Ma ruf Ridwan K

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN.

BAB I PENDAHULUAN. orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI MOTOR DIESEL PERAWATAN MESIN DIESEL 1 SILINDER

BAB I PENDAHULUAN. meningkatnya pembangunan fisik kota dan pusat-pusat industri, kualitas udara

BAB I PENDAHULUAN. campuran beberapa gas yang dilepaskan ke atmospir yang berasal dari

Ma ruf Ridwan K

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


BAB I PENDAHULUAN. udara terbesar mencapai 60-70%, dibanding dengan industri yang hanya

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. BBM petrodiesel seperti Automatic Diesel Oil (ADO) atau solar merupakan

BAB II LANDASAN TEORI. didalam udara yang menyebabkan perubahan susunan (komposisi) udara dari

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kualitas lingkungan yang baik merupakan hal penting dalam menunjang kehidupan manusia di dunia.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan kota lebih banyak mencerminkan adanya perkembangan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Rumusan Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Banyaknya jumlah kendaraan bermotor merupakan konsumsi terbesar pemakaian

Jika diperhatikan lebih jauh terdapat banyak perbedaan antara motor bensin dan motor diesel antara lain:

I. PENDAHULUAN. Motor bensin dan diesel merupakan sumber utama polusi udara di perkotaan. Gas

KAJIAN EKSPRIMENTAL PENGARUH BAHAN ADITIF OCTANE BOSTER TERHADAP EMISI GAS BUANG PADA MESIN DIESEL

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i. LEMBAR PENGESAHAN... ii. KATA PENGANTAR... iii. ABSTRAK... vi. ABSTRACT... vii. DAFTAR ISI... viii. DAFTAR TABEL...

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN FILTER ASAP PADA INCINERATOR SAMPAH (RJ01)

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN BAKAR SOLAR, BIOSOLAR DAN PERTAMINA DEX TERHADAP PRESTASI MOTOR DIESEL SILINDER TUNGGAL

KONTROL SISTEM BAHAN BAKAR PADA ELECTRONIC FUEL INJECTION (EFI) Oleh Sutiman, M.T

BAB I PENDAHULUAN I-1

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 : PENDAHULUAN. kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor mengeluarkan zat-zat berbahaya yang

II. TEORI DASAR. kelompokaan menjadi dua jenis pembakaran yaitu pembakaran dalam (Internal

PENDETEKSI DAN PENETRALISIR POLUSI ASAP DENGAN KONTROL MELALUI APLIKASI ANDROID (RANCANG BANGUN PERANGKAT KERAS)

BAB I PENDAHULUAN. mempengaruhi kesehatan manusia. Hal ini disebakan karena gas CO dapat mengikat

BAB I PENDAHULUAN. sungai maupun pencemaran udara (Sunu, 2001). dan dapat menjadi media penyebaran penyakit (Agusnar, 2007).

kesehatan. Udara sebagai komponen lingkungan yang penting dalam kehidupan perlu

KONTRIBUSI BENGKEL SEBAGAI LEMBAGA UJI EMISI KENDARAAN BERMOTOR DALAM MENGURANGI POLUSI UDARA DARI KENDARAAN BERMOTOR

/.skisi-kisi INSTRUMEN SOAL PRETEST POSTTEST Lingkunganku Tercemar Bahan Kimia Dalam Rumah Tangga. Indikator Soal Soal No soal

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

4.1 Konsentrasi NO 2 Tahun 2011

BAB I PENDAHULUAN. utama pencemaran udara di daerah perkotaan. Kendaraan bermotor merupakan

berbagai cara. Pencemaran udara terutama datang dari kendaraan bermotor, industri,

BAB I PENDAHULUAN. dunia. Hal ini disebabkan karena manusia memerlukan daya dukung unsur unsur

PENGARUH PEMANASAN BAHAN BAKAR BIODIESEL (MINYAK JARAK-SOLAR) TERHADAP KANDUNGAN EMISI GAS BUANG MESIN DIESEL

Pengaruh Parameter Tekanan Bahan Bakar terhadap Kinerja Mesin Diesel Type 6 D M 51 SS

BAB I PENDAHULUAN. dan sektor transportasi berjalan sangat cepat. Perkembangan di bidang industri

KARAKTERISTIK INJEKSI DAN KINERJA MESIN DIESEL SATU SILINDER KETIKA MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR BIOSOLAR DAN PERTAMINA DEX

BAB I PENDAHULUAN. makhluk hidup lainnya (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41. Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara).

