BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

dokumen-dokumen yang mirip
DAFTAR ISI ABSTRAK KATA PENGANTAR v DAFTAR ISI......viii DAFTAR TABEL x DAFTAR GAMBAR......xviii DAFTAR LAMPIRAN... xxi DAFTAR ISTIL

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

DATA PENULIS. Alamat di Bandung : Terusan Babakan Sukaresik No.3, Bandung. Alamat Asal : Jendral Sudirman No.93 Brebes - Jawa Tengah

BAB 7 KESIMPULAN. 7.1 Kesimpulan

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

SPESIFIKASI TEKNISSPB

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

DAFTAR ISI... ABSTRAK... KATA PENGANTAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...

BAB 6 PERANCANGAN. Gambar 6.1 Kontur Perancangan Kursi pelatih dan penyanyi dan Penyanyi [ 7,6-8 ] 6-1 Universitas Kristen Maranatha

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 7 KESIMPULAN & SARAN

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN

Bab 7 Kesimpulan dan Saran

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

DAFTAR ISI ABSTRAK KATA PENGANTAR DAN UCAPAN TERIMAKASIH

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

ABSTRAK. iii. Universitas Kristen Maranatha

BAB IV ANALISA PROYEK. Peranan Praktikan dalam mengerjakan proyek ini adalah sebagai junior designer 2

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V ANALISIS DAN INTEPRETASI HASIL

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

BAB 1 PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha

III. DATA PERANCANGAN

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1Latar Belakang Masalah

IVAR PANDUAN PEMBELIAN. Solusi penyimpanan

PANDUAN PEMBELIAN IVAR Solusi penyimpanan

STANDARISASI SARANA DAN PRASARANA KERJA PEMERINTAH DAERAH

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

DAFTAR ISI ABSTRAK KATA PENGANTAR DAN UCAPAN TERIMA KASIH

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

BAB V HASIL DAN ANALISA

Kursi. Stasiun Pencuci Mata (Eyewash Station), Dipasang pada Dinding. Stasiun Pencuci Mata (Eyewash Station), dengan Pijakan Kaki

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V ULASAN KARYA PERANCANGAN

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

METRIG (MEJA TRIGONOMETRI)

BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN A. KELOMPOK DATA BERKAITAN DENGAN ASPEK FUNGSI PRODUK RANCANGAN

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 6 PERANCANGAN DAN ANALISIS

BAB 1 PENDAHULUAN. 1 1 Universitas Kristen Maranatha

BILL OF QUANTITY (BQ)

Didesain agar nyaman dan tahan lama.

REDESAIN BONCENGAN ANAK PADA SEPEDA MOTOR DENGAN PENDEKATAN ANTHROPOMETRI

METODE PENGUKURAN DATA ANTROPOMETRI

BAB 8 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB IV ANALISA PROYEK. 4.1 Peranan Praktikan dalam Proyek Rumah Beryl. 1. Membantu membenahi layout yang diberikan owner kepada perusahaan.

Bab 1 : Pendahuluan BAB 1 PENDAHULUAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1-1

BAB 1 PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

BAB IV HASIL PEMBUATAN DAN PEMBAHASAN. Sebelum melakukan proses pembuatan rangka pada incinerator terlebih

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN. kayu olahan berupa tripleks. Dengan menggunakan bahan baku yang sudah mengalami

B A B III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III MOTODE PENELITIAN

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB III DATA DAN ANALISIS PERANCANGAN

Teknis Menggambar Desain Interior

ALAT GAMBAR PERTEMUAN II

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN


Seminar Nasional IENACO ISSN: PERANCANGAN KURSI KULIAH YANG ERGONOMIS DENGAN PENDEKATAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD)

PANDUAN PEMBELIAN STUVA. Sistem

FASILITAS LABORATORIUM

PEMERINTAH KABUPATEN.. DINAS PENDIDIKAN SMKNEGERI. UJIAN AKHIR SEKOLAH TAHUN PELAJARAN :

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

Putih Abu Hitam Coklat

BAB 1 PENDAHULUAN 1-1

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 7 KESIMPULAN. 7-1 Universitas Kristen Maranatha

