ABSTRACT

dokumen-dokumen yang mirip
HUBUNGAN ANTARA POSISI DUDUK DAN INTENSITAS PENGGUNAAN KOMPUTER DENGAN KELUHAN CVS (COMPUTER VISION SYNDROME)

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi dan sarana informasi sejak abad ke-dua puluh

BAB I PENDAHULUAN. otomatis, terintegrasi dan terkoordinasi. luas dewasa ini, ditambah penggunaan internet yang semakin populer

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. tersebut oleh American Optometric Association (AOA) dinamakan Computer

BAB I PENDAHULUAN. seperti terhadap otot-otot akomodasi pada pekerjaan yang perlu pengamatan

BAB 1 PENDAHULUAN. meningkat dan mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, khususnya dalam

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross

BAB 1 PENDAHULUAN. tidak menimbulkan efek berbahaya bagi manusia. Lamanya radiasi komputer

HUBUNGAN INTENSITAS PENCAHAYAAN DAN LAMA PAPARAN LAYAR MONITOR KOMPUTER DENGAN KELELAHAN MATA PADA KARYAWAN BAA BAU DAN IT UMS

BAB I PENDAHULUAN. Dalam dunia usaha dan dunia kerja, kesehatan kerja berkontribusi dalam

HUBUNGAN LAMA PAPARAN MONITOR KOMPUTER DENGAN KELUHAN COMPUTER VISION SYNDROME DI BPJS, SURAKARTA

ABSTRAK SKRINING GEJALA COMPUTER VISION SYNDROME PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA

BAB 1 : PENDAHULUAN. kapasitas kerja fisik pekerja, serta melindungi pekerja dari efek buruk pajanan hazard di

BAB I PENDAHULUAN. penglihatan atau kelainan refraksi (Depkes RI, 2009).

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELELAHAN MATA PADA KARYAWAN KASIR SWALAYAN DI KOTA GORONTALO. (Intan Blongkod, Rany Hiola, Ekawaty Prasetya)

PERBEDAAN JARAK PANDANG PEKERJA CANTING BATIK PADA BEBERAPA WAKTU KERJA DI KAMPUNG BATIK SEMARANG

ANALISIS FAKTOR - FAKTOR TERHADAP KEJADIAN COMPUTER VISION SYNDROME (CVS) PADA PEKERJA LAYOUT EDITOR DI CV. X TEMBALANG KOTA SEMARANG

BAB 4 Hasil Penelitian dan Interpretasi

Hubungan Faktor Individu dan Lingkungan Terhadap Keluhan Computer Vision Syndrom

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. pada iritasi mata bahkan kemungkinan katarak mata (Fazar, 2011).

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN MATA PADA OPERATOR KOMPUTER DI KANTOR SAMSAT PALEMBANG TAHUN 2009

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. kondisi pandangan yang tidak nyaman (Pheasant, 1997). kondisi kurang sempurna untuk memperoleh ketajaman penglihatan.

BAB I PENDAHULUAN. adalah Game Online. Menurut data statistik yang diperoleh dari Google Analytic

HUBUNGAN PENGGUNAAN LAPTOP DAN FUNGSI PENGLIHATAN MAHASISWA ANGKATAN 2011 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO

LAMPIRAN. Hasil penghitungan nilai amplitudo akomodasi dengan menggunakan SPSS.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di masing-masing ruangan operator Sistem

Perbedaan Tingkat Stres Kerja Operator SPBU ditinjau dari Shift Kerja ((Studi Di SPBU Kabupaten Ciamis Tahun 2014)

BAB I PENDAHULUAN. terlalu dekat sehingga menyebabkan kelelahan pada mata (astenopia) dan radiasi

ABSTRACT

ABSTRAK INSIDENSI ASTHENOPIA PADA PEKERJA KOMPUTER DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA VIII, BANDUNG TAHUN 2006

BAB I PENDAHULUAN. informasi. Penggunaan komputer di setiap tempat kerja sangat membantu dan

BAB 6 HASIL PENELITIAN. Gambar 6.1 Sumber Pencahayaan di ruang Radar Controller

HUBUNGAN FAKTOR RISIKO INDIVIDU TERHADAP KELUHAN COMPUTER VISION SYNDROME (CVS)

SKRIPSI HUBUNGAN ANTARA TINGGI HAK SEPATU DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH MIOGENIK PADA PRAMUNIAGA DI LIPPO MALL BADUNG BALI


Jurnal CARE, Vol. 2, No. 2, 2014

Afrini Nurul Afifah. Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.

