BAB II TINJAUAN TEORITIS

dokumen-dokumen yang mirip
IMPLEMENTASI VLAN PADA MIKROTIK

BAB III LANDASAN TEORI. scanner, CD-Drive ataupun HDD serta memungkinkan untuk saling

MODUL 10a MIKROTIK ROUTER

BAB 2. LANDASAN TEORI

JARINGAN KOMPUTER. Pendahuluan Mikrotik. Zaid Romegar Mair, S.T., M.Cs

BAB 2 LANDASAN TEORI. jaringan lainnya seperti kabel, switch, atau router yang bekerja bersama-sama untuk

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III PEMBAHASAN DAN TEMUAN

MAKALAH TEKNIK JARINGAN NIRKABEL MODEM DAN MIKROTIK

BAB III LANDASAN TEORI. Jaringan computer merupakan sekelompok computer otonom yang saling

BAB II ANALISIS DAN PERANCANGAN. merupakansuatutindakanuntukmengetahuilebihjauhtentangobjek. yang akanditeliti. Dengandemikian,

Routing, OSPF, dan Mikrotik Router OS

INSTALLASI MIKROTIK PADA WINDOWS 7

BAB II TEORI DASAR. Pada bab ini membahas mengenai IP Address Versi 4 dan definis Network

ANALISIS PACKET LOAD BALANCING dengan EMPAT INTERFACE pada ROUTER MIKROTIK RB1100 dan RB1000 MENGGUNAKAN PROTOKOL ROUND ROBIN.

BAB III LANDASAN TEORI. MikroTikls atau yang lebih di kenal dengan Mikrotik didirikan tahun 1995

8 kebanyak segment. WAN. seminimal mungkin Metodologi Jika suatu router utama gagal, redundant router berfungsi mengambil alih fungsi pada router utam

NAMA : SUSILO KELAS : 22 NIM : TANGGAL : 10 JUNI 2015

BAB III ANALISA DAN IMPLEMENTASI

BAB III LANDASAN TEORI

INTERNETWORKING MIKROTIK ROUTER. Politeknik Cilacap 2014

MODUL KONFIGURASI MIKROTIK

BAB III LANDASAN TEORI. MPLS adalah teknologi penyampaian paket pada jaringan backbone

BAB III LANDASAN TEORI. model komputer tunggal yang melayani seluruh tugas - tugas komputasi

BAB II LANDASAN TEORI. 2.1 Tinjauan Pustaka

Laporan Pratikum Instalasi Jaringan Komputer Konfigurasi Router

Tunnel dan Virtual Private Network

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

MANAJEMEN BANDWITH MENGGUNAKAN ROUTER MIKROTIK

Your Logo Here. FIQI NUARI, S.Kom SMK ALMADANI PONTIANAK THE ROUTER. Media presentasi ini menggunakan

BAB III LANDASAN TEORI. data yang terjadi pada sebuah jaringan (Rohmanah, 2014). Aplikasi yang. untuk pembatasan akses dan melakukan control data.

BAB II ANALISIS DAN PERANCANGAN. penggunaan bandwidth. Solusi yang sering dilakukan adalah

PEMANTAUAN PACKET FRAME MENGGUNAKAN WINBOX DI PT. MEDIA NUSA PRADANA

BAB III LANDASAN TEORI

Jaringan Komputer dengan Router Mikrotik

PERANCANGAN SISTEM Perancangan Topologi Jaringan Komputer VPN bebasis L2TP dan IPSec

Certified Network Associate ( MTCNA ) Modul 6

BAB 4 PERANCANGAN DAN UJI COBA. untuk menghadapi permasalahan yang ada pada jaringan BPPT adalah dengan

BAB II LANDASAN TEORI. Wireless dengan topologi Mesh yang dimana setiap node di jaringan memiliki

ANALISIS PERANCANGAN JARINGAN KOMPUTER

MODUL V PENGENALAN MIKROTIK

BAB IV PEMBAHASAN /24 dan lainnya bisa berkoneksi dengan internet / ISP.

BAB III TEORI PENUNJANG. 1. Menjadikan PC biasa memiliki fungsi router yang Lengkap. 3. Hardware untuk jaringan (terutama wireless).