BAB V ANALISIS Pengantar

BAB IV KONSEP DESAIN

BAB V HASIL DAN ANALISA

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

PANDUAN PEMBELIAN Tempat tidur anak

BAB I PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha

BAB 1 PENDAHULUAN 1-1. Universitas Kristen Maranatha

PANDUAN PEMBELIAN STUVA. Sistem

WALIKOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 46 TAHUN 2010 TENTANG STANDARISASI SARANA DAN PRASARANA KERJA PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA

Transkripsi:

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan Spesifikasi, dimensi dan bentuk serta rancangan Fasilitas Fisik pada gerbong kepresidenan dari segi ergonomi sebagai berikut : - Meja Kerja Meja kerja memiliki bentuk L dengan ujung siku dan sisi kiri berbentuk elips dan disusun menyambung dengan posisi ketinggian yang sama. Pada meja terdapat beberapa laci untuk menyimpan dokumen atau peralatan kantor yang lain. Meja yang luas membuat pemakai dapat leluasa melakukan pekerjaannya. Bahan yang digunakan yaitu multipleks dilapis HPL dengan bahan rangka menggunakan besi. Warna meja kerja yaitu putih dan warna rangka hitam. Tabel 6.1 Spesifikasi Meja Kerja Meja Kerja Lebar Bagian Kanan Antara 96.6 s/d 154.0 100.0 Cm Panjang Bagian Kanan Antara 47.1 s/d 64.9 Lebar Bagian Kiri Antara 96.6 s/d 154.0 1 Panjang Bagian Kiri Antara 47.1 s/d 64.9 Tinggi Dari Lantai Antara 64 s/d 65.6 72.0 Cm Tabel 6.2 Rancangan Meja Kerja Meja Kerja Dimensi Meja Kerja Lebar Bagian Kanan 100.0 Cm Panjang Bagian Kanan Dimensi (Cm) Lebar Bagian Kiri 1 Panjang Bagian Kiri Tinggi Dari Lantai 72.0 Cm Bahan Meja Kerja Multipleks dilapisi HPL, rangka besi 6-1

Bab 6 Kesimpulan dan Saran 6-2 Gambar 6.1 Meja Kerja - Kursi Kerja Kursi kerja memiliki bentuk persegi panjang. Bentuk sandaran tangan yang mengikuti lekuk lengan membuat posisi duduk lebih nyaman. Penyesuaian ketingggian kursi dan kemiringan sandaran yang sesuai dengan keinginan pemakai serta pelapis kursi yang dapat menyesuaikan bentuk kontur membuat pemakai kursi kerja ini nyaman menggunakannya. Bahan yang digunakan yaitu suede. Warna rangka kursi kerja yaitu hitam. Tabel 6.3 Spesifikasi Kursi Kerja Kursi Kerja Lebar Alas Antara 41.2 s/d 62.8 55.0 Cm Panjang Alas Antara 50.8 s/d 60.6 47.0 Cm Tinggi Alas Antara 39.1 s/d 47.5 45.0 Cm Lebar Sandaran Punggung Antara 48.6 s/d 62.8 45.0 Cm Tinggi Sandaran Punggung Antara 62.1 s/d 91.9 75.0 Cm Lebar Sandaran Tangan Antara 5.4 s/d 10.8 7.0 Cm Panjang Sandaran Tangan Antara 40.5 s/d 47.3 40.0 Cm Tinggi Sandaran Tangan Antara 18.1 s/d 28.3 30.0 Cm

Bab 6 Kesimpulan dan Saran 6-3 Tabel 6.4 Rancangan Kursi Kerja Lebar Alas Panjang Alas Tinggi Alas Dimensi Lebar Sandaran Punggung (Cm) Tinggi Sandaran Punggung Lebar Sandaran Tangan Panjang Sandaran Tangan Tinggi Sandaran Tangan Bahan Kursi Kerja Kursi Kerja Dimensi Kursi Kerja 55.0 Cm 47.0 Cm 45.0 Cm 45.0 Cm 75.0 Cm 7.0 Cm 40.0 Cm 30.0 Cm Suede Gambar 6.2 Kursi Kerja - Meja Sofa Meja sofa memiliki bentuk persegi seperti box. Bahan yang digunakan multipleks dilapis HPL dengan bagian atas dilapisi kaca. Warna yang digunakan coklat kehijau-hijauan. Tabel 6.5 Spesifikasi Meja Sofa Meja Sofa Lebar Antara 47.3 s/d 94.6 Panjang Antara 47.1 s/d 64.9 Tinggi Dari Lantai Antara 39.1 s/d 47.8

