BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III PROFIL PERUSAHAAN. Mei 1886 oleh John Styth Pemberton, seorang ahli farmasi dari Atlanta,

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN PT. COCA-COLA AMATIL INDONESIA (CCAI)

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN. penelitian yaitu kualitas relasi antara PT. Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI)

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Coca-cola pertama kali diciptakan oleh John Stith Pemberton yang

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB IV PROFIL PERUSAHAAN

BAB II DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Georgia Amerika Serikat peristiwa bersejarah ini seiring waktunya dengan berdirinya

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II PROFIL PERUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN. Mei 1886 oleh John Styth Pemberton, seorang ahli farmasi dari Atlanta,

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI PENGOLAHAN PANGAN PROSES PENGOLAHAN MINUMAN KARBONASI DI PT. COCA-COLA BOTTLING INDONESIA CENTRAL JAVA

BAB I PENDAHULUAN. banyak, baik dalam jumlah maupun jenisnya. Perusahaan-perusahaan saling

BAB III ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. John Styth Pemberton, adalah seorang ahli farmasi yang pertama kali

BAB II GAMBARAN UMUM DAN PROFILE PERUSAHAAN COCA-COLA AMATIL INDONESIA CENTRAL JAVA. Gambar 2.2. Merek The Coca-cola Company

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN. oleh PT. Coca Cola Indonesia terdiri dari gula murni, air bersih, dan gas CO2.

BAB I PENDAHULUAN. dan merebut pangsa pasar (market share). Agar mampu bersaing dalam merebut

BAB I PENDAHULUAN. Priestley, seorang ilmuwan dari Amerika Serikat menemukan bahwa CO2 yang

BAB 1 PENDAHULUAN. ahli farmasi dan ahli minuman dari Atlanta, Georgia, Amerika serikat pada bulan. jumlah dengan kemasan botol yang lebih praktis.

PROSES PENGOLAHAN DAN ANALISA MUTU SIMPLE SYRUP DAN FINISH SYRUP SPRITE PT.COCA-COLA BOTTLING INDONESIA CENTRAL JAVA

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB II DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN. PT ADES Alfindo Putrasetia Tbk.PT ADES Alfindo Putrasetia Tbk.,

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN. kesejahteraan dan perekonomian mereka masing-masing, sedangkan untuk

BAB III OBJEK PENELITIAN

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG

PERAN PUBLIC RELATIONS DALAM KEGIATAN EKSTERNAL PT. COCA COLA BOTTLING INDONESIA CENTRAL JAVA KJJJJ. Oleh : LINARIA FARANTIKA D

: PT. SUNAN DRAJAT LAMONGAN (SDL)

BAB I PENDAHULUAN. PT. Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) merupakan salah satu perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. sebagai merek dagang di tahun 1886, pada tahun 1892 Coca-Cola telah terjual. tahun 1945, Coke resmi menjadi merek dagang terdaftar.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

TATA LETAK PABRIK. A. Lokasi Pabrik. Penentuan lokasi pabrik adalah salah satu hal yang terpenting dalam

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini minuman isotonik sedang berkembang pesat di Indonesia pada

BAB I PENDAHULUAN. yang lainnya. Merek merupakan intangible asset yang nilainya lebih mahal dan lebih

yang dapat ditukarkan untuk mencicipi satu minuman cuma-cuma. Pada 1892, Pemberton menjual hak cipta Coca-Cola ke Asa G.

BAB. VII LOKASI DAN TATA LETAK PABRIK

BAB I PENDAHULUAN. Persaingan di bidang usaha saat ini semakin kompetitif sehingga

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

repository.unimus.ac.id

BAB I PENDAHULUAN. Coca-Cola adalah perusahaan global yang beroperasi pada skala lokal.coca-cola

EVALUASI KONDlSl PERSEDIAAN BOTOL Dl GUDAN6 DAN KAPASITAS ANGKUTAN Dl PT. DJAJA BEVERAGES BOTTLING COMPANY, JAKARTA

EVALUASI KONDlSl PERSEDIAAN BOTOL Dl GUDAN6 DAN KAPASITAS ANGKUTAN Dl PT. DJAJA BEVERAGES BOTTLING COMPANY, JAKARTA

RANCANGAN DISTRIBUSI DAN TRANSPORTASI CARBONATED SOFTDRINK DENGAN KAPASITAS ml/hari

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN. seorang apoteker dari Atlanta Georgia, Amerika Serikat, yang bernama Dr.John