ANALISIS STRES KERJA KARYAWAN DI PT SINAR PANTJA DJAJA PADA UNIT PRODUKSI SPINNING III DAN UNIT NON PRODUKSI SEMARANG TAHUN 2016 SKRIPSI

Unnes Journal of Public Health

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado

PERILAKU TIDAK AMAN (UNSAFE BEHAVIOUR) PADA PEKERJA DI UNIT MATERIAL PT. SANGO CERAMICS INDONESIA SEMARANG

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yaitu cross sectional. Penelitian observasi memiliki ciri yaitu

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 1 : PENDAHULUAN. kesehatan masyarakat, terutama pada kondisi lingkungan yang di bawah standar. (1)

PENGARUH MASA KERJA DAN INTENSITAS PENERANGAN TERHADAP KELELAHAN MATA PADA PEKERJA BATIK TULIS LAWEYAN SURAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. merupakan faktor-faktor yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan

HUBUNGAN ANTARA PRAKTEK UNSAFE ACTION

Faktor-Faktor yang Berkaitan dengan Kelelahan Mata pada Karyawan Bagian Administrasi di PT. Indonesia Power UBP Semarang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Universitas Indonesia

Kata kunci: intensitas pencahayaan, usia, kelelahan mata, lux meter, flicker fusion

Keluhan Mata Silau pada Penderita Astigmatisma Dibandingkan dengan Miopia. Ambient Lighting on Astigmatisma Compared by Miopia Sufferer

FAKTOR FAKTOR RISIKO PAPARAN GAS KARBONMONOKSIDA (CO) TERHADAP KADAR KARBOKSIHEMOGLOBIN

BAB I PENDAHULUAN. teknologi dan perangkat komputer dalam menyelesaikan pekerjaan di

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

HUBUNGAN TINGKAT PENGGUNAAN SMARTPHONE DENGAN KEJADIAN MIOPIA PADA MAHASISWA KEPERAWATAN ANGKATAN VII STIKES CITRA HUSADA MANDIRI KUPANG

HUBUNGAN ANTARA POSTUR KERJA DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA BAGIAN PRESS DRYER UD. ABIOSO, BOYOLALI

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MAHASISWA TENTANG MUTU PELAYANAN POLIKLINIK DIAN NUSWANTORO DENGAN KEPUTUSAN PEMANFAATAN ULANG DI UPT POLIKLINIK DIAN

HUBUNGAN ANTARA FAKTOR RISIKO INDIVIDUAL DAN KOMPUTER TERHADAP KEJADIAN COMPUTER VISION SYNDROME LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH

SKRIPSI. Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Sains Terapan. Fahma Hakiki R

BAB 1 : PENDAHULUAN. efektif dalam arti perlunya kecermatan penggunaan daya, usaha, pikiran, dana dan

Hubungan Faktor-Faktor Individu, Kelompok dan Stres Kerja dengan Produktivitas Kerja pada Buruh Pemetik Cabai di UD. Sri Kundari Semarang 2013

HUBUNGAN ANTARA LAMA MENGETIK DENGAN KELUHAN CARPAL TUNNEL SYNDROME PADA PEKERJA RENTAL DI BELAKANG KAMPUS UNS

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. tidak berpasangan dengan pendekatan cross sectional yang

ABSTRAK FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI GANGGUAN MENSTRUASI PADA SISWI KELAS 2 SMA X KOTA BANDUNG TAHUN 2015

BAB 1 PENDAHULUAN. suatu pekerjaan. Komputer yang banyak digunakan oleh segala kalangan untuk

