BAB 1 KONSEP DASAR EKONOMETRIKA

dokumen-dokumen yang mirip
KONSEP DASAR EKONOMETRIKA

BAB I. PENDAHULUAN. 1.1 Pengertian Ekonometrika. 1.2 Ekonometrika Merupakan Suatu Ilmu

Konsep Dasar Ekonometrika. Abdillah Mundir, SE, MM

PowerPoint Slides by Yana Rohmana Education University of Indonesian

EKONOMETRIKA DAN APLIKASI DALAM EKONOMI (Dilengkapi Aplikasi EVIEWS 7)

PENGENALAN EKONOMETRIKA

EVALUASI DAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR EKONOMETRIKA BERBASIS MASALAH

BAB 1 PENDAHULUAN Pengertian Ekonometrika.

BAB I PENDAHULUAN. Peramalan merupakan unsur yang penting dalam pengambilan keputusan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

EKONOMETRIKA PERTEMUAN KE 1

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 2 LANDASAN TEORI

Dengan mengucap puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,

BAB I PENDAHULUAN. Inflasi yang terjadi di Indonesia telah menyebabkan perekonomian baik yang

BAB III METODE PENELITIAN Jenis Data dan Metode Pengumpulan Data. merupakan data sekunder yang bersumber dari data yang dipublikasi oleh

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Siti Nurhayati Basuki, 2013

BAB 2 LANDASAN TEORI. berarti ramalan atau taksiran pertama kali diperkenalkan Sir Francis Galton pada

BAB 2 LANDASAN TEORI. disebut dengan bermacam-macam istilah: variabel penjelas, variabel

ANALISIS PENGARUH KURS RUPIAH TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN MENGGUNAKAN DISTRIBUTED LAG MODEL

BAB I PENDAHULUAN. bidang kehidupan sehari-hari, baik di bidang ekonomi, psikologi, sosial,

BAB IV METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini, jenis disain penelitian yang adalah kausalitas. Kausalitas

METODE ANALISIS HARGA PANGAN 1

BAB 2 LANDASAN TEORI. disebut dengan bermacam-macam istilah: variabel penjelas, variabel

BAB III ERROR CORRECTION MODEL (ECM) Suatu analisis yang biasa dipakai dalam ekonometrika adalah analisis

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. statistik. Penelitian ini mengukur pengaruh pembalikan modal, defisit neraca

BAB 2 LANDASAN TEORI. 1. Analisis regresi linier sederhana 2. Analisis regresi linier berganda. Universitas Sumatera Utara

BAB 1 PENDAHULUAN. adalah di bidang ekonometrika. Ekonometrika merupakan bidang ilmu ekonomi yang

BAB 2 LANDASAN TEORI

ANALISIS PENGARUH KURS RUPIAH TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN MENGGUNAKAN DISTRIBUTED LAG MODEL SKRIPSI

What is Ekonometrics?

Kata Kunci: Analisis Regresi Linier, Penduga OLS, Penduga GLS, Autokorelasi, Regresor Bersifat Stokastik

PROSIDING SEMINAR NASIONAL STATISTIKA UNIVERSITAS DIPONEGORO 2013 ISBN:

METODE PENELITIAN. Selang periode runtun waktu. Bulanan Tahun Dasar PDB Triwulanan Miliar rupiah. M2 Bulanan Persentase

Magister Manajemen Univ. Muhammadiyah Yogyakarta

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini membahas tentang pengaruh inflasi, kurs, dan suku bunga kredit

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Pencarian data dilakukan melalui riset perpustakaan (library research)

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu masalah pokok yang dihadapi Bangsa dan Negara Indonesia

METODE PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang

METODE PENELITIAN. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah IHSG, DJIA, WTI,

BAB 2 LANDASAN TEORI. mengetahui pola hubungan antara dua atau lebih variabel. Istilah regresi yang

BAB 2 LANDASAN TEORI. berkenaan dengan studi ketergantungan dari suatu varibel yaitu variabel tak bebas (dependent

BAB III METODE PENELITIAN. kegunaan tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada

SENSITIFITAS MODEL GARCH UNTUK MENGATASI HETEROKEDASTIK PADA DATA DERET WAKTU

BAB 2 LANDASAN TEORI. regresi adalah sebuah teknik statistik untuk membuat model dan menyelediki

Groebner, Mark, (2009). Business Statistics: A Decision- Making Approach, 7e 2008 Prentice-Hall, Inc.

METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang

RESUME JURNAL ABSTRAKSI PENDAHULUAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. model struktural adalah nilai PDRB, investasi Kota Tangerang, jumlah tenaga kerja,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. berbentuk time series selama periode waktu di Sumatera Barat

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

II. TINJAUAN PUSTAKA. Dalam proses penelitian untuk mengkaji karakteristik penduga GMM pada data

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

STUDI KAUSALITAS GRANGER ANTARA NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP USD DAN AUD MENGGUNAKAN ANALISIS VAR

Ekonometrika (Suatu Pengenalan)

Bab IV. Metode dan Model Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Magister Manajemen Univ. Muhammadiyah Yogyakarta

BAB 2 LANDASAN TEORI

III. METODE PENELITIAN

BAB 2 LANDASAN TEORI. digunakan sebagai konsep statistik pada tahun 1877 oleh Sir Francis Galton. Dia

BAB 2 LANDASAN TEORI. Analisis regresi merupakan bentuk analisis hubungan antara variabel prediktor

BAB I PENGANTAR MATEMATIKA EKONOMI

BAB II METODE ANALISIS DATA. memerlukan lebih dari satu variabel dalam membentuk suatu model regresi.

BAB I PENDAHULUAN. untuk menjual, menahan, atau membeli saham dengan menggunakan indeks

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Regresi pertama kali digunakan sebagi konsep statistika pada tahun 1877 oleh sir Francis Galton.

Peramalan (Forecasting)

ANALISIS PERMINTAAN LISTRIK RUMAH TANGGA (R1-900 VA) DI KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN

METODE REGRESI DATA PANEL UNTUK PERAMALAN KONSUMSI ENERGI DI INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan merupakan alat yang digunakan untuk mencapai. tujuan bangsa dan pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator

PENGGUNAAN REGRESI AKAR LATEN UNTUK MEMPREDIKSI PENJUALAN MOBIL DI AMERIKA SERIKAT TAHUN

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Pendahuluan. Universitas Sumatera Utara

Anis Nur Aini, Sugiyanto, dan Siswanto Program Studi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret Surakarta

BAB II TEORI DAN PERUMUSAN HIPOTESIS

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III METODE FULL INFORMATION MAXIMUM LIKELIHOOD (FIML)

BAB III MODEL REGRESI DATA PANEL. Pada bab ini akan dikemukakan dua pendekatan dari model regresi data

BAB I PENDAHULUAN. nasional dimana keadaan ekonominya mula-mula relatif statis selama jangka

METODE PENELITIAN. keperluan tertentu. Jenis data ada 4 yaitu data NPL Bank BUMN, data inflasi, data

BAB I PENDAHULUAN. Peramalan merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam

TESIS PIHAK CORRECTION PROGRAM

PRINCIPAL COVARIATE REGRESSION PADA DATA RUNTUN WAKTU

Ekonometri. Modul 1 PENDAHULUAN

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Laporan Kebijakan Moneter, Laporan Perekonomian Indonesia, Badan Pusat

PEMODELAN LAJU INFLASI DI PROVINSI JAWA TENGAH MENGGUNAKAN REGRESI DATA PANEL

MODEL DINAMIS PREDIKSI HARGA SAHAM PERUSAHAAN DI BURSA EFEK INDONESIA (STUDI KASUS SEKTOR PERTANIAN, SEKTOR PERTAMBANGAN, DAN SEKTOR INDUSTRI DASAR)

