BUKU PETUNJUK TEKNIS PROGRAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (P2KB)

dokumen-dokumen yang mirip
BUKU ISIAN PELAKSANAAN DAN PENILAIAN KEGIATAN P2KB (BUKU LOG) PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS RADIOLOGI INDONESIA DAN KOLEGIUM RADIOLOGI INDONESIA

BORANG UJI-DIRI PROGRAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN PERDOKLA PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KELAUTAN (PERDOKLA)

BUKU LOG DAN BORANG PENGISIAN CONTINUING PROFESSIONAL DEVELOPMENT PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (CPD / P2KB)

PROGRAM PENGEMBANGAN & PENDIDIKAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (CONTINUING PROFESSIONAL DEVELOPMENT - CPD) VERIFIKASI CPD DOKTER PRAKTIK UMUM

BUKU PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN

BUKU LOG DAN BORANG PENILAIAN DIRI

KEBIJAKAN PENERBITAN SERTIFIKAT KOMPETENSI DOKTER DAN DOKTER SPESIALIS

LOG BOOK PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (P2KB) DOKTER Edisi II

PROGRAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (CPD) DI INDONESIA & POLA P2KB UNTUK DOKTER PRAKTEK I.OETAMA MARSIS BADAN P2KB

BUKU LOG & BORANG PENGISIAN

Buku Log KEGIATAN CONTINUING PROFESSIONAL DEVELOPMENT (CPD) ILMU PENYAKIT DALAM KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

CONTINUING PROFESSIONAL DEVELOPMENT

Pedoman Pelaksanaan Program Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan (Continuing Professional Development)

BORANG UJI-DIRI PROGRAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 780/MENKES/PER/VIII/2008 TENTANG PENYELENGGARAAN PELAYANAN RADIOLOGI

Continuing Professional Development (CPD) IAPI adalahe suatu program yang dirancang dalam upaya pembinaan (oversight) bersistem untuk meningkatkan

BUKU PANDUAN PELAKSANAAN PROGRAM P2KB

PEDOMAN PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB) PERAWAT INDONESIA

BORANG SERTIFIKASI ULANG DOKTER SPESIALIS THT-KL / THT KL KONSULTAN PERHATI-KL (PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS THT BEDAH KEPALA LEHER INDONESIA)

STANDAR PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS BEDAH SARAF

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG UJI KESESUAIAN PESAWAT SINAR-X RADIOLOGI DIAGNOSTIK DAN INTERVENSIONAL

PANDUAN PENGISIAN BORANG

BAB 1 PENDAHULUAN. Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud

LEMBAR PENGESAHAN. No. Dok : Tanggal : Revisi : Halaman 1 dari 24

Buku Log. Program Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (P2KB PERDAMI)

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Program Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan

SURAT KEPUTUSAN PENGURUS PUSAT IKATAN APOTEKER INDONESIA Nomor : Kep. 007/ PP.IAI/1418/IV/2014. Tentang

K E P U T U S A N KONGRES NASIONAL II (KONAS II) HIMPUNAN PERAWAT MEDIKAL BEDAH INDONESIA NOMOR : K/II/010/X/2016

SOSIALISASI PANDUAN. Badan Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan (BP2KB) Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia

Pendidikan dan Peran Fisikawan Medik dalam Pelayanan Kesehatan

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 357/MENKES/PER/V/2006 TENTANG REGISTRASI DAN IZIN KERJA RADIOGRAFER

SURAT KEPUTUSAN DEWAN PIMPINAN PUSAT PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA Nomor:2284/SK/DPP-PERSAGI/XI/2014 T E N T A N G

Buku Log P2KB PERDAFKI dan Borang Pengisian BP2KB PERDAFKI

BUKU LOG DAN BORANG PENILAIAN DIRI

PESERTA PROGRAM P2KB ILMU KEDOKTERAN JIWA/ PSIKIATRI

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Program Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan (P2KB)

K E P U T U S A N KONGRES NASIONAL I (KONAS 1) HIMPUNAN PERAWAT MEDIKAL BEDAH INDONESIA NOMOR : K/I/022/IV/2010

IKATAN DOKTER INDONESIA CABANG JAKARTA SELATAN Periode

Penjaminan Mutu Sertifikat Dokter dan Dokter Spesialis

KEBIJAKAN IDI TENTANG REGISTRASI, PENDIDIKAN DAN PEMBINAAN KEDOKTERAN DI INDONESIA. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia

PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN TENAGA AHLI KONSTRUKSI (menurut Perlem no 13 tahun 2014)

SURAT KEPUTUSAN PENGURUS PUSAT

PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN TENAGA AHLI KONSTRUKSI (menurut Perlem no 13 tahun 2014) BAPEL Lembaga Pengembangan jasa Konstruksi Nasional

KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR REPUBLIK INDONESIA

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25/PMK.01/2014 TENTANG AKUNTAN BEREGISTER NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25/PMK.01/2014 TENTANG AKUNTAN BEREGISTER NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2009 TENTANG

Direktur Jendaral Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan RI

BUKU LOG Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan PERDOSKI

BAPETEN. Petugas Tertentu. Bekerja. Instalasi. Sumber Radiasi Pengion. Bekerja. Surat Izin. Pencabutan.