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang. Keluhan kelelahan mata menurut Ilmu Kedokteran adalah gejala

BAB IV HASIL PENELITIAN. 1. Karakteristik Responden Menurut Usia. responden adalah 9 tahun dan tertinggi 15 tahun. Selanjutnya distribusi

HUBUNGAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN MOTIVASI KERJA PEGAWAI BAGIAN SEKRETARIAT DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROVINSI SUMATERA BARAT

BAB 1 PENDAHULUAN. Nyeri Punggung Bawah (NPB) merupakan gangguan musculoskeletal yang

Kata Kunci : Lama Duduk, Sindroma Piriformis, Pemain Game Online

DAFTAR ISI. SAMPUL DALAM... LEMBAR PENGESAHAN... PENETAPAN PANITIA PENGUJI... iii KATA PENGANTAR... PERNYATAAN KEASLIAN PENELITIAN...

PERBEDAAN PRODUKTIVITAS KERJA PEMBATIK TULIS DENGAN MENGGUNAKAN KURSI KERJA ERGONOMIS DAN KURSI KERJA TIDAK ERGONOMIS DI INDUSTRI BATIK MASARAN SRAGEN

BAB I PENDAHULUAN. Di dalam era globalisasi sekarang ini aktivitas penduduk semakin meningkat, dalam

BAB 1 : PENDAHULUAN. konflik batin serta kondisi sakit yang diderita oleh tenaga kerja. (1)

ADLN -PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA SKRIPSI

BAB 1 PENDAHULUAN. muskuloskeletal yang sering terjadi dan menyebabkan penurunan produktivitas

PENGARUH PEMBERIAN STRETCHING

BAB I PENDAHULUAN. Pencapaian keselamatan dan kesehatan kerja tidak lepas dari peran

Putri AS, Saftarina F, Wintoko R Faculty of Medicine of Lampung University

BAB I PENDAHULUAN. dengan pekerjaan manual handling. Suatu hal yang sangat beralasan,

Ika Setyaningrum *), Suharyo**), Kriswiharsi Kun Saptorini**) **) Staf Pengajar Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro

BAB I PENDAHULUAN. Pesatnya perkembangan teknologi dewasa ini menjadikan seseorang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Keluhan muskuloskeletal adalah kerusakan pada bagian-bagian otot

BAB I PENDAHULUAN. menjadi lebih dominan dialami oleh para pekerja. secara fisik yang berat. Salah satu akibat dari kerja secara manual, seperti

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu bentuk teknologi yang beredar adalah gadget. Gadget tidak

* Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Sam Ratulangi Manado

PROFIL KONDISI FISIK MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU KEOLAHRAGAAN TAHUN ANGKATAN 2014 UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

GAMBARAN POSISI KERJA DAN KELUHAN GANGGUAN MUSCULOSKELETAL PADA PETANI PADI DI DESA KIAWA 1 BARAT KECAMATAN KAWANGKOAN UTARA

Transkripsi:

