Teknologi Budidaya Kambing

dokumen-dokumen yang mirip
TERNAK KAMBING 1. PENDAHULUAN 2. BIBIT

KAMBING. Oleh : Tatok Hidayatul Rohman. Linnaeus, 1758

Budidaya Ternak Kambing Dan Domba

TEKNIS BUDIDAYA SAPI POTONG

TINJAUAN PUSTAKA. sangat populer di kalangan petani di Indonesia. Devendra dan Burn (1994)

TEKNIK PEMILIHAN BIBIT KAMBING DAN DOMBA

1. Jenis-jenis Sapi Potong. Beberapa jenis sapi yang digunakan untuk bakalan dalam usaha penggemukan sapi potong di Indonesia adalah :

II. TINJAUAN PUSTAKA. (Chen et al., 2005). Bukti arkeologi menemukan bahwa kambing merupakan

TERNAK KELINCI. Jenis kelinci budidaya

II. TINJAUAN PUSTAKA. Kambing Boer berasal dari Afrika Selatan dan telah menjadi ternak yang terregistrasi

Budidaya dan Pakan Ayam Buras. Oleh : Supriadi Loka Pengkajian Teknologi Pertanian Kepulauan Riau.

ANALISIS HASIL USAHA TERNAK SAPI DESA SRIGADING. seperti (kandang, peralatan, bibit, perawatan, pakan, pengobatan, dan tenaga

Petunjuk Praktis Manajemen Pengelolaan Limbah Pertanian untuk Pakan Ternak sapi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kambing Boer berasal dari Afrika Selatan, yang merupakan hasil persilangan

Penulis: Yayan Rismayanti. Editor: Eriawan Bekti Ahmad Hanafiah Sri Murtiani. Layout/Disain Cover: Bambang Unggul PS Saepudin

II. TINJAUAN PUSTAKA. ternak dalam suatu usahatani atau dalam suatu wilayah. Adapun ciri keterkaitan

MENGENAL SECARA SEDERHANA TERNAK AYAM BURAS

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 07/Permentan/OT.140/1/2008 TANGGAL : 30 Januari 2008

SILASE TONGKOL JAGUNG UNTUK PAKAN TERNAK RUMINANSIA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. untuk penggemukan dan pembibitan sapi potong. Tahun 2003 Pusat Pembibitan dan

PENDAHULUAN. potensi besar dalam memenuhi kebutuhan protein hewani bagi manusia, dan

I. PENDAHULUAN. Kebutuhan daging sapi setiap tahun selalu meningkat, sementara itu pemenuhan

V. PROFIL PETERNAK SAPI DESA SRIGADING. responden memberikan gambaran secara umum tentang keadaan dan latar

I. PENDAHULUAN. sapi yang meningkat ini tidak diimbangi oleh peningkatan produksi daging sapi

Lingkup Kegiatan Adapun ruang lingkup dari kegiatan ini yaitu :

ANALISIS EKONOMI PENGGEMUKAN KAMBING KACANG BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL. Oleh : M. Jakfar dan Irwan* ABSTRAK

Teknologi Budidaya Ubi Kayu

Sejarah Kambing. Klasifikasi Kambing. Filum : Chordota (Hewan Tulang Belakang) Kelas : Mamalia (Hewan Menyusui)

JENIS PAKAN. 1) Hijauan Segar

Inovasi Anyar Penggemukan Sapi

LAPORAN SEMENTARA ILMU PRODUKSI TERNAK POTONG PENGENALAN BANGSA-BANGSA TERNAK

I. PENDAHULUAN. Praktis Beternak Kambing/ Domba 1

Nomor : Nama pewancara : Tanggal : KUESIONER PETERNAK SAPI BALI DI DESA PA RAPPUNGANTA KABUPATEN TAKALAR, SULAWESEI SELATAN

BERTEMPAT DI GEREJA HKBP MARTAHAN KECAMATAN SIMANINDO KABUPATEN SAMOSIR Oleh: Mangonar Lumbantoruan

I. PENDAHULUAN. Peternakan di Indonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan, sehingga

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Organisasi merupakan suatu gabungan dari orang-orang yang bekerja sama

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kambing Kacang dengan kambing Ettawa. Kambing Jawarandu merupakan hasil

Lampiran 1. Kuisioner Penelitian Desa : Kelompok : I. IDENTITAS RESPONDEN 1. Nama : Umur :...tahun 3. Alamat Tempat Tinggal :......

