PROPOSAL TUGAS AKHIR (LK 1347)

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 81 TAHUN 2000 TENTANG KENAVIGASIAN

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

STUDI PENETAPAN DAERAH BAHAYA (DANGEROUS AREA) DI PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA BERDASARKAN AIS DATA

UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 1992 TENTANG PELAYARAN [LN 1992/98, TLN 3493]

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

K : DIMAS CRISNALDI ERNAND DIMAS

KEPUTUSAN MENTERI PERTAMBANGAN DAN ENERGI NOMOR 300.K/38/M.pe/1997 TENTANG KESELAMATAN KERJA PIPA PENYALUR MINYAK DAN GAS BUMI

PEDOMAN KERJA PRAKTEK JURUSAN TEKNIK SISTEM PERKAPALAN

1 PENDAHULUAN Latar Belakang

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS EKONOMI

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Seiring dengan perkembangan dunia yang menuntut kemajuan IPTEK

KEPUTUSAN MENTERI PERTAMBANGAN DAN ENERGI NOMOR: 300.K/38/M.PE/1997 TENTANG KESELAMATAN KERJA PIPA PENYALUR MINYAK DAN GAS BUMI,

BAB 1 : PENDAHULUAN. industri penyedia jasa angkutan laut seperti pelayaran kapal laut. (1)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN. Bertambahnya penduduk seiring dengan berjalannya waktu, berdampak

namun metode ini hanya dapat membekali operator kapal yang merupakan subyek langsung dari kecelakaan kapal.

DESAIN AKSES OPTIMUM DAN SISTEM EVAKUASI SAAT KONDISI DARURAT PADA KM. SINAR BINTAN. Disusun Oleh: Nuke Maya Ardiana

PENDAHULUAN. Sebagai gambaran pada pada kondisi puncak, yaitu saat lebaran jumlah total pemudik pada tahun 2012 ini adalah sebanyak 14,41 juta

BAB I. Indonesia yang memiliki garis pantai sangat panjang mencapai lebih dari

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Laporan Akhir Studi Penyusunan Kebutuhan Norma, Standar, Pedoman, dan Kriteria (NSPK)di Bidang Pelayaran KATA PENGANTAR

tentang pembangunan struktur gedung melainkan banyak lagi;

[Standar Pelayanan Minimum KM. Andalus] 1

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

BAB 1 PENDAHULUAN. berkembangnya juga kebutuhan manusia akan hal-hal tersebut.

Tugas Akhir KL 40Z0 Penilaian Resiko Terhadap Pipa Bawah Laut Dengan Sistem Skoring BAB V PENUTUP

OCKY NOOR HILLALI

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan permesinan dan peralatannya dengan mesin berteknologi

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

Pemodelan Near Field Scouring Pada Jalur Pipa Bawah Laut SSWJ PT. PGN

P E N J E L A S A N A T A S PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG KENAVIGASIAN

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB I PENDAHULUAN. Berakhirnya perang dingin telah membawa kecenderungan menyusutnya

pres-lambang01.gif (3256 bytes)

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

STUDI PENENTUAN DRAFT DAN LEBAR IDEAL KAPAL TERHADAP ALUR PELAYARAN (Studi Kasus: Alur Pelayaran Barat Surabaya)

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 1991 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PENGAMANAN PENYELENGGARAAN TELEKOMUNIKASI

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM. 52 TAHUN 2012 TENTANG ALUR-PELAYARAN SUNGAI DAN DANAU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 81 TAHUN 2000 TENTANG KENAVIGASIAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Aplikasi Formally Safety Assesment Model (Fsam-Imo) Untuk Penilaian Resiko dan Pencegahan Kecelakaan Kapal (Studi Kasus Alur Pelayaran Barat Surabaya)

BAB I PENDAHULUAN. lautan 38% : 62%, memiliki pulau, dimana 6000 di antaranya telah

BUKU RANCANGAN PENGAJARAN

BAB I PENDAHULUAN. Kebutuhan akan transportasi bermula dari suatu penyebaran kegiatan sosial dan kegiatan

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 109 TAHUN 2006 TENTANG PENANGGULANGAN KEADAAN DARURAT TUMPAHAN MINYAK DI LAUT

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : 7 TAHUN 2005 TENTANG PENYELENGGARAAN SARANA BANTU NAVIGASI PELAYARAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB I PENDAHULUAN. sehingga kontak terhadap bahaya menjadi lebih dekat. kegagalan dalam transportasi dan penyimpanan diantaranya kecelakaan truk yang