SALINAN PERATURAN KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2014 TENTANG PERSETUJUAN ALIH ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI KEDOKTERAN/KEDOKTERAN GIGI

SKEMA SERTIFIKASI RADIOGRAFER LSP BIDANG KETEKNISIAN MEDIK SNI ISO/IEC : 2012

PEDOMAN PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB) PERAWAT INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

KESIAPAN IDI DALAM REGISTRASI DOKTER MELALUI SISTEM ELEKTRONIK KKI

Sistem Aplikasi IDI Online Dalam Menunjang Pelayanan. Dr. Mahesa Paranadipa M, M.H Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR /PMK.01/2017 TENTANG AKUNTAN BEREGISTER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 111/PMK.03/2014 TENTANG KONSULTAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 111/PMK.03/2014 TENTANG KONSULTAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 111/PMK.03/2014 TENTANG KONSULTAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

INSTRUKSI KERJA PPDS I PULMONOLOGI DAN KEDOKTERAN RESPIRASI ADMINISTRASI FKUB/RSSA

IKATAN KONSULTAN PAJAK INDONESIA (INDONESIAN TAX CONSULTANTS ASSOCIATION)

PANDUAN PROGRAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (P2KB)

PEDOMAN PENGORGANISASIAN KOMITE TENAGA KESEHATAN LAIN RS. BUDI KEMULIAAN BATAM

PERATURAN KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA TENTANG NOMOR 16 TAHUN 2013 TENTANG

HASIL PENILAIAN PDSKJI CABANG SURABAYA A. KINERJA PEMBELAJARAN (KOGNITIF) Dokumen yang dibutuhkan

dr. AZWAN HAKMI LUBIS, SpA, M.Kes

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

BUKU PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN

KOLEGIUM NEUROLOGI INDONESIA

Continuing Profesional Development - Ir. Soeradji, Dipl.HE

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR,

BORANG P2KB DOKTER SPESIALIS KEDOKTERAN OLAHRAGA INDONESIA

ilmu radiologi yang berhubungan dengan penggunaan modalitas untuk keperluan

Daftar Isi I. PENDAHULUAN II. MEMBUKA APLIKASI P2KB IDI III. INFORMASI / LINK P2KB IDI A. Program 1 B. Program 2 C. Program 3 IV.

SISTEM REGISTRASI DAN PERIJINAN

2 Mengingat e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d, perlu membentuk Undang-Undang tentang

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 81 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN PEKERJAAN RADIOGRAFER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEDOMAN KOMITE PENUNJANG MEDIS RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK BINA SEHAT MANDIRI

TUPOKSI FISIKAWAN MEDIS

PEDOMAN PROGRAM PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (P2KB) TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT

Satuan Kredit Profesi (SKP) Ikatan Laboratorium Kesehatan Indonesia (ILKI) PENDAHULUAN

PETUNJUK TEKNIS BAGI DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM ATAU DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM SUBSPESIALIS GASTROENTEROHEPATOLOGI UNTUK MENDAPATKAN

KERANGKA NASKAH AKADEMIK PENDIDIKAN KEDOKTERAN

PENGURUSAN SERKOM & STR SECARA ONLINE

FORMULIR PERMOHONAN USULAN VERIFIKASI. Kepada Yth. Ketua DPD PPNI Kabupaten/ Kota...

AKREDITASI LEMBAGA PENYELENGGARA P2KB. Tim Penilai Akreditasi Lembaga CME non-idi

MEKANISME PELAKSANAAN MKKI DALAM MENGHADAPI PELUNCURAN SISTEM INTEROPERABILITAS TERKAIT PENERBIATAN SERTIFIKAT KOMPETENSI SERTA KENDALA DI LAPANGAN

M.A.R.O.N PELAYANAN RADIODIAGNOSTIK, IMAGING DAN RADIOLOGI INTERVENSIONAL RUJUKAN. (Media Ajar Radiografer ONline)

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang

Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia. Sosialisasi Sistem Informasi Portofolio CPD Online Tenaga Kesehatan.

