BAB II KAJIAN TEORI, KERANGKA BERFIKIR DAN HIPOTESIS/ Hakekat Heading Dalam Permainan Sepak Bola

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II KAJIAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR, DAN HIPOTESIS. sepak bola. Karena dengan jump heading pemain bisa melakukan tehnik bertahan

BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS. pertandingan tingkat lokal, regional hingga tingkat dunia. Berjuta-juta pasang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. khususnya olahraga prestasi. Olahraga prestasi yang dimaksud dalam

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang penelitian Anggi Sugiyono, 2015

MOCHAMAD AGUNG JUNIARTO,

II. TINJAUAN PUSTAKA. regu yang saling berhadapan dengan masing-masing regu terdiri dari sebelas

BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS. Permainan sepakbola merupakan permainan yang paling populer dewasa ini di seluruh

BAB II KAJIAN TEORI. regu, masing masing regu terdiri dari sebelas orang pemain termasuk

II. TINJAUAN PUSTAKA. Kondisi fisik adalah suatu kesatuan utuh dari komponen-komponen yang tidak

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS. Sepak bola adalah olahraga terpopuler di jagad raya ini. Hampir semua

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

I. PENDAHULUAN. Pendidikan jasmani merupakan bagian dari program pendidikan umum yang

TINJAUAN PUSTAKA. pada pemain yang bekerja dalam kombinasi. Untuk menguasai bola dan

pemassalan harus dimulai pada usia dini.

1. PENDAHULUAN. Kemampuan ini saling melengkapi satu sama lainnya karena setiap bola yang. dioper harus diterima dan dikontrol oleh rekan seregu.

BAB I PENDAHULUAN. permainan yang cukup cantik dan menarik bagi siapapun.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Olahraga sekarang ini telah menjadi kebutuhan setiap individu,

BAB II KAJIAN TEORITIS. kaki, kepala, dan dada. Hanya penjaga gawang yang disahkan memakai tangan.

BAB I PENDAHULUAN. agar tidak kemasukan bola dari regu lawan dengan aturan-aturan tertentu

BAB I PENDAHULUAN. tua, orang muda, bahkan anak-anak. Banyak diantara anak-anak yang ingin

BAB I PENDAHULUAN. Pada masa sekarang sepak bola bagi sebahagian orang tidak hanya

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menghadapi era globalisasi, tantangan yang dihadapi akan semakin berat, hal ini disebabkan karena semakin

BAB II LANDASAN TEORI, KERANGKA BERFIKIR DAN HIPOTESIS. terbukti hampir diseluruh dunia memainkan olahraga ini. Menurut Sindhu dkk

BAB 1 PERMAINAN BOLA BESAR

Journal of Sport Sciences and Fitness

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

KONTRIBUSI DAYA LEDAK TUNGKAI DAN KEKUATAN OTOT PERUT TERHADAP KEMAMPUAN MENYUNDUL BOLA DALAM PERMAINAN SEPAK BOLA PADA SMP NEGERI 24 SAMARINDA

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat untuk menjaga kondisi fisik agar tetap fit dan bisa bekerja lebih baik.

II. TINJAUAN PUSTAKA. digunakan untuk saat tertentu. Dalam segala hal, keberhasilan tim tergantung

BAB I PENDAHULUAN. tanah air, dari anak-anak, dewasa, dan orang tua, pria, maupun wanita. Hakekat sepakbola menurut Sucipto (1999:7) bahwa.

Sepakbola. Oleh: Rano Sulisto,S.Pd.

BAB I PENDAHULUAN. Aji Rasa Kurniawan, 2014 HUBUNGAN ANTARA KOORDINASI MATA-KAKI DENGAN HASIL SHOOTING 8 METER CABANG OLAHRAGA FUTSAL

BAB I PENDAHULUAN. Sepakbola adalah salah satu cabang olahraga yang masuk ke dalam

I. PENDAHULUAN. regu yang masing-masing regu terdiri dari sebelas orang pemain yang. dan mempertahankan gawangnya jangan sampai kemasukan,

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS

I. PENDAHULUAN. masing-masing regu terdiri dari sebelas orang pemain, yang lazim disebut. sebanyak-banyaknya ke dalam gawang lawan dan mempertahankan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Sepak bola merupakan salah satu cabang olahraga populer di dunia

BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Sepakbola adalah permainan beregu, masing-masing regu terdiri dari

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN Hakikat Menendang Bola dengan kaki bagian dalam

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. badan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Manusia sadar dengan

BAB II KAJIAN TEORITIS. Sepak bola merupakan olahraga yang paling terkenal di dunia. Lebih dari 200 juta orang

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS

I. PENDAHULUAN. Sepakbola merupakan salah satu cabang olahraga permainan yang banyak

II. TINJAUAN PUSTAKA. kelompok yang berlawanan yang masing-masing terdiri atas sebelas pemain.

BAB II KAJIAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS. dikembangkan dan ditingkatkan melalui latihan-latihan yang mengarah pada hasil

ANALISIS KONDISI FISIK PEMAIN SEPAK BOLA KLUB PERSEPU UPGRIS TAHUN 2016

BAB I PENDAHULUAN. pembelajaran. Hal ini sejalan dengan filosofi yang mendasari pendidikan jasmani,

BAB I PENDAHULUAN. digemari oleh sebagian besar manusia yang ada di bumi ini. Sepak bola. akan tetapi dituntut suatu prestasi yang optimal.

BAB I PENDAHULUAN. manusia. Tujuan dari olahraga adalah untuk pendidikan, rekreasi, dan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Latihan Kekuatan Otot Tubuh Bagian Atas

II. TINJAUAN PUSTAKA. mempertahankan gawangnya sendiri agar tidak kemasukan (Sarumpaet. A.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Sepakbola merupakan cabang olahraga yang sudah memasyarakat, dan

I. PENDAHULUAN. kegiatan olahraga ditempuh melalui tiga pilar, yaitu olahraga pendidikan, olahraga

BAB II KAJIAN PUSTAKA Passing dan Ketepatan Tembakan Sepak Bola

dikehendaki sesuai dengan rencana.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS. dilaksanakan agar dapat tercapai dengan baik maka diperlukan landasan teori

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

I. PENDAHULUAN. Sepakbola adalah salah satu cabang olahraga yang sangat digemari. masyarakat, di desa maupun di kota sering kali dijumpai orang yang

BAB I PENDAHULUAN. sistem pendidikan nasional, (Depdiknas, 2003: 30). Karanggambas sesuai silabus adalah: atletik, senam, renang, kesehatan dan

GAMBARAN KETERAMPILAN SHOOTING DAN PASSING SISWA SEKOLAH SEPAK BOLA (SSB) TALAWI PUTRA USIA DI BAWAH 17 TAHUN KECAMATAN TALAWI KOTA SAWAHLUNTO JURNAL

BAB I PENDAHULUAN. dunia. Permainan sepak bola sangat membutuhkan kemampuan fisik dan taktik yang

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana

BAB I PENDAHULUAN. digemari oleh kalangan remaja pada saat ini. Dalam permainan sepakbola

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN. dimiliki oleh seorang ketika mengontrol bola menggelinding dengan kontrol kaki bagian

KONTRIBUSI ANTARA POWER OTOT LENGAN DAN KELENTUKAN TOGOK TERHADAP KEMAMPUAN MELEMPAR BOLA (THROW-IN) PADA KLUB SEPAKBOLA PERSAS SABANG TAHUN 2011

I. PENDAHULUAN. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi berdampak besar pada perkembangan

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan sepakbola ini para remaja banyak mendapat manfaat, baik dalam

BAB I PENDAHULUAN. Hakekat olahraga merupakan kegiatan fisik yang mengandung sifat

PENGARUH LATIHAN FOOT SPEED LADDER DRILLS TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN MENGGIRING BOLA PADA CABANG OLAHRAGA SEPAK BOLA BAB 1 PENDAHULUAN

BAB II LANDASAN TEORI. A. Tinjauan Pustaka

KONTRIBUSI POWER OTOT TUNGKAI, KEKUATAN OTOT PERUT, DAN KELENTUKAN TERHADAP HASIL HEADING. Jurnal. Oleh. Heru Setiawan

BAB II KAJIAN TEORETIS DAN HIPOTESIS. masing regu terdiri dari sebelas orang pemain termasuk penjaga gawang. Hampir

Belitung. Hasil ini dapat dipergunakan untuk : pembinaan usia dini terutama pada KU tahun.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan permainan sepakbola saat ini sangat pesat sekali, hal ini bisa

