BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 1 PENDAHULUAN. mencapai prestasi dan hasil belajar dalam lingkup ekstrakulikuler yang optimal

PENGARUH PENDEKATAN TAKTIS TERADAP KEMAMPUAN BERMAIN HOKI DAN PEMBENTUKAN KERJASAMA

BAB 1 PENDAHULUAN. cukup digemari dan diminati serta seringkali dipertandingkan antar kelas maupun

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Game Tournament (Tgt) Terhadap Pembentukan Nilai-Nilai Kerjasama Dalam Pembelajaran Permainan Hoki

PERBANDINGAN PENDEKATAN TAKNIS DAN PENDEKATAN TEKNIS TERHADAP HASIL BELAJAR PERMAINAN BOLA BASKET

BAB I PENDAHULUAN. Mudzakkir Faozi, 2014

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. dianggap belum memenuhi tujuan utama pembelajaran. Tujuan utama pembelajaran dalam pendidikan jasmani tidak hanya untuk

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Satryandi Ahmad Fauzi, 2013

BAB I PENDAHULUAN. Moch.Vichi Fadhli Rachman, 2015 PENGARUH LATIHAN UMPAN KOMBINASI TERHADAP DOMINASI BALL POSSESSION DALAM CABANG OLAHRAGA SEPAK BOLA

BAB I PENDAHULUAN. teknik yang berkualitas. Tingkat pencapaian prestasi olahraga bola basket dapat

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan secara

BAB I PENDAHULUAN. kemampuan teknik, taktik, strategi, mental dan melalui pendekatan ilmiah. diletakkan di atas garisan belakang tersebut.

BAB I PENDAHULUAN. Dalam undang-undang sistem pendidikan nasional No.20 Tahun 2003, disebutkan bahwa pendidikan adalah :

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini permainan hockey sudah menyebar luas di Indonesia dan

KRITIK TERHADAP PENDEKATAN TRADISIONAL

BAB I PENDAHULUAN. Sepakbola adalah salah satu cabang olahraga yang masuk ke dalam

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang penelitian Anggi Sugiyono, 2015

BAB I PENDAHULUAN. yang dimaksud adalah passing, dribbling, controlling, dan shooting. Untuk

BAB I PENDAHULUAN. lebih dari satu orang, seperti: Hockey, Sepak Bola, Bola Basket, Bola Volly dan

BAB 1 PENDAHULUAN. dibutuhkan manusia untuk bergerak dan melakukan pekerjaan yang dilakukan. Giriwijoyo (2007:23) menjelaskan bahwa:

BAB I PENDAHULUAN. Pada masa sekarang sepak bola bagi sebahagian orang tidak hanya

BAB I PENDAHULUAN. Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Dan Motivasi Berprestasi Terhadap Keterampilan Teknik Dasar Lapangan

BAB I PENDAHULUAN. ini terbukti dengan antara lain banyaknya klub-klub dari kota besar sampai

BAB I PENDAHULUAN. memberikan dampak positif dalam aspek kehidupan manusia. indonesia perlu memiliki warga yang bermutu atau berkualitas tinggi.

BAB I PENDAHULUAN. satu karakteristik permainan sepak bola yaitu menendang dan mengoper bola

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. satunya adalah penjaga gawang. Cabang olahraga ini asal mulanya dari cabang

BAB I PENDAHULUAN. dalam ruang lingkup Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sepak bola

BAB I PENDAHULUAN. dari pendidikan, karena pendidikan memiliki peran penting bagi kehidupan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

Dijelaskan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No 20 Tahun 2003 dalam (Haryanto 2012) disebutkan bahwa :

BAB I PENDAHULUAN. yang dapat mendorong, mengembangkan, dan membina potensi-potensi jasmani

BAB I PENDAHULUAN. Perbedaan Jumlah Wakatu Aktif Belajar Saat Proses Belajar Mengajar Permainan Bola

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini olahraga menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat, jika

BAB I PENDAHULUAN. kurikulum pendidikan jasmani. Upaya meningkatkan keterampilan bermain

baik dan benar. Para pemain sebaiknya berlatih dengan rutin dan penuh

BAB I PENDAHULUAN. Dijelaskan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No 20 Tahun 2003 dalam (Haryanto 2012) disebutkan bahwa :

