Paparan Draft Rencana Aksi

dokumen-dokumen yang mirip
Laporan Hasil Pertemuan Pelaksana Teknis Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi (Knpk) Tahun 2016

RENCANA AKSI KETERBUKAAN PEMERINTAH

PERAN INSPEKTORAT UTAMA DALAM MENDUKUNG REFORMASI BIROKRASI

Disampaikan Pada : Diskusi Publik: Empat Tahun UU Pelayanan Publik YAPPIKA Jakarta, 24 Juli 2013

TENTANG LAPOR! MINGGU I JULI 2017

Setyanta Nugraha Inspektur Utama Sekretariat Jenderal DPR RI

Penanggungjawab : Koordinator Tim Pelaksana

JADWAL PENAJAMAN INPRES NO. 10 TAHUN 2016

- 9 - BAB II PENCAPAIAN DAN ISU STRATEGIS

PENEGAKAN HUKUM. Selasa, 24 November

LAPOR! - SP4N untuk Pelayanan Publik yang Lebih Baik

KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA SISTEM PENGELOLAAN PENGADUAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI

INPRES NO. 10 TAHUN 2016 AKSI PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN KORUPSI TAHUN 2016 DAN TAHUN 2017

REFORMASI BIROKRASI DAN SISTEM MANAJEMEN PERKARA TERPADU

ARAH PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI DI KEMENTERIAN/LEMBAGA DALAM RANGKA TERWUJUDNYA 3 (TIGA) SASARAN REFORMASI BIROKRASI NASIONAL

BUPATI POLEWALI MANDAR

EVALUASI PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI SESUAI DENGAN SURAT MENPAN RB NOMOR : B/14/D.I.PANRB-UPRBN/12/2015 TANGGAL 22 DESEMBER 2015

EVALUASI PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI SESUAI DENGAN SURAT MENPAN RB NOMOR : B/14/D.I.PANRB-UPRBN/12/2015 TANGGAL 22 DESEMBER 2015

ANGAN Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

REFORMASI BIROKRASI PENGADILAN AGAMA JAKARTA UTARA KATA PENGANTAR

Drs. SIH WAHYUDI, MM. Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Banyuwangi

Menteri Perindustrian Republik Indonesia

PENINGKATAN TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS APARATUR DALAM KERANGKA REFORMASI BIROKRASI

RANCANGAN PERATURAN PRESIDEN TENTANG SATU DATA INDONESIA (VERSI 9)

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PELAYANAN PUBLIK. Oleh: Muhammad Imanuddin Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi

REFORMASI BIROKRASI SEKRETARIAT JENDERAL DAN BADAN KEAHLIAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

DIREKTORAT JENDERAL BINA PEMERINTAHAN DESA KEMENTERIAN DALAM NEGERI

PROSES PENCAPAIAN TUJUAN DAN SASARAN REFORMASI BIROKRASI

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,

KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA IMPLEMENTASI KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DAN OPEN GOVERNMENT PARTNERSHIP (OGP)

11 Program Prioritas KIB II

Kebijakan dan Strategi e-government Dalam Mendukung e-nawacita

PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG

Pelaksanaan Evaluasi berpedoman pada Peraturan MenPAN RB 14/2014 ttg Pedoman Evaluasi Reformasi Birokrasi Instansi Pemerintah

Jakarta, 2 Februari 2015

PENGUATAN REFORMASI BIROKRASI

Panel 2 : Konsensus Panel Asesor Penetapan Nilai Pelaksanaan RB dan Rencana Aksi Tindak Lanjut

BAHAN RAPAT KERJA KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI DENGAN KOMISI II DPR-RI. Jakarta, 13 Februari 2012

KERANGKA LOGIS PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI TINGKAT MAKRO

BAB 1 BISNIS PROSES DALAM REFORMASI BIROKRASI. A. Pendahuluan

IMPLEMENTASI REFORMASI BIROKRASI DI DAERAH

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi

KESIAPAN PUSDIKLAT MIGAS UNTUK BERKONTRIBUSI DALAM PROGRAM PERCEPATAN PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI (QUICK WINS) DI KESDM