BUKU LOG DAN BORANG PENGISIAN PROGRAM P2KB IKABI

MEKANISME PELAKSANAAN DALAM MENGHADAPI PELUNCURAN SISTIM INTEROPERABILITAS TERKAIT PENERBITAN SERTIFIKAT KOMPETENSI OLEH MKKGI

Sinergi PPNI-KONSIL Dalam Pengembangan Pendidikan dan Pelayanan Keperawatan di Indonesia HARIF FADHILLAH

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 375/MENKES/SK/III/2007 TENTANG STANDAR PROFESI RADIOGRAFER MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,

KATA SAMBUTAN Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Transkripsi:

BUKU PETUNJUK TEKNIS PROGRAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (P2KB) PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS RADIOLOGI INDONESIA DAN KOLEGIUM RADIOLOGI INDONESIA PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS RADIOLOGI INDONESIA 2007

KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr Wb Puji Syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena buku petunjuk teknis program PENGEMBANGAN & PENDIDIKAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (P2KB) yang mengacu dari buku pedoman P2KB IDI- 2007 telah selesai dibuat. Buku Petunjuk teknis P2KB digunakan bagi seluruh anggota Spesialis Radiologi di Indonesia. Undang- Undang Praktek Kedokteran No 29 tahun 2004, mewajibkan setiap dokter yang berpraktek termasuk Dokter Spesialis Radiologi wajib meningkatkan keahliannya melalui Kegiatan P2KB. Untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan serta sikap profesional yang sesuai dengan standar profesinya, maka setiap Dokter Spesialis Radiologi wajib mengikuti kegiatan P2KB. Program P2KB bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan profesionalisme seorang dokter yang sesuai dengan standar kompetensi global dan terjaminnya suatu penyelenggaran pelayanan kedokteran yang bermutu melalui upaya sertifikasi dokter. Program P2KB juga merupakan bagian integral dari mekanisme pemberian izin praktek. Buku ini merupakan buku petunjuk teknis dan pedoman pelaksanaan kegiatan P2KB bagi PDSRI yang disusun oleh Tim Penyusun Komisi P2KB PDSRI yang penggunaannya disahkan oleh Ketua Kolegium Radiologi Indonesia dan Ketua PDSRI tanggal 7 Desember 2007 di Jakarta. Tim Penyusun menyadari buku pedoman ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu saran dan perbaikan dari setiap anggota PDSRI akan sangat kami hargai. Jakarta, 7 Desember 2007 Tim Penyusun iii

SAMBUTAN KETUA PDSRI Assalamualaikum Wr. Wb Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT berkat rahmat dan perkenannya maka buku petunjuk teknis program kegiatan Pengembangan Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (P2KB) dapat diselesaikan dengan baik. Tujuan penerbitan buku ini adalah sebagai pegangan bagi seluruh anggota PDSRI dan merupakan panduan dalam kelengkapan administrasi bagi kompetensi Dokter Spesialis Radiologi Indonesia. Buku ini sangat berarti dalam penilaian seorang Dokter Spesialis Radiologi untuk mendapatkan sertifikat kompetensi dan persyaratan administrasi untuk mendapakan izin praktek yang harus diperbaharui setiap 5 tahun. Isinya mengacu kepada kurikulum program pendidikan Dokter Spesialis Radiologi Indonesia beserta pedoman P2KB IDI-2007 dan UUPK Indonesia. Setiap Dokter Spesialis Radiologi mempergunakan buku ini sebagai acuan dan isian dalam pengumpulan 250 nilai Satuan Kredit Partisipasi (SKP) dalam setiap 5 tahun, untuk persyaratan resertifikasi dan izin praktek untuk 5 tahun berikutnya. Ketua PDSRI Dr Prijo Sidipratomo Sp Rad (K). iii

SAMBUTAN KETUA KOLEGIUM RADIOLOGI INDONESIA Assalamualaikum Wr. Wb Undang- Undang praktek Kedokteran No 29 tahun 2004, mewajibkan setiap Dokter yang berpraktek termasuk Dokter Spesialis Radiologi meningkatkan keahliannya melalui Kegiatan PENGEMBANGAN & PENDIDIKAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN ( P2KB ). Kurikulum merupakan dasar dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan tidak terlepas dari kurikulum Program Studi Pendidikan Radiologi yang telah diperoleh selama masa pendidikan serta kurikulum yang dibuat oleh Kolegium Radiologi Indonesia yang sesuai dengan standar profesi. Atas dasar itu, maka setiap Dokter Spesialis Radiologi wajib mengikuti kegiatan P2KB. Program P2KB bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan profesionalisme seorang dokter. Program P2KB disesuaikan dengan standar kompetensi global yang menjamin terselenggaranya pelayanan Radiologi yang bermutu melalui upaya sertifikasi dokter. Program P2KB juga merupakan bagian integral dari mekanisme pemberian izin praktek. Buku ini merupakan buku petunjuk teknis pelaksanaan P2KB bagi anggota yang disusun oleh Tim Penyusun Komisi P2KB yang merupakan perwakilan Kolegium PDSRI. Semoga buku petunjuk teknis program P2KB PDSRI & Kolegium Radiologi Indonesia ini bermanfaat dalam kegiatan pelayanan Radiologi di Indonesia. Ketua Kolegium Radiologi Indonesia Prof. DR. Dr. Triono Karmawan Sukarna Priya SpRad. (K) v

