: Aidha Siti Khadijah

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Pada bab ini akan diuraikan hasil penelitian yang telah dilakukan di SMP

BAB III METODE PENELITIAN

EKSPERIMEN MODEL PEMBELAJARAN KOMBINASI TGT-STAD DAN GI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

NASKAH PUBLIKASI. Disusun sebagai persyaratan Guna mencapai Sarjana S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Diajukan Oleh: WAHYUNINGSIH A

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Darul Huffaz Pesawaran yang terletak di jalan

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF KOMBINASI STAD DAN TGT TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII DI MTS USB SAGULUNG BATAM

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Batuda a tentang pengaruh latihan skipping terhadap kemampuan heading (Jump

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 7 Bandarlampung.

Journal of Mechanical Engineering Learning

Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako (JPFT) Vol. 2 No. 1 ISSN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. lain yang subjek penelitiannya adalah manusia (Sukardi, 2003:16). Tujuan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Sedangkan skor data post-test adalah skor yang diambil setelah melakukan

BAB III METODE PENELITIAN. salah pengertian, berikut diberikan definisi beberapa istilah tersebut:

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi-experimental

METODOLOGI PENELITIAN. suatu penelitian yang bersifat membandingkan. Menguji hipotesis komparatif

III. METODE PENELITIAN. Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 262 siswa dan

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL SNOWBALL THROWING DAN TGT TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII

BAB IV PENGGUNAAN STRATEGI JOEPARDY GAME

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Menurut Sutama (2015:43) penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Deskripsi Hasil Penelitian Variabel X 1.1 (Kelompok Latihan Push

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. berarti menguji parameter populasi yang berbentuk perbandingan (Sugiyono, IPS siswa dengan perlakuan yang berbeda.

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment).

(The Influence of Cooperative Learning Model Teams Games Tournament Type to The Student Learning Result on Human Excretion System)

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dari tanggal November 2012 di SMA

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB III METODE PENELITIAN. Setiap orang termasuk peserta didik memiliki rasa ingin tahu (curiousity),

BAB III METODE PENELITIAN. learning cycle 7-E, learning cycle 5-E dan pembelajaran langsung. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif.

BAB III METODE PENELITIAN. terletak di Jalan Jaksa Agung Soeprapto, Kelurahan Wumialo Kecamatan Kota

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Bandarlampung. Populasi dalam

BAB III METODE PENELITIAN. experimental research) yaitu metode eksperimen yang tidak memungkinkan peneliti

III. METODE PENELITIAN. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Muhammadiyah

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. sebagai kelas kontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 17 KENDARI

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMA

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Terbanggi Besar. Populasi dalam

III. METODOLOGI PENELITIAN. siswa dan tersebar dalam lima kelas yaitu XI IPA 1, XI IPA 2, XI IPA 3, XI IPA 4

JURNAL SAINTIFIK VOL.2 NO.2, JULI Kata kunci: Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Tim Kuis, Eksperimen

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada bab ini diuraikan tentang hasil penelitian yang telah

I. PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan usaha untuk mempersiapkan ataupun memperbaiki

STUDI PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN TGT DENGAN MODEL DISKUSI DALAM KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

METODE PENELITIAN. Bandar Lampung. Kelas VIII di SMP Negeri 24 Bandar Lampung terdiri dari

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Sribhawono.

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

EKSPERIMENTASI METODE PEMBELAJARAN QSH DAN MODEL PEMBELAJARAN TGT TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

III. METODE PENELITIAN. SMP Negeri 1 Anak Ratu Aji, Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2012/2013 yang

OLEH RIZKI AMALLIA A1C110035

OLEH ELLA CHINTYA PIARUCCI A1C110009

NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Studi PGSD. Diajukan Oleh :

BAB III METODE PENELITIAN. semu (Quasi Experimental Research). Desain ini mempunyai kelompok kontrol

METODE PENELITIAN. Bandarlampung Tahun Ajaran 2013/2014 dengan jumlah siswa sebanyak 200

Iklilul Millah, Parlan, Dedek Sukarianingsih Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang

KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT DAN KONVENSIONAL DITINJAU DARI DISIPLIN BELAJAR MAHASISWA

BAB I PENDAHULUAN. pesan itu sendiri yang biasanya berupa materi pelajaran. Kadang-kadang

