f. Nilai estetis (Aesthetic values)

dokumen-dokumen yang mirip
III. RUANG DAN FUNGSI TANAMAN LANSKAP KOTA

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan,

PENGANTAR VEGETASI LANDSCAPE PENGELOMPOKAN VEGETASI BERDASAR PEMBENTU DAN ORNAMENTAL SPACE

masyarakat dan dipandang sebagai kesatuan antara fisik geografis dan lingkungannya dalam arti karakteristrik. Lansekap ditinjau dari segi

Lanskap Perkotaan (Urban Landscape) HUTAN KOTA. Dr. Ir. Ahmad Sarwadi, MEng. Ir. Siti Nurul Rofiqo Irwan, MAgr, PhD.

ANALISIS DAN PEMECAHAN MASALAH

PENGANTAR ARSITEKTUR PERTAMANAN

II. TINJAUAN PUSTAKA. terstruktur. Begitu pula dengan perencanaan lansekap (landscape planning)

TINJAUAN PUSTAKA. menjadi suatu kawasan hunian yang berwawasan ligkungan dengan suasana yang

II. TINJAUAN PUSTAKA. desain taman dengan menggunakan tanaman hias sebagai komponennya

BAB V KONSEP PERANCANGAN

ANALISIS DAN SINTESIS

REKOMENDASI Peredam Kebisingan

LAMPIRAN 1 PERAN ENERGI DALAM ARSITEKTUR

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

TINJAUAN PUSTAKA. secara alami. Pengertian alami disini bukan berarti hutan tumbuh menjadi hutan. besar atau rimba melainkan tidak terlalu diatur.

BAB IV: KONSEP Konsep Dasar WARNA HEALING ENVIRONMENT. lingkungan yang. mampu menyembuhkan. Gambar 4. 1 Konsep Dasar

BAB V KONSEP PERENCANAAN

BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR

BAB IV ANALISA STUDI KASUS

HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Umum Evaluasi Kualitas Estetik

PENCAHAYAAN ALAMI PADA RUANG KULIAH LABTEK IX B JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR ITB

Evaluasi Lanskap Jalan Jenderal Ahmad Yani Pontianak

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB VI R E K O M E N D A S I

ke segala arah dan melepaskan panas pada malam hari. cukup pesat. Luas wilayah kota Pematangsiantar adalah km 2 dan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Evaluasi Keberadaan Elemen Pendukung Jalur Pedestrian di Kota Tangerang

II. TINJAUAN PUSTAKA. Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah suatu bentuk ruang terbuka di kota (urban

PEMANASAN BUMI BAB. Suhu dan Perpindahan Panas. Skala Suhu

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

HOTEL RESORT DI DAGO GIRI, BANDUNG

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TINJAUAN PUSTAKA. Di bawah tanah, akar mengambil air dan mineral dari dalam tanah. Air dan

BAB V KONSEP. marmer adalah Prinsip Sustainable Architecture menurut SABD yang terangkum

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Sentra Agrobisnis tersebut. Bangunan yang tercipta dari prinsip-prinsip Working

BAB V KONSEP PERANCANGAN

LANSKAP PERKOTAAN (URBAN LANDSCAPE)

TINJAUAN PUSTAKA Lanskap Jalan

REDESAIN RUMAH SAKIT SLAMET RIYADI DI SURAKARTA

Pengaruh Fungsi Vegetasi terhadap Kenyamanan Termal Lanskap Jalan di Kawasan Kolonial Jalan Besar Idjen, Malang

I. PENDAHULUAN. sebagai bentang budaya yang ditimbulkan oleh unsur-unsur alami dan non alami

Cut Nuraini/Institut Teknologi Medan/

BAB III DATA DAN ANALISA

RESORT DENGAN FASILITAS MEDITASI ARSITEKTUR TROPIS BAB III TINJAUAN KHUSUS. 3.1 Latar Belakang Pemilihan Tema. 3.2 Penjelasan Tema

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

DAFTAR ISI. Kata Pengantar... 1 Daftar Isi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Tujuan... 5

TUGAS INDIVIDU HIGIENE LINGKUNGAN KERJA ANALISIS HIGIENE LINGKUNGAN KERJA DI BATIK EL-DYNA. Oleh : ELVI DINA YUNIATI D

TINJAUAN PUSTAKA Lanskap Kota

Skema proses penerimaan radiasi matahari oleh bumi

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.2. Pe rancangan

TINJAUAN PUSTAKA. Definisi hutan kota (urban forest) menurut Fakuara (1987) adalah

Prosiding SN SMAP 09 ABSTRAK PENDAHULUAN. FMIPA UNILA, November

II. TINJAUAN PUSTAKA

IV. Pemilihan Tanaman Lanskap Kota

BAB VI PENUTUP. 1. Kondisi kenyamanan thermal hasil simulasi eksisting: Kondisi eksisting penggal 1,2,3 titik terendah dan tertinggi pagi

