Fisika Modern : Definisi, Konsep dan Aplikasinya

dokumen-dokumen yang mirip
FISIKA. Sesi TEORI ATOM A. TEORI ATOM DALTON B. TEORI ATOM THOMSON

FISIKA MODERN. Staf Pengajar Fisika Departemen Fisika,, FMIPA, IPB

Fisika Modern (Teori Atom)

Atom menyusun elemen dengan bilangan sederhana. Setiap atom dari elemen yang berbeda memiliki massa yang berbeda.

STRUKTUR ATOM DAN PERKEMBANGAN TEORI ATOM 0leh: Ramadani. sinar bermuatan negatif. kecil pembentuk atom tersebut yaitu

PERTEMUAN KEEMPAT FISIKA MODERN TEORI KUANTUM TENTANG RADIASI ELEKTROMAGNET TEKNIK PERTAMBANGAN UNIVERSITAS MULAWARMAN

FISIKA MODERN UNIT. Radiasi Benda Hitam. Hamburan Compton & Efek Fotolistrik. Kumpulan Soal Latihan UN

Bunyi Teori Atom Dalton:

XV. PENDAHULUAN FISIKA MODERN

PENDAHULUAN. Atom berasal dari bahasa Yunani atomos yang artinya tidak dapat dibagi-bagi lagi.

PERKEMBANGAN MODEL ATOM DI SUSUN OLEH YOSI APRIYANTI A1F012044

PERKEMBANGAN TEORI ATOM

Perkembangan Model Atom. Semester 1

Tujuan Instruksional Umum TA ARUF PENGANTAR FISIKA MODERN (2 SKS) LATAR BELAKANG 27/01/2014 PERTEMUAN KE-1 JURUSAN KIMIA UIN MALIKI MALANG

MODEL ATOM DALTON. Atom ialah bagian terkecil suatu zat yang tidak dapat dibagi-bagi. Atom tidak dapat dimusnahkan & diciptakan

Teori Atom Mekanika Klasik

INFORMASI KIMIA ENERGI ATOM

TEORI PERKEMBANGAN ATOM

STRUKTUR ATOM. Perkembangan Teori Atom

Apa yang dimaksud dengan atom? Atom adalah bagian terkecil dari suatu unsur

Antiremed Kelas 12 Fisika

BAB FISIKA ATOM. Model ini gagal karena tidak sesuai dengan hasil percobaan hamburan patikel oleh Rutherford.

Tujuan Instruksional Umum TA ARUF PENGANTAR FISIKA MODERN (3 SKS) LATAR BELAKANG 27/08/2014 PERTEMUAN KE-1 JURUSAN FISIKA UIN MALIKI MALANG

BAB 19 A T O M. A. Pendahuluan

Fisika Umum (MA 301) Topik hari ini. Fisika Atom & Inti

FISIKA MODERN DAN FISIKA ATOM

Fungsi distribusi spektrum P (λ,t) dapat dihitung dari termodinamika klasik secara langsung, dan hasilnya dapat dibandingkan dengan Gambar 1.

SILABUS PEMBELAJARAN

SILABUS PEMBELAJARAN

I. Perkembangan Teori Atom

Xpedia Fisika. Soal Fismod 1

Model Atom. Modul 1 PENDAHULUAN

BAB 2 STRUKTUR ATOM PERKEMBANGAN TEORI ATOM

IR. STEVANUS ARIANTO 1

DUALISME GELOMBANG-PARTIKEL. Oleh: Fahrizal Eko Setiono

Diseminasi Pengajaran Fisika Modern dalam Upaya Peningkatan Kompetensi Guru SMA di Sekitar Jatinangor

STRUKTUR ATOM. Sub Pokok Bahasan

FISIKA MODERN I (Pendekatan Konseptual) Dr. A.Halim, M.Si

BAGIAN 1 PITA ENERGI DALAM ZAT PADAT

Bab 1 STRUKTUR ATOM. Pada pelajaran bab pertama ini akan dipelajari tentang perkembangan teori atom, notasi unsur, Isotop, isobar, dan isoton.

