BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN. adalah penelitian yang dalam prosesnya banyak menggunakan angka-angka dari

BAB III METODE PENELITIAN. terhadap data serta penampilan dari hasilnya.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. sistematis dan logis, sehingga dapat dijadikan pedoman yang betul dan mudah

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. peneliti memperoleh jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan penelitiannya.

BAB III METODE PENELITIAN. angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data serta penampilan

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel. a. Variabel Terikat (Y) : Prestasi Kerja Karyawan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional, yakni penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. disusun oleh peneliti untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan

BAB III METODE PENELITIAN. Identifikasi variabel penelitian diuraikan berdasarkan hipotesis, yaitu:

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Pendekatan kuantitatif merupakan

BAB III METODE PENELITIAN. Identifikasi Variabel penelitian diuraikan berdasarkan hipotesis, yaitu:

BAB III METODE PENELITIAN. Identifikasi variable penelitian diuraikan berdasarkan hipotesis, yaitu

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu penelitian yang

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel. Setiap kegiatan penelitian tentu memusatkan perhatiannya pada beberapa

BAB III METODE PENELITIAN. Variabel adalah sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dikategorikan sebagai jenis penelitian kuantitatif karena data

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel. fenomena atau gejala utama dan pada beberapa fenomena lain yang relevan.

BAB III METODE PENELITIAN. Identifikasi variabel penelitian diuraikan berdasarkan hipotesis, yaitu: 1. Variabel terikat (Y): Motivasi Kerja Karyawan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif yaitu penelitian yang menekankan analisisnya pada data-data numeric

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif.

BAB III METODE PENELITIAN. model deskriptif korelatif, dengan menggunakan pendekatan croos sectional

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian kuantitatif dan (b). Penelitian kualitatif (Azwar, 2007: 5). Dalam

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. oleh peneliti dalam penelitian ini adalah menggunakan jenis penelitian kuantitatif.

BAB III METODE PENELITIAN. peneliti. Angka-angka yang terkumpul sebagai hasil penelitian kemudian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Setelah merumuskan hipotesis yang diturunkan secara deduktif dari landasan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang akan digunakan adalah penelitian non-eksperimental, menurut

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. informasi yang bermanfaat untuk meningkatakan mutu suatu hal yang menarik minat

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian deskriptif yaitu penelitian yang berusaha untuk menjelaskan atau

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian tersebut dapat dipertanggungjawabkan (Hadi, 2000). Oleh karena itu,

BAB III METODE PENELITIAN. tidak adanya hubungan antara dua atau beberapa variabel. Penelitian Korelasional

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Rancangan Penelitian. Menurut Bambang (2005, h. 53) rancangan penelitian adalah mencatat

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Lingkungan Keluarga dengan Perilaku Empati siswa kelas X SMA Negeri 1 Tibawa

BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian diartikan sebuah cara untuk menyelesaikan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif seperti yang dijelaskan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. banyak menggunakan angka-angka dari mulai pengumpulan data, penafsiran

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional yang

BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Ghony rancangan penelitian adalah strategi suatu penelitian,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif. Menurut Sugiyono (2013) metode penelitian kuantitatif adalah

BAB III METODE PENELITIAN. hubungan antara dua atau beberapa variabel (Arikunto, 2005: 247). Penelitian dengan

BAB III METODE PENELITIAN. secara objektif (Notoatmodjo, 2005). mahasiswa semester akhir Fakultas Psikologi dan Kesehatan.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu merupakan

BAB III METODELOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Devinisi Operasional Penelitian, (C) Subjek Penelitian, Populasi dan Sampel (D)

BAB III METODE PENELITIAN. dibuat secara sistematis dan logis, sehingga dapat dijadikan pedoman yang. betul-betul dan mudah diikuti secara mendasar.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang diikuti oleh peneliti untuk melakukan penelitiannya, penelitian ini

BAB III METODE PENELITIAN. penampilan dari hasilnya (Arikunto.2002.h;10).

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam suatu penelitian, peneliti perlu memahami variabel-variabel dan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODELOGI PENELITIAN. perananya dalam menentukan variabel secara teliti. Selain itu ia juga

BAB III METODE PENELITIAN. metode yang digunakan. Dalam bab ini, akan diuraikan pook-pokok bahasan

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan data berupa angka-angka yang kemudian dianalisa.

