STUDI METODE KALIBRASI HIGROMETER ELEKTRIK

dokumen-dokumen yang mirip
PENENTUAN NILAI ACUAN UJI BANDING ANTAR LABORATORIUM KALIBRASI UNTUK KALIBRASI MIKROPIPET BERDASARKAN KONSENSUS

METODE ANALISIS HASIL KALIBRASI DEW POINT

PENINGKATAN KESTABILAN PENGUKURAN FREKUENSI RUBIDIUM DENGAN PEMANFAATAN GLOBAL POSITIONING SYSTEM DISCIPLINED OSCILLATOR

PENGARUH PERUBAHAN KONDISI LINGKUNGAN TERHADAP NILAI TEKANAN YANG DIBANGKITKAN OLEH STANDAR PRESSURE BALANCE

Rancang Bangun Sistem Kalibrasi Alat Ukur Tekanan Rendah

EVALUASI MESIN STANDAR TORSI NASIONAL PUSLIT METROLOGI - LIPI PADA RENTANG UKUR 5 N M 50 N M

BAB I PENDAHULUAN. alat ukur suhu yang berupa termometer digital.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

UNIVERSITAS GADJAH MADA LABORATORIUM FISIKA MATERIAL DAN INSTRUMENTASI No. Dokumen : IKK/FM.002/TB

BAB IV PENGUJIAN DAN EVALUASI SISTEM

Pengetahuan Alat Uji dan Kalibrasi : Universal Testing Machine Amalia Rakhmawati

UNJUK KERJA METODE FLAME ATOMIC ABSORPTION SPECTROMETRY (F-AAS) PASCA AKREDITASI

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA HASIL ALAT AUDIOMETER

ANALISA VALIDASI PERALATAN METEOROLOGI KONVENSIONAL DAN DIGITAL DI STASIUN METEOROLOGI SAM RATULANGI oleh

UJI BANDING LABORATORIUM KALIBRASI BMKG

Indonesian Journal of Chemical Science

ESTIMASI KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN/PENGUJIAN DALAM PENGUKURAN/PENGUJIAN KIMIA

PENGETAHUAN SNI ISO/IEC 17025:2008. By Rangga K Negara, ST

4. HASIL DAN PEMBAHASAN. Hasil dari penelitian ini adalah merancang suatu instrumen pendeteksi kadar

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

MODUL MATERI UJIAN PERPINDAHAN JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS FARMASI DAN MAKANAN TERAMPIL KE AHLI PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) BADAN POM RI

Pengukuran Teknik Tri Mulyanto. Bab 1 PENDAHULUAN

PENGARUH KONTRIBUSI KETIDAKPASTIAN TERHADAP PELAPORAN NILAI POROSITAS MENGGUNAKAN METODE GRAVIMETRI

PENAMBAHAN SUDUT 75 o SISTEM PENGUKURAN STANDAR KILAP PADA PERMUKAAN DATAR

Metrologi Kimia. Sumardi dan Julia Kantasubrata

STUDI ESTIMASI CURAH HUJAN, SUHU DAN KELEMBABAN UDARA DENGAN MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION

KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN KEKASARAN PERMUKAAN KELONGSONG BAHAN BAKAR NUKLIR DENGAN ROUGHNESS TESTER SURTRONIC-25

INTER-LABORATORY COMPARISONS TEST FOR MULTIMETER REFERENCE IN GUARANTEE QUALITY STANDARD OF CALIBRATION LABORATORY

Pengembangan SNI. Y Kristianto Widiwardono Pusat Perumusan Standar-BSN

AER SAMPLING SDN BHD Masai, Malaysia

VALIDASI DAN KARAKTERISASI FLOW METER E-MAG UNTUK PENGEMBANGAN SISTEM AKUISISI DATA FASILITAS EKSPERIMEN UNTAI UJI BETA ABSTRAK