KEADAAN UMUM LOKASI Peternakan Kambing Perah Cordero

POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN TERNAK SAPI DI LAHAN PERKEBUNAN SUMATERA SELATAN

MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN

KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 359/Kpts/PK.040/6/2015 TENTANG PENETAPAN RUMPUN KAMBING SABURAI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Ransum Ternak Berkualitas (Sapi, Kambing, dan Domba)

TEKNIK PENGOLAHAN UMB (Urea Molases Blok) UNTUK TERNAK RUMINANSIA Catur Prasetiyono LOKA PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN KEPRI

KLASIFIKASI PENGGEMUKAN KOMODITAS TERNAK SAPI Oleh, Suhardi, S.Pt.,MP

UMMB ( Urea Molasses Multinutrient Block) Pakan Ternak Tambahan bergizi Tinggi

MATERI DAN METODE. Lokasi dan Waktu

Strategi Peningkatan Produktivitas Sapi Bali Penggemukan Melalui Perbaikan Pakan Berbasis Sumberdaya Lokal di Pulau Timor

PEMANFAATAN KULIT KAKAO SEBAGAI PAKAN TERNAK KAMBING PE DI PERKEBUNAN RAKYAT PROPINSI LAMPUNG

KARYA TULIS ILMIAH PENGOLAHAN LIMBAH KAKAO MENJADI BAHAN PAKAN TERNAK

KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS

II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Karakteristik Kambing

TINJAUAN PUSTAKA Sapi Perah Sapi Friesian Holstein (FH) Produktivitas Sapi Perah

I. PENDAHULUAN. pertumbuhan tubuh dan kesehatan manusia. Kebutuhan protein hewani semakin

Reny Debora Tambunan, Reli Hevrizen dan Akhmad Prabowo. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Lampung ABSTRAK

DUKUNGAN TEKNOLOGI PENYEDIAAN PRODUK PANGAN PETERNAKAN BERMUTU, AMAN DAN HALAL

HASIL DAN PEMBAHASAN. Gambaran Umum PT Widodo Makmur Perkasa Propinsi Lampung

II KAJIAN KEPUSTAKAAN. karena karakteristiknya, seperti tingkat pertumbuhan cepat dan kualitas daging cukup

PEMANFAATAN LIMBAH PASAR SEBAGAI PAKAN RUMINANSIA SAPI DAN KAMBING DI DKI JAKARTA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. merupakan kambing tipe dwiguna yaitu sebagai penghasil daging dan susu (tipe

II. TINJAUAN PUSTAKA

Ditulis oleh Mukarom Salasa Minggu, 19 September :41 - Update Terakhir Minggu, 19 September :39

PENDAHULUAN. Latar Belakang. Kambing merupakan hewan-hewan pertama yang didomestikasi. oleh manusia. Diperkirakan pada mulanya pemburu-pemburu membawa

TEKNOLOGI BUDIDAYA ITIK DI LAHAN PEKARANGAN Oleh Ermidias Penyuluh Pertanian Madya I.PENDAHULUAN

USAHA YANG MENJANJIKAN

Sistem Usahatani Terpadu Jagung dan Sapi di Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan

I. PENDAHULUAN. Ternak kambing merupakan salah satu ternak ruminansia penghasil protein

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Persebaran Kambing Peranakan Ettawah (PE) galur lainnya dan merupakan sumber daya genetik lokal Jawa Tengah yang perlu

PRAKTIKUM III PENGENALAN BAHAN PAKAN TERNAK (FEEDS STUFF)

TINJAUAN PUSTAKA Kambing Kambing Perah

KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Letak Geografis dan Topografi CV. Anugrah Farm

BETERNAK KAMBING INTENSIF

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sapi Madura merupakan hasil persilangan antara sapi Bali (Bos sondaicus)

: PENGGEMUKAN SAPI DI INDONESIA

OPTIMALISASI USAHA PENGGEMUKAN SAPI DI KAWASAN PERKEBUNAN KOPI

BANGSA-BANGSA KAMBING PERAH

I. PENDAHULUAN. Lampung (2009), potensi wilayah Provinsi Lampung mampu menampung 1,38

ANALISIS BIAYA PRODUKSI PENGOLAHAN PAKAN DARI LIMBAH PERKEBUNAN DAN LIMBAH AGROINDUSTRI DI KECAMATAN KERINCI KANAN KABUPATEN SIAK

