PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER ( NHT

dokumen-dokumen yang mirip
PEMBELAJARAN TEMATIK MENGGUNAKAN MEDIA TOYS AND TRICK

METODE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DISERTAI MEDIA PUZZLE UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA TERHADAP MATERI BIOLOGI SMP KELAS VII.

UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI DAN KEAKTIFAN BERKOMUNIKASI SISWA DENGAN STRATEGI SNOWBALL THROWING

PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT)

SKRIPSI. Oleh: PUJI ASTUTI X

PENGGUNAAN JURNAL BELAJAR DENGAN MACROMEDIA

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN ACTIVE KNOWLEDGE SHARING

PENERAPAN METODE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN PERHATIAN BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X-I SMA NEGERI 7 SURAKARTA TAHUN AJARAN

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) MENGGUNAKAN SOFTWARE MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS

PENINGKATAN PARTISIPASI DAN MOTIVASI BELAJAR BIOLOGI MELALUI ACTION LEARNING PADA SISWA KELAS X.6 SMAN 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009/2010.

PENERAPAN DISKUSI KELOMPOK

Skripsi OLEH: REDNO KARTIKASARI K

PENERAPAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN KETRAMPILAN MERENCANAKAN EKSPERIMEN DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS X-3 SMA NEGERI 1 SIMO

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIIIC SMPN 3 PALOPO

PENERAPAN METODE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DISERTAI AUTHENTIC ASSESSMENT

BAB I PENDAHULUAN. karakter dari dinamika di abad ke-21 yang merupakan abad informasi. Seiring dengan

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF DISERTAI METODE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN ACTIVE KNOWLEDGE SHARING

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED

Skripsi. Oleh Nurma Permata Sari K

DALAM PEMBELAJARAN AKTIF STUDENT CREATED CASE STUDIES

PENERAPAN METODE PEER TEACHING UNTUK MENINGKATKAN PERHATIAN SISWA TERHADAP MATERI BIOLOGI SISWA SMA KELAS X SKRIPSI OLEH : RUSMITA KURNIATI K

BAB I PENDAHULUAN. Dalam meningkatkan hasil belajar siswa, pemilihan model pembelajaran sangat

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia FKIP UNS, Surakarta, Indonesia. Dosen Prodi Pendidikan Kimia FKIP UNS, Surakarta, Indonesia

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER

UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN BERDISKUSI SISWA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN PENERAPAN METODE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DISERTAI MODUL

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF ROLE PLAYING DENGAN CD INTERAKTIF

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. pesan itu sendiri yang biasanya berupa materi pelajaran. Kadang-kadang

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA SMP NEGERI 1 NGRAYUN PONOROGO

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X-1 SMA AL ISLAM 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN

RAHMAT FAUZI NIM. K

I. PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan usaha yang mempunyai tujuan, yang dengan. didik (Sardiman, 2008: 12). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang

Hasil belajar biologi siswa ditinjau dari penggunaan berbagai metode mengajar dengan pendekatan discovery

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE GROUP INVESTIGATION

UPAYA PENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI MELALUI PEMBELAJARAN TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

I. PENDAHULUAN. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menuntut perubahan. berlangsung sesuai dengan tujuan yang diharapkan (Trianto, 2007:3).

I. PENDAHULUAN. dinamis dan sarat perkembangan. Oleh karena itu, perubahan atau perkembangan

OLEH : YUNITA NUR INDAH SARI K

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARANACTIVE KNOWLEDGE SHARINGUNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BERTANYA BIOLOGISISWA KELAS XI IPA 1 SMA NEGERI 1 NGEMPLAKTAHUN

UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN SISWA MELALUI IMPLEMENTASI BLENDED LEARNING PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS XI SMAIT NUR HIDAYAH KARTASURA

Jurnal Belajar dalam Pembelajaran Biologi

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF DISERTAI METODE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DALAM MENINGKATKAN PERAN SERTA SISWA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

ABSTRACT. Key Words: Student Learning Outcomes, Cooperative Learning, NHT, STAD. ABSTRAK