PERBEDAAN KETEPATAN TENDANGAN MENGGUNAKAN KAKI BAGIAN DALAM DAN PUNGGUNG KAKI PENUH PADA PESERTA UKM SEPAKBOLA UNY SKRIPSI

I. PENDAHULUAN. Sepakbola adalah suatu cabang olahraga permainan yang populer dan. sangat digemari oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia, baik tua

BAB I PENDAHULUAN. Moch.Vichi Fadhli Rachman, 2015 PENGARUH LATIHAN UMPAN KOMBINASI TERHADAP DOMINASI BALL POSSESSION DALAM CABANG OLAHRAGA SEPAK BOLA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) UNIVERSITAS NUSANTARA PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA UNP KEDIRI 2015

BAB II KAJIAN TEORI KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS. digemari oleh seluruh lapisan masyarakat di seluruh dunia. Eric C.

BAB 1 PENDAHULUAN.

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan kita terus menerus dimanjakan dengan segala sesuatu yang otomatis. bersenyawa dengan hidup manusia (Depdiknas, 2007).

BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS. dan kemantapan mental setiap pemainya. Ahmadi (2007: 33)

TINJAUAN PUSTAKA. Sedangkan unsur kondisi fisik khusus mencakup stamina, daya ledak,

Transkripsi:

6 BAB II KAJIAN TEORI, KERANGKA BERFIKIR DAN HIPOTESIS/ 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Hakekat Heading Dalam Permainan Sepak Bola Sepak bola merupakan permainan yang dimainkan oleh dua regu yang masing-masing regu terdiri dari sebelas orang pemain. Ini lazim disebut sebagai kesebelasan. Pada masing-masing regu atau kesebelasan berusaha mamasukkan bola sebanyak-banyaknya ke dalam gawang lawan dan mempertahankan gawangnya sendiri agar tidak kemasukan. Karakteristik permainan ini terletak pada pengolaan bola dimana bola harus dimainkan oleh tungkai atau anggota tubuh lain kecuali lengan namun ini tidak berlaku bagi penjaga gawang. Kepala adalah salah satu bagian tubuh yang dapat dipergunakan untuk permainan sepak bola, sehingga dalam keadaan tertentu penggunaan anggota tubuh (kepala) dapat digunakan untuk permainan sepak bola. Jadi sepak bola merupakan salah satu cabang olahraga yaitu suatu permainan dengan bola yang ditendang dengan menggunakan kaki yang memerlukan fisik, teknik, taktik, dan mental didalam memainkannya. Macammacam teknik dasar dalam permainan sepak bola yaitu teknik menggiring bola, teknik gerak tipu dengan bola, teknik merampas, teknik khusus penjaga gawang, dan teknik menyundul bola (heading). Menyundul bola (heading) adalah salah satu teknik dasar dalam permainan sepak bola yang merupakan paling sulit, oleh karena itu penting dikuasai oleh

7 setiap pemain, karena sangat banyak kegunaannya baik pada saat latihan maupun pertandingan. Adapun cara menyundul bola adalah sebagai berikut : 1. Kedua kaki dan agak ditekuk sesuai datangnya bola. 2. Pinggang ke depan, sehingga badan bagian atas agak condong kebelakang. 3. Kepala agak mendongkak ke atas, pandangan ke bola. 4. Perkenaan bola pada jidat (kop). Sundul bola lurus ke atas dengan leher mengunci. 5. Gerakan elastic, saat bola datang disonsong dengan meluruskan lutut yang sebelumnya ditekuk agak dalam, hal ini diikuti oleh gerakan keseluruhan, gerakan tidak ditahan. 6. Saat perkenaan bola, mata tidak boleh terpejam, karena hal ini mengakibatkan gerakan kaku (Agustian, 2012 : 20). Menyundul bola merupakan salah satu teknik dasar sepak bola yang menuntut skiil yang tinggi untuk memenangkan bola-bola lambung di atas kepala, baik mengoperkan bola atau mencetak gol ke gawang lawan. Menyundul bola dapat dilakukan dengan sikap berdiri dengan kaki di atas tanah atau sambil melompat ke udara. Sikap sikap manapun di lakukan,tergantung pada situasi dan kondisi lapangan permainan. Cara yang paling baik untuk meningkatkan keterampilan dalam melakukan heading adalah dengan meningkatkan kemampuan meloncat. Heading juga biasanya digunakan untuk memberi umpan kepada teman atau untuk membuat gol (Riadi, 2012).

