BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu

BAB I PENDAHULUAN. baru serta teori baru kedalam kurikulum sekolah. 1 Pendidikan merupakan

BAB I PENDAHULUAN. akan pentingnya pendidikan harus dilaksanakan sebaik-baiknya sehingga dapat

BAB I PENDAHULUAN. Sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan anak yang lahir dalam keadaan fitrah atau suci :

BAB I PENDAHULUAN. Sehubungan dengan itu Allah Swt berfirman dalam Alquran surah At-Tahrim

BAB I PENDAHULUAN. Matematika juga berkembang di bidang ilmu yang lain, seperti Kimia, Fisika, saat ini dengan penerapan konsep matematika tersebut.

BAB I PENDAHULUAN. Islam memandang manusia sebagai makhluk yang termulia dan sempurna. Ia

BAB I PENDAHULUAN. Undang No. 20 Tahun 2003 Bab II Pasal 3 sebagai berikut. Hal ini sejalan pula dengan Hadist Rasulullah SAW dari Abu Hurairah r.a.

BAB I PENDAHULUAN. rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang.

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang ditopang oleh empat

BAB I PENDAHULUAN. secara sistematis dan terencana dalam setiap jenis dan jenjang pendidikan.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah dan Penegasan Judul

BAB I PENDAHULUAN. persaingan di berbagai negara. Dengan bantuan dari berbagai media, pengetahuan

BAB I PENDAHULUAN. negara. 1 Di atas sudah jelas bahwa pendidikan hendaknya direncanakan agar

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. ataupun kesuksesan. Keberhasilan merupakan kemampuan yang dimiliki oleh

BAB I PENDAHULUAN. Proses pembangunan yang sedang berlangsung di negara ini disertai

BAB I PENDAHULUAN. pengetahuan sebagaimana hadist Rasulullah S.AW yang berbunyi: Artinya : Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki

BAB I PENDAHULUAN. jawabanya dihadapan-nya, sebagaimana Allah SWT berfirman :

BAB I PENDAHULUAN. oleh kualitas sumber daya manusianya. Untuk meningkatkan kualitas manusianya

BAB I PENDAHULUAN. terutama generasi muda sebagai pemegang estafet perjuangan untuk mengisi

BAB I PENDAHULUAN. dengan meningkatnya hasil belajar siswa. Peningkatan hasil belajar dapat. mengerti dan untuk dapat memecahkan suatu masalah.

BAB I PENDAHULUAN. dipengaruhi oleh pendidikan formal informal dan non-formal. Penerapan

BAB I PENDAHULUAN. nasional sebagaimana yang dirumuskan dalam Undang-Undang RI No.20 Tahun

BAB I PENDAHULUAN. suatu kelompok manusia dapat berkembang sejalan dengan aspirasi (cita-cita)

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN FISIKA MATERI POKOK HUKUM NEWTON MELALUI MODEL INQUIRY LEARNING

BAB I PENDAHULUAN. dapat menghadapi segala tantangan yang akan timbul, lebih-lebih dalam

BAB I PENDAHULUAN. berbangsa dan bernegara. Maju mundur suatu bangsa sebagian besar ditentukan

HADITS TENTANG RASUL ALLAH

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Allah akan senantiasa meninggikan derajat bagi orang-orang yang beriman dan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Mahfud Junaedi. Ilmu Pendidikan Islam Filsafat dan pengembangan. (Semarang : Rasail. 2010).

BAB I PENDAHULUAN. manusia dan ibadah shalat yang dilakukan dengan benar-benar akan membentuk. manusia yang beriman dan bertaqwa serta berbudi luhur.

BAB I PENDAHULUAN. Allah swt Berfirman. dalam surat Al-Mujadallah ayat 11.

BAB I PENDAHULUAN. pada masa lalu dan masa kini, tetapi sudah seharusnya merupakan proses yang. pentingnya pendidikan seperti pada ayat berikut ini:

BAB I PENDAHULUAN. selesai sampai kapanpun, sepanjang ada kehidupan manusia di dunia ini, karena

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah dan Penegasan Judul. Maju tidaknya peradaban manusia, tidak terlepas dari eksistensi pendidikan.

