LEMBAGA SERTIFIKASI KOMPETENSI LSK ELEKTRONIKA

dokumen-dokumen yang mirip
KATA PENGANTAR. Direktur Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen PNFI Depdiknas

KATA SAMBUTAN. Direktur Jenderal PNFI Depdiknas

KATA SAMBUTAN. Direktur Jenderal PNFI Depdiknas

KATA SAMBUTAN Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan DIKMAS) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

KATA PENGANTAR. Direktur Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen PNFI Depdiknas

OLEH: Yusuf Muhyiddin

KATA SAMBUTAN. Direktur Jenderal PNFI Depdiknas

Bansos Peningkatan Kapasitas Lembaga Sertifikasi Kompetensi

KATA SAMBUTAN. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

KATA SAMBUTAN Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Bansos Peningkatan Kapasitas Tempat Uji Kompetensi

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KUASA PENGGUNA ANGGARAN SATUAN KERJA DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN,

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 64 TAHUN 2017 TENTANG

SAMBUTAN Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

KATA SAMBUTAN. Direktur Jenderal PNFI Depdiknas

Pedoman Bantuan Beasiswa Uji Kompetensi

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 45/Permentan/OT.140/4/2013 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN SERTIFIKASI PROFESI PENYULUH PERTANIAN

PEDOMAN PENYELENGGARAAN SERTIFIKASI PROFESI PENYULUH PERTANIAN BAB I PENDAHULUAN

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 70 TAHUN 2008 TENTANG

PROPOSAL PROGRAM DESA VOKASI (DESI) BIDANG KETERAMPILAN : DIAJUKAN OLEH : .( NAMA LEMBAGA) Alamat :..

BERITA DAERAH KABUPATEN BEKASI

2016, No Tahun 2003 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4279); 2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintaha

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS NOMOR KEP.57/LATTAS/IV/2014 TENTANG

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36/Permentan/SM.200/6/2015 TENTANG

BUPATI SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI SEMARANG NOMOR 33 TAHUN 2016 TENTANG

INSTRUMEN PENGAMBILAN/PENGUMPULAN DATA PENILAIAN KINERJA LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN IDENTITAS LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN

PETUNJUK TEKNIS KERJASAMA PENYELENGGARAAN APRESIASI LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN BERPRESTASI TINGKAT NASIONAL DI PROVINSI TAHUN 2015

BUPATI BERAU PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN BUPATI BERAU NOMOR 37 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 03 TAHUN 2015 TENTANG SERTIFIKASI PEKERJA SOSIAL PROFESIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

SALINAN PERATURAN MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN SERTIFIKASI USAHA PARIWISATA

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 7 TAHUN 2013 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG

PERATURAN BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2018 TENTANG SERTIFIKASI AMIL ZAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN KUASA PENGGUNA ANGGARAN SATUAN KERJA DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN,

2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 N

PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN SERTIFIKASI JABATAN FUNGSIONAL ARSIPARIS

PROPOSAL PROGRAM KEWIRAUSAHAAN MASYARAKAT (PKM) BIDANG KETERAMPILAN : DIAJUKAN OLEH : .( NAMA LEMBAGA) Alamat :..

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

2016, No Peraturan Menteri Ketenagakerjaan tentang Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentan

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KUASA PENGGUNA ANGGARAN SATUAN KERJA DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN,

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 79 TAHUN 2015 TENTANG DATA POKOK PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

2017, No Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5494); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fu

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 111/PMK.03/2014 TENTANG KONSULTAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 111/PMK.03/2014 TENTANG KONSULTAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 111/PMK.03/2014 TENTANG KONSULTAN PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA PAREPARE PROVINSI SULAWESI SELATAN

Pedoman Penyelenggaraan Lomba Kompetensi Peserta Didik

2011, No Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 1

A. Tujuan dan Manfaat

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,

BUPATI MAGETAN PERATURAN BUPATI MAGETAN NOMOR 58 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN MAGETAN BUPATI MAGETAN,

PERATURAN KOMISI YUDISIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2016 TENTANG LAYANAN INFORMASI PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN BUPATI KARAWANG NOMOR : 9 TAHUN 2013

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51/M-DAG/PER/7/2017 TENTANG PERUSAHAAN PERANTARA PERDAGANGAN PROPERTI

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

, No Mengingat : 1. Peraturan Presiden Nomor 106 Tahun 2007 tentang Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana diubah

BUPATI LOMBOK UTARA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG IZIN USAHA JASA KONSTRUKSI

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM NOMOR : Dj.I/529/2010 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KUASA PENGGUNA ANGGARAN SATUAN KERJA DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN,

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN OLEH SATUAN PENDIDIKAN NONFORMAL

BUPATI JEMBRANA PERATURAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG

INSTRUMEN PENGAMBILAN/PENGUMPULAN DATA PENILAIAN KINERJA LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN 2010 IDENTITAS LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KUASA PENGGUNA ANGGARAN SATUAN KERJA DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN,

BERITA NEGARA. No.222, 2013 KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. Verifikasi. Akreditasi. Lembaga Bantuan Hukum. Organisasi Kemasyarakatan.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KUASA PENGGUNA ANGGARAN SATUAN KERJA DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN,

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR /PMK.01/2017 TENTANG AKUNTAN BEREGISTER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PROPOSAL PENGEMBANGAN SMK PEMBANGUNAN UNIT SEKOLAH BARU (USB) SMK SMK...