Tim Penyusun 1. Dr. Aziza G. Icksan SpRad ( Sekretaris Komisi Standar Profesi PDSRI/ anggota ex officio BP2KB- IDI ) 2. Dr. Bagaswoto Poedjomartono, Sp.Rad SpKN MKes ( Ketua Komisi Standar Profesi PDSRI ) 3. Dr. Bambang Soeprijanto SpRad ( Sekretaris Kolegium Radiologi Indonesia ) 4. Dr. Refni Muslim SpRad ( Sekretaris Komisi Etik dan Profesi PDSRI ) 5. Dr. Indrati Suroyo SpRad ( Sekretaris Umum PDSRI ) 6. Dr. Nina Supit SpRad ( Bendahara 1 PDSRI ). vi

DAFTAR ISI Halaman Kata pengantar... Sambutan Ketua PDSRI... Sambutan Ketua Kolegium Radiologi Indonesia... Tim Penyusun... Daftar Isi...... i iii v vi vii Bab I Bab II Pendahuluan 1. Definisi Ilmu Radiologi... 1 2. Latar Belakang... 2 Standar Profesi 1. Kurikulum Radiologi... 3 2. Ilmu dasar yang menunjang kurikulum Radiologi... 3 3. Pengenalan modalitas dalam bidang Radiologi... 4 4. Kompetensi yang harus dimiliki Dokter Spesialis Radiologi... 4 Bab III Pedoman & Buku Isian Pelaksanaan Kegiatan P2KB 1. Definisi P2KB... 5 2. Pengelompokan kegiatan P2KB... 5 3. Persyaratan umum... 7 4. Penjelasan Judul kolom... 7 5. Prosedur Pengisian... 8 6. Bukti... 8 7. Prosedur pengiriman... 8 8. Prosedur penilaian... 9 9. Petunjuk penilaian... 10 10. Dokumen penilaian... 18 Bab IV Penutup... 34 vii

BAB I PENDAHULUAN DEFINISI ILMU RADIOLOGI Radiologi adalah cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan penggunaan semua modalitas yang menggunakan energi Radiasi pengion maupun non-pengion, untuk kepentingan imajing diagnosis dan prosedur terapi dengan menggunakan panduan Radiologi, termasuk teknik pencitraan dan penggunaan emisi Radiasi dengan sinar-x, radioaktif, ultrasonografi dan radiasi radio frekwensi elektromagnetik oleh atomatom). LATAR BELAKANG Undang- Undang praktek Kedokteran No 29 tahun 2004, mewajibkan setiap Dokter yang berpraktek termasuk Dokter Spesialis Radiologi meningkatkan keahliannya melalui Kegiatan PENGEMBANGAN & PENDIDIKAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN ( P2KB ). Sertifikasi adalah pemberian pengakuan terhadap dokter yang telah memenuhi standar profesi. Sertifikasi ulang adalah pengakuan telah melakukan penyesuaian kemampuan profesional secara periodik. Dokter Spesialis Radiologi adalah dokter yang mempunyai sertifikasi spesialis radiologi yang mampu melakukan pemeriksaan dengan peralatan radiologi sesuai Kurikulum Program Pendidikan Dokter Spesialis Radiologi Indonesia dan telah dinyatakan lulus ujian nasional. Dokter Spesialis Radiologi Konsultan adalah dokter spesialis radiologi yang mempunyai kompetensi dalam bidang tertentu dari cabang ilmu radiologi sesuai dengan bidang keahliannya. Sertifikat kompetensi dan izin praktek sebagai seorang dokter Spesialis Radiologi harus diperbaharui setiap 5 tahun. Persyaratan administrasi yang harus dipenuhi adalah pencatatan kegiatan P2KB yang memuat kegiatan 1

setiap Dokter Spesialis Radiologi yang mengacu kepada kurikulum program pendidikan Dokter Spesialis Radiologi Indonesia beserta pedoman P2KB IDI- 2007 dan UUPK Indonesia. Oleh karena itu, setiap Dokter Spesialis Radiologi harus mempunyai buku petunjuk teknis kegiatan P2KB dan buku log yang berisi pencatatan kegiatan P2KB yang dilakukannya selama 5 tahun yang disertai bukti-bukti kegiatan, baik itu kegiatan pribadi, kegiatan internal maupun kegiatan ekternal. 2