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

TINJAUAN PUSTAKA. A. Evaluasi. Evaluasi adalah kegiatan menilai, menaksir, dan mengkaji. Menurut Diana

BAB V KESIMPULAN ARSITEKTUR BINUS UNIVERSITY

KAJIAN OBJEK ARSITEKTUR JAWA TIMUR

KUESIONER KENYAMANAN PENGGUNA

ELEMEN ELEMEN PENDUKUNG LANSEKAP

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kota diartikan sebagai suatu sistem jaringan kehidupan manusia yang

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Berdasarkan dari tema yang di angkat yaitu Green Architecture maka

BAB I PENDAHULUAN. dan pemukiman. Sebagaimana kota menurut pengertian Bintarto (1977:9)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Pemanasan Bumi. Suhu dan Perpindahan Panas

BAB III. Penelitian inii dilakukan. dan Danau. bagi. Peta TANPA SKALA

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pada tahun 1924 kawasan hutan Way Kambas ditetapkan sebagai daerah hutan

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Perancangan Apartemen Sewa untuk Keluarga Baru (ASKB) ini

BAB IV ANALISA TAPAK

Konsep dasar perancangan pada Sekolah Pembelajaran Terpadu ini terbentuk. dari sebuah pendekatan dari arsitektur prilaku yaitu dengan cara menganalisa

Pokok Bahasan : Konsep Ekologi 2 Sub Pokok Bahasan : a. Lingkungan alamiah dan buatan b. Ekologi kota c. Ekologi kota sebagai lingkungan terbangun

PENDAHULUAN. didirikan sebagai tempat kedudukan resmi pusat pemerintahan setempat. Pada

BAB VI KLASIFIKASI KONSEP DAN APLIKASI RANCANGAN. dirancang berangkat dari permasalahan kualitas ruang pendidikan yang semakin

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Studi Tipologi Bangunan Pabrik Gula Krebet. Kawasan Pabrik gula yang berasal dari buku, data arsitek dan sumber-sumber lain

M U H A M A D R AT O D I, S T., M. K E S 2017

PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB V KONSEP. mengasah keterampilan yaitu mengambil dari prinsip-prinsip Eko Arsitektur,

Form Kuesioner Untuk Pengunjung

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI PENELITIAN. temuan dan analisis terhadap area rawa yang direklamasi menjadi kawasan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV ANALISA TAPAK

BAB 6 HASIL PERANCANGAN

RESORT DENGAN FASAILITAS MEDITASI ARSITEKTUR TROPIS BAB V KONSEP PERANCANGAN. 5.1 Konsep dasar perancanagan. 5.2 Konsep perancangan

BAB VI HASIL RANCANGAN. terdapat pada Bab IV dan Bab V yaitu, manusia sebagai pelaku, Stadion Raya

Geografi. Kelas X ATMOSFER VII KTSP & K Iklim Junghuhn

Gambar 5.1. Zoning Ruang (sumber:konsep perancangan.2012)

BAB V KONSEP PERENCANAAN

Kebutuhan Masyarakat akan Ruang Terbuka Hijau pada Kawasan Pusat Kota Ponorogo

KAJIAN ARSITEKTUR HEMAT ENERGI SECARA PASIF PADA PERUMAHAN DI MALANG

BAB I PENDAHULUAN. Universitas merupakan sebuah tempat di mana berlangsungnya sebuah

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. 18% dari luas wilayah DIY, terbentang di antara 110 o dan 110 o 33 00

sekitarnya serta ketersediaannya yang belum optimal (pada perbatasan tertentu tidak terdapat elemen gate). d. Elemen nodes dan landmark yang

SAINS ARSITEKTUR II ARTIKEL ILMIAH TENTANG BANGUNAN ARSITEKTUR YANG RAMAH LINGKUNGAN MENURUT KONSEP ARSITEKTUR TROPIS.

5 BAB V KONSEP DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

Iklim Perubahan iklim

Transkripsi:

3. Fungsi Tanaman Tanaman tidak hanya mengandung/mempunyai nilai estetis saja, tapi juga berfungsi untuk meningkatkan kualitas Iingkungan. Adapun fungsi 1anaman adalah: (baca, Carpenter, Phillip L., Theodore D. Walker, Lanphear F., 1975, Plants in the Landscape). Berbagai fungsi 1anaman dapatdikategorikan sebagai berikut. a. Kontrol pandangan (Visual control) b. Pembatas fisik (Physical barriers) c. Pengendali iklim (Climate control) d. Pencegah erosi (Erosion control) e. Habitat satwa (Wildlife habitats) f. Nilai estetis (Aesthetic values)

a. Kontrol Pandangan (Visual Control) Manahan suau yang dit'lmbulkan olsh sinar matahari, lampu jalan, dan sinar lampu kendaraan pada: 1) Jalan raya Dengan peletakan lanaman di sisi jalan alau di jalur tengah jelan. Sebaiknya dipilih pohon alau perdu yang padat. Padajalurjalan raya babas hambalan, penanaman pohon tidak dibenarkan pada jalur median jalan. Sebaiknya pada ja/ur median ditanami tanaman samak, agar sinar lampu kendaraan dari arah yang berlawanan dapal dikurangi. Carpenter, Phill'pL" walk"" Teoclore D.;Lanpear. FracleIk:l<, P/..ANTSIN1HEIANDSCAPE W,H, Freeman and Co. 1975 2) Bangunan Peletakan pohon, perdu, samak, ground cover, dan rumput dapat menahan pantulan sinar dari perkerasan, hempasan air hujan, dan menahan jatuhnya sinar matahari ke daerah yang membutuhkan keteduhan.