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Skripsi Oleh: TITIK DWI RAHAYU NIM X

APLIKASI METODE PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI)

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION (GI)

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR IPA MELALUI MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER PADA SISWA KELAS V SDN 26 PASAMAN

*Keperluan korespondensi, telp: ,

I. PENDAHULUAN. perkembangan. Perubahan atau perkembangan pendidikan adalah hal yang memang

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Gresi Gardini, 2013

I. PENDAHULUAN. Berdasarkan wawancara dengan guru bidang studi kimia SMA Budaya Bandar

TINJAUAN PUSTAKA. Pemahaman berasal dari kata paham yang menurut Kamus Besar Bahasa

I. PENDAHULUAN. Pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis yang dilakukan orang-orang

I. PENDAHULUAN. Memasuki abad ke-21, sistem pendidikan nasional menghadapi tantangan yang

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) PADA SISWA KELAS 6 SEKOLAH DASAR

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPS KELAS IV SD

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR FISIKA SISWA

BAB I PENDAHULUAN. Akibatnya, biologi sebagai proses ilmiah, sikap, dan aplikasi tidak tersentuh dalam

BAB I PENDAHULUAN. Pada dasarnya pembelajaran adalah suatu proses yang tidak mudah. menggunakan pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar.

I. PENDAHULUAN. Bab ini akan mengemukakan beberapa hal mengenai latar belakang masalah,

(TPS) BERBASIS KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VII-A SMP NEGERI 1 TASIKMADU KARANGANYAR 2010/2011

I. PENDAHULUAN. Dunia pendidikan di Indonesia dewasa ini sedang mengalami krisis, yang harus dijawab oleh dunia pendidikan. Jika proses-proses

Transkripsi:

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DISERTAI MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA KELAS VII-E SMP NEGERI 8 URAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009/2010 Skripsi Oleh: SILVIA MAHARDIKA NIM.K.4305045 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2011

ABSTRAK Silvia Mahardika. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DISERTAI MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA KELAS VII-E SMP NEGERI 8 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009/2010. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli 2011. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan partisipasi siswa kelas VII-E Semester genap SMP Negeri 8 Surakarta Tahun Pelajaran 2009/2010 dalam proses pembelajaran biologi dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) disertai media audio visual. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) kolaboratif yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan tindakan, observasi, dan refleksi untuk merencanakan tindakan berikutnya. Pelaksanaan tindakan dalam penelitian adalah penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together disertai media Audio Visual. Model pembelajaran Numbered Heads Together merupakan variasi dari diskusi kelompok, dimana setiap siswa mendapatkan nomor yang berbeda dalam satu kelompoknya tetapi memiliki nomor yang sama dengan kelompok lain. Nomor-nomor tersebut akan dipanggil secara acak untuk menjawab hasil diskusi kelompoknya. Subyek penelitian adalah siswa kelas VII E SMP Negeri 8 Surakarta yang berjumlah 40 siswa. Data diperoleh melalui observasi, angket partisipasi siswa, dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Validasi data menggunakan teknik triangulasi metode, yaitu lembar observasi, angket partisipasi siswa, dan wawancara yang digunakan untuk mengukur partisipasi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan partisipasi siswa pada siklus I tetapi belum mencapai target yang telah ditetapkan dan dilanjutkan siklus II, hingga tercapai target partisipasi siswa yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Numbered Heads Together dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran Biologi kelas VII-E Semester genap SMP Negeri 8 Surakarta tahun pelajaran 2009/2010. Siswa menjadi lebih berpartisipasi selama proses pembelajaran berlangsung. Aspek perhatian siswa meningkat baik pada indikator siswa fokus terhadap materi pelajaran, indikator siswa tidak melamun saat pembelajaran berlangsung dan indikator siswa selalu siap saat ditunjuk guru untuk menjawab atau melakukan perintah. Aspek keterlibatan siswa juga meningkat yaitu pada indikator keikutsertaan siswa dalam kegiatan persiapan, proses dan kelanjutan belajar, indikator usaha dan kreativitas siswa, indikator keberanian mengungkapkan permasalahan dan indikator kemandirian belajar siswa. Siswa sudah memiliki kepercayaan diri dan tidak malu dalam mengungkapkan permasalahan serta pendapatnya di depan kelas. Siswa lebih sungguh-sungguh dalam melaksanakan tiap tahap kegiatan belajar karena dituntut keterlibatannya selama proses pembelajaran berlangsung. Pada siklus II, tindakan dihentikan karena capaian peningkatan partisipasi siswa sudah mencapai target yang telah ditetapkan.