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN STAD DENGAN TGT MATERI OPERASI HIMPUNAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA

BAB III METODE PENELITIAN. Eksperimen ini menggunakan desain True Experimental tipe Randomized. Pretest-Posttest Conttrol Group Design.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 31 Banjaran-Bandung. Dengan alamat Jalan Pajagalan no.115 Banjaran-Bandung

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA semester ganjil

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT BERBASIS KOMPUTER PADA SISWA SMP KELAS VIII

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Penelitian dengan pendekatan saintifik berbasis Problem Based

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1 Hasil Deskripsi Statistik Nilai Pretest

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Kata kunci: metode kooperatif tipe TGT, media pembelajaran kartu domino, hasil belajar geografi

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 28 Bandar Lampung.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. kritis matematika siswa yang terbagi dalam dua kelompok yaitu data kelompok

PERBANDINGAN PEMBELAJARAN TGT (Teams Games Tournament) DAN NHT (Numbered Heads Together) DENGAN MEDIA GAMBAR

BAB III METODE PENELITIAN

Wistyan Okky Saputra dan Dr. Mukhamad Murdiono, M. Pd. Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta

III. METODE PENELITIAN. SMPN 5 Bandar Lampung tahun pelajaran 2012/2013 yang terdiri dari enam kelas

A. Populasi dan Sampel

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Game Tournament (Tgt) Terhadap Pembentukan Nilai-Nilai Kerjasama Dalam Pembelajaran Permainan Hoki

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain pretest dan

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN TGT TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPN 05 BATAM

Transkripsi:

Nama Tugas : Aidha Siti Khadijah : Statistika PERBEDAAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA YANG MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN SEPAK BOLA VERBAL (SBV) DAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPETEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) SERTA MODEL PEMBELAJARAN KONVENSIONAL DI SMP NEGERI 9 SAMARINDA TAHUN PEMBELAJARAN 2015/2016 A. Latar Belakang Pendidikan sebagai suatu sarana dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan berdedikasi tinggi. Pendidikan juga merupakan hal penting dan akan terus berkembang seiring berjalannya zaman dan di Indonesia agak sulit mengimbangi perkembangan itu, karena di indonesia mutu pendidikannya pun masih tergolong rendah. Banyak pihak mensinyalir bahwa rendahnya mutu pendidikan saat ini berkaitan erat dengan rendahnya motivasi siswa dalam belajar. Motivasi belajar siswa merupakan hal yang amat penting bagi pencapaian kinerja atau prestasi belajar siswa. Dalam hal ini, tentu saja menjadi tugas dan kewajiban guru untuk senantiasa dapat memelihara dan meningkatkan motivasi belajar siswanya. Keberhasilan proses pembelajaran merupakan hal utama yang didambakan dalam melaksanakan pendidikan di sekolah. Dalam proses pembelajaran, komponen utama adalah guru dan siswa. Agar proses pembelajaran berhasil, guru harus membimbing siswa sesuai kebutuhan dan perkembangannya. Oleh karena itu diperlukan suatu metode dan model pembelajaran yang tepat, karena metode dan model pembelajaran merupakan sarana interaksi perantara antara guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Penggunaan metode dan model pembelajaran yang kurang tepat dapat menimbulkan kebosanan, kurangnya aktivitas siswa, kurangnya penguasaan konsep dan monoton, sehingga siswa tidak termotivasi untuk belajar. Khususnya dalam belajar 1

