BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODOLOGI PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilakukan dalam bentuk eksperimen. Menurut Sugiyono

Berdasarkan variabel yang diteliti, metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif analisis.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Objek penelitian ini adalah sebuah produk yang berupa yoghurt olahan yang di

BAB III METODE PENELITIAN. Objek dalam penelitian ini adalah inovasi produk mousses berbahan dasar jagung

Lampiran 1 FORMULIR UJI KESUKAAN (UJI HEDONIK) 3. Netralkan indera pengecap anda dengan air putih setelah selesai mencicipi satu sampel.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

INOVASI PRODUK KUE TRADISIONAL ALI AGREM MENGGUNAKAN BAHAN DASAR TEPUNG UBI UNGU. Adhita Dwi Septiani, Agus Sudono, Christian H.

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Eksperimen dilakukan dengan cara membandingkan kesukaan hasil dari

Rekapitulasi Data Skor Hasil Penilaian Kesukaan (Hedonik) Es krim bit dan brokoli Berdasarkan Indikator Aroma

STUDI EKSPERIMEN PEMBUATAN SELAI DENGAN BAHAN DASAR TAPE KETAN HITAM DAN TAPE KETAN KUNINGAN SERTA DAYA TERIMA KONSUMENNYA

BAB I PENDAHULUAN. kandungan protein yang tinggi yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan

BAB 1 PENDAHULUAN. Bangsa Indonesia, terdiri dari berbagai suku. Tiap suku memiliki

DAFTAR ISI. ABSTRAK...ii. KATA PENGANTAR...iii. DAFTAR ISI...v. DAFTAR TABEL...x. DAFTAR GAMBAR...xii. 1.1 Latar belakang masalah...

BAB III METODE PENELITIAN

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB III METODE PENELITIAN. (treatment) terhadap objek penelitian serta adanya kontrol penelitian.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. merupakan jenis penelitian eksperimen faktorial (factorial design). Eksperimen

II. TINJAUAN PUSTAKA. tapioka menjadi adonan yang kemudian dibentuk menjadi bola-bola seukuran bola

FORMULIR UJI KESUKAAN (UJI HEDONIK)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Penyangraian bahan bakunya (tepung beras) terlebih dahulu, dituangkan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini mengungkapkan tentang keputusan pembelian konsumen di

BAB I PENDAHULUAN. sebagian besar masyarakat. Sampai saat ini produk-produk sumber protein

BAB I PENDAHULUAN. sangat terkenal dan digemari oleh semua lapisan masyarakat, karena memiliki

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini yaitu penabung Bank Bukopin Cabang Pembantu Ungaran.

Bab 1 PENDAHULUAN. bahan mentah seperti beras, jagung, umbi-umbian, tepung-tepungan, sayursayuran,

BAB III METODE PENELITIAN. Objek dalam penelitian ini yaitu Home Industry keripik singkong di Kota

B A B III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH. Kerupuk adalah salah satu produk olahan tradisional yang digemari

BAB III METODE PENELITIAN. Untuk mendapatkan data yang diperlukan pada penelitian ini, penulis

kabar yang menyebutkan bahwa seringkali ditemukan bakso daging sapi yang permasalahan ini adalah berinovasi dengan bakso itu sendiri.

BAB 1 PENDAHULUAN. macam komoditi pangan pertanian, tetapi kemampuan produksi pangan di

BAB I PENDAHULUAN. Pada saat ini, salah satu industri yang berkembang sangat pesat adalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

I PENDAHULUAN. Bab ini akan menguraikan mengenai : (1.1.) Latar Belakang, (1.2.) Identifikasi

Lampiran 1. Universitas Sumatera Utara

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriftif

BAB I PENDAHULUAN. berasal dari Amerika Tengah, Amerika Selatan dan Meksiko. Tanaman yang

BAB III METODE PENELITIAN. Objek dalam penelitian ini adalah rumah Makan Seafood HDL 293 di

