Lampiran 1. Data BMT di Lampung

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

FAKTOR PENYEBAB LEMAHNYA FUNGSI SOSIAL (BAITUL MAAL) BMT DI LAMPUNG TESIS RIDWAN SAIFUDDIN

BAB I PENDAHULUAN. manajemen. Penilaian prestasi atau kinerja suatu perusahaan diukur karena dapat

BAB I PENDAHULUAN. kemampuan lahiriyah dan batiniyah saja tetapi juga keseimbangan,

TINGKAT PENGHUNIAN KAMAR MEI 2016 PROVINSI LAMPUNG, HOTEL BERBINTANG 53,21% DAN AKOMODASI LAINNYA 43,97%

I. PENDAHULUAN. Koperasi merupakan soko guru perekonomian nasional yang turut. maupun tidak langsung. Tujuan pembangunan nasional khususnya pada

BAB I PENDAHULUAN. Lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan non bank merupakan

BAB III GAMBARAN UMUM KJKS BMT FASTABIQ PATI. 3.1 Sejarah Singkat Berdirinya Baitul Maal Fastabiq Pati

BAB I PENDAHULUAN. mengendalikan tujuan perusahaan. Good Corporate Governance yang. seringkali digunakan dalam penerapannya di perusahaan-perusahaan,

BAB I PENDAHULUAN. sangat menarik untuk disimak, terlebih dengan adanya globalisasi dalam bidang

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. satu Balai yang dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor:

PERANAN BAITUL MAAL WAT TAMWIL (BMT) AHMAD DAHLAN CAWAS DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN USAHA KECIL DI KECAMATAN CAWAS

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA KOPERASI JASA KEUANGAN SYARIAH (KJKS) BMT SURYA MELATI KALIJAMBE

*Program Padat Karya Tunai Irigasi di Lampung Dilaksanakan di 151 Lokasi*

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat dalam memahami zakat masih sedikit di bawah shalat dan puasa.

BAB I PENDAHULUAN. of founds) dengan pihak yang mengalami kekurangan dana. Sehingga

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Provinsi Lampung terletak di ujung tenggara Pulau Sumatera. Luas wilayah

BAB 1 PENDAHULUAN. Baitul Mal wa Tamwil atau di singkat BMT adalah lembaga. yang ada pada Alquran dan Hadist. Sesuai dengan namanya yaitu baitul

I. PENDAHULUAN. Lampung Selatan merupakan pusat kota dan ibukota kabupaten. Pembangunan merupakan

Dr. Mulyaningrum Bakrie School of Management Jakarta, Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. Tatanan serta operasionalisasi ekonomi yang berprinsip syariah di

BAB I PENDAHULUAN. dan Menengah Republik Indonesia Nomor 91/Kep/IV/KUKM/IX/2004. tentang Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Usaha Koperasi Jasa Keuangan

BAB IV STRATEGI MANAJEMEN BAZ KOTA MOJOKERTO DALAM MENJAGA LOYALIYAS MUZAKKI< A. Urgensi Loyalitas Muzakki> Pada BAZ Kota Mojokerto

sebagai anggota dengan bekerjasama secara kekeluargaan. Koperasi di Indonesia berlandaskan pancasila dan undang-undang dasar 1945.

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangan era globalisasi, perusahaan-perusahaan

I. PENDAHULUAN. Provinsi Lampung dikategorikan sebagai provinsi yang sedang berkembang.

BAB 1 PENDAHULUAN. mamutar dana masyarakat sehingga perekonomian terus berkembang. Dana. jenis-jenis lembaga keuangan bukan bank yaitu koperasi.

Pagu. (%) 1. Belanja Langsung , ,00 95,42 2. Belanja Tidak Langsung

I. PENDAHULUAN. rakyat akan pangan, meningkatkan pendapatan petani, membantu. memantapkan swasembada pangan serta meningkatkan produksi tanaman

I. PENDAHULUAN jumlah pengangguran terdidik meningkat, yaitu sebanyak

I. PENDAHULUAN. berdasarkan pertimbangan kemampuan daerah. Tujuannya adalah memungkinkan

ANALISIS PENILAIAN KESEHATAN PADA KOPERASI JASA KEUANGAN SYARIAH DI KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN (Skripsi) Oleh MUHAMMAD RIDWAN AFIF