Batasan KIMIA FISIKA DALTON BOHR M. KUANTUM

Xpedia Fisika. Soal Fismod 2

FISIKA MODEREN. Edisi Ke - 2 SYIAH KUALA UNIVERSITY PRESS. Drs. Tarmizi, M.Pd

POK O O K K O - K P - OK O O K K O K MAT A ERI R FISIKA KUANTUM

RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Schrodinger s Wave Function

Demonstrasi kembang api. Sumber: Encarta Encyclopedia, 2006

TEORI ATOM Materi 1 : Baca teori ini, kerjakan soal yang ada di halaman paling belakang ini

B. Macam macam Model Atom a. Model Atom John Dalton. a. Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat. Makalah Struktur Atom 1

: Dr. Budi Mulyanti, MSi. Pertemuan ke-15 CAKUPAN MATERI

Spektrum Gelombang Elektromagnetik

Dualisme Partikel Gelombang

MODUL 1 FISIKA MODERN MODEL MODEL ATOM

Aristoteles. Leukipos dan Demokritos. John Dalton. Perkembangan Model Atom. J.J. Thomson. Rutherford. Niels Bohr. Mekanika Kuatum

MODEL ATOM MEKANIKA KUANTUM UNTUK ATOM BERELEKTRON BANYAK

Struktur Atom. Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu mengidentifikasi atom dan strukturnya berdasarkan Tabel Periodik Unsur.

BAB 1 PERKEMBANGAN TEORI ATOM

BAB FISIKA ATOM. a) Tetes minyak diam di antara pasangan keping sejajar karena berat minyak mg seimbang dengan gaya listrik qe.

Struktur Atom. Struktur atom merupakan satuan dasar materi yang terdiri dari inti atom beserta awan elektron bermuatan negatif yang

inti Dari Model Klasik sampai Model Mekanika Kuantum

#2 Dualisme Partikel & Gelombang (Sifat Partikel dari Gelombang) Fisika Modern Eka Maulana, ST., MT., MEng. Teknik Elektro Universitas Brawijaya

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

EKSPERIMEN HAMBURAN RUTHERFORD

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

CHAPTER I RADIASI BENDA HITAM

Struktur atom merupakan satuan dasar materi yang terdiri dari inti atom beserta awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya.

FISIKA MODERN I (Pendekatan Konseptual) Dr. A.Halim, M.Si

Struktur atom. Bagian terkecil dari materi disebut partikel. Beberapa pendapat tentang partikel materi :

STRUKTUR ATOM DAN SISTEM PERIODIK Kimia SMK KELAS X SEMESTER 1 SMK MUHAMMADIYAH 3 METRO

ATOM BERELEKTRON BANYAK

BAB I PENDAHULUAN. Dalam fisika, dualisme partikel gelombang menyatakan bahwa setiap. dijelaskan melalui teori kuantum (Krane, 1992).

BAB FISIKA ATOM I. SOAL PILIHAN GANDA

Struktur Atom. Sulistyani, M.Si.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Sanden Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : XI/1 Alokasi Waktu : 2 JP

FI 353 Fisika Modern - P.Sinaga 1

MATERIAL TEKNIK. 2 SKS Ruang B2.3 Jam Dedi Nurcipto, MT

Penyusun bagian-bagian atom sangat menentukan sifat benda/materi. Untuk mengetahui bagaimana atom bergabung sehingga dapat mengubah bahan sesuai

BAB VIII STRUKTUR ATOM

ATOM. (Makalah Kimia Dasar 1) Oleh CHRISTIYANTO INDRA P

3. Menganalisis berbagai besaran fisis pada gejala kuantum dan batas-batas berlakunya

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Sanden Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : XI/1 Alokasi Waktu : 3 JP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

TEORI ATOM DAN STRUKTUR ATOM

DUALISME PARTIKEL-GELOMBANG

MATERI II TINGKAT TENAGA DAN PITA TENAGA

#2 Dualisme Partikel & Gelombang Fisika Modern Eka Maulana, ST., MT., MEng. Teknik Elektro Universitas Brawijaya

RADIASI BENDA HITAM DAN TEORI PLANCK

Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu. Sumber/ Bahan/Alat. Penilaian kinerja (sikap dan praktik), test tertulis

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

SILABUS KELAS/JURUSAN : XII /IPA

Pertanyaan Final (rebutan)

LATIHAN UJIAN NASIONAL

Sifat Gelombang-Partikel

SIFAT GELOMBANG PARTIKEL DAN PRINSIP KETIDAKPASTIAN. 39. Elektron, proton, dan elektron mempunyai sifat gelombang yang bisa

Isi Teori Niels Bohr. Kelebihan Niels Bohr. Kekurangan

TEORI ATOM. Awal Perkembangan Teori Atom

Struktur Atom dan Sistem Periodik

Model Atom Bohr Tingkat Energi dan Spektrum Asas Persesuaian Eksitasi Atomik (Percobaan Frank-Hertz)