III. MATERI DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2014 di Laboratorium

BAB 3 METODE PENELITIAN

Uji mutu organoleptik. Pramudya Kurnia

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. kasus yaitu mengenai perbaikan menu unpopular di restoran Dapur Sunda

Lampiran 1. Skema Pembuatan Tepung Ikan Nila menurut Dwiyitno (1995), yang dimodifikasi

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. kuantitatif dan R&D (2009:205) Objek Penelitiian yaitu Sebelum peneliti

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Variabel penelitian dan Definisi Operasional

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada Restoran BMC (Bandoengsche Melk

I PENDAHULUAN. berlebihan dapat disinyalir menyebabkan penyakit jantung dan kanker. Menurut

LAPORAN PRAKTIKUM EVALUASI SENSORIS ACARA III UJI RANKING OLEH PENINA J1A KELOMPOK XIV

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LAB SHEET PENGENDALIAN MUTU PANGAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Desain penelitian merupakan suatu rencana untuk memilih jenis penelitian

BAB III METODE PENELITIAN Jenis dan Pendekatan Penelitian. dan kepuasan yang diberikan perusahan. Sedangkan metode penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. yaitu penelitian yang dilakukan dengan memberikan perlakuan (treatment)

Gambar 3.1 Denah lokasi Saung Angklung Udjo, Bandung-Jawa Barat

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek yang akan diteliti yaitu mengenai Situasi Pembelian Pengaruhnya

BAB I PENDAHULUAN. selai adalah buah yang masak dan tidak ada tanda-tanda busuk. Buah yang

a. Data Kualitatif yaitu data yang diperoleh dalam bentuk informasi, baik b. Data Kuantitatif yaitu data yang diperoleh dari perusahaan dalam bentuk

BAB II METODE PENELITIAN. metode yang akan digunakan untuk memperoleh data penelitian yang valid.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Adhita Dwi Septiani, 2014

BAB 3 METODE PENELITIAN. Tabel 3.1 Desain Penelitian. Jenis dan Metode Penelitian Deskriptif / Survey. Deskriptif / Studi kasus

Lampiran 1. Skema Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. berarti bagi tubuh. Menurut Dewanti (1997) bahan-bahan pembuat es krim

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

Lampiran 1. Spesifikasi Tepung Jagung

III. METODE PENELITIAN. Konsep dasar dan definisi operasional mencakup pengertian untuk

III METODOLOGI PENELITIAN. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan noga kacang hijau adalah

BAB III METODE PENELITIAN

III BAHAN DAN METODOLOGI PENELITIAN. Bab ini membahas mengenai : (1) Bahan yang Digunakan, (2) Alat yang

Transkripsi:

49 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek penelitian yaitu permasalahan yang diteliti oleh penulis. Objek yang diteliti yaitu jantung pisang, jamur tiram dan daun singkong dengan tambaha Texturized Vegetable Protein (TVP) dan supjek dari penelitian ini yaitu, kualitas produk dan daya terima konsumen. Peneliti menguji rendang sintetis (TVP) dengan produk kontrol. Penelitian mengambil 15 orang panelis terlatih yang terdiri dari chef cuisin, dan dosen cuisin, pengusaha kuliner dan mahasiswa dalam bidang kuliner untuk mencoba rendang sintetis TVP berbahan baku jantung pisang, jamur tiram dan daun singkong, dengan berbagai formula yang bertujuan untuk mengetahui hasil akhir manakah produk yang paling dominan disukai oleh panelis. Selanjutnya dari hasil terbaik akan dibandingkan dengan produk kontrol yang akan diuji kepada 15 orang anelis terlatih kemudian produk tersebut akan diberikan kepada konsumen (30 responden) untuk mengetahui daya terima konsumen. Konsumen yang diuji yaitu warga umum dan mahasiswa yang mengenal produk rendang. 3.2 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini yaitu metode penelitian eksperimental yang merupakan penelitian yang paling murni kuantitatif, karena semua prinsip dan kaidah-kaidah penelitia kuantitatif dapat diterapkan pada metode ini. Menurut Mangkunegara (2002), metode eksperimen dalah metode pengumpulan data dengan cara megandakan eksperimen atau percobaan terhadap suatau situasi. Menurut Sugiyono (2011:73), penelitian eksperimen merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mencarai pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan.