8 Dalam sepak bola, teknik sundulan sangatlah penting. Sundulan dapat di gunakan pada saat bola berada di atas sundulan dapat di gunakan untuk memberi umpan atau membuat gol. Dasar-dasar yang harus di lakukan agar dapat melakukan heading dengan baik adalah sebagai berikut : 1. Sundulan dilakukan dengan seluruh badan, 2. Otot leher di tegangkan dan leher di tarik, 3. Bola harus mengenai dahi, 4. Mata mengikuti bola (Budi Sutrisno, Mohammad Bazin Khafadi, 2010 : 5). Faktor-faktor penting yang harus diperhatikan dalam menyundul bola antara lain : (1) Mata tidak boleh di pejamkan tetapi harus terbuka dan mengikuti arah datangnya bola, (2) Bola yang datang di sundul dengan dahi, dan (3) Waktu menyundul bola harus diikuti oleh gerakan seluruh tubuh,baik kepala,badan,pinggang,-pinggul kedua lengan maupun kaki. Para pemain harus sering menyundul bola dengan kuat ke atas dan menjahui daerah pinalti. Ketika seorang pemain menghalang bola dari daerah berbahaya,haruslah menyundul bola jauh-jauh dan dengan cukup tinggi. Di dalam pelaksanaan teknik menyundul bola dapat dilakukan dengan cara berdiri di tempat,dan dapat di lakukan sambil melompat sedangkan perkenaan bolanya dengan dahi bagian tengah,bagian dahi samping kiri maupun kanan. Menyundul bola dengan dahi berartii mempunyai kemungkinan dengan baikbagi pemain untuk mengamati bola dalam permainan, dahi mempunyai daerah yang relatif luas sehinggga ketepatan biasa di pertanggung jawabkan, juga tidakn akan merasa sakit. Untuk menjaga keseimbangan badan maka kedua tangan di rentangkan dan yang terpenting kedua mata harus tetap terbuka. Untuk menjadi pemain sepak

9 bola yang sempurna, Anda harus mengembangkan kemampuan heading yang baik (Joseph A. Luxbacher, 2011 : 87). Menyundul bola dapat di gunakan untuk mengoper, menembak ke gawang dan untuk bertahan. Permainan yang baik akan tercipta bila selalu di mainkan rendah, namun taktik penyerangan dengan memainkan bola tinggi dapat juga memperoleh hasil yang baik. Pemain-pemaintidak akan dapat menghindari bermain tanpa menyundul bola. Pemain belakang harus ahli dalam hal menyundulbola, bila lawan menggunakan umpan tinggi. Persyaratan utama dalam heading ialah harus di atur ketinggian dan jarak yang secepat mungkin, terutama dalam mempertahankan diri terhadap penyerang (Batty,2008 : 111). Sepak bola adalah satu-satunya permainan dimana permainan menggunakan kepala untuk menyundul bola. Pemain menggunakan jump header (melompat ke atas untuk menyundul bola) untuk mengoper bola pada rekannya, untuk mencetak gol ke gawang lawan dan untuk membuang bola (Abdul Rohim,2008 : 24). 2.1.2 Dasar Teknik Heading Menyundul bola merupakan gerakan dari seluruh tubuh, oleh karena itu yang perlu diperhatikan dalam menyundul bola adalah penggunaan dari sekelompok otot-otot besar dari tubuh. Otot-otot leher ditegangkan, melecutkan togok badan dan dahi merupakan bagian kepala yang kontak dengan bola. Menurut anatomi, dahi itu daerah paling menguntungkan untuk menyundul bola. Untuk menjaga keseimbangan badan, maka kedua tangan direntangkan dan yang paling penting mata harus terbuka agar dapat mengawasi bola (Kholik, 2012:25).