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah KTSP Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. SMU/SMA juga sampai tingkat Perguruan Tinggi. Serta turnamen bola basket

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

2015 MOD IFIKASI PEMBELAJARAN AKTIVITAS PERMAINAN BOLAVOLI D ALAM UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA:

BAB I PENDAHULUAN. sistem pendidikan nasional, (Depdiknas, 2003: 30). Karanggambas sesuai silabus adalah: atletik, senam, renang, kesehatan dan

BAB I PENDAHULUAN. manusia. Tujuan dari olahraga adalah untuk pendidikan, rekreasi, dan

I. PENDAHULUAN. Pendidikan Jasmani pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan terasa kurang lengkap jika tidak ada pendidikan jasmani.

BAB I PENDAHULUAN. didik, sehingga peserta didik dapat mengalami perubahan yang diinginkan.

BAB I PENDAHULUAN. sampai menjadi permainan sepakbola yang modern seperti sekarang ini.

BAB I PENDAHULUAN. dimaksud adalah passing, shooting, controlling, dan heading. Untuk memperoleh

2015 PENGARUH PENGGUNAAN BOLA MOD IFIKASI TERHAD AP HASIL BELAJARA PASSING D AN STOPING D ALAM PEMBELAJARAN SEPAKBOLA D I SMP NEGERI 4 BAND UNG

BAB I PENDAHULUAN. pembentukan karakter bangsa dari suatu negara. Pendidikan jasmani

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Donny Suhartono, 2013

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Aris Risyad Ardi, 2015

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. hingga dewasa manusia terus di didik agar mendapat kondisi terbaik yang berguna

BAB I PENDAHULUAN. Permainan bolavoli merupakan salah satu cabang olahraga permainan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Nuritia Septiantry, 2013

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan kita terus menerus dimanjakan dengan segala sesuatu yang otomatis. bersenyawa dengan hidup manusia (Depdiknas, 2007).

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menghadapi era globalisasi, tantangan yang dihadapi akan semakin berat, hal ini disebabkan karena semakin

MOCHAMAD AGUNG JUNIARTO,

BAB I PENDAHULUAN A. LatarBelakang Dian Indriansah, 2013

BAB I PENDAHULUAN. maanfaat yang diperoleh langsung dari aktivitas olahraga tersebut baik untuk

BAB 1 PENDAHULUAN. Pada saat ini ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang. dengan menggunakan tenaga manusia kini sudah banyak diganti dengan

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Penjasorkes) meliputi permainan

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. lembaga formal dalam sistem pendidikan yang tidak

BAB 1 PENDAHULUAN. hidup sehat sehari-hari yang mempunyai peranan penting dalam pembinaan dan

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Muhammad Hasbiyal Farhi, 2013

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan olahraga sekarang ini semakin berkembang pesat sesuai

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian

BAB I PENDAHULUAN. dan bermakna. Menurut Morse (1964) dalam Suherman (2000: 5) membedakan

BAB I LANDASAN TEORITIS. Salah satu cara untuk mengharumkan atau usaha untuk mengharumkan nama bangsa

BAB I PENDAHULUAN. pemainnya memegang sebuah tongkat bengkok yang disebut stik (stick) untuk

BAB I PENDAHULUAN. dilakukan melalui pembinaan di usia dini baik dari kemampuan teknik taktik dan

1. PENDAHULUAN. Kemampuan ini saling melengkapi satu sama lainnya karena setiap bola yang. dioper harus diterima dan dikontrol oleh rekan seregu.