II. TINJAUAN PUSTAKA. Kambing merupakan mamalia yang termasuk dalam ordo artiodactyla, sub ordo

UMMF (Urea Molasses MultinullrienL Olock) Fakan Ternak Tambahan Eerqizi Tinqqi

Program : Karya Alternatif Mahasiswa. Tahun : Cara Pemberian Pakan a. Pakan untuk induk diberikan 3 kali, yaitu:

PROSPEK PENGEMBANGAN USAHA SAPI POTONG DI NUSA TENGGARA BARAT

KONSENTRAT TERNAK RUMINANSIA

Ditulis oleh Didik Yusuf Selasa, 28 September :03 - Update Terakhir Selasa, 28 September :28

PANDUAN. Mendukung. Penyusun : Sasongko WR. Penyunting : Tanda Panjaitan Achmad Muzani

HASIL DAN PEMBAHASAN Domba dan Kambing Pemilihan Bibit

T E M P E 1. PENDAHULUAN

FORMULASI RANSUM PADA USAHA TERNAK SAPI PENGGEMUKAN

KAJIAN KEPUSTAKAAN 2.1 Usaha Ternak Sapi Perah

PEMOTONGAN TERNAK (KAMBING)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. besar dipelihara setiap negara sebagai sapi perahan (Muljana, 2010). Sapi FH

MATERI DAN METODE. Materi

KATA PENGANTAR. dan karunia-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul

EKTERIOR, PENENTUAN UMUR, PENANDAAN, PENDUGAAN BOBOT BADAN DAN EVALUASI TERNAK POTONG. Oleh: Suhardi, S.Pt.,MP

II. TINJAUAN PUSTAKA. Kambing merupakan salah satu jenis ternak ruminansia kecil yang telah

<!--[if!supportlists]-->- <!--[endif]-->pemeliharaan kakao. <!--[if!supportlists]-->- <!--[endif]-->integrasi padi sawah dan ternak

lagomorpha. Ordo ini dibedakan menjadi dua famili, yakni Ochtonidae (jenis

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kambing Ettawa (asal india) dengan Kambing Kacang yang telah terjadi beberapa

TINJAUAN PUSTAKA. Tabel. 2. Perbedaan Domba dan Kambing. Mempunyai kelenjar di bawah mata yang menghasilkan sekresi seperti air mata.

Transkripsi:

PENDAHULUAN Ternak kambing merupakan salah satu jenis ternak yang cukup digemari masyarakat, namun skala usahanya masih bersifat usaha kecil-kecilan dimana sistem pemeliharaan dan perkembangbiakannya masih secara tradisional. Ternak kambing sudah lama diusahakan oleh masyarakat sebagai usaha sampingan atau tabungan karena pemeliharaan dan pemasaran hasil produksi (baik daging, susu, kotoran maupun kulitnya) relatif mudah. Meskipun secara tradisional telah memberikan hasil yang lumayan, jika pemeliharaannya ditingkatkan (menjadi semi intensif atau intensif), pertambahan berat badannya dapat mencapai 50-150 gr/hari. Ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan dalam usaha ternak kambing, yaitu: harus mengenal bangsa kambing dan ciri-ciri kambing untuk bibit, bahan pakan dan cara pemberiannya, dan tata laksana. Ternak kambing sangat mudah pemeliharaannya karena ternak tersebut tidak membutuhkan keterampilan yang khusus, sehingga peternak barupun mampu secara cepat untuk belajar dalam manajemen pemeliharaan. Dalam usaha ternak tersebut tidak diperlukan modal yang besar, karena di pedesaan dapat dilakukan dengan sistem gaduhan (bagi hasil anak), ataupun dengan pembelian induk yang tidak terlalu mahal dibanding ternak besar. Sumber pakan (hijauan) yang ada di pedesaan umumnya cukup berlimpah dalam penyediaan pakan ternak berupa rumput lapangan, leguminosa (di pagar), limbah pertanian (limbah sayuran, tanaman pangan, perkebunan), dan lainnya. Selain itu, dalam berusaha ternak kambing/domba tidak perlu memiliki lahan yang luas, hanya diperlukan kandang (sesuai dengan jumlah yang dipelihara), pakan dapat diambil dari kebun, lapangan umum, atau di gembalakan di lahan-lahan umum (lapangan, dibawah perkebunan dan lainnya). BB Pengkajian 1