- TaMman rendah PEMBATAS refleksi dar; kaca AREA jendela. DEPAN SINAR SORE HAR/ \ \ ~ SINAR SIANG HARI I I I ~ 3) Kontrol pandangan terhadap ruang luar Tanaman dapat dipakai untuk komponen pembentuk Tuang sebagai dinding, atap, dan lantai. Dinding dapat dibentuk oleh tanaman samak sebagai border. Alap dibentuk oleh tajuk pohon yang membentuk kanopi alau tanaman merambat pada pergola. Sedangkan sebagai lantai dapal dipergunakan tanaman rumput atau penutup tanah (ground covers). Dengan demikian pandangan dari arah atau ke arah ruang yang diciptakan dapat dikendalikan.

i--ji Atap lanaman merambat \.. 4) Kontrolpandangan untuk mendapatkan ruang pribadi (privacy space) Tanaman dapat dipergunakan untuk membatasi pandangan dari arah luar dalam usaha untuk menciptakan ruang pribadi Ipn'vacyspace. Ruang pribadi ini biasanya ruang yang terlindung dari pandangan orang lain. Memerlukan penempatan 1anaman pembatas pandangan setinggi 1,50-2,00 meter.

5) Kontrol pandangan terhadap halyang tidak menyenangkan Tanaman dapat pula dimanfaatkan sebagai penghalang pandangan terhadap hal-hal yang tidak menyenangkan untuk ditampilkan atau dilihat seperti timbunan sampah, tempat pembuangan sampah, dan galian tanah.!! I

b. Pembatas Fislk(PhysicaIBarriers) Tanaman dapat dipakai sebagai penghalang pergerakan manusia dan hewan. Selain itu juga dapat beriungsi mengarahkan pergerakan. c. Pengendali Iklim (Climate Control) Tanaman berfungsi sebagai pengendali iklim untuk kenyamanan manusia. Faktor iklim yang mempengaruhi kenyamanan manusia adalah suhu, radiasi sinar matahari, aogin, kelembapan, suara, dan aroma. 1) KontroJ radias; sinar matahari dan suhu Tanaman menyerap paml dari pancaran sinar matahari dan memantulkannya sehingga menurunkan suhu dan iklim mikro.

Bayang-bayang tajuk pohon menciptakan iklim mikro Pepohonan membubt suasana menjadi nyaman dan merupakan bagian kelengkapan suatu Iingkungan

2) KontroVpengendafi angin Tanaman berguna sebagai penahan, penyerap, dan mengalirkan tiupan angin sehingga menimbulkan iklim mikro. Janis tanaman yang dipakai harus diperhatikan tinggi pohon, bentuk tajuk, janis, kepadatan tajuk tanaman, serta lebartajuk..,...----- Tanaman dapat mengurangi kecepatan angin sekitsr 40-50% 3) Pengendali suara Tanaman dapat menyerap suara kebisingan bagi daerah yang membutuhkan ketenangar.. PemiJihan janis tanaman tergantung dari tinggi pohon, lebar tajuk, dan komposisi tanaman. Pads kondisi topografi damikian, tanaman Coniferous mereduksi suers mobil 75% dan trok 80%

Un/uk 50% topografi demi!fisn: tanaman semak mereduksi suars mobil 75% dan truk 4) Penyaring udara Tanaman sebagai filteratau penyaring debu, bau, dan memberikan udara segar. Filter Abu Debu d. Pencegah Erosi (Erosion Control) Kegiatan manusia dalam menggunakan lahan, selain menimbulkan efek positif juga menyebabkan efek negatif terhadap kondisi tanah/lahan. Misa! dalam pembentukan muka tanah, pemotongan dan penambahan muka tanah (cut and fill), penggalian tanah untuk danau buatan. Kondisi tanah menjadi rapuh dan mudah tererosi oleh karena penge.ruh air hujan dan embusan angin yang kencang.akartanaman dapat mengikat tanah sehingga tanah menjadi kokoh dan tahan terhadap pukulan air hujan sarta tiupan angin. Selain itu dapat pula berfungsi untuk menahan air hujan yang jatuh '1ecara tidak langsung ke permukaan tanah.

Sinar malahari Karakter tanah Perharikan karakter akar