Cara Setting IP Address DHCP di

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

ROUTING. Pengiriman Langsung & Tidak Langsung

SILABUS MATAKULIAH. Revisi : 1 Tanggal Berlaku : 1 September 2013

Mengenal Mikrotik Router

BAB III TEORI PENUNJANG 3.1. KONSEP DASAR JARINGAN KOMPUTER. komputer otonom yang saling menggunakan protokol komunikasi melalui media

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB 2 LANDASAN TEORI

UJI KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER JARINGAN - PAKET 2

ROUTER DAN BRIDGE BERBASIS MIKROTIK. Oleh : JB. Praharto ABSTRACT

BAB III ANALISIS SISTEM

SILABUS JARINGAN KOMPUTER LANJUT

VPN (Virtual Private Network)

UJI KOMPETENSI KEAHLIAN

Dalam konfigurasi Wireless Distribution System (WDS) setiap. mikrotik wireless dikonfigurasi sama dan saling terhubung yang sedikit

BAB I PENDAHULUAN. IMPLEMENTASI DAN ANALISIS PERFORMANSI ETHERNET OVER IP (EoIP) TUNNEL Mikrotik RouterOS PADA LAYANAN VoIP DENGAN JARINGAN CDMA 1

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Komputer berasal dari istilah Latin computare yang kemudian diartikan dalam

BAB 2 LANDASAN TEORI. melakukan pengiriman dan penerimaan (meski path itu berupa wireless). (Tittel,

BAB II LANDASAN TEORI

OPTIMALISASI JARINGAN WIRELESS DENGAN ROUTER MIKROTIK STUDI KASUS KAMPUS BSI TANGERANG

Xcode Intensif Training. Computer Networking. Advanced

MIKROTIK SEBAGAI ROUTER DAN BRIDGE

BAB 2 LANDASAN TEORI

Ketika Winbox sudah diunduh, hal yang pertama dilakukan adalah membuka. utility hingga tampil gambar seperti di bawah ini:

Pengelolaan Jaringan Sekolah

BAB IV DISKRIPSI KERJA PRAKTEK

Setting Mikrotik Sebagai Router

Routing IP adalah proses pengiriman data dari satu host dalam satu network ke host

Laporan Pratikum Instalasi Jaringan Komputer Konfigirasi Router Lanjutan

BAB II LANDASAN TEORI. Quality of Service (QoS) adalah kemampuan sebuah jaringan untuk

Interface yang merupakan penjembatan untuk menghubungkan mikrotik dengan Winbox menggunakan protocol berbasis MAC.

INTERNET POSTIF DENGAN METODE WEB FILTERING LAYER 7 PADA JARINGAN WIRELESS (STUDY CASE HOTSPOT RT4 CIPEUTEUY BARU SUMEDANG)

LAPORAN TUGAS AKHIR. IMPLEMENTASI TERHADAP METODE Nth LOAD BALANCING DAN METODE PCC LOAD BALANCING PADA 2 ISP BERBEDA DI MIKROTIK ROUTER OS

Networking BAB 5 ROUTER. 5.1 Router

Optimalisasi Keamanan Jaringan Menggunakan Pemfilteran Aplikasi Berbasis Mikrotik

UNIT III Mekanisme DHCP dan NAT

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Pengembangan PC Router Mikrotik untuk Manajemen Jaringan Internet pada Laboratorium Komputer Fakultas Teknik UHAMKA.

1 BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

SISTEM MANAJEMEN HOTSPOT DI POLITEKNIK NEGERI BANJARMASIN MENGGUNAKAN MIKROTIK ROUTER OS

Praktikum 2, DHCP ( Dynamic Host Control Protocol ) 1. Pengertian DHCP

IMPLEMENTASI STATIC NAT TERHADAP JARINGAN VLAN MENGGUNAKAN IP DYNAMIC HOST CONFIGURATION PROTOCOL (DHCP)

BAB III LANDASAN TEORI. Packet Tracer adalah sebuah perangkat lunak (software) simulasi jaringan

Bab XI Layanan Transisi IPV6. Iljitsch van Beijnum

Transkripsi:

BAB II TINJAUAN TEORITIS 2.1 Tinjauan Pustaka Router adalah perangkat yang akan melewatkan IP dari suatu jaringan ke jaringan yang lain, menggunakan metode addressing dan protocol tertentu untuk melewatkan paket data tersebut. Router memiliki kemampuan melewatkan paket IP dari satu jaringan lain yang mungkin memiliki banyak jalur diantara keduanya. Cisco tentunya bukan nama yang asing lagi dalam dunia router, yaitu perangkat yang berfungsi untuk mengarahkan alamat di internet. Namun, selain cisco terdapat router lain yang lebih murah yaitu Mikrotik Error! Reference source not found.]. Pada buku karya Kustanto & Daniel T Saputro yang berjudul Membangun Server Internet dengan MikrotikOS terbitan Gava Media pada tahun 2008 disebutkan bahwa MikrotikOS cukup murah, handal dan stabil tanpa harus mengurangi bahkan meninggalkan dari kualitas sebuah router. Pada buku ini banyak sekali aplikasi yang dapat dibuat dengan menggunakan Mikrotik, diantaranya: mikrotik sebagai router, web- proxy, http proxy, DHCP server dll Error! Reference source not found.]. Pada proyek akhir yang dibuat oleh Imam Munawar Karoma pada tahun 2011 menggunakan PC router dengan menggunakan sistem operasi Mikrotik RouterOS Error! Reference source not found.]. Kelebihan pada PC router yang menggunakan sistem operasi Mikrotik RouterOS yaitu mudah dalam konfigurasi karena menggunakan winbox dan dapat dilakukan melalui remote, namun terdapat kelemahan yaitu PC router ini tidak tahan lama karena harus terus dihidupkan. Oleh karena itu PC router mikrotik ini cepat rusak. Pada proyek akhir yang dibuat oleh Dwi Asprilia Hidayati pada tahun 2011 menggunakan Mikrotik RB1100 Error! Reference source not found.]. Kelebihan pada Mikrotik RB1100 ini lebih tahan lama daripada PC yang dijadikan router, namun terdapat keterbatasan pada mikrotik RB1100 yang digunakan pada proyek akhir ini yaitu tidak memiliki default DNS sehingga tidak bisa terkoneksi ke jaringan publik. Tanjung Biru, 091331061 5

Mikrotik memiliki banyak fitur- fitur yang diantaranya yaitu address list, asynchronous, bonding, bridge, data rate management, DHCP, firewall, NAT, hotspot, IPsec, ISDN, M3P, MNDP, monitoring, NTP, PPTP, Proxy, Routing, SNMP, synchronous, VLAN, VoIP, Winbox. Berdasarkan studi literatur yang telah dilakukan, penulis tertarik untuk menyempurnakan proyek akhir dengan menggunakan Mikrotik RB1100. Penulis mencoba memodifikasi topologi jaringan dan menyempurnakan konfigurasi Mikrotik RB1100 yang belum diselesaikan sehingga hasil dari proyek akhir ini dapat digunakan di Laboratorium Telekomunikasi POLBAN. 2.2 Jaringan Komputer Jaringan komputer adalah sebuah sistem teridiri atas komputer dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama- sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Agar dapat mencapai tujuan yang sama, setiap bagian dari jaringan komputer meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta layanan disebut client dan yang memberikan layanan disebut pelayan (server) Error! Reference source not found.]. 2.3 Router Router merupakan perangkat yang dikhususkan untuk menangani koneksi antara dua atau lebih jaringan yang terhubung melalui perangkat switching. Router bekerja dengan melihat alamat asal dan alamat tujuan dari paket yang melewatinya dan memutuskan rute yang akan dilewati paket tersebut untuk sampai ke tujuan Error! Reference source not found.]. Router mempunyai fungsi sebagai penghubung dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router tidak sama dengan switch, yaitu penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN). Router sering digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokol TCP/ IP yang disebut dengan IP Router Error! Reference source not found.]. 2.3.1 Jenis Router Ada dua jenis router yang digunakan dalam jaringan komputer, yaitu: 1. Router PC Tanjung Biru, 091331061 6