Bab 6 Kesimpulan dan Saran 6-4 Lebar Dimensi (Cm) Panjang Tinggi Dari Lantai Bahan Meja Sofa Tabel 6.6 Rancangan Meja Sofa Meja Sofa Dimensi Meja Sofa Multipleks dilapis HPL + Kaca Gambar 6.3 Meja Sofa - Sofa Sofa memiliki bentuk persegi dengan sandaran yang menyambung dari sisi kanan ke sisi kiri serta terdapat sandaran untuk bagian kepala dengan rangka penyangga yang terbuat dari stainless steel dari ujung atas sofa hingga bagian bawah sofa pada tiap sisinya. Bahan yang digunakan yaitu suede. Sofa memiliki warna hitam dan rangka stainless steel berwarna putih. Tabel 6.7 Spesifikasi Sofa Sofa Lebar Alas Antara 41.2 s/d 62.8 Panjang Alas Antara 50.8 s/d 60.6 Tinggi Alas Antara 39.1 s/d 47.5 Lebar Sandaran Punggung Antara 48.6 s/d 62.8 Tinggi Sandaran Punggung Antara 31.1 s/d 62.1 45.0 Cm Lebar Sandaran Tangan Antara 10.8 s/d 21.6 10.0 Cm Panjang Sandaran Tangan Antara 40.5 s/d 47.3 Tinggi Sandaran Tangan Antara 18.1 s/d 28.3 30.0 Cm

Bab 6 Kesimpulan dan Saran 6-5 Tabel 6.8 Rancangan Sofa Lebar Alas Panjang Alas Tinggi Alas Dimensi Lebar Sandaran Punggung (Cm) Tinggi Sandaran Punggung Lebar Sandaran Tangan Panjang Sandaran Tangan Tinggi Sandaran Tangan Bahan Sofa Sofa Dimensi Sofa 45.0 Cm 10.0 Cm 30.0 Cm Suede Gambar 6.4 Sofa - Meja Rapat Meja rapat memiliki bentuk lingkaran dan terdapat banyak kaki pada bagian rangka. Meja ini terdapat 3 bagian yang bagian samping kanan dan samping kiri dapat dilepas sehingga meja berbentuk persegi panjang. Bahan yang digunakan multipleks dilapis HPL. Warna meja yaitu coklat dan kaki berwarna putih. Tabel 6.9 Spesifikasi Meja Rapat Meja Rapat Diameter Antara 77.0 s/d 234.0 140.0 Cm Tinggi Dari Lantai Antara 64.0 s/d 65.6 72.0 Cm

Bab 6 Kesimpulan dan Saran 6-6 Tabel 6.10 Rancangan Meja Rapat Meja Rapat Dimensi Meja Rapat Dimensi Diameter 140.0 Cm (Cm) Tinggi Dari Lantai 72.0 Cm Bahan Meja Rapat Multipleks dilapis HPL Gambar 6.5 Meja Rapat - Kursi Rapat Kursi rapat memiliki bentuk sandaran punggung agak melengkung. Terdapat 4 kaki yang dibuat menyambung ke atas dengan bagian sandaran tangan. Kursi rapat ini memiliki warna merah pada bagian alas dan warna coklat pada bagian sandaran punggung dan sandaran tangan serta bagian rangka berwarna putih. Tabel 6.11 Spesifikasi Kursi Rapat Kursi Rapat Lebar Alas Antara 41.2 s/d 62.8 45.0 Cm Panjang Alas Antara 50.8 s/d 60.6 48.0 Cm Tinggi Alas Antara 39.1 s/d 47.5 Lebar Sandaran Punggung Antara 48.6 s/d 62.8 44.0 Cm Tinggi Sandaran Punggung Antara 31.1 s/d 46.6 Lebar Sandaran Tangan Antara 5.4 s/d 10.8 10.0 Cm Panjang Sandaran Tangan Antara 40.5 s/d 47.3 47.0 Cm Tinggi Sandaran Tangan Antara 18.1 s/d 28.3 27.0 Cm

