BAB III Efek Radiasi Terhadap Manusia

dokumen-dokumen yang mirip
EFEK RADIASI BAGI MANUSIA. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Tenaga Nuklir Nasional

Supriyadi Dental Radiology Departement

BAB IV. EFEK BIOLOGI

DAFTAR ISI. BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tujuan Instruksional Umum Tujuan Instruksional Khusus... 01

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Radiasi matahari merupakan gelombang elektromagnetik yang terdiri atas medan listrik dan medan magnet. Matahari setiap menit

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Aulia Dwita Pangestika A2A Fakultas Kesehatan Masyarakat. DNA dan RNA

M A T E R I G E N E T I K

BAB 1 PENDAHULUAN. Manusia dapat terpapar logam berat di lingkungan kehidupannya seharihari.

Bimbingan Olimpiade SMA. Paramita Cahyaningrum Kuswandi ( FMIPA UNY 2012

TEORI DASAR RADIOTERAPI

BAB I PENDAHULUAN. hidup secara tidak langsung menyebabkan manusia terus-menerus dihadapkan

BAB I PENDAHULUAN. Radikal bebas merupakan salah satu penyebab timbulnya berbagai penyakit

PEMERIKSAAN KESEHATAN PEKERJA RADIASI DI PTKMR

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang

replikasi akan bergerak melebar dari ori menuju dua arah yang berlawanan hingga tercapai suatu ujung (terminus).

TINJAUAN PUSTAKA Botani dan Morfologi Tanaman Anthurium Wave of Love

BAB 1 PENDAHULUAN. kehidupannya sehari-hari. Pada lingkungan yang kadar logam beratnya cukup

KISI KISI PENULISAN SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2009/2010

PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. tindakan tertentu, maupun terapetik. Di antara prosedur-prosedur tersebut, ada

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupan, manusia amat tergantung kepada alam sekeliling. Yang

SINTESIS PROTEIN. Yessy Andriani Siti Mawardah Tessa Devitya

MATERI GENETIK. Oleh : TITTA NOVIANTI, S.Si., M. Biomed.

SELENIUM ASPARTAT SELENIUM ASPRATATE

BIO306. Prinsip Bioteknologi

BAB I PENDAHULUAN. pada lingkungan hidup masyarakat terutama perubahan suhu, udara, sinar UV,

Kanker Darah Pada Anak Wednesday, 06 November :54

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Radikal bebas merupakan senyawa yang terbentuk secara alamiah di

TOKSIKOLOGI LINGKUNGAN

Protein adalah sumber asam-asam amino yang mengandung unsur-unsur C, H, O, dan N yang tidak dimiliki oleh lemak atau karbohidrat.

MAKALAH BIOLOGI PERBEDAAN ANTARA DNA dengan RNA

BAB II KAJIAN PUSTAKA. 2.1 Studi Arkeologis dan Genetik Masyarakat Bali

Ada ORI dan helikase yang membuka pilinan terus sampai terbentuk replication bubble.

Adalah asam nukleat yang mengandung informasi genetik yang terdapat dalam semua makluk hidup kecuali virus.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

RADIOAKTIF Oleh Arif Yachya, M.Si

Organisasi DNA dan kode genetik

EFEK PEWARISAN AKIBAT RADIASI PENGION

BAB IV APLIKASI MODEL HIDDEN MARKOV DISKRET PADA DNA

BAB 1 PENDAHULUAN. Saat ini jumlah perokok di dunia mengalami peningkatan termasuk di

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 033 tahun 2012 tentang Bahan

BAB I PENDAHULUAN. Congrat Roentgen tahun 1895 dan unsur Radium oleh Fierre dan Marie Curie, 3

Gambar 1. Contoh Double helix

SIFAT FISIK DAN KIMIA DNA NUNUK PRIYANI. Progran Studi Biologi Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dasar dari setiap manusia yang ada di bumi ini. Hak untuk hidup sehat bukan

TEORI JOHN GORDON CHAPTER: CHEMICAL AGENTS. Oleh: SURATMAN, S.KM, M.Kes Staf Pengajar Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed)

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Indonesia

PEMBAHASAN. 1. Peranan Radioaktif dalam Bidang Kesehatan dan Kedokteran

2. Radioaktivitas Atom terdiri atas inti atom dan elektron-elektron yang beredar mengitarinya. Reaksi kimia biasa (seperti reaksi pembakaran dan

MODEL ATOM. Atom : bagian terkecil suatu elemen yg merupakan suatu partikel netral, dimana jumlah muatan listrik positif dan negatif sama.