BAB II STANDAR PROFESI Standard Profesi adalah kriteria kemampuan (knowledge, skill and professional attitude/behaviour) keahlian spesialistik minimal yang harus dikuasai oleh individu untuk dapat melakukan kegiatan profesinya di masyarakat secara mandiri. Kurikulum merupakan dasar dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan tidak terlepas dari kurikulum Program Studi Pendidikan Radiologi yang telah diperoleh selama masa pendidikan serta kurikulum yang dibuat oleh Kolegium Radiologi Indonesia yang sesuai dengan standar profesi. Pendidikan Radiologi : 1. Kurikulum Pendidikan Radiologi 1. Radiologi Anak 2. Radiologi Toraks 3. Radiologi Muskuloskeletal 4. Radiologi Payudara 5. Radiologi Kepala dan Leher 6. Radiologi Traktus Genito Urinarius 7. Radiologi Traktus Digestivus 8. Kedokteran Nuklir 9. NeuroRadiologi. 10. Kardiovaskular dan Intervensional Radiologi 2. Ilmu dasar yang menunjang kurikulum Pendidikan Radiologi n Fisika Radiologi n Proteksi radiasi n Pengetahuan tentang Ilmu Anatomi normal dan variannya, Radiologi Anatomi, Ilmu Fisiologi dan Patofisiologi penyakit serta tindakan terapi yang dihubungkan dengan Radiografi. n Pengetahuan mengenai Terminologi Radiologi n Pengetahuan biomolekuler. n Pengetahuan tentang Kontras Media. 3

3. Pengenalan modalitas dalam bidang Radiologi Pengenalan modalitas konventional: 1. Basic standard Radiology 2. Mobile Radiology 3. Fluoroscopy radiology/ C Arm Radiology 4. Computed Radiography 5. Panoramic dan cephalometri. Pengenalan modalitas lanjut : USG, CT/MSCT, MRI, Kedokteran Nuklir (SPECT, SPECT- CT, SPECT-MRI, PET, PET CT, PET MRI, sentinel node scintigraphy, scintimammography, Mamografi, Angiografi dan DSA, dan DEXA ( dual X-ray absorbsion) Bone Densitometri. 4. Kompetensi yang dimiliki Spesialis Radiologi n Mampu Mengepalai dan menyelenggarakan pelayanan Radiologi n Mampu Melakukan/memberikan ekspertise hasil pemeriksaan Radiologi n Mampu Menjamin mutu hasil pemeriksaan (QC) dan hasil ekspertise pemeriksaan Radiologi. n Mampu Memberikan pelayanan konsultasi hasil pemeriksaan Radiologi. n Mampu Bekerja sama dengan dokter umum / dokter spesialis lain, sebagai konsultan yang mampu menganalisis dan menginterpretasi hasil Radiologi untuk menegakkan diagnosis, menentukan pemeriksaan Radiologis lain dan tindak lanjut terapi ( interventional Radiologi) untuk mendapatkan hasil yang maksimal. n Mampu Melakukan penelitian mandiri sesuai dengan perkembangan iptek. 4

BAB III PENGERTIAN P2KB & PETUNJUK TEKNIS PENGISIAN PELAKSANAAN PENILAIAN KEGIATAN P2KB 1. DEFINISI P2KB adalah kegiatan untuk meningkatkan dan memperbaharui ilmu pengetahuan dan ketrampilan Dokter Spesialis Radiologi yang diperlukan dalam pelayanannya sesuai dengan kompetensi. Istilah P2KB sama dengan Continuing Profesional Development ( CPD ) lebih luas daripada Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan ( PKB) atau Continuing Medical Education ( CME ). PKB adalah bagian dari P2KB. Kegiatan P2KB mencakup berbagai aspek yaitu proses belajar yang berkesinambung an setelah pendidikan formal dokter ataupun spesialis yang diperlukan untuk mempertahankan dan meningkatkan standar kompetensi di semua area yang berkaitan dengan praktek dokter dan juga untuk meningkatkan etika, profesionalisme, dan humanisme 2. PENGELOMPOKAN KEGIATAN P2KB Kegiatan Pribadi : Kegiatan perorangan yang dilakukan sendiri atau berkelompok secara aktif yang memberikan tambahan ilmu dan ketrampilan bagi yang bersangkutan, dan bukan merupakan kegiatan yang terstruktur, biasanya merupakan kegiatan pelaksanaan tugas se hari hari ditempat kerja yang bersangkutan. Kegiatan Internal: Kegiatan yang dilakukan sendiri atau bersama sama teman sekerja yang merupakan kegiatan terstruktur atau pelaksanaan tugas ditempat kerja yang bersangkutan. Kegiatan Eksternal : Kegiatan yang diselenggarakan oleh kelompok lain diluar tempat kerja yang bersangkutan, yang dapat berskala lokal, wilayah, Nasional maupun Internasional dan yang bersangkutan terlibat dalam kegiatan tersebut. 5

