BAB II KAJIAN PUSTAKA

dokumen-dokumen yang mirip
TOPIK : SAP di Indonesia

APLIKASI MANAJEMEN PERKANTORAN E */**


SISTEM INFORMASI MANAJEMEN SAP vs AXAPTA

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


Analisis Laporan Arus Kas Pada PO. Gunung Sembung Putra Bandung

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO. 1 (REVISI 2009) PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN

KSI Lanjut. Implementasi SAP pada PT Indofood. Anggota Kelompok : Azis Muslim Diaz Pradiananto Fatra Firdaus S.

KERANGKA DASAR PENYUSUNAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN

PSAK KERANGKA DASAR PENYUSUNAN DAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN

ENTERPRISE RESOURCE PLANNING

BAB I PENDAHULUAN. sempurna karena adanya kebutuhan project baru yang belum pasti, sehingga layout

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KERANGKA DASAR PENYUSUNAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN

KERANGKA DASAR PENYUSUNAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA. menerima simpanan giro, tabungan dan deposito. Disamping itu bank adalah

BAB II TIINJAUAN PUSTAKA. bagi suatu organisasi dalam menentukan aktivitas apa saja yang harus

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III METODE PENELITIAN

Enterprise Resource Planning (ERP)

Perencanaan Sumber Daya

Pernyataan ini dimaksudkan untuk meningkatkan mutu laporan keuangan yang disajikan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan melalui:

BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP)

BAB II LANDASAN TEORITIS

IAS 7 Laporan Arus Kas

MEMBACA LAPORAN KEUANGAN

BAB IV PEMBAHASAN. CV Scala Mandiri akan memperoleh beberapa manfaat, antara lain: 1. Dapat menyusun laporan keuangannya sendiri.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Aplikasi Sistem Informasi (1)

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

PSAK 1 (Penyajian Laporan Keuangan) per Efektif 1 Januari 2015

BAB I PENDAHULUAN. dan keahliannya serta tuntutan akan penggunaaan teknologi di segala bidang akan

Bab 1 Ruang Lingkup UKM.1. Hak Cipta 2008 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Laporan Keuangan Sebagai Obyek Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Almond Accounting Software

System Application and Product (SAP) in Data Processing

Enterprise Resource Planning (ERP)

BAB II LANDASAN TEORI

Fungsi Bisnis dan Proses Bisnis

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1 Tahun 2008 mengenai Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, pengertian dari Usaha

ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP) Chapter 10

Modul ke: SAP FUNDAMENTAL 05FEB FINANCIAL. Fakultas. Fransisca Hanita Rusgowanto S.Kom,M.Ak. Program Studi S1.Akuntansi

BAB 4 HASIL KINERJA SISTEM ERP PADA MODUL MATERIAL MANAGEMENT

5 IMPLEMENTATION STRATEGIES

BAB 2 LANDASAN TEORI. Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang

BAB II LANDASAN TEORI

APLIKASI MANAJEMEN PERKANTORAN E*/**

AKUNTANSI DAN KEUANGAN SYARIAH

Enterprise Resource Planning

ENTERPRISE RESOURCE PLANNING

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

BAB 3 DESKRIPSI UMUM

ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP)

Lab. Teknik Industri Lanjut LEMBAGA PENGEMBANGAN TEKNOLOGI. p j UNIVERSITAS GUNADARMA

BAB II BAHAN RUJUKAN

30 Juni 31 Desember

BAGIAN II LAPORAN KEUANGAN BANK SYARIAH

Transaksi Jurnal Buku Besar Neraca Lajur Laporan Keuangan

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengertian UMKM menurut Undang Undang No. 20 Tahun 2008, yaitu :

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 23 PENDAPATAN

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini

S A L I N A N KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL LEMBAGA KEUANGAN NOMOR : KEP-2345/LK/2003 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN DANA PENSIUN

PEDOMAN PENCATATAN TRANSAKSI KEUANGAN PESANTREN. Priyo Hartono Tim Perumus Pedoman Akuntansi Pesantren

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) DAN LAPORAN ARUS KAS

OBJEK PEMBELAJARAN OBJEK PEMBELAJARAN. Pertemuan 1 Konsep Dasar ERP. Gambaran Umum ERP. Definisi Sistem Informasi Klasifikasi Sistem Informasi

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN. Perbandingan Perlakuan Akuntansi PT Aman Investama dengan

BAB II LAPORAN ARUS KAS

LAMPIRAN C AMANDEMEN TERHADAP PSAK LAIN. Amandemen ini merupakan amandemen yang diakibatkan dari penerbitan ED PSAK 71: Instrumen Keuangan.

Manajemen Keuangan LAPORAN KEUANGAN. Bentuk Bentuk Laporan Keuangan. Idik Sodikin,SE,MBA,MM. Modul ke: Fakultas EKONOMI DAN BISNIS

Bab 2. Tinjauan Pustaka

1 Januari 2010/ 31 Desember 31 Desember 31 Desember (Disajikan kembali)

Sistem Informasi Akuntansi I. Modul ke: 13Feb. Pengantar ERP (Enterprise Resource Planning) Fakultas. Afrizon, SE, M.Si, Ak. Program Studi Akuntansi

SISTEM BISNIS ELEKTRONIK

Irsan Lubis, SE.Ak,BKP

PROPOSAL PENAWARAN PEMBUATAN SYSTEM KOMPUTERISASI. Oleh Mardi Waluyo Software Engineer

AKUNTANSI HOTEL RMK SAP 3 (Ruang Lingkup Akuntansi Perhotelan dan Menerapkan Akuntansi Perhotelan)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. suatu paradigma baru bagi perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Berbeda dengan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

AKUNTANSI DAN KEUANGAN SYARIAH PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN SYARIAH

BAB I PENDAHULUAN Bentuk Usaha PT. Karya Sarana Cipta Mandiri

BAB III. Penelitian merupakan serangkaian aktivitas yang dilakukan secara sitematis, logis

Akuntansi Biaya. Review : Joint Product, Material, Labor, Factory Overhead, Activity-Based Costing. Rista Bintara, SE., M.Ak.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR KEP-06/PM/2000 TENTANG PERUBAHAN PERATURAN NOMOR VIII.G.7 TENTANG PEDOMAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN

RANGKUMAN SIM Ch. 9 MENCAPAI KEUNGGULAN OPERASIONAL DAN KEINTIMAN PELANGGAN MELALUI APLIKASI PERUSAHAAN

Catatan 31 Maret Maret 2010

BAB IV PEMBAHASAN. IV.1 Evaluasi Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Kredit dan Penerimaan Kas

PSAK TERBARU. Dr. Dwi Martani. 1-2 Juni 2010

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengertian Laporan Keuangan

BAB I PENDAHULUAN. diperlukan suatu sistem informasi yang dapat mengkomunikasikan data

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORITIS

BAB II LANDASAN TEORI

Transkripsi:

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. System Application and Product (SAP) 1. Pengertian System Application and Product SAP adalah suatu nama software yang mungkin sudah tidak asing lagi untuk praktisi-prakstisi IT didunia, maupun di Indonesia. SAP merupakan salah satu software ERP terkemuka didunia yang sekarang ini banyak diimplementasikan oleh perusahaan-perusahaan di Asia. SAP (System Application and Product) in data processing merupakan software Enterprise Resources Planning (ERP), yaitu suatu tools IT dan manajemen untuk membantu perusahaan merencanakan dan melakukan kegiatan operasionalnya secara lebih efisien dan efektif (sumber :http://dedikurnia.wordpress.com/2009/07/09/apa-itu-sap/). SAP terdiri dari sejumlah modul aplikasi yang mempunyai kemampuan mendukung semua transaksi yang perlu dilakukan suatu perusahaan dan tiap aplikasi bekerja secara berkaitan satu dengan yang lainnya. Semua modul aplikasi di SAP dapat bekerja secara terintegrasi/terhubung yang satu dengan lainnya. Dengan mengimplementasikan SAP di suatu organisasi akan mengintegrasikan sistem yang berakibat: 5

a. Perubahan yang dilakukan pada satu modul secara otomatis akan mengupdate modul lainnya bila informasi yang dirubah berkaitan dengan modul tersebut. Data akan terupdate secara langsung begitu user menginput data kedalam sistem. Hal ini dikenal dengan istilah Real time processing b. Integrasi secara sistem bisa terjadi dengan syarat bahwa seluruh perusahaan harus menggunakan satu sumber data yang sama, baik untuk data customer, data produk maupun data vendor. c. Transparansi data semua user yang mempunyai akses ke sistem akan dapat melihat semua informasi yang paling up to date setiap saat diperlukan walaupun informasi tersebut di input oleh user lain. 2. Sejarah SAP 1972 : Lima orang mantan pegawai IBM Hasso Plattner, Dietmar Hopp, Claus Wellenreuther, Klaus Tschira dan Hans Werner Hektor me-launching perusahaan baru mereka yang bernama SAP (System Analysis and Program Development). Visi mereka ketika itu adalah ingin membuat suatu program aplikasi yang bersifat realtime. Pada prosesnya mereka mengerjakan sistem ini disaat malam dan pada akhir pekan sehingga tidak mengganggu pekerjaan mereka di IBM. 1973 : Modul awal tentang aplikasi akuntasi akhirnya selesai. Mereka menyebut aplikasi tersebut sebagai RF system yang nantinya 6

akan menjadi cikal bakal dari R/1 system. Ditahun ini pabrik rokok Rothandle di Lahr dan perusahaan farmasi Knoll di Ludwigshafen mengimplementasikan software SAP di perusahaan mereka. Adapun pada masa itu kedua perusahaan tersebut menggunakan DOS sebagai sistem operasi didalam perangkat IBM mereka. 1974 : Pada tahun ini, aplikasi SAP sudah berkemampuan beralih dari sistem DOS dan berjalan dalam sistem Operasi. Client mereka pun bertambah hingga 40 perusahaan. 1977 : Kantor pusat berpindah dari Weinheim ke Walldorf. Untuk pertama kalinya pada tahun ini SAP memiliki klien dari luar Jerman. Kedua perusahaan tersebut berasal dari Austria. Adapun aplikasi yang mereka inginkan guna mendukung sistem sales dan distribusi pada perusahaan mereka. 1979 : SAP mulai menggunakan server yaitu sebuah server keluaran Siemens seri 7738. 1980 : SAP pindah ke gedung mereka di Max-Planck-Strasse di taman industri walldorf. 1982 : SAP merayakan ulang tahun mereka yang ke-10. Didalam tahun ke-10 ini SAP telah memiliki lebih dari 250 klien yang berasal dari Jerman, Austria dan Switzserland. Revenue yang mereka peroleh mencapai dari usaha mereka adalah berkisar DM 24 juta dan perusahaan telah mempekerjakan 100 karyawan pada perusahaan 7

mereka. Namun sayangnya pada tahun ini salah satu pendiri SAP keluar dari perusahaan ini. 1986 : SAP mendirikan kantor subsidiary di Austria. 1991 : SAP menghadirkan teknologi R/3 dan mempresentasikan di festival teknologi CeBIT di Hanover. Produk ini sudah mulai memenuhi konsep client/server, keseragaman interface, penggunaan RDMS dan kemampuan untuk menjalankan sistem dari provider yang berbeda. 1995 : Deutsche Telekom AG mengimplementasikan SAP R/3. mereka membutuhkan 30.000 workstation R/3. Permintaan ini menjadi kontrak dengan nilai terbesar dalam sejarah berdirinya SAP. 1999 : Hasso Plattner mengumumkan strateginya yang terbaru yaitu mysap.com. Strategi ini menghhbungkan e-commerce Solution dengan keberadaan ERP (Enterprise Resource Planning) dengan menggunakan teknologi web. 2000 : Dengan keberadaan 10 juta user, 36.000 instalasi, 1000 mitra, dan 22 industri solusi menjadikan SAP sebagai pemimpin global dalam hal penyediaan software solution di bidang e-business. 2003 : mysap.com berganti nama menjadi mysap Business Suite. Dalam strategi ini SAP memperkenalkan solusi baru dalam bidang ERP yaitu mysap ERP. SAP membuka laboratorium riset di India, Jepang, Israel, Perancis, Bulgaria, Kanada dan Amerika Serikat selain Lab yang sudah ada terlebih dahulu di China. 8

2004 : Hingga akhir 2004 SAP telah memiliki 24000 customer di lebih dari 120 negara yang menjalankan hingga 84000 instalasi software SAP. 3. Tujuan Mengimplementasikan SAP a. Meningkatkan kecepatan dari proses bisnis 1) Meningkatkan customer service 2) Meningkatkan respon terhadap perubahan pasar b. Meningkatkan kosistensi dari proses bisnis 1) Memastikan bahwa SOP dijalankan dengan baik 2) Meningkatkan fungsi monitoring dan control di masingmasing bagian 3) Mengurangi human errors c. Meningkatkan kualitas dari proses bisnis 1) Meningkatkan kualitas dari informasi sehingga dapat meningkatkan kemampuan untuk pengambilan keputusan secara cepat dan tepat 2) Meningkatkan fungsi analisa terhadap suatu situasi 4. Modul dalam System Application and Product SAP terdiri dari modul-modul aplikasi sebagai berikut (sumber :http://euisnuraidah.wordpress.com/2013/09/13/introduction-sapfundamentals/): 9

a. Financial 1) Financial Accounting (FI) 2) Controlling (CO) 3) Investment Management (IM) 4) Enterprises Controlling (EC) 5) Treasury (TR) b. Logistics 1) Logistics Execution (LE) 2) Sales and Distribution (SD) 3) Materials Management (MM) 4) Production Planning and Control (PP) 5) Plant Maintenance (PM) 6) Logistics General (LO) 7) Quality Management (QM) 8) Project System (PS) 9) Customer Service (CS) 10) Real Estate Management (Industry Solution) c. Human Resources 1) Personnel Management (PA) 2) Personnel Time Management (PT) 3) Payroll (PY) 4) Training and Event Management (PE) 5) Organizational Management 10