Biologi yang bersifat abstrak, cenderung sulit diterima dan dipahami, menyebabkan siswa lebih banyak pasif sehingga hasil belajarnya tidak optimal. Dalam proses pembelajaran sering kali dijumpai adanya kecenderungan siswa tidak mau bertanya pada guru meskipun sebenarnya belum memahami materi yang diajarkan. Strategi yang sering digunakan oleh guru untuk mengaktifkan siswa adalah melibatkan siswa dalam diskusi dengan seluruh siswa. Tetapi strategi ini tidak terlalu efektif walaupun guru sudah mendorong siswa untuk berpartisipasi. Kebanyakan siswa terpaku menjadi penonton, sementara arena diskusi hanya dikuasai segelintir siswa. Suasana kelas perlu direncanakan dan dibangun sedemikian rupa sehingga semua siswa mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi satu sama lain. Dalam hal ini guru perlu menciptakan suasana belajar dimana siswa bekerjasama secara gotong royong. Pertanyaan yang timbul adalah bagaimana upaya guru menciptakan pembelajaran dengan komunikasi multi arah, meningkatkan aktivitas siswa, meningkatkan penguasaan konsep dan meningkatkan prestasi belajar. Upaya-Upaya yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa memilih model pembelajaran yang relevan. Sehingga dengan memperhatikan beberapa faktor pertimbangan tersebut guru dapat menentukan metode dan model apa yang tepat untuk digunakan dalam mengajarkan suatu materi pelajaran kepada siswa. Dalam pembelajaran guru dapatmenggunakan satu metode atau satu model saja atau mungkin dapat menggunakan kombinasi dari beberapa metode atau model pembelajaran. Dalam proposal ini penulis ingin membandingkan penggunaan dua buah model pembelajaran yaitu model pembelajaran Sepakbola Verbal dan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam pengajaran bidang studi Biologi. Model pembelajaran Sepak Bola Verbal adalah suatu model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan teknik permainan dan diskusi kelompok dimana dalam 1 kelas dibagi menjadi 2 kelompok besar. Permainan digunakan untuk menciptakan suasana belajar dari pasif ke aktif, dari kaku menjadi gerak (akrab), dan dari jenuh menjadi riang (segar). Model pembelajaran ini diarahkan agar tujuan belajar dapat dicapai secara efisien dan efektif dalam suasana gembira meskipun membahas hal-hal yang sulit (Ginnis, 2008).Sedangkan model pembelajaran Teams Games Tournament adalah salah satu model pembelajaran kooperatif dengan dibentuk kelompok-kelompok kecil dalam kelas yang 2

terdiri 4-5 siswa yang heterogen, baik prestasi akademik, jenis kelamin, ras ataupun etnis. Dalam TGT digunakan turnamen akademik dimana siswa berkompetisi sebagai wakil dari timnya melawan anggota tim yang lain yang mencapai hasil atau prestasi serupa pada waktu lalu (Slavin, 2010). Kedua model pembelajaran tersebut mempunyai persamaan yaitu membagi kelas dalam kelompok siswa yang heterogen, digunakan game dan turnamen dimana siswa berkompetisi melawan anggota tim yang lain. Masing-masing anggota kelompok dituntut untuk menguasai materi dan mampu menyelesaikan soal yang diberikan oleh guru. Perbedaannya, dalam sepakbola verbal menggunakan kelompok besar yaitu satu kelas dibagi menjadi dua tim sedangkan dalam TGT menggunakan kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang siswa yang heterogen. Dengan memperhatikan kelebihan dan kelemahan model pembelajaran Sepakbola Verbal dan Teams Games Tournament, peneliti tertarik melakukan penelitian untuk mengetahui model pembelajaran yang lebih efektif diantara kedua model pembelajaran tersebut, dengan mengangkat judul penelitian Perbadaan Hasil Belajaran Biologi Siswa yang Menggunakan Model Pembelajaran Sepak Bola Verbal (SBV) Dan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Serta Pembelajaran Konvensional di SMP Negeri 9 Samarinda Tahun Pembelajaran 2015/2016. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dan batasan masalah, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah terdapat perbedaan hasil belajar Biologi siswa yang menggunakan model pembelajaran sepak bola verbal (SBV) Dan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) serta pembelajaran konvensional di Negeri 9 Samarinda Tahun Pembelajaran 2015/2016? C. Rancangan Penelitian Jenis dari penelitian ini adalah eksperimen semu. Penelitian menggunakan tiga kelas dimana masing-masing kelas diberi perlakuan berbeda seperti pada dibawah ini. Kelas pertama menggunakan model pembelajaran sepak bola verbal, kelas kedua menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament 3

