APENDICITIS. dr. Riska Y Viandini, MMR

dokumen-dokumen yang mirip
APPENDICITIS (ICD X : K35.0)

diafragma lembut melalui dinding abdomen yang lemah disekitar 4) Omfalokel : Protrusi visera intra abdominal kedasa korda umbilical

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

MODUL KEPANITERAAN KLINIK BEDAH

BAB I PENDAHULUAN. melalui suatu defek pada fasia dan muskuloaponeuretik dinding perut, secara

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kesehatan adalah modal utama bagi manusia, kesehatan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I KONSEP DASAR. dapat dilewati (Sabiston, 1997: 228). Sedangkan pengertian hernia

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Manual Keterampilan Pemeriksaan Apendisitis dan Hernia

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

LAPORAN PENDAHULUAN (Hernia Irreponibilis) Oleh:M. Syaiful Islam, S. Kep.

A. Pemeriksaan Fisik

Nova Faradilla, S. Ked Yayan A. Israr, S. Ked

SAKIT PERUT PADA ANAK

BAB I PENDAHULUAN. melalui struktur yang secara normal berisi (Ester, 2001).

dirasakan adanya nyeri di daerah epigastrium, tetapi terdapat konstipasi sehingga penderita merasa memerlukan obat pencahar. Tindakan ini dianggap

BAB 1 PENDAHULUAN. priyanto,2008). Apendisitis merupakan peradangan akibat infeksi pada usus

UKDW BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang. Apendisitis adalah suatu peradangan pada apendiks, suatu organ

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. S DENGAN GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN : POST OP HERNIA INGUINALIS DI BANGSAL ANGGREK RSUD WONOGIRI

PRESENTASI KASUS HERNIA SKROTALIS

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. H DENGAN GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN: POST APPENDIKTOMY DI RUANG MELATI I RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA

K35-K38 Diseases of Appendix

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. bedah pada anak yang paling sering ditemukan. Kurang lebih

BAB I PENDAHULUAN. Apendisitis adalah peradangan pada apendiks vermiforis, biasanya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Apendisitis akut merupakan radang akut pada apendiks vermiformis, yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. walaupun pemeriksaan untuk apendisitis semakin canggih namun masih sering terjadi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kesehatan adalah modal utama bagi manusia, kesehatan

Yusuf Hakan Çavusoglu. Acute scrotum : Etiology and Management. Ind J Pediatrics 2005;72(3):201-4

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. merupakan salah satu tempat terjadinya inflamasi primer akut. 3. yang akhirnya dapat menyebabkan apendisitis. 1

BAB I PENDAHULUAN. akut di Indonesia (Sjamsuhidayat, 2010 dan Greenberg et al, 2008).

DENGAN GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN : PRE DAN POST HERNIORAPHY LATERALIS (DEKSTRA) DI RUANG FLAMBOYAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PANDANARANG BOYOLALI

BAB 1 PENDAHULUAN. Apendisitis akut merupakan penyebab akut abdomen yang paling sering memerlukan

APPENDISITIS. Appendisitis tersumbat atau terlipat oleh: a. Fekalis/ massa keras dari feses b. Tumor, hiperplasia folikel limfoid c.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN TEORI. penyebab abdomen akut yang paling sering (Mansjoer, 1999).

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. J POST APPENDIKTOMY DI BANGSAL MAWAR RSUD Dr SOEDIRAN MANGUN SUMARSO WONOGIRI

BAB I PENDAHULUAN. Apendisitis paling sering terjadi pada usia remaja dan dewasa muda. Insidens

BAB I PENDAHULUAN. Apendiks merupakan organ berbentuk tabung, panjangnya kira-kira 10 cm

AHMAD SAHRANI ISSA INA JARINI MUHAMMAD WILDANI SRIWATI

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang penelitian. Apendisitis akut adalah penyebab paling sering dari nyeri abdomen akut yang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.K DENGAN POST OPERASI HERNIOTOMI DI RUANG ANGGREK RS PANDAN ARANG BOYOLALI NASKAH PUBLIKASI

HERNIA INGUINOSKROTAL DAN HIDROKEL SKROTALIS

BAB II LANDASAN TEORI. Penyakit usus buntu adalah saluran usus yang terjadinya pembusukan dan

BAB I PENDAHULUAN. dengan dokter, hal ini menyebabkan kesulitan mendiagnosis apendisitis anak sehingga 30

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II KONSEP DASAR. dari rongga yang normal melalui lubang kongenital atau didapat.