6) Travel Management (TV) Setiap modul mendukung fungsi manajemen tertentu. Penjelasan masing-masing modul adalah sebagai berikut : a. Finance 1) FI Financial Accounting Software bisnis SAP ditujukan untuk menyediakan secara kontinu terhadap profitabilitas perusahaan. Modul FI juga mengukur kinerja keuangan perusahaan, berdasarkan pada data transaksi internal maupun eksternal. Modul FI menyediakan dokumen keuangan yang mampu melacak setiap angka yang terdapat dalam suatu laporan keuangan hingga ke data transaksi awal. Menurut SAP Team (2012), modul FI dibentuk oleh beberapa submodul yaitu: a) Account Receivables (Piutang): bertanggungjawab untuk menangani semua posting dan catatan sebagai hasil dari Customer Sales Activity. b) Account Payable (Hutang): posting rekaman akun yang dihasilkan sebagai hasil dari Vendor Purchasing Activity dan juga secara langsung dihasilkan kedalam General Ledger. c) Asset Accounting: digunakan untuk mengelola 11

aset tetap peusahaan. SAP memungkinkan pengguna untuk mengkategorikan aset dan mengatur nilai perhitungan penyusutan disetiap kelas aset d) Bank Accounting: pengelolaan transaksi bank dalam sistem termasuk pengelolaan kas perbankan e) Consolidation: menggabungkan laporan keuangan dari beberapa entitas dalam sebuah organisasi dan memberikan gambaran tentang keseluruhan posisi keuangan perusahaan. f) Funds Management: menyediakan manajemen anggaran pendapatan dan pengeluaran dari perusahaan serta melacak anggaran pendapatan kebagian yang bertanggungjawab. g) General Ledger: bagian ini sepenuhnya adalah modul SAP yang terintegerasi dengan yang lainnya. Modul SAP lain dalam General Ledger ini adalah semua posting akuntansi yang sudah direkam. Posting tersebut ditampilkan secara real-time untuk memberikan visibilitas yang up-to-date dari rekening keuangan. 12

h) Special Purpose Ledger: mengidentifikasikan General Ledger untuk tujuan pelaporan dan dikumpulkan dari aplikasi internal dan eksternal melalui proses SAP. i) Travel Management: menyediakan manajemen semua kegiatan perjalanan termasuk perjalanan pemesanan dan penanganan biaya (expenses) yang berhubungan dengan perjalanan. 2) CO Controlling Controlling (CO) merupakan aliran dari biaya dan pendapatan yang memberikan dukungan informasi yang diperlukan oleh manajemen dengan tujuan perencanaan, pelaporan dan pengambilan keputusan. Pada dasarnya CO adalah alat manajemen untuk keputusan organisasi (Wagner 2004). Fungsi dari modul CO adalah untuk mendukung 4 kegiatan operasional: a) Pengendalian capital investment b) Pengendalian aktivitas keuangan perusahaan, memonitor dan merencanakan pembayaran c) Pengendalian pendanaan terhadap procurement, pengadaan dan penggunaan dana di setiap area 13

d) Pengendalian biaya dan profit berdasarkan semua aktivitas perusahaan. Menurut SAP team (2012) modul CO ini memiliki beberapa submodul yaitu: a) Cost Element Accounting: menyediakan semua informasi yang berkaitan dengan biaya dan pendapatan dalam sebuah organisasi b) Cost Center Accounting: menyediakan informasi yang berkaitan dengan biaya yang ditimbulkan oleh kegiatan bisnis. Cost Center Accounting biasanya ditugaskan untuk departemen atau manager penanggungjawab utnuk daerah-daerah tertentu dari bisnis dan bidang-bidang fungsional dalam organisasi. c) Internal Orders: digunakan sebagai metode untuk mengumpulkan biaya dan transaksi bisnis yang berhubungan dengan tugas tertentu d) Activity-Based Costing: meningkatkan Cost Center Accounting yang memiliki pandangan berorientasi pada proses dan lintas fungsional dari pusat biaya. e) Product Cost Controlling: menyediakan kemampuan untuk menganalisis biaya produk sehingga mendapatkan harga optimal untuk memasarkan 14

produk. f) Profitability Analysis: membantu meninjau ulang informasi berkaitan dengan margin keuntungan atau kontribusi perusahaan yang ditangani oleh segmen usaha. Ada dua metode yang berguna dalam hal menganalisis: i. Account-Based Analysis: menggunakan pendekatan penilaian berbasis akun. ii. Cost-Based Analysis: menggunakan pendekatan penilaian sebagaimana ditetapkan oleh pengguna. g) Profit Center Accounting: menyediakan visibilitas keuntungan organisasi dan kerugian profit center. 3) IM Investment Management Fungsi dari modul IM ini overlapping dengan fungsi yang dijalankan oleh fungsi TR, namun modul IM lebih spesifik ditunjukan untuk menganalisis kebijakan investasi jangka panjang dan fixed assets dari perusahaan dan membantu management dalam membuat keputusan. 4) EC Enterprises Controlling Tujuan dari modul EC adalah untuk memberikan akses bagi Enterprise Controller kepada information warehouse mengenai hal-hal berikut : 15

a) Kondisi keuangan perusahaan b) Hasil dari perencanaan dan pengendalian perusahaan c) Investasi d) Maintenance dari aset perusahaan e) Akuisisi dan pengembangan SDM perusahaan f) Kondisi pasar yang berkaitan dengan pengambilan keputusan, seperti ukuran pasar, market share dan competitor performance g) Faktor-faktor struktural dari proses bisnis, seperti struktur produksi, struktur biaya, financial accounting dan profitability analysis 5) TR Treasury Modul TR berfungsi untuk mengintegrasikan antara cash management dan cash forecasting dengan aktivitas logistik dan transaksi keuangan. b. Logistics 1) LE Logistics Execution Modul ini berfokus pada pengaturan logistik dari masa purchasing hingga distribusi. Dari purchase requisition, good receipt hingga delivery. 2) SD Sales and Distribution Membantu meningkatkan efisiensi kegiatan 16

operasional berkaitan dengan proses pengelolaan customer order untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan dan menghasilkan profit yang layak dalam periode akuntansi yang akan datang. Di SAP, Sales & Distribution (SAP-SD) dibagi menjadi 4 sub-modul, yaitu: a) Sales Support Terdapat beberapa kegiatan seperti pencarian pelanggan, penentuan strategi promosi, pengelolaan data pelanggan dan kompetitor serta aktivitas marketing lainnya berdasarkan informasi yang ada di Sales Information System. Data dan informasi akan dikelola dalam SAP dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dengan pengembangan lebih lanjut. b) Sales Berisi kegiatan yang dimulai dari penerimaan permintaan pelanggan (inquiry) hingga pembuatan sales order. Sub-modul ini juga menangani proses kontrak dengan pelanggan (Contract), retur barang (Returns) dan persetujuan atau perjanjian dalam jadwal pengiriman barang atau jasa (Scheduling Agreement). Pada sub-modul Sales juga terdapat 17

fitur Pricing yang sangat fleksibel dan menjadi andalan dari SAP-SD. c) Shipping Proses yang berhubungan dengan pengiriman barang atau penyampaian jasa ke pelanggan. d) Billing Proses yang berhubungan dengan penagihan dan pembayaran. Sub-modul ini juga melayani proses Credit Memo dan Debit Memo. Credit Memo adalah sales document yang digunakan ketika harga yang diberikan ke pelanggan terlalu besar sehingga memerlukan pemotongan. Contoh: Kesalahan perhitungan harga karena lupa memberikan diskon yang dijanjikan sehingga harga menjadi lebih tinggi dari yang seharusnya. Debit Memo adalah sales document yang digunakan ketika harga yang diberikan ke pelanggan terlalu rendah sehingga memerlukan penambahan. Contoh: Kesalahan perhitungan harga sehingga harga yang diberikan ke pelanggan lebih rendah dari yang seharusnya Integrasi SAP-SD dengan modul SAP lainnya : 18

