ALGORITHM. 5 Greedy Algorithm. Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom dahlia74march.wordpress.com

dokumen-dokumen yang mirip
Algoritma greedy merupakan metode yang paling populer untuk memecahkan persoalan optimasi.

Design and Analysis Algorithm. Ahmad Afif Supianto, S.Si., M.Kom. Pertemuan 06

Pendahuluan. Algoritma greedy merupakan metode yang paling populer untuk memecahkan persoalan optimasi.

Design and Analysis of Algorithms CNH2G3- Week 8 Greedy Algorithm

What Is Greedy Technique

Design and Analysis Algorithm

Algorima Greedy Pada Self Serve Gas Station

Penerapan Greedy pada Jalan Jalan Di Bandung Yuk! V1.71

Implementasi Algoritma Greedy pada Permainan Ludo

BAB III ALGORITMA GREEDY DAN PROGRAM DINAMIS

Penerapan Algoritma Greedy dalam Algoritma Disk Scheduling Shortest Seek Time First

Penerapan Algoritma Greedy dalam Algoritma Penjadwalan Prosesor Tunggal Shortest Job First

APLIKASI ALGORITMA GREEDY DALAM PENENTUAN SPESIFIKASI KOMPUTER RAKITAN

IMPLEMENTASI GRAF DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI GREEDY

Sistem Informasi Pemotongan Kayu menggunakan Algoritma Greedy

PERBANDINGAN KOMPLEKSITAS PENERAPAN ALGORITMA GREEDY UNTUK BEBERAPA MASALAH

Implementasi Algoritma Greedy Dua Sisi pada Permainan 2048

Penerapan Algoritma Greedy dalam Permainan Othello

Penerapan algoritma Greedy dalam penentuan Porter Generic Strategies untuk suatu perusahaan

Aplikasi Algoritma Greedy untuk Optimasi Sistem Booking Hotel Online

IMPLEMENTASI GRAF DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI GREEDY

Aplikasi Algoritma Greedy dalam Permainan Kartu Truf

TUGAS RESUME MATERI KULIAH ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA STRATEGI ALGORITMA : H

Penerapan Algoritma Greedy pada Permainan Tower Defense

Aplikasi Algoritma Greedy dalam Penjurusan Mahasiswa Tingkat Pertama Institut Teknologi Bandung

Algoritma Greedy. Bahan Kuliah IF2211 Strategi Algoritma. Program Studi Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB. Oleh: Rinaldi Munir

IMPLEMENTASI ALGORITMA GREEDY PADA PERMAINAN OTHELLO

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Pemilihan Monster yang Akan Digunakan dalam Permainan Yu-Gi-Oh! Capsule Monster Coliseum

IMPLEMENTASI ALGORITMA GREEDY PADA PERMAINAN CONGKLAK

Penerapan Algoritma Greedy Pada Permainan Killbots

Penerapan Algoritma Greedy dalam Optimasi Keuntungan Perusahaan Pengiriman Barang

Penyelesaian Berbagai Permasalahan Algoritma dengan Kombinasi Algoritma Brute Force dan Greedy

Algoritma Greedy pada Penjadwalan Real-Time untuk Earliest Deadline First Scheduling dan Rate Monotonic Scheduling serta Perbandingannya

Penerapan Algoritma Greedy dalam Penyetokan Barang

Penyelesaian Permainan Sliding Puzzle 3x3 Menggunakan Algoritma Greedy Dengan Dua Fungsi Heuristik

Penerapan Algoritma Greedy dalam Pemilihan Pemain di Game Football Manager

Penerapan Algoritma Greedy pada Perbaikan Sudut Pergerakan Awal dalam Snellius Ray Path Tracing Tomografi

Aplikasi Algoritma Greedy pada Permainan Kartu Truf Pass

Implementasi Algoritma Greedy dalam Pembagian kerja pada Mesin yang Identik

Penerapan Algoritma Greedy Dalam Permainan Clash Royale

Penerapan Algoritma Greedy Pada Game Tower Defense: Tower of Greece

Aplikasi Algoritma Greedy pada Permainan Zuma

Penerapan Algoritma Greedy pada Permainan Kartu 100

Aplikasi Algoritma Greedy pada Pemilihan Jenis Olahraga Ringan

Penerapan Algoritma Greedy dan Breadth First Search pada Permainan Kartu Sevens

Penggunaan Algoritma Greedy Untuk Menyelesaikan Permainan Cluedo

Strategi Perancangan Bot Player pada Permainan Tradisional Congklak dengan Algoritma Greedy