A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Berlakunya kurikulum 2004 Berbasis Kompetensi yang telah direvisi melalui Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan (KTSP) menuntut perubahan paradigma dalam pendidikan dan pembelajaran, khususnya pada jenis dan jenjang pendidikan formal (persekolahan). Perubahan tersebut harus pula diikuti oleh guru yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan pembelajaran di sekolah Salah satu perubahan paradigma pembelajaran tersebut adalah orientasi pembelajaran yang semula berpusat pada guru (teacher centered) beralih berpusat pada murid (student centered); metodologi yang semula lebih lebih didominansi ekspositori berganti ke partisipatori; dan pendekatan yang semula lebih banyak bersifat tekstual berubah menjadi kontekstual. Semua perubahan tersebut dimaksud dan untuk memperbaiki mutu pendidikan, baik dari segi proses maupun hasil pendidikan Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui perbaikan-perbaikan dan pembaharuan baik sarana maupun prasarana pendidikan. Perbaikan-perbaikan yang dilakukan diantaranya kurikulum, metode mengajar, dan sebagainya. Salah satu upaya pembaharuan dalam bidang pendidikan adalah pembaharuan metode mengajar. Metode mengajar dikatakan relevan jika mampu mengantarkan siswa mencapai tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran biologi pada khususnya yang diharapkan dapat terlaksana melalui pengajaran. Metode mengajar yang baik adalah metode yang disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan. Kondisi sarana yang tersedia serta tujuan pengajarannya sehingga dapat dilihat apakah yang diterapakan efektif. Pada dasarnya tidak ada metode mengajar yang paling baik, sebab setiap metode mengajar yang digunakan pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu, dalam mengajar dapat digunakan berbagai metode sesuai dengan materi yang diajarkan. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 8 Surakarta yang beralamat di Jalan HOS Cokroaminoto 51 Jebres, Surakarta. Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 8 Surakarta memiliki akreditasi A. Sarana dan prasarana yang ada di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 8 Surakarta cukup

menunjang pembelajaran di sekolah tersebut. Seperti adanya perpustakaan dan laboratorium. Meskipun cukup menunjang tapi belum dapat dikatakan lengkap. Terlihat dari laboratorium IPA (Fisika, Kimia, Biologi) yang belum terpisah, jumlah komputer OHP maupun LCD yang masih terbatas. Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 8 Surakarta sebagai Sekolah Kategori Mandiri (SKM) mempunyai program-program untuk meningkatkan mutu sekolah agar menjadi sekolah unggulan/sekolah favorit, salah satunya yaitu meningkatkan sarana prasarana sekolah untuk menunjang kegiatan belajar mengajar seperti: memiliki laboratorium IPA (Fisika, Kimia, Biologi) yang terpisah, penambahan jumlah komputer secara bertahap, memiliki laboratorium Multimedia yang lengkap, dan lain-lain. Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 8 Surakarta terdiri dari 18 kelas yaitu kelas VII ada 6 kelas, untuk kelas VIII dan IX masing-masing terdiri dari terdiri 6 kelas. Penelitian dilakukan di kelas VII-E yang memiliki jumlah siswa sebanyak 40 siswa dengan perincian 18 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Adapun daftar nama siswa kelas VII-E dapat di lihat dalam Lampiran. Ruang kelas VII-E terdapat 20 set meja dan kursi siswa yang menghadap ke arah papan tulis. Hasil wawancara dengan guru, kelas VII-E merupakan salah satu kelas yang siswanya pasif pada saat proses pembelajaran berlangsung. Pada saat proses pembelajaran siswa cenderung diam mendengarkan dan mencatat apa yang disampaikan guru. Hal ini menyebabkan partisipasi belajar siswa belum nampak. Kelas VII-E dijadikan sebagai subjek dalam penelitian karena terdapatnya permasalahan dalam kelas tersebut yang memerlukan upaya perbaikan. Berdasarkan hasil wawancara, baik dengan guru biologi maupun dengan siswa, diperoleh keterangan bahwa permasalahan yang ada di kelas tersebut adalah adanya ketidak aktifan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran pada mata pelajaran biologi atau dapat dikatakan bahwa kelas tersebut mempunyai aktivitas pembelajaran yang kurang. Guru mengungkapkan bahwa pada saat guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang hal yang belum dimengerti ataupun untuk memberikan pendapat maka hanya sedikit siswa yang mau bertanya. Fakta ini juga didukung setelah dilakukan observasi secara langsung di kelas, bahwa hanya 20% siswa yang fokus terhadap materi pelajaran dan 80% siswa belum fokus terhadap materi, diantaranya: 20% siswa mengantuk; 20% siswa menopang dagu dan