BAB I PENDAHULUAN. Peramalan keadaan pada suatu waktu merupakan hal penting. Hal itu

Oleh: Hendry Wijaya, SE., M.Si.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

REGRESI LINIER BERGANDA

BAB III METODE PENELITIAN

Transkripsi:

BAB 1 KONSEP DASAR EKONOMETRIKA A. DEFINISI EKONOMETRIKA Ekonometika sebagai suatu hasil dari suatu hasil tinjauan tertentu tentang peran ilmu ekonomi, mencakup aplikasi statistic matematik atas data ekonomi guna memberikan dukungan empiris terhadap model yang disusun berdasarkan matematika ekonomi serta memperoleh hasil berupa angka-angka. Salah satu bagian paling penting dari ekonometri adalah analisis regresi. Analisis ini digunakan untuk mengetahui kaitan antara satu variabel dengan variabel yang lain. Berdasarkan data yang digunakan, ekonometri dibagi menjadi tiga analisis, yaitu analisis runtun waktu (time series), antar-wilayah (cross section), dan analisis data panel. Analisis runtun waktu menjelaskan mengenai perilaku suatu variabel sepanjang beberapa waktu berturut-turut, berbeda dengan analisis antar-wilayah yang menjelaskan antara beberapa daerah dalam satu waktu tertentu (snapshot). Sementara itu analisis data panel menggabungkan antara data runtun waktu dengan data antar-wilayah. Dalam definisi yang sederhana, ekonometrika adalah suatu aplikasi dari metode statistika pada ekonomi. Namun, tidak seperti pada ilmu statistika, yang hanya terfokus kepada data statistik, ilmu ekonometrika merupakan gabungan dari teori ekonomi, matematika, dan statistika. Istilah ekonometrika pertama kali diperkenalkan oleh Ragnar Frisch (1933), seorang pakar ekonomi dan statistika berkebangsaan Norwegia. Ia menjelaskan definisi Ekonometrika 1

ekonometrika sebagai berikut: Terdapat banyak metode kuantitatif sewaktu menganalisis ilmu ekonomi, tetapi tiada satu pun di antara metode kuantitatif tersebut dapat berdiri sendiri tanpa bantuan dari yang lain untuk menerangkan ekonometrika. Oleh karena itu, ketiga faktor yaitu teori ekonomi, matematika dan statistika sama-sama penting untuk menerangkan hubungan kuantitatif dalam mempelajari ilmu ekonomi. Definisi Ekonometrika dari para ahli adalah sebagai berikut: a. Damodar Gujarati (1983:60), Ekonometrika: Pengukuran ekonomi b. Gerhard Tintner, Ekonometrika adalah hasil dari suatu pandangan khusus atas peranan ilmu ekonomi, terdiri dari penerapan statistika matematik atas data ekonomi untuk memberi dukungan empiris untuk model yang disusun dengan ilmu ekonomi matematis dan untuk memperoleh hasil dalam angka (numerical results). c. Thad W. Mirer (1990:vii), Ekonometrika: Is designed for courses in economic statistics and introductory econometrics that aim to mix the development of technique with its application to real economic analysis. d. Wannacott (1989:240), Econometric is the measurement of the such causal relationship, either to show how the economic operates or to make predictions about the future. e. Syahrul (2000:150), Ekonometrika adalah penggunaan analisis komputer serta teknik pembuatan model untuk menjelaskan hubungan antara kekuatan-kekuatan ekonomi utama seperti ketenagakerjaan, modal, suku bunga, dan kebijakan pemerintah dalam pengertian matematis, kemudian menguji pengaruh dari perubahan dalam skenario ekonomi. f. Arthur S.Goldberger (1964.p.1), Ekonometrika adalah ilmu sosial yang menggunakan alat berupa teori ekonomi, matematika, dan Ekonometrika 2