Router PC adalah komputer dengan sistem operasi yang memiliki fasilitas untuk berbagi dan men-sharing IP address. Jadi suatu perangkat (PC) yang terhubung ke komputer tersebut akan dapat menikmati IP address atau koneksi internet yang disebarkan oleh sistem operasi tersebut. Contoh sistem operasi berbasis client- server, semisal Windows NT, Windows NT 4.0, Windows 2000 server, Windows 2003 server, Mikrotik (Berbasis Linux), dan lain- lain Error! Reference source not found.]. 2. Router Hardware Router Hardware adalah merupakan hardware yang memiliki kemampuan seperti router sehingga dari hardware tersebut dapat memancarkan atau membagi IP Address dan men-sharing IP Address. Pada prakteknya, Router hardware ini digunakan untuk membagi koneksi internet pada suatu ruang atau wilayah Error! Reference source not found.]. 2.3.2 Metode Routing Routing adalah suatu protokol yang digunakan untuk mendapatkan rute dari satu jaringan ke jaringan yang lain. Rute ini, disebut dengan route dan informasi route secara dinamis dapat diberikan ke router yang lain ataupun dapat diberikan secara statis ke router lain. Suatu router membuat keputusan berdasarkan IP Address yang dituju oleh paket. Semua router menggunakan IP Address tujuan untuk mengirim paket. Agar keputusan routing tersebut benar, router harus belajar bagaimana untuk mencapai tujuan. Ada dua metode routing yaitu: 1. Static Routing Router meneruskan paket dari sebuah network ke network lainnya berdasarkan rute yang ditentukan oleh administrator. Rute pada static routing tidak berubah, kecuali jika diubah secara manual oleh administrator. Static routing dikonfigurasi secara manual. Routing tablenya diset manual dan disimpan dalam router. Tidak ada infromasi sharing diantara sesama router Error! Reference source not found.]. 2. Dynamic Routing Tanjung Biru, 091331061 7

Router mempelajari sendiri rute yang terbaik yang akan ditempuhnya untuk meneruskan paket dari sebuah network ke network lainnya. Administrator tidak menentukan rute yang harus ditempuh oleh paket- paket tersebut. Administrator hanya menentukan bagaimana cara router mempelajari paket, dan kemudian router mempelajarinya sendiri. Rute pada dynamic routing berubah, sesuai dengan pelajaran yang didapatkan oleh router. Dynamic routing mampu membuat routing tabelnya sendiri dengan berbicara ke sesama router. Dynamic router bisa membuat keputusan pada route yang mana sebuah paket mencapai tujuan Error! Reference source not found.]. 2.4 Mikrotik RouterOS Mikrotik adalah sistem operasi independen berbasiskan Linux khusus untuk komputer yang difungsikan sebagai Router. Berikut adalah logo dari Mikrotik yang ditunjukan pada Gambar 1. Gambar 1. Logo Mikrotik Mikrotik dibuat oleh Mikrotik sebuah perusahaan di kota Riga, Latvia. Latvia adalah sebuah negara yang merupakan pecahan dari negara Uni Soviet dulunya atau Rusia sekarang ini. Dengan nama merek dagang Mikrotik mulai didirikan pada tahun 1995 yang pada awalnya ditujukan untuk perusahaan jasa layanan internet (PJI) atau Internet Service Provider (ISP) yang melayani pelanggannya menggunakan teknologi nirkabel atau wireless. Saat ini Mikrotik memberikan layanan kepada banyak ISP nirkabel untuk layanan akses internet dibanyak negara di dunia dan juga sangat populer di Indonesia Error! Reference source not found.]. Mikrotik bukanlah perangkat lunak yang gratis jika ingin memanfaatkannya secara penuh, dibutuhkan lisensi dari Mikrotik untuk dapat menggunakannya. Mikrotik dikenal dengan istilah Level pada lisensinya. Tersedia Tanjung Biru, 091331061 8