BAB I PENDAHULUAN. lama yang dimainkan dan ditonton oleh jutaan orang. Sepak bola merupakan jenis

IMPLEMENTASI PENDEKATAN TAKTIK DALAM PEMBELAJARAN INVASION GAMES DI SEKOLAH DASAR. Oleh: Yudanto

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Royan Rizalul Fiqri, 2013

BAB I PENDAHULUAN. Hoki adalah permainan dua tim yang masing masing tim 11 pemain

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

2016 IMPLEMENTASI MODEL COOPERATIVE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PERMAINAN BOLAVOLI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat dimana banyak manfaat olahraga yang dirasakan secara langsung oleh

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Melihat perkembangan pembelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah, maka pembelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan selama ini masih dianggap belum memenuhi tujuan utama pembelajaran. Pada dasarnya pendidikan jasmani merupakan aktivitas fisik yang dilakukan melalui pembelajaran yang diarahkan dan mendorong kepada pendidik agar seluruh potensi peserta didik tumbuh dan berkembang untuk mencapai suatu tujuan secara utuh dan menyeluruh. Selain itu pengertian pendidikan jasmai secara moderen yaitu suatu proses pendidikan yang menggunakan aktivitas fisik dan olahraga sebagai media atau alat pembelajaran. Menurut Saputra dkk (2008 : 40) bahwa: pendidikan jasmani merupakan pendidikan yang dilakukan melalui aktivitas fisik sebagai media utama untuk mencapai tujuan. Selain itu, menurut Mahendra. (2008 : 3) pendidikan jasmani pada hakekatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktifitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu baik dalam hal fisik, mental, serta emosional. Kekurangan dalam pengajaran pendidikan jasmani dan kesehatan disebabkan oleh tiga faktor, yaitu pertama guru, kedua jam pelajaran, dan ketiga kurangnya bahan pembelajaran. Kenyataan di lapangan dalam mengajarkan, guru masih kurang paham terhadap tujuan pembelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan, sehingga dapat menunjang keberhasilan pembelajaran. Hal tersebut disebabkan adanya perubahan kurikulum, serta kurangnya waktu untuk pembelajaran di sekolah. Berkaitan dengan proses belajar mengajar menurut Subroto : 2008 yaitu dalam pelaksanaan proses belajar mengajar pendidikan jasmani keempat faktor ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain, yaitu; tujuan, materi, metode, dan evaluasi.

2 Tujuan pembelajaran penjas yang dirumuskan guru dalam proses belajar mengajar harus mengacu pada tujuan kurikulum, seperti memahami berbagai macam olahraga permainan dan penerapan teknik dasar dalam bermain, setiap kali mengajar, guru diharapkan dapat merumuskan tujuan pembelajaran secara spesifik dalam bentuk prilaku yang di amat, menggambarkan jelas isi tugas yang diberikan, serta dapat diukur dan dievaluasi tingkat keberhasilannya. Hoki merupakan salah satu cabang olahraga permainan beregu, dimana setiap pemain menggunakan alat yang disebut stik untuk menahan, membawa dan memukul bola sesuai dengan peraturan permainan yang telah ditetapkan, olahraga ini dimainkan oleh dua regu yang berusaha memasukkan bola ke gawang lawan. Di Indonesia olahraga hoki yang yang berkembang adalah hoki field dan hoki ruangan (indoor). Hoki field dimainkan dilapangan terbuka seperti di rumput dan di karpet, jumlah pemainnya adalah 11 orang pemain inti dengan cadangan 5 orang. Sedangkan dalam hoki ruangan jumlah pemainnya adalah 6 orang sebagai pemain inti dengan cadangan 6 orang. Dalam permainan hoki ruangan mempunyai peraturan tersendiri atau khusus yang sebagian tidak sama dengan permainan hoki lapangan dimana dalam hoki ruangan pemain tidak boleh menggunakan teknik hit (memukul bola) dan tapping (menghentakan bola). Hoki merupakan orahraga beregu, maka perlu perlu adanya kerjasama tim dalam permainan untuk mencapai atau meraih kesuksesan. Untuk mencapai kerjasama tim yang baik seorang atlet atau siswa harus menguasai teknik-teknik dasar secara baik, jika sudah menguasai teknik dasar dengan baik maka seorang pemain akan dengan mudah melakukan kerjasama dalam permainan hoki. Hal ini sependapat dengan yang dikemukakan oleh Sneyers dalam Haryanto (1993: 24), bahwa : Mutu permainan suatu kesebelasan ditentukan oleh penguasaan teknik dasar, semakin terampil seorang pemain dengan bola akan semakin mudah ia dapat (tanpa kehilangan bola) meloloskan diri dari suatu situasi, semakin baik jalannya pertandingan bagi kesebelasannya.