50 Karena jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen serta melakuka uji organoleptik dan uji hehonik kepada panelis, dengan memberikan sampel rendang sintetis TVP berbahan dasar jantung pisang, jamur tiram dan daun singkong beserta air minum kepada para panelis. Dengan kritetia yang diujikan yaitu penampila fisik, warna, rasa, aroma dan tekstur sehinga dihasilkan suatu formulasi terbaik dari beberapa perlakuan. Kemudian melakukan uji daya tahan simpan produk tersebut serta melakukan uji daya terima konsumen menggunakan penyebaran angket atau kuisioner. Melakukan analisis gizi dari rendang sintetis dari jantung pisag, jamur tiram, dan daun singkong denga tambahan Texsturized Vegetable Protein (TVP) berdasarkan Daftar Angka Kecukupan Gizi (Akg) dari Daftar Komposisi Bahan Makanan (dkbm) Republik Indonesia. Metode pencatatan dikaukan untuk mencatata data-data selama melaksanakan eksperimen. Metode dokumentasi berguna untuk mengabadikan tahap-tahap eksperimen. Metode ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui proses pembuatan rendang sintetis TVP. 3.3 Operasionalisasi Variabel Menurut Sugiyono (2011), variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehinga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditearik kesimpulannya. Variabel yang akan diteliti khususnya tentang rendang sintetis TVP yang baik dan uji kualitas dan daya terima konsumen. Oleh karena itu, peneliti menjabarkan tentang operasional variabel seperti berikut: Tabel 3.1 Operasional Variabel Variabel Konsep Teoritis Konsep Empiris Konsep Analisis Skala Data Pengujian organoleptik panelis nantinya Data yang diperoleh Uji adalah uji indra atau uji akan diminta mengunakan mutu Organoleptik sensorik dengan mengungkapkan hedonik yang terdiri dari Ordinal menggunakan indra tanggapan a. Rasa

51 Kualitas Produk manusia sebagai alat utama untuk mengukur daya penerimaan terhadap produk. Indra yang berperan dalam uji organoleptik adalah indra penglihatan, penciuman, pencicipan, peraba dan pendengaran. Penelitian ini lah yang nantinya akan digunakan dalam pengembangan produk (Rahayu, 1998). Merupakan keseluruhan ciri serta dari suatu produk atau pelayanan pada kemempuan untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan/tersirat (Philip Kotler,2000) pribadinya tentang tingkatan kesukaan terhadap perbandingan produk. Presepsi panelis ahli tentang kualitas produk rendang sisntetis TVP secara tampilan, seperti Rendang makan tradisional yang terbuat dari sari pati kelapa yang dimasak dengan campuran bubu pedas. Biasa dicampur dengan daging sapi ayam dan sumber protein lainya. (Reno:2012) b. Warna c. Aroma d. Tekstur e. Tampilan Data yang diperoleh dari panelis terdiri dari: - Flavor/kekhasan rasa - Consistency/daya tahan produk - Texure,form,shape/ teksture,keindahan bentuk,potongan - Nutrition content/lemak protein, kalori - Visual appeal/daya tarik produk yang disajikan - Aromatic appeal/kekhasan aroma - Temperature/kesesua ian suhu dengan produk Ordinal Uji Daya Terima Konsumen Merupakan tingkat kesangupan atau rasa penasaran konsumen setelah membandingkan antara apa yang diterima dan diharapkan (Umar, 2005:65). Dalam penerimaan panelis akan megemukan tangapan pribadi yaitu kesan yang berhubungan dengan kesukaan atau kesanggupan, senag atau tidaknya terhadap sifat sensorik atau kualitas yang dinilai. Tanggapan suka atau tidak suka seseorang terhadap produk menurut penilaian/tanggapan masing-masing: - Bentuk - Rasa - Tekstur - Warna - Aroma Data yang diperolah dari konsumen menggunakan skala semantic mengenai: penilaian konsumen antara suka atau tidak suka terhadap produk yang ditawarkan. Ordinal