PETUNJUK TEKNIS PEMBERIAN INSENTIF TENAGA LAPANGAN DIKMAS (TLD)/ FASILITATOR DESA INTENSIF (FDI) Lampiran 3

PEMBERIAN BANTUAN OPERASIONAL PEMBINAAN ORGANISASI MITRA (BOP-ORMIT)

TENTANG TATA KERJA PEJABAT PENGELOLA PELAYANAN INFORMASI DAN DOKUMENTASI DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN MOJOKERTO

PETUNJUK TEKNIS PENGUMPULAN DAN VERIFIKASI DATA KURSUS DAN PELATIHAN

PERATURAN DEPARTEMEN AUDIT INTERNAL. Bab I KETENTUAN UMUM. Pasal 1 Tujuan

PERATURAN BUPATI MUSI RAWAS NOMOR 48 TAHUN 2016 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN MUSI RAWAS

Pedoman Bantuan Sosial bagi Organisasi Mitra dan Asosiasi Profesi

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN

Pembukaan dan Perubahan Program Studi di Luar Kampus Utama Perguruan Tinggi

DESKRIPSI PROGRAM BANTUAN TEMPAT UJI KOMPETENSI 2. NAMA PROGRAM : BANTUAN TEMPAT UJI KOMPETENSI

PROPOSAL PROGRAM PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP (PKH) BIDANG KETERAMPILAN : DIAJUKAN OLEH : .( NAMA LEMBAGA) Alamat :..

BUPATI BANTUL PERATURAN BUPATI BANTUL

PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA 37/M-IND/PER/6/2006 TENTANG PENGEMBANGAN JASA KONSULTANSI INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH (IKM)

SAMBUTAN. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

BAB I P E N D A H U L U A N

Lampiran SK Dirjen Pendidikan Islam Nomor: 1366 Tahun 2014 PEDOMAN TEKNIS PELAKSANAAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG TATA LAKSANA REGISTRASI KOMPETENSI BIDANG LINGKUNGAN

PERATURAN BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI NOMOR : 2 / BNSP / III / 2014 TENTANG PEDOMAN PEMBENTUKAN LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI

2016, No c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Ketenagaker

PEDOMAN PENILAIAN PEMILIHAN LABORAN SEKOLAH BERPRESTASI TAHUN 2018

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG BADAN AKREDITASI PROVINSI SEKOLAH/MADRASAH TINGKAT PROVINSI JAWA TENGAH

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

PETUNJUK TEKNIS APRESIASI LAYANAN PENDIDIKAN MASYARAKAT MELALUI LOMBA KELEMBAGAAN (PKBM DAN SPNF SKB)

Pendirian, Perubahan Bentuk, dan Pembukaan Program Studi Perguruan Tinggi Swasta

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KUASA PENGGUNA ANGGARAN SATUAN KERJA DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN,

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2012 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN NOMOR 351 TAHUN 2011 TENTANG DAN PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN NOMOR 70 TAHUN 2011 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 274/Menkes/SK/III/2008

PEDOMAN KNAPPP 01:2005. Kata Pengantar

Transkripsi:

LEMBAGA SERTIFIKASI KOMPETENSI LSK ELEKTRONIKA Jl. Rawa Jaya III No. 35 Pisangan Timur Jakarta Timur DKI Jakarta Telp/Fax: (021) 29847488 Mei 2015