Tabel I.1 Data Kecelakaan Kerja di Rumah Batik Komar. (Sumber : Rumah Batik Komar) Kecelakaan kerja Dampak Frekuensi

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 109 TAHUN 2006 TENTANG PENANGGULANGAN KEADAAN DARURAT TUMPAHAN MINYAK DI LAUT

BAB V PENUTUP. di Cilacap untuk mempertahankan pengaruhnya di kota tersebut. Pembangunan

Studi Perancangan Sistem Kendali Lalu Lintas Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Berdasarkan Aplikasi Sistem Pakar

1 PENDAHULUAN Latar Belakang

TIPE DERMAGA. Dari bentuk bangunannya, dermaga dibagi menjadi dua, yaitu

PENDAHULUAN.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

2017, No Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 151, Tambahan L

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR NOMOR TAHUN 2013 TENTANG PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN

Evaluasi Kesesuaian Life-Saving Appliances (LSA) dan Pembuatan Simulasi Sistem Evakuasi Pada Kapal Perintis 1200 GT Menggunakan Software Pathfinder

BUPATI MALANG PROVINSI JAWA TIMUR

BAB I PENDAHULUAN. berpenduduk di atas 1-2 juta jiwa sehingga permasalahan transportasi tidak bisa

BAB I PENDAHULUAN. badan usaha, tentulah diikuti dengan risiko. Apabila risiko tesebut datang

BAB 4 ANALISIS PELAKSANAAN PERENCANAAN ALUR PELAYARAN

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 109 TAHUN 2006 TENTANG PENANGGULANGAN KEADAAN DARURAT TUMPAHAN MINYAK DI LAUT

BAB II PEMUTAKHIRAN PETA LAUT

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Gambar 1.1. Peta Potensi Ikan Perairan Indonesia (Sumber

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 1996 TENTANG PERAIRAN INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 1998 TENTANG PEMERIKSAAN KECELAKAAN KAPAL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Bab I Pendahuluan I-1 BAB I PENDAHULUAN I.1 TINJAUAN UMUM

ANALISIS KONDISI HAULAGE PETI KEMAS DI AREA PELABUHAN (STUDI KASUS: PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA)

BAB I LATAR BELAKANG 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Bab ini merupakan framework penyusunan laporan secara keseluruhan. Bab ini

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia memiliki sumber cadangan batubara yang cukup besar, akan tetapi

PERENCANAAN JEMBATAN LAYANG PERLINTASAN KERETA API KALIGAWE DENGAN U GIRDER

BAB I PENDAHULUAN. konsekuensi logis yaitu timbulnya lalu lintas pergerakan antar pulau untuk

RANCANGAN PERATURAN MENTERI TENTANG PENYELENGGARAAN PELABUHAN PENYEBERANGAN MENTERI PERHUBUNGAN,

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH ASURANSI DAN MANAJEMEN RISIKO 2 (FAK EKONOMI - D3 MANAJEMEN KEUANGAN) KODE / SKS

BAB 1 : PENDAHULUAN. faktor yaitu, unsafe action dan unsafe condition. OHSAS menyebutkan risiko

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR : KEP.33/MEN/2002 TENTANG ZONASI WILAYAH PESISIR DAN LAUT UNTUK KEGIATAN PENGUSAHAAN PASIR LAUT

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1. 1 Data Kecelakaan Kerja Tahun Cacat Total

BAB 1 PENDAHULUAN. berkurang dalam memakai jasa angkutan umum. Terkadang, banyak. pengguna angkutan umum kurang memahami rute atau jalur yang

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 81 TAHUN 2000 TENTANG KENAVIGASIAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PENDAHULUAN LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha

BUPATI LUMAJANG PROVINSI JAWA TIMUR

Perancangan Fire Control and Safety Plan pada Kapal Konversi LCT menjadi Kapal Small Tanker

Transkripsi:

PROPOSAL TUGAS AKHIR (LK 1347) Fm : 01 I. RINGKASAN 1. PENGUSUL a. Nama : Kusuma Satya Perdana b. NRP : 4103 100 031 c. Semester / Tahun Ajaran : Genap, 2008 / 2009 d. Semester yg ditempuh : 12 (Dua Belas) e. Batas Waktu Studi : 2 (Dua) semester f. Jumlah SKS Lulus tahap Sarjana (min C) : 141 SKS g. Prasyarat Tugas Akhir, telah lulus kuliah: 1. Tugas Perencanaan Transportasi 2. Metodologi Penelitian 3. Bidang Keahlian: a. Perencanaan b. Hidrodinamika c. Konstruksi dan kekuatan d. Produksi e. Transportasi 2. MATERI TUGAS AKHIR a. Judul Tugas Akhir ANALISIS RISIKO PIPA BAWAH AIR PADA ALUR PELAYARAN. STUDI KASUS : PELABUHAN TANJUNG PERAK b. Ikhtisar Tugas Akhir Pemasangan pipa gas bumi di jalur menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya membahayakan arus pelayaran karena pemasangan yang terlalu dangkal. Pipa-pipa gas itu seharusnya ditanam minimal 6 meter dari dasar laut, tapi sekarang penanaman hanya sekitar 1 meter. Bahkan, ada beberapa pipa yang hanya diletakkan begitu saja di dasar laut. Jika kapal hanya sekadar melewati alur tersebut, kecelakaan masih bisa terhindari. Akan tetapi, ancaman bahaya muncul jika kapal sewaktuwaktu melego jangkar dan kemudian mengenai pipa gas bumi yang melintas di bawahnya. c. Tempat Pelaksanaan / Pengerjaan / Survei 1. PT Kodeco Energy Co. Ltd. 2. Pelabuhan Tanjung Perak 3. Laboratorium Komputasi Jurusan Teknik Perkapalan ITS 4. Laboratorium Transportasi Laut Jurusan Teknik Perkapalan ITS Halaman 1 dari 10

3. CALON DOSEN PEMBIMBING a. Nama :... b. NIP :... c. Tanda Tangan :... 4. KATEGORI PEKERJAAN TUGAS AKHIR Eksperimen Laboratorium / Survei Lapangan Evaluasi / Pengembangan Teori / Metode / Teknik Analisis Desain dan Perancangan Kapal / Sistem Pembuatan Program Komputer Studi Kasus / Studi Kelayakan Lain-lain (disebutkan)... II. PENDAHULUAN 1 LATAR BELAKANG MASALAH Saat ini terdapat pipa gas sepanjang 25 kilometer yang tepat berada di sekitar alur pelayaran. Agar pipa tersebut tidak terkena jangkar kapal, pipa akan ditanam tiga meter dari sea belt atau di bawah dasar laut yang keras. Namun, hingga sekarang, penambahan kedalaman penanaman pipa belum dilakukan. Secara umum jalur pelayaran menuju Pelabuhan Tanjung Perak, khususnya di sekitar bouy delapan semakin tidak aman. Perairan di lokasi tersebut terlalu dangkal. Lebar alur pelayaran di bouy delapan yang dapat dilalui kapal hanya berkisar 100 meter. Karena itu, kapal-kapal yang akan melintas di perairan tersebut harus bergantian satu per satu. Agar dapat dilalui kapal-kapal berukuran besar seharusnya kedalaman perairan minimal 12 meter hingga 13 meter. Namun, saat ini kedalaman laut di sekitar bouy delapan rata-rata hanya 9 meter. Kapal-kapal yang melintasi alur pelayaran tersebut sangat berbahaya karena risiko kecelakaan mungkin terjadi. Hal ini dapat menimbulkan kerugian diberbagai pihak, sehingga perlu suatu kajian yang membahas tentang hal ini agar dapat menghindari kerugian yang lebih besar dengan menganalisa risiko yang mungkin ditimbulkan. Sehingga hal ini menjadi dasar penulis untuk melakukan kajian terhadap masalah ini. Halaman 2 dari 10

2 PERUMUSAN MASALAH Perumusan masalah dalam penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut : Bagaimana cara mengidentifikasi risiko-risiko yang mungkin terjadi. Bagaimana cara mengelola risiko-risiko yang ada. Bagaimana mengukur tingkat risiko pipa dengan metode FSA 3 TUJUAN Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut : Untuk mengetahui risiko-risiko yang mugkin terjadi Untuk mengevaluasi risiko-risiko yang terjadi. Untuk mendapatkan langkah-langkah penyelesaian dengan metode FSA. 4 MANFAAT Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat membantu perusahaan menghindari semaksimal mugkin biaya-biaya yang harus dikeluarkan dan membantu perusahaan dalam mengambil keputusan. 5 HIPOTESIS Alur pelayaran di Selat Madura menuju Pelabuhan Tanjung Perak terdapat pipa gas yang tidak dipasang sesuai dengan aturan, risiko yang mungkin terjadi adalah kecelakaan kapal karena pipa gas yang ada dibawahnya. 6 BATASAN MASALAH Adapun batasan-batasan masalah dalam penulisan tugas akhir ini antara lain : Pembahasan yang dilakukan tidak sampai pada perhitungan konstruksi dan kekuatan pipa Pembahasan yang dilakukan tidak sampai pada perhitungan konstruksi dan kekuatan bangunan kapal. Pengambilan data dan survei dilakukan di PT. Kodeco Energy Co. Ltd dan Pelabuhan Tanjung Perak. Analisa dilakukan tanpa memperhitungkan aspek-aspek eksternalitas yang mungkin ditimbulkan. Halaman 3 dari 10