MAKALAH ANALISIS VISI DAN MISI PT. COCA-COLA AMATIL INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Medan merupakan salah satu anak. perusahaan dari The Coca-Cola Company yang bergerak dalam bidang

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Situasi pasar saat ini semakin kompetitif dengan persaingan yaang

I. PENDAHULUAN. Minuman ringan (soft drink) adalah minuman yang tidak mengandung. alkohol, merupakan minuman olahan dalam bentuk bubuk atau cair yang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Perusahaan: PT. Coca-Cola Bottling Indonesia (West Java-Sales Center- I. Wawancara Pemahaman atas Keadaan Umum Perusahaan

II. TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN A. SEJARAH DAN PERKEMBANGAN PERUSAHAAN

VII. TATA LETAK PABRIK

BAB I PENDAHULUAN. Berawal dari nama PT. Asia Victory Industry, Ltd. (AVI), PCI resmi berganti nama menjadi

DAFTAR PERTANYAAN. 1. Apa yang diproduksi oleh PT. Coca Cola Bottling Indonesia cabang

MEMPELAJARI TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI PT. COCA-COLA BOTLING INDONESIA. Disusun Oleh :

BAB IV GAMBARAN UMUM HONDA SALATIGA JAYA

BAB II GAMBARAN UMUM WILAYAH PERENCANAAN

BAB I PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha

PROSEDUR PENYIMPANAN BARANG SPARE PART UNTUK MESIN PRODUKSI DI PT. COCA COLA AMATIL INDONESIA CENTRAL JAVA

BAB V PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. Pelatihan

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Telp

VII. TATA LETAK DAN LOKASI PABRIK. dan dapat memberikan keuntungan-keuntungan lain. Beberapa hal yang

VII. TATA LETAK PABRIK

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sebagai Coca-Cola. Frank M. Robinson, sahabat sekaligus akuntan John,

Lampiran Wawancara. bisa dibaca pada sejarah perusahaan yang saya berikan.

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. 4.1 Sejarah Singkat Berdirinya PT. Suka Fajar Pekanbaru

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Kecamatan Bawen-50661, Kabupaten Semarang Jawa Tengah ini mulai berdiri

BAB II DESKRIPSI PT.MIDI UTAMA INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Indonesia merupakan negara yang beriklim tropis sehingga terdapat

BAB I PENDAHULUAN. Era globalisasi yang tidak mengenal batas membuat dunia bisnis harus dapat

MEMPELAJARI TEKNOLOGI PROSES PRODUKSI DAN PENGENDALIAN MUTU DI PT. COCA COLA AMATIL JAKARTA

SANITASI AREA PRODUKSI HOT FILLING DAN COLD FILLING LINE 8 DI PT COCA-COLA AMATIL INDONESIA CENTRAL JAVA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. pemilihan produk untuk dikonsumsi. Hal ini disebabkan oleh perkembangan

BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

Certificate No.: QSC 0240 & The Royale Krakatau, 25 September 2014

IV. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Botol botol yang digunakan oleh PT. Bangun Wenang Beverage

MAGANG TENTANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI PT COCA-COLA BOTTLING INDONESIA CENTRAL JAVA SEMARANG

BABI PENDAHULUAN. PT. United Waru Biscuit Manufactory (PT. UBM) pada awalnya adalah

BAB I PENDAHULUAN. perencanaan produksi. Perencanaan produksi berhubungan dengan penentuan

BAB 1 PENDAHULUAN. menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya over budget. Peletakkan lantai

VII. LOKASI DAN TATA LETAK PABRIK

VII. TATA LETAK PABRIK

BAB III PROFIL PERUSAHAAN. perusahaan PT PAMINDO TIGA T, berdiri dengan bangga pada kesempatan pada

BAB V KONSEP DAN PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR

V. GAMBARAN UMUM MINUTE MAID PULPY

Transkripsi:

BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Profil Perusahaan Nama Perusahaan : PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Central Java Alamat Perusahaan : Jl. Raya Soekarno-Hatta Km 30 Harosari, Bawen, Kab. Semarang 50501, Jawa Tengah Telepon : (0298) 523333 Fax : (0298) 522303 Tahun Berdiri : 1976 Perintis : (alm) Partogius Hutabarat dan Mugijanto Pemilik : PT. Coca-Cola Amatil Limited (CCAL) - Australia Jenis Perusahaan : Joint Venture Produk Utama : Carbonated Soft Drink (CSD) dan Noncarbonated Soft Drink Jumlah Pekerja : ± 1.000 orang Luas Pabrik : ± 8,5 Ha 2.2 Visi dan Misi PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Central Java 2.2.1 Visi Perusahaan a) Menciptakan bisnis yang berwawasan lingkungan Sebagai rasa tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan serta kepedulian sosial, maka perusahaan mengadakan sistem pengolahan limbah sehingga tidak membahayakan lingkungan dan kehidupan. 4