1

(Dicuplik dari Juknis TUK) 2

(Dicuplik dari Juknis TUK) 3

PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ujian Nasional Kursus Pendidikan Nonformal yang telah diselenggarakan sejak tahun 1977 yang pada saat itu disebut sebagai Ujian Nasional Kursus Pendidikan Luar Sekolah yang diselenggarakan Masyarakat (Ujian Nasional Kursus Diklusemas), dan digantikan dengan uji kompetensi pada tahun 2009. Kebijakan ini merupakan bentuk implementasi dari ketentuan Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 61 ayat (1), (2), dan (3) dan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 85 ayat (1) dan (2), serta Pasal 89 ayat (1) dan (5). Peralihan dari Ujian Nasional Kursus Pendidikan Nonformal ke Uji Kompetensi memberikan konsekuensi pada bentuk pengakuan sertifikat yang dimiliki oleh lulusannya. Jika lulusan ujian nasional kursus yang memperoleh ijazah nasional sebagai bentuk pengakuan terhadap prestasi belajar dan ataupenyelesaian suatu tingkat/jenjang paket pendidikan setelah lulus ujian yang diselenggarakan oleh Pemerintah, maka lulusan uji kompetensi menerima sertifikat kompetensi sebagai pengakuan terhadap kompetensi untuk melakukan pekerjaan tertentu setelah lulus uji kompetensi yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi atau Lembaga Sertifikasi Kompetensi. Untuk mendukung pelaksanaan uji kompetensi sebagaimana disebutkan di atas diperlukan tersedianya tempat uji kompetensi yang memiliki sarana dan prasarana yang memadai, baik jumlah maupun kualitasnya, agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan lancar, tertib, aman, dan nyaman. Atas dasar pemikiran tersebut perlu disusun Pedoman Pembentukan Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang dapat dijadikan acuan oleh para penyelenggara kursus danpelatihan, satuan pendidikan nonformal lainnya, serta Lembaga Sertifikasi Kompetensi sehingga pelaksanaan uji kompetensi tersebut dapat berjalan sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang telah ditetapkan. 4

B. Landasan Hukum 1. Undang-Undang nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 70 Tahun 2008 tentang Uji Kompetensi bagi Peserta Didik Kursus dan Pelatihan dari Satuan Pendidikan Nonformal atau Warga Masyarakat yang Belajar Mandiri C. Tujuan 1. Tujuan Pedoman Pedoman ini disusun untuk memberikan acuan kepada lembaga calon TUK, serta lembaga sertifikasi kompetensi agar memiliki pemahaman dalam pembentukan TUK. 2. Tujuan Penyelenggaraan Uji Kompetensi Pembentukan TUK bertujuan untuk memfasilitasi pelaksanaan uji kompetensi bagi peserta didik kursus dan satuan pendidikan nonformal lainnya serta warga masyarakat yang belajar mandiri berdasarkan standar kompetensi yang ditetapkan D. Pengertian 1. Tempat Uji Kompetensi adalah lembaga kursus dan/atau satuan pendidikan nonformal lainnya atau tempat lain yang berdasarkan penilaian dinyatakan layak dan mampu melaksanakan uji kompetensi. 2. Lembaga Sertifikasi Kompetensi yang selanjutnya disebut LSK adalah lembaga pelaksana uji kompetensi dan sertifikasi kompetensi yang telah mendapatkan penetapan dari asosiasi profesi terkait dan pengesahan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 3. Kompetensi adalah suatu kemampuan (keterampilan, sikap, dan pengetahuan) yang dimiliki seseorang yang dapat menunjukkan kinerja unggul dalam melakukan pekerjaan. 5

4. Uji Kompetensi adalah proses pengujian dan penilaian yang dilakukan oleh penguji atau asesor uji kompetensi untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi hasil belajar peserta didik kursus dan satuan pendidikan nonformal lainnya, serta warga masyarakat yang belajar mandiri pada suatu jenis dan tingkat pendidikan tertentu. 5. Penguji Uji Kompetensi adalah seseorang yang memiliki kompetensi dan memenuhi persyaratan untuk melakukan uji kompetensi pada jenis dan kualifikasi keahlian tertentu. 6. Peserta Uji Kompetensi adalah pemohon yang mempunyai persyaratan yang ditetapkan untuk dapat ikut serta dalam proses sertifikasi. 7. Sertifikasi Kompetensi adalah proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif melalui uji kompetensi yang mengacu kepada standar kompetensi. 8. Sertifikat Kompetensi adalah bukti pengakuan tertulis atas penguasaan kompetensi kerja pada jenis profesi tertentu yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi atau Kementerian Pendidikan Nasional. 9. Standar Kompetensi Lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan. 10. Profesi atau Keahlian adalah suatu bidang pekerjaan yang untuk melakukannya diperlukan kompetensi kerja yang dipersyaratkan serta memenuhi standar yang ditentukan dimana didalamnya terkandung pula nilai-nilai dan kode etik profesi. 6