BAB III METODE PENELITIAN. deskriptif kuantitatif, yaitu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

GUBERNUR LAMPUNG. KEPUTUSAN GUBERNUR LAMPUNG NOMOR : G/3etg.,. /I1.02/HK/2016

PROGRAM STUDI ILMU DAKWAH KONSENTRASI PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM PROGRAM PASCASARJANA ( PPs ) IAIN RADEN INTAN BANDAR LAMPUNG 1437 H / 2016 M

I. PENDAHULUAN. Indonesia memiliki tiga sektor kekuatan ekonomi untuk melaksanakan

BAB I PENDAHULUAN. Kehadiran Bank Muammalat Indonesia (BMI) pada tahun 1992, telah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB IV ANALISIS PENDAYAGUNAAN DANA ZAKAT DALAM PROGRAM PENUMBUHAN WIRAUSAHA BARU. kesejahteraan masyarakat terutama untuk mengentaskan masyarakat dari

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. negara adalah sektor perbankan. Bank dikenal sebagai lembaga keuangan yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Keberadaan lembaga keuangan sangat berperan dalam ekonomi

Gambar 1 Pengajuan Permohonan Pembiayaan Air dan Sanitasi. Gambar 2 Proses Survey Ke Lokasi Rumah Anggota

I. PENDAHULUAN. dalam hal ekonomi rumah tangga mereka. Banyak petani padi sawah khususnya. di pedesaan yang masih berada dalam garis kemiskinan.

PROFIL KOPERASI SIMPAN PINJAM PEMBIAYAAN SYARI AH BMT SURYA MELATI WAY JEPARA

BAB I PENDAHULUAN. atas asas kekeluargaan. (Sholahuddin dan Hakim, 2008: 179) dan simpanan sesuai pola bagi hasil (syariah).

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Profit merupakan sesuatu yang sangat vital bagi semua unit usaha (perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. hal Ahmad Hasan Ridwan, Manajemen Baitul Mal Wa Tamwil, Bandung: Pustaka Setia, 2013,

PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 32,26 RIBU TON, CABAI RAWIT SEBESAR 15,00 RIBU TON, DAN BAWANG MERAH SEBESAR 943 TON

ANALISIS SISTEM AKUNTANSI PENERIMAAN DAN PENGELUARAN KAS PADA BMT QM SEJAHTERA MANDIRI KOTA DEPOK

1.PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi suatu bangsa, baik yang

BMT merupakan pelaku ekonomi baru dalam kegiatan perekonomian nasional yang beroperasi dengan menggunakan prinsip syariah. BMT melakukan fungsi

RAPAT KOORDINASI PERENCANAAN

ANALISIS KINERJA KEUANGAN KSPS-BAITUL MAAL WAT TAMWIL (BMT) DINAR BAROKAH JUMAPOLO KARANGANYAR TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. mempercepat kemajuan ekonomi masyarakat. yang diharamkan, proyek yang menimbulkan kemudharatan bagi

I. PENDAHULUAN. Indonesia adalah sektor agribisnis. Hal ini terlihat dari peran sektor agribisnis

BAB I PENDAHULUAN. lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Dilihat dari

III. METODE PENELITIAN. menggunakan data sekunder yang berasal dari instansi atau dinas terkait.

ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI SYARIAH DI BMT AL ISHLAH KOTA JAMBI

BAB II LANDASAN TEORI

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) TAHUN 2016

PERANAN BAITUL MAL WAT TAMWIL (BMT) BUANA DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN PEDAGANG KECIL DI DESA MULUR KECAMATAN BENDOSARI KABUPATEN SUKOHARJO

Dampak Pembiayaan Bmt terhadap Kesejahteraan Nasabah di Kota Bandung

BAB I PENDAHULUAN. 2004, h Heri Sudarsono, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, Yogyakarta: Ekonosia, 2003, h 96.