5 b) Menyajikan minuman segar non alkohol, pelega dahaga guna kepuasan konsumen Melalui produk-produk yang dihasilkan PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Central Java berusaha memberikan yang terbaik kepada konsumennya, terutama dari segi kualitas. 2.2.2 Misi Perusahaan a. PT. Coca-Cola Bottling Indonesia bertekad memberikan nilai terbaik bagi pemegang saham dengan menjadi perusahaan minuman non alkohol yang tumbuh terdepan di pasar minuman. b. PT. Coca-Cola Bottling Indonesia sangat menghargai karyawan yang berdedikasi serta disiplin memberikan Coca-Cola suatu keunggulan bersaing yang berkesinambungan bagi PT. Coca-Cola Bottling Indonesia nantinya. c. PT. Coca-Cola Bottling Indonesia mengembangkan kemitraan sejati dengan para pelanggan untuk memuaskan lebih dari 200 juta konsumen yang dahaga. 2.3 Riwayat Singkat Perusahaan Coca-Cola ditemukan oleh seorang ahli farmasi bernama John Smith Pemberton pada bulan Mei 1886. Awal kemunculan Coca-Cola adalah ketika ia membuat sirup karamel dalam tiga ketel kuningan di belakang rumahnya. Produk buatannya tersebut kemudian didistribusikan kepada Jacobs Pharmacy. Rekan kerja dan akuntan bisnis Dr. Pemberton, Frank M. Robinson, adalah orang yang meny - dengan jenis huruf-huruf miring mengalir. Frank M. Robinson menyarankan nama Coca-Cola karena berpendapat bahwa dua huruf C akan tampak menonjol untuk periklanan. Nama dan dua kata bercetak

6 miring spencer, tersebut akhirnya terkenal diseluruh dunia sampai saat ini. - The Coca-Cola Company. Merek ini didaftarkan di kantor hak paten dan merek dagang Amerika Serikat pada tahun 1893. Botol dengan bentuk unik yang mudah dikenali oleh konsumen dimanapun berada, telah diakui sebagai merek dagang oleh kantor hak paten dan merek dagang Amerika Serikat pada tahun 1977. Pengakuan registrasi ini merupakan penghargaan khusus yang hanya diberikan kepada kemasan-kemasan tertentu. Pada tahun 1982, The Coca-Cola Company mulai mengadakan konsumen Amerika. Setelah itu, perusahaan mengenalkan produk-produk tambahan yang menunjang nama Coca-Cola. 2.3.1 Coca-Cola di Indonesia Perjalanan panjang Coca-Cola di Indonesia di mulai ketika tahun 1927 dimana minuman ringan ini diimpor oleh insinyur Belanda, De Koening. Coca-Cola ini sudah beredar di pasar-pasar Batavia (sekarang Jakarta). Selang empat tahun, Coca-Cola mulai diperdagangkan di Indonesia oleh De Netherlands Indische Mineral Water Fabrik Jakarta di bawah manajemen Bernie Vournings dari Belanda pada tahun 1932. Setelah proklamasi kemerdekaan dan masuknya para pemegang saham dari Indonesia, perusahaan ini berganti nama menjadi Indonesia Beverages Limited, (IBL). Tahun 1971, IBL bekerja sama dengan tiga perusahaan jepang : Mitsui Koatsu Chemical Inc., Mitsui Co. Ltd., dan Mikuni Coca-Cola Bottling membentuk PT. Djaya Bottling Beverage Indonesia (DBBC).

