Sadhana Vajrayoga Padmakumara III

dokumen-dokumen yang mirip
Mahapuja Satyabuddha

Mahanamaskara Satyabuddha

Sadhana Vajrayoga Padmakumara II

Beberapa Kunci Penting Dalam Latihan

Tiga Sumpah Agung. Hal 1.

Sila-sila Zhen Fo Zong

Penjelasan 7 Jenis Kertas Sembayang (Kertas Mulia)

Vajra Dharmapala Ucchusma

Dharmakaya Dari Sakyamuni Buddha

Kehidupan Agung dan Prajna yang Tak Terbayangkan (Unfathomable Exalted Life and Transcendental Wisdom).

Jadwal Kagyu Monlam ke December January, 2013

Makna Esoterik Tantra Rumus Metode. Hitung Napas Vajra

KIAT BERYUKTA DENGAN VAJRASATTVA DAN KUNCI MEDITASI

地母真經手抄文件 Penyalinan Sutra Bodhisattva Di Mu

佛說出家功德經手抄文件 Penyalinan Sutra Pahala Menjadi Bhikkhu

Aktifitas Kagyu Monlam ke 31 Tahun 2014

佛說長壽命滅罪護諸童子陀羅 尼咒經手抄文件

Sadhana Botol Harta Raja Naga

SANDAI HIHO HONJO-JI (Surat Perihal Tiga Hukum Rahasia Agung)

瑤池金母消愆解罪報恩功德懺 NASKAH PERTOBATAN YAOCHIJINMU Mengikis Karma, Membalas Budi dan Menambah Pahala

瑤池金母西王大天尊. (Yao Chi Jin Mu Dewi Penguasa Langit Barat)

藥師琉璃光如來 ( 藥師佛 ) Yao Shi Liu Li Guang Ru Lai (Yao Shi Fo) Bhaisajyaguru Buddha

PENGENALAN TANTRA. Edisi khusus cetak ulang dalam rangka Peringatan 25 Tahun kedatangan Rinpoche ke Indonesia ( )

Sang Buddha. Vegetarian&

Pemunculan Cahaya Suci

Hum (1) Lanjutan dari Buku Seri Padmakumara" Tidak Untuk Dijual Tidak Untuk Dipasarkan Di Toko Buku

Vajrachedika Prajna Paramita Sutra 普陀觀音堂

Pratityasamutpada: Sebuah Pujian Buddha (Dependent Arising: A Praise of the Buddha) oleh Je Tsongkhapa

Suluh Pada Jalan Penggugahan (The Lamp for the Path to Enlightenment) Skt: Bodhipathapradipam Tibet: Byang-chub lam-gyi sgron-ma

oleh Tog-me Zong-po (Thogs.med bzang.po, )

Sutta Kalama: Kepada Para Kalama (Kalama Sutta: To the Kalamas)

Dalam bahasa Sanskerta ajaran ini disebut Arya Vajra Chedaka Nama Prajna Paramita Mahayana Sutra.

Sejarah Masuknya Tathagata Usnishavijaya Dharani ke

Beristirahat Dalam Damai Apa Yang Terjadi Setelah Kematian?

Merenungkan/Membayangkan Penderitaan Neraka

Gatha Dasar Jalan Tengah (Mulamadhyamakakarika) The Fundamental Wisdom of the Middle Way oleh Arya Nagarjuna. Pengantar

本師釋迦牟尼佛. (Ben shi shi jia mou ni fo) Sakyamuni Buddha

Pembabaran Dhamma yang Tidak Lengkap (Incomplete Teachings)

28. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DAN BUDI PEKERTI SD

Doa-doa Sesudah Pembabaran Dharma (Prayers After the Teachings)

Bhadracarya Pranidhana

SUTRA 42 BAGIAN. B. Nyanabhadra

YANG MULIA KHENZUR RINPOCHE LOBSANG TENPA EMPAT SEGEL AGUNG BUDDHA DHARMA BAGIAN 2

Cara Berdoa Novena 3 Salam Maria

Hum (3) Beragam Panorama Menakjubkan. Karya Ke 104 dari Maha Acarya Lian Shen Lu Sheng Yen. Tidak Untuk Dijual Tidak Untuk Dipasarkan Di Toko Buku

Asal Mula Dan Pahala Dari Kekuatan. Tathagata Usnishavijaya Dharani

Seri Kitab Wahyu Pasal 11, Pembahasan No. 2, oleh Chris McCann. Selamat malam dan selamat datang di Pemahaman Alkitab EBible