SAP-SD akan memanfaatkan informasi yang ada di Sales Information System dalam proses bisnisnya. SAP- SD juga berinteraksi dengan modul-modul lainnya, seperti Material Management (SAP-MM) dan Financial Accounting (SAP-FI). Interaksi dengan SAP-MM terjadi dalam beberapa proses, seperti rencana pengadaan atau pembuatan produk jika stok yang tersedia tidak mencukupi. Interaksi dengan SAP-FI terjadi dalam beberapa proses seperti pencatatan keuangan dari transaksi yang terjadi. 3) MM Material Management Mendukung proses manajemen/pengelolaan material di perusahaan, mulai dari pengadaan (procurement) hingga proses operasional inventory harian. Material dalam SAP MM dapat berwujud barang siap jual (finished goods) atau bahan yang akan digunakan sebagai bahan dalam proses produksi (raw materials). Pengelolaan material yang baik akan memberikan keunggulan bersaing (competitive advantages) bagi perusahaan, seperti: a) Tingkat ketersediaan material (availability) yang optimal. Hal ini ditunjukkan dengan material yang selalu tersedia untuk proses produksi ataupun 19

transaksi penjualan, namun dengan mempertahankan stok di gudang secukupnya sehingga cost untuk inventory dapat ditekan. Dengan demikian perusahaan dapat memiliki material di waktu, tempat dan jumlah yang tepat. b) Pemilihan vendor atau supplier terbaik dalam proses pengadaan material berdasarkan data history sehingga perusahaan dapat memperoleh harga, kualitas ataupun layanan terbaik. Contoh dampak positifnya bagi perusahaan adalah apabila perusahaan bisa mendapatkan material yang lebih murah dengan kualitas yang sesuai, maka harga jual produk dapat ditekan sehingga lebih murah daripada kompetitor. Selain itu, kualitas barang yang baik akan berpengaruh terhadap finished goods yang akan dijual. c) Perencanaan kebutuhan material yang baik dan terotomatisasi melalui sistem Material Requirement Planning akan berpengaruh terhadap menurunnya cost yang dikeluarkan oleh perusahaan. Menurut SAP team (2012) MM memiliki beberapa sub komponen yaitu: a) Consumption Based Planning: penawaran saham 20

dengan mamanfaatkan pengisian perencanaan kebutuhan material (MRP), menentukan prosedur lot-sizing dan melakukan peramalan. b) Purchasing: menyediakan kemampuan untuk menentukan sumber-sumber untuk memasok bahan atau jasa, pelacakan pengiriman dari vendor, dan memantau pembayaran kepada vendor. c) Inventory Management: mengendalikan persediaan material dan catatan pelayanannya, mengontrol dan melacak semua pergerakan barang, penerimaan, pengembalian penerimaan, transfer saham, pemesanan, persediaan fisik, penentuan saham, dan penanganan batch. d) Invoice Verification: mendukung penilaian verifikasi dan material seperti Last In First Out (LIFO) dan First In First Out (FIFO), revaluasi untuk perubahan harga, perubahan pada faktur untk kredit, pajak, diskon tunai, pemeriksaan faktur, mendefinisikan dampak rekening untuk faktur, membatalkan faktur, biaya pengiriman, dan menentukan varian faktur. e) External Service Management: mendukung pelayanan pengadaan eksternal vendor dan memberikan perintah atau menerima jasa. 21

Integrasi SAP MM dengan modul SAP lainnya : Untuk melaksanakan proses bisnisnya, SAP MM akan berinteraksi dengan modul SAP lainnya, yaitu: a) Production Planning (PP) untuk MRP, Purchasing dan Warehouse Management. b) Sales & Distribution (SD) untuk MRP dan Warehouse Management. c) Financial Accounting (FI) untuk Purchasing dan Invoice Verification. d) Controlling (CO)untuk Purchasing dan Invoice Verification. e) Asset Management (AM) untuk Purchasing dan Invoice Verification. f) Quality Management (QM) untuk Inventory Management. g) Project System untuk Services. 4) PP Production Planning Tujuan dari modul PP adalah untuk mengatur informasi produksi dan memastikan manufaktur berjalan dengan efektif serta efisien sehingga menghasilkan produk sesuai kebutuhan pelanggan. Modul SAP ini menangani Master Data yang diperlukan seperti Bill Of Material (BOM), routing, dan Work Center (pusat kerja) serta 22

menyimpannya dalam satu komponen terpisah (Wagner 2007). Menurut SAP team (2012) ada beberapa submodul PP yang terintegrasi dengan komponen SAP yaitu: a) Master Data: termasuk material master, work centers, routing, dan bill of material. b) Sales and Operating Planning: menyediakan berbagai macam perlengkapan untuk peramalan penjualan dan perencanaan produksi berdasarkan data masa lalu, saat ini dan masa depan. c) Distribusi Resource Planning: memungkinkan untuk merencanakan permintaan untuk pusat distribusi. d) Production Planning: termasuk peramalan material, manajemen permintaan, perencanaan jangka panjang dan master production scheduling (MPS). e) Material Requirements Planning: bergantung pada unsur-unsur permintaan dan penawaran dengan parameter perhitungan untuk menghitung kebutuhan bersih sejak dibuatnya perencanaan awal. f) Shop Floor Control: termasuk proses pesanan produksi, pergerakan barang, konfirmasi dan alatalat pelaporan untuk produksi. g) Planning Capacity: mengevaluasi kapasitas yang 23

digunakan berdasarkan kapasitas pekerjaan pusat yang tersedia untuk menunjukan keterbatasannya. h) Repetitive Manufacturing: proses manufaktur ini biasanya sederhana dalam memproduksi produk yang sama dalam jangka waktu yang lama. i) Cost Product Planning: mengevaluasi semua nilai waktu dan nilai bahan komponen untuk menentukan biaya produk. 5) PM Plant Maintenance Mendukung dan mengontrol pemeliharaan peralatan dan bangunan secara efektif dan mengatur data perawatan/ perbaikan, dan mengintegrasikan data komponen peralatan dengan aktivitas operasional yang sedang berjalan. 6) QM Quality Management Menyediakan master data yang dibutuhkan berdasarkan rekomendasi ISO-9000 series. 7) PS Project System Modul PS dikosentrasikan untuk mendukung kegiatan-kegiatan berikut ini: a) Perencanaan pendahuluan terhadap waktu dan value b) Perencanaan detail dengan menggunakan cost element atau unit costing dan menetapkan waktu kritis, pendeskripsian aktivitas dan penjadwalan 24

