BAB I MEASUREMENT ( PENGUKURAN )

dokumen-dokumen yang mirip
Bab 1 Besaran dan Pengukuran

BAB I BESARAN DAN SISTEM SATUAN

DIMENSI, BESARAN DAN SATUAN. MUH. ARAFAH, S.Pd. website://arafahtgb.wordpress.com

FISIKA 9/13/2012. Physics for Scientists and Engineers - Serway/Jewett 6 th Ed/7 th Ed. *TUGAS (PR 2 setelah UTS) = 10% *UTS = 30%

BAB I. PENGUKURAN. Kompetensi : Mengukur besaran fisika (massa, panjang, dan waktu) Pengalaman Belajar :

SMP. Satuan SI / MKS. 1 Panjang meter m centimeter cm 2 Massa kilogram kg gram g 3 Waktu detik s detik s 4 Suhu kelvin K Kelvin K 5 Kuat arus listrik

Besaran dan Pengukuran Rudi Susanto,M.Si

Pengukuran Besaran Fisika

Standar Kompetensi Menerapkan konsep besaran fisika dan pengukurannya Kompetensi Dasar A. Mengukur Besaran Fisika B. Melakukan Penjumlahan Vektor

BAB I BESARAN DAN SATUAN

Pengukuran. Pengukuran merupakan kegiatan membandingkan suatu besaran yang diukur dengan alat ukur yang digunakan sebagai satuan.

BESARAN DAN SATUAN Pengertian Besaran Jumlah. Besaran Pokok

BAB 1 BESARAN DAN SISTEM SATUAN 1.1

BESARAN DAN PENGUKURAN

Tabel 1.1. Jenis-jenis Besaran Pokok

Gambar 1.2 Meter Standar yang terbuat dari batang platina iridium Sumber Gambar: a mistar

BESARAN, SATUAN DAN DIMENSI. Silabus

FISIKA. Kelas X PENGUKURAN K-13. A. BESARAN, SATUAN, DAN DIMENSI a. Besaran

BESARAN, SATUAN, DIMENSI DAN ANGKA PENTING 1.1

TKS-4101: Fisika. Kontrak Kuliah dan Pendahuluan J U R U S A N T E K N I K S I P I L UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Sistem Pengukuran. 1. Benda-benda. di alam. fisika. besaran-besaran. didefinisikan.

BAB I BESARAN SATUAN DAN PENGUKURAN

Hasil pengukuran dikalikan demikian juga dengan satuannya mxm xm = m 3. Satuan yang diturunkan untuk luasan menjadi m 3.

BAB 1 BESARAN DAN SISTEM SATUAN 1.1

Besaran dan Satuan 1 BESARAN DAN SATUAN.

BAB 1 : Besaran Dan Vektor

Selamat Datang Di Perkuliahan. Fisika Umum (MA 301) UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Berikut adalah macam besaran pokok, beserta satuannya dibedakan dengan satuan MKS atau CGS :

BAB 1: BESARAN DAN SATUAN

Materi Konsep dasar & istilah dalam Angka-angka Jenis-jenis kesalahan berdasarkan penyebabnya

BAB I BESARAN SATUAN DAN ANGKA PENTING

Pensil adalah sesuatu yang diukur panjangnya. Contoh : Panjang pensil 5 cm. 5 adalah nilai besaran panjang dari pensil

Mengukur Besaran dan Menerapkan Satuannya

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN IPA BAB I SATUAN DAN PENGUKURAN

MENGUKUR: membandingkan sesuatu dengansesuatu lain yang sejenisyang ditetapkan sebagai satuan

Komponen Perkuliahan dan Evaluasi: UTS dan UAS Kuis sebelum UTS dan sebelum UAS Tugas & Tes

DTG 2M3 - ALAT UKUR DAN PENGUKURAN TELEKOMUNIKASI

BAB II DEFINISI DAN SATUAN. Tujuan Pembelajaran : Menyebutkan satuan dan symbol kelistrikan menurut system satuan International

Pengukuran Besaran Fisis

I inci 1/12 kaki K ft 12 inci Y yd 3 kaki M mil 5280 kaki

Dasar-dasar Pengukuran. Besaran dasar Dimensi Unit Ukuran Ukuran panjang Unit Waktu Unit Suhu

PE P NGE G NDAL A I L A I N MUTU TELE L KOMUNIK I ASI 3. Dasar Pengukuran

HIDROLIKA I. Yulyana Aurdin, ST., M.Eng

Besaran merupakan segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka, misalnya panjang, massa, waktu, luas, berat, volume, kecepatan, dll.