BAB II KONSEP DASAR masuk ke dalam kanalis inguinalis (Jong 2004).

BAB 1 PENDAHULUAN. Salah satu masalah sistem pencernaan yang sering dijumpai oleh masyarakat yaitu

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 4 HASIL. 23 Universitas Indonesia. Gambar 4.1 Sel-sel radang akut di lapisan mukosa

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN POST OPERASI HERNIA INGUINALIS LATERALIS DI RSUD SUKOHARJO

Lab. Ketrampilan Medik PPD Unsoed

BAB 1 PENDAHULUAN. Apendisitis akut merupakan penyebab akut abdomen yang paling sering memerlukan

BAB I KONSEP DASAR. saluran usus (Price, 1997 : 502). Obserfasi usus aiau illeus adalah obstruksi

KARYA TULIS ILMIAH. ASUHAN KEPERAWATAN PASCA OPERASI HERNIA SKROTALIS DEXTRA PADA Tn. D DI RUANG WIJAYA KUSUMARSUD KRATON PEKALONGAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Apendisitis akut merupakan penyebab terbanyak dari suatu akut abdomen.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

LAPORAN PEDAHULUAN ABDOMINAL PAIN

HUBUNGAN USIA, OBESITAS DAN AKTIVITAS FISIK DENGANKEJADIAN HERNIA INGUINALIS DI RSUD TUGUREJO SEMARANG SKRIPSI

H E R N I A DEFINISI EPIDEMIOLOGI

Modul 3. (No. ICOPIM: 5-530)

BAB I KONSEP DASAR. sepanjang saluran usus (Price, 1997 : 502). Obstruksi usus atau illeus adalah obstruksi saluran cerna tinggi artinya

POLA HERNIA INGUINALIS LATERALIS DI RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE AGUSTUS 2012 JULI 2014

BAB I PENDAHULUAN. lokal di perut bagian kanan bawah (Anderson, 2002). Apendisitis

RANGKUMAN. Varikokel adalah pelebaran abnormal vena-vena di dalam testis maupun

Tumor Urogenitalia A. Tumor ginjal 1.Hamartoma ginjal 2. Adenokarsinoma ginjal / grawitz / hipernefroma / karsinoma sel ginjal Staging : Grading :

Dokter Pembimbing : dr. Evo Elidar Harahap, Sp.Rad dr. Yolanda Maria Sitompul, Sp.Rad

BAB I PENDAHULUAN. satu kegawatdaruratan paling umum di bidang bedah. Di Indonesia, penyakit. kesembilan pada tahun 2009 (Marisa, dkk., 2012).

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Sdr. A DENGAN POST APPENDIKTOMI HARI KE II DI RUANG CEMPAKA RSUD PANDANARAN BOYOLALI

DIVERTICULITIS DIVERTICULITIS

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN. kehamilan ektopik yang berakhir dengan keadaan ruptur atau abortus. 12 Kehamilan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. kuman dapat tumbuh dan berkembang-biak di dalam saluran kemih (Hasan dan

Modul 5. (No. ICOPIM: 5-530)

BAB I PENDAHULUAN. darah tersebut melintas kelipatan paha (Oswari, 2000). penurunan fungsi organ (Oswari, 2000).

BAB I PENDAHULUAN. sampai 6 gram. Ovarium terletak dalam kavum peritonei. Kedua ovarium melekat

LAPORAN PENDAHULUAN GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI DI RS ROEMANI RUANG AYUB 3 : ANDHIKA ARIYANTO :G3A014095

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA. Epidemiologi ISK pada anak bervariasi tergantung usia, jenis kelamin, dan

BAB I PENDAHULUAN. 2006). Infeksi bakteri sebagai salah satu pencetus apendisitis dan berbagai hal

BAB I KONSEP DASAR. Berdarah Dengue (DBD). (Aziz Alimul, 2006: 123). oleh nyamuk spesies Aedes (IKA- FKUI, 2005: 607 )

BAB II KONSEP DASAR. pada sekum tepat dibawah katub ileocekal (Smeltzer & Bare, 2002)

PYLORUS STENOSIS HYPERTROPHY

BAB II KONSEP DASAR. pada sekum tepat dibawah katup ileocecal (Smeltzer, 2001). Apendisitis

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. yang muncul membingungkan (Axelsson et al., 1978). Kebingungan ini tampaknya