KPK DAN REFORMASI BIROKRASI. Basaria Panjaitan. Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi

NOTA KESEPAHAMAN ANTARA KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI REPUBLIK INDONESIA KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TENTANG

KEBIJAKAN PENGAWASAN DAN AKUNTABILITAS APARATUR

Pengarus-utamaan Open Government dalam Pembangunan Nasional

LANGKAH KEBIJAKAN PETA JALAN PNPM MANDIRI 2012

EVALUASI REFORMASI BIROKRASI INSTANSI PEMERINTAH

DEPUTI BIDANG PELAYANAN PUBLIK KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI

2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166,

MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA

KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI/KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN ACEH DAN KOMISI PEMILIHAN UMUM/KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN KABUPATEN/KOTA

KEBIJAKANPELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI

MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

KERANGKA ACUAN KEGIATAN (ToR) RtR

MATRIK 2.3 RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN KEMENTERIAN/ LEMBAGA TAHUN 2011

GUBERNUR SULAWESI BARAT

BUPATI TANJUNG JABUNG TIMUR PROVINSI JAMBI PERATURAN BUPATI TANJUNG JABUNG TIMUR

MEMBANGUN ZONA INTEGRITAS PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM RANGKA MEWUJUDKAN WILAYAH BEBAS KORUPSI DAN MELAYANI

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)

LAPORAN PENILAIAN MANDIRI PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

KEPUTUSAN KECAMATAN CICURUG KABUPATEN SUKABUMI NOMOR : 30 Tahun 2018

BAB II PERENCANAAN KINERJA

2016, No ); 4. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun (Lembaran Negara Repu

PERAN DAN DUKUNGAN KEJAKSAAN RI TERHADAP PRIORITAS RENCANA KERJA PEMERINTAH (RKP) T.A 2018

GELAR PENGAWASAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG 2017

KATA PENGANTAR. Tabanan, 04 Januari 2017 Pengadilan Agama Tabanan, Drs. Zainal Arifin, M.H. NIP

MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 20 TAHUN 2012

DATA PIRANTI LUNAK SATKER BIRO RENA POLDA NTB TAHUN 2017

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG AKSI PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN KORUPSI TAHUN 2013 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

DIREKTORAT RESERSE KRIMINAL UMUM POLDA METRO JAYA

PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS MELALUI PELAYANAN PUBLIK INSPEKTORAT JENDERAL 2016

Sasaran Strategis I Terwujudnya proses peradilan yang pasti, transparan dan akuntabel. Indikator Kinerja Target Realisasi

KEPUTUSAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 02B/DPR RI/II/ TENTANG

2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahu

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA,

ARAHAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI PADA ACARA

SOSIALISASI PERATURAN MENTERI PAN DAN RB NOMOR 20 TAHUN 2012

TATA NASKAH DINAS ELEKTRONIK (TNDE) Oleh : Dra. ANY INDRI HASTUTI, MM ASISTEN PEMERINTAHAN

EVALUASI REFORMASI BIROKRASI INSTANSI PEMERINTAH

BAB I PENDAHULUAN 1.1. KONDISI UMUM

21 Universitas Indonesia

Oleh : Ketua Tim GNPSDA. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pontianak, 9 September 2015

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI

Transkripsi:

Paparan Draft Rencana Aksi 2016-2017 Open Government Indonesia Jakarta, 4 April 2016