mulai dari level 0 kemudian 1, 3 hingga 6, untuk level 1 adalah versi demo mikrotik dapat digunakan secara gratis dengan fungsi- fungsi yang sangat terbatas. Tentunya setiap level memiliki kemampuan yang berbeda- beda sesuai dengan harganya, Level 6 adalah level tertinggi dengan fungsi yang paling lengkap. Secara singkat dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Level 0 (gratis); tidak membutuhkan lisensi untuk menggunakannya dan penggunaan fitur hanya dibatasi selama 24 jam setelah instalasi dilakukan. 2. Level 1 (demo); pada level ini dapat digunakan sebagai fungsi routing standar saja dengan 1 pengaturan serta tidak memiliki limitasi waktu untuk menggunakannya. 3. Level 3; sudah mencakup level 1 ditambah dengan kemampuan untuk manajemen segala perangkat keras yang berbasiskan kartu jaringan atau ethernet dan pengelolaan perangkat wireless tipe klien. 4. Level 4; sudah mencakup level 1 dan 3 dengan kemampuan untuk mengelola perangkat wireless tipe akses point. 5. Level 5; mencakup level 1, 3 dan 4 ditambah dengan kemampuan mengelola jumlah pengguna hotspot yang lebih banyak 6. Level 6; mencakup semua level tidak memiliki limitasi apapun. 2.4.1 Fitur- Fitur Mikrotik 1. Address List Pengelompokan IP address berdasarkan nama. 2. Asynchronous Mendukung serial PPP dial- in/ dial- out, dengan otentikasi CHAP, PAP, MSCHAPv1 dan MSCHAPv2, Radius, dial on demand, modem pool hingga 128 ports. 3. Bonding Mendukung dalam pengkombinasian beberapa antarmuka ethernet ke dalam 1 pipa pada koneksi yang cepat 4. Bridge Mendukung fungsi bridge spanning tree, multiple bridge interface, bridge firewalling. 5. Data Rate Management Tanjung Biru, 091331061 9

QoS berbasis HTB dengan penggunaan burst, PCQ, RED, SFQ, FIFO queue, CIR, MIR, limit antar peer to peer. 6. DHCP Mendukung DHCP tiap antarmuka; DHCP relay; DCHP client, multiple network DHCP; static and dynamic DHCP leases. 7. Firewall and NAT Mendukung pemfilteran koneksi peer to peer, source NAT dan destination NAT. Mampu memfilter berdasarkan MAC, IP address, range port, protokol IP, pemilihan opsi protokol seperti ICMP, TCP flags dan MSS. 8. Hotspot Hotspot gateway dengan otentikasi RADIUS. Mendukung limit data rate, SSL, HTTPS. 9. IPSec Protokol AH dan ESP untuk IPSec; MODP Diffie- Hellman groups 1, 2, 5; MD5 dan algoritma SHA1 hashing; algoritma enkripsi menggunakan DES, 3DES, AES-128, AES-192, AES- 256; perfect Forwarding Secresy (PFS) MODP groups 1, 2, 5. 10. ISDN Mendukung ISDN dial- in/ dial- out. Dengan otentikasi PAP, CHAP, MSCHAPv1 dan MSCHAPv2, Radius. Mendukung 128K bundle, Cisco HDLC, x751, x75ui, x75bui line protokol. 11. M3P Mikrotik Protokol Paket Packer untuk wireless links dan ethernet. 12. MNDP Mikrotik Discovery Neighbor Protocol, juga mendukung Cisco Discovery Protocol (CDP). 13. Monitoring/ Accounting Laporan traffic IP, log, statistik graphs yang dapat diakses melalui HTTP. 14. NTP Network Time Protokol untuk server dan client; sinkronisasi menggunakan system GPS. 15. Point to Point Tunneling Protocol Tanjung Biru, 091331061 10