1 HUBUNGAN ANTARA JENIS KELAMIN, USIA, MASA KERJA, DAN POLA KERJA DENGAN KELUHAN COMPUTER VISION SYNDROME (CVS) PADA PEKERJA PENGGUNA KOMPUTER DI PT. ANUGERAH PHARMINDO LESTARI CABANG SEMARANG Silviana Putri Paramita 1, Zaenal Sugiyanto 2, Eni Mahawati 2 1 Alumni Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro Semarang 2 Staf Pengajar Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro Semarang Email : p_sylviana@yahoo.co.id ABSTRACT Computer Vision Syndrome (CVS) is vision problem related to use computer for long time, more than two hours and continuously. CVS is happened on computer user, internet user, and students. Based on presurvey on computer users, there were symptoms related to Computer Vision Syndrome ( CVS ), such as eye pain, watery eyes, blurred vision, and red eyes. This is explanatory research, with a cross cectional design. The numbers of samples were 50 people. Observation and interview by questionnaire were used for collecting data. MannWhitney test and Rank Spearman test were used for analyzing data. Results showed that symptoms related to CVS were double vision (66%) and eyes felt dry (100%). Mann Whitney test results showed that there was difference of CVS based on gender (pvalue 0.003) and Spearman rank test results showed that there were no relationships between age (pvalue 0.473), working period (pvalue 0.265) and CVS. There was relationship between work design and CVS (pvalue 0.008). Recommendation for respondents is relaxation by looking at others objects lied 6 meters for 1020 minutes after 2 hours, eyes position are straight ahead when use the computer, distance between eyes and monitor screen is 51, and do relaxation by walking. Keywords : Computer Vision Syndrome (CVS), computer, working period, work design ABSTRAK Computer Vision Syndrome (CVS) adalah gangguan kesehatan pada penglihatan yang diakibatkan oleh penggunaan komputer yang relatif lama yaitu lebih dari dua jam dan secara terusmenerus. CVS biasanya dialami oleh pekerja yang pekerjaannya (profesi) tidak terlepas dari penggunaan dan programmer komputer. Selain itu penggemar internet mahasiswa juga rentan mengalami sindrom ini. Dari hasil survey awal yang telah dilakukan oleh peneliti pada karyawan pengguna komputer, terdapat adanya keluhankeluhan yang termasuk dalam gejala Computer Vision Syndrome (CVS), yaitu antara lain mata pedih, mata berair, penglihatan kabur / buram, dan mata merah. Jenis penelitian ini adalah Explanatory Research yaitu penelitian yang menjelaskan hubungan antara variabel yang telah ditetapkan dengan menguji

2 hipotesis yang telah dirumuskan dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian sebanyak 50 orang. Metode pengumpulan data dengan cara metode observasi wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Mann Whitney dan uji Rank Spearman. Keluhan CVS yang paling sering dialami adalah gejala pandangan ganda, yaitu sebanyak 66 % dan gejala yang paling banyak tidak dikeluhkan yaitu gejala mata kering sebanyak 100%. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan ada perbedaan CVS berdasarkan jenis kelamin (pvalue 0,003), dan uji Rank Spearman menunjukkan tidak ada hubungan antara usia (pvalue 0,473), dan masa kerja (pvalue 0,265) dengan keluhan CVS, dan ada hubungan antara pola kerja (pvalue 0,008) dengan keluhan CVS. Disarankan bagi responden untuk memperbaiki pola kerja saat menggunakan komputer terutama untuk melakukan relaksasi / mengalihkan pandangan 6 meter selama 1020 menit setelah bekerja selama 2 jam, pandangan mata lurus ke depan saat menggunakan komputer, jarak mata 51 cm dari layar monitor, dan melakukan relaksasi dengan berjalan. Kata kunci : Computer Vision Syndrome (CVS), komputer, masa kerja, pola kerja PENDAHULUAN Ilmu pengetahuan yang terus berkembang akan senantiasa menghasilkan produkproduk teknologi yang baru. Tetapi dengan berkembangnya teknologi ini, memang tidak dapat terlepas dari dampak kesehatan. Ada yang baik dan ada yang buruk dan masih banyak juga faktor lain yang mempengaruhinya. 1 Komputer sudah menjadi bagian yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan bagi warga modern. Pemakaian komputer ini sudah sangat meluas, hampir disemua kegiatan manusia tidak terlepas dari pemakaian komputer. Manusia seolaholah sudah sangat tergantung pada kemampuan komputer yang memang diciptakan untuk membantu aktifitasnya. Namun tidak disadari, komputer dapat mendatangkan penyakit baik di mata, kepala ataupun badan. Karena kesibukannya yang tidak dapat dihindari, kadang seseorang terpaksa harus memaksakan dirinya berjamjam berada di depan komputer. 1 Gangguan pada bagian mata dan kepala kita sering disebut dengan computer vision syndrome (CVS), mulai dari nyeri atau sakit kepala, mata kering dan iritasi, mata lelah, hingga gangguan yang lebih serius dan lebih permanen seperti kemampuan fokus mata menjadi lemah, penglihatan kabur (astigmatisma, myopi, presbyopi), pandangan ganda, hingga disorientasi warna,dll.