PENENTUAN NILAI KETIDAKPASTIAN HASIL KALIBRASI DRYER OVEN MESIN SKRIPSI. Oleh: ARIE MULYA NUGRAHA

PEMBELAJARAN - 2 PERTEMUAN KE 4 3 x pertemuan DIKLAT FUNGSIONAL PENERA 2011

KALIBRASI TERMOMETER DIGITAL METODE SENSOR PLUS INDIKATOR

GLP PERTEMUAN KE-5 SEJARAH ISO : 2008 PENGENALAN DAN PEMAHAMAN ISO : /16/2011

Perbandingan Akurasi Backpropagation Neural Network dan ANFIS Untuk Memprediksi Cuaca

REDUKSI KESALAHAN KOSINUS PADA KALIBRASI UNIVERSAL MEASURING MACHINE DENGAN MENGGUNAKAN DISPLACEMENT LASER INTERFEROMETER

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

INTERKOMPARASI PENGUKURAN KAPSUL DALAM Ir-192 UNTUK UJI TAK MERUSAK

PENGUJIAN, KALIBRASI PERALATAN KESEHATAN

KARAKTERISASI SENSOR PHOTODIODA, DS18B20, DAN KONDUKTIVITAS PADA RANCANG BANGUN SISTEM DETEKSI KEKERUHAN DAN JUMLAH ZAT PADAT TERLARUT DALAM AIR

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

EVALUASI UNJUK KERJA KALIBRATOR TORSI STATIK HASIL RANCANG BANGUN MELALUI UJI BANDING KALIBRASI

KARAKTERISASI PENYIMPANGAN NILAI TEGANGAN DC DARI SEBUAH GRUP STANDAR DIODA ZENER

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Karakteristik Pengeringan Lapisan Tipis Buah Mahkota Dewa

KETERTELUSURAN. Surya Ridwanna

PENGUKURAN TEKNIK TM3213

Kajian Kalibrasi Timbangan Analit dengan Penjaminan Mutu ISO 17025

PREDIKSI HARGA SAHAM PT. BRI, Tbk. MENGGUNAKAN METODE ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average)

Kertas dan karton - Cara uji kekasaran Bagian 1: Metode Bendtsen

BAB V ANALISA PEMBAHASAN

BAB III. Tahap penelitian yang dilakukan terdiri dari beberapa bagian, yaitu : Mulai. Perancangan Sensor. Pengujian Kesetabilan Laser

ANALISIS KETIDAKPASTIAN KALIBRASI TIMBANGAN NON-OTOMATIS DENGAN METODA PERBANDINGAN LANGSUNG TERHADAP STANDAR MASSA ACUAN

Air dan air limbah- Bagian 3: Cara uji padatan tersuspensi total (Total Suspended Solid, TSS) secara gravimetri

[BADAN STANDARISASI NASIONAL] 2012

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

SISTEM PENGUKURAN PANJANG GELOMBANG LASER 633 nm DI PUSLIT KIM LIPI

BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN

KONSEP DASAR PENGUKRAN. Primary sensing element Variable conversion element Data presentation element

Perancangan Monitoring ph dan Kelembaban dalam Live Cell Chamber

PENGUATAN KEMAMPUAN LABORATORIUM KALIBRASI DI WILAYAH SUMATERA UTARA DAN SUMATERA SELATAN

VERIFIKASI METODA GRAVIMETRI UNTUK PENENTUAN THORIUM

PENGARUH PENGERINGAN ALAMI DAN BUATAN TERHADAP KUALITAS KAYU GALAM UNTUK BAHAN MEBEL

Daftar Isi. Kata Pengantar... Daftar Isi... BAB I PENDAHULUAN Kondisi Umum Potensi dan Permasalahan 6

ESTIMASI KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN DOSIS PERORANGAN MENGGUNAKAN THERMOLUMINISENCE DOSIMETER (TLD)

PERANCANGAN PARAMETER TERBAIK UNTUK PREDIKSI PRODUKSI BAN GT3 MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN RESILIENT PROPAGATION