JENIS KAMBING DI INDONESIA 1. Kambing Kacang Kambing ini asli dari Indonesia dan memiliki ciri badan kecil, pendek, telinga pendek, tegak, leher pendek, punggung meninggi, bertanduk, baik jantan atau betina, tinggi badan 55-65 cm dan bobot hidup jantan sekitar 25 kg dan betina sekitar 20 kg. 2. Kambing PE (Peranakan Etawah) Kambing ini merupakan persilangan kambing Kacang dengan kambing Etawah. Memiliki tanda-tanda antara lain telinga panjang, 18-30 cm, bobot hidup dewasa jantan mencapai 40 kg dan betina sekitar 35 kg. Tinggi punggung berkisar antara 76-100 cm, pada jantan bulu bagian atas dan bawah leher, pundak, lebih tebal dan agak panjang, sedangkan pada betina hanya bagian paha yang lebih panjang. Warna kambing ini bervariasi dari coklat sampai hitam. 3. Kambing Merica Kambing Merica banyak terdapat di Pulau Sulawesi, tubuhnya lebih kecil dari kambing kacang dan diduga masih satu keturunan dengan kambing Kacang. 2 BB Pengkajian

4. Kambing Gembrong Kambing ini banyak terdapat di Pulau Bali, tubuh lebih besar dari kambing kacang dan mempunyai bulu yang panjang terutama yang jantan. Selain kambing sebagai penghasil daging, ada kambing yang digunakan sebagai penghasil susu atau kambing tipe perah. Kambing ini mampu menghasilkan susu walupun produktivitasnya rendah, namun harga susu kambing lebih mahal dibanding susu sapi. Berikut ini beberapa contoh kambing tipe perah : 1. Kambing Saanen Kambing Saanen berasal dari lembah Saanen Switzerland, memiliki tanda-tandanya baik jantan maupun betina tidak bertanduk, warna putih atau krem pucat/muda, hidung, telinga dan ambing belang hitam, dahi lebar, telinga sedang dan tegak. 2. Kambing Etawah (Jamnapari) Kambing Etawah asli atau dikenal dengan kambing Jamnapari berasal dari daerah Jamnapari India dengan ciri-ciri hidung melengkung, telinga panjang (30 cm) terkulai, kaki panjang dan berbulu panjang pada garis belakang kaki, warna bulu belang hitam putih atau merah, atau coklat putih. Pada BB Pengkajian 3

jantan dan betina bertanduk dengan tinggi badan jantan dewasa mencapai 90-127 cm, dan yang betina dewasa antara 76-92 cm. Bobot badan jantan dewasa sekitar 68-91 kg dan betina dewasa 36-63 kg. Rataan produksi susu ± 3 liter /ekor/hari dengan ambing relatif besar dan panjang seperti botol. 3. Kambing Alpine Kambing ini ada yang bertanduk dan ada yang tidak bertanduk, tubuhnya besar dan tingginya sama dengan kambing Saanen. Warna bulu bermacam-macam dari putih sampai kehitam-hitaman dengan warna muka ada garis putih di atas hidung. Kambing ini sebagai kambing penghasil susu. 4 BB Pengkajian

4. Kambing (Anglo)-Nubian Kambing Anglo Nubian atau sering disebut kambing Nubian memiliki bulu yang pendek, berkaki panjang dan dapat menyesuaikan diri di daerah panas. Kambing ini merupakan kambing yang subur (beranak kembar). Ada yang bertanduk dan ada yang tidak bertanduk. Untuk memilih kambing calon bibit, sebaiknya peternak mengenal ciri-ciri calon bibit baik pada jantan maupun betina. Calon bibit jantan hendaknya memiliki tubuh yang sehat, besar (sesuai umur), relatif panjang dan tidak cacat. Dada dalam dan lebar dengan kaki lurus dan kuat serta tumit tinggi. Penampilan gagah, aktif dan besar nafsu kawinnya. Buah zakarnya normal (2 buah sama besar) dan alat kelamin kenyal dan dapat ereksi. Kambing yang digunakan untuk bibit sebaiknya dari keturunan kembar. Bulu bersih dan mengkilat. Seperti halnya pada jantan, betina calon bibit juga harus sehat, tidak terlalu gemuk dan tidak cacat, kaki lurus dan kuat dan alat kelamin normal. Sebaiknya dipilih kambing yang mempunyai sifat keibuan dan memi liki ambing normal (halus, kenyal, tidak ada infeksi). Sebaikn ya dipilih dari keturunan kembar. Bulu bersih dan mengkilat. Dalam memilih calon bibit, hindari ternak cacat atau tidak normal antara lain rahang at as dan bawah tidak rata, tanduk tumbuh melingkar menusuk leher, hanya mempunyai satu buah zakar, atau mempun yai dua buah tapi besarnya BB Pengkajian 5