CATATAN KULIAH ATOM, INTI DAN RADIOAKTIF. Diah Ayu Suci Kinasih Departemen Fisika Universitas Diponegoro Semarang 2016

Transkripsi:

MAKALAH Fisika Modern : Definisi, Konsep dan Aplikasinya Oleh: Dr. Ayi Bahtiar Makalah ini disampaikan pada Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Diseminasi Pengajaran Fisika Modern dalam Upaya Peningkatan Kompetensi Guru SMA di Sekitar Jatinangor di Ruang Seminar Jurusan Fisika Unpad, 25 Oktober 2007 FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PADJADJARAN 2007

LEMBAR PENGESAHAN 1. Judul Makalah : Fisika Modern : Definisi, Konsep dan Aplikasinya 2. Pelaksana a. Nama : Dr. Ayi Bahtiar b. NIP : 132 169 935 c. Pangkat/Golongan : Penata Muda Tk. I / IIIb d. Jabatan : Lektor e. Fakultas/Jurusan : MIPA/Fisika 3 Tempat kegiatan : Ruang Seminar Jurusan Fisika UNPAD Mengetahui : Dekan Fakultas MIPA Jatinangor, 25 Oktober 2007 Pelaksana/Penyaji Makalah Prof. Dr. Husein H. Bahti NIP: 130 367 261 Dr. Ayi Bahtiar NIP: 132 169 935 Menyetujui a.n. Ketua Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Padjadjaran Sekretaris Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Drs. Dedi Sugandi, MS NIP. 130516347

Fisika Modern : Definisi, Konsep dan Aplikasinya* Dr. Ayi Bahtiar Dosen Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran Bandung Jl. Raya Bandung-Sumedang km. 21 Jatinangor 45363 Sumedang Tel. 022-7796014, Fax. 022-7792435, Email : a.bahtiar@unpad.ac.id I. LATAR BELAKANG Fisika modern merupakan salah satu bagian dari ilmu Fisika yang mempelajari perilaku materi dan energi pada skala atomik dan partikel-partikel subatomik atau gelombang. Pada prinsipnya sama seperti dalam fisika klasik, namun materi yang dibahas dalam fisika modern adalah skala atomik atau subatomik dan partikel bergerak dalam kecepatan tinggi. Untuk partikel yang bergerak dengan kecepatan mendekati atau sama dengan kecepatan cahaya, perilakunya dibahas secara terpisah dalam teori relativitas khusus. Ilmu Fisika Modern dikembangkan pada awal abad 20, dimana perumusan-perumusan dalam Fisika Klasik tidak lagi mampu menjelaskan fenomenafenomena yang terjadi pada materi yang sangat kecil. Fisika Modern diawali oleh hipotesa Planck yang menyatakan bahwa besaran energi suatu benda yang beosilasi (osilator) tidak lagi bersifat kontinu, namun bersifat diskrit (kuanta), sehingga muncullah istilah Fisika Kuantum dan ditemukannya konsep dualisme partikel-gelombang. Konsep dualisme dan besaran kuanta ini merupakan dasar dari Fisika Modern. Dalam makalah ini dibahas konsep, hipotesa dan eksperimen yang menjadikan landasan pengembangan fisika modern serta penerapan fisika modern, dalam berbagai bidang seperti kedokteran, telekomikasi, dan industri. II. KONSEP FISIKA MODERN Fisika Modern secara umum dibagi menjadi dua bagian pembahasan yaitu Teori kuantum lama dan Teori Kuantum Modern. Bahasan Fisika modern digambarkan dalam diagram seperti ditunjukkan pada Gambar 1. Teori Kuantum lama memperkenalkan besaran-besaran fisika, seperti energi merupakan besaran diskrit bukan besaran kontinu seperti halnya dibahas dalam mekanika klasik. Teori kuantum lama diawali oleh hipotesa Planck yang menyatakan bahwa energi yang dipancarkan oleh sumber (berupa osilator) bersifat kuanta/diskrit karena hanya bergantung pada frekuensinya bukan pada amplitudo seperti dalam mekanika klasik dimana besaran amplitudo tidak terbatas (kontinu). Pada tahun 1900 Max-Planck merumuskan besaran energi yang bersifat diskrit dalam merumuskan energi yang dipancarkan oleh benda hitam yaitu : E = nhf dimana n = 1, 2, 3,... dan h = 6,626 x 10-34 Joule/detik (konstanta Planck). Albert Einstein pada tahun 1905 menggunakan konstanta Planck dalam merumuskan energi yang dipancarkan oleh berkas cahaya/foton (penemuan efek fotolistrik).