3 Dari hasil riset yang dilakukan National Institute of Occupational Safety and Health (NIOSH) menunjukkan, hampir 88 persen dari seluruh pengguna komputer mengalami Computer Vision Syndrome (CVS), yaitu suatu kondisi yang timbul karena terlalu lama memfokuskan mata ke layar komputer. Kecenderungan CVS makin meningkat, Di Amerika, sekitar 7090 persen pengguna komputer menderita CVS. Apalagi mereka yang menggunakannya lebih dari empat jam sehari. Dari hasil survey awal yang peneliti lakukan pada karyawan pengguna komputer yang berjumlah 50 orang, terdapat adanya keluhankeluhan yang termasuk dalam gejala computer vision syndrome (CVS), yaitu antara lain mata pedih, mata berair, penglihatan kabur/buram, dan mata merah. Didasarkan hasii observasi dan wawancara dengan pekerja, yang diamati menjadi kesimpulan bagi peneliti untuk melakukan penelitian hubungan antara jenis kelamin, usia, masa kerja, dan pola kerja dengan keluhan Computer Vision Syndrome (CVS) pada pekerja pengguna komputer di PT. Anugerah Pharmindo Lestari cabang Semarang. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adlaah untuk mengetahui hubungan antara jenis kelamin, usia, masa kerja, dan pola kerja dengan keluhan Computer Vision Syndrome (CVS) di PT. Anugerah Pharmindo Lestari cabang Semarang. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian Explanatory Research dengan pendekatan Cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Anugerah Pharmindo Lestari Cabang Semarang dan waktu pelaksanaan pada bulan januari 2014. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Anugerah Pharmindo Lestari cabang Semarang berjumlah 130 orang. Sedangkan sampel yang diambil adalah karyawan yang bekerja dengan menggunakan komputer sebanyak 50 orang. Karena jumlah karyawan yang bekerja menggunakan komputer berjumlah 50 orang.

4 HASIL PENELITIAN 1.Jenis Kelamin Responden Tabel 1 Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin Pada Karyawan Pengguna Komputer di PT. Anugerah Pharmindo Lestari cabang Semarang Jenis Kelamin Frekuensi Persentase (%) Lakilaki 29 58% Perempuan 21 42% Jumlah 50 100 Berdasarkan tabel 1 diatas menunjukan bahwa responden dengan jenis kelamin lakilaki sebanyak 29 orang (58%) dan perempuan sebanyak 21 orang (42%) 2. Usia Responden Tabel 2 Statistik Deskriptif Usia Karyawan Pengguna Komputer di PT. Anugerah Pharmindo Lestari cabang Semarang Variabel Mean Median Standar deviation Minimum Maximum Usia (tahun) 38 37 7 26 53 Berdasarkan tabel 2 di atas menunjukan nilai ratarata usia responden adalah 38 tahun dengan nilai tengah 37 tahun dengan standar deviasi sebesar 7. Usia terendah responden yaitu 26 tahun dan usia tertinggi yaitu 53 tahun. 3. Masa Kerja Responden Tabel 3 Distribusi Frekuensi Masa Kerja Pada Karyawan Pengguna Komputer di PT. Anugerah Pharmindo Lestari cabang Semarang Variabel Mean Median Standar deviation Minimum Maximum Masa Kerja (tahun) 7 6 5 2 27