PERBANDINGAN NILAI HASIL KALIBRASI SOUND CALIBRATOR DI RUANG TERBUKA DAN DI DALAM KOTAK INSULASI BUNYI

VERIFIKASI SISTEM PENGUKURAN TEGANGAN STANDAR AC BERBASIS METCAL 7,20 BERKETELITIAN MENCAPAI 2 PPM

PENENTUAN CALIBRATOR SETTING CAPINTEC CRC-7BT UNTUK SAMARIUM-153

Kelembagaan Metrologi Nasional. - Jakarta, 20 Oktober 2016

VERIFIKASI METODE STEP DAN KONTINYU UNTUK PENENTUAN KAPASITAS PANAS MENGGUNAKAN THERMAL ANALYZER

Membandingkan Hasil Pengukuran Beda Tinggi dari Hasil Survei GPS dan Sipat Datar

BAB IV PENGUKURAN DAN ANALISA

LAPORAN PROGRAM UJI BANDING (PROFICIENCY TEST) ANTAR LABORATORIUM SKEMA KHUSUS SEMESTER II BAHAN UJI: Air Permukaan V Batch 3 (APDS V-3)

LAPORAN PROGRAM UJI BANDING (PROFICIENCY TEST) ANTAR LABORATORIUM SKEMA KHUSUS SEMESTER I BAHAN UJI: Air Permukaan V Batch 2 (APDS V-2)

KALIBRASI KAMERA NON METRIK DIGITAL PADA KEGIATAN FOTOGRAMETRI BAWAH AIR. Abstrak. Abstract

BAB 4 HASIL UJI DAN ANALISA

PENETAPAN SISTEM ACUAN DAYA AC UNTUK LABORATORIUM STANDAR NASIONAL BERDASARKAN STANDARD WATT CONVERTER

PENENTUAN CALIBRATION SETTING DOSE CALIBRATOR CAPINTEC CRC-7BT UNTUK Ce-139

IJENS-RPG [IJENS Researchers Promotion Group] ID: IJENS-1311-Sardjono CURRICULUM VITAE

Cara uji kuat tarik tidak langsung batu di laboratorium

Kalibrasi Daya AC pada Power Quality Analyzer dengan Menggunakan Multiproduct Calibrator

REALISASI ALAT PERAGA UNTUK MEMANTAU CUACA. Ananta Leska Saputra /

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Pengembangan metode dapat dilakukan dalam semua tahapan ataupun

UJI PROFISIENSI EMISI GAS MENGGUNAKAN GAS ANALYZER SESUAI PRINSIP-PRINSIP ISO/IEC DAN ISO 13528

Verifikasi Metode Uji Lemak Pakan Buatan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. diulang-ulang dengan delay 100 ms. kemudian keluaran tegangan dari Pin.4 akan

Pertemuan 10 STATISTIKA INDUSTRI 2. Multiple Linear Regression. Multiple Linear Regression. Multiple Linear Regression 19/04/2016

Instruksi Kerja Penggunaan Oven Carbolite

TERMINOLOGI PADA SENSOR

Air dan air limbah Bagian 11: Cara uji derajat keasaman (ph) dengan menggunakan alat ph meter

LAPORAN PROGRAM UJI BANDING (PROFICIENCY TEST) ANTAR LABORATORIUM SKEMA KHUSUS SEMESTER II Bahan Uji: AIR LIMBAH III (ALDS III)

3. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di laboratorium dan lapangan. Penelitian di

ANALISA DATA PENGUJIAN DAN KALIBRASI INKUBATOR PERAWATAN SKRIPSI JAINTON

BAB III PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM

APLIKASI ATMEGA 8535 DALAM PEMBUATAN ALAT UKUR BESAR SUDUT (DERAJAT)

PENTINGNYA KEBERADAAN LEMBAGA METROLOGI GAS DI INDONESIA. Andreas, S.Si

BAB III LANDASAN TEORI

Transkripsi:

