Endi Dwi Kristianto

dokumen-dokumen yang mirip
SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIK

BAB III TEORI PENUNJANG. Perambatan cahaya dalam suatu medium dengan 3 cara : Berikut adalah gambar perambatan cahaya dalam medium yang ditunjukkan

BAB II LANDASAN TEORI

Fiber Optics (serat optik) Oleh: Ichwan Yelfianhar (dirangkum dari berbagai sumber)

BAB II DASAR TEORI. yang biasanya berbentuk sinyal listrik menjadi sinyal cahaya dan kemudian

ANALISA RUGI-RUGI PELENGKUNGAN PADA SERAT OPTIK SINGLE MODE TERHADAP PELEMAHAN INTENSITAS CAHAYA

Overview Materi. Panduan gelombang fiber optik Struktur Serat Optik Tipe-tipe serat optik. Kabel Optik

Overview Materi. Redaman/atenuasi Absorpsi Scattering. Dispersi Rugi-rugi penyambungan Tipikal karakteristik kabel serat optic

TUGAS. : Fitrilina, M.T OLEH: NO. INDUK MAHASISWA :

MAKALAH SEMINAR KERJA PRAKTEK PENGUKURAN REDAMAN PADA KABEL SERAT OPTIK DENGAN OTDR

11/9/2016. Jenis jenis Serat Optik. Secara umum blok diagram transmisi komunikasi fiber optik. 1. Single Mode Fiber Diameter core < Diameter cladding

BAB II SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIK

Karakteristik Serat Optik

BAB II ISI MAKALAH A. PENGIRIM OPTIK

ANALISIS RUGI-RUGI PADA SISTEM TRANSMISI SERAT OPTIK

BAB II GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK. walaupun tidak ada medium dan terdiri dari medan listrik dan medan magnetik

BAB II SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIK. informasi pada gelombang elektromagnetik yang bertindak sebagai pembawa

K.S.O TRANSMITTING LIGHTS ON FIBER.

Jaringan Lokal Akses (Jarlok) Eka Setia Nugraha,S.T. M.T Uke Kurniawan Usman,MT

BAB II JARINGAN AKSES TEMBAGA DAN SERAT OPTIK

BAB II TINJAUAN UMUM HUKUM-HUKUM OPTIK

Xpedia Fisika. Optika Fisis - Soal

BAB IV KOMUNIKASI RADIO DALAM SISTEM TRANSMISI DATA DENGAN MENGGUNAKAN KABEL PILOT

DAN KONSENTRASI SAMPEL

Media Transmisi Jaringan

BAB II ISI MAKALAH A. PENGIRIMAN OPTIK

TUGAS AKHIR TERHADAP PELEMAHAN INTENSITAS CAHAYA YOVI HAMDANI

Sujaya Aga

PEMBAGIAN SERAT OPTIK

BAB GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK

PERKEMBANGAN JARINGAN KOMPUTER DENGAN MENGGUNAKAN FIBER OPTIK

FABRIKASI DAN KARAKTERISASI DIRECTIONAL SINGLE DAN DOUBLE COUPLER PADA BAHAN SERAT OPTIK PLASTIK STEP INDEX MULTIMODE TIPE FD

BAB II SERAT OPTIK. komunikasi cahaya yang disebut photo-phone dengan menggunakan cahaya matahari

DASAR TEKNIK TELEKOMUNIKASI

BAB IV PERHITUNGAN DAN PENGUKURAN MENGGUNAKAN OTDR SERTA ANALISA HASIL PERHITUNGAN DAN PENGGUKURAN TERHADAP RUGI-RUGI TRANSMISI

4. Karakteristik Transmisi pd Fiber Optik

MEDIA TRANSMISI. Materi Ke-5 Sistem Telekomunikasi Politeknik Telkom

fm_iqbal Pendahuluan 1. Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)

BAB III DASAR DASAR GELOMBANG CAHAYA

Antiremed Kelas 12 Fisika

BAB II SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIK. banyak digunakan. Bukan hanya sebagai pengganti dari jenis sistem transmisi

Cahaya dan Perambatannya

TEKNOLOGI SERAT OPTIK

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Pengukuran dan pengecekan rugi-rugi fiber optic berdasarkan nilai data