c) Koordinasi dari resources melalui otomasi permintaan material, manajemen inventori, networking planning dari orang, kapasitas, material, operating resources dan service d) Monitoring terhadap material, kapasitas dan dana selama proyek berjalan e) Penutupan proyek dengan analisis hasil dan perbaikan c. Human Resources 1) Memudahkan melaksanakan manajemen yang efektif dan tepat waktu terhadap proses-proses HR mulai dari aplikasi pendaftaran, administrasi pegawai, manajemen waktu, pembiayaan untuk perjalanan, salary, benefit dan biaya yang berkaitan dengan SDM perusahaan. 2) Melindungi data personalia dari pihak luar Beberapa sub-modul dari Human Resources didalam SAP antara lain: 1) Personnel Management Personnel Management terkait dengan fungsi untuk mengatur atau memantain data para karyawan. 2) Personnel Time Management 25

Personnel Time management digunakan untuk mengelola semua hal yang berhubungan dengan waktu dalam proses kerja para karyawan, misalnya absensi, cuti, dan lain-lain. Ada beberapa cara untuk mencatat data waktu dalam time management, seperti: a) Dilakukan online oleh time administrator b) Menggunakan Cross-Aplication Time Sheet (CATS) c) Menggunakan Employee Self-Service (ESS) 3) Payroll Secara umum payroll adalah sebuah perhitungan dari pembayaran atas hasil kerja dari para karyawan. Jika dilihat secara lebih khusus, payroll dapat mengelola beberapa hal seperti pemrosesan hasil penggajian, transfer bank, dan pembayaran gaji dengan menggunakan cek. Payroll menjadi penting karena proses payroll sangat berhubungan dengan kinerja karyawan, proses payroll yang benar dan tepat akan memperhitungkan dan menghasilkan jumlah insentif untuk karyawan yang tepat, sedangkan kesalahan pada jumlah nominal insentif akan membuat masalah yang dapat menyebabkan perfoma karyawan menurun. 4) Training and Event Management 26

Para karyawan yang memiliki kualifikasi kurang memadai akan diikutsertakan dalam event business atau kursus pelatihan yang menyediakan sarana untuk meningkatkan kinerja karyawan dalam bidang tertentu. 5) Organizational Management Organizational Management digunakan untuk memetakan struktur organisasi perusahaan dalam sistem manajemen sumber daya terkait dengan laporan dan untuk memperlihatkan hirarki serta hubungan para karyawan dalam sebuah perusahaan. Selain itu, organizational management juga memberi pandangan yang luas tentang perusahaan di masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang. Di dalam organizational management terdapat: a) Organizational plan menggambarkan sebuah model dari lingkungan kerja yang struktural dalam perusahaan yang bisa dievaluasi kapan saja. b) Organizational Unit menggambarkan semua jenis unit bisnis yang ada dalam perusahaan. Hubungan dari beberapa unit bisnis yang ada akan membentuk sebuah struktur organisasi. 27

c) Jobs adalah klasifikasi umum dari posisi yang akan ditempati oleh para karyawan. Misalnya Head of Department, secretary, dan lain-lain. d) Positions adalah unit organisasi terkecil yang menggambarkan tugas-tugas dari karyawan secara individual. Positions akan ditempati oleh Persons. e) Persons adalah sebuah obyek yang memegang posisi dalam suatu struktur organisasi yang secara umum digambarkan sebagai karyawan. 5. Kelebihan System Application and Product a. SAP terdiri dari sejumlah modul aplikasi yang mempunyai kemampuan mendukung semua transaksi yang perlu dilakukan suatu perusahaan dan tiap aplikasi bekerja secara berkaitan satu dengan yang lainnya. Semua modul aplikasi di SAP dapat bekerja secara terintegrasi/terhubung yang satu dengan lainnya. b. SAP punya Netweaver platform, yang mensupport development dan software logistik c. SAP punya ABAP (Advance Business Application Programming), business programming language yang mempermudah developer untuk implementasi business logic. d. Menerapkan balance scorecard. Membuat integrative process chain dari company sampai lebih 3 tingkat ke hulu supplier dan 28

lebih 3 tingkat ke hilir distributor. Membuat laporan keuangan konsolidasi dengan multi accounting system, multi currency dan multi-2 lainnya e. Mendukung integrasi proses bisnis perusahaan-perusahaan besar. f. Semua informasi yang tersimpan didalam SAP dapat diakses oleh bagian organisasi yang membutuhkan pada saat dibutuhkan. 6. Kelemahan System Application and Product a. Scope integrasi, b. Harga license tiap user SAP yang relatif mahal, c. Biaya konsultan yang lumayan mahal d. Kelengkapan data entry dan batas waktunya yang menuntut kedisiplinan usernya. Dimana dalam mengimplementasikan SAP, perusahaan harus menyediakan SDM yang sebagai user dan penanggung jawab atas Change Management Process. B. Laporan Keuangan 1. Pengertian Laporan Keuangan Laporan keuangan merupakan bentuk pertanggungjawaban atas kepengurusan sumber daya ekonomi yang dimiliki oleh suatu entitas. Laporan keuangan yang diterbitkan harus disusun berdasarkan standar akuntansi yang berlaku agar laporan keuangan tersebut dapat dibandingkan dengan laporan keuangan periode sebelumnya atau 29

dibandingkan dengan laporan keuangan entitas lain. Laporan keuangan diperoleh dari proses berjalannya sistem akuntansi. Laporan keuangan yang dihasilkan dari sistem atau proses akuntansi tidak dapat dibuat secara mudah, tetapi harus dibuat dan disusun sesuai dengan aturan atau standar yang berlaku. Hal ini perlu dilakukan agar laporan keuangan mudah dibaca dan dimengerti. Menurut PSAK 1 (tahun 2009) Laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitias. Tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga menunjukan hasil pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka. 2. Komponen Laporan Keuangan Menurut PSAK No. 1 (dalam buku Standar Akuntansi Keuangan per 1 Juni 2012, Ikatan Akuntansi Indonesia) laporan keuangan yang lengkap harus meliputi komponen-komponen sebagai berikut: a. Laporan posisi keuangan pada akhir periode Laporan posisi keuangan minimal mencakup penyajian jumlah pos-pos berikut: 30