BAB I PENDAHULUAN. bagian kanan bawah (Anderson, 2002).Komplikasi utama pada apendisitis adalah

BAB 4 HASIL. Grafik 4.1. Frekuensi Pasien Berdasarkan Diagnosis. 20 Universitas Indonesia. Karakteristik pasien...,eylin, FK UI.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Sdr. Y DENGAN POST OPERASI APPENDIKTOMI HARI Ke-1 DI RUANG DAHLIA RSUD BANYUDONO

BAB II KONSEP DASAR. rentan terhadap infeksi (Smeltzer & Bare, 2002)

Tumor jinak pelvik. Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi

KARYA TULIS ILMIAH ASUHAN KEPERAWATAN PADA SISTEM PENCERNAAN Tn. H DENGAN POST OP HERNIOTOMY DIBANGSAL CEMPAKA RSUD PANDAN ARANG DI BOYOLALI

Anamnesis (History Taking)

Transkripsi:

APENDICITIS dr. Riska Y Viandini, MMR

DEFINISI Peradangan dari apendiks versiformis dan merupakan kegawatdaruratan bedah abdomen yang paling sering ditemukan

EPIDEMIOLOGI 0-1 tahun : <1% 2-3 tahun : 15% Puncak : 20-30 tahun

PATOFISIOLOGI Obstruksi Bendungan mukus Tekanan intra lumen meningkat ApendisiLs akut lokal à nyeri epigastrium Aliran limfe terhambat

Sekresi mukus berlanjut Tekanan terus meningkat obstruksi vena, edema bertambah, dan bakteri akan menembus dinding Peradangan mengenai peritoneum setempat à nyeri kanan bawah Apendisi5s supura5f akut

aliran arteri terganggu infark dinding apendiks + gangren apendisi5s gangrenosa Dinding pecah Apendisi5s perforasi

Nyeri di epigastrium/ periumbilikal Anoreksia, mual, muntah Nyeri di kuadran kanan bawah Demam Manifestasi Klinis

Pemeriksaan Fisik Nyeri tekan dan nyeri lepas Rigiditas Nyeri tekan kontralateral/ Rovsing sign RT: Nyeri arah jam 9-12 Psoas sign: bila apendiks menempel di m. Psoas mayor, pada letak retrosekal retropreitoneal Obturator sign

Alvarado Score M A N T R E L Migratory of pain (1) Anorexia (1) Nausea/ vomitus (1) Tenderness (2) Rebound tenderness (1) ElevaLon of temperature (1) Leukositosis (2) 7-9 : apendisils akut 5-6 : observasi 24 jam <5 : bukan apendisils

Pemeriksaan penunjang Laboratorium Urinalisa - leukositosis Foto polos abdomen - Ldak spesifik dan Ldak direkomendasikan kecuali ada kelainan yang membutuhkan pemeriksaan foto polos abdomen (seperl perforasi, obstruksi usus atau batu utereter). - gambaran udara usus abnormal, fecolith, atau benda asing

< 50% à Gambaran fekolith: soliter, oval, densitas kalsifikasi pada kuadran bawah kanan, ukurannya dapat mencapai 2 cm. terkadang dapat berbentuk shell like atau laminated 5

Tanda lain: - Kalsifikasi apendiks (0,5-6cm) - Pelebaran ileum atonik berisi air fluid level - Dilatasi sekum - Preperitoneal fat line yang melebar dan / kabur - Kaburnya region kanan bawah, mengacu pada cairan dan edema

- Skoliosis konkaf ke kanan - Massa kuadran bawah kanan yang mendesak sekum - Kaburnya batas muskulus psoas kanan (Ldak khas) - Udara pada apendiks (Ldak khas)

Gambaran foto polos abdomen tampak apendikolith (panah)

Apendikografi - Pemeriksaan apendikografi Ldak mempunyai peran diagnosis dalam kasus appendisils - Kontra indikasi: peritonils dan curiga perforasi - dapat untuk menegakkan diagnosis penyakit lain yang menyerupai apendisisls

Temuan appendikografi pada appendisitis: Non filling appendiks Irregularitas nodularitas dari appendiks yang memberikan gambaran edema Mukosa yang disebabkan oleh karena inflamasi akut. Efek massa pada sekum serta usus halus yang berdekatan. Gambaran pengisian penuh dengan kontras pada apendiks, apendiks normal