BAB II KELENGKAPAN TEMPAT UJI KOMPETENSI (TUK) A. Lembaga Tempat Uji Kompetensi 1. Persyaratan TUK Tempat uji kompetensi harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Persyaratan Administrasi 1) Memiliki ijin operasional atau penyelenggara program dari dinas pendidikan kabupaten kota atau pejabat yang berwenang, bagi lembaga kursus atau satuan pendidikan lainnya. 2) Memiliki rekening atas nama lembaga. 3) Memilki NPWP atas nama lembaga. 4) Memiliki struktur organisasi. 5) Memiliki alamat sekretariat yang tetap. 6) Memiliki akta notaris lembaga. 7) Bagi LKP wajib memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus dan Pelatihan (NILEK) b. Persyaratan Teknis 1) Mengajukan proposal untuk menjadi tempat uji kompetensi. 2) Memiliki sarana dan prasarana untuk ujian teori dan praktik yang memadai baik jumlah maupun kualitasnya. 3) Memiliki ventilasi/pengatur udara yang baik dan penerangan yang cukup untuk melaksanakan uji kompetensi yang lancar, tertib aman, dan nyaman. 4) Letak TUK strategis dan mudah dijangkau. 5) Memiliki peralatan kantor yang memadai baik jumlah maupun kualitasnya. 7

2. Lembaga TUK Lembaga yang dapat dijadikan tempat uji kompetensi antara lain: a) Lembaga Penyelenggara Kursus (LPK) b) Lembaga pelatihan c) Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat d) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) e) Balai Pengembang Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (BP-PAUDNI) f) Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (P2PAUDNI) g) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) h) Perguruan Tinggi i) Pusat Pendidikan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) j) Unit Usaha (perusahaan, perbengkelan dan lain-lain) k) Badan sosial (rumah sakit, panti-panti dan lain-lain) l) Lembaga- lembaga lainnya yang memenuhi persyaratan. B. KUALIFIKASI DAN KOMPETENSI PENGELOLA TUK Pengelola tempat uji kompetensi harus memenuhi persayaratan sebagai berikut: 1. Pendidikan minimal SMA atau sederajat 2. Memiliki kemampuan manajerial 3. Memiliki pengetahuan dan keterampilan di bidang yang akan diujikan C. STRUKTUR ORGANISASI DAN URAIAN TUK 1. Struktur Organisasi TUK dipimpin oleh seorang ketua, dibantu oleh sekretaris, bendahara, dan tenaga operasional atau sesuai kebutuhan dengan struktur pada gambar berikut ini; 8

STRUKTUR ORGANISASI TEMPAT UJI KOMPETENSI ELEKTRONIKA Tugas dan Fungsi Organisasi a. Ketua 1. Merencanakan, mengkoordinasikan, melaksanakan, mengontrol serta mengevaluasi seluruh pelaksanaan kegiatan uji kompetensi. 2. Menyosialisasikan dan mempublikasikan kegiatan uji kompetensi 3. Mengusulkan pelatihan secara berkala kepada lembaga sertifikasi kompetensi. 4. Menyiapkan rencana program dan anggaran pelaksanaan uji kompetensi. 5. Mempromosikan seluruh kegiatan TUK. 6. Melaporkan semua pelaksanaan kegiatan Uji Kompetensi setelah kegaiatan selesai kepada lembaga sertifikasi kompetensi. 7. Melaporkan semua kegiatan TUK secara berkala (tengah tahunan, dan tahunan) kepada lembaga sertifikasi kompetensi. 9

b. Sekretaris Membantu Ketua dalam rangka: 1. Mengelola tata persuratan 2. Mengkoordinasikan kegiatan rapat-rapat 3. Menyusun notulen rapat 4. Menyusun laporan kegiatan bulanan, triwulan dan tengah tahunan c. Bendahara 1. Membuat Rencana Anggaran Biaya-biaya (RAB) 2. Mengadministrasikan penerimaan dan pengeluaran keuangan yang berlaku 3. Menyusun laporan keuangan TUK secara berkala. d. Bidang Administrasi 1. Menerima pendaftaran calon peserta uji kompetensi, baik yang sudah terjadwal maupun yang belum 2. Mendokumentasikan seluruh kegiatan pendaftaran 3. Mengkonsultasikan usulan uji komptensi yang tidak terjadwal kepada ketua 4. Mensosialisasikan dan mempublikasikan jadwal uji kompetensi 5. Mengadministrasikan dan mendistribusikan sertifikat kompetensi 6. Menyusun laporan kegiatan. e. Bidang Teknis 1. Mengkoordinasikan pelaksanaan uji kompetensi dengan penguji 2. Menyiapkan bahan atau alat uji kompetensi 3. Menyiapkan nomor peserta uji kompetensi 4. Menyiapkan pelaksanaan uji kompetensi 5. Mengkoordinasikan tim penguji uji kompetensi 6. Mengawasi pelaksaanaan uji kompetensi 7. Mendokumentasikan seluruh kegiatan uji kompetensi 8. Menghimpun mengklasifikasikan mengolah, menganalisis dan menyajikan data peserta dan lulusan uji kompetensi 9. Menyusun laporan kegiatan. 10

