V. ULASAN KARYA PERANCANGAN Dalam perancangan bertujuan mengurangi limbah kayu yang tidak terpakai dan tidak memiliki nilai jual yang tinggi maka di perlukan konsep yang matang dalam pengelolaan furniture pengemasan estetis dan pekesplorasian bentuk merupakan pemecahan suatu masalah dalam mengangkat suatu limbah menjadi suatu benda yang memiliki nilai jual yang tinggi namun hal itu tidak terlepas dari aturan-aturan yang menentukan keindahan dan proporsi keseimbangan dan kenyamanan. Dalam perancangan kursi banyak perhitungan antropometri yang menjadi suatu dasar perancangan untuk masuk kedalam proses produksi. Dan untuk mendapatkan kursi makan yang nyaman dalam pengaplikasian kursi yang sebenarnya. Karya kursi ini di berinama Spring Chair karna dalam segi bentuk banyak. Spring Chair banyak mengadopsi bentuk-bentuk tumbuhan yang tumbuhan pada musim semi. dan tumbuhan-tumbuhan tersebut melalui metode pemetaan Mind Mapping. 31
Gambar 5.1 3D Modelling Gambar 5.2 3D Modelling Sumber : Tri Laksono Setiawan, 2014 A. ULASAN TEKNIS Berikut adalah ulasan data teknis yang berkenaan dengan desain kursi makan Spring Chair. Meliputi penrhitungan antropometri, ulasan material, finishing, dan perangkat tambahan. 1. Penghitungan Antropometri 32
Data perhitungan antropometri berpedoman pada buku perancangan Human Factor Design Handbook yang dikarang oleh Woodson. Gambar 5.3 3D Modelling Sumber : Riky Aji Widana.2014 PxLxT 50cm,45cm130cm Pengukuran dengan metode antropometri dilakukan untuk dapat memenuhi tingkat kenyamanan dan keamanan bagi para penggunanya. Perhitungan ini dilakukan dengan tetap 33
memperhatikan aspek bentuk dan fungsi estetis dari karya desain kursi Spring Chair 2. Ulasan Material Pemilihan material yang di gunakan dalam perancangan kursi Spring Chair ada dua material yang di gunakan di antarannya sebagai berikut. a. Material Kayu Peti Kemas Ketersedian bahan yang melimpah membuat kayu peti kemas mudah untuk dicari akan tetapi ukuran dan bentuk yang berbeda beda membuat bahan baku ini harus di eksplorasi lebih lanjut. Desainer menyiasati penentuan bahan modul kayu dengan tidak merubah ukuran aslinya, namun desainer memilih alur dan mata urat yang terlihat menarik bila dilihat dari permukaan. Teknik yang digunakan seperti pengolahan kayu petikemas pada umumnya seperti proses penyerutan dan penyambungan dalam proses penyambungan kayu dengan teknik pressing dengan menyatukan kayu dan mendiamkanya selama sehari agar kayu menempel dengan kuat 34
Gambar 5.4 hasil jadi kayu petk kemas Sumber : Riky Aji Widana.2014 Gambar 5.5 Bilah Kayu Sumber : perabotkayusederhana.blogspot.com b. Material kulit dan busa 35
Material tambahan yang digunakan adalah kulit dan busa untuk menambahkan aksen keasn natural. Gambar 5.6 kulit Oskar gambar 5.7 busa lembaran. Sumber : http://sparepartkursikantor.com & http://www.anekabusa.com/ Teknik yang digunakan dalam pengabung kulit dan busa hanya mengunakan teknik streples pada bagian bawah jok yang di rekatkan pada triplek penahan busa untuk memperkuat ikatan antara busa dan kulit. 36
3. Ulasan Material Finishing Setelah penyambungan kerangka kayu dan jok dibuat. Terdapat jenis dua material finishing yang digunakan dalam proses penyelesaian akhirnya yaitu a. Melamin Proses Melamin adalah bahan kimia cair serupa dengan resin, berwarna bening dan memerlukan katalis dalam penggunaanya. Katalis digunakan dalam mempercepat proses pengeringan melamin. Melamin memiliki beberapa varian yang dapat memberikan warna pada permukaan kayu, namun warna yang dihasilkan alami dari warna asli kayu. Melamin akan menjadi keras ketika kering sehingga sangat baik untuk melindungi tekstur permukaan kayu. Gambar 5.8 Impra Melamin Sumber : http://www.hendrimujiono.blogspot.com 37
C. ULASAN PASKA PAMERAN Dari dua kali pameran yang kelompok kami dapatkan di Atrium Universitas Mercu Buana dan Enfest Grand Indonesia banyak sekali diskusi dan masukan serta keritik dari teman-teman mahasiswa para dosen dan masyarakat umum. Setelah Saya rasakan proses perancangan dan proses penggarapan prototype kursi makan yang saya garap dengan ide saya sendiri, banyak sekali masukan yang memberikan saya pelajaran dalam proses pembuatan kursi makan dan saya berharap dalam proses perancangan selanjutnya saya dapat membuat kursi makan yang lebih menarik dari kursimakan yang saya buat sekarang. 38