TEKNOLOGI KOMUNIKASI

KATA PENGANTAR. Kupang, September Tim Penyusun

Oleh : Akbar Sujiwa Pembimbing : Endarko, M.Si., Ph.D

Faktor Rate data. Bandwidth Ganguan transmisi(transmission impairments) Interferensi Jumlah receiver

Teknologi Jaringan Komunikasi data dan Media Transmisi

Sifat gelombang elektromagnetik. Pantulan (Refleksi) Pembiasan (Refraksi) Pembelokan (Difraksi) Hamburan (Scattering) P o l a r i s a s i

Radio dan Medan Elektromagnetik

Kabel Serat Optik. Agiska Bayudin /TTL S1 Ekstensi. Jurusan Teknik Tenaga Listrik Fakultas Teknik Universitas Jederal Ahmad Yani

Gambar 3. 1 Ilustrasi pemantulan spekuler (kiri) dan pemantulan difuse (kanan)

TEKNIK PENYAMBUNGAN SERAT OPTIK DENGAN METODE PENYAMBUNGAN FUSI

PRODI D3 TEKNIK TELEKOMUNIKASI 2014 YUYUN SITI ROHMAH, ST., MT

MAKALAH FIBER OPTIK. Oleh : Ardyan Guruh A.R A JTD / 04

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

Elyas Narantika NIM

PENGUKURAN KABEL SERAT OPTIK DENGAN OTDR BESERTA POWER KALKULASI REDAMANNYA UNTUK WILAYAH PEKALONGAN

BAB II CAHAYA. elektromagnetik. Cahaya dapat merambat dalam ruang hampa dengan kecepatan 3 x

Sifat-sifat gelombang elektromagnetik

KONSEP PERAMBATAN CAHAYA

BAB II SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIK

FISIKA. 2 SKS By : Sri Rezeki Candra Nursari

Fisika Optis & Gelombang

BAB III LANDASAN TEORI

ANALISIS RUGI-RUGI SERAT OPTIK DI PT.ICON+ REGIONAL SUMBAGUT

BAB II SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIK

BAB I PENDAHULUAN. informasi dengan kapasitas besar dengan keandalan yang tinggi. Pada awal

BAB II LANDASAN TEORI

Sistem Penyambungan dan Pengukuran Kabel Fiber Optik Menggunakan Optical Time Domain Reflectometer (OTDR) pada PT.Telkom Kandatel Ternate

Analisis Pengaruh Panjang Kupasan dan Perubahan Suhu Terhadap Pancaran Intensitas pada Serat Optik Plastik Multimode Tipe FD

Disusun oleh : MIRA RESTUTI PENDIDIKAN FISIKA (RM)

DINAS PENDIDIKAN KOTA PADANG SMA NEGERI 10 PADANG Cahaya

Sinyal analog. Amplitudo : ukuran tinggi rendah tegangan Frekuensi : jumlah gelombang dalam 1 detik Phase : besar sudut dari sinyal analog

Gelombang FIS 3 A. PENDAHULUAN C. GELOMBANG BERJALAN B. ISTILAH GELOMBANG. θ = 2π ( t T + x λ ) Δφ = x GELOMBANG. materi78.co.nr

SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIK DATA SATELIT

Sistem Transmisi Telekomunikasi. Kuliah 8 Pengantar Serat Optik

Endi Dwi Kristianto

Pokok Bahasan 1. Pendahuluan

4. Karakteristik Transmisi pd Fiber Optik

ASSESMENT CLO 3 - RMG PENGENALAN TEKNIK TELEKOMUNIKASI

BAB II DASAR TEORI. kaca lebih. serat optik. Kecepatan. transmisi. Gambar

SERAT OPTIK. Fakultas Teknik Elektro

DASAR-DASAR OPTIKA. Dr. Ida Hamidah, M.Si. Oleh: JPTM FPTK UPI Prodi Pend. IPA SPs UPI

BAB GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK

JARINGAN KOMPUTER MODEL ANALISIS EL Oleh : Darmansyah Deva Sani of 6 ABSTRAK

BAB 24. CAHAYA : OPTIK GEOMETRIK

MODUL KONSEP DASAR KABEL SERAT OPTIK

PENGARUH DISPERSI TERHADAP KECEPATAN DATA KOMUNIKASI OPTIK MENGGUNAKAN PENGKODEAN RETURN TO ZERO (RZ) DAN NON RETURN TO ZERO (NRZ)