statistika inferensi yang digunakan untuk menganalisis kejadian-kejadian ekonomi. g. J.Supranto (1983.p.6), Ekonometrika merupakan gabungan penggunaan matematik dan statistik untuk memecahkan persoalan ekonomi. h. Sugiyanto, Catur (1994, p.3), Ekonometri adalah suatu ilmu yang mengombinasikan teori ekonomi dengan statistik ekonomi dengan tujuan menyelidiki dukungan empiris dari hukum skematik yang dibangun oleh teori ekonomi. Dengan memanfaatkan ilmu ekonomi, matematik, dan statistik, ekonometri membuat hukum-hukum ekonomi teoritis tertentu menjadi nyata. i. Koutsoyiannis A. (1977), Econometrics is a combination of economic theory, mathematical economics, and statistics, but it is completely distinct from each one of these three branches of science. Berdasarkan beberapa pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ekonometrika merupakan cabang dari ilmu ekonomi dengan menggunakan dan menerapkan matematika dan statistika untuk memecahkan masalah-masalah ekonomi yang dibuat dalam suatu model ekonometrik yang kemudian diestimasi hasilnya dan diuji lagi kesesuaiannya dengan teori ekonomi yang sudah ada. Beberapa hal yang berkaitan dengan ekonometrika: 1. Ekonometrika merupakan suatu kombinasi ilmu ekonomi, matematika, dan statistika. 2. Ekonometrika digunakan untuk menganalisis fenomena-fenomena ekonomi. B. SEJARAH PERKEMBANGAN EKONOMETRIKA Ekonometrika 3

Metode kuantitatif dalam ilmu ekonomi sebenarnya telah lama dikembangkan sejak abad ke-18. Vilfredo Pareto (Paris, 15 Juli 1848 -Jenewa, 19 Agustus 1923) berkontribusi dalam menjelaskan distribusi pendapatan dan pilihan individu melalui pendekatan matematis yang berdasarkan atas teori ekonomi. Selain Pareto, Marie-Esprit-Léon Walras dari Perancis pada abad ke-18 mengembangkan teori keseimbangan umum yang menjelaskan mengenai aliran barang dan jasa dalam perekonomian. Pada awal tahun 1950-an ekonometri dikembangkan sebagai satu cabang sendiri dari ilmu ekonomi. Jan Tinbergen dari Belanda, yang kini namanya diabadikan sebagai salah satu institusi akademik besar di Eropa (Tinbergen Institute), merupakan salah tokoh utama yang mengembangkan ilmu ini. C. EKONOMETRIKA SAAT INI Saat ini ekonometri telah berkembang sedemikian pesat sehingga banyak jurnal ilmiah yang didedikasikan untuk ilmu ini, seperti Econometrica, Journal of Econometrics, Journal of Applied Econometrics, dan Journal of the Operational Research. Penggunaan ekonometri telah sedemikian luas sehingga hampir semua jurnal, tesis, disertasi, dan bahkan skripsi dalam ilmu ekonomi memakai ekonometri sebagai salah satu alat yang digunakan. Sementara itu dalam prakteknya, ekonometri terutama dipakai di bank sentral, oleh tim ekonomi pemerintah untuk melakukan perencanaan dan analisis kebijakan ekonomi, dan juga oleh dunia usaha untuk mengoptimalkan kinerja perusahaan. Selain di bidang moneter, ekonometri juga sudah banyak dipakai di berbagai bidang ekonomi yang lain dan juga bisnis dan manajemen, seperti mikroekonomi, marketing, dan finance. Ekonometrika 4