melamun, 30% siswa ramai bebicara dengan temannya, dan 10% siswa bermain sendiri. Selama proses pembelajaran berlangsung dari awal hingga akhir tidak ada satupun siswa yang berani mengungkapkan permasalahan atau pendapatnya mengenai materi pelajaran walaupun guru sudah memberikan kesempatan untuk bertanya. Kesiapan siswa dalam menjawab pertanyaan guru juga masih sangat kurang, 12,5% siswa yang diberi pertanyaan oleh guru mengenai materi pelajaran hanya 5% yang siap menjawab dan tidak terkejut ketika diberi pertanyaan mengenai materi. Keikutsertaan siswa baik di awal, proses maupun akhir pelajaran juga masih sangat kurang. Hampir semua siswa di kelas pasif dan kurang berpartisipasi dalam proses pembelajaran tersebut. Hasil observasi menunjukkan bahwa proses pembelajaran di dalam kelas masih menggunakan metode ceramah namun sudah melibatkan siswa. Hal ini dapat dilihat pada saat peneliti melakukan observasi terhadap proses pembelajaran, guru mengadakan interaksi dengan para siswa dengan metode tanya jawab walaupun belum berjalan secara maksimal. Meskipun pembelajaran bersifat teacher centered tapi guru sesekali sudah melibatkan siswa untuk turut serta berpartisipasi dalam proses belajar mengajar. Guru berceramah di depan kelas dan sesekali memberikan pertanyaan kepada siswa. Hampir semua siswa yang ditunjuk Guru untuk menjawab pertanyaan hanya diam dan kaget saat ditunjuk. Penggunaan metode ceramah kurang tepat dilaksanakan di kelas VII-E karena sebagian besar siswa lebih cepat jenuh dan bosan, sehingga antusias dan perhatian siswa terhadap pelajaran biologi berkurang. Pelaksanaan proses pembelajaran di kelas VII-E SMP Negeri 8 Surakarta membutuhkan suatu model pembelajaran dan media pembelajaran yang bisa menarik perhatian siswa untuk lebih fokus terhadap materi dan menuntut adanya keterlibatan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Berdasarkan beberapa permasalahan yang terungkap dari hasil observasi langsung di kelas dan hasil wawancara dengan guru dan siswa, terdapat permasalahan serius yang tidak boleh dibiarkan terus berlanjut karena akan sangat mempengaruhi keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran. Permasalahan tersebut antara lain adalah kurangnya perhatian dan keterlibatan siswa (partisipasi) pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung, hanya beberapa siswa saja yang ikut serta dan fokus selama proses pembelajaran. Permasalahan tersebut disebabkan strategi dan metode yang digunakan guru kurang menarik dan masih