Alur Pikir Renaksi

CLUSTER I Penegakan Hukum dan Pencegahan Korupsi

No Aksi Kementerian / Lembaga Sasaran Indikator 2016 Indikator 2017 Penegakan Hukum dan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi Transparansi & Akuntabilitas Penanganan KEJAKSAAN REPUBLIK Tersedianya basis data yang dapat Pengelolaan Data Statistik kriminal cepat, Pengelolaan Data Statistik kriminal cepat, Perkara di Lembaga Peradilan INDONESIA menyajikan informasi data perkara secara akuntabel dan mudah diakses publik berdasarkan akuntabel dan mudah diakses publik 1 akurat lengkap dalam rangka Jenis Penanganan Perkara dan Implementasi Pilot mewujudkan penanganan perkara secara Project SPPT di 6 satuan kerja (3 Kejati dan 3 berdasarkan Jenis Penanganan Perkara dan Implementasi Pilot Project SPPT di 10 satuan cepat dan akuntabel serta dapat diakses Kejari) kerja (5 Kejati dan 5 Kejari) masyarakat MAHKAMAH AGUNG Meningkatnya pengelolaan dan Persentase hasil putusan sidang pengadilan yang Persentase hasil putusan sidang pengadilan pelayanan informasi pada MA dan dipublikasikan Pengembangan Sistem Informasi yang dipublikasikan Pengembangan Sistem 2 pengadilan di semua (empat) lingkup terintegrasi di lingkungan peradilan, dengan Informasi terintegrasi di lingkungan peradilan, pengadilan Implementasi pilot project SPPT di 3 provinsi (3 dengan Implementasi pilot project SPPT di 5 PN dan 3 PT) provinsi (5 PN dan 5 PT) KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK Integrasi sistem penanganan perkara Penyajian Data Informasi Kriminal Nasional secara Penyajian Data Informasi Kriminal Nasional INDONESIA secara internal dan eksternal terintegrasi antar Satker Polri (mendukung secara terintegrasi antar Satker Polri 3 Integrated Criminal Justice System) dan Implementasi pilot project Sistem Peradilan (mendukung Integrated Criminal Justice System) dan Implementasi pilot project Sistem Pidana Terpadu (SPPT) di 3 provinsi (3 Polda dan 3 Peradilan Pidana Terpadu (SPPT) di 5 provinsi Polres) (5 Polda dan 5 Polres) Pencegahan Tindak Pidana Korupsi KOMISI PEMBERANTASAN Penguatan Integritas di Sektor Sebanyak 110 Mitra Strategis Sektor Pendidikan Sebanyak 110 Mitra Strategis Sektor 4 KORUPSI (KPK) Pendidikan yang Melaksanakan Program Pembangunan Pendidikan yang Melaksanakan Program Integritas Pembangunan Integritas KOMISI PEMBERANTASAN Pembangunan Integritas dan Sebanyak 23 Kementerian/Lembaga/Instansi Sebanyak 23 Kementerian/Lembaga/Instansi 5 KORUPSI (KPK) Pembelajaran Anti Korupsi pada pada K/L/I (K/L/I) yang melaksanakan Program Pembangunan Integritas dan 10 KLOP yang (K/L/I) yang melaksanakan Program Pembangunan Integritas dan 10 KLOP yang melaksanakan pembelajaran anti korupsi melaksanakan pembelajaran anti korupsi KOMISI PEMBERANTASAN Terbentuknya Komunitas Anti Korupsi 35 CSO Mitra Strategis yang melaksanakan 35 CSO Mitra Strategis yang melaksanakan 6 KORUPSI (KPK) (CSO) Program Pembangunan Integritas Program Pembangunan Integritas

CLUSTER II Tata Kelola Pemerintahan, Reformasi Birokrasi, dan Penguatan Pelayanan Publik