Pengertian Bahan Kimia Berbahaya dan Beracun Bahan kimia berbahaya adalah bahan kimia yang memiliki sifat reaktif dan atau sensitif terhadap

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. keparahannya berbanding lurus dengan dosis dan memiliki ambang batas. Jika

I. PENDAHULUAN. Kanker merupakan masalah paling utama dalam bidang kesehatan dan menjadi

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 85 TAHUN 1999 TENTANG

BAB II KAJIAN PUSTAKA. sel pada tubuh memiliki DNA yang sama dan sebagian besar terdapat pada

Vitamin. Dibawah ini merupakan penjelasan jenis jenis vitamin, dan sumber makanan yang mengandung vitamin

BAB I PENDAHULUAN. mengonsumsi minuman beralkohol. Mengonsumsi etanol berlebihan akan

DNA FINGERPRINT. SPU MPKT B khusus untuk UI

PENDAHULUAN. memerlukan waktu inkubasi selama jam. bahkan pembentukan ABTS. -

Data Responden. I. Mohon diisi dengan huruf cetak Umur: Lama bekerja:

REKAYASA GENETIKA. By: Ace Baehaki, S.Pi, M.Si

SUBSTANSI HEREDITAS. Dyah Ayu Widyastuti

BAB II Besaran dan Satuan Radiasi

BAB I PENDAHULUAN. Merokok merupakan suatu masalah kesehatan pada masyarakat dan merupakan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Tuak merupakan hasil sadapan yang diambil dari mayang enau atau aren

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Indonesia

SUB POKOK BAHASAN. I. Dosis Radiasi & Satuan Pengukur. Dosis Radiasi

BAB I PENDAHULUAN. Definisi sehat sendiri ada beberapa macam. Menurut World Health. produktif secara sosial dan ekonomis.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Hasil Penelitian Pengaruh ekstrak jahe terhadap jumlah spermatozoa mencit yang terpapar 2-ME

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 85 TAHUN 1999 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. Umumnya anti nyamuk digunakan sebagai salah satu upaya untuk mengatasi

BAB I PENDAHULUAN. tumbuhan, hewan, mineral, sediaan sarian (galenika) atau campuran dari bahanbahan

I. PENGANTAR. A. Latar Belakang Permasalahan. sinar X dalam bidang medis, yang dalam pelaksanaannya berkaitan dengan

FISIKA INTI DI BIDANG KEDOKTERAN, KESEHATAN, DAN BIOLOGI

BAB I PENDAHULUAN. terhadap tubuh karena akan mengalami proses detoksifikasi di dalam organ tubuh.

KIMIA (2-1)

Pendahuluan. Kelainan dan penyakit genetika. Kariotipe kromosom. Deteksi Mutasi DNA. Teknik pengecatan pada kromosom 5/25/2016

FISIKA ATOM & RADIASI

THALASEMIA A. DEFINISI. NUCLEUS PRECISE NEWS LETTER # Oktober 2010

BUKU PINTAR PROTEKSI DAN KESELAMATAN RADIASI DI RUMAH SAKIT

X. ADMILNISTRASI. 1. Konsep satuan-satuan radiasi. Besaran-besaran radiologis yang banyak digunakan dalam proteksi radiasi adalah :

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 10. SISTEM ORGANISASI KEHIDUPANLatihan Soal 10.5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