tidak sama, terdapat infeksi atau pembengkakan pada ambing/ buah susu (untuk betina), kaki berbentuk huruf X atau pengkor, buta atau rabun, untuk mengetahui ternak buta atau tidak, maka tunjuk-tunjuklah dengan jari telunjuk di depan matanya, apabila ada reaksi mengedipkan mata, maka ternak tersebut tidak buta, ternak majir/mandul. Selain itu, peternak juga harus mampu menentukan umur kambing. Pendugaan umur dapat dilakukan dengan melihat kartu identitas dan dapat juga dengan melihat jumlah gigi seri tetap yang tumbuh. Bila seri tetap belum ada, maka kambing berumur kurang dari satu tahu. Apabila sudah tumbuh gigi tetap sebanyak satu pasang (dua buah), maka diperkirakan berumur 1-2 tahun. Bila terdapat dua pasang berumur 2-3 tahun, tiga pasang berumur 3-4 tahun dan empat pasang berumur antara 4-5 tahun. Apabila gigi seri tampak sudah mulai aus atau lepas, maka kambing tersebut sudah berumur lebih dari 5 tahun. Kambing Boer sebagai pejantan unggul Jika akan mengawinkan kambing, maka ternak betina dalam keadaan birahi dan sehat. Ternak kambing jantan dan betina harus dikumpulkan dalam satu kandang kawin. Perkawinan dapat terjadi 2 atau 3 kali tetapi apabila ternak betina tidak mau dikawinkan lagi, berarti ternak betina tersebut telah bunting dan harus dipisahkan dengan ternak jantan. 6 BB Pengkajian

Ternak betina yang bunting mempunyai ciri-ciri: nampak lebih besar, lebih gemuk dibagian perutnya, bulu makin mengkilap, ambing susunya makin membengkak dan menjadi besar, begitu pula dengan puting susunya. TEKNOLOGI BUDIDAYA Pakan Pakan berguna untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok, untuk produksi (tumbuh besar, gemuk dan susu) dan untuk bereproduksi (kawin, bunting, beranak, menyusui). Pemberian pakan harus sesuai dengan kebutuhannya dan jumlah yang diberikan disesuaikan dengan status fisiologis ternaknya. Sebagai patokan umum yaitu 10% bahan kering dari bobot badan. Contoh bila bobot hidup kambing 25 kg maka pemberian hijauan sekitar 2,5 kg kering atau 5 kg basah. Pakan untuk kambing dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu sumber energi, sumber protein dan sumber mineral. Sumber energi antara lain biji-bijian: jagung, sorgum, dedak padi, dedak gandum, dedak jagung, ketela rambat, singkong, onggok, rumput-rumputan dan jerami padi. Bahan pakan yang merupakan sumber protein antara lain jenis leguminosa glirisidia, turi, lamtoro, centrocema, sisa pertanian: daun kacang, daun singkong, bungkil kedelai, biji kapas, ampas tahu, ampas kecap dan lain-lain. Sebagai sumber mineral dapat ditambahkan garam atau mineral mix. Air minum harus selalu tersedia didalam kandang. Hijauan dapat disediakan dengan cara mencari di alam atau dapat pula dibudidayakan. Penanaman dapat dilakukan di areal yang tidak dimanfaatkan untuk tanaman pertanian, seperti di galengan/pematang sawah pinggir jalan, tanah desa, di lereng atau bahkan dapat ditanam sebagai pagar hidup, lereng dan di area tanam sebagai monokultur. BB Pengkajian 7