Studi Metode Kalibrasi Higrometer Elektrik (Arfan Sindhu Tistomo) STUDI METODE KALIBRASI HIGROMETER ELEKTRIK Study on Electrical Hygrometer Calibration Method Arfan Sindhu Tistomo Pusat Penelitian Kalibrasi, Instrumentasi dan Metrologi (KIM) LIPI Kawasan PUSPIPTEK Serpong 15314, Banten, Indonesia email: arfan@kim.lipi.go.id Diterima: 11 Desember 013, Direvisi: 14 Februari 014, Disetujui: 17 Maret 014 Abstrak Studi metode kalibrasi higrometer elektrik telah dilakukan. Sebuah metode yang tidak mengukur efek histeresis dan kegayutan terhadap suhu dari alat yang dikalibrasi serta pada umumnya digunakan oleh laboratorium kalibrasi di Indonesia, dibandingkan dengan metode yang direkomendasikan oleh BIPM ((International Bureau of Weights and Measures). Proses kalibrasi dilakukan dua kali dalam setahun dengan rentang 40 %RH sampai dengan 80 %RH. Ketidakpastian terentang metode pertama dihitung dengan menambahkan efek histeresis dan kegayutan terhadap suhu yang didapat dari metode kedua. Uji tes statistik menggunakan E n number dilakukan untuk validasi. Sebagai hasilnya, E n number untuk semua nilai yang diuji di bawah 1 yang berarti bahwa metode pertama dapat digunakan selama estimasi yang tepat akan efek histeresis dan kegayutan terhadap suhu dilakukan. Kata kunci: kelembaban, histeresis, suhu, validasi, kalibrasi. Abstract Study on electrical hygrometer calibration method has been conducted. The method, which does not measure hysteresis and temperature dependence effect of the unit under test and in generally used by calibration laboratories at Indonesia, is compared against the method which is recommended by BIPM (International Bureau of Weights and Measures). The calibration process is carried out twice in a year covering 40% RH to 80% RH calibration range. The expanded uncertainty of the first method is calculated by adding the effect of hysteresis and temperature dependence obtained from the second method. Statistic test use the En number to make validation. As a result, En numbers for all tested values are lower than 1 (one), which means that the first method can be used as long as a correct estimation of the hysteresis and temperature dependence effect is taken. Keywords: humidity, hysteresis, temperature, validation, calibration. 1. PENDAHULUAN Terdapat dua buah metode yang secara umum digunakan di dalam mengkalibrasi higrometer elektrik. Pertama, pengukuran kelembaban relatif dilakukan dari nilai terendah menuju nilai tertinggi sesuai dengan rentang kalibrasi yang ditentukan pada suatu suhu ruangan tertentu (standby temperature) yang biasanya 3 C atau 5 C. Metode ini diterapkan oleh banyak laboratorium kalibrasi di Indonesia dan beberapa NMI (National Metrology Institute) seperti NIS Mesir (Mahmoud E.E., 009). Kedua, pengukuran kelembaban relatif dilakukan secara naik dan turun sesuai dengan rentang kalibrasi yang ditentukan pada beberapa suhu ruangan (standby temperature). Dengan cara ini, sumber ketidakpastian yang berupa histeresis dan kegayutan terhadap suhu dapat ditentukan sekaligus. Kedua komponen tersebut cukup besar sumbangannya (Arfan dkk, 013) sehingga harus ada di dalam ketidakpastian pengukuran seperti yang disyaratkan oleh M. Heinonen (006). Metode ini juga direkomendasikan oleh BIPM kepada NMI-NMI yang pada dasarnya memiliki fasilitas primary level (Nielsen J,013). Metode pertama jelas menawarkan kecepatan di dalam pengerjaan. Namun, output yang dihasilkan kurang memberikan kehandalan akibat tidak terukurnya efek dari histeresis dan kegayutan terhadap suhu. Untuk mengatasi kelemahan tersebut estimasi efek kedua parameter ini dapat saja dilakukan. Walaupun langkah tersebut cukup rasional, validasi metode tetap perlu dilakukan 199