1 PENDAHULUAN Latar Belakang

II. TINJAUAN PUSTAKA. terjadinya perpindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lain.

Rencana Pembelajaran Kegiatan Mingguan (RPKPM).

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Polusi udara adalah salah satu masalah yang sangat meresahkan

I. PENDAHULUAN. aktifitas yang diluar kemampuan manusia. Umumnya mesin merupakan suatu alat

BAB IX PENCEMARAN UDARA AKIBAT KEMACETAN LALU LINTAS DI PERKOTAAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

VARIASI PENGGUNAAN IONIZER DAN JENIS BAHAN BAKAR TERHADAP KANDUNGAN GAS BUANG KENDARAAN

BAB II TEORI DASAR. Mesin diesel pertama kali ditemukan pada tahun 1893 oleh seorang berkebangsaan

ek SIPIL MESIN ARSITEKTUR ELEKTRO

PENGARUH PEMASANGAN KAWAT KASA DI INTAKE MANIFOLD TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR DAN EMISI GAS BUANG PADA MESIN BENSIN KONVENSIONAL TOYOTA KIJANG 4K

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

SUMMARY. ANALISIS KADAR NITROGEN DIOKSIDA (NO₂) dan KARBONMONOKSIDA (CO) DI UDARA AMBIEN KOTA GORONTALO

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

PENAMBAHAN REAKTOR PLASMA DBD (DIELECTRIC-BARRIER DISCHARGE)

BAB IV SISTEM BAHAN BAKAR MESIN DIESEL LOKOMOTIF

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB II. LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. Jalur hijau di sepanjang jalan selain memberikan aspek estetik juga dapat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. gas nitrogen dan oksigen serta gas lain dalam jumlah yang sangat sedikit. Diantara

Gambar 1. Motor Bensin 4 langkah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Di era persaingan pasar bebas saat ini, produk suatu industri

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang

Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang 2, 3

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Perubahan lingkungan udara pada umumnya disebabkan oleh pencemaran,

BAB I PENDAHULUAN. berasal dari saluran pembuangan kendaraan bermotor, sehingga industri industri

Pemanfaatan Elektrolisis Sebagai Alternatif Suplemen Bahan Bakar Motor Diesel Untuk Mengurangi Polusi Udara

ANALISA EMISI GAS BUANG MESIN EFI DAN MESIN KONVENSIONAL PADA KENDARAAN RODA EMPAT

LAPORAN PRAKTIKUM 3 PEMERIKSAAN DAN PENYETELAN CELAH KATUP

BAB I PENDAHULUAN. dengan perkembangan jumlah penduduk, ekonomi, industri, serta transportasi,

BAB I PENDAHULUAN. hidup manusia terutama masalah lingkungan, Pencemaran udara yang paling

BAB I PENDAHULUAN I.1

TROUBLE SHOOTING SISTEM INJEKSI MESIN DIESEL MITSUBISHI L300 DAN CARA MENGATASINYA

PENCEMARAN UDARA LELY RIAWATI, ST., MT.