BAB I OBJEK ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN PENGAMATANNYA

PENGUKURAN DIMENSI DAN KONVERSI SATUAN

Pengukuran, Besaran, dan Satuan

BAB I BESARAN DAN SATUAN

PENGUKURAN DAN BESARAN

BAB I PENGUKURAN DAN BESARAN

Angka Penting. Sumber Gambar : site: gurumuda.files.wordpress.com. Angka Penting

- - BESARAN DAN SATUAN

BAGIAN 1 BESARAN, SATUAN DAN PENGUKURAN

MATERI : FISIKA KEPERAWATAN. DOSEN PENGAJAR : I WAYAN SUPARDI,S.Si., M.Si., M.MKom

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Tera dan Kalibrasi. dr. Naila Amalia

Pengukuran, Besaran, dan Satuan

Standar Satuan Besaran

FISIKA UNTUK UNIVERSITAS OLEH

Fisika Umum (MA 301)

SOAL OLIMPIADE SAINS NASIONAL SMP SELEKSI TINGKAT KABUPATEN/KOTA TAHUN 2007

TUJUAN UMUM. Memberikan konsep-konsep dan prinsipprinsip dasar fisika yang diperlukan untuk belajar fisika lebih lanjut atau ilmu

Kelas 10 Fisika BAB 1 Pengkuran dan Besaran

Satuan merupakan salah satu komponen besaran yang menjadi standar dari suatu besaran.

KELAS:. KERJAKAN PADA LEMBAR INI UNTUK SEMUA SOAL GUNAKAN ATURAN ANGKA PENTING KECUALI ADA PETUNJUK LAIN

MODUL IPA FISIKA SMP KELAS VII SEMESTER 1

KEGIATAN BELAJAR 6 SUHU DAN KALOR

PERTEMUAN I BESARAN DAN SATUAN LISTRIK

GENTA GROUP ATAU GUNAKAN QR-CODE DI BAWAH. BUKU INI DILENGKAPI APLIKASI CBT PSIKOTES ANDROID YANG DAPAT DI DOWNLOAD DI PLAY STORE DENGAN KATA KUNCI

Latihan Soal UAS Fisika Panas dan Gelombang

BAB I BESARAN DAN SATUAN

genta group atau gunakan qr-code di bawah. Buku ini dilengkapi aplikasi CBT Psikotes android yang dapat di download di play store dengan kata kunci

BAB II HUKUM DASAR RANGKAIAN LISTRIK

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 5. BESARAN, SATUAN DAN PENGUKURAN Latihan Soal 5.1

Oleh Ir. Najamudin, MT Dosen Universitas Bandar Lampung

1. Besaran-besaran di bawah ini yang bukan termasuk besaran vektor adalah...

SOAL SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU (BESERA PEMBAHASANNYA) TAHUN 1989

3. Untuk menghitung TARA KALOR LISTRIK digunakan persamaan H t (T a T m ) = a I 2 R t Dimana Tara kalor listrik = 1/a

FISIKA. 2 SKS By : Sri Rezeki Candra Nursari

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN. Satuan Pendidikan : SMA Kristen Eben Haezar

Penulis : Ricky Aditiya Fandi. Copyright 2013 pelatihan-osn.com. Cetakan I : Februari Diterbitkan oleh : Pelatihan-osn.com

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 5. BESARAN, SATUAN DAN PENGUKURAN LATIHAN SOAL BAB 5

BESARAN DAN SATUAN. 1. Pengertian Mengukur

SOAL SIAP UN SMP TAHUN PELAJARAN 2008 / 2009

D. 0,87 A E. l A. Bila Y merupakan simpangan vertikal dari sebuah benda yang melakukan gerak harmonis sederhana dengan amplitudo A, maka :

ULANGAN AKHIR SEMESTER GENAP (UAS) TAHUN PELAJARAN Mata Pelajaran : Fisika Kelas / Program : X Hari / Tanggal : Jumat / 1 Juni 2012

MODUL MATA PELAJARAN IPA

BAHAN AJAR. Hubungan Usaha dengan Energi Potensial


Semester. Sugianto Wiyanto Sunarno

BESARAN, SATUAN & DIMENSI

1. BESARAN 2. DIMENSI 3. ANGKA PENTING 4. NOTASI ILMIAH GURU MATA PELAJARAN FISIKA SMK N 4 PELAYARAN DAN PERIKANAN PAMUJI WASKITO R