D. SARANA DAN PRASARANA TUK ELEKTRONIKA LSK Elektronika pada tahun 2015, hanya akan melaksanakan uji kompetensi untuk Elektronika Dasar (Basic Electronic). Tempat uji kompetensi harus memiliki sarana dan prasarana sesuai dengan materi uji kompetensi Elektronika Dasar sebagai berikut: No. KOMPONEN VARIABEL 1. Kepemilikan gedung Diutamakan milik sendiri 2. Lokasi Gedung Diutamakan strategis Ruang tempat uji kompetensi: 1. Ruang teori dapat berupa kursi meja, papan tulis atau projector, dan kursi meja Ruang Uji Teori pengawas. Luas ruang teori minimal 40 m 2. 2. Ruang teori dapat menggunakan ruang praktik dengan ketentuan sesuai dengan ruang untuk uji praktik. 3. 1. Ruang praktik dilengkapi dengan meja praktek yang dapat menampung peserta uji kompetensi, memiliki daya listrik yang cukup untuk solder dan peralatan Ruang Uji Praktik elektronika lainnya. 2. Luas ruangan praktik minimal 40 m 2 dan dilengkapi dengan papan tulis atau projector, meja dan tempat duduk untuk 2 orang penguji. Ruang depan digunakan untuk tempat 4. Ruang depan (front pendaftaran dan sebagai ruang tunggu yang office) dilengkapi dengan meubelair atau kursi tunggu, sarana informasi lembaga atau TUK. 1. Ruang kantor yang digunakan untuk ruang pimpinan lembaga, sekretaris, bendahara dan tenaga teknis. 5. Ruang Kantor 2. Ruang dapat digunakan bersama (tidak tersekat) atau terpisah. 3. Ruang kantor harus dilengkapi dengan peralatan kantor seperti: meubelair, komputer, printer, telepon, dan lemari arsip. 6. Gedung dan ruang memiliki ventilasi yang cukup Sarana umum dan nyaman dan dilengkapi ruang ibadah (ruang sholat), dan toilet 7. Sarana khusus Pada setiap meja praktek harus disiapkan 1 (satu) buah stop kontak 2 lobang. 8. Peralatan Uji Kompetensi untuk setiap peserta: Peralatan Uji 1. Peralatan tangan : 1 (satu) toolset elektronika Kompetensi yang dilengkapi dengan solder kualitas baik. Elektronika 2. Peralatan ukur : 1 (satu) Multimeter Analog 11

atau Digital dengan kualitas baik. 3. TUK harus memiliki minimal 10 set peralatan uji kompetensi elektronika. E. KETENTUAN TUK TIDAK TETAP ATAU BERPINDAH (MOBILE) Tempat Uji Kompetensi (TUK) tidak tetap atau berpindah (mobile) adalah tempat atau ruangan yang digunakan untuk pelaksanaan uji kompetensi oleh LSK Elektronika atau TUK Elektronika yang ditunjuk oleh LSK dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Belum tersedianya TUK Elektronika pada wilayah dimana peserta uji kompetensi berada. 2. Permintaan atau permohonan tertulis dari lembaga pendidikan, perusahaan/industri, atau organisasi profesi. 3. Memiliki ruang uji teori dan praktik dengan sarana dan prasarana sesuai ketentuan di atas. Untuk peralatan elektronika dapat menggunakan peralatan yang telah dimiliki oleh pemohon atau dari TUK Elektronika. 4. Biaya uji kompetensi untuk TUK tidak tetap atau berpindah (mobile) akan ditetapkan oleh LSK berdasarkan pertimbangan atau masukan dari TUK terdekat. 5. Ketentuan lain dapat disesuaikan lebih lanjut. 12

BAB III PEMBENTUKAN TEMPAT UJI KOMPETENSI A. Prosedur Menjadi TUK 1. Penunjukan langsung oleh lembaga sertifikasi kompetensi Lembaga kursus dan pelatihan atau satuan pendidikan lainnya yang dapat ditunjuk langsung sebagai TUK adalah lembaga yang memenuhi kriteria sebagai berikut: a. Lembaga tersebut bertanggungjawab dalam pelayanan terhadap pelanggan/masyarakat. b. Memiliki ijin operasional dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota atau pejabat yang berwenangan c. Memiliki sarana dan prasarana yang memadai baik kuantitas maupun kualitasnya d. Memiliki kebijakan dan prosedur kerja yang berisikan komitmen untuk memenuhi dan menerapkan sertifikasi kompetensi dalam lingkup kompetensinya e. Memililiki jejaring dengan lembaga atau institusi yang relevan (terkait) baik di dalam maupun di luar negeri. 2. Penilaian oleh Tim lembaga sertifikasi kompetensi Penetapan lembaga kursus dan pelatihan atau satuan pendidikan lainnya menjadi TUK dapat dilakukan melalui tahapan-tahapan sebagai berikut; a) Lembaga kursus dan pelatihan atau satuan pendidikan lainnya mengajukan permohonan menjadi TUK kepada lembaga sertifikasi kompetensi dengan tembusan kepada Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan, Dinas pendidikan provinsi dan atau kabupaten/kota dengan melampirkan: 1) Ijin Operasional dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat atau pejabat yang berwenang bagi lembaga kursus atau satuan pendidikan lainnya. 2) Salinan akta notaries lembaga 3) Profil lembaga kursus dalam bentuk soft copy atau hard copy 13