Bab 6 Kesimpulan dan Saran 6-7 Tabel 6.12 Rancangan Kursi Rapat Lebar Alas Panjang Alas Tinggi Alas Dimensi Lebar Sandaran Punggung (Cm) Tinggi Sandaran Punggung Lebar Sandaran Tangan Panjang Sandaran Tangan Tinggi Sandaran Tangan Bahan Kursi Rapat Kursi Rapat Dimensi Kursi Rapat 45.0 Cm 48.0 Cm 44.0 Cm 10.0 Cm 47.0 Cm 27.0 Cm Suede Gambar 6.6 Kursi Rapat - Sarana Dokumentasi (Lemari) Sarana dokumentasi (lemari) dengan bahan multipleks dilapis HPL berbentuk persegi panjang tegak ke atas memiliki banyak ruangan untuk menyimpan berbagai macam arsip-arsip. Lemari dibagi dalam 2 bagian, bagian pertama yaitu bagian atas terdapat banyak ruangan yang dibagi-bagi dengan pintu menggunakan kaca sedangkan bagian bawah dibagi 4 ruangan dengan pintu menggunakan bahan multipleks dilapis HPL. Warna lemari yaitu biru. Tabel 6.13 Spesifikasi Sarana Dokumentasi (Lemari) Sarana Dokumentasi (Lemari) Lebar Antara 10.0 s/d 1800.0 120.0 Cm Panjang Antara 25.0 s/d 27.0 30.0 Cm Tinggi Antara 38.0 s/d 264.0 180.0 Cm

Bab 6 Kesimpulan dan Saran 6-8 Tabel 6.14 Rancangan Sarana Dokumentasi (Lemari) Lebar Dimensi Panjang (Cm) Tinggi Sarana Dokumentasi Tinggi Kaki Bahan Sarana Dokumentasi (Lemari) Bentuk Sarana Dokumentasi (Lemari) Sarana Dokumentasi (Lemari) Dimensi Sarana Dokumentasi (Lemari) 120.0 Cm 30.0 Cm 180.0 Cm 10.0 Cm Multipleks dilapis HPL Persegi Panjang Gambar 6.7 Sarana Dokumentasi (Lemari) - Ranjang Lipat Ranjang lipat yang digunakan memiliki bentuk persegi panjang. Ranjang ini dibuat sebuah partisi pada dinding seukuran dengan ranjangnya. Jadi, pada saat terbuka partisi ini kosong seperti kotak. Bahan yang digunakan yaitu kayu solid dengan warna coklat. Gambar dari ranjang lipat ini terlampir. Tabel 6.15 Spesifikasi Ranjang Lipat Ranjang Lipat Lebar Antara 97.2 s/d 191.8 140.0 Cm Panjang Antara 175.2 s/d 185.8 170.0 Cm Tinggi Antara 39.1 s/d 47.5

Bab 6 Kesimpulan dan Saran 6-9 Tabel 6.16 Rancangan Ranjang Lipat Lebar Dimensi (Cm) Panjang Tinggi Bahan Ranjang Lipat Ranjang Lipat Dimensi Ranjang Lipat 140.0 Cm 170.0 Cm Kayu solid Gambar 6.8 Ranjang Lipat - Meja Lipat Meja lipat yang digunakan memiliki bentuk segitiga. Meja lipat ini menggunakan engsel dan penyangga. Bahan yang digunakan yaitu kayu solid dengan cat warna abu-abu. Gambar dari meja lipat ini terlampir. Tabel 6.17 Spesifikasi Meja Lipat Meja Lipat Lebar Antara 83.0 s/d 154.0 87.4 Cm Panjang Antara 47.1 s/d 64.9 44.4 Cm Tinggi Antara 64.0 s/d 75.8 75.0 Cm Tabel 6.18 Rancangan Meja Lipat Lebar Dimensi (Cm) Panjang Tinggi Bahan Meja Kerja Meja Lipat Dimensi Meja Lipat 87.4 Cm 44.4 Cm 75.0 Cm Kayu solid