Di Indonesia, penerapan ekonometri masih terbatas dan pengembangan ilmu ini hanya pada lembaga/universitas tertentu saja. Dua dari sedikit akademisi di bidang ekonometri di Indonesia adalah Profesor Insukindro dari Universitas Gadjah Mada terutama berkat penerapan ekonometri untuk ekonomi moneter dan Dr. Ari Kuncoro dari Universitas Indonesia karena pekerjaannya di bidang mikroekonometri. D. TOKOH-TOKOH EKONOMETRIKA PERAIH NOBEL a. Jan Tinbergen dan Ragnar Anton Kittil Frisch mendapat Hadiah Nobel Ekonomi tahun 1969 (tahun pertama Hadiah Nobel Ekonomi diberikan) karena mengembangkan dan menerapkan model dinamik untuk analisis ekonomi. b. Lawrence Robert Klein, profesor ekonomi di University of Pennsylvania, mendapat Nobel tahun 1980 berkat pekerjaannya di pemodelan ekonomi melalui komputer. c. Trygve Magnus Haavelmo dihadiahi pada tahun 1989. Kontribusi utamanya pada artikel yang ia tulis tahun 1944 di jurnal Econometrica yang berjudul "The Probability Approach to Econometrics". d. Daniel Little McFadden dan James Joseph Heckman berbagi penghargaan untuk tahun 2000 untuk pekerjaannya di bidang mikroekonometri. McFadden mendirikan laboratorium ekonometri di University of California, Berkeley, Amerika Serikat. e. Robert Fry Engle dan Clive William John Granger pada tahun 2003 karena kontribusi mereka pada pengembangan analisis runtun waktu. Engle menjadi pionir metode autoregressive conditional heteroskedasticity (ARCH) sedangkan Granger atas metode kointegrasi. E. TUJUAN MEMPELAJARI EKONOMETRIKA Ekonometrika 5

Ekonometri memberikan muatan empiris (yaitu berdasarkan observasi atau eksperimen) terhadap hampir semua ilmu ekonomi. Jika dalam suatu studi atau eksperimen kita menemukan bahwa ketika harga satu unit barang/jasa naik sebesar satu dolar dan jumlah permintaan turun, katakanlah, 100 unit, maka kita bukan hanya menegaskan kaidah tentang permintaan, melainkandalam proses tersebut kita juga memberikan taksiran angka-angka mengenai hubungan antara kedua variable (harga dan jumlah permintaan atau kuantitas). Bagi mahasiswa jurusan Administrasi Niaga (Bisnis), Ekonomi Syariah, akuntansi dan manajemen, ada alasan pragmatis dalam mempelajari ekonometrika. Sesudah lulus, dalam melakukan pekerjaannya, mungkin saja mereka diminta untuk meramalkan penjualan, tingkat suku bunga, dan jumlah uang beredar atau menaksir fungsi permintaan dan penawaran ataupun elastisitas harga suatu produk. Pakar ekonomi sering diminta menjadi konsultan oleh lembaga legislasi pusat (DPR) maupun daerah (DPRD) untuk kepentingan klien mereka ataupun kepentingan sebagian besar masyarakat. Jadi, pakar ekonomi yang menjadi konsultan bagi komisi DPRD yang bertugas mengendlikan harga BBM dan listrik mungkin diminta untuk menilai dampak kenaikan harga yang diusulkan terhadap jumlah permintaan akan listrik sebelum komisi tersebut menyetujui kenaikan harga BBM dan listrik. Dalam situasi semacam ini, para ekonom mungkin perlu mengembangkan fungsi permintaan akan listrik, yang akan memungkinkannya untuk menaksir elastisitas harga atas permintaan ; dalam hal ini, persentase perubahan jumlah yang diminta untuk setiap persentase perubahan harga. Pengetahuan tentang ekonometrika akan sangat membantu di dalam menaksir fungsi permintaan semacam itu. Ekonometrika 6