PENCEMARAN LINGKUNGAN. Purwanti Widhy H, M.Pd

Pendahuluan Motor Diesel Tujuan Rudolf Diesel Kesulitan Rudolf Diesel

STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH PENGGUNAAN CATALYTIC CONVERTER TERHADAP EMISI GAS BUANG PADA MOTOR YAMAHA Rx-King TAHUN PEMBUATAN 2006

I. PENDAHULUAN. produksi minyak per tahunnya 358,890 juta barel. (

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Kualitas udara berarti keadaan udara di sekitar kita yang mengacu pada

PENGARUH PEMANASAN BAHAN BAKAR DENGAN RADIATOR SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KINERJA MESIN BENSIN

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang Masalah. Bagi masyarakat, transportasi merupakan urat nadi kehidupan sehari-hari

BAB I PENDAHULUAN. hidup terutama manusia. Di dalam udara terdapat gas oksigen (O 2 ) untuk

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. gas seperti sulfur dioksida vulkanik, hidrogen sulfida, dan karbon monoksida selalu

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Transkripsi:

1 Pengaruh penambahan kadar air dalam bahan bakar solar dan tekanan pengabutan terhadap emisi kepekatan asap hitam motor diesel donfenk Oleh : Ma ruf Ridwan K 2502009 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Udara adalah suatu campuran gas yang terdapat pada campuran gas yang terdapat pada lapisan yang mengelilingi bumi. Komposisi campuran gas tersebut tidak selalu konstan artinya selalu berubah-ubah sesuai perubahan cuaca dan suhu. Komposisi yang konsentrasinya paling bervariasi di udara adalah air dalam bentuk uap ( H 2 O ) Karbon dioksida ( CO ). Udara di alam ini tidak pernah ditemukan bersih tanpa polutan sama sekali, beberapa gas seperti sulfur dioksida (SO 2 ) Hidrogen sulfur ( H 2 S ) karbon monoksida (CO ) selalu ada di udara. Gasgas tersebut sebagai efek samping dari proses alami seperti aktivitas vulkanik, pembusukan sampah, kebakaran dan sebagainya. Gas polutan penyebab polusi selain dikarenakan proses alami juga disebabkan oleh aktivitas manusia seperti proses transportasi, proses industri, pembakaran minyak, gas, kayu dan pembuangan sampah. Kemajuan teknologi dalam bidang transportasi sangat dirasakan manfaatnya oleh manusia namun demikia pada kendaraan bermotor menghasilkan efek samping gas buang yang berbahaya bagi manusia dan lingkunganya. Khusus untuk motor diesel proses pembakaranya menghasilkan gas buang yang berbahaya

2 antaralain Nitrogen oksida ( NO x ) Karbon monoksida (CO ) Hidro karbon ( HC ) Oksida sulfur ( SO x ) dan partikel padat lain. Gas buang hasil pembakaran pada motor diesel yang dapat menyebabkan gangguan lingkungan dan manusia dijelaskan oleh Arismunandar dan Tsuda (2002:51) yaitu komponen-komponen yang membahayakan antara lain adalah asp hitam(jelaga) Hidrokarbon yang tidak terbakar (UHC), Karbon monoksida (CO) dan Oksida NO danno 2. Selanjutnya diterangkan mengenai perbandingan antara gas buang motor diesel dan bensin yaitu Jika dibandingkan dengan motor bensin gas buang motor diesel tidak banyak mengandung CO dan UHC disamping itu kadar NO 2 sangat rendah jika dibandung NO. jadi boleh dikatakan bahwa komponen utama gas buang motir diesel yang membahayakan adalah NO dan asap hitam. Gas buang tersebut membahayakan lingkungan karena mengeruhkan udara sehingga mengganggu pandangan, membuat mata teriritasi dan dapat menyebabkan sesak nafas serta dalam jangka waktu yang lebih lama dapat menyebabkan kanker paru-paru. Meningkatnya volume gas buang umumnya diakibatkan karena buruknya kualitas bahan bakar sehingga sulit untuk terbakar dan keluar dalam bentuk bahan bakar yang keruh atau karena komposisi campuran yang tidak tepat yaitu kekurangan udara dalam proses pembakaran sehingga tidak cukup udara untuk membakar semua bahan bakar yang terdapat pada ruang bakar sehingga bahan bakar yang tak terbakar tersebut akan membentuk partikel-partikel karbon dan menyebabkan gas buang hasil pembakaran berasap tebal. Hal ini disebabkan oleh beberapa kerusakan mekanik seperti kerusakan pada injector, penggunaan bahan bakar yang titik didihnya tinggi, engine overload atau kelebihan bahan bakar pada mesin karena pengaturan yang buruk. Dampak dari emisi gas buang kendaraan bermotor haruslah sekecil mungkin terlebih saat ini kendaraan bermotor sudah sangatlah banyak terutama lingkungan di kota-kota besar yang dipadati oleh pemukiman. Dalam mengendalikan emisi gas buang yang dilakukan kebanyakan pabrik kendaraan bermotor yaitu dengan pengaturan dan perlakuan terhadap gas hasil pembakaran