5 Berdasarkan tabel 3 diatas menunjukan nilai ratarata masa kerja responden adalah 7 tahun dengan nilai tengah 6 tahun dengan standar deviasi sebesar 5. Masa kerja terendah responden yaitu 2 tahun dan masa kerja tertinggi yaitu 27 tahun. 4. Pola Kerja Responden Tabel 4 Instrumen Pola Kerja No Instrumen Frekuensi Persentase 1. Posisi duduk saat bekerja. 2 a. Pandangan lurus ke depan Pandangan lurus ke depan Menunduk Mendongak ke atas b. Jarak mata 51 cm ke monitor 51 cm < 51 cm c. Monitor Sejajar dengan mata Sejajar Tidak sejajar d. Objek didekatkan dengan monitor Didekatkan dengan monitor Tidak di dekatkan dengan monitor Pencahayaan/kesilauan a. Cahaya cukup terang Cukup Kurang b. Tidak ada pantulan cahaya ke monitor Tidak ada Ada c. Cahaya monitor tidak menyilaukan Tidak menyilaukan Menyilaukan 3. Ratarata kerja 5 jam / hari 5 jam / hari > 5 jam / hari 4. Relaksasi a. mengalihkan pandangan 6 meter selama 1020 menit setelah kerja 2 jam 28 11 11 32 18 26 24 32 18 50 50 50 5 45 56% 22% 22% 64% 36% 52% 48% 64% 36% 100% 100% 100% 10% 90%

6 Ya Tidak b. Kebiasaan berkedip Sering Jarang Tidak pernah c. Relaksasi otot Relaksasi di tempat duduk Relaksasi dengan berjalan 36 72% 14 28% Berdasarkan tabel 4 di atas menunjukan bahwa relaksasi mata responden masih kurang yaitu sebanyak 44 orang (88%). Tabel 5 Hasil Pola Kerja 6 44 5 45 12% 88% 10% 90% Kategori Frekuensi Persentase Ergonomis 0 0% Tidak ergonomis 50 100% Berdasarkan tabel 5 di atas menunjukan bahwa pola kerja dengan kategori tidak ergonomis sebanyak 50 orang dengan persentase 100%. Hasil kategori didapat dari pemberian skor pada instrument penelitian. Jika skor total 11 dikategorikan ergonomis dan jika skor > 11 di kategorikan tidak ergonomis. 5. Keluhan CVS Tabel 6 Keluhan CVS Jenis Gejala Ya Tidak % % Kelelahan Mata 1 2% 49 98% Pandangan Kabur 12 24% 38 76% Sakit Kepala 20 40% 30 60% Mata Kering 0 0% 50 100% Sakit leher, bahu, dan punggung 12 24% 38 76% Pandangan Ganda 33 66% 17 34% Berdasarkan tabel di atas diperoleh hasil bahwa gejala CVS yang paling banyak dikeluhkan oleh responden adalah pandangan ganda, yaitu berjumlah 33 orang dengan persentase 66% sedangkan gejala CVS yang tidak banyak dikeluhkan oleh responden adalah mata kering.

7 Tabel 7 Ringkasan Hasil No Variabel Penelitian Uji Statistik pvalue Kesimpulan 1 Perbedaan skor keluhan CVS berdasarkan jenis kelamin Uji Mann Whitney 0,003 Ada perbedaan antara skor skor keluhan CVS berdasarkan jenis 2 Hubungan antara usia dengan keluhan CVS 3 Hubungan antara masa kerja dengan keluhan CVS Uji Rank Spearman Uji Rank Spearman kelamin 0,473 Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan keluhan CVS 0,265 Tidak ada hubungan antara masa kerja dengan keluhan CVS 4 Hubungan antara pola kerja dengan keluhan CVS Uji Rank Spearman 0,008 Ada hubungan antara pola kerja dengan keluhan CVS PEMBAHASAN 1. Perbedaan Skor Keluhan CVS Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin merupakan salah satu faktor pendukung terjadinya kejadian CVS. Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa kejadian CVS pada perempuan lebih banyak dari pada lakilaki walaupun tidak berbeda secara bermakna. 2 Secara fisiologis, lapisan tear film pada perempuan cenderung lebih cepat menipis seiring dengan meningkatnya usia. Penipisian tear film menyebabkan mata terasa kering, yang juga merupakan salah satu gejala CVS. Hal ini tidak sesuai dengan penelitian ini yang menunjukan bahwa jenis kelamin lakilaki yang lebih banyak mengalami keluhan CVS dengan jumlah 26 orang. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji Mann Whitney, diketahui nilai Z sebesar 3,021 dan pvalue sebesar 0,003 dimana pvalue tersebut lebih kecil dari 0,05 sehingga dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa ada perbedaan skor keluhan CVS berdasarkan jenis kelamin karyawan pengguna komputer di PT. Anugerah Pharmindo Lestari Cabang Semarang. 2. Hubungan Antara Usia Dengan Keluhan CVS Usia berkaitan dengan kinerja, pada usia yang meningkat akan diikuti dengan proses degenerasi organ tubuh sehingga kemampuan organ akan