PENDAHULUAN. mencapai tujuan pendidikan nasional. Perkembangan zaman saat ini menuntut

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Salah satu masalah yang terjadi pada dunia pendidikan di Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. Lembaga Pendidikan Islam baik MI, MTs, MA, maupun PTAI sering

BAB I PENDAHULUAN. dapat dikatakan sebagai kunci ilmu pengetahuan adalah mata pelajaran bahasa

BAB I PENDAHULUAN. mempersiapkan peserta didik agar meraih cita-citanya dimasa yang akan

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu aspek penting dalam

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

A. LATAR BELAKANG MASALAH

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Al-Qur an merupakan kitab suci umat Islam yang berisi firman Allah

BAB I PENDAHULUAN. dalam kehidupan. Kesempurnaan, kemuliaan, serta kebahagiaan tidak mungkin

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. termasuk hal yang sangat diperhatikan di Indonesia disamping bidang yang lainnya.

BAB I PENDAHULUAN. bersikap kritis, berinisiatif, unggul, dan kompetitif selain menguasai ilmu

BAB I PENDAHULUAN. Membaca pada dasarnya adalah mengubah lambang-lambang tertulis

A. LATAR BELAKANG MASALAH

BAB I PENDAHULUAN. yang dilakukan dan tindakan yang diambil akan bertentangan dengan normanorma

BAB I PENDAHULUAN. penting karena dapat menentukan perkembangan dan kemajuan suatu kelompok

BAB I PENDAHULUAN. maknanya, merupakan tujuan pengajaran. Adapun literasi mencakup berpikir,

BAB I PENDAHULUAN. posisi itu selalu didambakan oleh semua orang yang benar dan orang yang

BAB I PENDAHULUAN. sebagai manusia pertama, sebagaimana al-qur an menyatakan. berkembang sesuai dengan kondisi dan konteks lingkungannya.

BAB I PENDAHULUAN. kondisi sosial kultural masyarakat Indonesia( Hamalik, 2001: 1)

BAB I PEDAHULUAN. Pendidikan juga mengarahkan pada penyempurnaan potensi-potensi yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah dan Penegasan Judul. berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, dan mandiri.

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. (QS.

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan matematika dalam pembelajaran mampu meningkatkan sumber

BAB I PENDAHULUAN. untuk terbentuknya kepribadian yang bulat dan utuh sebagai manusia

BAB I PENDAHULUAN. dirumuskan itu bersifat abstrak sampai pada rumusan-rumusan yang dibentuk

BAB I PENDAHULUAN. Nuryani Y Rustama, dkk, Strategi Belajar Mengajar Biologi, (tt.p: Universitas Pendidikan Indonesia, 2003), hlm. 4.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan di tingkat Madrasah Ibtidaiyah merupakan lembaga pendidikan

I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Mujadilah ayat 11:

BAB I PENDAHULUAN. negara akan dapat memasuki era globalisasi ini dengan tegas dan jelas apabila

BAB I PENDAHULUAN. Selain ayat al-qur an juga terdapat sunnah Rasulallah SAW yang berbunyi:

BAB I PENDAHULUAN. guru harus memiliki kemampuan profisional. Salah satu kemampuan profesional

Transkripsi:

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan suatu proses yang bertujuan mencerdaskan seluruh kehidupan umat manusia. Oleh karena itu pendidikan merupakan salah satu faktor penting bagi kemajuan suatu bangsa. Melalui pendidikan masyarakat bangsa ini dapat terbebas dari kebodohan dan keterpurukan, serta mampu mengembangkan dan meningkatkan sumber daya manusia sebagai modal untuk mampu bersaing dan bersanding dengan bangsa lain dalam dunia internasional. Pendidikan merupakan sarana yang sangat efektif untuk mempersiapkan dan mendukung tercapainya tujuan membentuk generasi muda yang sholeh. Hal tersebut dikarenakan pendidikan merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari manusia yang selalui ingin berkembang dan berubah, berinovasi, serta berkreasi untuk dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Frederic J.M.C. Donald dalam bukunya Educational Psycology sebagaimana yang diungkapkan oleh Syamsul Ma arif, mengemukakan bahwa education is a process or an activity which is directed at producing desirable change in the behavior of human being (pendidikan adalah sebuah proses atau aktivitas yang secara langsung dapat merubah perilaku manusia). 1 Berdasarkan pendapat tersebut dapat dipahami, bahwa pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan dengan sengaja, teratur dan terencana yang dimaksudkan untuk mengubah tingkah laku manusia sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Tujuan dari pendidikan dapat tercapai salah satunya melalui kegiatan belajar. hlm. 16-17. 1 Syamsul Ma arif, Selamatkan Pendidikan Dasar Kita, (Semarang: Need s Press, 2009),