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan angka-angka dari mulai pengumpulan data, penafsiran terhadap

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. A. Pendekatan Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. didik kelas VII di SMP Negeri 2 Pariaman, maka dalam penelitian ini

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metodologi penelitian meliputi prosedur dan cara melakukan verifikasi data

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. terorganisasi untuk menyelidiki suatu masalah ertentu dengan maksud

BAB III METODE PENELITIAN. Untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis, diperlukan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kelompok atau signifikansi hubungan yang diteliti. Bila dipandang dari

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. peneliti memperoleh data yang tetap sesuai dengan karakteristik dan tujuan penelitian.

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini variabel variabel yang diteliti yaitu kompensasi dan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian Lokasi Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan fokus telaahan dalam penelitian ini yakni mendeskripsikan

BAB III METODE PENELITIAN. yang banyak menggunakan angka-angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data serta penampilan dari hasilnya.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. dengan variasi dalam variabel lain (Trianto, 2010: 201). Penelitian ini terdiri dari 2 variabel

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. yaitu variabel independen (bebas) dan variabel dependent (terikat). ini adalah perilaku kerja kontraproduktif.

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian kuantitatif deskriptif korelasional. Penelitian kuantitatif adalah

BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan sifat dan tujuannya, penelitian ini merupakan penelitian ex

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif, yaitu penelitian yang prosesnya banyak menggunakan angkaangka

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. peneliti untuk melakukan penelitianya. Penelitian ini berangkat dari adanya permasalahan.

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan penelitian Rancangan penelitian adalah suatu pedoman dan langkah langkah yang diikuti oleh peneliti untuk melakukan penelitian. Rancangan penelitian harus dibuat secara sistematis dan logis, sehingga dapat dijadikan pedoman yang betul betul dan mudah diikuti secara mendasar. Desain penelitian yang akan digunakan adalah dengan model korelasional yang diharapkan oleh penulis adalah mampu membentuk korelasi positif ataukah korelasi negatif diantara ketiga variabel yang telah ada dalam judul. Bila ditinjau dari hasil yang diinginkan rancangan ini juga mampu menjelaskan signifikansi faktor yang mempengaruhi baik nantinya korelasi ini membentuk positif ataupun negatif. B. Identifikasi Variabel Identifikasi variabel perlu dilakukan setelah masalah penelitian dirumuskan, studi kepustakaan dilakukan dan juga setelah dihipotesis dirumuskan, karena variabel berasal dari suatu konsep yang harus diperjelas dan diubah bentuknya sehingga dapat diukur dan digunakan secara operasional (Nasir, 2005:22) Kerlinger menyebut variabel sebagai sebuah konsep seperti halnya laki laki dalam konsep jenis kelamin, insaf dalam 52

53 konsep kesadaran. Sutrisno Hadi (Arikunto 2005:25) mendefinisikan variabel sebagai gejala yang bervariasi. Variable yang digunakan disini adalah variable terikat dan variable bebas, dimana varibel yang akan digunakan ini mempengaruhi satu sama lainnya. 1. Variabel Terikat Variabel terikat merupakan variabel yang menjadi perhatian utama peneliti. Tujuan peneliti adalah memahami dan membuat variabel terikat, menjelaskan variabilitasnya, atau memprediksinya. Dengan kata lain, variabel terikat merupakan variabel utama yang menjadi faktor yang berlaku dalam investigasi. Melalui analisis terhadap terikat (yaitu, menemukan variabel yang mempengaruhinya), adalah mungkin untuk menemukan jawaban atau solusi atas masalah. Untuk tujuan tersebut, peneliti akan tertarik untuk menguantifikasi dan mengukur variabel terikat, sama sepert variabel lain yang mempengaruhi variable tersebut. Pada penelitian ini yang menjadi variable terikat adalah perubahan organisasi, permasalahan ini akan menjadi permasalahan utama dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini peneliti akan mengukur tingkat perubahan yang terjadi. 2. Variabel Bebas Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel terikat, entah secara positif atau negatif. Yaitu jika terdapat variabel

