BAB I GAMBARAN UMUM KELUARGA DAMPINGAN Manusia pada dasarnya merupakan mahkluk social yang dimana mereka tidak dapat hidup sendiri dan maka dari itu mereka memilih untuk hidup berkelompok. Hidup manusia sangat bergantung pada situasi kelompok dan situasi alam dimana ia bertempat tinggal. Kehidupan manusia yang berkelompok inilah yang sering dikatakan sebagai kehidupan berkeluarga. Keluarga adalah orang orang yang memiliki ikiatan darah maupun ikatan batin sehingga memiliki tujuan yang sama dalam kehidupan. Setiap keluarga memiliki tujuan yang jelas dalam hidupnya, yaitu mensejahterakan kehidupan keluarganya. Kesejahteraan keluarga bukan hanya dilihat dari aspek ekonomi semata, melainkan terdapat aspek social, aspek pendidikan, aspek prasarana fisik dalam keluarga. Seringkali dalam kehidupan berkeluarga banyak mengalami kekurangan dalam aspek aspek tersebut. Kekurangan tersebut sering menjadi halangan bagi setiap keluarga untuk menuju kehidupan yang sejahtera. Program Pendampingan Keluarga (PPK) merupaka n program unggulan yang dikembangkan sebagai muatan lokal dalam pelaksanaan program KKN PPM di Universitas Udayana Periode XIII. PPK merupakan program pokok non-tema yang wajib dilaksanakan oleh setiap mahasiswa peserta KKN-PPM yang bersifat individu. Maksud dari program PPK adalah membantu pemberdayaan keluarga melalui penerapan ilmu dan teknologi dalam bidang wirausaha, pendidikan, keterampilan, KB dan kesehatan, serta pembinaan lingkungan untuk membangun keluarga yang bahagia dan sejahtera. Tujuan PPK adalah untuk meningkatkan kepedulian dan kemampuan mahasiswa mempelajari dan mengatasi permasalahan keluarga melalui bantuan penyusunan rencana dan pendampingan pada pelaksanaan program yang inovatif dan kreatif melalui penerapan ilmu dan teknologi bersama masyarakat dan lembaga pedesaan lainnya. Adapun sasaran PPK ini adalah Rumah Tangga Sasaran (RTS) atau keluarga yang tergolong ke dalam keluarga pra sejahtera (Pra-KS) sehingga perlu pendampingan agar keluar dari ketertinggalannya.
Program KK Dampingan dilaksanakan di Desa Sulangai kecamatan Petang Kabupaten Badung. Desa Sulangai sendiri dibagi menjadi 3 desa adat, terbagi diantaranya dengan 7 banjar dinas dan 6 banjar adat. 1. Desa Adat Sulangai a. Banjar Dinas Abing b. Banjar Dinas Sulangai c. Banjar Dinas Wanekeling d. Banjar Dinas Wanasari 2. Desa Adat Batulantang a. Banjar Dinas Batulantang 3. Desa Adat Sandakan a. Banjar Dinas Sandakan b. Banjar Dinas Sandakan Kangin Pada program KKN PPM di Universitas Udayana Periode XIII Tahun 2016 beranggotakan 16 orang mahasiswa Universitas Udayana dari berbagai fakultas dan jurusan yang terdapat dalam Universitas Udayana. Dari 16 mahasiswa/i tersebut terdapat diantaranya 11 mahasiswa dan 5 mahasiswi. Berdasarkan arahan dari Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat Universitas Udayana setiap mahasiswa/i peserta KKN PPM Universitas Udayana Periode XIII Tahun 2016 memiliki satu KK Dampingan. Setiap mahasiswa/i wajib melakukan pendampingan kepada KK Dampingan yang telah ditunjuk oleh perngkat desa disetiap banjar dinas. KK Dampingan sendiri terbagi disetiap banjar dinas yang terdapat di Desa Sulangai yang dibagi berdasarkan KK miskin yang terdapat disetiap banjar. Penulis sendiri mendapatkan KK Dampingan dari Banjar Dinas Abing yang ditunjuk langsung oleh Kelian Banjar Dinas Abing yaitu Bpk. I Nyoman Adi Sumadara. Penulis mendapatkan KK Dampingan dari Banjar Dinas Abing, yaitu Keluarga Bpk. I Nyoman Asa. 1.1 Profil Keluarga Dampingan