1) Aset tetap (PSAK 16 dalam buku Standar Akuntansi Keuangan per 1 Juni 2012, Ikatan Akuntansi Indonesia) Aset tetap adalah aset berwujud yang: a) Dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa untuk direntalkan kepada pihak lain, atau untuk tujuan administratif, dan b) Diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode 2) Properti investasi (PSAK 13 revisi 2011) Properti investasi adalah properti (tanah atau bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau keduaduanya) yang dikuasai (oleh pemilik atau lesee/penyewa melalui sewa pembiayaan) untuk menghasilkan rental atau untuk kenaikan nilai atau kedua-duanya dan tidak untuk: a) Digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif atau; b) Dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari. 3) Aset tidak berwujud Aset nonmoneter yang dapat diidentifikasi tanpa wujud fisik (PSAK 19 revisi 2009). 4) Aset keuangan (PSAK 50 revisi 2010) Aset keuangan adalah setiap aset yang berbentuk: 31

a) Kas b) Instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas lain c) Hak kontraktual: i. Untuk menerima kas atau aset keuangan lain dari entitas lain atau; ii. Untuk mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan dengan entitas lain dengan kondisi yang berpotensi menguntungkan entitas tersebut atau; d) Kontrak yang akan atau mungkin diselesaikan dengan menggunakan instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh entitas dan merupakan: i. Nondetivatif dimana entitas harus atau mungkin diwajibkan untuk menerima suatu jumlah yang bervariasi dari instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas atau; ii. Derivatif yang akan atau mungkin diselesaikan selain dengan mempertukarkan sejumlah tertentu kas atau aset keuangan lain dengan sejumlah tertentu instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas. Untuk tujuan ini, instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas tidak termasuk instrumen keuangan yang mempunyai fitur 32

opsi jual (puttable financial instrumens) yang dikategorikan sebagai instrumen ekuitas, instrumen yang mensyaratkan suatu kewajiban terhadap entitas untuk menyerahkan kepada pihak lain bagian prorata aset neto entitas hanya pada saat likuidasi dan dikategorikan sebagai instrumen ekuitas, atau instrumen yang merupakan kontrak untuk menerima atau menyerahkan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas tersebut dimasa yang akan datang. 5) Investasi dengan menggunakan metode ekuitas Metode ekuitas adalah metode akuntansi dimana investasi pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk perubahan pascaperolehan dalam bagian investor atas aset neto investee. Laba atau rugi investor meliputi bagian investor atas laba atau rugi investee (PSAK 15 revisi 2009). 6) Aset biolojik 7) Persediaan (PSAK 14 revisi 2008) Persediaan adalah aset: a) Tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha biasa 33

b) Dalam proses produksi untuk penjualan tersebut, atau c) Dalam bentuk bahan atau perlengkapan untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa 8) Piutang dagang dan piutang lainnya Piutang dagang merupakan jumlah tagihan perusahaan kepada pelanggan yang berasal dari penjualan barang dan jasa yang merupakan kegiatan usah normal perusahaan. Piutang lain-lain merupakan tagihan perusahaan kepada pelanggan atau pihak lain akibat dari transaksi yang secara tidak langsung berhubungan dengan kegiatan normal usaha perusahaan. Piutang lain-lain meliputi piutang pegawai, piutang dari perusahaan afiliasi, piutang deviden, piutang bunga dan lain-lain. 9) Kas dan setara kas Kas terdiri atas saldo kas (cash on hand) dan rekening giro (demand deposits) Setara kas (cash equivalent) adalah investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka pendek, dan yang dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah yang dapat 34

ditentukan dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak signifikan (PSAK 2 revisi 2009). 10) Total aset yang diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual dan aset yang termasuk dalam kelompok lepasan yang diklasifikasikan sebagai yang dimiliki untuk dijual sesuai dengan PSAK 58 Revisi 2009. 11) Utang dagang dan terutang lainnya Utang dagang adalah kewajiban perusahaan kepada pihak lain yang harus dipenuhi dalam jangka waktu yang singkat. Kewajiban ini timbul karena pembelian bahan secara kredit. 12) Kewajiban diestimasi Kewajiban diestimasi adalah kewajiban yang waktu dan jumlahnya belum pasti (PSAK 57 revisi 2009) 13) Liabilitas keuangan (tidak termasuk jumlah yang disajikan dalam utang dagang dan terutang lainnya serta kewajiban diestimasi) 14) Liabilitas dan aset untuk pajak kini (PSAK 46 Revisi 2010) Pajak kini adalah jumlah pajak penghasilan yang terutang (dilunasi) atas laba kena pajak (rugi pajak) untuk satu periode. 15) Liabilitas dan aset pajak tangguhan (PSAK 46 Revisi 2010) 35

Liabilitas pajak tangguhan adalah jumlah pajak penghasilan terutang pada periode masa depan sebagai akibat adanya perbedaan temporer kena pajak. Aset pajak tangguhan adalah jumlah pajak penghasilan yang dapat dipulihkan pada periode masa depan sebagai akibat adanya: a) Perbedaan temporer yang boleh dikurangkan b) Akumulasi rugi pajak belum dikompensasi; dan c) Akumulasi kredit pajak belum dimanfaatkan, dalam hal peraturan perpajakan mengizinkan. 16) Liabilitas yang termasuk dalam kelompok yang dilepaskan yang diklasifikasikan sebagai yang dimiliki untuk dijual sesuai dengan PSAK 58 revisi 2009. 17) Kepentingan non pengendali, disajikan sebagai bagian dari ekuitas 18) Modal saham dan cadangan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk b. Laporan laba rugi komprehensif selama periode Laporan laba rugi komprehensif sekurang-kurangnya mencakup penyajian jumlah pos-pos berikut dalam satu periode: 1) Pendapatan (PSAK 23 revisi 2009) 36

Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal entitas selama suatu periode jika arus masuk tersebut mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal. 2) Biaya keuangan 3) Bagian laba dari entitas asosiasi dan joint ventures yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas 4) Baban pajak Beban pajak (penghasilan pajak) adalah jumlah agregat pajak kini dan pajak tangguhan yang diperhitungkan dalam menentukan laba atau rugi pada satu periode (PSAK 46 revisi 2010). 5) Suatu jumlah tunggal yang mencakup total dari: a) Laba rugi setelah pajak dari operasi yang dihentikan, dan b) Keuntungan atau kerugian setelah pajak yang diakui dengan pengukuran nilai wajar dikurangi dengan biaya untuk menjual atau dari pelepasan aset atau kelompok yang dilepaskan dalam rangka operasi yang dihentikan 6) Laba rugi 37