4) NPWP dan rekening lembaga kursus 5) Daftar sarana dan prasarana yang relevan dengan jenis uji kompetensi yang diselenggarakan. b) Lembaga sertifikasi kompetensi mempelajari berkas permohonan calon TUK. Apabila tim verifikasi menemukan ada bagian di dalam proposal tersebut yang dianggap kurang atau belum lengkap maka lembaga sertifikasi kompetensi akan memberikan kesempatan kepada lembaga kursus atau satuan pendidikan lainnya untuk memperbaiki atau melengkapinya. Waktu yang diberikan untuk menyempurnakan dan melengkapi hasil penilaian tersebut selama 2 (dua) minggu, terhitung sejak proposal diserahkan kembali ke lembaga yang bersangkutan. B. Verifikasi dan Visitasi 1. Apabila berkas permohonan dinilai memenuhi persyaratan maka lembaga sertifikasi kompetensi menugaskan tim verifikasi untuk melakukan visitasi ke lembaga calon TUK guna memverifikasi lembaga tersebut dengan menggunakan format yang telah ditetapkan oleh lembaga sertifikasi kompetensi. 2. Hasil verifikasi tersebut dilaporkan kepada lembaga sertifikasi kompetensi disertai dengan rekomendasi yang dapat dijadikan bahan pertimbangan oleh lembaga sertifikasi 3. Jika lembaga sertifikasi kompetensi belum terbentuk maka kegiatan verifikasi dan visitasi dilakukan oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan bersama-sama Organisasi profesi terkait dalam konsorsium terkait. C. Penetapan TUK 1. Lembaga yang dinilai layak berdasarkan hasil penilaian dan verifikasi akan dietetapkan oleh lembaga sertifikasi kompetensi menjadi TUK. 2. Surat penetapkan TUK diberikan kepada TUK dengan tembusan kepada Direktorat Pembinaan Kursus dan pelatihan Dinas pendidikan Provinsi dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. 14

D. Kewajiban dan Hak TUK 1. Kewajiban TUK a. Memasang papan nama TUK b. Menyediakan formulir pendaftaran c. Menyediakan sarana ujian teori dan praktek sesuai dengan kebutuhan d. Melakukan koordinasi denngan penguji dalam persiapan dan pelaksanaan uji kompetensi e. Melaksanakan uji kompetensi secara profesional f. Menyusun laporan pelaksanaan uji kompetensi kepada lembaga sertifikasi kompetenssi dengan tembusan kepada Direktoraat Pembinaan kursus dan Pelatihan, serta Dinas Pendidikan provinsi, Kabupaten/Kota g. Menghimpun, mengolah dan menampilkan data penguji, peserta uji kompetensi dan pemegang sertifikasi kompetensi h. Melaksanakan sistem pencatatan keuangan yang sesuai dengan prinsi prinsip akuntansi yang berlaku dan dapat dipertanggungjawabkan (akuntabel) i. Melakukan sosialisasi dan promosi pelaksanaan uji kompetensi di daerahnya masing-masing j. Menjamin kelancaran keamanan, dan kenyamanan pelaksanaan uji kompetensi 2. Hak TUK a. Mendapatkan fasilitas dan bantuan teknis dari pemerintah b. Menerima dan mengelola biaya uji kompetensi c. Mendapatkan perlindungan dan bantuan hukum dari lembaga sertifikasi kompetensi E. Periode Evaluasi Kinerja TUK TUK dievaluasi 2 (dua) kali dalam setahun dan dapat melanjutkan kegiatannya apabila memiliki kinerja baik. 15