Salah satu kegiatan KKN PPM Periode XIII Universitas Udayana Tahun 2016 ini adalah Program Keluarga Dampingan. Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat. KKN PPM merupakan wujud nyata dari pembelajaran terhadap mahasiswa untuk menerapkan segala ilmu yang sudah didapatkan selama belajar di perguruan tinggi. KKN PPM merupakan bentuk pendidikan yang penting untuk melatih mahasiswa hidup di tengah-tengah masyarakat, menerapkan pengalaman dan ilmunya untuk mengatasi segala masalah pembangunan di masyarakat dan masalah-masalah inilah yang akan diidentifikasi yang kemudian disusun untuk dijadikan progam dari kerja KKN PPM. Salah satu dari progam yang diprioritaskan pada KKN PPM Universitas Udayana adalah program KK dampingan. Dalam program KK Dampingan, mahasiswa diwajibkan untuk mendampingi satu keluarga. Mahasiswa berperan sebagai pendamping keluarga yang akan mengidentifikasi masalah dan memecahkan atau mencari jalan keluar dari masalah yang dihadapi oleh keluarga dampingan. Keluarga yang didampingi mahasiswa adalah keluarga yang termasuk dalam kriteria keluarga prasejahtera atau keluarga kurang sejahtera, sehingga dengan adanya mahasiswa dapat meningkatkan kesejahteraan baik dalam bidang ilmu pengetahuan serta wawasan. Pada periode KKN PPM Periode XIII ini penulis mendapat kesempatan untuk mendampingi salah satu keluarga yang ada di Banjar Dinas Abing, Desa Sulangai yang bernama Bapak I Nyoman Asa yang memiliki satu anak. Adapun Profil keluarga dampingan yang penulis dampingi adalah sebagai berikut : No Nama Status Tgl Lahir Pendidikan Pekerjaan 1 I Nyoman Asa Suami/Kepal a Keluarga 31-12-1963 Tamat SLTP/seder ajat Buruh 2 Ni Wayan Winten Istri 31-12-1965 Tamat SD/sederaja t Buruh 3 Nyoman Bedik Saudara Perempuan 31-12-1965 SD Kelas VI Buruh
4 I Komang Wiasta Anak Laki laki 11-12-2005 SD Kelas V Pelajar Bapak I Nyoman Asa bersama anggota keluarga bertempat tinggal di Banjar Dinas Abing, Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Anggota keluarga yang tinggal di dalamnya sebanyak 4 (empat) orang yaitu Istri dari bapak I Nyoman Asa yaitu Ibu Ni Wayan Winten, Kakak Perempuan dari Bapak I Nyoman Asa yaitu Nyoman Bedik serta 1 orang anak laki lakinya yaitu Komang Wiasta. Rumah bapak Nyoman Asa tergolong sangat sederhana, yaitu berada disebuah pekarangan dengan beberapa KK yang tinggal bersama didalamnya. Di Pekarangan tersebut tinggal beberapa KK yang masih menjadi keluarga dari Pak Nyoman Asa dengan kondisi pekarangan yang sangat sempit yang kurang lebih dengan luas 1 meter saja. Pekerjaan dari Bapak Nyoman Asa adalah sebagai buruh pencari daun pohon aren. Sedangkan istri dan Kakak Perempuan dari Bapak Nyoman Asa yaitu Ni Wayan Winten dan Ni Nyoman Bedik bekerja sebagai buruh kupas ijuk yang tersebar di wilayah sekitar Desa Sulangai. Sedangkan anak laki laki dari Bapak Nyoman Asa yaitu Komang Wiasta masih duduk di bangku sekolah dasar kelas 5 di SD N 3 Sulangai. Penghasilan perbulan dari seorang buruh pencari daun aren tidak menentu, bahkan dikala musim hujan Pak Nyoman Asa sering kali tidak bisa bekerja mencari daun aren, karena kesulitan pada saat pemanjatan pohon aren itu sendiri. Keadaan tersebut membuat Pak Nyoman Asa mencari penghasilan lain dari mengupas ijuk yang tersebar di wilayah Desa Sulangai. Penghasilan dari Bapak Nyoman Asa rata rata seharinya sebesar Rp. 40.000,-/hari. Sedangkan penghasilan dari istri dan kakak perempuan dari Pak Nyoman yang sebagai buruh kupas ijuk rata rata sebesar Rp. 30.000,-/hari tergantung dari hasil tangkapan dan biasanya tangkapan banyak atau tidaknya dipengaruhi oleh musim namun rata rata setiap melaut Bapak Nyoman mendapatkan penghasilan kurang lebih Rp. 40.000/hari sedangkan bila tangkapan sedang bagus biasanya bisa mendapat penghasilan sampai Rp. 100.000 dalam sekali melaut. Sementara penghasilan yang didapatkan tidak sebanding dengan pengeluaran yang dikeluarkan. 1.2 Ekonomi Keluarga Dampingan