Jurnal Standardisasi Volume 16 Nomor 3, November 014: Hal 199-04 untuk menjamin mutu dari output yang dihasilkan sesuai dengan SNI ISO/IEC 1705:008 klausa 5.4 (BSN, 008). Makalah ini memaparkan kajian tentang validitas metode pertama apabila ketidakpastian berasal dari histeresis dan kegayutan terhadap suhu diberikan dari metode kedua sebagai nilai estimasi berdasarkan uji statistik menggunakan persamaan E n number.. TINJAUAN PUSTAKA.1 Higrometer Elektrik Tipe ini merupakan higrometer yang paling banyak digunakan oleh industri. Pada umumnya sensor jenis ini berupa sebuah lapisan tipis terbuat dari polimer yang diletakkan diantara dua buah elektroda (M. Heinonen 006). Ketika molekul-molekul uap air bersentuhan dan masuk ke dalam lapisan tipis tersebut maka nilai tahanan atau kapasitan berubah. Perubahan secara elektrikal ini menandakan perubahan kelembaban udara. Mayoritas tipe ini sudah berupa alat digital bahkan ada yang sudah dilengkapi dengan kemampuan merekam data.. Uji Statistik E n number Merupakan uji statistik yang didapatkan dari perbedaan nilai ukur metode pertama dengan nilai ukur metode kedua (acuan) dibagi akar penjumlahan kuadratik masing-masing ketidakpastian terentangnya dan dirumuskan sebagai berikut (National Association for Proficiency Testing, 013). E n x X (1) U U x X Dimana x adalah nilai ukur metode pertama dan X adalah nilai ukur metode kedua. U dan U X berturut-turut adalah ketidakpastian terentang nilai ukur metode pertama dan kedua dengan tingkat kepercayaan 95%. Tingkat vallidasi dibagi menjadi dua kategori yaitu apabila E n bernilai kurang atau sama dengan satu, maka metode pertama dikatakan valid dan sebaliknya apabila E n bernilai lebih besar daripada satu maka metode pertama dikatakan tidak valid. 3. METODE PENELITIAN x produksi Thunder Scientific. Sedangkan unit under test (UUT) berupa termohigrometer elektrik produksi STEINS dengan akurasi ±3 %RH sampai ±5 %RH. Rentang kalibrasi yang ditetapkan adalah 40 %RH sampai 80 %RH yang merupakan rentang kalibrasi yang umum dilakukan oleh laboratorium kalibrasi di Indonesia. UUT ditempatkan di dalam mini chamber yang ketidakseragaman suhunya di bawah ± 0,1 C (A.S. Tistomo et al, 013). Data diambil sebanyak 10 kali dalam interval waktu 5 menit. Output kalibrasi berupa koreksi yaitu selisih penunjukan standar dikurangi dengan penunjukan UUT yang didapat melalui interpolasi data berbasis persamaan polynomial orde sebagai berikut: koreksi a0 a1 RH a RH () Dimana a 0, a,dan 1 a adalah konstanta yang didapatkan melalui regresi linear orde RH adalah penunjukan alat (UUT). Proses kalibrasi dilakukan dua kali dalam kurun waktu kurang dari setahun. Selama selang waktu antara percobaan pertama dengan percobaan kedua, UUT digunakan dan diperlakukan sedemikian hingga dapat dipastikan UUT mengalami drift. Rentang waktu ini diambil karena pada umumnya periode kalibrasi UUT dengan sepesifikasi di atas adalah setahun sekali (KAN, SR 05). 3.1 Metode Pertama Kalibrasi dilakukan pada suhu ruangan/chamber (standby temperature) 3 C. Pengukuran kelembaban relatif dilakukan dari titik ukur terendah menuju titik ukur tertinggi (ascending). Titik-titik ukur tersebut adalah 40 %RH, 45 %RH, 50 %RH, 55 %RH, 60 %RH, 65 %RH, 70 %RH, 75 %RH, 80 %RH. Sembilan titik tersebut digunakan agar dapat memberikan derajat kebebasan yang cukup secara statistik ketika persamaan koreksi () diformulasikan. 3. Metode Kedua Kalibrasi dilakukan pada suhu ruangan 1 C dan 5 C atau (3 ± ) C. Untuk tiap-tiap suhu ruangan, pengukuran kelembaban relatif dilakukan mulai dari 60 %RH 70 %RH 80 %RH 60 %RH 50 %RH 40 %RH 60 %RH. Nilai ketidakpastian dari histeresis dan kegayutan terhadap suhu diambil dari perbedaan koreksi awal dan akhir pada titik 60 %RH. Peralatan yang digunakan adalah sebuah standar berupa two-pressure humidity generator 00