No Aksi Kementerian / Lembaga Sasaran Indikator 2016 Indikator 2017 Tata Kelola Pemerintahan, Reformasi Birokrasi, dan Penguatan Pelayanan Publik (1) 7 8 9 10 11 12 13 Penguatan Reformasi Birokrasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Meningkatnya persentase instansi pemerintah (K/L/Prov/Kab/Kota) yang memiliki Indeks RB baik (Kategori "B" ke atas) Penguatan Sistem dan Pelaporan Evaluasi Kinerja Pembangunan Penguatan Pelayanan Publik Ombudsman RI Meningkatnya kepatuhan K/L/ Pemda dengan Kepatuhan Tinggi atas Pelaksanaan UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik Kemenpan RB, Kantor Staf Presiden dan Ombudsman RI Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan Kantor Staf Presiden Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan Kantor Staf Presiden Ditandantanganinya Nota Kesepahaman Bersama Kementerian PAN-RB, Kantor Staf Presiden, Ombudsman RI tentang Pemanfaatan Sistem Aplikasi Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!) sebagai Sistem Pengelolaaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) Penyusunan Permen PAN RB terkait Unit Pengelolaan LAPOR di PAN RB sebagai realisasi dari MOU tekait proses transfer/ transisi pengelolaan LAPOR dari KSP ke PAN-RB Meningkatkan keterhubungan Lapor dengan lebih banyak K/L/D (terutama keterhubungan dengan Pemerintah Daerah yang menjadi Prioritas Nasional PanRB) untuk 2016 dan 2017 Meningkatkan sosialisasi terhadap penggunaan LAPOR! sebagai SP4N dengar target meningkatkan jumlah pengaduan yang masuk via Lapor! menjadi 1juta aduan untuk 2016 (target agregat; jumlah pengaduan per Februari 2016: ±738,000 pengaduan). Persentase instansi pemerintah (K/L 55%, Prov 35%, Kab/Kota 20%) yang memiliki Indeks RB baik (Kategori "B" ke atas) Penyiapan Sistem pemantauan dan evaluasi kinerja pembangunan yang lebih responsif Persentase K/L/Pemda (K : 50%, L : 55% Prov : 48.5% Kab/Kota : 26.5%) dengan tingkat kepatuhan yang tinggi atas pelaksanaan UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik (Zona Hijau) Tersediannya nota kesepahaman dimaksud Pengesahan Permen PAN RB tentang Unit Pengelolaan LAPOR di KemenPAN RB Di tahun 2016, target integrasi LAPOR dengan sejumlah 267 K/L/D Target agregat jumlah aduan LAPOR sebanyak 1 juta aduan Persentase instansi pemerintah (K/L 61%, Prov 40%, Kab/Kota 25%) yang memiliki Indeks RB baik (Kategori "B" ke atas) Tersedianya Sistem pemantauan dan evaluasi kinerja pembangunan yang lebih responsif Persentase K/L/Pemda (K : 58%, L : 55% Prov : 54.5% Kab/Kota : 30.5%) dengan tingkat kepatuhan yang tinggi atas pelaksanaan UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik (Zona Hijau) Optimalisasi terhadap pelaksanaan nota kesepahaman dimaksud Unit Pengelolaan LAPOR di KemenPAN RB sudah berjalan sesuai ketentuan Permen PAN RB dimaksud Di tahun 2016, target integrasi LAPOR dengan sejumlah 400 K/L/D Target agregat jumlah aduan LAPOR sebanyak 1,4 juta aduan