3 atau sesudah pembakaran terjadi, pertimbanganya karena relatif murah dari pada pengaturan emisi gas buang sebelum pembakaran biasanya dengan memasang catalytic conventer. Sebenarnnya ada beberapa cara lain yang dapat digunakan untuk mengurang emisi gas buang motor diesel diantaranya misalnya water diesel mixture (I Made Suardjaja dan Purnomo, 2005) atau yang sering disebut bahan bakar emulsi yaitu penambahan air pada bahan bakar solar dengan komposisi tertentu dengan menggunakan zat tertentu sebagai katalis agar air dapat campur dengan minyak solar untuk mendapatkan butiran bahan bakar yang lebih halus karena pada bahan bakar solar cenderung membentuk vernish, lendir dan kerak karbon. Hal semacam, ini dapat menimbulkan problem tenaga berkurang, boros bahan bakar, penyumbatan pada injektor dan filter. Penyumbatan injector akibat adanya unsur-unsur asing menyebkan pembakaran tidak sempurna. Dari penelitian sebelumnya penambahan air pada bahan bakar solar 10%, 20%, 30%. (I Made Suardjaja dan Purnomo, 2005) dilaporkan bahwa rasio % penambahan air pada bahan bakar solar yang semakin besar menghasilkan pembakaran yang lebih impulsive dengan waktu tunda penyalaan dan periode pembakaran awal yang lebih panjang karena pengecilan butiran bahan bakar. Pengecilan butiran-butiran bahan bakar disebabkan pada saat injeksi bahan bakar emulsi air dengan minyak solar terjadi microexplosion yaitu peristiwa pecahnya butiran-butiran minyak solar menjadi lebih kecil karena air yang terkandung didalam minyak solar akan mengalami kenaikan suhu yang sangat besar dalam waktu singkat saat piston mendekati akhir langkah kompresi, kenaikan suhu yang besar menyebabkan air tesebut meledak sehingga lapisan minyak yang menyelubungi air akan terpecah menjadi butiran yang lebih halus dibandingkan tanpa ledakan tersebut. Dengan butiran yang lebih halus maka penguapanya akan lebih cepat sehingga waktu untuk menyelesaikan pembakaran akan lebih singkat disamping itu dengan kabut bahan bakar yang lebih halus maka kemungkainan terbentuknya jelaga akan jauh lebih berkurang. diperkirakan bahwa micro explosion dari butiran air pada bahan bakar emulsi cukup kuat untuk memecah