5 bebas, variabel terikat juga hadir, dan dengan setiap unit kenaikan dalam variabel bebas, terdapat pula kenaikan atau penurunan variabel terikat. Dengan kata lain, varians variabel terikat ditentu kan oleh variabel bebas. Untuk membangun hubungan sebab akibat. Variable bebas dalam penelitian ini adalah stress kerja, sebagai akibat dari permasalahan yang ditimbulkan oleh perubahan organisasi yang dilakukan oleh perusahaan tersebut. C. Definisi operasional Disini devinisi operasional adalah komponen dari judul penelitian yang akan diteliti : 1. Perubahan Organisasi (Variabel X) Perubahan organisasi adalah perubahan terhadap struktur dan perubahan terhadap orang perubahan struktur ditandai dengan spesialisasi pekerjaan, departementalisasi, rantai komando, rentang kendali, sentralisasi dan desentralisasi, formalisasi (Robbins, 2006:218). Perubahan orang yang ditandai dengan sikap, dampak kinerja, inisiatif supaya bertambah kualitas kerja, merangcang kembali pekerjaan dan memotivasi tenaga kerja(winardi J. 2005:92). Yang semua itu dilakukan untuk meningkatkan efektifitas yang ada di perusahaan. 2. Stress Kerja (Variabel Y) Stress kerja yang sedang dihadapi para tenaga kerja di Divmu PT. Pindad (Persero) adalah stress yang ditandai dengan reaksi psikologis dan fisiologis. Reaksi seseorang secara psikologis yang ditandai dengan mudah

55 tegang, marah, cemas, kebosanan dan sering menunda pekerjaan sedangkan reaksi fisiologis yang ditandai dengan terdapat perubahan metabolism tubuh, meningkatnya detak jantung dan sesak nafas dan timbulnya sakit kepala dalam hal ini bila karyawan menghadapi suatu keadaan yang tidak seimbang antar tuntutan dengan yang dihadapi dalam pekerjaannya. (Robbins, 2006;800) D. Populasi dan Sampel Populasi dan Sampel Menurut Sugiono ( 1997:57) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek / subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari,dianalisis dan kemudian ditarik kesimpulannya. Sedangkan menurut Arikunto ( 2000:18) populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Populasi yang diambil adalah pada Divisi Munisi PT. Pindad (Persero) yang terletak di kecamatan Turen. Karyawan yang berada disana adalah sebuah populasi yang bisa dijadikan sebagai penelitian. Populasi yang ada di Divmu PT. Pindad (Persero) berjumlah 875 personil. Namun dalam penelitian ini peneliti tidak mengambil seluruh karyawan diseluruh bagian tetapi peneliti mengambil tiga departemen saja yaitu depertemen umum, keuangan dan departemen rendalprod(recana, kendali produksi) yang berjumlah sekitar 80 orang.

56 Menurut Arikunto ( 2000:109), sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Sedangkan pendapat lain mengatakan (Sugiono, 1997,57) sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Menurut Kasiram ( 2008, 233), sampel adalah bagian dari populasi yang akan diteliti secara mendalam. Sampel diambil bila kita tidak mampu meneliti seluruh populasi. Syarat utama sampel ialah harus diwakili dalam populasi. Oleh karena itu, semua ciri- ciri populasi harus diwakili dalam sampel. Arikunto ( dalam Kasiram) menegaskan apabila subjek penelitian kurang dari 100, lebih baik diambil semuanya, sehingga penelitiannya merupakan penelitiannya merupakan penelitian populasi. Sebaliknya, jika subjek terlalu besar, maka sampel bisa diambil antara 10% - 15%, hingga 20% - 25 %, atau lebih tergantung dari : a. Kemampuan peneliti dilihat dari waktu, tenaga dan dana. b. Sempit luasnya wilayah pengamatan dari setiap subjek, karena hal ini menyangkut banyak sedikit data. c. Besar kecilnya resiko yang ditanggung oleh peneliti. Untuk penelitian yang resikonya besar, tentu saja jika sampel besar, hasilnya akan lebih baik. Dalam pengambilan sampel teknik yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Sampel yang akan diambil adalah 80 orang yang

57 berada di 3 departement yaitu department umum, department keuangan, department rendalprod berada di Divmu PT. Pindad (Persero). E.Instrument Pengumpulan Data 1. Observasi Observasi adalah suatu metode penelitian dengan menggunakan pengamatan dan catatan kecil untuk mengumpulkan data penelitian. Observasi atau pengamatan digunakan dalam rangka mengumpulkan data dalam suatu penelitian, merupakan hasil perbuatan jiwa secara aktif dan penuh perhatian untuk menyadari adanya sesuatau rangsangan tertentu yang diinginkan, atau suatu studi yang disengaja dan sistematis tentang keadaan/fenomena sosial dan gejala gejala psikis dengan jalan mengamati dan mencatat (Mardalis, 2006). Observasi yang dilakukan pada saat saya melakukan praktik kerja lapangan (PKL) pada tanggal 18 juni sampai 6 agustus 2011. Bahwa banyak dari para pekerja yang merasakan sedikit tertekan dengan keadaan perubahan organisasi yang sedang dilakukan. 2. Kuesioner / Angket Kuesioner atau angket adalah teknik pengumpulan data melalui formulir formulir yang berisi pertanyaan pertanyaan yang diajukan secara tertulis pada seseorang atau sekumpulan orang untuk mendapatkan jawaban atau tanggapan dan informasi yang diperlukan oleh peneliti.