8 menurun. Salah satunya adalah kemampuan panca indera seperti mata. Penurunan kemampuan panca indera mata menyebabkan karyawan mengalami gangguan penglihatan. Data hasil penelitian diketahui usia minimal 26 tahun dan usia maksimal 53 tahun dengan. Angka keluhan CVS terbanyak terdapat pada responden dengan kelompok usia 34 47 tahun. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji Rank Spearman, diketahui nilai r sebesar 0,104 dan pvalue sebesar 0,473 dimana pvalue tersebut lebih besar dari 0,05 sehingga dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa tidak ada hubungan antara usia dengan keluhan CVS pada karyawan pengguna komputer di PT. Anugerah Pharmindo Lestari Cabang Semarang. Hasil ini berbeda dengan studi oleh Das et al. yang menyebutkan bahwa usia lebih 40 tahun mengeluhkan ketidaknyamanan akibat penggunaan komputer dengan tingkat tertinggi dibandingkan dengan kelompok usia lain karena berkaitan dengan proses penuaan (sehingga terjadi perubahan anatomi dan penurunan fungsi tubuh). 3. Hubungan antara Masa Kerja dengan Keluhan CVS Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji Rank Spearman, diketahui nilai r sebesar 0,161 dan pvalue sebesar 0,265 dimana pvalue tersebut lebih besar dari 0,05 sehingga dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa tidak ada hubungan antara masa kerja dengan keluhan CVS pada karyawan pengguna komputer di PT. Anugerah Pharmindo Lestari Cabang Semarang. Hasil ini berbeda dengan pendapat Sheedy ( dalam siti harilza zubaidah, 2012) yang mengemukakan bahwa masa kerja seseorang yang bekerja dengan komputer dapat mengakibatkan keluhan serius pada mata. Keluhan yang sering diungkapkan oleh pekerja komputer adalah kelelahan mata (yang merupakan gejala awal), mata terasa kering, mata terasa terbakar, pandangan menjadi kabur, penglihatan ganda, sakit kepala, nyeri pada leher, bahu dan otot punggung dan tekanan darah tidak normal. 3 4.. Hubungan antara Pola Kerja dengan Keluhan CVS Pola kerja adalah kebiasaan yang dimiliki oleh seseorang saat sedang bekerja, dalam penelitian ini, terdapat beberapa instrumen pola kerja yang diteliti sebelum dikategorikan, yaitu pola kerja ergonomis jika jumlah skor 11 dan tidak