4 butiran minyak agar dapat berekspansi dan menyebar sehingga dapat mempercepat proses pencampuran dengan udara di sekelilingnya. Sementara itu pembakaran pada motor diesel selalu dibatasi oleh waktu tinggal yang sangat singkat untuk menyelesaikan pembakaran terutama pada saat putaran mesin yang tinggi. Kinerja mesin yang maksimal akan tercapai jika tekanan puncak gas hasil pembakaran terjadi sekitar 5-10 derajad setelah piston mencapai TMA. Hal ini akan dicapai jika waktu yang diperlukan untuk pembakaran dipersingkat. Salah satu cara untuk mempersingkat waktu pembakaran apabila ukuran bahan bakar dapat diperhalus. Pengabutan yang biasa pada umumnya menghasilkan butiran halus dengan diameter sekitar 25 µ m, namun bila menggunakan bahan bakar emulsi dapat diperhalus lagi. Selain itu salah satu yang harus diperhatikan adalah tekanan pengabutan yang tepat. Karena tekanan pengabutan yang tepat akan mempengaruhi kualitas pengabutan itu sendiri. Tekanan pengabutan ini sangat dipengaruhi oleh tekanan pembukaan katup nosel dan gaya pegas nosel atau penyemprot bahan bakar, oleh karena itu gaya pegas yang sesuai dengan tekanan pembukaan katup nosel dari pompa bahan bakar akan memberikan tekanan pengabutan yang tepat pula. padahal semakin tinggi frekuensi kerja mesin maka kemampuan defleksi pegas semakin turun sehingga tekanan pengabutan tidak standar lagi maka diperlukan pengaturan kembali gaya pegas nosel.salah satu cara untuk mengatur kembali defleksi pegas nosel adalah dengan penggantian pelat penyetel (shim) atau dengan menyetel mur penyetel agar memenuhi standar sehingga pembakaran menjadi lebih sempurna dan akan mengurangi emisi gas buang. Dari uraian diatas maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan mengambil judul pengaruh penambahan air pada bahan bakar solar dan tekanan pengabutan terhadap kepekatan asap hitam pada motor diesel Donfenk. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan uraian latar belakang masalah diatas dapat diidentifikasikan beberapa masalah pada motor diesel sebagai berikut:

5 1. Pencemaran udara. 2. Kepekatan asap hitam motor diesel. 3. Kondisi mesin dan mekanisme pembakaran. 4. Kualitas bahan bakar diesel atau solar. 5. Kadar air pada minyak diesel. 6. Tekanan pengabutan. C. Pembatasan Masalah Agar masalah penelitian ini mengarah pada sasaran dan tidak menyimpang dari permasalahan yang diteliti maka peneliti membatasi permasalahan pada Penambahan kadar air pada bahan bakar solar dan tekanan pengabutan terhadap kepekatan asap hitam pada motor diesel donfenk. D. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang, identifikasi masalah dan pembatasan masalah di atas diperlukan suatu perumusan masalah agar penelitian ini dapat dilakukan secara terarah. Adapun perumusan masalahnya adalah : 1. Adakah pengaruh variasi penambahan kadar kadar air pada bahan bakar solar terhadap kepekatan asap hitam pada mesin diesel Donfenk? 2. Adakah pengaruh variasi tekanan pengabutan terhadap kepekatan asap hitam pada mesin diesel Donfenk? 3. Adakah pengaruh bersama (interaksi) antara pengaruh variasi penambahan kadar air pada bahan bakar solar dan tekanan pengabutan terhadap kepekatan asap hitam pada mesin diesel Donfenk? E. Tujuan Penelitian Suatu penelitian akan lebih mudah apabila mempunyai tujuan yang jelas. Maka tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Mengetahui pengaruh variasi penambahan kadar air pada bahan bakar emulsi terhadap kepekatan asap hitam pada mesin diesel Donfenk.. 2. Mengetahui pengaruh variasi tekanan pengabutan terhadap kepekatan asap hitam pada mesin diesel Donfenk.

6 3. Mengetahui pengaruh bersama (interaksi) antara pengaruh variasi penambahan kadar air pada bahan bakar solar dan tekanan pengabutan terhadap kepekatan asap hitam pada mesin diesel Donfenk. F. Manfaat Penelitian Dari hasil penelitian ini diharapkan akan mempunyai manfaat praktis dan teoritis, manfaat itu adalah : 1. Manfaat Praktis a. Sebagai salah satu alternatif bagi pemilik mesin diesel Donfenk dalam penggunaan bahan bakar emulsi untuk mengurangi kepekatan asap hitam motor diesel. b. Sebagai pertimbangan pemilik mesin diesel dalam memilih bahan bakar ditinjau dari segi ekonomis. c. Sebagai pedoman bagi pemilik mesin diesel tentang tekanan pengabutan yang sesuai standar. 2. Manfaat Teoritis Dapat mengetahui perubahan kepekatan asap hitam setelah mengalami variasi penambahan kadar air pada bahan bakar solar dan variasi tekanan pengabutan.