KATA PEMBUKAAN Chi Kung Huo Fo

Revelation 11, Study No. 39 in Indonesian Language. Seri Kitab Wahyu pasal 11, Pembahasan No. 39, oleh Chris McCann

FALUN DAFA. Ceramah Fa di Berbagai Tempat - 7. Li Hongzhi

KEBENARAN SEDERHANA untuk yang BARU PERCAYA. (Pertanyaan dan Jawaban)

Selalu terbuka jelas mata ini Mata ciptaan-mu Aku berjalan lemah di atas hiasan Pijakan menuju satu berita gembira

TAFSIR IBNU KASIR. Judul Asli :

Informasi Yayasan untuk bulan Juni 2013 dari Kantor Pusat

HO ONJO SHO (RISALAH BALAS BUDI) HO ONJO SHO

PUJA Bhagavan Buddha Bhaishajyaguru Vaiduryaprabharaja. The Wish- Fulfilling Jewel

YANG MULIA KHENZUR RINPOCHE LOBSANG TENPA EMPAT SEGEL AGUNG BUDDHA DHARMA BAGIAN 1

西方極樂世界阿彌陀佛. (Xi fang jie le shi jie a mi tuo fo) Amitabha Buddha

Surat Paulus yang pertama kepada jemaat Tesalonika

Sekolah Eden. "Berbahagialah orang yang mendapat hikmat."

Dewa-Dewa Taoisme Yang Terkemuka

BHAKTI ANAK TERHADAP ORANG TUA (MENURUT AJARAN AGAMA HINDU) Oleh Heny Perbowosari Dosen Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Mengapa bhikkhu harus dipotong rambutnya? Mengapa bhikkhu itu tidak boleh beristeri? Mengapa anak perempuan tidak boleh dekat bhikkhu?

1 Tesalonika 1. 1 Tesalonika 2

Air Mata. Pernikahan

PENJELASAN DARI ODAIMOKU NAMU MYOHO RENGE KYO

PENGORBANAN Oleh Nurcholish Madjid

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

27. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI SD

SAUDARA BELAJAR BERJALAN

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB)

Seri Kitab Wahyu Pasal 14, Pembahasan #24 oleh Chris McCann

水神海神. (Shui Xian, Hai Shen) Dewa Air dan Dewa Laut

D. ucapan benar E. usaha benar

E. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DAN BUDI PEKERTI SMPLB TUNANETRA

RITUAL IBADAH KEBAKTIAN UMAT BUDDHA TANTRAYANA ZHENFO ZONG KASOGATAN DI WIHARA VAJRA BUMI HONOCOROKO DESA BEDONO

1 1 Dari Paul, hamba Allah dan rasul

PELITA SANG JALAN MENUJU PENCERAHAN

AGAMA BUDDHA DAN IPTEK

22. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Buddha untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

E. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DAN BUDI PEKERTI SMPLB TUNARUNGU

Meditasi Mettā (Meditasi Cinta Kasih)

Meditasi. Oleh : Taridi ( ) KTP. Standar Kompetensi Mengembangkan meditasi untuk belajar mengendalikan diri

TALIM MADANI #12 IMAN KEPADA ALLAH (PERBEDAAN MALAIKAT DAN MANUSIA)

1 1 Dari Simon Petrus, hamba dan rasul

FALUN DAFA. Ceramah Fa di Berbagai Tempat - 7. Li Hongzhi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN PENELITIAN YANG RELEVAN

ARTIKEL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH. Oleh: TASIH NIM

UNTAIAN KISAH KEHIDUPAN (JATAKAMALA) Kisah Ajastya

MARILAH KITA PELAJARI RENCANA KESELAMATAN MENURUT ALKITAB. Kasih Allah Untuk Orang Berdosa

JALAN MUDAH MENUJU KEMAHATAHUAN

Bab 5. Ringkasan. Sudah sejak berabad-abad yang lalu berbagai kebudayaan asing masuk ke Jepang,

Walaupun banyak orang dewasa ini percaya bahwa makhluk manusia berasal dari bentuk hewan yang paling rendah dan merupakan hasil proses alamiah yang

Dhamma Inside. Kematian Yang Indah. Orang-orang. Akhir dari Keragu-raguan. Vol September 2015

1 1 Dari Paul, Silwanus, dan Timotius.