10 2.1.3 Metode Dalam Melakukan Heading a. Menyundul Bola Dengan Sikap Berdiri Pemain dapat mengambil sikap kaki muka belakang atau kedua kaki sejajar, sedang kedua lutut ditekuk. Selama bola melambung mendekatinya, pemain melakukan persiapan gerakan dengan cara mencondongkan badan kebelakang. Berat badan diletakkan pada kaki yang belakang dan lutut ditekuk lebih dalam. Sundulan dimulai dengan gerakan lecutan ke depan dari bagian atas badan dan dengan gerakan lecutan ke depan dari bagian atas badan dan dengan meluruskan kaki yang depan, sampai pemain hanya berdiri pada ujung sepatunya. Kedua tangan diayunkan berlawanan dengan gerakan badan untuk menambah kekuatan (Holik, 2012:26). Menyundul bola yang dilakukan cara berdiri diperlukan aspek kekuatan otot perut yang dikoordinasikan dengan daya ledak otot tungkai sebagai upaya persiapan pelaksanan sundulan, dimana daya ledak otot tungkai akan memberikan manfaat dalam melakukan sundulan (Huda, 2012 ). b. Menyundul Bola Dengan Awalan Pada dasarnya pelaksanaan sama dengan menyundul bola ditempat. Persiapan gerakan dilakukan selama langkah terakhir sebelum kontak dengan bola, ialah ketika kaki yang di belakang menyentuh tanah. Kaki yang lain menyusul menyentuh tanah selama ayunan badan ke depan. Tetapi persiapan gerakannya tidak secermat seperti menyundul bola dalam sikap berdiri (Holik,2012:27).

11 c. Menyundul Bola Dengan Melompat Menyundul bola dengan melompat dapat dilakukan dari berbagai sikap. Biasanya tolakan dari sikap berdiri di tempat dilakukan dengan kedua kaki, sedang menyundul dengan awalan dilakukan dengan tolakan satu kaki. Untuk menyundul bola dengan melompat dapat dilakukan dengan dua tahap, yaitu tahap melompat dan tahap menyundul. Selama tahap melompat, gerakan persiapan badan bagian atas dilakukan. Apabila lompatan mencapai titik tertinggi, maka tahap kedua dijalankan, gerakan menyundul bola. Sundulan kepala pada saat lompatan mencapai titik tertinggi menyebabkan pemain lebih baik pengamatannya karena kekuatan ke atas sudah tidak ada (Holik, 2012:28). Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa untuk melakukan gerakan heading sangatlah tergantung pada gerakan keseluruhan tubuh. Otot-otot besar perut memberikan peran yang penting terlaksananya gerakan tersebut demikian juga dengan kekuatan otot perut serta teknik-teknik melakukan heading, saling berhubungan satu sama lainnya. 2.1.4 Hakekat Kekuatan Otot Perut Di dalam olahraga kompetisi, kekuatan merupakan salah satu unsur kemampuan gerak sebagai fundamen dominan untuk mencapai prestasi prima. Kekuatan otot adalah kekuatan yang sangat yang sangat penting guna meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan. Hal ini disebabkan : I. Kekuatan merupakan daya penggerak setiap aktifitasfisik. 2. Kekuatan memegang peranan yang penting dalam melindungi atlet atau orang dari kemungkinan cedera.

12 Kekuatan otot adalah kemampuan otot-otot untuk menggunakan tenaga maksimal atau mendekati maksimal untuk mengangkat beban (Budi Sutrisno,Muhammad Bazin Khafadi,( 2010 : 138). Otot merupakan salah satu alat penggerak dalam kita melakukan aktifitas oleh karena itu kekuatan adalah komponen kondisi fisik seorang tentang kemampuan dalam mempergunakan otot untuk menerima beban sewaktu bekerja maksimal. Otot-otot tubuh manusia bekerja secara berpasangan Sebuah otot berkonraksi dan menarik tulang yang berhubungan dengannya (Rohana Kusumawati,2010 : 5). Selain itu juga otot merupakan alat gerak aktif karena kemampuan berkontraksi dan memanjang relaksasi,kontraksi otot terjadi jika otot sedang melakukan kegiatan,sedangkan relaksasi otot terjadi jika otot sedang melakukan beristirahat, Otot tersusun atas dua filamen dasar yaitu filamen aktin dan filament miosin. Filamen ini menyusun miofibril menyusun serabut otot menyusun satu otot. Muhajir (2005:96) dalam Huda (2012:71) Mengemukakan tentang kekuatan bahwa Kekuatan adalah kemampuan otot untuk melakukan kontraksi guna membangkitkan ketegangan terhadap suatu tahanan. Otot-otot adalah bagian penting dari tubuh kita bahwa orang-orang mengagumi karena berbagai alasan. Atlet melatih kekuatan mereka untuk menjadi sukses, Sedangkan pembangun tubuh mendedikasikan hidup mereka untuk membangun otot-otot mereka besar dan kuat. Untuk memiliki daya tahan atau ketahanan otot yang baik. Latihan ketahanan otot dapat di lakukan dengan cara mengangkat kedua kaki dari sikap duduk lebih kurang 10 cm dari lantai dan di