Berbagai jenis hijauan yaitu rumput (rumput alam, rumput gajah, setaria, rumput benggala, rumput raja dan lain sebagainya). Selain itu jenis hijauan lain yaitu leguminosa (daun, kacang-kacangan, lamtoro, turi, glirisidia, kaliandra, albasia dan lain-lain). Hijauan yang berasal dari sisa hasil panen seperti daun ubi, daun nangka, jerami kacang tanah, jerami kacang kedelai, jerami jagung dan daun pisang juga dapat digunakan sebagai pakan kambing. Dalam pemberian pakan hijauan, perlu diperhatikan imbangan antara rumput dan daun leguminosa dikaitkan dengan kondisi fisiologis ternak. Pada kambing dewasa, pemberian pakan rumput dan leguminosa dengan perbandingan 3 : 4 dapat diberikan. Namun bila ternak dalam keadaan bunting sebaiknya perbandingan rumput dan daun leguminosa berbanding 3 : 2. Lain halnya bila kambing sedang menyusui, perbandingan sebaiknya 1 : 1. Anak kambing lepas sapih diberikan rumput dan daun leguminosa dengan perbandingan 3 : 2. Hindari pemberian hijauan yang masih muda, jika terpaksa digunakan hendaknya diangin-anginkan selama minimal 12 jam untuk menghindari terjadinya bloat (kembung) pada kambing. Pakan sebaiknya diberikan 2 kali sehari (pagi dan sore), dan berikan juga air minum dan garam berjodium secukupnya. Untuk kambing bunting, induk menyusui, kambing perah dan pejantan yang sering dikawinkan perlu ditambahkan makanan penguat dalam bentuk bubur berupa campuran dedak, ampas tahu dan bahan lain yang ada didaerahnya sebanyak 0,5-1 kg/ekor/hari. Bahan pakan berupa hijauan juga dapat diawetkan pada saat hijauan melimpah seperti membuat silase atau hay. Jerami padi, kacang-kacangan, limbah pertanian lainnya juga dapat diawetkan sebagai pakan kambing disaat musim kemarau. 8 BB Pengkajian

Perkandangan Kandang terbuat dari bahan yang kuat, harga murah dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di lokasi. Kandang harus segar (ventilasi baik, cukup cahaya matahari, bersih, dan minimal berjarak 5 meter dari rumah). Sebaiknya dibuat kandang dalam bentuk panggung dengan sekat yang dapat bongkar pasang dan lantai dari bambu atau papan. Di belakang kandang dibuat penampungan kotoran dan sisa pakan. Sebagai patokan ukuran luas kandang adalah, jantan dewasa dibutuhkan 1,5 m2, betina dewasa 1 m2, betina menyusui 1 m2 + 0,5 m2 masing anak dan kambing muda 0,75 m2. Usahakan ada lampu penerang yang dipasang didalam kandang. Selain itu, didalam kandang juga disediakan tepat pakan dan minum. Model kandang panggung untuk ternak kambing Model kandang panggung memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari kandang panggung adalah kandang menjadi lebih bersih karena kotoran jatuh ke bawah, kebersihan ternak lebih terjamin, lantai kandang selalu kering, kuman, dan parasit serta jamur dapat ditekan. Namun demikian beberapa kelemahan dari kandang panggung antara BB Pengkajian 9

lain biaya relatif mahal, resiko ternak terperosok/jatuh dan kandang memikul beban ternak lebih berat. Pengelolaan Reproduksi Diusahakan agar kambing bisa beranak minimal 3 kali dalam dua tahun. Hal-hal yang harus diperhatikan adalah : Kambing mencapai dewasa kelamin pada umur 6-10 bulan, dan sebaiknya dikawinkan pada umur 10-2 bulan atau saat bobot badan mencapai 55-60 kg. Lama birahi 24-45 jam, siklus birahi berselang selama 17-21 hari. Tanda-tanda birahi: gelisah, nafsu makan dan minum menurun, ekor sering dikibaskan, sering kencing, kemaluan bengkak dan mau/diam bila dinaiki. Bila birahi pagi maka sore atau esok harinya harus dikawin. Perbandingan jantan dan betina = 1 : 10. Dengan pengelolaan yang baik kambing dapat beranak 7 bulan sekali. - Perkawinan kembali setelah melahirkan 1 bulan kemudian. - Penyapihan anak dilaksanakan pada 3-4 bulan. Mengawinkan ternak : Saat yang baik untuk mengawinkan kambing adalah 12-18 jam setelah tanda-tanda berahi muncul/tampak. Untuk menghindari kegagalan perkawinan, campurkan betina berahi dengan pejantan dalam satu kandang. Hindarkan terjadinya perkawinan sedarah/ada garis keturunan yang sama antara kambing jantan dengan betina atau yang masih dekat hub ungan kekerabatannya (anak dengan bapak, anak dengan induk, antar saudara kandung). 10 BB Pengkajian