F. Tugas, Fungsi, dan Wewenang TUK 1. Tugas a. Melakukan promosi sosialisasi dan publikasi jadwal uji kompetensi kepada lembaga kursus satuan pendidikan lainnya dan masyarakat b. Menerima pendaftaran calon peserta uji kompetensi untuk disampaikan kepada lembaga sertifikasi kompetensi c. Menyiapkan sarana dan prasarana, sumber daya manusia (SDM) serta kelengkapan administrasi yang dperlukan untuk uji kompetensi d. Menerima dan menyimpan serta memastikan bahan uji kompetensi dalam keadaan aman. e. Mengkoordinasikan pelaksanaan uji kompetensi. f. Melaksanakan uji kompetensi. g. Membuat berita acara pemusnahan berkas ujian yang tidak digunakan. h. Mengevaluasi, dan melaporkan proses dan hasil pelaksanaan uji kompetensi kepada lembaga sertifikasi kompetensi i. Membuat laporan bulanan, triwulan, tengah tahunan tentang pelaksanaan uji kompetensi kepada lembaga sertifikasi kompetensi 2. Fungsi TUK berfungsi sebagai tempat pendaftaran dan pelaksanaan uji kompetensi 3. Wewenang a. Menempatkan tim pengawas uji kompetensi b. Menetapkan kebutuhan biaya pelaksanaan uji kompetensi mengacu pada standar yang ditetapkan oleh LSK. c. Menerima biaya pendaftaran dan calon peserta uji kompetensi d. Mengumumkan kelulusan yang dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi kompetensi dan menyerahkan sertifikasi kompetensi kepada peserta uji kompetensi yang dinyatakan lulus G. Pengawasan Dinas Pendidikan provinsi, kabupaten/kota, DPC Asosiasi Profesi, dan masyarakat dapat melakukan pengawasan terhadap TUK. 16

H. Sanksi 1. Sanksi akan diberikan kepada TUK apabila terbukti melakukan penyimpangan dalam melaksanakan tugas 2. Bentuk sanksi a. Pembatalan hasil pelaksanaan uji kompetensi b. Pemberhentian sementara kegiatan TUK c. Pencabutan status sebagai TUK dan mengumumkan bahwa TUK yang bersangkutan tidak lagi sebagai tempat uji kompetensi bidang elektronika. 17

BAB III PENUTUP Sebagai amanat dari Undang-undang nomor 20 Tahun 2003, pelaksanaan uji kompetensi dan sertifikasi kompetensi memegang peranan sangat penting dan strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia berkualitas yaitu memiliki kualifikasi dan kompetensi yang dipersyaratkan yang meliputi aspek kecerdasan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan dalam berpikir dan bertindak atau untuk melakukan pekerjaan tertentu sehingga mereka memiliki daya saing ketika memasuki dunia kerja. Penjaminan mutu menjadi bagian yang tak terpisahkan untuk menghasilkan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Elektronika yang mandiri, kuat, terpercaya dan berwibawa. Oleh karena itu, lembaga ini harus secara terusmenerus dan berkesinambungan melakukan kajian, telahaan, dan evaluasi untuk mencapai kinerja unggul. Berdirinya Lembaga Sertifikasi Kompetensi yang mandiri, kuat, dan berwibawa mutlak diperlukan dalam melaksanakan proses pengujian dan sertifikasi untuk memberikan pencitraan positif kepada masyarakat dan kalangan dunia usaha/industri, sehingga lulusannya selain memiliki daya saing, juga peluang untuk mampu bekerja mandiri dan profesional atau diterima di pasar kerja lebih besar. Peralihan dari Ujian Nasional Pendidikan Luar Sekolah yang diselengarakan oleh Masyarakat (Ujian Nasional Diklusemas) atau ujian Nasional Pendidikan Nonformal menjadi Uji Kompetensi merupakan upaya pemerintah dalam meningkatan kualitas lulusan lembaga pendidikan nonformal. Untuk mencapai harapan tersebut, perlu dipersiapkan komponen pelaksanaan uji kompetensi, antara lain pedoman pengujian dan penilaian, alat dan bahan penilaian uji kompetensi, standar kompetensi lulusan (SKL), master penguji, penguji, tempat uji kompetensi yang akan menjadi bagian dalam organisasi lembaga sertifikasi kompetensi Tempat uji kompetensi merupakan ujung tombak dalampelaksanaan uji kompetensi, karena secara langsung bertugas menerima pendaftaran peserta, mengadministrasikan, melaksanakan, dan melaporkan hasil uji kompetensi. 18

Tugas-tugastersebut dapat dilaksanakan dengan baik apabila tempat uji kompetensi memenuhi kelayakan baik dari segi administrasi, teknis, maupun operasional yang didukung oleh SDM yang memadai Petunjuk Teknis Pembentukan Tempat Uji Kompetensi ini dibuat untuk dijadikan acuan bagi para penyelenggara kursus dan pelatihan, dan satuan pendidikan nonformal lainnya serta Lembaga Sertifikasi Kompetensi Elektronika dalam membentuk Tempat Uji Kompetensi. Hal-hal lain yang belum diatur dalam petunjuk teknis ini, akan diatur dalam pedoman yang lebih spesifik. -----o0o----- 19