13 tahan lebih kurang 30 detik. Latihan ini untuk melatih kekuatan otot perut (Dwi Sarjiyanto, Sujarwadi, 2010 : 137). Latihan kekuatan otot adalah kemampuan untuk membangkitkan tegangan terhadap suatu tahanan atau kemampuan otot untuk menerima beban sewaktu bekerja. Dari pengertian tersebut kekuatan otot merupakan komponen yang sangat penting untuk peningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan. Kekuatan otot di definisikan sebagai tegangan yang dapat di gerakan oleh otot-otot atau sekelompok otot terhadap beban atau tahanan dengan sekali usaha secara maksimal. Kekuatan (strenght) adalah kemampuan otot skeletal tubuh untuk melakukan kontraksi atau tegangan maksimal dalam menerima beban sewaktu melakukan aktivitas dengan demikian kuatnya seorang atau atlet dalam melakukan aktivitas sangatlah di tentukan oleh kemampuan otot-otot. Daya tahan otot adalah kemampuan sekelompok otot untuk melakukan serangkaian aktivitas kerja dalam jangka waktu tertentu, Mohammad Ali mashar, Dwinarhayu (2010:57). Dari beberapa pendapat di atas dapat di katakan bahwa otot yang kuat mampu melakukan gerak yang efisien. Dalam kaitanya dengan teknik dasar permainan sepak bola seperti heading atau sundulan bola, maka salah satu otot berperan dalam melakukan gerakan tersebut adalah otot perut. Sehingga dapat di simpulkan bahwa dengan adanya kekuatan otot perut seorang atlet akan lebih maksimal dalam melakukan heading tersebut.

14 Selain itu dengan adanya kekuatan otot perut atlet akan lebih mudah melakukan teknik operan melalui heading ketika posisi teman berada dalam jarak yang jauh. Bahkan bola akan lebih keras bila di arahkan ke gawang lawan. Sehinggga bola tersebut akan sulit di antisipasi dan kemungkinan terjadi gol. 2.1.5 Hubungan Kekuatan Otot Perut Dengan Kemampuan Melakukan Heading Permainan sepak bola merupakan permainan beregu yang memerlukan dasar kerja sama antara sesama anggota regu, sebagai salah satu ciri khas dari permainan sepak bola. Teknik-teknik dasar dalam permainan sepak bola ada beberapa macam, seperti mengumpan, menendang, mengiring, mengontrol bola dan menyundul (heading). Untuk dapat menghasilkan permainan sepak bola yang optimal, maka seorang pemain harus menguasai teknik-teknik dalam permainan. Teknik dasar permainan sepak bola adalah merupakan kemampuan untuk melakukan gerakan-gerakan atau mengerjakan sesuatu yang terlepas sama sekali dari permainan sepak bola. Disamping itu ketepatan dalam heading (menyundul) sangat di butuhkan untuk memasukan gol yang spektakuler. Kecepatan adalah kemampuan untuk melakukan gerakan-gerakan yang sejenis secara berturut-turut dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Berorientasi pada berbagai macam teknik dasar yang digunakan dalam permainan sepakbola, menyundul bola adalah suatu teknik yang sangat penting dalam permainan. Pemain bola harus mahir menyundul bola