Barium Enema v Dapat menunjukkan komplikasi-komplikasi dari appendisils pada jaringan sekitarnya,untuk menyingkirkan diagnosis banding. v SensiLvitas dan Lngkat akurasi yang Lnggi sebagai metode diagnoslk untuk menegakkan diagnosis appendisils kronis à tampak pelebaran/penebalan dinding mukosa appendiks, disertai penyempitan lumen hingga sumbatan usus oleh fekalit

Kriteria diagnosis appendisitis : 1. Non filling apendiks dengan desakan lokal sekum. 2. Pengisian dari apendiks dengan penekanan local pada sekum. 3. Nonfilling apendiks dengan adanya massa pelvis (kabur pada kuadran bawah kanan dengan perubahan letak usus halus akibat desakan). 4. Pola mukosa apendiks irregular dengan terhentinya pengisian.

Gambaran foto oblique superior kanan abdomen dengan barium enema single kontras. Tampak Sekum (C) dan appendix yang mengalami osifikasi dan kontur yang ireguler (tanda panah).

USG Bila hasil pemeriksaan fisik meragukan, dicurigai adanya abses, menyingkirkan diagnosis banding seperl kehamilan ektopik, adnecils dan sebagainya. SensiLvitas sekitar 90%

Tanda appendisils akut pada sonografi : - IndenLfikasi apendiks - Struktur tubuler dengan ujung buntu pada LLk nyeri - Diameter 6 mm atau lebih - Tidak adanya peristallc - Apendikolith dengan bayangan akuslk - Cairan disekitar lesi atau abses - Edema dan ujung sekum

Gambaran appendisils tampak penebalan dari dinding apendiks

Gambaran appendisils dengan gambaran apendikolith (jarang terlihat dengan USG) (panah)

CT Scan DiperLmbangkan sebagai pemeriksaan diagnoslk paling akurat untuk menyingkirkan appendisils. keakuratan diagnosis CT scan rata-rata antara 93% dan 98 % dengan sensilfitas 90-98% dan spesifitas 83-98% Dapat menunjukkan tanda-tanda dari appendisils. Selain itu juga dapat menunjukkan komplikasi dari appendisils seperl bila terjadi abses

Gambaran CT scan tampak apendiks terinflamasi (A) dengan apendikolith (a)

Sonografi CT scan Sensitivitas 85% 90 100% Spesifisitas 92% 95 100% Penggunaan Evaluasi pasien dengan kecurigaan diagnosis appendicitis Evaluasi pasien dengan kecurigaan diagnosis appendicitis Keuntungan Kerugian Aman Relative lebih murah Dapat menyingkirkan penyakit pelvis pada wanita Lebih baik penggunaanya pada anak-anak Ketergantungan operator Nyeri Lebih akurat Lebih baik mengidentifikasi phlegmon dan abses Lebih baik mengindentifikasi apendiks normal Harga lebih mahal Efek radiasi pengion Penggunaan kontras

Diagnosis Banding GE mual, muntah, diare mendahului rasa sakit. Sakit perut Ldak berbatas tegas. HiperperistalLk. Demam dengue RL +, trombositopenia, ht meningkat Kelainan ovulasi Pernah Lmbul nyeri yg sama sebelumnya, radang (-)

LimfadeniLs mesenterika lebih sering menyerang anak-anak dengan biasanya diawali infeksi saluran napas. Lokasi nyeri perut di bawah kanan Ldak konstan dan menetap, dan jarang terjadi true muscle guarding didahului ge, nyeri perut, mual, NT samar terutama kanan PID Demam Lnggi, nyeri difus, kepulhan, infeksi urin, vt: nyeri Kehamilan ektopik Riw.telat haid, ruptur tuba/abortus : nyeri mendadak, difus di pelvis, syok, Vt: nyeri, peninjolan rongga Douglas,

Kista ovarium terpunlr demam (-) nyeri mendadak, teraba massa Vt/rt: teraba massa UroliLasis pielum/ ureter Riw.kolik menjalar dari pinggang ke perut ke inguinal kanan Eritrosituria Foto polos abdomen/ urografi iv PielonefriLs : demam Lnggi, mengigil, nyeri cva, piuria

Tatalaksana Apendiktomi Dapat dilakukan secara terbuka ataupun dengan cara laparoskopi. Bila apendiktomi terbuka, incise McBurney paling banyak dipilih oleh ahli bedah