Belajar merupakan serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotor. Belajar, sebagai karakteristik yang membedakan manusia dengan makhluk lain, merupakan aktivitas yang selalu dilakukan sepanjang hayat manusia, bahkan setiap harinya. Belajar merupakan suatu aktivitas yang dilakukan individu yang membawa suatu perubahan terkait dengan segala aspek organisme dan tingkah laku pribadi individu. Dengan demikian, belajar dapat membawa perubahan bagi individu, baik perubahan yang berkaitan dengan pengetahuan, sikap, maupun keterampilannya. Berdasarkan perubahan-perubahan yang terjadi tersebut, tentunya sangat membantu individu dalam menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari dan dapat membantu individu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Melalui belajar manusia berusaha mengaktualisasikan potensi dirinya dengan lingkungannya seoptimal mungkin, agar tercapai kenikmatan hidup dalam penyesuaian yang harmonis, dinamis, dan keseimbangan antara dirinya dan lingkungannya. Sekolah merupakan salah satu satuan pendidikan formal yang merupakan tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Proses belajar mengajar di sekolah tidak hanya sebatas pemberian materi yang disampaikan guru kepada peserta didik, tetapi juga proses pembentukan mental dan emosi anak, serta kehidupan sosial anak. Di mana sekolah merupakan lingkungan sosial kedua setelah keluarga. Madrasah Ibtidaiyah (MI) Habibiyah merupakan salah satu sekolah dasar swasta yang berada di dusun Bangsri desa Tambakselo kecamatan Wirosari kabupaten Grobogan. Peserta didik MI Habibiyah memiliki karakter dan latar belakang keluarga yang berbeda-beda. Mata pelajaran yang di ajarkan di MI Habibiyah ini terdiri dari mata pelajaran agama, umum, dan muatan lokal. Salah satu yang termasuk dalam mata pelajaran umum adalah mata pelajaran matematika.

Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang dan matematika diskrit. Untuk menguasai dan menciptakan teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini. 2 Pada masa anak-anak usia sekolah, peranan logika mulai nampak kuat, sehingga setiap kata, kalimat atau simbol-simbol angka mendapat perhatian yang baik. Pada usia ini, anak mulai mampu berfikir secara abstrak, yaitu pemikiran yang mampu membentuk pengertian dan bahkan penalaran melalui operasi-operasi logika. Fase inilah yang tepat untuk dapat meningkatkan dan mengebangkan kemampuan matematis anak. 3 Mata pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif. 4 Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang penting untuk dipelajari dan termasuk mata pelajaran yang diujikan dalam ujian nasional. Akan tetapi, banyak peserta didik yang beranggapan bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit. Selain itu masih banyak peserta didik yang memperoleh nilai rendah pada mata pelajaran matematika. Hal tersebut juga terjadi di MI Habibiyah Tambakselo. 2 PERMENDIKNAS No. 22 tahun 2008. 3 Suharsono, Akselerasi Intelegensi: Otimalkan IQ, EQ, & SQ secara Islami, (Jakarta: Inisiasi Press, 2004), hlm.175. 4 PERMENDIKNAS No. 22 tahun 2008.

Berdasarkan atas data yang diperoleh peneliti, dapat dilihat bahwa pencapaian prestasi belajar peserta didik di MI Habibiyah dapat dikatakan rendah. Hal itu dapat dilihat dari hasil capaian ulangan peserta didik yang mana masih banyak peserta didik yang mendapat nilai di bawah 70, di mana kriteria ketuntasan minimum untuk mata pelajaran matematika di MI Habibiyah adalah 60. 5 Pencapaian prestasi belajar matematika peserta didik di MI Habibiyah yang demikan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Secara umum, faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar dapat digolongkan ke dalam dua jenis, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri (faktor internal) dan faktor yang berasal dari luar diri (faktor eksternal). Pengenalan terhadap faktorfaktor yang mempengaruhi prestasi belajar penting sekali, karena hal tersebut dapat membantu peserta didik mencapai prestasi belajar yang sebaikbaiknya. 6 Faktor internal adalah faktor yang datang dari diri peserta didik itu sendiri. Adapun yang termasuk dalam faktor internal yaitu keadaan jasmaniah atau fisik dan keadaan psikologis yang mencakup intelegensi, minat, bakat dan motivasi. Sedangkan faktor eksternal yaitu faktor yang datang dari luar diri peserta didik. Termasuk dalam faktor eksternal yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Berdasarkan faktor-faktor internal tersebut salah satu yang mempengaruhi pecapaian prestasi belajar adalah inteligensi (kecerdasan). Salah satu kecerdasan yang dimiliki setiap orang adalah kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional merupakan bagian dari aspek kejiwaan seseorang yang paling dalam dan merupakan suatu kekuatan, karena dengan adanya emosi itu manusia dapat menunjukkan keberadaanya dalam mengatasi masalah-masalah. Pengembangan emosi dikalangan anak-anak akan membantu mereka mengambil keputusan dan dapat menilai mana sesuatu yang harus dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan. Secara psikologis 5 Daftar nilai semester genap kelas IV MI Habibiyah tahun ajaran 2011/2012. 6 Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, Psikologi Belajar, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2004), hlm. 138.