58 Pengumpulan data menggunakan angket peneliti menggunakan dua angket yaitu: 1. Angket yang pertama mengukur tentang perubahan organisasi 2. Angket yang kedua mengukur tentang stress kerja a. Skala perubahan organisasi Skala perubahan organisasi adalah menggunakan teori tipe-tipe perubahan yang di kemukakan oleh Robbins dan Winardi J. tentang terjadinya perubahan organisasi. Dimana tipe-tipe organisasi menurut Robbins ada lima yaitu perubahan struktur, teknologi, tata letak dan individu. Namun disini peneliti hanya mengambil dua tipe yaitu perubahan struktur dan perubahan individu, angket yang pertama terdiri dari 0 item. Angket perubahan organisasi dimaksudkan untuk mengungkap adanya tingkat perubahan organisasi yang diambil dari factor pendorong perubahan dalam organisasi di perusahaan tersebut.

59 Table 3.1 Indikator Perubahan Organisasi No. Indicator Deskripsi Favorable Unfaforable Jumlah 1. Spesialisasi 1,21 6,16 pekerjaan 2. Departementalisasi 2,22 7,17 1 Perubahan Struktur 3. Rantai komando. Rentang kendali 3,23,2 8,18 9,19 5. Sentralisasi dan 5,25 10,20 desentralisasi 6. formalisasi 11,31 26,36 1. Sikap 12,32 27,37 2. Dampak kinerja 13,33 28,38 3. Inisiatif supaya 1,3 29,39 2 Perubahan Orang bertambah kualitas kerja. Merencanakan 15,35 30,0 kembali pekerjaan. Jumlah 0

60 b. Skala stres kerja Skala stress kerja disini adalah diadopsi dari Arbor Employee Assistance, adalah lembaga konseling yang menangani permasalah psikologi. Dalam angket ini terdapat satu skala untuk mengukur stress kerja. dari dua skala tersebut peneliti mendapatkan 20 item. F. Instrument Penelitan Jenis instrument yang akan digunakan dalam penelitan ini adalah berupa kuesioner dengan model likert. Pada tahun 1982 Rensis Likert elah mengembangkan sebuah skala untuk mengukur sikap masyarakat pada tahun tersebut, dan sekarang yang lebih dikenal dengan skala likert. Skala likert memiliki pertanyaan-pertanyaan yang bersifat favourabel dan unfavourabel. Pertanyaan favourabel adalah pertanyaan yang sifatnya mendukung dan memihak pada objek dan begitu sebaliknya, pertanyaan unfavourabel sifatnya tidak mendukung dan tidak memihak pada objek. Bentuk skala berupa alternatif pertanyaan yang harus dipilih oleh subjek. Pada penelitian ini skala likert yang digunakan adalah untuk pemberian skor pada indeks. Menurut Singarimbun dan Efendi (1995:23) cara pengukuran dengan menggunakan skala likert dengan menghadapkan responden dengan sebuah pertanyaan dan kemudian responden di minta untuk memberikan jawaban Sangat Setuju, setuju, kadang-kadang, tidak setuju, tidak pernah Jawaban ini diberikan nilai 1 sampai 5. Setiap

61 pertanyaan yang diajukan kepada responden merupakan hasil interval suatu konsistensi sikap dan nilai jawaban yang diberikan, dengan menggunakan skala pengukuran seperti pada table di bawah ini ss Table 3.2 Skala likert Jawaban Skor favourabel Sangat sering (SS) 5 Sering (S) Kadang-kadang (KD) 3 Tidak sering (TS) 2 Tidak pernah (TP) 1 G. Validitas dan Reliabilitas Penelitian 1. validitas Ada beberapa definisi tentang validitas diantaranya menurut Fraenkel (1993; 139) dikatakan bahwa, Validitas menunjukkan kesamaan, pengertian maupun penggunaan masingmasing peneliti yang berbeda dalam mengumpulkan data. Sedangkan batasan validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada obyek penelitian dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Jadi dari kedua pendapat itu jelas batasan validitas adalah berkenaan dengan derajat ketepatan, antara data obyek sebenarnya dengan data penelitian (Sugiono, 2007).