Lampiran 1. SISTEMATIKA PROPOSAL PEMBENTUKAN TUK A. HALAMAN SAMPUL, berisikan 1. Judul proposal 2. Pembentukan Tempat Uji Kompetensi 3. Jenis keterampilan yang akan diselenggarakan 4. Nama, alamat, identitas dan perijinan lembaga Calon TUK, lihat contoh PROPOSAL PEMBENTUKAN TEMPAT UJI KOMPETENSI (TUK) Bidang Elektronika LEMBAGA PELATIHAN DAN KETERAMPILAN HERTZ ELECTRONICS INSTITUTE Jln. Ketapang Utara I/59, Jakarta Barat 11140 telp : (021) 633 3211, 633 3731, 98280318 Ijin Operasional : Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta No. 123/DP/LKP/1978 Tahun 1978 B. KATA PENGANTAR C. HALAMAN REKOMENDASI Berupa surat rekomendasi yang menjelaskan bahwa lembaga pengusul layak dipertimbangkan untuk menjadi tempat uji kompetensi, surat rekomendasi dari Dinas pendidikan Kabupaten/Kota D. DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Tujuan 20

BAB II : PROFIL LEMBAGA Menguraikan secara rinci tentang profil lembaga BAB III : RANCANGAN ORGANISASI TUK Menguraikan tetang struktur organisasi TUK, Pejabat organisasi, dan uraian tugas masing-masing BAB IV : PROGRAM KERJA TUK Menguraikan secara lengkap tentang rancangan program kerja TUK BAB V : PENUTUP Berisi uraian singkat tentang seluruh rangkaian, kegiatan yang direncanakan, dilengkapi dengan kesimpulan dan saran-saran LAMPIRAN-LAMPIRAN - Akta Notaris lembaga - Rekening atas nama lembaga (bukan nama pribadi atau c.q nama orang ) - NPWP atas nama lembaga - Sarana dan prasarana yang dimiliki ( sebutkan jumlah dan keadaan fisiknya) - No Telp yang dapat dihubungi, kantor atau Hp 21

Lampiran 2. Contoh SK Penetapan TUK oleh LSK Keputusan Lembaga Sertifikasi Kompetensi.. No: /Lembaga Sertifikasi Kompetensi./2014 Tentang Penetapan Tempat Uji Kompetensi Ketua Lembaga Sertifikasi Kompetensi ELEKTRONIKA Menimbang dst Mengingat dst Memutuskan Menetapkan Pertama : menetapkan lembaga yang namanya sebagaimana tercantum pada lampiran keputusan ini sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) Kedua : Mewajibkan kepada Tempat Uji Kompetensi untuk segera 1. Membuat papan nama TUK 2. Melaksanakan uji kompetensi sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku 3. Melaporan hasil pelaksanaan uji kompetensi kepada lembaga sertifikasi kompetensi Ketiga : Apabila terjadi kekeliruan dalam keputusan ini akan dilakukan perubahan seperlunya Keempat : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan Ditetapkan di. pada tanggal Ketua Lembaga Sertifikasi Elektronika. 22

Lampiran 3. Contoh Papan Nama TUK Logo LSK TEMPAT UJI KOMPETENSI (TUK) ELEKTRONIKA Logo TUK HERTZ ELECTRONICS INSTITUTE SK LSK : Nomor 8/LSK/E/2015 Jln. Ketapang Utara I/59, Jakarta Barat 11140 telp : (021) 633 3211, 633 3731, 98280318 Ukuran papan nama : panjang 1,5 meter lebar 1 meter Bentuk tulisan : bebas, jelas dan mudah dibaca 23

Daftar Isi hal KATA SAMBUTAN Direktur Jenderal PAUDNI PENGANTAR Direktur Kursus dan Pelatihan i 1 3 6 7 7 8 DAFTAR ISI 24

KATA SAMBUTAN... i KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI iv BAB l : PENDAHULUAN A. Latar Belakang... 1 B. Landasan Hukum... 2 C. Tujuan... 2 D. Pengertian... 2 BAB ll : KELENGKAPAN UJI KOMPETENSI A. Lembaga TUK... 4 B. Kualifikasi dan Kompetensi Pengelola TUK... 5 C. Struktur Organisasi dan Uraian TUK... 5 D. Sarana dan Prasarana TUK... 8 BAB lll : PEMBENTUKAN TEMPAT UJI KOMPETENSI A. Prosedur Menjadi TUK... 9 B. Verifikasi dan Visitasi... 10 C. Penetapan TUK... 11 D. Kewajiban dan Hak TUK... 11 E. Periode Evaluasi Kinerja TUK... 12 F. Tugas Fungsi dan Wewenang TUK... 12 G. Pengawasan... 14 H. Sanksi... 14 BAB IV : PENUTUP... 15 LAMPIRAN 1. Sistematika Proposal Pembentukan TUK... 17 2. Contoh SK Penetapan TUK oleh LSK... 19 3. Contoh Papan Nama TUK... 20 4. PersayaratanMinimal untuk Menjadi TUK... 21 25