An5bio5k - Pada apendisils gangrenosa atau perforata - PreoperaLve, anlbiolk broad spectrum intravena diindikasikan untuk mengurangi kejadian infeksi pasca pembedahan. - Post operalf, anlbiolc diteruskan selama 24 jam pada pasien tanpa komplikasi apendisils - diteruskan sampai 5-7 hari post operalf untuk kasus apendisils ruptur atau dengan abses. - diteruskan sampai hari 7-10 hari pada kasus apendisils ruptur dengan peritonils difus

KOMPLIKASI Perforasi PeritoniLs Masa periependikuler

Prognosis Apendiktomi yang dilakukan sebelum perforasi prognosisnya baik. KemaLan dapat terjadi pada beberapa kasus. Setelah operasi masih dapat terjadi infeksi pada 30% kasus apendix perforasi atau apendix gangrenosa. Serangan berulang dapat terjadi bila appendiks Ldak diangkat

HERNIA

HERNIA penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian yang lemah dari dinding rongga yang bersangkutan. Hernia terdiri dari : Cincin Kantong Isi hernia

Menurut sifatnya hernia dibedakan menjadi : 1. Hernia reponibel isi hernia dapat keluar dan masuk lagi kedalam rongga asal 2. Hernia irreponibel / hernia akreta isi kantong hernia Ldak dapat dikembalikan kedalam rongga asal, karena perlengketan isi kantong dengan peritonium kantong hernia.

3. Hernia inkarserata isi hernia terjepit oleh cincin hernia, isi kantong terperangkap, Ldak dapat kembali ke dalam rongga perut disertai terjadinya gangguan pasase usus 4. Hernia strangulata isi hernia terjepit oleh cincin hernia, isi kantong terperangkap dan terjadi gangguan pasase usus serta gangguan vaskularisasi sehingga dapat terjadi nekrosis.

HERNIA INGUINALIS Kanalis inguinalis : Kraniolateral : annulus unguinalis internus Medial bawah : annulus inguinalis eksternus Atap : aponeurosis m. oblikus eksternus. Dasar : ligamentum inguinale

ETIOLOGI prosesus vaginalis yang Ldak menutup anulus inguinalis internus yang lebar peninggian tekanan intraabdomen kelemahan otot dinding perut karena usia

DIAGNOSIS Hernia reponibel benjolan dilipat paha yang muncul pada waktu berdiri, batuk, bersin, atau mengedan dan menghilang setelah berbaring. Hernia inkarserasi dan strangulasi mual atau muntah

Gambaran klinik jenis Reponibel nyeri obstruksi sakit toksik Reponibel/ bebas + - - - - Ireponibel/ akreta - - - - - Inkarserata - + + + - Strangulata - ++ + ++ ++

HERNIA INGUINALIS LATERALIS / INDIREK Keluar dari rongga peritoneum melalui annulus inguinalis internus yang terletak sebelah lateral dari pembuluh darah epigastrika inferior, kemudian masuk kedalam kanalis inguinalis dan jika cukup panjang, menonjol keluar dari annulus inguinalis eksternus

Diagnosis banding Hidrokel batas atas tegas, Ldak dapat dimasukkan kembali. TesLs pada pasien hidrokel Ldak dapat diraba. Pemeriksaan transiluminasi posilf. LimfadenopaL inguinal. PerhaLkan apakah ada infeksi pada kaki sesisi. TesLs ektopik, yaitu tesls yang masih berada di kanalis inguinalis. Lipoma atau herniasi lemak properitoneal melalui cincin inguinal. OrkiLs

HERNIA INGUINALIS MEDIALIS / DIREK Hernia yang melalui dinding inguinal posteromedial dari vasa epigastrika inferior di daerah yang dibatasi segilga Hasselbach. Direk langsung menuju anulus inguinalis eksternus SegiLga Hasselbach, daerah yang dibatasi oleh : Inferior : ligamentum inguinale, Lateral : pembuluh darah epigastrika inferior Medial : tepi otot rectus

Dasar segilga Hasselbach dibentuk oleh facia transversa yang diperkuat oleh serat aponeurosis m. transversus abdominis yang kadang-kadang Ldak sempurna sehingga daerah ini potensial untuk menjadi lemah.