(1) Disampaikan pada Diseminasi Pengajaran Fisika Modern dalam Upaya Peningkatan Kompetensi Guru SMA di Sekitar Jatinangor di Jurusan Fisika Unpad, 25 Oktober 2007 Fisika Modern Teori Kuantum Lama dasarnya meliputi Model Atom Model Atom Thomson Teori Kuantum Modern landasannya Mekanika Gelombang Hipotesa de Broglie Ketidakpastian Heisenberg Hipotesa Planck Model Atom Rutherford dirumuskan menjelaskan Model Atom Bohr Persamaan Schroedinger Prinsip Ekslusi Pauli Model Atom Bohr dan Sommerfeld Dualisme Partikel- Gelombang Radiasi Benda Hitam Efek Zeeman * M. Kanginan, Fisika untuk SMA Kelas XII, Erlangga, 2006 Atom Diterapkan dalam Osilator Atom Berelektron banyak Harmonis Hidrogen Gambar 1. Materi yang dibahas dalam Fisika Modern [1] Konsep yang paling mendasar dalam fisika modern adalah konsep dualisme partikel dan gelombang, dimana partikel berperilaku sebagai gelombang dan gelombang berperilaku sebagai partikel. Konsep ini sangat penting karena perilaku partikel dan gelombang semuanya sudah dipelajari dan diamati di fisika klasik. Konsep dualisme partikel-gelombang ini diamati oleh 2(dua) eksperimen yaitu efek fotolistrik oleh Albert Einstein dan eksperimen difraksi partikel/elektron oleh G.P. Thomson dan Davison Germer. 2.1. Efek Fotolistrik Pada tahun 1905 Einstein mempostulatkan bahwa elektron/partikel dapat menerima energi gelombang elektromagnetik (berupa chaya atau foton) hanya dalam bentuk diskrit (kuanta) sebesar : E = hf dimana h = 6,626 x 10-34 Joule/detik (konstanta Planck) dan f adalah frekuensi cahaya foton. Einstein melakukan eksperimen dengan menembakkan cahaya pada permukaan logam Natrium (Sodium) dan mengamati partikel-partikel atau elektron-elektron pada

permukaan logam terhambur dengan kecepatan tertentu, seperti diilustrasikan pada Gambar 2. Gambar 2. Ilustrasi eksperimen efek fotolistrik [2] Elektron-elektron terhambur ini memiliki energi kinetik sebesar ½ mv 2, dimana m adalah masa elektron dan v adalah kecepatan elektron yang terhambur. Peristiwa pergerakan elektron dengan kecepatan tertentu ini merupakan sifat dari partikel, sehingga dikatakan bahwa gelombang cahaya dapat berperilaku seperti partikel. Namun hanya cahaya dengan frekuensi/energi tertentu yang mampu menghamburkan elektron-elektron pada permukaan logam Natrium, yaitu energi foton harus sama dengan energi yang diperlukan untuk memindahkan elektron (fungsi kerja logam) ditambah dengan energi kinetik dari elektron yang terhambur : hf = φ + 1 mv 2 2 dimana φ adalah energi minimum yang diperlukan untuk memindahkan elektron yang terikat di permukaan logam. Atas jasanya dalam menemukan efek fotolistrik, Albert Einstein diberi Hadiah Nobel untuk Fisika pada tahun 1921. 2.2. Eksperimen Davison-Germer Sebelum eksperimen Davison-Germer, pada tahun 1924 Louis-Victor de Broglie merumuskan secara empiris bahwa semua partikel atau materi, tidak hanya cahaya, memilki sifat alami seperti gelombang, yaitu : p mv h = = λ λ dimana p = mv adalah momentum yang merupakan sifat materi dan λ adalah panjang gelombang. Gelombang dalam mekanika klasik memiliki sifat-sifat seperti interferensi, difraksi, dan polarisasi. Pada tahun 1927, hipotesa de Broglie ini dikonfirmasi oleh dua eksperimen yang dilakukan secara terpisah oleh George Paget Thomson (anak dari J.J. Thomson, penemu elektron, peraih Nobel Fisika tahun 1906) yang melakukan eksperimen dengan melewatkan berkas elektron ke dalam film tipis logam dan mengamati pola difraksi (sifat gelombang) dari elektron yang terhambur dari permukaan logam. Atas jasanya G.P. Thomson dianugerahi Nobel Fisika pada tahun 1934. Sedangkan di tempat terpisah C.J. Davisson dan L.H. Germer (Bell Labs) menembakkan