9 ergonomis jika jumlah skor >11. Skor 11 didapat dari jumlah pertanyaan berjumlah 11 yang jika setiap pertanyaan sesuai standar (ergonomis) mendapat skor 1. Instrumen pola kerja tersebut antara lain meliputi posisi duduk saat bekerja, pencahyaan/kesilauan, ratarata kerja 5 jam, dan relaksasi. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji Rank Spearman, nilai r sebesar 0,369 dan pvalue sebesar 0,008 dimana pvalue tersebut lebih kecil dari 0,05 sehingga dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa ada hubungan antara pola kerja dengan keluhan CVS pada karyawan pengguna komputer di PT. Anugerah Pharmindo Lestari Cabang Semarang. Psihogios (dalam azkadina dan amira, 2012) mengemukakan bahwa posisi monitor yang sejajar dengan mata merupakan posisi yang terbaik untuk meminimalisasi terjadinya keluhan CVS. 4 Pada penelitian yang sudah dilakukan didapatkan hasil posisi duduk yang sejajar berjumlah 26 orang (lebih dari setengah jumlah responden), hal ini menunjukan bahwa kebanyakan responden posisi duduknya sudah tepat dan dapat meminimalisasi keluhan CVS. Nilai RPA (resting point of accommodation) masingmasing individu bervariasi antara 2037 inch (50,8 cm 93 cm). Kebiasaan memfokuskan objek penglihatan pada jarak yang lebih pendek dari RPA yang seharusnya, seperti pada pekerja komputer, dapat memicu stress pada mata. 4 Pada penelitian yang sudah dilakukan responden dengan jarak mata 51 cm sebanyak 32 orang (64 %). Hal ini menunjukan bahwa sebagian besar responden sudah memenuhi nilai RPA yang dianjurkan. Studi yang dilakukan oleh Tribley mengemukakan bahwa istirahat bisa dilakukan selama 1020 menit setelah bekerja menggunakan komputer selama 12 jam. Dari hasil penelitian didapat bahwa relaksasi responden masih kurang yaitu 44 orang (88%) tidak melakukan relaksasi 1020 menit setelah bekerja dalam waktu 12 jam. KESIMPULAN Dari hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Keluhan CVS terbanyak terdapat pada gejala pandangan ganda, yaitu sebayak 66% dan keluhan CVS paling sedikit terdapat pada gejala mata kering sebanyak 0%.

10 2. Responden lakilaki sebanyak 29 orang. Dengan usia ratarata 38 tahun, Masa kerja ratarata 8 tahun, dan skor pola kerja ratarata adalah 16 (dari skor 11 21). 3. Pola kerja seluruh responden masih kurang (tidak ergonomis) terutama pada instrumen relaksasi, yaitu 44 orang (88%) responden tidak melakukan relaksasi/mengalihkan pandangan selama 1020 menit setelah bekerja 12 jam, monitor tidak sejajar 24 orang (48 %), dan jarak mata < 51 cm 18 orang (36%). 4. Hasil Uji Statistik menunjukan hasil : a. Ada perbedaan keluhan CVS berdasarkan jenis kelamin (pvalue 0,003) b. Tidak ada hubungan antara usia dengan keluhan CVS (pvalue 0,473) c. Tidak ada hubungan antara masa kerja dengan keluhan CVS (pvalue 0,265) d. Ada hubungan antara pola kerja dengan keluhan CVS (pvalue 0,008) SARAN 1. Bagi Karyawan a. Waktu kerja dengan komputer secara terusmenerus selama 5 jam/hari seharusnya diikuti dengan relaksasi mengalihkan pandangan 6 meter selama 10 20 menit. b. Sebaiknya pandangan mata lurus kedepan pada saat bekerja menggunakan komputer. c. Jarak mata yang baik seharusnya 51 cm dari layar monitor komputer. d. Sebaiknya relaksasi yang dilakukan oleh karyawan adalah relaksasi dengan berjalan. 2. Bagi Perusahaan Sebaiknya layar komputer dilengkapi dengan screen filter agar cahaya yang dipancarkan layar monitor tidak terlalu terang. DAFTAR PUSTAKA 1. Umayah, Siti. Berbagai Faktor Yang Berhubungan Dengan Gejala Computer Vision Syndrome (CVS) Pada Pegawai Rental Komputer Di KelurahanPendrikan Kidul, Semarang. 2000.

11 2. Blehm C, Vishnu S, Khattak A, Mitra S, Yee RW. Computer vision syndrome: a review. J Surv Ophthal. 2005; 50(3) : 253262. 3. Harilza, Siti Zubaidah, Pengaruh Lama Terpapar Dan Jarak Monitor Komputer Terhadap Gejala Computer Vision Syndrome Pada Pegawai Negeri Sipil di Kantor Pemerintah Kota Medan. Universitas Sumatera Utara. Medan. 2012. 4. Azkadina, Amira. Hubungan Antara Faktor Risiko Individual Dan Komputer Terhadap Kejadian Computer Vision Syndrome. Semarang. 2012.