III. STUDI LITERATUR AWAL 1 LANDASAN TEORI A. Pipa Laut Pipelines digunakan untuk berbagai maksud dalam pengembangan sumber daya hidrokarbon di lepas pantai, termasuk pipa transportasi untuk ekspor, pipa penyalur untuk mengangkut produksi dari suatu platform ke pipa ekspor, pipa pengalir untuk injeksi air atau injeksi bahan kimia, pipa pengalir untuk mengangkutproduksi antarplatform. Pemilihan rute pipa pada dasarnya rute langsung dan terdekat merupakan yang terbaik, meskipun hal tersebut tidak selalu mungkin untuk dilaksanakan. Pemilihan awal rute pipa ini didasarkan pada infomasi kondisi dasar laut yang telah ada dan persyaratan umum rute pipa. Kemudian perlu ditentukan lorong pipa yang memungkinkan, dan dipastikan dengan informasi survey lapangan. Hal yang perlu diperhatikan : 1. Bahaya dasar laut seperti kerangka kapal karam, batu, karang dan tumbuhan laut, gas-gas yang mungkin terdapat pada perairan dangkal, sarana atu fasilitas laut yang ada. 2. Keadaan dasar laut meliputi : profil, sifat tanah dasar laut, pasir dan lempung yang bergelombang. 3. Penggunaan lingkungan pantai, hambatan pada waktu pemasangan pola kapalkapal lego jangkar dan toleransi untuk peletakan pipa. Pada saat merancang rute pipa di kawasan shore approach harus dibuat rute yang optimum termasuk memilh lokasi landfall yang sesuai. Untuk proteksi pipa terhadap kapal-kapal yang tenggelam atau kandas, lego jangkar dan tarikan jangkar, kegiatan pengerukan, kegiatan perikanan serta masyarakat biasanya dilakukan QRA (Quantitative Risk Assesment). B. Manajemen Risiko Manajemen risiko adalah pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen dalam penanggulangan risiko, terutama risiko yang dihadapi oleh organisasi/perusahaan, keluarga dan masyarakat. Jadi mencakup kegiatan merencanakan,, mengorganisir, menyusun, memimpin dan mengawasi termasuk mengevaluasi program penanggulangan risiko. Program manajemen risiko mencakup tugas-tugas : Mengidentifikasi risiko-risiko yang dihadapi. Mengukur atau menentukan besarnya risiko tersebut. Mencari jalan untuk menanggulangi risiko. Menyusun serta mengevaluasi program penanggulangan. Setelah berbagai tipe kerugian potensial berhasil diidentifikasi, maka untuk mengatasinya perlu dilakukan pengukuran atas exposure-exposure tersebut harus diukur. Dalam pengukuran risiko yang diukur adalah besarnya frekuensi kerugian dan tingkat keparahan dari kerugian-kerugian tersebut. Dalam penanggulangan risiko perusahaan ada dua pendekatan penanggulangan yaitu penanganan risiko (risk control) dan pembiayaan risiko (risk financing). Halaman 4 dari 10

C. Formal Safety Assessment FSA atau Formal Safety Assessment adalah metode yang diterapkan untuk keamanan dan keselamatan jiwa, dalam penerapannya ada 5 langkah yaitu : 1. Hazard Identification 2. Risk Assessment 3. Risk Control 4. Cost-Benefit Assessment 5. Recommendation for Decision Making FSA dapat digunakan sebagai alat untuk membantu mengevaluasi regulasi yang baru untuk keselamatan dalam pelayaran dan melindungi lingkungan di laut. 2 METODOLOGI DAN MODEL ANALISIS Penelitian dilakukan dengan metodologi dan analisa model sebagai berikut: a. Studi Literatur dan Identifikasi Masalah Penulisan Tugas Akhir ini berdasarkan literatur-litaratur yang mendukung dan punya relevansi dan korelasi dengan permasalahan yang ada. b. Studi Lapangan dan Pengumpulan Data Untuk mengetahui kondisi geografis untuk mengetahui situasi atau kondisi yang sedang terjadi yang dijadikan alasan utama dalam melakukan penelitian. c. Analisa dan Pembahasan Melakukan analisa dari serangkaian data yang diperoleh dari hasil survey dan membahas untuk mencari solusi dari permasalahan yang ada. Data yang diperoleh adalah data data tentang risiko-risiko yang mungkin terjadi yang digunakan untuk menjadi acuan untuk mengambil suatu keputusan. d. Kesimpulan dan Saran Halaman 5 dari 10