bersifat teacher centered. Kesimpulan ini diperoleh dari hasil observasi langsung di kelas dan hasil wawancara dengan siswa. Metode yang bersifat teacher centered lebih memaksimalkan peran guru dan meminimalkan peran siswa, sehingga penggunaan metode ini menyebabkan siswa kurang termotivasi dan tercermin pada kurangnya partisipasi siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Permasalahan di atas tidak boleh dibiarkan terus berlanjut karena akan sangat mempengaruhi keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran, terutama pembelajaran Biologi. Maka dari itu, dibutuhkan salah satu cara untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut, salah satunya yaitu dengan menggunakan Numbered Heads Together yang merupakan sebuah varian diskusi kelompok; ciri khasnya adalah guru hanya menunjuk seorang siswa yang mewakili kelompoknya, tanpa memberi tahu terlebih dahulu siapa yang akan mewakili kelompoknya itu. Cara tersebut menjamin keterlibatan total semua siswa. Metode NHT merupakan upaya yang sangat baik untuk meningkatkan tanggung jawab individual dalam diskus kelompok (Nur, 2005: 78). Model pembelajaran NHT menempatkan siswa dalam kelompok belajar beranggotakan empat orang yang merupakan campuran menurut tingkat kinerja, jenis kelamin dan suku. Menurut Ibrahim (2000: 28) NHT merupakan salah satu metode diskusi kelompok yang lebih banyak meminta keterlibatan siswa. Ibrahim mengungkapkan bahwa model pembelajaran ini Guru menggunakan struktur empat langkah yaitu: 1) Langkah 1 yaitu penomoran, Guru membagi siswa ke dalam kelompok yang beranggotakan 3-5 orang dan kepada setiap anggota kelompok diberikan nomor urut; 2) Langkah 2 yaitu mengajukan pertanyaan, Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa, pertanyaan dapat bervariasi, amat spesifik dan dalam bentuk kalimat tanya; 3) Langkah 3 yaitu berfikir bersama, siswa menyatukan pendapatnya terhadap jawaban pertanyaan itu dan meyakinkan setiap anggota kelompoknya mengetahui jawaban tersebut; 4) Langkah 4 yaitu menjawab, Guru memanggil suatu nomor tertentu, kemudian siswa yang nomornya sesuai mengacungkan tangan dan mencoba menjawab pertanyaan itu untuk seluruh kelas. Siswa dengan nomor yang sama pada kelompok yang berbeda selanjutnya memberikan tanggapan. Menurut Bawn NHT lebih efektif daripada metode tradisional dalam peningkatan pencapaian belajar sosial. Berikut ini pernyataan Bawn (2010) Numbered Heads Together was more effective than traditional methods in

raising social studies achievement for third grade low to middle income students Model pembelajaran Numbered Heads Together juga memiliki keunggulan dan manfaat menurut Karen antara lain : 1) Semua siswa aktif memikirkan jawaban; 2) Siswa mendapat pengetahuan dari pikiran temannya; 3) Siswa bekerja sama secara kooperatif; 4) Siswa merasa cukup percaya diri untuk memberi jawaban ketika dipanggil; 5) meningkatkan keselarasan kelas. Berikut pernyaataan Karen (2010) : The benefits of numbered Heads Together are : 1. all students are actively thinking of answer 2. students gain knowledge from their peer s ideas 3. students work together cooperatively 4. students feel confident enough to offer an answer when called upon 5. improves the dynamics of the class. Keuntungan NHT dalam variasi metode diskusi kelompok menurut Lie (2007: 58) yaitu dapat melatih siswa untuk saling berbagi (take and give), saling bekerjasama, tidak menang sendiri, dan mau menerima pendapat teman yang lain. Penerapan model pembelajaran NHT menuntut setiap siswa menjadi siap semua dan menuntut siswa untuk melakukan diskusi dengan sunguh-sungguh. Model pembelajaran NHT yang disertai media audio visual diharapkan mampu menyampaikan pesan secara lebih realistik dan mempermudah siswa mengingat materi yang disampaikan. Sesuai dengan sifat media audio visual yaitu dapat membuat konsep yang abstrak menjadi lebih kongkrit, dapat menampilkan gerak yang dipercepat atau diperlambat sehingga lebih mudah diamati, dapat menampilkan detail suatu benda atau proses, serta membuat penyajian pembelajaran lebih menarik, sehingga proses pembelajaran menjadi menyenangkan (Munadi, 2008: 113). Alternatif penggunaan media audio visual ini cukup efektif untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran biologi. Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka dirumuskan judul penelitian: PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DISERTAI MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA KELAS VII-E SMP NEGERI 8 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009/2010. B. Perumusan Masalah