Pentalogy BIOLOGI SMA

Model Modul Program keahlian : Semua Kelompok Teknologi KATA PENGANTAR

Hidraulika dan Mekanika Fuida

Di unduh dari : Bukupaket.com

KOMPETENSI DASAR. Mahasiswa mampu memahami konsep besaran dan satuan dan melakukan

1. Pengukuran tebal sebuah logam dengan jangka sorong ditunjukkan 2,79 cm,ditentikan gambar yang benar adalah. A

kimia KTSP & K-13 TERMOKIMIA I K e l a s A. HUKUM KEKEKALAN ENERGI TUJUAN PEMBELAJARAN

BESARAN, SATUAN, DAN PENGUKURAN. OLEH: MARGARETA SRI PINILIH, S.Pd.

Transkripsi:

BAB I MEASUREMENT ( PENGUKURAN ) A. Pendahuluan Dalam Fisika maupun disiplin ilmu lain, pengukuran merupakan dasar yang utama. Dalam pengukuran ini akan dicari korelasi atau interpretasi dan sering pula diadakan perbandingan dengan prediksi teoritis. Hal-hal yang meliputi pengukuran kwantitas ini adalah system satuan internasional atau disingkat SI (system internasional) atau pula satuan metric. Dasar system SI yang dipakai adalah panjang dinyatakan dalam meter, massa dinyatakan dalam kilogram dan waktu dinyatakan dalam sekon. Secara praktis sering dipergunakan satuan kecil atau satuan besar misalnya centimeter (1/100 meter), kadang juga dipergunakan satuan inggris misalnya : feet, pound, gallon. Pengukuran ini juga bergantung pada kemajuan teknologi, contohnya adalah mengukur radiasi suatu zat radio aktif, besar radiasinya tidak akan pernah kita ketahui sebelum alat untuk mendeteksi radiasi ditemukan. Di amerika serikat, national bureau (NBS) berlokasi dekat dengan Washington DC. Mempunyai peranan dalam standarisasi pengukuran radiasi ionisasi. Dalam bidang kedokteran sampai sekarang masih senang mempergunakan kwantitas ukuran dalam satuan Non standar, contohnya satuan tekanan dinyatakan sebagai Newton per meter kuadrat, dyne per centimeter kuadrat dan puond perinci kuadrat, tekanan darah dinyatakan dalam millimeter air, satuan panjang/tinggi zat cair. Contoh lain satuan Non standar yang telah lama digunakan tetapi mempunyai arti sejarah yaitu pengukuran ttentang pulse rate penderita. Sanctorum (160) memperkenalkan pulsogium (suatu pendulum simple) untuk mengukur pulse rate pada penderita.

B. Satuan, Standard dan System SI Besaran-besaran fisika selalu dinyatakan relative terhadap suatu standar atau satuan tertentu, dan satuan yang digunakan harus selalu diikutsertakan. Satuan yang diterima secara umum saat ini adalah system international (SI), dimana satuan standar : panjang, massa, dan waktu adalah : meter, kilogram, dan sekon. Standar international yang pertama adalah meter (m), dinyatakan sebagai standar panjang oleh French Academicy of Sciences pada tahun 1790-an. Dalam semangat rasionalitas, 1 meter pada awalnya ditentukan sebesar : jarak antara dua goresan pada meter standar sehingga jarak dari kutub utara ke khatulistiwa melalui paris 10 juta meter. Meter standar adalah sutu batang yang terbuat dari campuran platina-iridium. Pada tahun 1889, meter didefinisikan dengan lebih tepat sebagai jarak antara dua tanda yang dibuat jelas pada sebuah penggaris camputran platina-iridium. Tahun 1960, untuk memberikan ketepatan yang lebih tinggidan agar bias diproduksi ulang, meter didefinisikan kembali sebagai 1.650.763,73 panjang gelomang dari suatu cahaya jingga tertentu yang dipancarkan oleh atom-atom gas krypton-86. tahun 1983, meter kembali didefinisikan ulang, kali ini dalam hubungannya dengan kecepatan cahaya ( yang nilai pengukuran terbaiknya dalam definisi meter yang lama adalah 99.79.458 m/s, dengan ketidakpastian sebesar 1 m/s). definisi yang baru adalah : satu meter adalah panjang jalur yang dilalui oleh cahaya pada ruang hampa udara selama selang waktu 1/99.79.458 sekon. Satuan inggris untuk panjang (inci, foot, mil) sekarang didefinisikan dalam metre inci (in), didefinisikan tepat sebesar,54 centimeter (cm), dimana 1 cm = 0.01 m. Standar massa adalah massa sebuah platina-iridium, yang disebut sebagai satu kilogram, disimpan di internatonal bureau of weight and measure di sevres, dekat paris. Sampai tahun 1960 standar waktu didasarkan pada hari surya rata-rata, selang waktu yang dibutuhkan oleh matahari untuk mencapai titik tertingginya sebanyak dua kali berturut-turut, dirata-ratakan selama waktu satu tahun. Pada tahun 1967 ditetapkan standar atom. Pada atom cesium energi dari kedua tingkat energinya yang terendah tidak jauh berbeda, tergantung pada sejajar atau tidaknya spin electron paling luar pada spin inti. Radiasi listrik magnetic dengan frekuensi yang tepat menyebabkan perpindahan dari