No Aksi Kementerian / Lembaga Sasaran Indikator 2016 Indikator 2017 Tata Kelola Pemerintahan, Reformasi Birokrasi, dan Penguatan Pelayanan Publik (2) 14 Optimalisasi Standar Pelayanan Minimum (SPM) untuk sektor pendidikan dan kesehatan Kementerian Pendidikan dan Kesehatan Meningkatnya jumlah Daerah yang menyusun 70% Pemerintah Daerah yang telah menyusun dan menjalankan Standar Pelayanan Minimum Standar Pelayanan Minimum untuk sektor (SPM) untuk sektor pendidikan sesuai Peraturan pendidikan dan kesehatan Menteri Pendidikan Nasional No. 10 Tahun 2015 dan untuk sektor kesehatan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan No. 741 Tahun 2008 100% Pemerintah Daerah yang telah menyusun Standar Pelayanan Minimum untuk sektor kesehatan dan pendidikan 15 Promosi layanan elektronik menuju E- Budgeting, E-reporting dan Complaint Center Kementerian Kesehatan Penguatan pelayanan kesehatan rujukan berkualitas yang dapat dijangkau oleh masyarakat Sebanyak 70% Pemerintah daerah sudah menjalankan Sistem rujukan pelayanan kesehatan online (RS dan Puskesmas) yang mudah diakses oleh masyarakat Sebanyak 100% Pemerintah daerah sudah menjalankan sistem rujukan pelayanan kesehatan online (RS dan Puskesmas) yang mudah diakses oleh masyarakat 16 Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Penguatan sistem e-planning dalam penyusunan dokumen perencanaan (RPJM/RKP) secara online sistem e-planning secara online yang lebih kuat. 17 Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Perumusan dan Pelaksanaan Kebijakan E- Government 1. Tersedianya Peraturan Presiden tentang Grand Design E-Government Nasional; 2. Tersedianya Draft UU tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Pelaksanaan Peraturan Presiden tentang Grand Design E-Government Nasional; dan Pengesahan RUU tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik 18 Penguatan Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri Terselenggaranya Penerapan Model Perencanaan Pembangunan Partisipatif dengan Sistem Penyusunan RAPBDesa secara partisipatif Sebanyak 14098 Desa Penyelenggara Penerapan Model Perencanaan Pembangunan Partisipatif dengan Sistem Penyusunan RAPBDesa secara partisipatif Sebanyak 14098 Desa Penyelenggara Penerapan Model Perencanaan Pembangunan Partisipatif dengan Sistem Penyusunan RAPBDesa secara partisipatif 19 Penguatan Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Desa Meningkatnya kapasitas aparat dalam tata kelola keuangan dan aset desa yang efektif, transparan, dan akuntabel. Terlaksananya pilot project format birokrasi Pemdes (organisasi, PNS, perencanaan, penganggaran, pengawasan) untuk Implementasi Dana Desa dan RAPBDesa dilaksanakan dengan pola datasharing pendampingan. Pilot project 2016: 5 Provinsi (Jateng, Sulsel, Maluku, Sumut, Kalteng) Terlaksananya pilot project format birokrasi Pemdes (organisasi, PNS, perencanaan, penganggaran, pengawasan) untuk Implementasi Dana Desa dan RAPBDesa dilaksanakan dengan pola datasharing pendampingan. Pilot project 2017: 5 Provinsi, 7 Kab/Kota, 14 Desa 20 Transparansi pengelolaan SDA dalam lingkup area EITI Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Transparansi penerimaan sumber daya alam migas & pertambangan melalui EITI Terpublikasikannya laporan hasil rekonsiliasi Terpublikasikannya laporan hasil rekonsiliasi inisiatif transparansi industri ekstraktif (EITI) inisiatif transparansi industri ekstraktif (EITI) Indonesia dari sektor migas dan pertambangan Indonesia dari sektor migas dan pertambangan untuk Tahun Anggaran 2014 untuk Tahun Anggaran 2015 21 Perbaikan tata kelola informasi geospasial sebagai dasar pelaksanaan pembangunan nasional Badan Informasi Geospasial dan/atau Kementerian Perekonomian bidang Perekonomian Perwujudan Informasi Geospasial Tematik (IGT) yang mempunyai aspek hukum dan penguasaan lahan Terkompilasinya dan terintegrasinya sebanyak 17 peta tematik di 34 Provinsi. Terkompilasinya dan terintegrasinya sebanyak 53 peta tematik di 34 Provinsi.