elektron-elektron dengan kecepatan rendah ke dalam kristal Nikel dan mengukur intensitas elektron-elektron yang terhambur dari permukaan kristal Nikel pada sudut hamburan yang berbeda, seperti ditunjukkan pada Gambar 3. Gambar 3. Eksperimen difraksi elektron oleh Davison-Germer [2] Hasil pengukuran menunjukkan bahwa elektron-elektron yang terhambur memiliki pola difraksi seperti yang diperkirakan oleh Bragg dalam difraksi sinar-x dari kristal Nikel. Atas jasa merumuskan hipotesanya, de Broglie dianugerahi Hadiah Nobel Fisika pada tahun 1929 dan Davison dianugerahi Nobel Fisika pada tahun 1934 atas penemuan difraksi elektron. Teori Kuantum Modern dikembangkan dalam perhitungan energi partikel atau elektron menggunakan persamaan gelombang yang dirumuskan oleh Erwin Schroedinger, karenanya dikenal dengan persamaan Schroedinger : 2 2m Ψ + ( E V ) Ψ = 0 2 dimana Ψ adalah fungsi gelombang dari partikel/elektron, m adalah massa elektron, = h / 2π, E adalah energi dan V adalah potensial. Persamaan ini bersama dengan prinsip ekslusi Pauli yang menyatakan bahwa elektron dan partikel Fermion lain tidak dapat memiliki keadaan kuantum yang sama (energi, orbital, spin dll) merupakan dasar bagi penerapan teori kuantum modern dalam menjelaskan efek Zeeman, atom berelektron banyak, osilator harmonis dan atom hidrogen. Diantara kedua teori kuantum lama/klasik dan modern ini beberapa model atom dikembangkan oleh Thomson, Rutherford, Bohr dan Sommerfeld-Bohr, dimana model atom ini berdasarkan teori kuantum lama (besaran diskrit) dan juga merupakan dasar bagi penerapakan teori kuantum modern khusunya dalam atom hidrogen dan atom berlektron banyak. Pada tahun 1906, J.J. Thomson menemukan besaran perbandingan antara muatan dan massa elektron (muatan spesifik elektron) yang berkesimpulan bahwa elektron merupakan partikel paling dasar dari setiap materi. Dengan demikian model atom Dalton yang menyatakan bahwa atom merupakan bagian terkecil dari materi gugur. Thomson menyatakan bahwa atom mengandung banyak sekali elektron-elektron yang bermuatan negatif. Karena atom bersifat netral, maka didalam atom terdapat muatan-muatan positif yang menyeimbangkan elektron yang bermuatan negatif. Thomson membuat model bahwa atom berbentuk bola padat dengan muatan-muatan listrik positif tersebar merata di seluruh bagian bola; muatan-muatan positif ini dinetralkan oleh elektron-elektron mermuatan negatif yang melekat pada bola segaram pada bola bermuatan positif seperti