Gambaran klinik Inspeksi : - pada orang dewasa berupa benjolan di lipat paha yang Lmbul pada waktu mengedan, batuk atau mengangkat beban berat dan menghilang pada waktu islrahat baring. - bayi dan anak-anak adanya benjolan yang hilang Lmbul dilipat paha biasanya diketahui oleh orang tua. Palpasi : dilakukan dalam keadaan ada benjolan hernia, diraba konsistensinya, dan dicoba mendorong apakah benjolan dapat direpoisi. Setelah benjolan tereposisi dengan jari telunjuk atau jari kelingking pada anak-anak, kadang cincin hernia dapat teraba berupa annulus inguinalis yang melebar. kadang ditemukan silk sign, yaitu teraba gesekan dari 2 lapisan kantong yang kosong

PENATALAKSANAAN KonservaLf - reposisi isi kantong - penggunaan penyangga OperaLf - anak-anak : herniotomi - dewasa : herniotomi dan herniorafi

Hernia Inguinalis Lateralis Kanan

HERNIA INGUINALIS LATERALIS KANAN

HERNIA FEMORALIS Batas kranioventral : ligamentum inguinalis Batas kaudodorsal : pinggir os pubis yang terdiri dari ligamentum IliopekLneale (ligamentum Cooper ) Batas lateral Batas medial : v. Vemoralis : ligamentum lakunare GimbernaL.

Gambaran klinik benjolan dilipat paha yang muncul terutama pada waktu melakukan kegiatan yang menaikkan tekanan intraabdomen seperl mengankat barang atau batuk. hilang pada waktu berbaring. Pada pemeriksaan fisik ditemukan benjolan lunak dilipat paha dibawah ligamentum inguinale di medial V. femoralis dan lateral tuberkulum pubikum. Penatalaksaan Operasi terdiri dari herniotomy disusul dengan hernioplasty dengan tujuan menjepit annulus femoralis.

HERNIA FEMORALIS KIRI

HERNIA UMBILIKALIS Hernia umbilikalis merupakan hernia congenital pada umbilicus yang hanya ditutup peritoneum dan kulit, berupa penonjolan yang mengandung isi rongga perut yang masuk melalui cincin umbilicus. Angka kejadian hernia ini lebih Lnggi pada bayi premature. Hernia umbilikalis pada orang dewasa merupakan lanjutan hernia umbilikalis pada anak. Peninggian tekanan karena kehamilan, obesitas atau asites merupakan factor predisposisi.

Gejala klinik Umumnya Ldak menimbulkan nyeri dan sangat jarang terjadi ulserasi. Pada orang dewasa inkaserasi lebih sering terjadi.

Penatalaksanaan Usaha untuk mempercepat penutupan dapat dikerjakan dengan mendekatkan tepi kiri dan kanan kemudian memancangkannya dengan pita perekat (plester) untuk 2 3 minggu. Dapat pula digunakan uang logam yang dipancangkan di umbilicus untuk mencegah penonjolan isi rongga perut. Bila sampai usia 1,5 tahun hernia masih menonjol maka umumnya diperlukan koreksi operasi. Pada cincin hernia yang melebihi 2 cm jarang terjadi regresi spontan dan lebih sukar diperoleh penutupan dengan Lndakan konservalf

HERNIA PARAUMBILIKALIS Merupakan hernia melalui suatu celah digaris tengah di tepi cranial umbilicus, jarang terjadi ditepi kaudalnya. Penatalaksanaannya yaitu berupa operasi.

Hernia Umbilicalis dan Hernia Scrotalis

HERNIA EPIGASTRIKA Hernia epigastrika atau hernia linea alba adalah hernia yang keluar melalui defek dilinea alba antara umbilicus dan prosesus xifoideus. Isi hernia terdari penonjolan jaringan lemak preperitoneal dengan atau tanpa kantong peritoneum. Linea alba dibentuk oleh anyaman serabut aponeurosis lamina anterior dan posterior sarung M. rektus.

Gambaran klinik Perut kurang enak dan mual. Bila hernia kecil dan sukar diraba, biasanya menimbulkan keluhan yang samar samar. Penatalaksanaan Terapi bedah merupakan reposisi isi hernia dan menutup defek di linea alba.

HERNIA VENTRALIS Hernia ventralis adalah nama umum untuk semua hernia didinding perut bagian anterolateral seperl hernia sikatrik. Hernia sikatrik merupakan penonjolan peritoneum melalui bekas luka operasi yang baru maupun yang lama.