CLUSTER III Penguatan Akses Informasi Publik

No Aksi Kementerian / Lembaga Sasaran Indikator 2016 Indikator 2017 Penguatan Akses Informasi Publik 22 Peningkatan akses masyarakat terhadap informasi publik Komisi Informasi Pusat dan Kementerian Komunikasi dan Informatika Peningkatan persentase penyelesaian sengketa informasi publik 60 % penyelesaian sengketa informasi publik 65% penyelesaian sengketa informasi publik 23 Komisi Informasi Pusat dan Kementerian Komunikasi dan Informatika Badan Publik Pemerintah yang melaksanakan ketentuan UU No. 14 Tahun 2008 65 % Badan publik yang melaksanakan ketentuan UU No. 14 Tahun 2008 70 % Badan publik yang melaksanakan ketentuan UU No. 14 Tahun 2008 24 Komisi Informasi Pusat dan Kementerian Komunikasi dan Informatika Pembentukan Komisi Informasi Provinsi Sebanyak 90% provinsi telah membentuk Komisi Informasi di tingkat provinsi Seluruh provinsi (100% ) telah membentuk Komisi Informasi di tingkat provinsi 25 Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokra Penyusunan Permen Pan RB ditujukan ke semua K/L terutama yang memiliki UPT di daerah untuk melaksanakan UU 14/2008 dalam rangka penguatan pengarusutamaan informasi publik Tersedianya Permen PAN RB tentang Penguatan Pelaksanaan Ketentuan UU No. 14 Tahun 2008 100% UPT K/L di daerah sudah memahami ketentuan Permen RB dimaksud dan menjalankan ketentuan UU Nomor 14 Tahun 2008. 26 Penguatan keterbukaan informasi di Parlemen Dewan Perwakilan Rakyat RI Meningkatkan akses masyarakat terhadap proses pertemuan/kegiatan DPR dan Memperjelas Kriteria tentang rapat tertutup. Penyempurnaan website DPR-RI yang menginformasikan: data kelembagaan (organisasi, tupoksi dan keangggotaan), data absensi dan partisipasi anggota DPR pada setiap rapat yang berlangsung, laporan mengenai jalannya rapat secara langsung, pengawasan produk legislasi, komentar publik mengenai rapat yang berlangsung, publikasi hasil sidang kepada publik. (Kelanjutan dari Renaksi OGI 2014-2015; Tindak lanjut amanah UU No 14 Tahun 2008) Memperjelas Kriteria tentang rapat tertutup tersedia, dengan ruang lingkup yang ketat (Revisi Peraturan DPR Nomor 1 Tahun 2014 tentang Tata Tertib DPR) 27 Penguatan keterbukaan informasi di Perguruan Tinggi Negeri Kemenristekdikti dan Komisi Informasi Pusat Mewujudkan keterbukaan informasi publik di perguruan tinggi negeri Peyusunan Peraturan Menteri Ristekdikti mengenai Pengelolaan Informasi Publik di Perguruan Tinggi Negeri dan implementasi pilot project di 5 PTN (1 PTN Badan Hukum, 2 PTN Badan Layanan Umum, dan 2 PTN Satuan Kerja) 100 % PTN sudah memahami dan menjalankan ketentuan Permenristekdikti mengenai Pengelolaan Informasi Publik di PTN dan Piloting project di 6 PTN (3 PTN Badan Layanan Umum, dan 3 PTN Satuan Kerja)

CLUSTER III Tata Kelola Data

No Aksi Kementerian / Lembaga Sasaran Indikator 2016 Indikator 2017 Manajemen / Tata Kelola Data 28 Penguatan One Data Kantor Staf Presiden Kajian terkait struktur kelembagaan ataupun peta jalan/ roadmap yang dibutuhkan oleh pemerintah untuk Produk Kajian tentang Road Map Tata Kelola Data membenahi tata kelola data Indonesia Implementasi hasil kajian berupa finalisasi Road Map menjadi produk hukum. 29 Kantor Staf Presiden Peningkatan jumlah K/L/I/Pemda yang terintegrasi dengan portal One Data Proyek percontohan One Data yang diperluas di 5 Pemerintah Daerah Proyek percontohan One Data yang diperluas di 8 Pemerintah daerah 30 Perbaikan tata kelola informasi geospasial sebagai dasar pelaksanaan pembangunan nasional Badan Informasi Geospasial dan/atau Kementerian Perekonomian bidang Perekonomian Perwujudan Informasi Geospasial Tematik (IGT) yang mempunyai aspek hukum dan penguasaan lahan Terkompilasinya dan terintegrasinya sebanyak 17 peta tematik di 34 Provinsi. Terkompilasinya dan terintegrasinya sebanyak 53 peta tematik di 34 Provinsi.

Tahap I: Penyiapan dan Penyelesaian Kerangka Konsep Renaksi OGI bersama CSO (Nov 15) Tahap III : Penjajakan Daerah (Jan-Feb 16) Tahap V : Finalisasi (Mei-Jun 16) Penjaringan Input Online Penjaringan Input Daerah dan K/L Tahap II: Penjaringan aspirasi publik online dan offline (Des 15) Tahap IV : Penajaman (Feb-Apr 16)