Algoritma Greedy untuk AI dalam Permainan DotA

Penggunaan Algoritma Greedy untuk Mencari Solusi Optimal dalam Permainan Brick Breaker

PERBANDINGAN APLIKASI ALGORITMA BRUTE-FORCE DAN KOMBINASI ALGORITMA BREADTH FIRST SEARCH DAN GREEDY DALAM PENCARIAN SOLUSI PERMAINAN TREASURE HUNT

Perbandingan Algoritma Greedy & Bactracking Dalam Penyelesaian Permainan 2048

Aplikasi Algoritma Greedy pada Optimasi Pelaksanaan Misi dalam Permainan Assassins Creed : Revelations

Penerapan Algoritma Greedy dalam Pembuatan Artificial Intelligence Permainan Reversi

BAB II LANDASAN TEORI

Penggunaan Algoritma Greedy untuk Meminimalkan Belanja

Implementasi Algoritma Greedy untuk Pembelian Saham

Penerapan Algoritma Greedy untuk Permainan Halma

IF3051 Strategi Algoritma Penerapan Algoritma Greedy untuk Reservasi Tiket Konser

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

II. TEORI DASAR I. PENDAHULUAN. utang piutang dengan strategi algoritma greedy.

Penentuan Rute Belanja dengan TSP dan Algoritma Greedy

Penerapan Algoritma Greedy dan Backtrackng Dalam Penyelesaian Masalah Rubik s Cube

Perbandingan Algoritma Dijkstra dan Algoritma Bellman Ford pada Routing Jaringan Komputer

Algoritma Greedy untuk Pengambilan Keputusan dalam Permainan Kartu Hearts

Perbandingan BFS, DFS dan Greedy pada Permainan Logika Crossing Bridge

Penerapan Algoritma Greedy dalam Permainan Tradisional Congklak

Penerapan Algoritma Greedy pada Permainan Bubble Breaker

ALGORITMA GREEDY : MINIMUM SPANNING TREE. Perbandingan Kruskal dan Prim

Eksplorasi Algoritma Brute Force, Greedy, dan Dynamic Programming untuk Persoalan Integer Knapsack

Aplikasi Algoritma Greedy untuk Pergerakan Musuh pada Permainan Pac-Man

Penerapan Algoritma Greedy pada Penjadwalan Produksi Single-Stage dengan Parallel Machine di Industri Konveksi

Penerapan Algoritma Greedy untuk Permainan Flood It

PENERAPAN METODE GREEDY COLORING DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PERSIMPANGAN JALAN

Implementasi Brute Force dan Greedy dalam Permainan Big Two (Capsa)

BAB I PENDAHULUAN. Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan daerah istimewa. se-tingkat provinsi di Indonesia yang merpakan peleburan dari

Perbandinganan Penggunaan Algoritma Greedy dan Modifikasi Algoritma Brute Force pada Permainan Collapse XXL

Penerapan Algoritma Greedy dalam Permainan Connect 4

Algoritma Greedy untuk Penjadwalan Penerbangan di Gerbang - Gerbang Bandara

Penerapan Algoritma Greedy dalam Permainan Bantumi

Analisis Penerapan Algoritma Kruskal dalam Pembuatan Jaringan Distribusi Listrik

Penerapan Algoritma Greedy dalam Pengisian Rencana Studi Semester di ITB sebagai Persoalan Binary Knapsack

Penerapan Algoritma Greedy Pada Permainan Kartu Truf

PENERAPAN ALGORITMA GREEDY DALAM PENGISIAN RENCANA STUDI SEMESTER DI ITB SEBAGAI PERSOALAN BINARY KNAPSACK

Penggunaaan Algoritma Greedy Dalam Aplikasi Vending Machine

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kegiatan intrakulikuler yang memadukan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan

Perancangan Algoritma Greedy pada AI Permainan Turn Based Strategy

Aplikasi Algoritma Greedy yang Dimodifikasi dalam Pencarian Lintasan Terpendek

Perbandingan Algoritma Dijkstra dan Algoritma Floyd-Warshall dalam Penentuan Lintasan Terpendek (Single Pair Shortest Path)

APLIKASI ALGORITMA GREEDY DALAM PERMAINAN JAWBREAKER

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Penerapan Algoritma Greedy dalam Permainan MarketGlory