satu tingkat energi ke tingkat energi yyang lain. Saat ini satu detik didefinisikan sebagai waktu yang dibutuhkan oleh 9.19.631,770 periode radiasi ini. Tentu saja ada tepat 60 s dalam satu menit dan 60 menit dalam satu jam. Perhatikan bahwa dua factor 60 ini merupakan definisi dan dengan demiian memiliki jumlah angka signifikan tak terhingga. Pada system metric, satuan yang lebih besar dan lebih kecil didefinisikan dalam kelipatan 10 dari satuan standar, dan cara ini membuat perhitungan lebih mudah. Dengan demikian, 1 kilometer adalah 1000 meter, 1 cm adalah 1/100 m 1 milimeter adalah 1/1000 m dan seterusnya. Ketika berurusan dengan hokum dan persamaan fisika, penggunaan satu set satuan yang konsisten merupakan hal yang sangat penting. Beberapa system satuan telah digunakan selama bertahun-tahun. Saat ini yang paling penting adalah system international (SI). Pada satuan SI standar panjang adalah meter, standar waktu adalah sekon dan standar massa adalah kilogram, sisitem ini banyak digunakan dalam mekanika. Sisitem ini dahulu disebut system MKS ( meter-kilogram-sekon). Seluruh kuantitas dalam mekanika dapat dinyatakan dalam satuan standar. System metric kedua adalah sistem cgs, dimana centimeter,gram dan sekon adalah satuan standar untuk panjang, massa dan waktu. Britis Engineering System memakai standar foot untuk panjang, pound untuk gaya dan sekon untuk waktu. Cabang ilmu fisika lainnya yang menggunakan lebih dari 3 kuantitas dasar satuan, yaitu suhu (Kelvin), arus listrik (Ampere), dan intensitas luminasi (candela). Pada tahun 1954 dan 1960, seluruh kuantitas fisika dan satuannya telah dinyatakan dalam istilah satuan international. Berikut disajikan table satuan international. Table satuan international Kuantitas Satuan Singkatan 1 Panjang Meter M Massa Kilogram Kg 3 Waktu Detik Sec. 4 Arus Ampere A 5 Temperature Kelvin K 6 Intensitas cahaya Candela cd 7 Jumlah zat Mol Mol

Dalam bidang kedokteran dan keperawatan sistem SI maupun turunannya tidak semua digunakan, bahkan lebih banyak menggunakan satuan non SI. Berikut ini adalah besaran dan satuan yang sering digunkan dalam kedokteran: Sistem Non SI yang digunakan dalam bidang kedokteran Kuantitas Satuan Singkatan Massa Gram g Panjang Foot, centimeter ft, cm Volume Liter - Waktu Menit Min Gaya Dyne, Pound force Lbf Energi Kalori Kilokalori Cal Kcal Tenaga Kilokalori/menit Kcal/min Tekanan pound inch Psi Millimeter merkuri Mm Hg Atmosfir Atm Temperature Fahrenheit Celcius F C C. Konversi Satuan Besaran apapun yang kita ukur, seperti panjang, kecepatan ataupun arus listrik, harus terdiri dari dari suatu bilangan dan suatu satuan. Jika besaran-nesaran tersebut dijumlahkan, dikurangi, dikalikan atau dibagi dalam suatu persamaan aljabar, maka satuannya juga harus diperlakukan sama seperti bilanga lainnya. Sering kita diberikan besaran dalam satu set satuan, tetapi kita ingin menyatakannya dalam set satuan lainya. Sebagai contoh, kita mengukur bahwa tinggi badan seorang wanita 1,5 inci, dan kita ingin menyatakannya dalam cm. kita harus menggunakan factor konversi (semua factor konversi bernilai satu) yang dalam hal ini adalah : 1 in =.54 cm Jika kita bagi ruas kanan dengan ruas kiri, kita peroleh:,54cm 1 atau 1,54cm