RENCANA KEGIATAN Dalam mengerjakan Tugas Akhir ini adapun langkah-langkah yang dikerjakan, sebagai berikut : Data Primer : Kondisi Alur Kedalaman Alur Kondisi Pemasangan Pipa Pengumpulan Data Data Sekunder : Arus Barang Arus Air Tingkat Kepadatan Arus Kapal Identifikasi Risiko Memonitor Risiko Menetapkan Kebijakan Melaksanakan Kebijakan Analisa dan Pembahasan Studi Literatur Kesimpulan dan Saran Halaman 6 dari 10

3 DAFTAR PUSTAKA AWAL Umar, Husein. 2001. Manajemen Resiko Bisnis. Gramedia. Jakarta. Soegiono. 2007. Pipa Laut. Airlangga University Press. Surabaya Djojosoedarso, Soeisno. 2003. Prinsip-Prinsip Manajemen Risiko Asuransi. Salemba Empat. Jakarta. IMO (1997). "Interim Guidelines for the Application of Formal Safety Assessment (FSA) to the IMO-Rule Making Process", MSC/Circ.829, International Maritime Organization, London. IV. RENCANA SISTEMATIKA SKRIPSI LEMBAR JUDUL LEMBAR PENGESAHAN ABSTRAK KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL BAB I. PENDAHULUAN I.1 LATAR BELAKANG I.2 PERUMUSAN MASALAH I.3 TUJUAN I.4 MANFAAT I.5 BATASAN MASALAH BAB II. TINJAUAN PUSTAKA BAB III. METODOLOGI PENELITIAN BAB IV. HASIL PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN BAB V. PENUTUP V.1 KESIMPULAN V.2 SARAN DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN Halaman 7 dari 10

V. RENCANA DAFTAR KEGIATAN Rencana Kegiatan Studi Literatur Pelaksanaan Survey Pencarian Data Pengolahan Data Analisa Hasil dan Pembahasan Pembuatan Laporan TA BULAN 1 2 3 4 MINGGU MINGGU MINGGU MINGGU 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 VI. LEMBAR EVALUASI PROPOSAL TUGAS AKHIR Setelah membaca, mempelajari dan menimbang proposal tugas akhir ini, maka tim dosen penilai tersebut pada daftar di bawah ini menyatakan: Kelayakan proposal : (Beri tanda centang - sesuai dengan alasan) Sudah pernah dilakukan oleh mahasiswa lain Permasalahan terlalu tinggi untuk tingkat S1 Permasalahan terlalu rendah untuk tingkat S1 Tidak jelas hubungan judul dengan teori yang dipakai Metode analisis tidak cocok dengan permasalahan yang dibahas Survei / Perolehan Data / Percobaan terlalu sulit untuk dilakukan Diperlukan peralatan / piranti canggih untuk penyelesaian dan belum tersedia di jurusan Tujuan penelitian tidak jelas Manfaat penelitian tidak jelas Lain-lain (disebutkan): Keputusan Tim: a. Menolak dan ganti judul dan/atau ganti topik. b. Menerima dengan tanpa perbaikan dan diteruskan c. Menerima dengan perbaikan proposal. Daftar perbaikan dapat dilihat pada daftar perbaikan Halaman 8 dari 10

VII. DAFTAR PERBAIKAN PROPOSAL TUGAS AKHIR a. Judul :... b. Ikhtisar Tugas Akhir :... c. Latar Belakang Masalah :... d. Perumusan Masalah :... e. Tujuan / Manfaat :... f. Tambahan Literatur :... g. Metodologi :... h. Waktu Penyelesaian :... i. Catatan Tambahan :... (Tambahan bimbingan pada dosen bidang lain yang relevan, jika diperlukan) Halaman 9 dari 10

VIII. USULAN DOSEN PEMBIMBING 1.... 2.... 3.... IX. TIM DOSEN PENILAI PROPOSAL N a m a Tanda Tangan 1. Ketua Tim...... 2. Anggota.............................. Mengetahui dan menyetujui: Surabaya,... KETUA, (...) NIP. Halaman 10 dari 10