BAB II SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIK. yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke

ANALISIS PERHITUNGAN RUGI-RUGI PADA SERAT OPTIK

Media Transmisi. Klasifikasi Media Transmisi. Dibagi 2 jenis Guided - wire Unguided wireless

Sejarah dan Perkembangan Sistem Komunikasi Serat Optik

PENDALAMAN MATERI CAHAYA

TUGAS AKHIR ANALISA KABEL SERAT OPTIK JENIS SINGLE MODE STEP INDEX (SMSI) AKIBAT TEKUKAN (BENDING)

BAB IV BIOOPTIK FISIKA KESEHATAN

ANALISIS KINERJA JARINGAN FTTH (FIBER TO THE HOME) DI JALAN LOTUS PERUMAHAN CEMARA ASRI MEDAN

BAB II TEORI DASAR. Propagasi gelombang adalah suatu proses perambatan gelombang. elektromagnetik dengan media ruang hampa. Antenna pemancar memang

BAB I SENTRAL TELEPON

Transkripsi:

Fiber Optik Atas Tanah (Part 1) Endi Dwi Kristianto endidwikristianto@engineer.com http://endidwikristianto.blogspot.com Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari IlmuKomputer.Com. DASAR-DASAR SERAT OPTIK Umum Sistem komunikasi pada saat ini sebagai media transmisinya sudah mulai menggunakan kabel serat optik. Untuk itu diperlukan kabel serat optik yang mempunyai spesifikasi yang sesuai dengan standard yang berlaku yang telah ditentukan agar mutu dari sistem komunikasi tersebut benar-benar terjaga. Sejarah Perkembang Optik Dunia 1881 - William Wheeler Sistem pendistribusian cahaya 1937 - Norman R. French Sistem telepon optik lengkap menggunakan media transmisi dari tabung/pipa 1950 - Ray D Kell dan George C Sziklai Pengiriman sinyal Televisi melalui media transmisi tabung/pipa 1960 - TH Maiman dari Riset Hughes( menemukan Laser 1970 - Corning Glass Work serat optik dengan redaman 20 db/km menjadi 4 db/km 1980 - Serat optik multi mode dikembangkan Indonesia 1980 - Penggunaan serat optik di Jakarta untuk menghubungkan Jakarta Surabaya 1990 - Indosat menggunakan serat optik untuk menghubungkan stasiun bumi di Jatiluhur dengan Jakarta 1997 - Serat optik digunakan secara luas di 4 KSO di Indonesia yaitu Sumatera ; Kalimantan; DIY dan Jateng; Sulawesi dan Kepulauan

Keuntungan Dan Kerugian Penggunaan Fiber Optik 1. Keuntungan. Dapat menyalurkan data dengan kecepatan sangat tinggi Diamater kabel Serat optik lebih kecil dibandingkan dengan kabel tembaga dan juga lebih ringan Redaman kecil sehingga ruas pengulang menjadi lebih panjang Kebal terhadap induksi elektromagnetis Aman terhadap bahaya listrik Kapasitas dapat ditambah setelah kabel terpasang Kerahasiaan lebih terjamin Mempunyai nilai ekonomis Crosstalk rendah Tidak berkarat Tahan temperatur tinggi 2. Kerugian Tidak dapat menyalurkan energi listrik Relatif sulit saat instalasi Kurang tahan terhadap tekanan mekanis dibandingkan kabel tembaga Perlu proteksi mata bagi teknisinya Propagasi Cahaya Cahaya menurut teori gelombang adalah : Cahaya merambat lurus ke depan melalui suatu medium Cahaya sebagai suatu gelombang elektromagnetik Cahaya menurut teori partikel adalah : Cahaya sebagai transpor energi Cahaya menurut teori gelombang : a. Cahaya merambat lurus ke depan melalui suatu medium Kecepatan cahaya diruang hampa adalah : C = 3. 10 8 meter/detik Indek bias suatu bahan adalah C n = ------ V dimana V adalah kecepatan cahaya dalam bahan tersebut Contoh : Kecepatan cahaya di dalam air kira-kira 2,3. 10 8 meter/detik, maka indeks bias air tersebut adalah : C 3. 10 8 n = ------ = ------------ = 1.3 V 2,3. 10 8