52 Sumber: Data diolah 2014 3.4 Rancangan percobaan Dalam rancangan percobaan dengan mengunakan rancangan Acak kelompok (RAK). Peneliti menggunakan metode ekperimental pada percobaan ini yaitu dengan menganalisis tiga tahap seperti: 3.4.1 Kitchen Projet Percobaan pada tahap ini mengunakan rancangan acak kelompok dengan tiga perlakuan (sampel) pada panelis terlatih. Hasil konsetrat terbaik akan diuji kembali dengan satu produk kntrol. Selanjutnya akan dilakukan uji hedonik kepada konsumen. Berikut ini adalah rancangan percobaan formulasi produk rendang sintetis TVP dengan bahan baku dasar jantung pisang, jamur tiram, dan daun singkong sebagai subtitusinya: Table 3.2 Metode Rancangan Percobaan Daging Sintetis TVP Dengan Bahan Baku Dasar Jantung Pisang, Jamur Tiram dan Daun Singkong Formulasi Panelis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Kosentrat Rendang Sintetis TVP (Texturized Vegetable Protein) F1 F2 F3 1:1 1:1.5 1:2 1:1 1:1.5 1:2 1:1 1:1,5 1:2

53 Sumber: Data Diolah, 2014 Keterangan : F : ekstrak TVP Dan untuk mengevaluasi rancangan hasil percobaan dari rendang sintetis TVP denagn mengunakan standar resep yang sama dengan perbedaan konsetrat dan semua resepnya dapat dilihat pada lampiranya. Untuk penbahasanya dijelaskan dengan mengunakan uji hedonic, deskriftif makanan dan uji daya tahan sinpan : 1. Uji Hedonik Dalam melakukan uji hedonik ini peneliti memberikan kuesioner, sampel produk rendang sintetis TVP dengan penambahan bahan baku jatung pisang, jamur tiram dan jantung pisang dengan tambahan air mineral pada 15 panelis terlatih. Dengan kriteria yag diujikan pada percobaan ini yaitu penampilan/bentuk, rasa, tekstur, warna dan aroma. Setelah itu didapatkan formulasi produk terbaik dari beberapa bahan tersebut. Panelis nantinya akan mengemukakan tangapan tingkatan kesuka dan ketidak sukanya. Tingkatan ini disebut dengan sekala hedonik, sekala hedonik ini akan ditrasformasi kedalam skala numerik dengan naik/turun tingkatan kesukaan. Dengan data numerik tersebut nantinya akan dapat dilakukan analisis statistik. 2. Metode Deskriftif Makanan Menjelaskan tentang perbandingan produk rendang sintetis TVP dengan bahan dasar jantung pisang, jamur tiram dan daun singkong diantara formulasi terbaik menurut 15 panelis terlatih dengan produk kontrol. Pengujian ini merupakan penilaian sensorik yang didasrkan pada sifat-sifat sensorik yang lebih kompleks atau yang meliputi banyak sifat, kerena mutu suatu komoditi umumnya ditentuka oleh beberapa sifat sensorik. Sehinga penilaian dan analisa sebagai keseluruhan sehinga dapat menyusun mutu sensorik secara keseluruhan.