Studi Metode Kalibrasi Higrometer Elektrik (Arfan Sindhu Tistomo) 4. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada kalibrasi UUT pertama dan kedua kali, ketidakpastian baku dari efek histeresis dan kegayutan terhadap suhu berturut-turut sebesar ±0,35 %RH dan ±0,37 %RH seperti yang terlihat di Gambar 1 dan (ditandai dengan lingkaran). Untuk metode pertama, ketidakpastian tersebut digabung dengan ketidakpastian baku pengukuran lainnya kemudian dikalikan dengan untuk mendapatkan ketidakpastian terentangnya. Hasil kalibrasi dapat dilihat pada Tabel 1. Sementara perhitungan ketidakpastian terentang untuk metode pertama yang sudah ditambahkan dengan efek tersebut dapat dilihat pada Tabel. Tabel 1 Hasil kalibrasi. Penunjukan Alat (%RH) Koreksi Kalibrasi I (% RH) Metode Metode Pertama Kedua I I Koreksi Kalibrasi II (% RH) Metode Metode Pertama Kedua II II 40 -,0 -,0 -,0 -,3 45 -,0 -,0-1,8 -,1 50 -,0 -,1-1,8 -,1 55 -, -,3-1,8 -,1 60 -,5 -,6 -,0 -,3 65 -,9 -,9 -,3 -,5 70-3,3-3,4 -,7 -,8 75-3,9-3,9-3, -3, 80-4,6-4,5-3,9-3,7 U 95 1,1 1,1 1,0 1,1 Tabel Analisis ketidakpastian metode pertama. Gambar 1 Koreksi penunjukan UUT dengan metode kedua sebelum interpolasi pada kalibrasi I. Gambar Koreksi penunjukan UUT dengan metode kedua sebelum interpolasi pada kalibrasi II. Tampak pada Tabel 1 bahwa ketidakpastian terentang untuk semua pengukuran memiliki level yang sama (setara). Ini membuktikan bahwa langkah penambahan ketidakpastian dari efek histeresis dan kegayutan terhadap suhu sudah tepat mengingat komponen ini tidak ada pada metode pertama. Komponen ketidakpastian Satuan Metode pertama I Metode Pertama II u gabungan dari standar %RH 0,17 0,17 Resolusi UUT %RH 0,03 0,03 stabilitas %RH 0,01 0,0 linearitas %RH 0,36 0,4 u persamaan koreksi %RH 0,0 0,00 Histeresis,tem. dependence %RH 0,35 0,37 U 95 %RH 1,1 1,0 Selanjutnya, kedua metode juga samasama dapat mendeteksi drift UUT kurang dari 1 %RH yang terjadi di antara selang waktu periode kalibrasi seperti tampak pada Gambar 3 dan 4. Walaupun demikian, drift yang diungkap oleh kedua metode memiliki perbedaan. Metode pertama memperlihatkan drift yang cenderung linear, sedangkan metode kedua memperlihatkan drift yang tidak linear. Drift yang muncul pada kedua metode mengakibatkan pergeseran nilai tengah (nilai terbaik) pengukuran. Akan tetapi baik metode pertama maupun metode kedua menunjukan bahwa hasil kalibrasi mampu menutup pergesaran tersebut yang ditunjukan dengan lengan (error bar/ ketidakpastian) dari kalibrasi I mencakup nilai tengah kalibrasi II dan sebaliknya. 01