Laba rugi adalah total pendapatan dikurangi beban, tidak termasuk komponen-komponen pendapatan komprehensif lain (PSAK 1 revisi 2009) 7) Setiap komponen dari pendapatan komprehensif lain yang diklasifikasikan sesuai dengan sifat (selain jumlah dalam angka 8)) 8) Bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan joint ventures yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas, dan 9) Total laba rugi komprehensif c. Laporan perubahan ekuitas selama periode 1) Total laba rugi komprehensif selama satu periode, yang menunjukan secara terpisah total jumlah yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan kepada kepentingan non pengendali 2) Untuk tiap komponen ekuitas, pengaruh penerapan retrospektif (penerapan kebijakan akuntansi baru untuk transaksi, peristiwa dan kondisi lain seolah-olah kebijkan tersebut telah diterapkan sejak awal transaksi) atau penyajian kembali secara retrospektif (koreksi pengakuan, pengukuran dan pengungkapan jumlah unsur-unsur 38

laporan keuangan seolah-olah kesalahan periode lalu tidak pernah terjadi). 3) Untuk setiap komponen ekuitas, rekonsiliasi antara jumlah tercatat pada awal periode dan akhir periode, secara terpisah menungkapkan masing-masing perubahan yang timbul dari: a) Laba rugi b) Masing-masing pos pendapatan komprehensif lain, dan c) Transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik, yang menunjukan secara terpisah kontribusi dari pemilik dan distribusi kepada pemilik dan perubahan hak kepemilikan pada entitas anak yang menyebabkan hilang pengendalian d. Laporan arus kas selama periode Informasi arus kas memberikan dasar bagi pengguna keuangan untuk menilai kemampuan entitas dalam menghasilkan kas dan setara kas dan kebutuhan entitas dalam menggunakan arus kas tersebut. e. Catatan atas laporan keuangan, berisi ringkasan kebijakan akuntansi penting dan informasi penjelasan lainnya 39

1) Pernyataan atas kepatuhan terhadap SAK 2) Ringkasan kebijakan akuntansi signifikan terhadap penerapan 3) Informasi tambahan untuk pos-pos yang disajikan dalam laporan perubahan posisi keuangan dan laporan laba rugi komprehensif, laporan laba rugi terpisah (jika disajikan), laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas, sesuai dengan urutan penyajian laporan dan penyajian masingmasing pos, dan 4) Pengungkapan lainnya, termasuk: a) Kewajiban kontijensi dan komitmen kontraktual yang belum diakui Kewajiban kontijensi (PSAK 57 revisi 2009) adalah: i. Kewajiban potensial yang timbul dari peristiwa masa lalu yang keberadaannya menjadi pasti dengan terjadi atau tidak terjadinya satu peristiwa atau lebih pada masa datang yang tidak sepenuhnya berada dalam kendali entitas. ii. Kewajiban kini yang timbul sebagai akibat peristiwa masa lalu, tetapi tidak diakui karena: (a) Tidak dapat kemungkinan besar entitas mengeluarkan sumber daya yang 40

mengandung manfaat ekonomis untuk menyelesaikan kewajibannya; atau (b) Jumlah kewajiban tersebut tidak dapat diukur secara andal. b) Pengungkapan informasi nonkeuangan, seperti tujuan manajemen risiko keuangan dan kebijakan entitas (PSAK 31 revisi 2009) f. Laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan, atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya. 3. Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan Kualitas laporan keuangan merupakan laporan terstruktur mengenai laporan posisi keuangan dan transaksi-transaksi yang dilakukan dan dipertanggungjawabkan oleh suatu entitas pelaporan (Fanani, 2006). Kualitas laporan keuangan merupakan sejauh mana laporan keuangan yang disajikan menunjukkan informasi yang benar dan jujur (Payamta, 2006). 41

Sementara itu menurut Ratih (2010) kualitas laporan keuangan adalah: Apabila informasi yang disajikan dalam laporan keuangan tersebut dapat dipahami, dan memenuhi kebutuhan pemakainya dalam pengambilan keputusan, bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material serta dapat diandalkan, sehingga laporan keuangan tersebut dapat dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya. Karakteristik kualitatif merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai yang terdiri dari : a. Dapat dipahami Kualitas penting informasi yang ditampung dalam laporan keuangan adalah kemudahannya untuk segera dapat dipahami oleh pemakai. Untuk maksud ini, pemakai diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas ekonomi dan bisnis, akuntansi, serta kemauan untuk mempelajari informasi dengan ketekunan yang wajar. Namun demikian, informasi kompleks yang seharusnya dimasukkan dalam laporan keuangan tidak dapat dikeluarkan hanya atas dasar pertimbangan bahwa informasi tersebut terlalu sulit untuk dapat dipahami oleh pemakai tertentu. 42

b. Relevan Agar bermanfaat, informasi harus relevan untuk memenuhi kebutuhan pemakai dalam proses pengambilan keputusan. Informasi memiliki kualitas relevan kalau dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai dengan membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini atau masa depan, menegaskan, atau mengkoreksi, hasil evaluasi mereka di masa lalu. Peran informasi dalam peramalan (predictive) dan penegasan (confirmatory) berkaitan satu sama lain. Misalnya, informasi struktur dan besarnya aset yang dimiliki bermanfaat bagi pemakai ketika mereka berusaha meramalkan kemampuan organisasi dalam memanfaatkan peluang dan bereaksi terhadap situasi yang merugikan. Informasi yang sama juga berperan dalam memberikan penegasan (confirmatory role) terhadap prediksi yang lalu, misalnya, tentang bagaimana struktur keuangan organisasi diharapkan tersusun atau tentang hasil dari operasi yang direncanakan. Informasi posisi keuangan dan kinerja di masa lalu seringkali digunakan sebagai dasar untuk memprediksi posisi keuangan dan kinerja masa depan dan hal-hal lain yang langsung menarik perhatian pemakai, seperti pembayaran dividen dan upah, pergerakan harga sekuritas dan kemampuan 43

organisasi untuk memenuhi komitmennya ketika jatuh tempo. Untuk memiliki nilai prediktif, informasi tidak perlu harus dalam bentuk ramalan eksplisit. Namun demikian, kemampuan laporan keuangan untuk membuat prediksi dapat ditingkatkan dengan menampilkan informasi tentang transaksi dan peristiwa masa lalu. Misalnya, nilai prediktif laporan laba rugi dapat ditingkatkan kalau pos-pos penghasilan atau beban yang tidak biasa, abnormal dan jarang terjadi diungkapkan secara terpisah. Relevansi informasi dipengaruhi oleh hakekat dan materialitasnya (Azas Materialitas). Dalam beberapa kasus, hakekat informasi saja sudah cukup untuk menentukan relevansinya. Misalnya, pelaporan suatu segmen baru dapat mempengaruhi penilaian risiko dan peluang yang dihadapi organisasi tanpa mempertimbangkan materialitas dari hasil yang dicapai segmen baru tersebut dalam periode pelaporan. Dalam kasus lain, baik hakekat maupun materialitas dipandang penting, misalnya jumlah serta kategori persediaan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Informasi dipandang material kalau kelalaian untuk mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat informasi tersebut dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai yang diambil atas dasar laporan keuangan. 44