Cahaya merambat lurus dengan arah tertentu, arah ini akan berubah bila cahaya mengalami : REFLECTION (Pemantulan) Sudut datang Sudut pantul Media Gambar 1.1 Pemantulan Cahaya Bila cahaya datang pada suatu bidang datar maka cahaya akan dipantulkan : Garis Normal : garis yang tegak lurus bidang datar Sudut pantul : sudut yang dibentuk anatar sinar pantul dengan garis normal Sudut datang : sudut yang dibentuk oleh sinar datang dengan garis normal Besarnya sudut datang sama dengan sudut pantul REFRAKSI (Pembiasan) Sudut bias Cahaya dibelokan pada permukaan air udara air Sudut datang Gambar 1.2. Pembiasan cahaya Berlaku hukum Snellius yaitu : Bila berkas cahaya dari medium yang lebih rapat ke midum yang kurang rapat maka cahaya tersebut akan dibiaskan menjauhi garis normal Sedangkan yang dimaksud dengan sudut kritis adalah : Bila sudut datang, dimana sinar bias berimpit dengan bidang batas kedua medium maka menurut Snellius : n1 Sin 1 = n2 Sin 90 n1 Sin k = nr nr atau Sin k = -------

ni sehingga besar sudut kritis : nr k = arc Sin (-----) ni Contoh : Hitung besar sudut kritis antara gelas dengan udara bila index bias air 1,5 dan index bias udara adalah 1. Jawab : ni = 1,5 dan nr = 1 maka besarrnya sudut kritis adalah : nr k = arc Sin (-----) ni = arc Sin (1.10 8 / 1,5. 10 8 ) = arc Sin 0,66 = 41 48 Pantulan Dalam Total Bila sudut datang lebih besar dari sudut kritis maka akan terjadi pantulan dalam total Tiga Hukum Cahaya n 1 > n 2 n 1 > n 2 n 1 > n 2 t n 1 n 1 n 2 n 2 i I = c I i Refraksi dalam hal Refraksi dalam hal Refraksi I < c I = c Gambar.1.3. Tiga bentuk perambatan cahaya

Persyaratan agar cahaya dapat merambat di dalam serat optik adalah : n 1 Indeks bias inti harus lebih besar dari pada indeks bias cladding Sudut datang sinar harus lebih besar daripada sudut kritis n 2 Sumbu fiber o (maks) Kerucut penerimaan yang diperoleh dengan memutar sumbu penerimaan terhadap sumbu serat Gambar.1.4. Bentuk kerucut penerimaan sinar Cahaya sebagai gelombang elektromagnetik Komunikasi serat optik menggunakan daerah kerja antara 800 nm sampai 2,25 m (tidak tampak). Spektrum gelombang elektromagnetik diperlihatkan pada gambar dibawah ini. Cahaya tampak 400-800 nm Frekuensi Radio Sinar Gama Sinar Ront gent Sinar UV Sinar IR Sinar Panas UHF MF LF VLF 1 pm 1 nm 1 m 1 mm 1 m 1 km 1 Mm Gambar.1.5. Spektral Gelombang Elektromagnetis Cahaya sebagai transpor energi Cahaya sebagai transpor energi terdiri dari photon-photon dalam bentuk partikel atau paket energi sesuai panjang gelombang. Panjang gelombang tersebut akan menentukan warna suatu cahaya. Besarnya energi photon tersebut adalah : E = h. f Dimana : E adalah besarnya energi photon ; h adalah konstanta planck (6,625 x 10-34 Js); dan f adalah frekuensi cahaya (C/V) Contoh :