Bab 6 Kesimpulan dan Saran 6-10 Gambar 6.9 Meja Lipat - Kursi Lipat 1 Kursi lipat yang digunakan memiliki bentuk persegi. Kursi lipat ini menggunakan penyangga. Bahan yang digunakan yaitu besi dilapis busa, dakron dan kain dengan warna biru. Gambar dari kursi lipat ini terlampir. Tabel 6.19 Spesifikasi Kursi Lipat 1 Kursi Lipat 1 Lebar Antara 31.4 s/d 47.6 35.0 Cm Panjang Antara 34.5 s/d 41.1 35.0 Cm Tinggi Antara 39.1 s/d 47.5 38.0 Cm Tabel 6.20 Rancangan Kursi Lipat 1 Lebar Dimensi (Cm) Panjang Tinggi Bahan Meja Kerja Kursi Lipat 1 Dimensi Kursi Lipat 1 35.0 Cm 35.0 Cm 38.0 Cm Besi dilapis busa, dakron dan kain Gambar 6.10 Kursi Lipat 1

Bab 6 Kesimpulan dan Saran 6-11 - Kursi Lipat 2 Kursi lipat yang digunakan memiliki bentuk persegi panjang. Kursi lipat ini menggunakan penyangga. Bahan yang digunakan yaitu besi dilapis busa, dakron dan kain dengan warna biru. Gambar dari kursi lipat ini terlampir. Tabel 6.21 Spesifikasi Kursi Lipat 2 Kursi Lipat 2 Lebar Antara 119.6 s/d 184.4 140.0 Cm Panjang Antara 50.8 s/d 60.8 Tinggi Antara 39.1 s/d 47.5 Tabel 6.22 Rancangan Kursi Lipat 2 Lebar Dimensi (Cm) Panjang Tinggi Bahan Meja Kerja Kursi Lipat 2 Dimensi Kursi Lipat 2 140.0 Cm Besi dilapis busa, dakron dan kain Gambar 6.11 Kursi Lipat 2 Tata letak fasilitas pada gerbong kepresidenan dari segi keleluasaan layout, fleksibilitas, kapasitas dan kemudahan perawatan Perancangan gerbong dari segi ergonomi sudah baik terlihat dari hasil anthropometri tanpa perbaikan dari dimensi fasilitas gerbong serta berdasarkan scoring concept yang mempertimbangkan aspek ergonomi di dapat layout yang

Bab 6 Kesimpulan dan Saran 6-12 memiliki nilai paling besar. Gambar layout gerbong yang lebih jelas dapat dilihat pada lampiran halaman L9 1. Gambar 6.12 Layout Gerbong Rancangan keseluruhan dari segi kenyamanan, keamanan dan keselamatan Perancangan gerbong dari segi kenyamanan sudah dirancang yang paling ergonomi. Dari segi keamanan dan keselamatan pada gerbong ini sudah dilengkapi dengan paspampres; pintu evakuasi; jendela anti peluru; APAR yang digunakan dry powder dengan klasifikasi kelas A, B dan C; P3K yang digunakan bentuk I, emergency line dan emergency light. Gambar layout gerbong yang lebih jelas dapat dilihat pada lampiran halaman L9 1. Gambar 6.13 Layout Keseluruhan Gerbong

Bab 6 Kesimpulan dan Saran 6-13 6.2 Saran Agar pihak PT Kereta Api (Persero) dalam perancangan gerbong kepresidenan memperhatikan aspek kenyamanan, keamanan, kesehatan serta keselamatan presiden. Dari segi keamanan perlu adanya penahan untuk tiap fasilitas fisik dengan bentuk skrup yang mudah dipasang dan dilepas kembali. Pihak PT Kereta Api (Persero) dapat merealisasikan hasil perancangan agar presiden dapat berpergian tanpa membuat penyewa kereta wisata kecewa dengan pembatalan untuk peralihan penggunaan oleh presiden.