dapat dilihat bahwa, anak pada usia 9-11 tahun mempunyai rasa ingin tahu tentang segala hal dan mulai berpikir dan bertindak secara mandiri. 7 Pada masa ini tantangan terbesar adalah menemukan keseimbangan antara kebutuhan akan keluarga dan keinginan akan kebebasan. Pada masa anak-anak akhir ini, para ahli psikologi sering menyebut masa ini usia berkelompok, usia penyesuaian, karena kehidupan pada masa ini tertuju pada keinginan diterima dengan baik oleh kelompok. Penerimaan yang yang kurang baik atau penolakan dari kelompok dapat mempengaruhi prestasi sehingga menjadi turun. 8 Karakteristik anak pada masa ini adalah memiliki rasa ketertarikan terhadap hal-hal yang kongkret, rasa ingin tahu dan ingin bisa yang tinggi, mulai memiliki keinginan pada hal tertentu, masih membutuhkan orang dewasa untuk membantu menyelesaikan tugas dan memenuhi keinginan, memandang nilai rapor sebagai ukuran prestasi, dan gemar membentuk kelompok. 9 Sebagaimana yang diungkapkan dalam ensiklopedi perkembangan anak, pada masa anak akhir secara emosi anak memiliki rasa persahabatan yang kokoh, sifat ulet yang berkembang, cara berfikir lebih positif, keinginan untuk mandiri dan bebas, menyesuaikan diri dengan lingkungannya, mulai menyadari emosinya, mampu memikirkan perasaan dan pendapat orang lain, namun belum dapat mengendalikan reaksinya. Sedangkan jika dilihat dari faktor-faktor eksternal, pencapaian prestasi belajar peserta didik MI Habibiyah sedikit banyak dipengaruhi oleh kondisi lingkungan keluarga. Peran orang tua sebagai pengajar utama dan pertama bagi anak sangatlah besar. Orang tua yang memberikan perhatian cukup baik terhadap pendidikan anak mampu memberikan pengaruh yang positif terhadap pencapaian hasil belajar anak. Sebagian besar orang tua peserta didik di MI Habibiyah berprofesi sebagai petani dan industri rumahan. 7 Carol Cooper, dkk, Ensiklopedi Perkembangan Anak,(Jakarta: Erlangga, 2009), hlm: 194. 8 H. M. Alisuf Sabri, Psikologi Pendidikan: Berdasarkan Kurikulum, (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 2007), hlm:20. 9 H. M. Alisuf Sabri, Psikologi Pendidikan, hlm: 22.

Sebagian besar waktu orang tua tersita oleh pekerjaan, yaitu mengolah sawah dan industrinya. Sehingga orang tua kurang maksimal dalam memberikan perhatian terhadap belajar anak. Orang tua tidak dapat melepaskan perannya dalam memperhatikan pendidikan anak begitu saja setelah anak masuk bangku sekolah. Orang tua adalah yang paling bertanggung jawab terhadap pendidikan putra-putrinya dan seluruh keluargannya. Ayah dan ibu di dalam keluarga sebagai pendidiknya dan anak sebagai terdidiknya. Untuk itu, bimbingan dan perhatian dari orang tua dalam upaya mengatasi kesulitan belajar yang dialami oleh anak sangat diperlukan. Kedua orang tua adalah pendidik yang pertama dan utama bagi anaknya. Karena sebelum orang lain mendidik anaknya, kedua orang tualah yang mendidiknya terlebih dahulu. 10 Sebagaimana sabda Rasulullah dalam sahih Bukhari yang berbunyi: ع ن أ ب ي ه ر ي ر ة ر ض ي االله ع ن ه ق ال : ق ال ر س و ل االله ص لى الله ع ل ي ه و س لم : م ا م ن م و ل و د إ لا ي و ل د ع ل ى ال ف ط ر ة ف ا ب و اه ي ه ود ان ه و ي ن ص ر ان ه 11 أ و ي م ج س ا ن ه. Artinya: Nabi bersabda: tidaklah setiap bayi yang lahir kecuali dalam keadaan fitrah (suci), maka kedua orangtuanya yang dapat menyebabkan ia beragama Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Hadits tersebut di atas memiliki makna bahwa pengaruh pendidikan yang diberikan orang tua pada anak dalam keluarga sangat penting karena anak lahir dalam keadaan suci, lemah dan belum mengetahui apa-apa. Oleh karena itu, peranan orang tua sangat dibutuhkan anak untuk memenuhi kebutuhan pokoknya atau memberikan rasa aman dan perlindungan bagi dirinya sendiri. Oleh karena itu perhatian orang tua dalam mendidik anaknya sangatlah penting. Pandangan atau persepsi anak terhadap orang tua dalam mendidik anak dan memerhatikan pendidikan anak sangatlah berpengaruh 10 Fuad Ihsan, Dasar-Dasar Kependidikan, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2010), cet. vi, hlm. 63. 11 Mustofa Muhammad Umaroh, Jawahirul Bukhari,(Mesir: Syiikah Nur Asiyah, 1271 H), hlm.156.