Ternak Melahirkan : Tanda-tanda induk akan melahirkan : - Pinggul mengendur. - Ambing tampak besar dan puting susu terisi penuh. - Alat kelamin (vulva) membengkak kemerah-merahan dan lembab. - Gelisah, menggaruk-garuk tanah/lantai kandang dan sering mengembik. - Nafsu makan menurun. Persiapan perawatan kelahiran : - Bersihkan kandang. - Sediakan alas yang kering dan bersih untuk menyerap cairan yang keluar selama proses kelahiran (jerami, karung goni). - Sediakan jodium tinctur untuk dioleskan pada bekas potongan tali pusar. Proses kelahiran : - Kantong ketuban pecah. - Beberapa saat kemudian anak mulai keluar. - Setelah anak lahir potonglah tali pusarnya dan oleskan jodium tincture pada bekas potongannya. - Biarkan induk menjilati anak yang baru lahir, jika induk tidak mau menjilati bersihkan cairan yang menempel dengan menggunakan kain lap yang bersih dan kering. - Bersihkan lubang hidung dan mulut anak kambing yang baru lahir agar mudah bernafas. BB Pengkajian 11

Perawatan anak yang baru lahir : Teknologi Budidaya Kambing - Setelah anak lahir maka akan segera menyusu pada induknya. Sebaiknya anak dibantu untuk dapat segera menyusu induknya. - Anak yang tidak segera menyusu dalam waktu 12 jam setelah lahir harus segera diberi susu pengganti kolostrum. Pembuatan Susu Kolostrum Buatan : Campurkan 0,25-0,5 liter susu sapi/susu bubuk dengan 1 sendo k teh minyak ikan,1 butir telor ayam dan setengah sendo k makan gula pasir. Berikan dengan cara dicekok 3-4 kali sehari. Pengendalian Penyakit Hendaknya ditekankan pada pencegahan penyakit melalu i sanitasi kandang yang baik, makanan yang cukup gizi dan vaksinasi. Penyakit yang sering menyerang kambing adalah: cacingan, kudis (scabies), kembung perut (bloat), paru-paru (pneumonia), orf, dan koksidiosis. Kurap/kudis (scabies): Penyebab: parasit kulit (termasuk kutu) Tanda- tanda: gelisah karena gatal, bulu rontok, kulit merah dan m enebal. Tempat yang sering di serang muka, telinga, pengkal ekor, leher dll. Pencegahan: kebersihan dan pemisahan ternak sakit. Kembung Perut (Bloat/Thympani): Penyebab: gas yang timbul oleh makanan (rumput muda) Tanda-tanda: perut sebelah kiri membesar, napas pendek dan cepat, tidak mau makan. 12 BB Pengkajian

Pencegahan: jangan diberi rumput muda, berikan larutan gula merah dan asam jawa, keluarkan gas dengan cara mengurut- ada ternak yang sakit, harus urut perut kambing. Apabila segera dipisahkan dari kelompoknya agar yang lainnya tidak tertular. PASCA PANEN Hendaknya diusahakan untuk selalu meningkatkan nilai tambah dari produksi ternak, baik daging, susu, kulit, tanduk, maupun kotorannya. Bila kambing hendak dijual sebaiknya pada saat berat badan tidak bertambah lagi (umur sekitar 1-1,5 tahun), dan permintaan akan kambing cukup tinggi. Harga diperkirakan berdasarkan: berat hidup x (45 sampai 50%) karkas x harga daging eceran. Macam pr oduk susu kambing BB Pengkajian 13

POHON INDUSTRI TERNAK KAMBING Hewan hidup Hewan k b Devisa Kurban Ekspor Daging S Table food (sate, steak) Olahan : dendeng, abon, sosis Susu Segar Susu segar Olahan : yoghurt, keju, dodol, permen, kerupuk susu KAMBING Kulit Segar Kulit Samak Produk fashion : jas kulit, sepatu Limbah Jeroan (hati, usus, jantung Tulang Table food (gulai, Bahan baku pakan ternak Kalsium : produk suplemen makanan Darah Bahan baku pakan ternak Kotoran ternak Pupuk organik/ kandang Kulit Afkir - Kerupuk - Kulit samak : kerajinan tangan (souvenir) 14 BB Pengkajian