54 3. Uji Analisis Gizi Berdasarkan BKBM Hasil pengolahan data terhadap mutu rendang TVP (Texturized Vegetable Protein), dengan perlakuan yang paling disukai berdasarkan analisis yang sesuai dengan parameter mutu fisik yang dilakukan dengan analisi deskriptif eksperimen. Selanjutnya mutu gizi dibandingkan dengan analisis zat gizi bahan pangan dasar mengunakan DKBM (Daftar Komposisi Bahan Makanan). 4. Uji Daya Tahan Simpan Selama penyimpanan produk mengalami penurunan mutu untuk mengetahui apakah mutunya masih sama bengan produk baku, pengujian perlu dilakukan. Pengujian ini sekalikus juga dapat menetapkan masa simpan yang tepat sebelum mutunya menurun. Pengujian terhadap produk dilakukan dengan selang waktu yang sama selama penyimpanan. Sebagai produk pembanding digunakan produk segar artinya yang baru diproses atau produk yang sama tetapi disimpan dalam kondisi yang mempertahanka mutu, misalnya disimpan dalam ruang pendingin. Untuk itu perlu diadakan pengujian daya tahan simpan produk rendang sintetis TVP. Cara untuk mengetahuinya dengan cara peyimpanan produk tersebut dalam suhu ruag selama satu minggu. Berikut ini adalah table penguji daya simpan produk rendag sintetis TVP dan produk Kontrol

55 Tabel 3.3 Metode Uji Daya Tahan Simpan Rendang Sintetis (TVP) Pada Suhu Ruang Hari Ke- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Sumber: Data Diolah, 2014 3.4.2 Uji Daya Terima Konsumen Perbandingan dan Pengamatan dengan Produk Kontrol F1 F2 F3 tekstur fisik Aroma Tekstur Fisik Aroma Tekstur Fisik Aroma

56 Dalam uji daya terima konsumen ini aka dilihat tingkat kesanggupan atau rasa penasaran konsumen setelah membandingkan antara apa yang diterima dan diharapkanya. Dengan membagikan kuesioner dan diberikan beberapa pertanyaan yang didalamya menayakan megenai produk inovasi rendang sintetis TVP dari jantung pisang, jamur tiram, dan daun singkong mana yang dia sukai. Ini dapat diukur dengan refernsi atau kesukan yang lebih cendrung atas suatau item yang spesifik berdasarkan scale ratings. 3.5 Populasi dan Teknik Penarikan Sampel Populasi adalah wilayah generalisai yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan kateristik tertentu yang ditetapkan oleh penaliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2012 hal 62). Dalam penelitian ini peneliti tidak mengunakan sampling tetapi populasi yang didapat diteliti semua. Banyaknya populasi yang akan di uji kekukaanya (uji hedonik) pada produk rendang sintetis TVP sebanyak 20 orang panelis telatih yang mempunyai kepekaan dalam bidang kuliner. Tahap berikunya akan dilakukan uji perbandingan produk konsetrat terbaik dengan produk kontrol yang diujikan kepada 20 orang panelis terlatih. Terakhir adalah uji daya terima konsumen dan banyaknya populasi sebanyak 30 orang panelis konsumen. Untuk panelis konsumen peneliti mengambil responden umum yang menyukai kuliner. Panelis yang diujikan diantranya : Table 3.4 Panelis Perseorangan dan Panelis Konsumen Panelis Jumlah Chef cuisine. 4 Pengusaha/produsen dalam bidang kuliner 3 Pemerhati kuliner 4

57 Mahasiswa dalam bidang cuisine 4 Jumlah Panelis Terlatih 20 Panelis Konsumen Mahasiswa 15 Warga Umum 15 Jumlah Panelis Konsumen 30 Sumber: Data Diolah, 2014 Teknik penarikan sampel yang digunakan penulis untuk peneliti ini yaitu: 1. Wawancara Penulis mewawancarai responden sehinga penulis langsung dapat memperoleh data dan informasi serta dapat langsung mengetahui daya terima konsumen dari narasumbernya. 2. Studi pustaka Dilakukan untuk memperoleh data atau informasi dengan cara membaca buku, katya ilmiah internet tentang bahasan yang menunjang pada penelitian tersebut. 3. Kuesioner / Angket Teknik pengumpulan data dengancara menyebarkan angket kepada responden untuk mendapatkan data yang dibutuhkan penulis. 4. Studi Dokumentasi Mendokumentasikan semua kegiatan yang telah penulis lakukan dalam pembuatan penelitian ini sehingga terlihat kebenaranya. 5. Eksperimental Penulis akan melakukan eksperimen tentang produk tersebut, sehingga dapat diteliti. 3.6 Sumber dan Teknik Pengumpulan Data Sumber data pada dasarnya sumber data terbagi menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung oleh peneliti dari uji organoleptik serta responden, sedangkan data sekunder