F. METODOLOGI EKONOMETRIKA Sebagai ilmu yang tersendiri, ekonometrika pada umumnya dapat dibagi ke dalam dua kategori besar, yaitu: a. Ekonometrika teori (theoritical econometrics), yang berkaitan dengan pengembangan metode yang tepat untuk mengukur hubungan-hubungan ekonomi yang ditetapkan oleh model ekonometrika. Dalam pembahasannya lebih pada statistika matematis. Contohnya metode kuadrat terkecil (least square method) merupakan fokus dari ekonometrika teoritis yang menguraikan asumsi metode ini, sifat-sifatnya dan apa yang terjadi pada sifat-sifat ini jika satu atau lebih asumsi dalam metode ini tidak terpenuhi. b. Ekonometrika terapan (applied econometrics), yaitu menerapkan alat ekonometrika teoritis untuk mempelajari beberapa bidang khusus dalam ilmu ekonomi, seperti fungsi produksi, fungsi konsumsi dan lainnya. Pada umumnya, analisis ekonometrika mengikuti metodologi berikut. 1. Membuat pernyataan teori atau hipotesis; 2. Mengumpulkan data; 3. Menentukan model matematis dari teori tersebut; 4. Menentukan model statistic, atau ekonometri, dari teori tersebut; 5. Menaksir parameter-parameter dari model ekonometri yang dipilih; 6. Memeriksa kecocokan model: pengujian spesifikasi model; 7. Menguji hipotesis yang didasarkan dari model; 8. Menggunakan model untuk melakukan prediksi atau peramalan. Ekonometrika 7

G. EKONOMETRIKA DAN MATEMATIKA EKONOMI Matematika ekonomi menyatakan teori ekonomi dalam terminologi simbol matematis. Tidak ada perbedaan essensial antara matematika ekonomi dengan teori ekonomi. Masing - masing menyatakan hubungan yang sama, namun teori ekonomi menggunakan pernyataan verbal, sedangkan matematika ekonomi menggunakan simbol matematis. Masing-masing menyatakan hubungan ekonomi dalam bentuk eksak. Lebih dari itu, keduanya tidak menyajikan nilai numerik untuk koefisien dari setiap hubungan. Ekonometrika berbeda dari matematika ekonomi. Meskipun ekonometrika menyatakan hubungan ekonomi dalam bentuk matematis. Matematika ekonomi menyatakan hubungan secara eksak, sedangkan ekonometrika menyatakan hubungan yang tidak eksak. Metode ekonometrika didesain untuk memasukan perhitungan gangguan acak yang menciptakan deviasi dari pola perilaku eksak yang ditentukan oleh teori ekonomi dan matematika ekonomi. Lebih dari itu, Metode ekonometrika menyajikan nilai numerik koefisien dari suatu fenomena ekonomi. Sebagai contoh, teori ekonomi menyatakan bahwa permintaan sebuah produk yang dihadapi oleh kebutuhan dasar manusia adalah inelastis, menunjukkan bahwa produk tersebut tidak mempunyai substitusinya. Informasi ini sedikitnya membantu pembuat kebijakan, sebab koefisien dari elastisitas dapat menganggap beberapa nilai antara 0 dan 1. Ekonometrika dapat memberikan pendugaan dari elastisitas dan parameter lainnya dari teori ekonomi. H. EKONOMETRIKA DAN STATISTIK Ekonometrika 8