BAB III GAMBARAN UMUM KJKS BMT ISTIQLAL PEKALONGAN. A. Sejarah Pendirian KJKS BMT Istiqlal Pekalongan

STRATEGI PENETAPAN MARGIN PEMBIAYAAN MURABAHAH PADA BMT AT- TAQWA MUHAMMADIYAH SUMATERA BARAT. LELI SUWITA Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Transkripsi:

Lampiran 1 Data BMT di Lampung No Nama BMT/Koperasi Total Aset (Rp) 2007 Lokasi Kabupaten/ Kota 1 Al-Muttaqin 490.998.175 Metro 2 Al-Muhsin 1.010.231.409 Metro 3 Fajar 5.961.523.050 Metro 4 Al-Ihsan 2.093.573.350 Metro 5 Asy-Syifa 540.231.554 Metro 6 Restu 358.325.570 Metro 7 Al-Furqon 79.620.063 Metro 8 Al-Khoiriyah 57.298.162 Metro 9 Muawanah 389.000.250 Metro 10 Mitra Ummat 836.979.874 Lampung Tengah 11 Mulia 806.860.486 Lampung Tengah 12 Mentari 2.487.716.972 Lampung Tengah 13 Asy-Syafi'iyah 4.075.434.689 Lampung Tengah 14 Amanat Umat 162.267.770 Lampung Tengah 15 Mitra Umah 50.000.000 Lampung Tengah 16 Surya Abadi 4.143.919.056 Lampung Tengah 17 Baskara 4.189.427.240 Lampung Timur 18 Duta Jaya 4.008.538.059 Lampung Timur 19 Lestari 281.878.450 Lampung Timur 20 Al Hasanah 1.448.897.448 Lampung Timur 21 Al Fath 396.447.035 Lampung Timur 22 Surya Mandiri 349.847.504 Lampung Timur 23 Pringsewu 1.954.441.333 Tanggamus 24 Sabilil Muttaqien 1.394.053.975 Tanggamus 25 Anta Salam 88.025.673 Tanggamus 26 Raudatul Muta'alimin 100.200.000 Way Kanan 27 As Suniyah 186.210.000 Way Kanan 28 Al Khairot 100.000.000 Lampung Utara 29 Bina Usaha 141.833.632 Lampung Utara 30 Raudatul Ulum 59.113.650 Tulangbawang 31 Wahana Abdi 915.184.456 Tulangbawang 32 Al Hikmah 123.072.220 Tulangbawang 33 Sejahtera 895.400.575 Tulangbawang 34 Peduli Ummat 69.175.000 Tulangbawang 35 Babul Hikmah 91.682.708 Lampung Selatan 36 Muttaqin 104.288.360 Bandar Lampung Sumber: Microfin Lampung, 2008 97

Kuesioner Penyebab Lemahnya Fungsi Sosial BMT Lampiran 2 No Pernyataan Ya Tidak 1 Tenaga yang ada sudah sibuk dengan administrasi, dan operasional pembiayaan. 2 Belum ada inisiatif dari pengurus maupun pengelola untuk meningkatkan fungsi sosia BMT 3 Belum ada kesadaran pengurus maupun pengelola akan pentingnya fungsi sosial BMT bagi masyarakat dan bagi BMT itu sendiri. 4 Belum pernah dilakukan training atau pembekalan bagi pengurus atau pengelola dalam menjalankan fungsi sosial BMT. Proses pendampingan yang ada juga tidak mencakup fungsi sosial tersebut. 5 Instrumen pendukung organisasi tidak disiapkan untuk menjalankan fungsi sosial BMT dengan baik. 6 Struktur organisasi BMT tidak disiapkan untuk berjalannya fungsi sosial BMT. 7 Keputusan pengurus atau anggota RAT tidak memasukkan pengelolaan baitul maal dalam struktur organisasi lembaga. 8 Pemahaman pengurus dan pengelola terhadap fungsi sosial BMT masih lemah, juga komitmennya terhadap filosofi BMT. 9 Ukuran kesuksesan BMT hanya dinilai dari indikatorindikator bisnis, yaitu dari satu aspek tamwil-nya saja 10 Belum ada prosedur khusus untuk menjalankan fungsi sosial BMT. Seperti untuk mengumpulkan dan menyalurkan dana ZIS. 11 Fungsi sosial BMT belum terstandardisasi, sepertihalnya fungsi bisnisnya. 12 Tidak tersedianya dukungan atau kemampuan finansial yang memadai untuk fungsi sosial. 13 Tidak dilakukan penggalangan dana dari para muzaki, serta tidak ada donasi untuk fungsi sosial BMT? 14 Masih rendahnya kesadaran masyarakat di lingkungan BMT untuk membayar zakat melalui lembaga pengelola zakat (BMT) yang ada. 15 Belum tersedianya landasan yuridis bagi BMT berbadan hukum koperasi untuk mengumpulkan dan menyalurkan zakat masyarakat (perorangan dan perusahaan). 97,2% 2,8% 55,6% 44,4% 55,6% 44,4% 100% 0 83,3% 16,7% 80,6% 19,4% 80,6% 19,4% 55,6% 44,4% 100% 0 91,7% 8,3% 100% 0 94,4% 5,6% 91,7% 8,3% 100% 0 69,4% 30,6% 98