1. PENDAHULUAN. penambah rasa makanan dengan L-Glutamic Acid sebagai komponen asam

dan leukemia-associated tyrosine kinase fusion (TEL-PDGFbR) (Chen, et al., 2004). Dibandingkan dengan terapi menggunakan antibodi, pembuatan sediaan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PAPARAN PESTISIDA DI LINGKUNGAN KITA

MAKALAH BIOLOGI PERBEDAAN DNA DAN RNA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Komponen Kimia penyusun Sel (Biologi) Ditulis pada September 27, 2012

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Pengertian Bahaya dan Faktor Bahaya di Tempat Kerja

Leukemia. Leukemia / Indonesian Copyright 2017 Hospital Authority. All rights reserved

Gunung api yang meletus akan mengeluarkan berbagai jenis debu serta gas dari dalam perut. Debu Vulkanik Dan Gangguan Kesehatan

BAB 1 PENDAHULUAN. masyarakat, terutama di negara-negara industri yang banyak memiliki pabrik dan

Transkripsi:

BAB III Efek Radiasi Terhadap Manusia Tubuh terdiri dari berbagai macam organ seperti hati, ginjal, paru, lambung dan lainnya. Setiap organ tubuh tersusun dari jaringan yang merupakan kumpulan dari sejumlah sel yang mempunyai fungsi dan struktur yang sama. Sel sebagai unit fungsional terkecil dari tubuh dapat menjalankan fungsi hidup secara lengkap dan sempurna. Inti sel mengandung struktur biologik yang sangat kompleks dan disebut kromosom. Kromosom manusia yang berjumlah 23 pasang mengandung ribuan gen yang merupakan suatu rantai pendek dari DNA (Deoxyribonucleic acid) yang membawa suatu kode informasi tertentu dan spesifik. DNA merupakan sepasang rantai panjang polinukleotida berbentuk spiral ganda (double helix) yang dihubungkan dengan ikatan hidrogen. Fungsi DNA dalam inti sel adalah untuk mengendalikan faktor-faktor keturunan dan sintesis protein. Interaksi radiasi pengion dengan materi biologik diawali dengan interaksi fisika yaitu proses ionisasi. Elektron yang dihasilkan dari proses ionisasi akan berinteraksi secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung bila energi elektron tersebut langsung diserap oleh molekul organik dalam sel yang secara biologik penting, seperti DNA. Secara tidak langsung bila terlebih dahulu terjadi interaksi radiasi dengan molekul air dalam sel yang efeknya kemudian akan mengenai molekul organik yang penting. Interaksi secara fisika-kimia ini dapat menimbulkan kerusakan sel lebih lanjut yang akhirnya menimbulkan efek biologik yang dapat diamati. A. Proses Interaksi Radiasi di Dalam Tubuh Manusia Bila radiasi pengion melalui tubuh manusia maka akan terjadi interaksi dengan senyawa air di dalam tubuh, sel, kromosom maupun DNA. 18 Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Interaksi dengan Molekul Air (Radiolisis Air) Penyerapan energi radiasi oleh molekul air dalam proses radiolisis air akan menghasilkan radikal bebas (H* dan OH*). Radikal bebas adalah suatu atom atau molekul yang bebas, tidak bermuatan dan mempunyai sebuah elektron yang tidak berpasangan pada orbit terluarnya. Keadaan ini menyebabkan radikal bebas menjadi tidak stabil, sangat reaktif dan toksik. Sesama radikal bebas yang terbentuk dapat saling bereaksi menghasilkan molekul hidrogen peroksida yang toksik. Perlu diingat bahwa sekitar 80% dari tubuh manusia terdiri dari air. Interaksi dengan DNA Interaksi radiasi dengan DNA dapat menyebabkan terjadinya perubahan struktur molekul gula atau basa, putusnya ikatan hidrogen antar basa, hilangnya basa, dan lainnya. Kerusakan yang lebih parah adalah putusnya salah satu untai DNA, disebut single strand break, atau putusnya kedua untai DNA, disebut double strand breaks. Secara alamiah sel mempunyai kemampuan untuk melakukan proses perbaikan terhadap kerusakan yang timbul dengan menggunakan beberapa jenis enzim yang spesifik. Proses perbaikan dapat berlangsung terhadap kerusakan yang terjadi tanpa kesalahan sehingga struktur DNA kembali seperti semula dan tidak menimbulkan perubahan fungsi pada sel. Tetapi dalam kondisi tertentu, proses perbaikan tidak berjalan sebagaimana mestinya sehingga walaupun kerusakan dapat diperbaiki tetapi tidak secara tepat atau sempurna sehingga menghasilkan DNA yang berbeda, atau yang dikenal dengan mutasi. Interaksi dengan Kromosom Radiasi dapat menyebabkan perubahan baik pada jumlah maupun struktur kromosom yang disebut dengan aberasi kromosom. Perubahan jumlah kromosom, misalnya menjadi 47 buah pada sel somatik yang memungkinkan timbulnya kelainan genetik. Kerusakan struktur kromosom Pusat Pendidikan dan Pelatihan 19