3 Penguasaan terhadap teknik dasar hoki bukanlah hal yang mudah, karena olahraga hoki merupakan olahraga kompetitif dan dinamis yang menuntut pemainnya bergerak kian kemari dari satu tempat ke tempat yang lain melalui penerapan strategi permainan. Dalam pergerakannya, setiap pemain harus mengusai beberapa teknik dasar permainan hoki. Karena kalau tidak menguasai teknik-teknik dasar tersebut maka tidak akan tercipta permainan hoki yang baik dan efektif. Beberapa keterampilan teknik yang harus dikuasai diantaranya adalah keterampilan push (mendorong bola), hit (memukul bola), stop (menahan bola), dribble (menggiring bola), flick (mencungkil bola), jab (menjangkau bola), tackle (merampas bola) dan scoop (mengangkat bola). Seperti cabang olahraga beregu lain, tujuan utama permainan hoki adalah memasukan bola ke gawang lawan sebanyak-banyaknya melalui penggunaan teknik dan penerapan strategi serta menjaga gawang sendiri agar tidak kemasukan bola oleh lawan. Oleh karena itu dibutuhkan kerjasama antar pemain, unit dan tim. Tujuan tersebut akan sulit terealisasi jika kemampuan passing para pemain kurang mendukung, jangankan untuk merancang serangan dan mencetak gol ke gawang lawan, untuk mengumpan ke teman satu tim saja akan kesulitan karena kemampuan akurasi passing yang sangat lemah dikarenakan pemain tidak menguasai teknik passing dengan baik khususnya teknik push. Kondisi semacam ini menuntut tiap pemain memiliki kemampuan passing dan shooting dengan teknik push yang cepat dan akurat yang merupakan salah satu teknik yang sangat penting dalam menyusun suatu penyerangan maupun pertahanan. Untuk memperoleh kemampuan teknik yang baik dalam melakukan passing atau shooting, seorang pemain harus melakukan pembelajaran atau latihan yang sistematis dan terarah. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan teknik bermain seorang pemain adalah dengan menggunakan model pembelajaran Teaching Games for Understanding (TGfU). Teaching Games for Understanding (TGfU) adalah suatu pendekatan pembelajaran pendidikan jasmani untuk memperkenalkan bagaimana anak mengerti olahraga melalui bentuk konsep dasar bermain. Metzler (2000)

4 mengakatakan, Teaching Games for Understanding (TGfU) adalah sebuah model instruksi yang berfokus pada pengembangan kemampuan peserta didiknya untuk memainkan permainan. Teaching Games for Understanding (TGfU) memfokuskan pembelajaran pada permainan olahraga sehingga pembelajaran akan lebih dinamis dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Pendekatan model pembelajaran Teaching Games for Understanding (TGfU) merupakan salah satu pendekatan yang mengakomodir kebutuhan anak dalam bermain. Pendidik sebagai pengelola kelas lebih berperan sebagai fasilitator pembelajaran dan tidak menjadi dominan dengan memberikan contohcontoh seperti yang terjadi pada pembelajaran yang berbasis teknik. Teaching Games for Understanding (TGfU) berkaitan erat dengan pengajaran kognitif, ketika model itu terangkum dalam model pembelajaran permainan taktikal dalam pengajaran penjas. Pada model pembelajaran permainan taktikal, pendidik merencanakan urutan tugas mengajar dalam konteks pengembangan keterampilan dan taktis bermain siswa. Tugas-tugas belajar menyerupai permainan dan modifikasi bermain sering disebut sebagai bentuk-bentuk permainan. Sebagaimana namanya, permainan taktikal, maka pendidik harus mampu mengundang siswa untuk memecahkan masalah taktis bermain.guru harus mampu menunjukan masalah-masalah taktik yang diperlukan dalam situasi bermain. Sedangkan siswa sangat penting untuk mengenali posisi bermain di lapangan secara benar. Menurut Mitchell, dkk (2003: 7-8) Teaching Games for Understanding (TGfU) memiliki ciri khas dalam pengelolaan permainannya yang setiap bentuk permainan memiliki ciri khas dan karakteristik tersendiri yang tentunya memberikan rasa kesenangan berbeda pada para pemainnya dan yang membedakan permainan dalam 4 kelompok bentuk permainan, yaitu: 1. Targetgames (permainan target), 2. Net/wallgames (permainan net), 3. Striking/fieldinggames (permainan pukul-tangkap-lari), 4. Invasiongames (permainan serangan/invasi).