ANALISIS USAHA TERNAK KAMBING Analisis Usaha Sederhana (Jumlah 5 ekor). ------------------------------------------------------------------------------------------- BIAYA BIBIT : Bibi t 5 X 20 Kg X Rp.25.000 = Rp.2.500.000 Kandang = Rp. 750.000 Peralatan = Rp. 100.000 --------------------- TOTAL = Rp.2.350.000 Susut = Rp. 170.000 BIAYA-BIAYA : Konsentrat 0.5 X 5 X Rp.1000 X 120 Hari = Rp. 300.000 Rumput 5 X 5 X Rp.60 X 120 Hari = Rp. 180.000 Oba t = Rp. 200.00 Tenaga Kerja 1 X 4 BL X Rp.300.000 = RP. 600.000 ----------------------- TOTAL = Rp.1.450.000 PENERIMAAN : Penambahan Bobot Badan 0.3 KG X 5 X 120 HARI X Rp.15.000 = Rp. 2.700.000 -------------------- TOTAL = Rp. 2.700.000 ------------------------------------------------------------------------------------------- KEUNTUNGAN BERSIH 2.700.000 1.620.00 = Rp.1.080.000/4 bl 5 ekor = Rp. 270.000/bl) ------------------------------------------------------------------------------------------- (Sumber: Priyanto, 2007) BB Pengkajian 15

BAHAN BACAAN Teknologi Budidaya Kambing Dinas Peternakan DKI Jakarta. 1997. Ternak Kambing. Dinas Peternakan, Jakarta Pusat. Farida Sukmawati dan Sasongko WR. 2007. Memanfaatkan Limbah Pertanian untuk Pakan Kambing. Brosur Ternak Kambing No. 01/P4MI/ 2007. L ombok, Nusa Tenggara Barat. Priyanto, D. 2007. Manajemen dan Dinamika Kelompok Usahaternak Kambing dan Domba. Balai Penelitian Ternak. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Puslitbang Peternakan. 2002. Sistem Usaha Pertanian Berwawasan Agribisnis Berbasis Peternakan. Ternak Kambing. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor. Yohanes G. Bulu, Sasongko WR dan Mashur. 2007. Rekomendasi Sistem Usahatani Ternak Kambing pada Lahan Kering di Lombok Timur. Lombok, Nusa Tenggara Barat. 16 BB Pengkajian

SUMBER DANA: DIPA BPTP LAMPUNG SKPA BADAN LITBANG PERTANIAN KEGIATAN APRESIASI GAPOKTAN PUAP TAHUN 2008 Oplah : 100 eksemplar Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Lampung Jl. Z.A. Pagar Alam No.1a, Rajabasa, Bandar Lampung Telp. (0721)781776, Fax.(0721)705273 e-mail: bptp.lampung@telkom.net BB Pengkajian 17

Seri buku inovasi: NAK/07/2008 PENYUSUN Soerachman Akhmad Prabowo Reny D. Tambunan PENYUNTING DAN REDAKSI PELAKSANA Kiswanto Bambang Wijayanto Argono R. Setioko DESAIN DAN SETTING Tri Kusnanto ISBN: 978-979-1415-28-6 Teknologi Budidaya KAMBING BALAI BESAR PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERTANIAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN 2008 18 BB Pengkajian

KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT, seri buku inovasi teknologi pertanian ini dapat diterbitkan. Buku-buku ini dapat menjadi rujukan bagi para praktisi dan pelaku usaha yang bergerak di bidang pertanian, khususnya para penyuluh lapangan dalam upaya menumbuhkan kegiatan usahatani yang lebih baik. Keseluruhan buku yang disusun pada tahun 2008 berjumlah 19 judul yang mencakup teknologi budidaya padi, jagung, kedelai, ketela pohon, cabai merah, pisang, kambing, itik, sapi potong, ayam buras, kelapa sawit, karet, kakao, kopi, jarak pagar, lada, nilam, jahe, dan panili. Besar harapan kami, semoga buku-buku tersebut bermanfaat dalam rangka mendorong pengembangan agribisnis komoditas pertanian. Ucapan terima kasih kepada tim penyusun dari BPTP Lampung yang telah menginisiasi penerbitan buku ini, penyunting dan redaksi pelaksana, serta pihak-pihak lainnya yang telah berkontribusi dalam penerbitan buku ini. Kritik dan saran penyempurnaan sangat kami harapkan. Bogor, Nopember 2008, Kepala Balai Besar Pengkajian, Dr. Muhrizal Sarwani BB Pengkajian 19

DAFTAR ISI Teknologi Budidaya Kambing Halaman KATA PENGANTAR. ii DAFTAR ISI... iii PENDAHULUAN... 1 JENIS KAMBING DI INDONESIA... 2 TEKNOLOGI BUDIDAYA... 7 Pakan... 7 Perkandangan... 9 Pengelolaan Reproduksi... 10 Pengendalian Penyakit... 12 PASCA PANEN... 13 POHON INDUSTRI TERNAK KAMBING... 14 ANALISIS USAHA TERNAK KAMBING... 15 BAHAN BACAAN... 16 20 BB Pengkajian