58 merupakan data yang tidak dapat diperoleh secara langsung oleh peneliti dari responden. Data primer dalam penelitian ini yaitu diperoleh dari hasil uji parameter organoleptic (rasa, warna, aroma, bentuk dan tekstur). Data sekunder dalam dalam penelitian ini diperoleh melalui analisis penyususn terhadap data yang diperoleh dari informasi yang didapat dari artikel, jurnal, literature-literatur yang terdapat dalam situs internet atau pun perpustakaan. Teknik pengumpulan data, menurut sugiyono (2011) dapat dilakukan dengan dengan interview (wawancara), kuisioner (angket), observasi (pengamatan), dan gabungan ketiganya. Berikut teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah : 1. Studi literature, yaitu pengumpulan data dengan cara mempelajari buku, makalah, jurnal, sumber dari internet dan lain-lain, untuk memperoleh informasi yang berhubungan dengan teori-teori dan konsep-konsep yang berkaitan dengan masalah penelitian yang diangkat. 2. Metode wawancara yaitu dengan mengadakan tanya jawap secara langsung pada responden. 3. Kuisioner/angket yaitu menyebarkan sejumlah pertanyaan tertulis pada responden untuk memperoleh informasi yang terdiri dari pertanyaan organo leptik megenai rasa, warna, aroma bentuk dan tekstur. 4. Studi dekumentasi, mendokumentasikan semua kegiatan yang telah penulis lakukan dapam pembuatan penelitian ini sehinga terlihat kebenaranya. 5. Eksperimental, penulis akan melakukan ekperimententang produk tersebut sehinga dapat diteliti. 3.7 Teknik Analisis Data

59 Setelah data terkumpul dari semua panelis maka peneliti mengolah data dengan mengunakan rancangan acak kelompok dalam pengolahan data sebagai berikut: FK = ( x)2 Txr JK (P) = (x)2 + +(x) 2 faktor korelasi r JK (S) = (y)2 + +(y) 2 faktor korelasi T JK (T) = (s 2 + + s 2 ) faktor korelasi JK (G) = JK Total JK Panelis JK Sampel Dimana hasil uji hedonik kemudian dilakukan analisis varian pada tabel 3.5, selanjutnya dilakukan uji leas significant difference (LSD) dengan selang kepercayaan 95% untuk mengetahui pengaruh antra perlakuan. 1. Mencari standar error rata rata jumlah kuadrat error jumlah panelis 2. Mencari LSD pada table nilai distribusi F yang 5% untuk nilai pambanding adalah: standar error X nilai LSD. 3. Rerat hasil perhitungan diurutkan dari yang terbesar sampai yang Sumber Variasi terkecil kemudian dibandingkan dengan nilai pembanding. Derajat Bebas Tabel 3.5 Tabel Aanalisis Varian (ANAVA) Rak Jumlah Kuadrat Panelis (P) n-1 JK (P) Sampel (S) n-1 JK (S) Galat db (T)-db (P)-db (S) JK (G) Kuadrat Tengah JK (P) DB (P) JK (S) DB (S) JK (G) DB (G) Frekwensi Harapan (Fh) KT (P) KT (G) KT (S) KT (G) F 0,5

60 Total (panelis x sampel)-1 JK (T) Sumber: kartika et al. (1988, hal 120) JK (T) DB (T) Untuk membandingkan sampel tersebut penulis mengunakan uji hedonik tiga sampel berikut ini adalah rumus Turkey test (T- test). Berikut ini adalah rumus T- tes: 1. Mencari nilai standar (S): d 2 ( d) 2 /n n 1 2. Mencari nilai T hitung. a s/ n Keterangan: jika T hitung lebih kecil dari table maka hasil tidak berbeda nyata dan jika T hitung lebih besar dari table maka hasilnya berbeda nyata.