Ekonomi Keluarga Dampingan dijelaskan menjadi dua pokok yaitu pendapatan keluarga dan pengeluaran keluarga. 1.2.1 Pendapatan Keluarga Keluarga I Nyoman Asa merupakan salah satu dari keluarga yang tinggal di lingkungan Banjar Dinas Abing yang berada pada situasi kurang mampu (ekonomi menengah ke bawah). Pendapatan Keluarga Bapak I Nyoman Asa yang bekerja sebagai buruh pencari daun pohon aren. Daun tersebut biasanya dikirim kepada pengepul diwliayah Desa Antiga. Bapak Nyoman Asa memiliki penghasilan kurang lebih Rp 40.000/hari. Namun penghasilan tersebut tidak menentu, hal ini disebabkan oleh tidak menentunya cuaca disekitar desa. Pada saat musim hujan Pak Nyoman kesulitan dalam melakukan pekerjaannya karena pohon aren yang biasanya dipanjat licin sehingga kesulitan untuk dipanjat, maka dari itu Pak Nyoman sering menjadi buruh kupas ijuk. Sedangkan untuk istri dan kakak perempuan dari Pak Nyoman Asa yaitu, Ni Wayan Winten dan Ni Nyoman Bedik bekerja sebagai buruh kupas ijuk yang berada disekitaran willayah Desa Sulangai mendapatkan penghasilan sebesar Rp. 30.000,-/hari. Untuk anak laki laki dari Pak Nyoman Asa masih duduk dibangku sekolah dasar kelas 5 di SD N 3 Sulangai sehingga belum bisa mencari penghasilan sendiri. 1.2.1.1 Sumber Pendapatan Pendapatan yang diperoleh dari Bapak I Nyoman Asa hanya berasal dari hasil bekerja menjadi Buruh sedangkan istri dan kakaknya menjadi buruh kupas ijuk. 1.2.2 Pengeluaran Keluarga Keluarga Bapak I Nyoman Asa tergolong dalam keluarga dengan ekonomi rendah yang dalam pemenuhan kebutuhannya terbatas pada pemenuhan kebutuhan primer saja seperti kebutuhan sehari-hari, kesehatan, dan pendidikan. Untuk kesehariannya keluarga dari Pak Nyoman Asa harus mengeluarkan dana sebanyak Rp. 40.000,-/hari. 1.2.2.1 Kebutuhan Sehari Hari Kebutuhan sehari-hari Bapak I Nyoman Asa terdiri dari pembayaran listrik, air, dan kebutuhan pangan. Adapun rincian pengeluaran Bapak I Nyoman Asa untuk 1 bulan yaitu : Pengeluaran setiap bulan - Kebutuhan Sehari-hari Dengan rincian sebagai berikut.
- Makan sehari-hari Rp. 30.000 x 30 hari :Rp 900.000/bulan - Membuat Canang Rp 5.000 x 30 hari : Rp 150.000/bulan - Uang saku anak sekolah Rp. 5.000 x 25 hari: Rp. 125.000/bulan : Rp. 1.175.000/bulan - Biaya Listrik : Rp. 30.000/bulan - Biaya Air : Rp. 60.000/bulan Total pengeluaran satu bulan 1.2.2.2 Pendidikan : Rp. 1.265.000/bulan Pengeluaran dari keluarga Bapak I Nyoman Asa jika dilihat dari segi pendidikan hanya digunakan untuk membayar buku tulis dan uang saku kedua anaknya, sedangkan untuk biaya sekolah lebih mengandalkan uang beasiswa yang sudah sering didapat oleh anaknya. 1.2.2.3 Kesehatan Selain pengeluaran harian dan bulanan, terdapat pengeluaran yang sifatnya tak terduga yakni di bidang kesehatan. Tingkat kesehatan keluarga Bapak I Nyoman Asa terbilang baik, anggota keluarga beliau jarang sakit. Namun, apabila ada anggota keluarga yang sakit dan membutuhkan biaya yang besar, maka Bapak I Nyoman Asa akan menggunakan fasilitas asuransi BPJS Kesehatan yang beliau miliki. Jadi untuk masalah kesehatan, setidaknya keluarga ini telah terbantu dengan kesadaran dari Bapak I Nyoman Asa. 1.2.2.4 Kerohanian Selain pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari, pendidikan, dan kesehatan adapula kebutuhan rohani. Keluarga Bapak I Nyoman Asa terbiasa membuat prasarana sembahyang berupa canang sendiri, jadi menghemat pengeluaran. Adapun pengeluaran berupa banten yang cukup banyak tiap bulannya.