Lampiran 3 Rasio Aset dan Dana ZIS BMT Al Hasanah Sekampung, Lampung Timur 2003 Aset 217.135.803 0,21% Dana ZIS 460.400 2004 Aset 250.504.152 0,14% Dana ZIS 360.305 2005 Aset 385.476.579 0,13% Dana ZIS 492.305 2006 Aset 1.181.190.546 0,07% Dana ZIS 829.005 2007 Aset 1.448.897.448 0,04% Dana ZIS 514.385 BMT Al Hasanah Sekampung, Lampung Timur 2003 Laba 2.633.749 17,5% Dana ZIS 460.400 2004 Laba 9.842.008 3,7% Dana ZIS 360.305 2005 Laba 9.439.964 5,2% Dana ZIS 492.305 2006 Laba 30.045.308 2,8% Dana ZIS 829.005 2007 Laba 32.758.550 1,6% Dana ZIS 514.385 99

Lampiran 4 Rasio Aset dan Dana ZIS BMT Al Ihsan 2003 Aset 669.518.150 0,21% Dana ZIS 1.416.430 2004 Aset 739.747.819 0,46% Dana ZIS 3.406.685 2005 Aset 1.047.708.082 0,55% Dana ZIS 5.781.938 2006 Aset 1.478.156.579 0,43% Dana ZIS 6.404.218 2007 Aset 2.093.573.350 0,47% Dana ZIS 9.914.452 BMT Al Ihsan 2003 Laba (1.488.948) - Dana ZIS 1.416.430 2004 Laba 10.329.557 32,98% Dana ZIS 3.406.685 2005 Laba 22.373.089 25,84% Dana ZIS 5.781.938 2006 Laba 31.711.887 20,20% Dana ZIS 6.404.218 2007 Laba 34.312.029 28,89% Dana ZIS 9.914.452 100

BMT Pringsewu Tanggamus Lampiran 10 2003 Aset 225.739.950 0,24% Dana ZIS 533.000 2004 Aset 550.589.489 0,12% Dana ZIS 650.000 2005 Aset 1.337.395.177 0,82% Dana ZIS 10.918.085 2006 Aset 1.516.012.096 1,03% Dana ZIS 15.681.750 2007 Aset 1.954.441.333 0,91% Dana ZIS 17.812.454 BMT Pringsewu Tanggamus 2003 Laba 7.693.400 6,93% Dana ZIS 533.000 2004 Laba 20.506.650 3,17% Dana ZIS 650.000 2005 Laba 38.793.618 28,14% Dana ZIS 10.918.085 2006 Laba 36.607.687 42,83% Dana ZIS 15.681.750 2007 Laba 45.352.652 39,27% Dana ZIS 17.812.454 106

BMT Fajar Lampiran 9 2003 Aset 169.347.313 3,34% Dana ZIS 5.652.096 2004 Aset 2.313.619.719 0,25% Dana ZIS 5.782.375 2005 Aset 3.399.227.116 0,22% Dana ZIS 7.361.153 2006 Aset 4.564.921.609 0,19% Dana ZIS 8.797.736 2007 Aset 5.961.523.050 0,43% Dana ZIS 25.561.556 BMT Fajar 2003 Laba 8.168.143 69,19% Dana ZIS 5.652.096 2004 Laba 49.615.347 11,65% Dana ZIS 5.782.375 2005 Laba 61.295.678 12,01% Dana ZIS 7.361.153 2006 Laba 86.948.962 10,12% Dana ZIS 8.797.736 2007 Laba 118.110.102 21,64% Dana ZIS 25.561.556 105