5 Permainan olahraga hoki termasuk ke dalam ke empat kelompok tersebut. Dalam pembelajaran permainan hoki, jika menemukan permasalahan taktik, maka pendidik hendaknya mampu memecahkan permasalahan tersebut dengan menggunakan langkah-langkah pembelajaran model Teaching Games for Understanding (TGfU) yang penulis akses dari web.online : http://wicaksonoson.blogspot.com/2011/10/tgfu-permainan-target.html, yaitu : 1. Game or game-form, menekankan pada sebuah masalah taktik (tantangan) sebelum mengidentifikasi dan berlatih keterampilan. 2. Question (class discussion), mengumpulkan para siswa secara bersamaan dan bertanya dengan memfokuskan mereka pada masalah taktik dan bagaimana. 3. Practice (teacher directed), tugas-tugas latihan yang digunakan untuk mengembangkan kesadaran taktik, melalui pembelajaran yang berpusat pada guru. 4. Game, situasi permainan untuk memperkuat masalah taktik atau keterampilan yang diberikan di awal. Dalam proses pembelajaran hoki di SMA Negeri 26 Bandung menunjukan bahwa ditemukan masalah-masalah yaitu siswa mengalami kesulitan dalam keterampilan bermain hoki. Salah satu penyebabnya dikarenakan model pembelajaran yang kurang mendukung siswa dalam keterampilan bermain. Sehingga siswa sulit memahami pembelajaran dalam permainan hoki. Untuk meminimalisir hal tersebut peneliti mencoba model Teaching Games for Understanding (TGfU) yang diterapkan pada pembelajaran hoki. Dari pemaparan di ataspenelitiingin mengetahui tingkat keefektifitas dari model pembelajaran Teaching Games for Understanding (TGfU) terhadap peningkatan pembelajaranaktivitaspermainanhoki. Untuk mengetahui hal tersebut, maka perlu dikaji dan diteliti secara lebih mendalam baik secara teori maupun praktek mengenai Implementasi Model Pembelajaran Teaching Game for Uderstanding dalam pembelajaran aktivitas permainan hoki

6 B. Rumusan Masalah Ada sebuah tradisi lama didalam pengajaran pendidikan jasmani dan kegiatan keolahragaan yang menggunakan konsep teknik terarah. Satu dari tujuan utama menggunakan pendekatan ini adalah untuk membantu pelajar waspada terhadap berbagai macam teknik yang diperlukan untuk memainkan berbagai macam kegiatan olahraga. Namun penggunaan teknik ini sebagai satu satunya metode dasar didalam pengajaran kegiatan kegiatan jasmani menuai banyak kritikan dikarenakan ketidak effesiensian didalam membantu pelajar untuk mengembangkan semua kemampuannya yang disebabkan karena peserta didik cepat bosan dan jenuh dengan model pembelajaran yang seperti itu. Pemberian rangsangan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan merupakan faktor yang sangat penting bagi perkembangan pribadi anak secara keseluruhan. Sarana dan fasilitas yang diperlukan dalam merangsang dan mengembangkan aspek keterampilan dan kemampuan pribadi anak dilakukan dengan memanfaatkan pembelajaran yang dapat dilakukan guna menstimulasi perkembangan dan kamampuannya, salah satunya sentra pembelajaran, yakni pembelajaran dengan menggunakan model Teaching Games for Understanding (TGfU). Melalui model Teaching Games for Understanding (TGfU) inilah tempat peserta didik melakukan kegiatan bermain guna membantu proses perkembangan dan kemampuannya khususnya dalam pembelajaran aktivitas permainan hoki. Karena model pembelajaran ini menggunakan games dalam proses pembelajarannya, maka peserta didik tidak akan merasa jenuh dan bosan selama proses pembelajaran berlangsung. Berdasarkan uraian latar belakang dan masalah penelitian tersebut di atas, maka rumusan masalah penelitian yang diajukan adalah Bagaimana Implementasi model pembelajaran Teaching Games for Understanding (TGfU) dalam di SMA Negeri 26 Bandung?