Ekonometrika berbeda dengan matematika statistik dan statistik ekonomi. Sebuah statistik ekonomi berperan dalam membangun data, merekamnya, mentabulasinya atau menggambarkannya, yang menggambarkan pola perkembangannya sepanjang waktu dan mungkin mendeteksi beberapa hubungan antara berbagai besaran ekonomi. Statistik ekonomi secara khusus menggambarkan aspek ekonomi. Statistik ekonomi tidak menyajikan penjelasan dari perkembangan berbagai variabel dan tidak menyajikan pengukuran dari parameter hubungan ekonomi. Ekonometrika menggunakan metode statistika setelah menyesuaikannya dengan masalah dari kehidupan ekonomi. Penyesuaian metode statistika ini disebut dengan metode ekonometrika. Secara terpisah, metode ekonometrika diadjust sehingga menjadi tepat untuk pengukuran hubungan ekonomi yang bersifat stokastik yang mencakup elemen acak. Penyesuaian terkait secara utama dalam menspesifikasi elemen acak itu yang dihadap dalam dunia nyata dan masuk ke dalam penentuan data yang diamati, kemudian terakhir dapat diinterpretasikan sebagai sampel acak yang mana metode statistika dapat diterapkan. I. EKONOMETRIKA SUATU ILMU Berdasarkan pada uraian dan ketentuan di atas, maka Ekonometrika merupakan campuran dari teori-teori ekonomi, ekonomi matematika, ekonomi dan statistika, serta campuran ekonomi dengan matematika dan statistika. Teori ekonomi menentukan pernyataan atau hipotesis yang pada hakekatnya harus lebih bersifat kuantitatif. Misalnya dalam ekonomi mikro dengan ketentuan barang lain tetap, pengurangan harga suatu komoditi diharapkan akan dapat meningkatkan kuantitas komoditi yang diminta. Jadi menurut hukum ekonomi Ekonometrika 9

terjadi hubungan yang terbalik antara harga dan kuantitas komoditi yang diminta. Akan tetapi, teori ekonomi sendiri tidak menyajikan pengukuran numerik, sampai seberapa jauh kuantitas suatu komoditi akan meningkat atau menurun karena perubahan harganya. Penomena tersebut di muka adalah tugas ekonometrika untuk menentukan nilai dan duga numeriknya. Haruslah dapat dibedakan antara ekonometrika yang berisikan hasil empirik dengan teori ekonomi secara umum. Peranan utama dari matematika ekonomi adalah mengekspresikan teori ekonomi dalam bentuk matematika seperti persamaan, tanpa memandang verifikasi pengukuran dan empirik dari teorinya. Seperti yang akan diuraikan, bahwa ekonometrika sering menggunakan persamaan matematika yang diajukan para ahli matematik ekonomi, tapi bentuk tersebut selanjutnya harus diuji secara empiris. Konversi dari matematika ke dalam persamaan ekonometrika menghendaki kejujuran ilmiah dan keterampilan praktis dalam memaknainya. Statistika ekonomi menyangkut tentang pengumpulan, pengolahan, dan pengujian data ekonomi dalam bentuk grafik atau tabel. Tugas ini merupakan bagian dari para ahli statistika ekonomi. Akan tetapi, para ahli statistika ekonomi tidaklah bertindak lebih jauh dengan mengumpulkan data tersebut untuk menguji teori ekonomi, dan tentu saja bagian tersebut harus merupakan tugas para ekonometrikan. Walaupun demikian matematik-statistika menyajikan banyak alat yang dapat dipergunakan dalam perdagangan. Para ekonometrikan seringkali menghendaki metode tertentu dalam membahas data ekonomi yang unik, misalkan karena data yang dihasilkan tidak Ekonometrika 10

merupakan hasil penelitian yang terkontrol. Ekonometrikan, seperti juga ahli klimatologi umumnya bergantung pada data yang tidak dapat dikontrol secara langsung. Misalnya data konsumsi, pendapatan, investasi, tabungan, harga, dan sebagainya, yang dikumpulkan dari masyarakat atau dan perusahaan swasta merupakan data yang bukan hasil percobaan atau eksperimen. Ekonometrikan mengambil data tersebut dari apa yang telah tersedia. Data tersebut menimbulkan masalah yang secara normal tidak berasal dari matematik-statistika ekonomi. Selanjutnya, data yang dikumpulan mungkin mengandung kekeliruan atau kesalahan dalam pengukurannya dan ekonometrikan dituntut untuk mengembangkan metode tertentu untuk menganalisis kekeliruan pengukuran tersebut. Ekonometrika 11