BAB IV ANALISIS KORELASI AJARAN WU CHANG TERHADAP PERILAKU EKONOM. A. Ajaran Wu Chang (lima kebajikan) dalam Agama Khonghucu

AKU SUKA MEMBACA. Karya Puput Happy. Setiap hari aku membaca Agar kelak menjadi orang berilmu Berbudi pekerti luhur dan mulia Hingga masuk surga

JALAN MUDAH MENUJU KEMAHATAHUAN

Beberapa pasal terakhir dari kitab Wahyu menggambarkan peristiwa akhir dari Pertentangan Besar:

E. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DAN BUDI PEKERTI SMPLB TUNADAKSA

Transkripsi:

Sadhana Vajrayoga Padmakumara III Sadhana Vajrayoga Padmakumara merupakan sadhana Guruyoga. Di bagian visualisasi, juga dapat membayangkan demikian: Acarya berada di angkasa di depan sadhaka, mengeluarkan cahaya menyinari sadhaka. Kemudian secara perlahan-lahan Acarya mengecil, menjadi titik cahaya sebesar butir beras, titik cahaya itu bergerak menuju ubun-ubun sadhaka, kemudian dari ubun-ubun melalui awadhuti (nadi tengah) turun sampai bagian hati sadhaka, duduk di atas bunga teratai yang ada di dalam hati. Hal 1

Bayangkan Acarya yang besarnya seukuran butir beras ini, pelan-pelan membesar, sampai seukuran dengan tubuh sadhaka. Acarya memancarkan cahaya. Berarti sadhaka juga memancarkan cahaya. Sadhaka dan Acarya menjadi manunggal. tak terbedakan. Ini adalah intisari dari sadhana guruyoga. Kita mengetahui bahwa Mahaguru dari Tantrayana Tibet, Padmasambhava, mengajar kepada para siswa agar menghormati guru, menjunjung dharma dan bersungguh-sungguh dalam melatih diri. Melakukan sadhana guruyoga boleh dikatakan sebagai pelaksanaan konkret dari nasihat di atas. Kedudukan Acarya dalam Tantrayana amat mulia. Setiap sadhaka, harus menghormati Mula Acaryanya sendiri, sama sekali tidak boleh meremehkannya. Karena dalam Tantrayana diutamakan pengajaran langsung dari guru, sehingga jika tidak menghormati Mula Acarya, bahkan berbalik mencelanya, semua Dharma-Tantra yang dipelajarinya menjadi kehilangan sandaran, menjadi tidak berguna. Ini bisa dilihat dalam berbagai kitab suci Tantrayana, misalnya: Dalam Sutra Ti Yi Wu Sang Su Li dikatakan: Tidak perduli siapa saja yang mencela Vajra Acarya sebagai perwujudan Tathagata; berarti juga mencela semua Tathagata, akan selalu mendapat kesusahan dalam waktu lama Dalam Sutra Pan Juo Pa Khong dikatakan: Menyusahkan Guru, dosa demikian meskipun sudah bertobat dengan catur bala, tetap tak terhapuskan. Dalam Sutra Cin Kang Cang dikatakan: Orang bimbang yang tidak menghormati Guru, organ dalamnya akan rusak serta mendapat penyakit berat, matinya menyedihkan dan akan masuk neraka. Dalam Sutra Fa Wan dikatakan: Mencela Acarya, sampai mimpi pun tidak tenteram. Orang yang memfitnah Acarya, pikirannya dikendalikan iblis. Marah kepada Guru, orang yang berpengetahuan akan menjauhinya. Hal 2