Materialitas tergantung pada besarnya pos atau kesalahan yang dinilai sesuai dengan situasi khusus dari kelalaian dalam mencantumkan (omission) atau kesalahan dalam mencatat (misstatement). Karenanya, materialitas lebih merupakan suatu ambang batas atau titik pemisah dari pada suatu karakteristik kualitatif pokok yang harus dimiliki agar informasi dipandang berguna. c. Keandalan Agar bermanfaat, informasi juga harus andal (reliable). Informasi memiliki kualitas andal jika bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian yang tulus atau jujur (faithful representation) dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan dapat disajikan. Informasi mungkin relevan tetapi jika hakekat atau penyajiannya tidak dapat diandalkan maka penggunaan informasi tersebut secara potensial dapat menyesatkan. Misalnya, jika keabsahan dan jumlah tuntutan atas kerugian dalam suatu tindakan hukum masih dipersengketakan, mungkin tidak tepat bagi organisasi untuk mengakui jumlah seluruh tuntutan tersebut dalam neraca, meskipun mungkin tepat untuk mengungkapkan jumlah serta keadaan dari tuntutan 45

tersebut. Agar dapat diandalkan, informasi harus menggambarkan dengan jujur transaksi serta peristiwa lainnya yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar dapat diharapkan untuk disajikan (Azas Penyajian Jujur). Jadi, misalnya, neraca harus menggambarkan dengan jujur transaksi serta peristiwa lainnya dalam bentuk aset, liabilitas dan ekuitas organisasi pada tanggal pelaporan yang memenuhi kriteria pengakuan. Informasi keuangan pada umumnya tidak luput dari risiko penyajian yangdianggap kurang jujur dari apa yang seharusnya digambarkan. Hal tersebut bukan disebabkan karena kesengajaan untuk menyesatkan, tetapi lebih merupakan kesulitan yang melekat dalam mengidentifikasikan transaksi serta peristiwa lainnya yang dilaporkan, atau dalam menyusun atau menerapkan ukuran dan teknik penyajian yang sesuai dengan makna transaksi dan peristiwa tersebut. Dalam kasus tertentu, pengukuran dampak keuangan dari suatu pos sangat tidak pasti sehingga organisasi pada umumnya tidak mengakuinya dalam laporan keuangan. Misalnya, meskipun dalam kegiatan usahanya organisasi dapat menghasilkan goodwill, tetapi lazimnya sulit untuk mengidentifikasi atau mengukur goodwill secara andal. Namun, dalam kasus lain, pengakuan suatu pos tertentu 46

tetap dianggap relevan dengan mengungkapkan risiko kesalahan sehubungan dengan pengakuan dan pengukurannya. Jika informasi dimaksudkan untuk menyajikan dengan jujur transaksi serta peristiwa lain yang seharusnya disajikan, maka peristiwa tersebut perlu dicatat dan disajikan sesuai dengan substansi dan realitas ekonomi dan bukan hanya bentuk hukumnya (Azas Substansi Mengungguli Bentuk). Substansi transaksi atau peristiwa lain tidak selalu konsisten dengan apa yang tampak dari bentuk hukum. Misalnya, suatu organisasi mungkin menjual suatu aset kepada pihak lain dengan cara sedemikian rupa sehingga dokumentasi dimaksudkan untuk memindahkan kepemilikan menurut hukum ke pihak tersebut, namun demikian, mungkin terdapat persetujuaan yang memastikan bahwa organisasi dapat terus menikmati manfaat ekonomi masa depan yang diwujudkan dalam bentuk aset. Dalam keadaan seperti itu, pelaporan penjualan tidak menyajikan dengan jujur transaksi yang dicatat (jika sesungguhnya memang ada transaksi). Informasi harus diarahkan pada kebutuhan umum pemakai, dan tidak bergantung pada kebutuhan dan keinginan pihak tertentu (Azas Netralitas). Tidak boleh ada usaha untuk menyajikan informasi yang menguntungkan beberapa pihak, sementara hal tersebut akan merugikan pihak lain yang 47

mempunyai kepentingan yang berlawanan. Penyusun laporan keuangan adakalanya menghadapi ketidakpastian peristiwa dan keadaan tertentu, seperti ketertagihan piutang yang diragukan, prakiraan masa manfaat pabrik serta peralatan, dan tuntutan atas jaminan garansi yang mungkin timbul (Azas Pertimbangan Sehat). Ketidakpastian semacam itu diakui dengan mengungkapkan hakekat serta tingkatnya dan dengan menggunakan pertimbangan sehat (prudence) dalam penyusunan laporan keuangan. Pertimbangan sehat mengandung unsur kehati-hatian pada saat melakukan prakiraan dalam kondisi ketidakpastian, sehingga aset atau penghasilan tidak dinyatakan terlalu tinggi dan liabilitas atau beban tidak dinyatakan terlalu rendah. Namun demikian penggunaan pertimbangan sehat tidak memperkenankan misalnya, pembentukan cadangan tersembunyi atau penyisihan (provision) berlebihan, dan sengaja menetapkan aset atau penghasilan yang lebih rendah atau pencatatan liabilitas atau beban yang lebih tinggi, sehingga laporan keuangan menjadi tak netral, dan karena itu, tidak memiliki kualitas andal. Agar dapat diandalkan, informasi dalam laporan keuangan harus lengkap dalam batasan materialitas dan biaya (Azas 48

Kelengkapan). Kesengajaan untuk tidak mengungkapkan (omission) mengakibatkan informasi menjadi tidak benar atau menyesatkan dan karena itu tidak dapat diandalkan dan tidak sempurna ditinjau dari segi relevansi. d. Dapat dibandingkan Pemakai harus dapat memperbandingkan laporan keuangan organisasi antar periode untuk mengidentifikasi kecenderungan (trend) posisi dan kinerja keuangan. Pemakai juga harus dapat memperbandingkan laporan keuangan antar organisasi untuk mengevaluasi posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan secara relatif. Oleh karena itu, pengukuran dan penyajian dampak keuangan dari transaksi dan peristiwa lain yang serupa harus dilakukan secara konsisten untuk organisasi tersebut, antar periode organisasi yang sama dan untuk organisasi yang berbeda. Implikasi penting dari karakteristik kualitatif dapat diperbandingkan adalah bahwa pemakai harus mendapat informasi tentang kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan dan perubahan kebijakan serta pengaruh perubahan tersebut. Para pemakai harus dimungkinkan untuk dapat mengidentifikasi perbedaan kebijakan akuntansi 49

yang diberlakukan untuk transaksi serta peristiwa lain yang sama dalam sebuah organisasi dari satu periode ke periode dan dalam organisasi yang berbeda. Ketaatan pada standar akuntansi keuangan, termasuk pengungkapan kebijakan akuntansi yang digunakan olehorganisasi, membantu pencapaian daya banding. Kebutuhan terhadap daya banding jangan dikacaukan dengan keseragaman semata-mata dan tidak seharusnya menjadi hambatan dalam memperkenalkan standar akuntansi keuangan yang lebih baik. Organisasi tidak perlu meneruskan kebijakan akuntansi yang tidak lagi selaras dengan karakteristik kualitatif relevansi dan keandalan. Organisasi juga tidak perlu mempertahankan suatu kebijakan akuntansi kalau ada alternatif lain yang lebih relevan dan lebih andal. Berhubung pemakai ingin membandingkan posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan antar periode, maka organisasi perlu menyajikan informasi periode sebelumnya dalam laporan keuangan. C. Penelitian Terdahulu Hasil penelitian sebelumnya (Rahayu Azis 2009) menunjukan penerapan SAP (System Application and Product) in data processing pada 50

PT Telkom Tbk dinilai efektif dalam menghasilkan informasi akuntansi, namun dalam prosesnya sistem komputerisasi ini sering terjadi human error. 51