berupa patahnya lengan kromosom terjadi secara acak dengan peluang yang semakin besar dengan meningkatnya dosis radiasi. Interaksi dengan Sel Kerusakan yang terjadi pada DNA dan kromosom sel sangat bergantung pada proses perbaikan yang berlangsung. Bila proses perbaikan berlangsung dengan baik dan tepat/sempurna, dan juga tingkat kerusakan yang dialami sel tidak terlalu parah, maka sel bisa kembali normal seperti keadaannya semula. Bila proses perbaikan berlangsung tetapi tidak tepat maka sel tetap dapat hidup tetapi mengalami perubahan. Bila tingkat kerusakan yang dialami sel sangat parah atau bila proses perbaikan tidak berlangsung dengan baik, maka sel akan mati. Tingkat kerusakan yang dialami sel akibat radiasi sangat bervariasi bergantung kepada tingkat sensitivitas sel terhadap radiasi. Sel yang paling sensitif adalah sel kulit, sedangkan sel yang tidak mudah rusak akibat pengaruh radiasi adalah sel otak. Kerusakan sel akan mempengaruhi fungsi jaringan atau organ bila jumlah sel yang mati/rusak dalam jaringan/organ tersebut cukup banyak. Semakin banyak sel yang rusak/mati, semakin parah perubahan fungsi yang terjadi sampai akhirnya organ tersebut akan kehilangan kemampuannya untuk menjalankan fungsinya dengan baik. B. Klasifikasi Efek Radiasi Sel dalam tubuh manusia terdiri dari sel genetik dan sel somatik. Sel genetik adalah sel telur pada perempuan dan sel sperma pada laki-laki, sedangkan sel somatik adalah sel-sel lainnya yang ada dalam tubuh. Berdasarkan jenis sel, maka efek radiasi dapat dibedakan atas efek genetik dan efek somatik. Efek genetik atau efek pewarisan adalah efek radiasi yang terjadi pada sel genetik dan dirasakan oleh keturunan dari individu yang terkena paparan radiasi. Sedangkan bila efek radiasi terjadi pada sel somatik maka akibatnya akan dirasakan oleh individu yang terpapar radiasi. 20 Pusat Pendidikan dan Pelatihan