Dalam Sutra Cuan Si Cin Kang Cing dikatakan: Jika mencela Acarya, meskipun rajin melatih diri dalam Vajrayana, bahkan tidak makan dan tidak tidur selama seribu kalpa pun, tetap masuk neraka. Dalam Sutra Cin Kang Cien dikatakan: Tidak mencela Vajra Acarya, menganggap Guru adalah perwujudan Buddha; perhatikanlah selalu, jangan sampai lengah. Masih ada banyak sekali kutipan dari kitab suci, saya tidak akan membeberkannya satu per satu lagi. Makna dari kutipan-kutipan di atas adalah: dosa pencelaan seorang siswa terhadap Acarya adalah masalah yang serius sekali, mencela Acarya sama saja seperti mencela semua Buddha, dalam hidup ini akan menjumpai berbagai macam penderitaan, kesusahan dan nasib buruk. Tidak perduli dimana saja, kapan saja, sama sekali jangan menyusahkan Acarya, baik lahir maupun batin, jika sengaja membuat Acarya tidak tenteram, dosa demikian, meskipun sudah disesali sepenuh hati, tetap tak terhapuskan. Orang yang menyusahkan Acarya, akan mendapat penderitaan yang amat berat, bahkan jiwanya bisa melayang, setelah mati masuk neraka. Orang yang mencela Acarya, akan mendapat penyakit yang aneh-aneh, akan masuk ke neraka Vajra. Orang yang mencela Acarya, bahkan sampai bermimpi pun tidak akan tenteram; orang yang mencela Acarya, pikirannya dikendalikan oleh iblis; orang yang melampiaskan kemarahannya kepada Acarya, akan selalu dijauhi orang bijaksana. Jika telah mencela Mula Acarya, meskipun membaca mantra dan melatih diri selama seribu kalpa tanpa makan dan tidur, tetap tidak akan berhasil. Bahkan makin belajar makin dekat dengan neraka Vajra. Ini bukan mencapai sukses, tetapi mendapat tempat di neraka. Hal 3

Oleh karena itu terhadap Vajra Acarya, janganlah mencela! Harus setiap saat memperhatikan tingkah laku diri sendiri. Karena jika mencela Acarya, semua pencapaian akan berubah menjadi nol. Siswa yang ingin berhasil, harus menaati sila-sila Tantrayana. Misalnya Guru sewa dharma panca sadgatha (Gurupancasika), empat belas mula patti vajrayana, harus berusaha selalu menghormati Acarya. Saat ini, Maha Acarya Lian Sheng dari Satyabuddhagama, sungguh-sungguh merupakan Maha Widya Dharma Vajra Acarya, merupakan perwujudan Padma Bodhisattva yang telah di vyakarana oleh Buddha Sakyamuni, yang telah mendapatkan amanat dari Buddha Amitabha, yang telah diberi mahkota merah oleh Bodhisattva Maitreya, yang telah datang menyelamatkan makhluk hidup yang ada di dunia yang penuh dengan panca kasaya ini. Demikianlah sebab musabab dari kemunculan Maha Acarya Lian Sheng di dunia ini. Setelah memperoleh pembebasan diri, barulah Maha Acarya Lian Sheng membantu makhluk lain untuk memperoleh pembebasan juga. Maha Acarya Lian Sheng dilahirkan pada tahun 1945 bulan lima tanggal delapan belas (menurut penanggalan lunar) tengah hari, dikandang ayam pinggir sungai di Hou Hu Kabupaten Cia Yi propinsi Taiwan. Maha Acarya Lian Sheng mula-mula belajar Taoisme dulu, kemudian belajar Paramitayana (ajaran Vyakta), terakhir baru belajar Mantrayana, sehingga telah berhasil dalam Tao, Paramita dan Tantra. Telah belajar pada dua puluh satu orang Guru, menguasai dharma duniawi maupun yang non-duniawi, telah mencapai Mahayoga dari Yidam (Istadewata), telah memasuki samudra cahaya Vairocana, telah mencapai pencerahan yang tiada taranya. Karya tulis Maha Acarya Lian Sheng banyak sekali, dalam hidup ini ingin membabarkan dharma yang tiada taranya kepada semua makhluk hidup di dunia ini. Yang Arya Padmasambhava sendiri telah mengajarkan kepada Maha Acarya Lian Sheng ajaran yang Maha sempurna. Bahkan para Rinpoche dari Tibet pun datang berguru dan mempelajari dharma kepada-nya. Ia merupakan Maha Acarya dari para Acarya. Hal 4

Sebuah syair sebagai penutup: Sungguh menyedihkan keberingasan dunia, Semua kepedihan telah dicicipi Sang Rinpoche dalam penyelamatan Dharma. Saat ini Tantra yang tiada taranya telah dibabarkan, Semoga Sang pengembara menengok mentari. (diterjemahkan dari buku Satyabuddha Rahasyatipahasya yang diterbitkan pada bulan maret 1986) Sumber : Wajragarbha(2), diperbanyak oleh Yayasan Buddha Tantra Mahayana Indonesia. (diterjemahkan dari buku Satyabuddha Dharmatidharma yang diterbitkan pada bulan Maret 1988). Compiled by: VVBS Web Team Hal 5