kismis yang melekat pada kue. Sehingga model atom Thomson dikenal dengan model atom kue kismis. J. J. Thomson akhirnya diberi hadiah Nobel Fisika pada tahun 1906. Ernest Rutherford, dibantu asistennya yaitu Geiger dan Marsden pada tahun 1911 melakukan eksperimen menembakkan partikel alfa (a) melalui celah pelat timbal yang akhirnya menumbuk lempeng tipis emas. Untuk mendeteksi partikel alfa yang terhambur dari lembeng emas, dipasang lempeng lapisan seng sulfida. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar partikel alfa dilewatkan tanpa mengalami pembelokkan oleh lapisan emas dan hanya sedit yang dibelokkan atau dipantulkan. Hasil eksperimen Rutherford menunjukkan bahwa model atom Thomson yang menyatakan bahwa muatan positif tersebar merata di dalam atom tidak dapat diterima. Model atom Rutherford menyatakan bahwa semua muatan positif berkumpul di tengah atom (inti atom) dan inti atom dikelilingi oleh elektron-elektron pada jarak yang relatif jauh. Elektron-elektron ini berputar pada lintasan-lintasannya seperti planet mengelilingi matahari dalam sistem tat surya. Model atom Rutherford ini ternyata mempunyai tidak mampu menjelaskan dua pertanyaan yaitu pertama, mengapa elektron yang dipercepat hingga memancarkan gelombang elektromagnetik tidak dapat jatuh ke dalam inti atom, karena dengan model tadi diperkirakan bahwa elektron akan jatuh ke dalam inti atom dalam waktu 10-8 detik, namun kenyataannya elektron bergerak stabil di lintasannya. Kedua, hasil pengamatan spektrum atom hidrogen melalui spektrometer menunjukkan bahwa spektrum berbentuk garis (deret Balmer) sedangkan menurut model atom Rutherford, spektrum atom hidrogen harus kontinu. Pada tahun 1911 Niels Bohr membuat model atom seperti diilustrasikan pada Gambar 4. (a). Elektron bergerak dalam orbitnya yang melingkar di sekitar inti atom (proton) dibawah pengaruh gaya Coulomb. (b). Elektron tidak dapat berputar di sekitar inti melalui setiap orbit, tetapi elektron hanya melalui orbit stabil (orbit stasioner) tanpa memancarkan energi. (c). Radiasi dipancarkan oleh atom jika elektron melompat dari suatu orbit stasioner yang energinya lebih tinggi ke dalam orbit yang energinya lebih rendah. (d). Ukuran orbit-orbit yang diperbolehkan ditentukan oleh keadaan kuantum tambahan yaitu momentum sudut orbital elektron. Gambar 4. Model atom Bohr [2]

III. PENERAPAN FISIKA MODERN Penerapan fisika modern telah banyak kita nikmati saat ini, yang mencakup bidang telekomunikasi, kedokteran, dunia industri, militer dan masih banyak lagi. Dalam dunia telekomunikasi, pengiriman informasi pada awalnya digunakan asap, kemudian telefon, handphone (HP), komputer, serat optik dan saat ini banyak digunakan teknologi VoIP (Voice over Internet Protocol), seperti ditunjukkan pada Gambar 5. Perkembangan ini merupakan jasa dari pengembangan fisika moden. Gambar 5. Perkembangan teknologi komunikasi [3] Revolusi penerapan Fisika Modern diawali sejak ditemukannya LASER (Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation) yang banyak digunakan sebagai barcode di supermarket, display, hiburan, telekomunikasi sebagai pembawa informasi, holografi dalam pembuatan penyimpan data maupun dalam dunia milter/senjata. Dalam dunia kedokteran atau biologi kebutuhan akan citra objek yang lebih kecil membuat pranan fisika modern sangat besar terutama sejak dibuatnya mikrodkop electron dan mikroskop laser. Dengan kedua jenis mikroskop ini, objek kecil seperti sel darah manusia, sel-sel dalam organ tubuh manusia atau hewan dapat dilihat dengan jelas, sehingga sangat membantu dalam diagnosa penyakit. Perkembangan teknologi mikroskop berdasarkan sumber cahaya dan resolusi citra yang diperolehnya ditunjukkan pada Gambar 6.

Mikroskop electron dan hasil citranya pada sel darah manusia Mikroskop Laser dan hasil citranya pada paru-paru manusia Gambar 6. Perkembangan mikroskop berdasarkan resolusinya [4] IV. PENUTUP Fisika Modern merupakan pengembangan fisika klasik dalam objek yang sangat kecil dalam bentuk partikel atau elektron. Perumusan-perumusan yang digunakan sama dengan yang dirumuskan dalam fisika klasik. Fisika modern diawali oleh prinsip besaran yang bersifat diskrit (kuanta) sehingga sering disebut dengan fisika kuantum. Fisika modern secara umum dibagi menjadi dua yaitu teori kuantum klasik/lama dan teori kuantum modern. Teori kuantum lama didasari oleh konsep dualisme partikel sebagai gelombang dan gelombang sebagai partikel sedangkan teori kuantum lama dilandasi oleh persamaan Schroedinger untuk menentukan energi partikel atau elektron. Penerapan fisika modern banyak yang kita manfaatkan saat ini seperti teknologi laser, telekomunikasi kecepatan tinggi, kedokteran dan masih banyak lagi. V. REFERENSI [1]. M. Kanginan, Fisika untuk SMA Kelas XII Penerbit Erlangga, 2006 [2]. Http://en.wikipedia.org/wiki/Introduction_to_quantum_mechanics [3]. Http://en.wikipedia.org/wiki/Telecommunication [4]. Http://www.microscopy.fsu.edu/primer/techniques/fluorescence