7 Pada 12 Oktober 1993, Coca-Cola Amatil Limited (CCA) sebuah perusahaan publik dari Australia yang merupakan pabrik pembotolan Coca-Cola terbesar di dunia untuk pabrikasi, distribusi, dan pemasaran produk The Coca-Cola Company telah mengambil ahli kepemilikan DBBC dan mengubah namanya menjadi Coca-Cola Amatil Indonesia, Jakarta. Sejak tanggal 12 Juni 2002, PT. Coca-Cola Amatil Indonesia berubah nama menjadi PT. Coca-Cola Bottling Indonesia untuk produksi (pabrik pembotolan) dan PT. Coca-Cola Distribution Indonesia untuk distribusi (Sales Center). Sampai saat ini, ada 11 pabrik pembotolan PT. CCBI dan sekitar 9.000 karyawan, melayani lebih dari 400.000 pelanggan di seluruh Indonesia. 11 pabrik pembotolan yang ada di Indonesia terdapat di : Semarang, Bandar Lampung, Padang, Medan, Surabaya, Bandung, Bali, Jakarta, Banjarmasin, dan Manado. 2.3.2 Coca-Cola di Jawa Tengah Perusahaan Coca-Cola di Jawa Tengah di rintis oleh Partogius Hutabarat (almarhum) dan Mugijanto. Dengan menggunakan nama PT. Pan Java Bottling Company. Perusahaan ini resmi didirikan pada tanggal 1 November 1974 di atas lahan seluas 8,5 Ha dan mulai beroperasi pada tanggal 5 Desember 1976. Karena perkembangan perusahaan yang begitu cepat, maka pada bulan April 1992, PT. Pan Java Bottling Indonesia bergabung dengan PT. Coca-Cola Amatil Limited Australia, sehingga sejak itu berubah namanya menjadi PT. Coca-Cola Amatil Indonesia Central Java. Namun sejak tanggal 1 Juli 2002 berubah menjadi PT. Coca-Cola Bottling Indonesia (CCBI) Central Java dan distribusinya bernama PT. Coca-Cola Distribution Indonesia (CCDI). Berikut ini adalah beberapa produk yang diproduksi PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Central Java, antara lain:

8 a. Coca-Cola Coca-Cola merupakan merek minuman ringan terpopuler dan paling laris dalam sejarah hingga saat ini. Pertama kali terdaftar sebagai merek dagang tahun 1887, di tahun 1895 Coca-Cola telah terjual di seluruh wilayah Amerika Serikat. Kini Coca- Cola tersedia di seluruh dunia. b. Sprite Pertama kali diperkenalkan pada tahun 1961, Sprite adalah minuman ringan dengan aroma rasa lemon yang paling digemari nomor 5 di dunia. Sprite dijual di 190 negara di dunia dengan daya pikat yang sangat besar dikalangan generasi muda. c. Fanta Fanta merupakan merk dari The Coca-Cola Company untuk minuman ringan dengan rasa buah-buahan yang sangat menonjol. Dipasarkan di 188 negara di seluruh dunia dengan konsumen terbesar remaja dengan usia 12-19 tahun. Di seluruh dunia ada lebih dari 70 jenis rasa, dengan rasa jeruk (Orange) sebagai volume terbesar. d. Frestea Frestea produk inovatif minuman siap saji (RTD) yang secara khusus dirancang untuk memuaskan seluruh panca indera konsumen Indonesia. Merek ini dikembangkan secara lokal dan merupakan bagian dari Beverage Partner Worldwide (BWP), yaitu perusahaan patungan hasil kemitraan yang sukses antara The Coca-Cola Company dengan Nestle,SA.

9 2.4 Lokasi Perusahaan Lokasi PT. Coca Cola Bottling Indonesia (CCBI) Central Java terletak di Jl. Soekarno-Hatta Km. 30 Ungaran, desa Harjosari, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Propinsi Jawa Tengah, kode pos 50501, no telepon (0298) 523333, fax (0298) 522303. Faktor-faktor pemilihan lokasi pabrik dipertimbangkan dari segi: 1. Ketersediaan Air 2. Transportasi dan Komunikasi 3. Tenaga Kerja 4. Lingkungan Masyarakat Faktor yang dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi pabrik sangat mendukung dalam pendirian PT. Coca-Cola Bottling Indonesia (CCBI) Central Java. Lokasi pabrik tersebut harus dekat dengan sumber air, mengingat perusahaan ini bergerak di bidang pembuatan minuman ringan. Sumber air didapat dari deep well yang diambil dari kaki gunung Ungaran. Selain itu, keadaan tanah juga sangat mendukung untuk pembuatan sumur sehingga ketersediaan air untuk proses produksi dapat tercukupi. Pabrik terletak di pinggir jalan, sehingga memudahkan karyawan dalam hal transportasi karena banyak angkutan umum yang melewati pabrik tersebut. Peletakan pabrik di sekitar perumahan penduduk juga akan mendukung pendirian pabrik karena banyaknya tenaga kerja yang tersedia untuk kelangsungan proses produksi. Deskripsi wilayah PT. Coca-Cola Bottling Indonesia sebelah utara adalah perumahan penduduk, selatan adalah PT. Gelora Karya Makmur (GKM) dan Jembatan Timbang, sebelah timur adalah Jl. Soekarno-Hatta dan perumahan penduduk, sedangkan sebelah barat adalah perkebunan, sawah, dan lokasi deep well. PT. Coca-Cola Bottling Indonesia dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti

10 gudang, poliklinik, bengkel, kantin, mushola, kamar mandi, dan tempet parkir karyawan. Bangunan utama seperti finance office, marketing, meeting room, GM room, public relation office, dan post guard terletak di bagian depan yang memudahkan untuk hubungan eksternal, sedangkan bangunan pendukung seperti poliklinik dan musholla terletak di dekat jalan raya sehingga mudah dijangkau dan dibangun untuk kepentingan umum. Selain itu, PT. Coca-Cola Bottling Indonesia dilengkapi dengan bangunan sales center khusus untuk daerah Bawen agar kegiatan jual beli mudah dilakukan. 2.5 Keadaan Fisik Perusahaan PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Central Java menempati area seluas 8,5 Ha. Secara keseluruhan keadaan fisik bangunan perusahaan masih baik dan lingkungan yang nyaman memungkinkan karyawan untuk bekerja optimal. Di lingkungan sekitar pabrik diksediakan tempat sampah agar kebersihan tetap terjaga. Bangunan pabrik dibangun menggunakan batu bata dengan tebal dinding ± 15 cm. Untuk ruang produksi seperti filling room, ruang syrup, dan gudang dilengkapi dengan blower yang bertujuan untuk mengatur sirkulasi udara sehingga suhu ruangan tetap terjaga dengan baik. Lantai filling room dan ruang sirup menggunakan lantai porselin sehingga mudah dibersihkan sedangkan lantai gudang terbuat dari semen. Sebagian besar jalan pabrik terbuat dari aspal. Air yang berasal dari deep well dibatasi penggunaannya sesuai dengan SIPA (Surat Ijin Penggunaan Air) yang dikeluarkan oleh Departemen Pertambangan dan Energi. Letak deep well berada di daerah perumahan penduduk yang dekat dengan lokasi pabrik. Pengawasan pengambilan air dilakukan dengan bantuan transmitter. Laboratorium PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Central Java dilengkapi dengan AC dan

peralatan yang memadai agar kegiatan pengendalian mutu dapat dilakukan dengan maksimal. 2.6 Tata Letak Perusahaan EXHAUST POSITION PT. COCA-COLA BOTTLING INDONESIA CENTRAL JAVA 11 w S E N Un Loading Canopy oil Penampungan Sampah 46 45 Empty Bottle Yard 44 Empty Bottle Yard 43 General storage 39 ACID LPG Fuel / Solar CO2 42 41 40 Concentrate Fulls Strorage 48 47 Loading Canopy 38 Lab room WWTP Pump House 10 Traffo 11 Genset 9 8 7 6 5 Sugar Air Compresor Work Shop 13 14 15 Boiller Room Sanitasi alat 20 Sugar Un Loading Processing Room ( Bottling Room ) Crown Crown 1 2 Prod room 29,30, 31,32 Lab room WTP 36 media Chemical mix room 35 Water Treatment Plant 34 Salt 33 Waste Water Treatment Plant 37 Blower room Gudang Barang Bekas 4 3 12 Spare Part 2 1 MR. Teknik 16 17 Simple Cool Syrup Room Arsip QA Finish CIP Syrup Room Gudang Chemical I 18 19 23 Laboratory 21 24 ME 25 26 Filling Room Change part Mgr 22 Tea storage Filling Room Ektract 28 Tea UHT Plant Visit Room 27 Marketing Parkir Sales Centre Bengkel Mobil Terminal CO2 Production Adm Human Resource Canteen / Hall Pencucian Mobil MIS PR Meeting Room GM BIS Cooperation Marketing I Shop Finance Mosque Policlinic Bawen Sales Center Receptionis Marketing II Post Guard By OHS No. DoC : CMS-EPR-D-F-002.23 Rev : 00 Date : 01 April 2005 From : QMS Page : 1 to 1 Gambar 2.1. Tata letak PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Central Java Sumber: PT. CCBI Central Java, 2009