Jenis Kegiatan P2KB PDSRI/ KOLEGIUM RADIOLOGI INDONESIA: Kegiatan Pribadi n Mengepalai pusat pelayanan dan atau dengan pendidikan Radiologi n Melakukan pelayanan Radiologi n Membuat Bussines Action Plan (BAP) / Strategic Action Plan (SAP) Radiologi ditempat kerja. n Melakukan pencarian informasi yg berhubungan dengan pekerjaannya n Membaca jurnal /buku ajar n Menjawab soal untuk self assesment n Melaksanakan penelitian yang berkaitan dengan Radiologi n Membuat makalah, tinjauan pustaka, artikel n Belajar jarak jauh pada pusat pendidikan yang diakui n Mendapat kualifikasi tambahan. n Mendapat piagam penghargaan n Menjadi anggota kelompok kerja. n Menjadi auditor internal dan eksternal n Memimpin rapat dalam institusinya n Memberi penilaian kinerja stafnya n Memberi kuliah di institusi pendidikan atau latihan n Membimbing anak didik dalam penelitian dan membuat makalah. n Menjadi instruktur pelatihan n Membuat soal ujian dan menguji n Menjadi penyelenggara program pemantapan mutu Kegiatan Internal n Melakukan kunjungan pendidikan n Menjadi nara sumber dalam presentasi kasus/tesis n Berpartisipasi dalam film reading n Berpartisipasi dalam pertemuan audit n Berpartisipasi dalam lokakarya n Berpartisipasi dalam seminar/ workshop n Berpartisipasi dalam pembacaan jurnal/ tinjauan pustaka. n Berpartisipasi dalam diskusi kasus. n Berpartisipasi dalam laporan jaga. n Berpartisipasi dalam pengajuan makalah ilmiah 6

Kegiatan Eksternal n Menghadiri konferensi n Menjadi pembicara tamu dalam seminar /kongres. n Menjadi moderator dalam seminar/ kongres. n Menyajikan makalah/poster dalam seminar, PIT, kongres n Berpartisipasi dalam lokakarya n Berpartisipasi dalam seminar/workshop n Berpartisipasi dalam pendidikan kedokteran berkelanjutan 3. PERSYARATAN UMUM Seluruh kegiatan yang diajukan untuk mendapat penilaian, harus merupakan kegiatan yang berada dalam lingkup dan atau yang berhubungan dengan bidang Ilmu Radiologi. Kegiatan yang tidak berhubungan dengan acuan yang ada dalam lingkup Ilmu Radiologi, tidak memenuhi syarat untuk mendapat penilaian. Kegiatan pribadi yang merupakan kegiatan pelayanan termasuk melakukan ekpertise dan tindakan Radiologi lainnya, akan dihitung per satu jam kegiatan. 4. PENJELASAN JUDUL KOLOM 4a. Jenis kegiatan Adalah suatu kegiatan yang dilakukan dalam rangka P2KB. Apabila melakukan kegiatan yang diperkirakan bisa masuk kedalam daftar terkait, namun belum tercantum dalam daftar, dimasukkan dalam kelompok lain lain. Kelompok ini akan menjadi bahan asupan bagi tim penilai, baik pengurus cabang maupun pusat untuk penambahan nilai. 4b. Kriteria penilaian Adalah dasar penentuan apakah kegiatan yang diajukan dapat dinilai sesuai dengan kriteria penilaian yang tercantum. 4c. Dokumentasi Pembuktian Adalah salinan dokumen yang harus dilampirkan sebagai bukti kegiatan yang dilakukan. 4d. Batasan penilaian Dalam 5 tahun seorang Dokter Spesialis Radiologi harus mengumpulkan nilai minimal 250 SKP ( 50 nilai /tahun ) untuk sertifikasi ulang, dengan perincian : 7

Kegiatan pribadi : 50% Kegiatan internal : 30% Kegiatan Eksternal : 20%. 5. PROSEDUR PENGISIAN Bagian I : Pengisian kelengkapan identitas Dokter Spesialis Radiologi yang dinilai beserta rangkuman hasil penilaian. Bagian II : Rincian data kegiatan yang masuk dalam kategori kegiatan P2KB pribadi, yang dilengkapi dengan dokumen pembuktian masing masing kegiatan yang tercantum dalam daftar tersebut. Bagian III: Rincian data kegiatan P2KB Internal yang dilengkapi dengan dokumen pembuktian untuk masing-masing kegiatan. Bagian IV: Rincian data kegiatan P2KB Eksternal yang dilengkapi dokumen pembuktian untuk masing- masing kegiatan. 6. BUKTI Diisi dengan bentuk atau judul dokumen pembuktian untuk kegiatan tersebut dan harus dilampirkan dokumentasi pembuktiannya. Dokumen pembuktian diberi nomor yang sesuai dengan nomor lampiran dokumentasi pembuktian. Setiap lembar dokumen dapat diperbanyak sesuai dengan kebutuhan. 7. PROSEDUR PENGIRIMAN Setelah seluruh berkas penilaian diisi oleh yang bersangkutan dengan lengkap beserta dokumen pembuktian untuk masing masing kegiatan, berkas dikirim ke pengurus cabang terkait. 8