BMT Duta Jaya Lampung Timur Lampiran 8 2003 Aset 153.815.400 0,22% Dana ZIS 339.410 2004 Aset 531.569.526 0,13% Dana ZIS 700.440 2005 Aset 1.337.119.425 0,18% Dana ZIS 2.350.908 2006 Aset 2.111.275.390 0,16% Dana ZIS 3.449.004 2007 Aset 4.008.538.059 0,22% Dana ZIS 8.685.664 BMT Duta Jaya Lampung Timur 2003 Laba 22.546.822 1,50% Dana ZIS 339.410 2004 Laba 64.738.878 1,10% Dana ZIS 700.440 2005 Laba 165.251.403 1,42% Dana ZIS 2.350.908 2006 Laba 207.986.400 1,66% Dana ZIS 3.449.004 2007 Laba 289.105.201 3,00% Dana ZIS 8.685.664 104

BMT Baskara Muhammadiyah Lampung Timur Lampiran 7 2003 Aset 283.810.776 0,74% Dana ZIS 2.108.709 2004 Aset 483.992.060 0,54% Dana ZIS 2.612.293 2005 Aset 1.460.967.349 0,24% Dana ZIS 3.436.316 2006 Aset 2.258.059.447 0,35% Dana ZIS 8.006.112 2007 Aset 4.189.427.240 0,67% Dana ZIS 27.978.407 BMT Baskara Muhammadiyah Lampung Timur 2003 Laba 20.814.125 10,13% Dana ZIS 2.108.709 2004 Laba 31.429.508 8,31% Dana ZIS 2.612.293 2005 Laba 81.071.809 4,24% Dana ZIS 3.436.316 2006 Laba 178.830.615 4,48% Dana ZIS 8.006.112 2007 Laba 276.909.759 10,10% Dana ZIS 27.978.407 103

BMT Assyafi iyah Lampung Tengah Lampiran 6 2003 Aset 1.446.606.039 0,43% Dana ZIS 6.283.729 2004 Aset 1.932.173.307 0,36% Dana ZIS 7.025.468 2005 Aset 2.645.900.981 0,30% Dana ZIS 7.912.752 2006 Aset 3.677.397.761 0,24% Dana ZIS 8.678.502 2007 Aset 4.075.434.689 0,30% Dana ZIS 12.336.824 BMT Assyafi iyah Lampung Tengah 2003 Laba 3.129.812 200,7% Dana ZIS 6.283.729 2004 Laba 9.661.298 72,7% Dana ZIS 7.025.468 2005 Laba 16.179.176 48,9% Dana ZIS 7.912.752 2006 Laba 61.986.685 14% Dana ZIS 8.678.502 2007 Laba 55.308.749 22,3% Dana ZIS 12.336.824 102

Lampiran 5 Rasio Aset dan Dana ZIS BMT Al Muhsin 2003 Aset 89.265.126 0,3% Dana ZIS 272.555 2004 Aset 185.116.660 0,05% Dana ZIS 97.555 2005 Aset 302.610.088 0,1% Dana ZIS 314.555 2006 Aset 547.073.341 0,04% Dana ZIS 222.556 2007 Aset 1.010.231.409 0,18% Dana ZIS 1.827.556 BMT Al Muhsin 2003 Laba 1.105.203 24,7% Dana ZIS 272.555 2004 Laba 16.411.723 0,6% Dana ZIS 97.555 2005 Laba 18.689.412 1,7% Dana ZIS 314.555 2006 Laba 15.685.579 1,4% Dana ZIS 222.556 2007 Laba 38.992.895 4,7% Dana ZIS 1.827.556 101

BMT Surya Abadi Seputih Banyak, Lampung Tengah Lampiran 11 2003 Aset 1.080.575.914 0,36% Dana ZIS 3.844.488 2004 Aset 1.193.429.395 0,46% Dana ZIS 5.480.917 2005 Aset 1.524.705.302 0,54% Dana ZIS 8.185.488 2006 Aset 3.201.372.596 0,30% Dana ZIS 9.624.957 2007 Aset 4.143.919.056 0,37% Dana ZIS 15.383.269 BMT Surya Abadi Seputih Banyak, Lampung Tengah 2003 Laba 57.526.690 6,68% Dana ZIS 3.844.488 2004 Laba 67.660.105 8,10% Dana ZIS 5.480.917 2005 Laba 78.419.369 10,43% Dana ZIS 8.185.488 2006 Laba 111.889.702 8,60% Dana ZIS 9.624.957 2007 Laba 177.197.530 8,68% Dana ZIS 15.383.269 107