Panjang gelombang sistem transmisi serat optik adalah 2. 10 8 m/dt. Maka besarnya energi photon tersebut adalah : Jawab : F = C/V = 3.10 8 / 2.10 8 = 1,5 E = h. f = 6,625. 10-34. 1,5 = 9,938. 10-34 Numerical Apperture Yang dimaksud dengan Numerical Apperture adalah suatu ukuran atau besaran sudut yang dibentuk dari berkas cahaya yang dipancarkan oleh sumber optik ke serat optik sehingga cahaya tersebut merambat tanpa mengalami gangguan. NA = n 1 2 - n 2 2 Prinsip Perambatan Cahaya Dalam Serat optik Coating 3 Cladding Ligth Source 2 1 Core Gambar.1.6. Lintasan cahaya dalam serat Lintasan cahaya yang merambat di dalam serat : Sinar merambat lurus sepanjang sumbu serat tanpa mengalami gangguan Sinar mengalami refleksi, karena memiliki sudut datang yang lebih besar dari sudut kritis dan akan merambat sepanjang serat melalui pantulan-pantulan Sinar akan mengalami refraksi dan tidak akan dirambatkan sepanjang serat karena memiliki sudut datang yang lebih kecil dari sudut kritis Mode Perambatan Cahaya Cahaya dapat merambat dalam serat optik melalui sejulah lintasan yang berbeda Lintasan cahaya yang berbeda-beda ini disebut Mode dari suatu serat optik Ukuran diameter core, besarnya sudut datang dan indeks bias menentukan jumlah mode yang ada dalam suatu serat optik Serat optik yang memiliki lebih dari satu mode disebut serat optik multimode

Serat optik yang hanya memiliki satu mode saja disebut Serat Optik Single Mode, serat optik single mode memiliki ukuran core yang lebih kecil Jenis Serat Optik Multimode Step Index Multimode Graded Index Singlemode Step Index Profil Index Penjelasan : Multimode Step Index 100 m 140 m 2 n1 n Gambar.1.7. Serat optik Step Index multimode Indeks bias core konstan Ukuran core antara 50 125 m dan dilapisi cladding yang tipis Penyambungan kabel lebih mudah karena memiliki core yang besar Banyak terjadi dispersi Lebar pita frekuensi terbatas/sempit Hanya digunakan untuk jarak pendek dan transmisi data bit rate rendah Harga relatif murah Profil Index Multimode Graded Index 50 m 125 m n 1 n 2 Gambar.1.8. Serat optik Graded Index Multimode

Core terdiri dari sejumlah lapisan gelas yang memiliki indeks bias yang berbeda, indeks bias tertinggi terdapat pada pusat core dan berangsur-angsur turun sampai ke batas core - cladding Ukuran diameter core antara 30 60 m Cahaya merambat karena difraksi yang terjadi pada core sehingga rambatan cahaya sejajar dengan sumbu serat Dispersi lebih kecil dibanding dengan Multimode Step Index Digunakan untuk jarak menengah dan lebar pita frekuensi besar Harga relatif mahal dari SI, karena faktor pembuatannya lebih sulit Singlemode Step Index Profil Index 9 m 125 m n 1 n 2 Gambar.1.9. Serat optik Sstep Index Singlemode Serat optik singlemode memiliki diameter core antara 2 10 m dan sangat kecil dibandingkan dengan ukuran claddingnya Cahaya hanya merambat dalam satu mode saja yaitu sejajar dengan sumbu serat optik Memiliki redaman yang sangat kecil Memiliki lebar pita frekuensi yang sangat lebar Digunakan untuk jarak jauh dan mampu menyalurkan data dengan kecepatan bit rate yang tinggi Macam-macam Redaman pada Serat Optik Redaman pada serat optik adalah : Berkurangnya daya optik pada Core Redaman serat optik merupakan fungsi panjang gelombang () Redaman () dinyatakan dalam decibel/km (db/km) Redaman diukur pada panjang gelombang tertentu Secara garis besar rugi-rugi pada kabel serat optik disebabkan oleh : Faktor Intrinsik Faktor extrinsik

1. Faktor Instrinsik Scattering Rayleigh Scattering Rugi-rugi yang diakibatkan oleh struktur gelas/bahan tidak teratur. Redaman untuk panjang gelombang pendek (< 1.000 nm) Merupakan gambaran fisik OH Gambar. 1.10. Rayleigh Scattering Microbending Akibat tekanan mekanik atau proses pembuatan Redaman terjadi karena sudut datang sinar menjadi tidak memenuhi persyaratan pantulan dalam total Backscattered ligth (loss) Microbending Radiated ligth (loss) Gambar. 1.11. Microbending Variasi Ukuran Core Ketidak seragaman ukuran core menyebabkan sebagian mode menjadi tidak memenuhi syarat pantulan dalam total Gambar.1.12. Variasi ukuran core