15 dengan berbagai cara, sebab menyundul bola merupakan keterampilan khas sepakbola. Menyundul bola merupakan salah satu aspek teknik penting dalam permainan sepakbola, hal ini tercermin dari gol yang tecipta ke gawang lawan sebagai hasil dari sundulan kepala pemain yang menyerang. Sebaliknya untuk permain bertahan kepala keterampilan menyundul bola sangat dibutuhkan dalam menghalau serangan melalui udara. Kemampuan menyundul bola dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti posisi berdiri, cara sambil terbang (melayang), cara sambil meloncat (jump header) yaitu meloncat ke atas untuk menyundul bola. Teknik menyundul sambil meloncat (Jump header) dapat dilakukan dalam keadaan bola melambung di atas kepala. Pelaksanaan menyundul bola membutuhkan adanya koordinasi yang tepat antara 1) gerakan, 2) waktu lompatan yang tepat, dan 3) kekuatan (Luxbacher Josep A, dalam Huda. 2012). Permainan sepak bola, meskipun diperlukan kelincahan, kelentukan, kecepatan, keseimbangan koordinasi, dan sebagainya. Akan tetapi kondisi fisik tersebut tetap harus ditunjang faktor kekuatan untuk dapat memperoleh kemampuan maksimal dalam gerakan keterampilan sepak bola yang dilakukan. Kekuatan otot sebagai kemampuan otot atau sekelompok otot untuk mengatasi tahanan dalam menjalankan aktivitatas fisik. Dalam melakukan heading yang jauh, kekuatan otot perut diperlukan untuk mendapatkan ruang gerak yang lebih luas terhadap bola yang diheading sehingga dapat meluncur lebih jauh. Dengan kekuatan otot perut sebagai pusat tenaga akan menghasilkan heading yang lebih jauh dibanding dengan otot perut yang kurang kuat.

16 Kekuatan otot perut dapat memberikan akselerasi untuk menunjang kemampuan dalam olahraga. Oleh karena kekuatan merupakan komponen kondisi fisik yang sangat penting guna menunjang komponen-komponen fisik lainnya. Kekuatan otot perut merupakan salah aspek yang diperlukan dalam melakukan heading, dimana kekuatan otot perut akan memberikan manfaat dalam melakukan sundulan. Kekuatan otot perut merupakan kesatuan gerak yang penting dalam menunjang pelaksanaan sundulan, sehingga mampu menghasilkan unjuk kerja yang maksimal. 2.2 Kerangka Berpikir Upaya meningkatkan prestasi bermain sepak bola khusnya dalam teknik melakukan heading atau menyundul bola, di mana praktek olahraga atau latihan pada umumnya melibatkan berbagai metode latihan. Kemampuan menyundul bola seorang pemain tergantung dari beberapa faktor seperti : disiplin, kemampuan penguasaan teknik, taktik, persiapan mental, dan kemampuan fisik. Diantara faktor-faktor tersebut, faktor yang paling utama untuk mendukung peningkatan prestasi adalah kemampuan teknik bermain sepak bola. Khususnya teknik heading atau menyundul bola. Heading merupakan salah satu teknik dasar dalam permainan sepak bola yang banyak manfaatnya, seperti memasukan bola kegawang lawan. Untuk memberikan umpan atau operan terhadap kawan serta membebaskan serangan lawan di daerah pertahanan.

17 Selain itu dalam memainkan bola, bola tersebut tidaklah selalu rendah atau di mainkan dari kaki ke kaki tetapi sering kali bola yang tinggi perlu di antisipasi dengan heading. Oleh karena itu, untuk dapat melakukan heading yang efektif, maka otot-otot tubuh sebagai alat gerak melakukan heading sangatlah berperan aktif. Salah satu otot yang turut memberikan kontribusi dalam usaha melakukan heading adalah otot perut, sehingga dengan adanya kekuatan otot perut yang maksimal, bola yang di arahkan baik untuk memberikan operan yang jauh terhadap kawan akan mampu dilakukan serta bola akan lebih cepat dan keras sehingga akan menyulitkan untuk antisipasi oleh penjaga gawang lawan dan memungkinkan terjadinya gol. Dari uraian-uraian di atas, dapat di simpulkan bahwa dengan kekuatan otot perut yang baik akan mendukung kemampuan bermain sepak bola khususnya heading atau menyundul bola, Dengan demikian penulis berasumsi, kekuatan otot perut mempunyai hubungan yang siknifikan dengan kemampuan melakukan heading atau menyundul bola. 2.3 Hipotesis Berdasarkan pada kajian teori dan kerangka berfikir yang telah di kemukakan di atas, maka dapat di rumuskan hipotesis dalam penelitian ini sebagai berikut: terdapat hubungan antara kekuatan otot perut dengan kemampuan melakukan heading dalam permainan sepak bola.