Jurnal Standardisasi Volume 16 Nomor 3, November 014: Hal 199-04 Gambar 3 Perbandingan hasil kalibrasi I dan II oleh metode pertama. Gambar 4 Perbandingan hasil kalibrasi I dan II oleh metode kedua. Adapun perbandingan kedua metode pada tiap-tiap kalibrasi dapat dilihat pada Gambar 5 dan 6. Tampak bahwa nilai tengah metode pertama berbeda dengan nilai tengah metode kedua. Akan tetapi nilai tengah metode kedua masih dicakup oleh ketidakpastian metode pertama begitu pula sebaliknya nilai tengah metode pertama dicakup oleh ketidakpastian metode kedua (kondisi serupa dengan drift pada Gambar 3 dan 4). Sehingga hasil kalibrasi tersebut dapat dikatakan inlier. Evaluasi uji statistik E n number dapat dilihat pada Tabel 3. Tampak bahwa semua nilai kurang dari 1, sehingga dapat dikatakan bahwa metode pertama valid dan dapat digunakan dengan syarat pelaku kalibrasi dapat mengestimasi efek histeresis dan temperature dependence dengan baik. Gambar 5 Perbandingan kedua metode pada kalibrasi pertama. Gambar 6 Perbandingan kedua metode pada kalibrasi kedua. Tabel 3 Uji statistik E n number. Penunjukan E n number Alat (%RH) kalibrasi 1 Kalibrasi 40 0,0 0,1 45 0,0 0, 50 0,1 0, 55 0,1 0, 60 0,1 0, 65 0,1 0, 70 0,0 0,1 75 0,0 0,0 80 0,1 0,1 5. KESIMPULAN Metode kalibrasi higrometer elektrik dengan hanya melakukan pengukuran kelembaban relatif dari nilai terendah menuju tertinggi pada satu suhu ruang (standby temperature) saja dapat digunakan. Hal ini telah dibuktikan dan divalidasi dengan metode yang direkomendasikan oleh BIPM melalui uji statistik menggunakan E n number dimana nilainya kurang dari 1. Syarat yang harus dipenuhi adalah adanya estimasi yang rasional terhadap sumber ketidakpastian yang muncul dari efek histeresis dan kegayutan terhadap suhu UUT yang dikalibrasi. Mengingat beragamnya higrometer elektrik di Indonesia, maka penelitan berkaitan dengan nilai tipikal dari efek histeresis dan temperature dependence untuk masing-masing tipe higrometer elektrik perlu dilakukan di masa yang akan datang. Dengan adanya nilai tipikal tersebut akan memudahkan serta menyeragamkan laboratorium kalibrasi di Indonesia di dalam mengestimasi ketidakpastian akibat efek dari histeresis dan kegayutan terhadap suhu. 0

Studi Metode Kalibrasi Higrometer Elektrik (Arfan Sindhu Tistomo) UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh staf laboratorium suhu Puslit KIM LIPI yang telah memberikan masukan serta saran demi tersusunnya makalah ini. DAFTAR PUSTAKA Arfan Sindhu Tistomo, Ghufron Zaid, Iip Ahmad Rifai. (013). Pertemuan Dan Presentasi Ilmiah Kalibrasi, Instrumentasi dan Metrologi (PPI - KIM) ke-39, Pengaruh Suhu Dan Hysteresis Pada Standardisasi Metode Kalibrasi Higrometer.Tangerang: KIM LIPI. Badan Standardisasi Nasional. (008). SNI ISO/IEC 1705:008, Persyaratan umum kompetensi laboratorium pengujian dan laboratorium kalibrasi. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta. Essam M. El-Din Mahmoud. (009). MAPAN - Journal of Metrology Society of India, Realization of Relative Humidity Scale from 10% to 98% at 5ºC, Vol. 4 No. 4, pp. 41-45. Komite Akreditasi Nasional. (004). SR-05 Persyaratan Tambahan untuk Akreditasi Laboratorium Kalibrasi, http://vareyno.files.wordpress.com/009/0 5/sr05-indonesia.pdf, diakses pada tanggal 14 Februari 014 Martti Heinonen dan Mittatekniikan keskus. (006). Publication of the EUROMET workshop P758 Uncertainty in humidity measurements. Europe: MIKES. National Association for Proficiency Testing, Examining the Why s and How s of Proficiency Testing,Retrieved from www.proficiency.org. Accessed on December 4, 013. Nielsen, J.,Lovell-Smith,J.,DE Groot,M.,Bell,S., Uncertainty in the generation of humidity, lmk.fe.uni-lj.si/euromet_t/cct03-0.pdf, diakses pada tanggal 10 April 013. Tistomo A.S., A. Achmadi and I. A. Rifai (013), MAPAN-Journal of Metrology Society of India, Characterization of KIM LIPI s Relative Humidity Standard, DOI 10.1007/s1647-013-0055-z 03

Jurnal Standardisasi Volume 16 Nomor 3, November 014: Hal 199-04 04