Waktu yang dibutuhkan sampai terlihatnya gejala efek somatik sangat bervariasi sehingga dapat dibedakan atas efek segera dan efek tertunda. Efek segera adalah kerusakan yang secara klinik sudah dapat teramati dalam waktu singkat setelah pemaparan, seperti rontoknya rambut, memerahnya kulit, luka bakar dan penurunan jumlah sel darah. Kerusakan tersebut akan terlihat dalam waktu beberapa hari sampai minggu setelah dikenai radiasi dengan dosis yang tinggi. Efek tertunda merupakan efek radiasi yang baru timbul setelah selang waktu yang lama (orde tahunan) setelah terkena radiasi, contohnya adalah katarak dan kanker. Dalam masalah proteksi radiasi, efek radiasi juga dibedakan atas efek stokastik dan efek non stokastik atau deterministik. Efek stokastik adalah efek yang belum tentu terjadi (probabilistik) sedangkan efek deterministik pasti akan terjadi bila terkena radiasi dengan dosis yang melebihi batas ambang. C. Efek Stokastik Efek stokastik tidak mempunyai batas ambang. Artinya, dosis radiasi serendah apapun mempunyai kemungkinan untuk menimbulkan perubahan pada sistem biologik, baik pada tingkat molekul maupun sel. Pada efek stokastik ini tidak terjadi kematian sel melainkan terjadi perubahan sel. Efek stokastik baru akan muncul setelah masa laten yang lama. Semakin besar dosis, semakin besar peluang terjadinya efek stokastik, sedangkan keparahannya tidak bergantung kepada dosis. Bila sel yang mengalami perubahan adalah sel genetik, maka sifat-sifat sel yang baru tersebut akan diwariskan kepada turunannya sehingga timbul efek genetik atau efek pewarisan. Apabila sel terubah ini adalah sel somatik maka sel-sel tersebut dalam jangka waktu yang relatif lama, ditambah dengan pengaruh dari bahan-bahan yang bersifat toksik lainnya, akan tumbuh dan berkembang menjadi jaringan ganas atau kanker. Pusat Pendidikan dan Pelatihan 21

Gambar 14: hubungan antara dosis radiasi terhadap kemungkinan terjadinya efek stokastik Paparan radiasi dosis rendah dapat meningkatkan risiko kanker dan efek pewarisan yang secara statistik dapat dideteksi pada suatu populasi, namun tidak secara serta merta terkait dengan paparan individu. Berdasarkan studi epidemiologi, kanker kulit di daerah wajah banyak dijumpai pada para penambang uranium akibat paparan radiasi dari debu uranium yang menempel pada wajah. Selain itu, karena selama melakukan aktivitasnya para pekerja tambang juga menghirup gas radon sebagai hasil luruh dari uranium, banyak pula yang mengalami kanker paru. Kanker tulang banyak terjadi pada pekerja pabrik jam sebagai akibat dari penggunaan bahan berpendar. Berdasarkan pengamatan pada para korban bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, leukemia merupakan efek stokastik tertunda pertama yang terjadi setelah paparan radiasi seluruh tubuh dengan masa laten sekitar 2 tahun dengan puncaknya setelah 6 ~ 7 tahun. Perubahan kode genetik yang terjadi akibat paparan radiasi akan diwariskan pada keturunan individu terpapar. Penelitian pada hewan dan tumbuhan menunjukkan bahwa efek pewarisan dapat terjadi bervariasi dari ringan hingga kehilangan fungsi atau kelainan anatomik yang parah bahkan kematian prematur. 22 Pusat Pendidikan dan Pelatihan

D. Efek Deterministik Efek ini terjadi karena adanya kematian sel sebagai akibat dari paparan radiasi baik pada sebagian atau seluruh tubuh. Efek deterministik timbul bila dosis yang diterima di atas dosis ambang (threshold dose) dan umumnya timbul dengan waktu tunda yang relatif singkat dibandandingkan dengan efek stokastik. Keparahan efek ini akan meningkat bila dosis yang diterima semakin besar. Dosis radiasi yang masih lebih rendah daripada dosis ambang tidak menyebabkan efek deterministik, sedangkan bila dosisnya di atas dosis ambang maka akan terjadinya efek ini. Gambar 15: hubungan antara dosis radiasi terhadap keparahan efek deterministik Beberapa contoh efek deterministik adalah eritema atau kulit yang menjadi merah, pelepuhan dan terkelupas; katarak pada lensa mata; peradangan akut paru; gangguan proses pembentukan sel sperma, bahkan sampai sterilitas; gangguan proses pembentukan sel-sel darah; dan gangguan perkembangan janin dalam kandungan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan 23