8. PROSEDUR PENILAIAN Penilaian pertama dilakukan oleh pengurus cabang dengan melakukan verifikasi terhadap data serta dokumen pembuktian yang ada. Hasil penilaian yang sudah di verifikasi oleh pengurus cabang, yaitu bagian I sampai IV, dikirim ke Tim CPD pusat, tanpa menyertakan dokumentasi pembuktian. Pada awal pelaksanaan program P2KB PDSRI & Kolegiumnya,sitim pencatatan dan penilaian menggunakan sistim Off-line, pada tahap selanjutnya akan dipersiapkan dan dikembamgkan sistim pencatatan dan penilaian dengan sistim On-line. 9

9. PETUNJUK PENILAIAN I. Kegiatan Pribadi : Catatan : Pengertian beberapa Istilah : Pemeriksaan sederhana adalah pemeriksaan Radiologi yang tidak melibatkan Dokter Spesialis Radiologi dalam pembuatan nya. Dokter spesialis Radiologi hanya melakukan ekpertise. Pemeriksaan Sedang adalah pemeriksaan Radiologi yang melibatkan Dokter Spesialis Radiologi dalam pembuatannya. Pemeriksaan canggih adalah pemeriksaan yang menggunakan alat canggih dan melibatkan Dokter Spesialis Radiologi. 10

11

12

13

14

15

Alur Perolehan Akreditasi dan Proses Resertifikasi 16

17

10. DOKUMEN PENILAIAN Bagian I Kegiatan P2KB Nama Alamat Rumah No Anggota PDSRI Cabang Institusi tempat bekerja Alamat Institusi :... :... :... :... :... :... Periode Penilaian : tahun s/d tahun Rangkuman Penilaian Nama Anggota : No Anggota PDSRI : Etika Profesi Kondisi kesehatan : Layak / tidak layak : Sehat/ Tidak sehat.... (Tempat. Tanggal ). Tim Penilai Tanda Tangan Stempel: 18

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS RADIOLOGI INDONESIA Sekretariat : Departemen Ra diologi FKUI RS Ciptomangunkusumo Jakarta- Indonesia Jalan ; Telp: Fak : Email Bagian II PENILAIAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN 1. Kegiatan Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan PRIBADI NO Kegiatan Bukti Nilai 1 2 3 4 5 Jumlah nilai Nama :... No Anggota : Penilaian tahun...s/d... 19

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS RADIOLOGI INDONESIA Sekretariat : Departemen Ra diologi FKUI RS Ciptomangunkusumo Jakarta- Indonesia Jalan ; Telp: Fak : Email Bagian II PENILAIAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN 1. Kegiatan Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan PRIBADI NO Kegiatan Bukti Nilai 1 2 3 4 5 Jumlah nilai Nama :... No Anggota : Penilaian tahun...s/d... 20

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS RADIOLOGI INDONESIA Sekretariat : Departemen Ra diologi FKUI RS Ciptomangunkusumo Jakarta- Indonesia Jalan ; Telp: Fak : Email Bagian II PENILAIAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN 1. Kegiatan Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan PRIBADI NO Kegiatan Bukti Nilai 1 2 3 4 5 Jumlah nilai Nama :... No Anggota : Penilaian tahun...s/d... 21

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS RADIOLOGI INDONESIA Sekretariat : Departemen Ra diologi FKUI RS Ciptomangunkusumo Jakarta- Indonesia Jalan ; Telp: Fak : Email Bagian II PENILAIAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN 1. Kegiatan Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan PRIBADI NO Kegiatan Bukti Nilai 1 2 3 4 5 Jumlah nilai Nama :... No Anggota : Penilaian tahun...s/d... 22

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS RADIOLOGI INDONESIA Sekretariat : Departemen Ra diologi FKUI RS Ciptomangunkusumo Jakarta- Indonesia Jalan ; Telp: Fak : Email Bagian II PENILAIAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN 1. Kegiatan Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan PRIBADI NO Kegiatan Bukti Nilai 1 2 3 4 5 Jumlah nilai Nama :... No Anggota : Penilaian tahun...s/d... 23

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS RADIOLOGI INDONESIA Sekretariat : Departemen Ra diologi FKUI RS Ciptomangunkusumo Jakarta- Indonesia Jalan ; Telp: Fak : Email Bagian III PENILAIAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN 1. Kegiatan Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan INTERNAL NO Kegiatan Bukti Nilai 1 2 3 4 5 Jumlah nilai Nama :... No Anggota : Penilaian tahun...s/d... 24