Setelah dilakukan identifikasi masalah dan pembatasan masalah, selanjutnya dalam penelitian ini dikemukakan perumusan masalah, yaitu apakah model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) disertai media audio visual dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran biologi kelas VII-E Semester genap SMP Negeri 8 Surakarata tahun pelajaran 2009/2010. C. Tujuan Penelitian Sejalan dengan masalah yang dikemukakan di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi siswa kelas VII-E Semester genap SMP Negeri 8 Surakarata tahun pelajaran 2009/2010 dalam proses pembelajaran biologi dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) disertai media audio visual. D. Manfaat Penelitian Setelah penelitian penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) disertai media audio visual dilaksanakan maka diharapkan hasilnya berguna untuk : 1. Inovasi kepada dunia pendidikan khususnya dalam pemilihan model dan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran. 2. Memberikan masukan pada calon guru agar lebih memperhatikan masalahmasalah yang terkait dalam pembelajaran sehingga dapat meningkatkan mutu proses belajar mengajar. 3. Mengaktifkan daya pikir siswa dengan metode pembelajaran yang tepat. 4. Memberikan suasana baru dalam pembelajaran sehingga siswa lebih termotivasi dalam belajar dan dapat meningkatkan partisipasi siswa. 5. Sumbangan dalam rangka perbaikan pembelajaran dan peningkatan mutu proses pembelajaran, khususnya mata pelajaran biologi.

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN A. SIMPULAN Hasil penelitian tentang penggunaan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) disertai media audio visual untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran Biologi dapat disimpulkan sebagai berikut: Penggunaan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) disertai media audio visual dapat meningkatkan partisipasi siswa kelas VII-E Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 8 Surakarta melalui model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) disertai media audio visual. B. IMPLIKASI 1. Implikasi Teoritis Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar referensi dan pengembangan penelitian lebih lanjut mengenai upaya meningkatkan partisipasi siswa seperti dalam pembelajaran Biologi pada siswa VII-E Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 8 Surakarta. 2. Implikasi Praktis Hasil penelitian ini secara praktis dapat dijadikan sebagai alternatif pilihan model pembelajaran bagi guru dan sekolah untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran Biologi. Adanya alternatif pilihan model pembelajaran tersebut diharapkan dalam pembelajaran siswa tidak hanya mendengar, mencatat dan menghafalkan materi yang disampaikan oleh guru, tetapi dapat menemukan konsep materi yang sedang dipelajari. C. SARAN 1. Bagi Guru a. Guru dapat menerapkan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) sesuai dengan tahapan kegiatan pembelajaran yang telah direncanakan sehingga dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran Biologi.

b. Pada saat pelaksanaan pembelajaran, guru hendaknya membimbing siswa secara menyeluruh, sehingga partisipasi siswa dalam pembelajaran Biologi dalam semakin meningkat. 2. Bagi Siswa a. Hendaknya siswa dapat lebih berinteraksi serta bekerja sama dalam pembelajaran terutama ketika kegiatan diskusi berlangsung. b. Hendaknya siswa yang mempunyai keterampilan lebih dari siswa lain sebaiknya mengkomunikasikan dan menularkan pengetahuan dan pemahaman yang dimiliki oleh siswa lain.