(TGT), dan kelas ketiga sebagai kelas kontrol menggunakan model pembelajaran Konvensional. Jenis design yang digunakan pada penelitian ini adalah control group posttest design. Kelompok Perlakuan Tes Akhir Hasil Belajar E 1 X 1 Y E 2 X 2 Y C X 3 Y Keterangan: E 1 : Kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran Sepak Bola Verbal E 2 : Kelas eksperimen menggunakan pembelajaran kooperatif tipe TGT C : Kelompok kontrol menggunakan pembelajaran Konvensional X 1 : Perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran Sepak Bola Verbal. X 2 : Perlakuan dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe TGT X 3 : Perlakuan dengan menggunakan pembelajaran Konvensional Y: Hasil tes akhir D. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel Penelitian 1. Populasi Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 9 Samarinda yang terdiri dari enam kelas. 2. Teknik Pengambilan Sampel Penelitian Sampel dalam penelitian ini adalah tiga kelas yang memiliki kemampuan tidak berbeda secara signifikan. Dari 6 kelas tersebut, 3 kelas yang memiliki nilai rata-rata yang tidak berbeda secara signifikan. Selanjutnya data dari ketiga kelas tersebut diuji normalitasnya dengan uji One-Sample kolmogorov-smirnov untuk mengetahui data tersebut berdistribusi normal atau tidak, jika data berdistribusi normal maka dilanjutkan dengan uji homogenitas menggunakan uji Lavene s untuk mengetahui data berasal dari populasi dengan variansi yang homogen atau tidak. Setelah dilakukan uji homogenitas dan menunjukkan data berasal dari populasi dengan variansi yang homogen, maka dilanjutkan dengan uji 4

perbedaan rata-rata menggunakan uji Anova Satu Arah untuk mengetahui ada atau tidak adanya perbedaan nilai rata-rata akhir semester dari ketiga kelas. a. Uji Normalitas Uji normalitas data nilai akhir semester dilakukan dengan uji One-Sample Kolmogorov-Smirnov dengan hipotesis sebagai berikut: H 0 : pi = pi0, i = 1, 2, 3 (dengan pi0 sebuah harga yang diketahui) H 1 : p i p i0 dimana Kriteria pengambilan keputusan adalah H o diterima jika p > α pada taraf signifikan (α)= 5%. b. Uji Homogenitas Uji homogenitas data nilai akhir semester menggunakan uji Lavene s, H 0 diterima jika p > α, dengan hipotesis sebagai berikut: H 0 : σ 2 1 = σ 2 2 2 = σ 3 H 1 : σ 2 i σ 2 j dengan i, j = 1, 2, dan 3, i j c. Uji Anova Satu Arah Hipotesis yang digunakan adalah sebagai berikut: H 1 : dengan i, j = 1, 2, dan 3, i j E. Definisi Operasional 1. Hasil belajar Biologi (Y) adalah variabel terikat yang ditunjukkan melalui skor yang diperoleh dari hasil tes hasil belajar Biologi 2. Pembelajaran Sepak Bola Verbal (X 1 ) adalah variabel bebas yang ditunjukkan melalui skor yang diperoleh siswa setelah kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan model pembelajaran Sepak Bola Verbal melalui soal-soal latihan yang dikerjakan oleh siswa. 3. Pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (X 2 ) adalah variabel bebas yang ditunjukkan melalui skor yang diperoleh siswa setelah kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament melalui soal-soal latihan yang dikerjakan oleh siswa. 4. Pembelajaran konvensional (X 3 ) adalah variabel bebas yang ditunjukkan melalui skor yang diperoleh siswa setelah kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional melalui soal-soal latihan yang dikerjakan oleh siswa. 5

F. Teknik Pelaksanaan Penelitian Pada penelitian yang dilaksanakan di SMP Negeri 9 Samarinda, kelas eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran yang berbeda. Kelas eksperimen pertama menggunakan model pembelajaran Sepak Bola Verbal dan kelas eksperimen kedua menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). Adapun kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional. G. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui teknik sebagai berikut : 1. Dokumentasi Data awal tentang kemampuan akademik diperoleh dari nilai ulangan akhir semester. Data hasil Ulangan akhir semester merupakan kemampuan awal, serta digunakan untuk pembentukan kelompok dalam pembelajaran yang akan dilaksanakan. 2. Tes Data ini diambil setelah masing-masing kelompok mendapat perlakuan yaitu dengan menggunakan model pembelajaran Sepak Bola Verbal dan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) serta kelas kontrol. Data dari nilai tes akhir inilah yang akan diolah dan dianalisis kemudian disimpulkan, apakah terdapat perbedaan hasil belajar diantara ketiga kelompok yang diberi perlakuan tersebut. H. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan adalah statistika deskriptif dan statistika inferensial. 1. Statistik Deskriptif Analisis data yang dilakukan pada statistika deskriptif yaitu analisis frekuensi, mean, standar deviasi, skor maksimum dan skor minimum. Adapun kegiatan analisis data statistika deskriptif bertujuan untuk mengetahui distribusi skor dari variabel terikat dan variabel-variabel bebasnya. 2. Statistik Inferensial Statistik inferensial digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. Statistik inferensial yang digunakan adalah one way anova. Sebelum menggunakan one way anova data harus memenuhi syarat, yaitu normalitas dan homogenitas. Jika data yang diperoleh dari hasil penelitian normal dan homogen, maka dapat 6