terhadap perolehan prestasi anak. Jika persepsi anak tentang perhatian anak baik, maka hal tersebut dapat membuat anak menjadi tenang, aman dan nyaman sehingga prestasi anak dapat meningkat, dan begitu sebaliknya. Bentuk perhatian orang tua pada anaknya yang dapat dipersepsikan anak diwujudkan dalam bentuk pemberian bimbingan dan nasihat, pengawasan belajar, pemberian motivasi dan penghargaan, serta pemenuhan kebutuhan balajar anak. Berdasarkan atas pemaparan di atas, peneliti ingin melihat pengaruh perhatian orang tua dan kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar. Oleh karena itu, dalam penelitian ini penulis mengambil judul PENGARUH PERSEPSI ANAK TENTANG PERHATIAN ORANG TUA DAN KECERDASAN EMOSIONAL PESERTA DIDIK TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV MI HABIBIYAH TAMBAKSELO KECAMATAN WIROSARI, KABUPATEN GROBOGAN TAHUN PELAJARAN 2011/2012. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Apakah terdapat pengaruh positif antara persepsi anak tentang perhatian orang tua terhadap prestasi belajar Matematika kelas IV MI Habibiyah Tambakselo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2011/2012? 2. Apakah terdapat pengaruh positif antara kecerdasan emosional peserta didik terhadap prestasi belajar Matematika kelas IV MI Habibiyah Tambakselo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2011/2012? 3. Apakah secara bersama-sama terdapat pengaruh positif antara persepsi anak tentang perhatian orang tua dan kecerdasan emosional peserta didik terhadap prestasi belajar Matematika kelas IV MI Habibiyah

Tambakselo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2011/2012? C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas dapat diketahui tujuan dari penelitian yaitu: a. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh positif antara persepsi anak tentang perhatian orang tua terhadap prestasi belajar Matematika kelas IV MI Habibiyah Tambakselo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2011/2012. b. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh positif antara kecerdasan emosional peserta didik terhadap prestasi belajar Matematika kelas IV MI Habibiyah Tambakselo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2011/2012. c. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh positif antara persepsi anak tentang perhatian orang tua dan kecerdasan emosional peserta didik dengan prestasi belajar Matematika kelas IV MI Habibiyah Tambakselo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2011/2012. 2. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi: a. Bagi IAIN Walisongo Semarang. Dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan untuk penelitian selanjutnya hasil penelitian ini diharapkan memberikan sumbangan pengetahuan tentang prestasi belajar yang ada hubungannya dengan perhatian orang tua dan kecerdasan emosional yang dimiliki peserta didik.

b. Bagi MI Habibiyah Dengan mengetahui pengaruh persepsi anak tentang perhatian orang tua terhadap prestasi belajar dan pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar maka penelitian ini diharapkan dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam rangka pembinaan dan pengembangan sekolah yang bersangkutan. c. Bagi orang tua Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu orang tua dalam meningkatkan perhatian terhadap pendidikan anak serta mengembangkan kemampuan emosional anak dengan baik, sehingga nantinya anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, serta dapat mencapai prestasi belajar yang tinggi. d. Bagi Peserta Didik Adanya persepsi anak tentang perhatian dari orang tua terhadap prestasi belajar diharapkan perserta didik dapat memperhatikan dan mengikutinya, agar memperoleh hasil yang memuaskan. Selain itu, dengan mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar maka diharapkan dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk dan mengelola emosi sehingga dapat diperoleh prestasi yang memuaskan. e. Bagi Penulis Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan dengan terjun langsung ke lapangan dan memberikan pengalaman belajar yang menumbuhkan kemampuan dan keterampilan meneliti serta pengetahuan yang lebih mendalam terutama pada bidang yang dikaji.