PPTP, PpoE dan L2TP Access Concentrators; protokol otentikasi menggunakan PAP, CHAP, MSCHAPv1, MSCHAPv2; otentikasi dan laporan RADIUS; enkripsi MPPE; kompresi untuk PpoE; limit data rate. 16. Proxy Cache untuk FTP dan HTTP proxy server; HTTPS proxy; transparent proxy untuk DNS dan HTTP; mendukung protokol SOKCS; mendukung parent proxy; statik DNS. 17. Routing Routing statik dan dinamik; RIP v1/ v2, OSPF v2, BGP v4. 18. SDSL Mendukung Single Line DSL; mode pemutusan jalur koneksi dan jaringan. 19. Simple Tunnels Tunel IPIP dan EoIP (Ethernet over IP). 20. SNMP Mode akses read- only. 21. Synchronous V.35, V.24, E1/ T1, X21, DS3 (T3) media types; sync- PPP, Cisco HDLC; Frame Relay line protocol; ANSI- 617d (ANDI atau annex D) dan Q933a (CCITT atau annex A); Frame Relay jenis LMI. 22. Tool Ping; traceroute; bandwidth test; ping flood; telnet; SSH; packet sniffer; Dinamik DNS update. 23. UPnP Mendukung antarmuka universal Plug and Play 24. VLAN Mendukung Virtual LAN IEEE802.1q untuk jaringan ethernet dan wireless; multiple VLAN; VLAN bridging. 25. VoIP Mendukung aplikasi voice over IP. 26. VRRP Mendukung Virtual Router Redudant Protocol. 27. WinBox Tanjung Biru, 091331061 11

Aplikasi mode GUI untuk meremote dan mengkonfigurasi Mikrotik RouterOS. 2.5 Proxy Server Sebuah fasilitas untuk menghubungkan diri ke internet secara bersamasama. Memenuhi permintaan user untuk layanan Internet (http, FTP, Telnet) dan mengirimkannya sesuai dengan kebijakan. Mewakili paket data dari dalam dan dari luar. Menangani semua komunikasi internal- eksternal. Bertindak sebagai gateway antara mesin internal dan eksternal. Proxy server mengevaluasi dan mengontrol permintaan dari client, jika sesuai policy dilewatkan jika tidak di deny/ drop. 2.6 NAT (Network Address Translation) Network Address Translation (NAT) adalah suatu metode untuk menghubungkan lebih dari satu komputer ke jaringan internet menggunakan satu alamat IP. NAT merupakan teknologi yang memungkinkan IP private dapat membagi koneksi akses internet jaringan yang didesain untuk menyederhanakan IP address, dan berperan juga untuk melindungi jaringan dan kemudahan serta fleksibilitas dalam administrasi jaringan. Banyaknya penggunaan metode ini disebabkan karena ketersediaan alamat IP address yang terbatas. 2.7 DNS (Domain Name Server) Domain Name Server (DNS) atau disebut dengan Name Server (NS) adalah nama untuk webserver yang disediakan untuk mengarahkan sebuah domain ke server yang ingin dituju Error! Reference source not found.]. Cara kerja DNS adalah sebagai berikut: 1. Ketika kita merequest suatu alamat, misalnya www.facebook.com dari host kita, maka host kita akan mengontak name server lokal untuk menanyakan dimanakan www.facebook.com berada. 2. Name server akan mencari request tersebut di database lokal. Karena tidak ada, maka name server akan mengontak root DNS servernya, siapa yang memegang domain untuk.com. Tanjung Biru, 091331061 12

3. Beberapa daftar Top Level Domain (TLD) yang ada sekarang adalah : com, net, biz, info, name, museum, dan tv. Sedangkan Country Code Top Level Domain (cctld) adalah : us, uk, fr, es, de, it, jp, ie, dll. 4. Root server akan memberitahu IP address dari server DNS dari www.facebook.com. Kemudian DNS server lokal akan mengontak server DNS yang mengelola www.facebook.com. Baru host kita merequest www.facebook.com dengan IP address tersebut. 2.8 DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) adalah suatu layanan yang secara otomatis memberikan alamat IP kepada komputer yang meminta ke DHCP server. Dengan demikian, sebagai seorang administrator jaringan, tidak perlu lagi mengatur alamat IP address pada komputer klien yang dikelolanya. DHCP juga dapat mengurangi resiko duplikat IP address atau invalid IP address. Sebuah server DHCP dapat diatur dengan pengaturan yang sesuai untuk keperluan jaringan tertentu. Seperti pengaturan Default Gateway, Domain Name Server, Subnet Mask, dan rentang alamat IP yan bisa diambil oleh komputer klien. Komputer yang menyediakan layanan ini disebut dengan DHCP server, sedangkan komputer yang meminta disebut dengan DHCP client Error! Reference source not found.]. Tanjung Biru, 091331061 13