Factor predisposisinya adalah infeksi luka operasi, dehisensi luka, teknik penutupan luka operasi yang kurang baik, jenis insisi, obesitas, peninggian tekanan intra abdomen. Keadaan umum pasien yang kurang baik seperl pada mal nutrisi dan juga pemakaian obat steroid yang lama juga merupakan factor predisposisi

Penatalaksanaan Pengelolaan konservalf menggunakan alat penyanggah atau korset elaslc khusus dapat digunakan untuk sementara atau lebih lama bila ada kontraindikasi pembedahan. Terapi operalf berupa herniotomy dan hernioplasty dengan tujuan menutup defek dilapisan muskuloaponeurosis. Bila defek besar diperlukan bahan sintels seperl marleks.

HERNIA RICTHER Hernia yang jarang ditemukan, kebanyakan ditemukan pada hernia femoralis atau obturatoria. Komplikasi dapat berupa strangulasi sehingga terjadi perforasi usus yang pada hernia femoralis tampak seperl abses di daerah inguinal.

HERNIA LITTRE Hernia yang sangat jarang ditemukan ini merupakan hernia yang mengandung diverlkel Meckel.

HERNIA SPIEGHEL Merupakan hernia intersllal dengan atau tanpa isinya melalui facia spieghel. Jarang dijumpai, biasanya pada usia 40-70 tahun. Diagnosis ditegakkan dengan ditemukan benjolan di sebelah atas LLk Mc Burney kanan atau kiri pada tepi lateral M. rectus abdominis.

Pemeriksaan penunjang dapat dilakukan USG. Pengelolaan terdiri dari herniotomy dan hernioplasty.

HERNIA OBTURATORIA Merupakan hernia yang melalui foramen obturatorium. Hernia ini dapat berlangsung dalam 4 tahap, pertama tonjolan lemak retroperitoneal masuk kedalam kanalis obturatorius, kedua disusul oleh tonjolan peritoneum parietal, kelga kantong hernia ini mungkin di isi oleh lekuk khusus, ke empat yang dapat mengalami inkarserasi parsial seiring secara Richter atau total.

Diagnosis dapat ditegakkan atas dasar adanya keluhan nyeri seperl ditusuk-tusuk dan parestesi didaerah panggul, lutut, dan bagian medial paha akibat penekanan pada N. oblratorius ( tanda Howship-Romberg ) yang patognomonik

HERNIA PERINEALIS Merupakan tonjolan hernia pada perineum melalui defek dasar panggul. Pada diagnosis tampak dan teraba banjolan di perineum yang mudah keluar masuk dan jarang inkarserasi. Pengelolaan operalf dianjurkan dengan peningkatan transperitoneal, perineal, atau kombinasi abdomen dan perineal.

HERNIA SKROTALIS Merupakan hernia inguinalis lateralis yang mencapai skrotum. Diagnosis ditegakkan atas dasar benjolan yang dapat direposisi, atau jika Ldak dapat direposisi atas dasar Ldak ada pembatasan jelas disebelah cranial dan adanya hubungan ke cranial melalui anulus eksternus.

HERNIA LABIALIS Merupakan hernia inguinalis lateralis yang mencapai labium mayus. Secara klinis tampak benjolan pada labium mayus yang jelas pada waktu berdiri, dan mengedan. Menghilang pada waktu berbaring. Diagnosa banding dipikirkan hernia femoralis dan kista di kanalis Nuck yang menonjol dikaudal ligamentum inguinalis dan bilateral tuberkulum pubikum.

HERNIA BILATERAL Kejadian hernia bilateral pada pria dan wanita sama. Terapi operalf hernia bilateral pada bayi dan anak dilakukan dalam satu tahap. Mengingat kejadian hernia ini cukup Lnggi pada anak, maka kadang dianjurkan eksplorasi kontralateral secara ruln, terutama pada hernia inguinalis sinistra. Pada hernia bilateral orang dewasa, dianjurkan untuk melakukan operasi dalam satu tahap, kecuali jika ada kontraindikasi. Hernia inguinalis medialis umumnya ditemukan bilateral.

HERNIA PANTALON Merupakan kombinasi hernia inguinalis lateralis dan hernia inguinalis medialis pada satu sisi. Diagnosis umunya sukar ditegakkan dengan pemeriksaan klinis, biasanya baru ditemukan sewaktu operasi. Pengelolaan seperl biasanya pada hernia inguinalis yaitu herniotomy dan hernioplasty.