Algoritma Greedy pada Board Game Saboteur

Analisis Pengimplementasian Algoritma Greedy untuk Memilih Rute Angkutan Umum

Oleh : CAHYA GUNAWAN JURUSAN SISTEM INFORMASI FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA BANDUNG 2012

Penerapan Algoritma Greedy pada Intelegensia Buatan untuk Transfer Pemain dalam Permainan Simulasi Sepakbola

Penentuan Keputusan dalam Permainan Gomoku dengan Program Dinamis dan Algoritma Greedy

ALGORITMA GREEDY DALAM PERMAINAN DOTS AND BOXES

Penerapan Algoritma Greedy untuk Menempatkan Pelanggan dalam Permainan Video Diner Dash

Transkripsi:

ALGORITHM 5 Greedy Algorithm Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom dahlia.widhyaestoeti@gmail.com dahlia74march.wordpress.com

Algoritma greedy merupakan metode yang paling populer untuk memecahkan persoalan optimasi. Persoalan optimasi (optimization problems) : persoalan mencari solusi optimum. Hanya ada dua macam persoalan optimasi: 1. Maksimasi(maximization) 2. Minimasi(minimization)

Contoh persoalan Optimasi ( Masalah Penukaran Uang): Diberikan uang senilai A. Tukar A dengan koin-koin uang yang ada. Berapa jumlah minimum koin yang diperlukan untuk penukaran tersebut? Persoalan minimasi

Contoh1: tersedia banyak koin1, 5, 10, 25 Uang senilai A= 32 dapat ditukar dengan banyak cara berikut: 32 = 1 + 1 + + 1 (32 koin) 32 = 5 + 5 + 5 + 5 + 10 + 1 + 1 (7 koin) 32 = 10 + 10 + 10 + 1 + 1 (5 koin) Dst... Minimum : 32 = 25 + 5 + 1 + 1 (4 Koin)

Greedy= rakus, tamak, loba, Prinsip greedy: take what you can get now!. Algoritma greedy membentuk solusi langkah per langkah (step by step). Pada setiap langkah, terdapat banyak pilihan yang perlu dieksplorasi. Oleh karena itu, pada setiap langkah harus dibuat keputusan yang terbaik dalam menentukan pilihan.

Pada setiap langkah, kita membuat pilihan optimum lokal (local optimum) Dengan harapan bahwa langkah sisanya mengarah kesolusi optimum global (global optimm).

Algoritma greedy adalah algoritma yang memecahkan masalah langkah per langkah; Pada setiap langkah: 1. Mengambil pilihan yang terbaik yang dapat diperoleh pada saat itu tanpa memperhatikan konsekuensi kedepan (prinsip take what you can get now! ) 2. Berharap bahwa dengan memilih optimum lokal pada setiap langkah akan berakhir dengan optimum global.

Tinjau masalah penukaran uang: Strategi Greedy : Pada setiap langkah, pilihlah koin dengan nilai terbesar dari himpunan koin yang tersisa. Misal: A = 32, koin yang tersedia: 1, 5, 10, dan 25 Langkah 1: pilih1 buah koin 25 (Total = 25) Langkah 2: pilih1 buah koin 5 (Total = 25 + 5 = 30) Langkah 3: pilih2 buah koin 1 (Total = 25+5+1+1= 32) Solusi: Jumlah koin minimum = 4 (solusi optimal!)

Elemen-elemen algoritma greedy: 1. Himpunan kandidat, C. 2. Himpunan solusi, S 3. Fungsi seleksi(selection function) 4. Fungsi kelayakan(feasible) 5. Fungsi obyektif Dengan kata lain: Algoritma greedy melibatkan pencarian sebuah himpunan bagian, S, dari himpunan kandidat, C; yang dalam hal ini, S harus memenuhi beberapa kriteria yang ditentukan, yaitu menyatakan suatu solusi dan S di optimisasi oleh fungsi obyektif.

Pada masalah penukaran uang: Himpunan kandidat: himpunan koin yang merepresentasikan nilai1, 5, 10, 25, paling sedikit mengandung satu koin untuk setiap nilai. Himpunan solusi: total nilai koin yang dipilih tepat sama jumlahnya dengan nilai uang yang ditukarkan. Fungsi seleksi: pilihlah koin yang bernilai tertinggi dari himpunan kandidat yang tersisa. Fungsi layak: memeriksa apakah nilai total dari himpunan koin yang dipilih tidak melebihi jumlah uang yang harus dibayar. Fungsi obyektif: jumlah koin yang digunakan minimum.

