensus yg akan dilaksanakan Sensus setiap 10 tahun hanya menggambarkan perubahan yang terjadi tiap 10 tahun. Sedangkan survei ingin melihat perubahan yg terjadi dalam waktu singkat Survey bisa terjadi kesalahan karena pengambilan sampling (sampling eror).

Survey di Indonesia SUSENAS (survey social ekonomi nasional) 1961, 1963, 1967 oleh BPS SUPAS (Survey Penduduk Antar Sensus) 1976 (3x tentang survey fertilitas di Jawa & Bali) oleh BPS SUPAS 1973 (FM survey di seluruh Indonesia) oleh Lembaga Ekonomi FE UI

Evaluasi Data Adalah kegiatan penilaian atas kebenaran dan ketelitian data. Penilalian dilakuan pada seberapa jauh suatu data dapat dipercaya (tingkat reliabilitasnya) kebenaranya. Data perlu dievaluasi i karena bagaimanapun juga data tak lepas dari kesalahan (eror). Pemakai Data :seharusnya menuntut ketelitian tertentu dari data.ex: data yg digunkan untuk proyeksi penduduk, bila telah diketahui adanya penyimpangan/eror, maka pemakai mempertimbangkan sejauh mana hasil proyeksi yg dibuat masih dapat dipercaya dan tingkat kesalahan data yg sudah diketahui.

Ketelitian data Partisipasi & kerjasama masyarakat Masalah geografi Tenaga pencacah Pelaksanaan

Peran & Fungsi Data Untuk mengetahui besar & persebaran penduduk Identifikasi permasalahan perekonomian penduduk Identifikasi permasalahan kesehatan penduduk fertilitas, mortalitas, lingkungan, kondisi geografis Perencanaan program ekonomi, sosial, dan kesehatan Kepentingan publik & pembangunan kesehatan Kebijakan kesehatan