62 2. Reliabilitas Reliabilitas dapat di definisikan sebagai derajat kejenjangan, keterandalan, keterpercayaan dan hasil pengukuran dapat dipercaya apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadapa kelompok subjek yang sama di peroleh hasil yang relatis sama, selama aspek yang di ukur dalam diri subjek memang belum berubah. Reliabilitas mengacu pada konsistensi atau kepercayaan hasil ukuryang mengandung makna kecermatan pengukuran (Azwar, 2008:170). Reliabilitas dinyatakan oleh koefisien realibilitas yang angkanya berada dalam rentang dari 0 sampai 1,00 semakin tinggi koefisien realibilitas mendekati 1,00 maka semakin tinggi reliabilitasnya, sebaliknya koefisien yang semakin rendah mendekati 0 berarti semakin rendah reliabilitasnya (Azwar, 2007:118). Dalam penelitian kali ini untuk menguji alat ukur yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik pengukuran dengan rumus alpha, rumus alpha ini dapat digunakan dengan instrument yang skornya 1 dan 0, adapun rumus sebagai berikut; [ ( ) ] [ ]

63 Keterangan r 11 = reliabilitas instrument k = banyak butir pertanyaan atau banyaknya soal t 2 = jumlah varians butir t 2 = varians total Dalam penelitian perhitungan tentang reliabilitas dangan rumus yang ada di atas dilakukan dengan bantuan computer dan progam SPSS (statistic product and service solution)16.0 for windows. Pada penelitian yang dilakukan ini ada dua skala yang digunakan yaitu skala perubahan organisasi dengan skala stress kerja. Pada skala ini, tetap menggunakan uji reliabilitas, karena dalam hal ini uji reliabilitas merupakan uji yang terus berkelanjutan selama skala tetap digunakan. 3. Teknik Analisis Data Teknik analisis data adalah langkah untuk menjawab rumusan malasah, dimana data mentah yang di ambil kemudian di anlisis dengan menggunakan rumus korelasi product momen. Dalam penelitian kali ini menggunakan salah satu teknik analisis untuk menguji perbedaan adalah korelasi Product-moment(Suharsimi

6 Arikunto, 2002 : 16). Dalam uji analisis ini sesuai dengan judul penelitian yang menggunakan korelasi. ( )( ) * ( ) +* ( ) + dengan pengertian r xy : koefisien korelasi antara x dan y r xy N X Y X Y X 2 Y 2 : Jumlah Subyek : Skor item : Skor total : Jumlah skor items : Jumlah skor total : Jumlah kuadrat skor item : Jumlah kuadrat skor total a. Mencari Mean M = Fx = frekuensi x N = Jumlah responden b. Mencari deviasi rata-rata, varians, dan defiasi starndard a) Deviasi rata-rata : ( ) b) Varians : s 2 = ( )

65 c) Deviasi standard s = ( ) c. Mencari kategori Untuk mencari kategori dari tingkat kepemimpinan demokratis karyawan digunakan rumus : Tinggi : X > (Mean + 1 SD) Sedang : (Mean -1 SD) < X _ Mean + 1SD Rendah : X < (Mean- 1 SD) d. Analisis prosentase Setelah diketahui harga mean dan standard deviasi, selanjutnya dilakukan perhitungan prosentase masingmasing tingkatan dengan rumus: P = x 100 % e. Hubungan antar variable Teknik analisa data yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar variabel adalah tekhnik analisa non-parametrik. Penggunaan analisa nonparametric ini dengan alasan sampel dari penelitian adalah sekaligus populasi karena jumlahnya dibawah 100

66 sampel. Analisa non-parametrik ini menggunakan program SPSS versi 16.0 for windows dengan tekhnik rank Spearman. Koefisien korelasi atau indeks yang digunakan untuk mengukur derajat hubungan meliputi kekuatan hubungan dan bentuk/arah hubungan. Untuk kekuatan hubungan, nilai koefisien korelasi berada pada -1 dan +1. Sedangkan untuk bentuk/arah hubungan, nilai koefisien korelasi dinyatakan dalam positif (+) dan negatif (-) atau (-1 KK +1).