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS RADIOLOGI INDONESIA Sekretariat : Departemen Ra diologi FKUI RS Ciptomangunkusumo Jakarta- Indonesia Jalan ; Telp: Fak : Email Bagian III PENILAIAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN 1. Kegiatan Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan INTERNAL NO Kegiatan Bukti Nilai 1 2 3 4 5 Jumlah nilai Nama :... No Anggota : Penilaian tahun...s/d... 25

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS RADIOLOGI INDONESIA Sekretariat : Departemen Ra diologi FKUI RS Ciptomangunkusumo Jakarta- Indonesia Jalan ; Telp: Fak : Email Bagian III PENILAIAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN 1. Kegiatan Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan INTERNAL NO Kegiatan Bukti Nilai 1 2 3 4 5 Jumlah nilai Nama :... No Anggota : Penilaian tahun...s/d... 26

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS RADIOLOGI INDONESIA Sekretariat : Departemen Ra diologi FKUI RS Ciptomangunkusumo Jakarta- Indonesia Jalan ; Telp: Fak : Email Bagian III PENILAIAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN 1. Kegiatan Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan INTERNAL NO Kegiatan Bukti Nilai 1 2 3 4 5 Jumlah nilai Nama :... No Anggota : Penilaian tahun...s/d... 27

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS RADIOLOGI INDONESIA Sekretariat : Departemen Ra diologi FKUI RS Ciptomangunkusumo Jakarta- Indonesia Jalan ; Telp: Fak : Email Bagian III PENILAIAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN 1. Kegiatan Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan INTERNAL NO Kegiatan Bukti Nilai 1 2 3 4 5 Jumlah nilai Nama :... No Anggota : Penilaian tahun...s/d... 28

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS RADIOLOGI INDONESIA Sekretariat : Departemen Ra diologi FKUI RS Ciptomangunkusumo Jakarta- Indonesia Jalan ; Telp: Fak : Email Bagian IV PENILAIAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN 1. Kegiatan Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan EKSTERNAL NO Kegiatan Bukti Nilai 1 2 3 4 5 Jumlah nilai Nama :... No Anggota : Penilaian tahun...s/d... 29

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS RADIOLOGI INDONESIA Sekretariat : Departemen Ra diologi FKUI RS Ciptomangunkusumo Jakarta- Indonesia Jalan ; Telp: Fak : Email Bagian IV PENILAIAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN 1. Kegiatan Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan EKSTERNAL NO Kegiatan Bukti Nilai 1 2 3 4 5 Jumlah nilai Nama :... No Anggota : Penilaian tahun...s/d... 30

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS RADIOLOGI INDONESIA Sekretariat : Departemen Ra diologi FKUI RS Ciptomangunkusumo Jakarta- Indonesia Jalan ; Telp: Fak : Email Bagian IV PENILAIAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN 1. Kegiatan Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan EKSTERNAL NO Kegiatan Bukti Nilai 1 2 3 4 5 Jumlah nilai Nama :... No Anggota : Penilaian tahun...s/d... 31

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS RADIOLOGI INDONESIA Sekretariat : Departemen Ra diologi FKUI RS Ciptomangunkusumo Jakarta- Indonesia Jalan ; Telp: Fak : Email Bagian IV PENILAIAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN 1. Kegiatan Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan EKSTERNAL NO Kegiatan Bukti Nilai 1 2 3 4 5 Jumlah nilai Nama :... No Anggota : Penilaian tahun...s/d... 32

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS RADIOLOGI INDONESIA Sekretariat : Departemen Ra diologi FKUI RS Ciptomangunkusumo Jakarta- Indonesia Jalan ; Telp: Fak : Email Bagian IV PENILAIAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN 1. Kegiatan Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan EKSTERNAL NO Kegiatan Bukti Nilai 1 2 3 4 5 Jumlah nilai Nama :... No Anggota : Penilaian tahun...s/d... 33

BAB IV PENUTUP Buku Pedoman dan isian P2KB ini diharapkan menjadi awal dari peningkatan mutu Dokter Spesialis Radiologi Indonesia dimasa datang. Masukan serta perbaikan materi buku ini dapat dilakukan bila perlu dan diusulkan pada pertemuan tingkat Nasional. Referensi 1. Pedoman Pelaksanaan Program Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan ( continuing Profesional Development ). Ikatan Dokter Indonesia 2007. 2. Undang- undang RI tentang Praktik Kedokteran dan Petunjuk teknis Pelaksanaannya. 2004. 3. Buku Standar Profesi PDSRI/ Kolegium Radiologi Indonesia 2007. 4. Perka Radiologi Diagnostik dan Intervensional BAPETEN 2007 34