dilanjutkan dengan analisis one way anova dan jika terdapat perbedaan, maka dilanjutkan dengan uji lanjut yaitu dengan uji Tukey s HSD (Honestly Significant Difference). a. Normalitas Data Untuk mengetahui apakah data-data yang dianalisis berasal dari populasi yang berdistribusi normal maka dilakukan uji normalitas. Adapun hipotesis-hipotesisnya adalah sebagai berikut: H 0 : p 1 = p io, i = 1, 2, 3,..., k (dengan p io sebuah harga yang diketahui) H 1 : p 1 p io, dimana p i = p io = 1 Keterangan: H 0 : Data berdistribusi normal H 1 : Data tidak berdistribusi normal Untuk menguji normalitas data menggunakan rumus Kolmogorov- smirnov satu sampel sebagai berikut: ( x ) F 0 (x) S n = maks D (Pramudjono,2007:23) Keterangan: D maks = deviasi atau selisih maksimum F 0 (x) = distribusi frekuensi kumulatif teoritis yang berdasarkan H 0 untuk setiap harga x S n (x) = distribusi frekuensi kumulatif dari n pengamatan. Uji normalitas dengan kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut: H 0 diterima jika p > α, dengan α = 0,05 H 0 ditolak jika p < α, dengan α = 0,05 b. Homogenitas Data Untuk mengetahui apakah populasi berasal dari populasi yang homogen dapat digunakan uji Lavene s dengan hipotesis sebagai berikut: 2 H 0 : σ 1 = σ 2 2 2 = σ 3 2 H 1 : σ 1 σ 2 2 2 σ 3 Homogenitas data dengan uji Lavene s dihitung dengan kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut: 7

H 0 diterima jika p > α, dengan α = 0,05 H 0 ditolak jika p < α, dengan α = 0,05 c. Uji Anova Satu Arah Jika data berdistribusi normal dan memiliki varians yang homogen, maka data tes akhir akan dianalisis menggunakan Anova Satu Arah. Hipotesis Statistika dalam penelitian ini adalah: H 0 : µ 1 = µ 2 = µ 3 H 1 : µ 1 µ 2 µ 3 Adapun perhitungan dengan menggunakan uji anova satu arah adalah sebagai berikut: JK sisa = JKT JKP Keterangan : FK : Faktor Korelasi JKT : Jumlah Kuadrat Total JKP : Jumlah Kuadrat Perlakuan JK sisa : Jumlah Kuadrat Sisa Setelah perhitungan selesai, dapat digunakan tabel rekap perhitungan anova berikut: Rekap Perhitungan Anova Sumber Derajat Jumlah Kuadrat Tengah (KT) F F Variasi Bebas Kuadrat Hitung Tabel (db) Perlakuan k-1 JKP 8

Sisa ( n- JK Sisa 1)(k-1) Total ( n-1) JKT dengan kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut: H 0 diterima jika F hitung Fα (v 1,v 2 ) atau p 0,05 H 1 diterima jika F hitung > Fα (v 1,v 2 ) atau p < 0,05 Apabila H 1 diterima berarti terdapat respon yang berbeda dari bermacam=macam perlakuan atau dengan kata lain minimal terdapat sepasang perlakuan yang berbeda. Analisis data lebih lanjutan setelah Anova terdapat bermacam-macam, diantaranya uji Tukey HSD untuk melihat kelompok mana saja yang memiliki perbedaan nyata. Cara pengujian ini menggunakan satu nilai perbandingan W yang dapat dihitung dengan rumus: Keterangan: (Pramudjono, 2007: 78) q: Nilai tebel yang besarnya ditentukan oleh harga α, jumlah perlakuan (p), dan db sisa. 9