Optimum global belum tentu merupakan solusi optimum (terbaik), tetapi suboptimum atau pseudo-optimum. Alasan: 1. Algoritma greedy tidak beroperasi secara menyeluruh terhadap semua alternatif solusi yang ada (sebagaimana pada metode exhaustive search). 2. Terdapat beberapa fungsi SELEKSI yang berbeda, sehingga kita harus memilih fungsi yang tepat jika kita ingin algoritma menghasilkan solusi optimal. Jadi, pada sebagian masalah algoritma greedy tidak selalu berhasil memberikan solusi yang optimal.

Contoh 2: tinjau masalah penukaran uang. (a) Koin: 5, 4, 3, dan 1 Uang yang ditukar = 7. Solusi greedy : 7 = 5 + 1 + 1 Solusi optimal : 7 = 4 + 3 ( 3 koin) tidak optimal ( 2 koin) (b) Koin: 10, 7, 1 Uang yang ditukar: 15 Solusi greedy : 15 = 10 + 1 + 1 + 1 + 1 + 1 (6 koin) Solusi optimal : 15 = 7 + 7 + 1 (hanya3 koin) (c) Koin: 15, 10, dan1 Uang yang ditukar: 20 Solusi greedy: 20 = 15 + 1 + 1 + 1 + 1 + 1 Solusi optimal: 20 = 10 + 10 (6 koin) (2 koin)

Untuk sistem mata uang dollar AS, euro Eropa, dan crown Swedia, algoritma greedy selalu memberikan solusi optimum. Contoh: Uang $6,39 ditukar dengan uang kertas(bill) dan koin sen (cent), kita dapat memilih: Satu buah uang kertas senilai $5 Satu buah uang kertas senilai $1 Satu koin 25 sen Satu koin10 sen Empat koin 1 sen $5 + $1 + 25c + 10c + 1c + 1c + 1c + 1c = $6,39

Latihan : Sistem mata uang Indonesia adalah : Pecahan kertas 100.000, Pecahan kertas 50.000, Pecahan kertas 20.000, Pecahan kertas 10.000, Pecahan kertas 5.000 Pecahan kertas 2.000, Pecahan koin atau kertas 1.000, Pecahan koin 500, Pecahan koin 200, Pecahan koin 100 Tukarkan uang berikut dengan metode greedy dan metode optimum : 1. Rp. 105.800,- 2. Rp. 9.900 dengan uang koin 3. Rp. 32.400,- 4. Rp. 7.800

Jika jawaban terbaik mutlak tidak diperlukan, maka algoritma greedy sering berguna untuk menghasilkan solusi hampiran (approximation), dari pada menggunakan algoritma yang lebih rumit untuk menghasilkan solusi yang eksak. Bila algoritma greedy optimum, maka keoptimalannya itu dapat dibuktikan secara matematis

Minimisasi Waktu didalam Sistem (Penjadwalan) Persoalan: Sebuah server (dapat berupa processor, pompa, kasir dibank, dll) mempunyai n pelanggan (customer, client) yang harus dilayani. Waktu pelayanan untuk setiap pelanggan i adalah ti. Minimumkan total waktu didalam sistem: T = (waktu di dalam sistem) Ekivalen dengan meminimumkan waktu rata-rata pelanggan di dalam sistem.

Contoh3: Tiga pelanggan dengan t1= 5, t2 = 10, t3 = 3, Enam urutan pelayanan yang mungkin : Urutan t 1,2,3 5+(5+10)+(5+10+3) = 38 1,3,2 5+(5+3)+(5+3+10) = 31 2,1,3 10+(10+5)+(10+5+3) = 43 2,3,1 10+(10+3)+(10+3+5) = 41 3,1,2 3+(3+5)+(3+5+10) = 29 3,2,1 3+(3+10)+(3+10+5) = 34 Optimal

Penyelesaian dengan Exhaustive Search Urutan pelangan yang dilayani oleh server merupakan suatu permutasi Jika ada n orang pelanggan, maka terdapat n! urutan pelanggan Untuk mengevaluasi fungsi obyektif: O(n) Kompleksitas algoritma exhaustive search = O(nn!)