7 C. Tujuan Penelitian Ketika seseorang melakukan sesuatu tentunya memiliki tujuan yang hendak dicapai dari apa yang dilakukannya. Begitu pula dalam penelitian ini penulis memiliki tujuan yang hendak dicapai. Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana Implementasi model pembelajaran Teaching Games for Understanding (TGfU) dalam di SMA Negeri 26 Bandung? D. Manfaat Penelitian Dari penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara teoritis maupun implementasi. 1. Secara Teoritis Dari segi teori, hasil penelitian ini memberi sumbangan yang sangat berharga bagi pengembangan model-model pembelajaran dalam pendidikan jasmani yang dilaksanakan di sekolah. Dijadikan masukan bagi pengkaji dan pelaksana proses belajar mengajar pendidikan jasmani dan olahraga dalam memilih serta melaksanakan proses belajar mengajar secara efektif dan efesien. 2. Secara Praktis a. Sebagai bahan masukan bagi guru pendidikan jasmani dalam proses belajar mengajar keterampilan dasar bermain hoki dalam bentuk pembelajaran Teaching Games for Understanding (TGfU) yang efektif. b. Bahan masukan bagi para peneliti cabang olahraga hoki dalam memerikan materi yang variatif, afektif dan efisien. E. Batasan Maslalah Dalam sebuah penelitian diperlukan suatu batasan agar tidak keluar dari jalur yang diteliti dan pelaksanaannya dapat terkendali. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Surakhmad (1990:36) menjelasakan adalah sebagai berikut:

8 Pembatasan ini diperlukan bukan saja untuk memudahkan atau menyederhanakan masalah bagi penyelidik tetapi juga untuk dapat menetapkan lebih dahulu segala sesuatu yang diperlukan untuk pemecahannya: tenaga, kecekatan, waktu, biaya dan lain sebagainya yang timbul dari rencana tersebut. Berdasarkan pemaparan di atas, maka penulis membatasi penelitian ini yaitu sebagai berikut: 1. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran Teaching Games of Understanding (TGfU). 2. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah aktivitas permainan Hoki. 3. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 26 Bandung yang mengikuti Ekstrakulikuler hoki. 4. Sampel dalam penelitian ini adalah semua siswa yang mengikuti kegiatan Ekstrakulikuler hoki. 5. Instrument dalam penelitian ini adalah menggunakan lembar observasi untuk menganalisa pembelajarana ktivitas bermain hoki. 6. Lokasi penelitian di SMA Negeri 26 Bandung. F. Definisi Operasional Untuk menghindari salah penafsiran terhadap istilah yang digunakan maka penulis perlu membatasi beberapa istilah dan sesuai dengan judul penelitian yaitu : Implementasi Model Pembelajaran Teaching Games for Understanding (TGfU) dalam Pembelajaran aktivitas permainan Hoki. Adapun pengertiannya yaitu : 1. Implementasi adalah Pengaruh. Menurut kamus umum bahasa Indonesia pengaruh adalah daya yang ada atau yang timbul dari sesuatu. 2. Pembelajaran adalah proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya dalam interaksi dengan lingkungannya.

9 3. Teaching Games for Understanding (TGfU) adalah suatu pendekatan pembelajaran pendidikan jasmani untuk memperkenalkan bagaimana anak mengerti olahraga melalui bentuk konsep dasar bermain. 4. Olahraga hoki adalah salah satu olahraga permainan yang di mainkan oleh dua regu yang setiap pemainnya menggunakan suatu tongkat yang ujungnya melengkung (stick) dan bola.