Mode Coupling Terjadi bila sudut sebuah mode yang direfleksikan berubah karena perubahan diameter inti, pada kasus ini beberapa mode menyatu (couple) Mode coupling juga terjadi pada sambungan serat (conection & splices) bila ujung serat disatukan. HIGH LOSS MODE MODE COUPLING LOW LOSS MODE OH Gambar.1.13. Mode Coupling Absorption (Penyerapan) Redaman pada panjang gelombang yang tinggi (> 1.600 nm) karena penyerapan oleh gelas atau bahan serat Terdapat tiga daerah panjang gelombang tertentu dimana terjadi penyerapan cahaya sangat tinggi karena adanya molekul-molekul air yang tersisa di dalam serat Daerah-daerah tersebut dinamakan OH-peak 6 4 1 Redaman total Hamburan second third Rayleigh indow window ujung penyerapan OH Ujung penyerapan 0,6 0,8 1,0 1,1 1,2 1,3 1,4 1,5 1,6 ( m) Gambar.1.14. Karakteristik Redaman

2. Faktor Ekstrinsik Splicing Loss Rugi-rugi yang terjadi pada sambungan serat optik Ketidak sentrisan antara core dengan cladding Gambar.1.15. Posisi Core dan Cladding tidak sama Variasi ukuran diameter cladding Core yang tidak bulat Gambar.1.16. Ukuran diameter cladding tidak sama Gambar.1.17. Core tidak bulat

Variasi ukuran diameter core Gambar.1.18. Diameter core tidak sama Conector Loss Terjadi karena adanya celah udara maupun debu pada permukaan sambungan Terdapat pantulan gelombang karena adanya celah Dispersi Pelebaran pulsa yang terjadi pada ujung terima serat sehingga membatasi laju pengiriman data untuk jarak tertentu. Macam-macam Dispersi : Dispersi Modal Berpengaruh pada serat optik step index multimode Terjadi karena banyaknya lintasan sinar sehingga jarak tempuh berbeda Pulsa yang diterima adalah penjumlahan dari pulsa-pulsa mode, dimana masingmasing diperlambat dengan waktu yang berbeda Keterlambatan total yang terpendek adalah yang merambat lurus Dapat diatasi dengan serat graded index multimode karena jenis ini memiliki index bis yang lebih rendah pada lapisan luar dari core dan index bias yang lebih tinggi di pusat core. Dengan persamaan index bias V = C/n maka jika n pada pusat core 1,52 pada lapisan didekat cladding dapat dibuat mengecil secara bertahap menjadi 1,50. Dispersi Cromatik Berpengaruh pada serat optik step index singlemode Terjadi karena sinar yang merambat kurang koheren dalam spektrum Kombinasi dari dispersi material dan dispersi waveguide

Rangkuman 1. Penggunaan kabel serat optik semakin lama semakin berkembang dari mulai sistem pendistribusian cahaya sampai ke pengiriman data sampai ke pelanggan. Karena banyak sekali penggunaan kabel serat optik antara lain dapat menyalurkan data dengan kecepatan sangat tinggi, redaman kecil, kerahasiaan lebih terjamin, aman terhadap aliran listrik, dan masih banyak lagi dibandingkan dengan media kabel tembaga maupun gelombang. 2. Propagasi cahaya terdiri dari : Cahaya menurut teori gelombang : Cahaya merambat lurus ke depan melalui suatu medium Cahaya sebaai suatu gelombang elektromagnetik Cahaya sebagai transport energi 3. Persyaratan agar cahaya dapat merambat di dalam serat optik adalah : Indeks bias inti harus lebih besar dari pada indeks bias cladding Sudut dating sinar harus lebih besar daripada sudut kritis 4. Sistem pendistribusian cahaya dilakukan dengan tiga cara yaitu melalui pemantulan, pembiasan dan pantulan dalam total. Melihat dari model perambatan cahaya dalam serat terdiri dari : Single mode Multi mode Macam-macam redaman pada serat optik adalah : 1. Faktor intrinsik a. Scattering Loss b. Absorption 2. Faktor ekstrinsik a. Splicing Loss b. Conector Loss c. Dispersi Jenis Serat Optik Multimode Step Index Multimode Graded Index Singlemode Step Index Sumber : Modul Fiber Optik Atas Tanah SMK Telkom Sandhy Putra Purwokerto