,54cm,54cm 1 atau 1 disebut factor konversi Jadi factor konversi memilki nilai 1. Karena setiap besaran dapat dikalikan 1 dengan tanpa mengubah nilainya, sekarang kita dapat mengubah 1 in ke dalam cm dengan mengalikannya dengan factor konversi,54cm 1 maka,54 cm 1,5 1,5 in 54, 6cm Jika kita mengalikannya dengan factor konversi,54cm 1,5 1,5 in,54cm Kita tidak dapat mencoret satuan in karena keduanya terdapat pada pembilang. Ini menyatakan bahwa factor konversi harus dibalik. Dengan mencoret satuan inci (in), seperti yang biasa dilakukan dengan bilangan biasa untuk memperoleh satuan cm yang benar. Cara memperlakukan satuan semacam ini memudahkan kita untuk melakukan konversi dari satu satuan ke satuan lainnya. Contoh : Sebuah membrane yang bundar memiliki luas 1,5 inci persegi. Nyatakanlah luas membran sel tersebut dalam cm? Jawab : Karena 1 in =,54 cm, maka,54cm 6,45 cm,54cm Factor konversinya adalah = 1 atau 1,54cm

Sehingga,,54cm 6,54cm 1,5in 1,5in 8,06 1,5in cm in D. Pengukuran Pengukuran memiliki peranan yang sangat penting dalam fisika, tetapi hasil pengukuran tidak akan pernah tepat sempurna. Adalh penting untuk mennetukan ketidakpastian suatu pengukuran, baik dengan menyatakan langsung dengan dan atau dengan menggunakan signifikan angka yang tepat. Pengukuran adalah tindakan yang bertujuan untuk menentukan kuantitas dimensi suatu besaran pada suatu sistem, dengan cara membandingkan dengan satu satuan dimensi besaran tersebut, menggunakan alat ukur yang terkalibrasi dengan baik. Dalam ilmu kedokteran untuk menyatakan orang sakit atau tidak, perlu dilakukan pengukuran terhadap besaran-besaran fisis tubuh seperti suhu badan, tekanan darah, frekuensi detak jantung dan sebagainya. Dari hasil pengukuran belum dapat memberikan informasi apapun tanpa membandingkan dengan suatu nilai yang ada. Nilai yang diperoleh selanjutnya dibandingkan dengan suatu nilai yang dianggap sebagai standar normal untuk menyatakan keadaan tubuh yang sehat. Nilai standar yang digunakan meruoakan hasil pendekatan secara empiris dari hasil pengukuran terhadap banyak sample yang kemudian nilai terbaik atau rata-ratanya dianggap sebagai nilai standar normal atau sehat, sehingga sedikit batas penyimpangan atau variasi baik di atas maupun dibawah dari nilai standar tersebut masih dianggap sehat. 1. Jenis dan factor penyebab timbulnya ralat atau kesalahan a. kesalahan sistematis (systematic error) kesalahan ini bersifat tetap adanya, penyebabnya : 1) alat, kalibrasi, harga skala, kondisi alat yang berubah, pengaruh alat terhadap besaran yang diukur, dan sebagainya. ) Pengamat, misalnya kesalahan timbul karena ketidakcermatan pengamat dalam membaca.

3) Kondisi fisis pengamatan, missal karena kondisi pada saat pengamatan tidak sama dengan kondisi fisis pada saat peneraan alat. 4) Metode pengamatan, ketidak tepatan dalam pemilihan metode akan berpengaruh terhadap hasil pengamatan. Misalnya sering terjadi kebocoran fisis seperti panas, cahaya, dan sebagainya. Tidak ada cara untuk mengetahui dan mengeliminir kesalahan sitematis kecuali dengan melakukan cek dan ricek sebelum pengamatan, serta ketelitian yang lebih baik. b. kesalahan random (random error) kesalahan random terjadi pada pengamatan yang dilakukan secara berulang-ulang tehadap besaran fisis yang dianggap tetap. Penyebabnya adalah : 1) salah menaksir, misal kesalahan penaksiran terhadap nilai skala terkecil. ) Kondisi fisis yang berubah (berfluktuasi), misal kaerna perubahan tenperatur atau perubahan listrik ruang yang tidak stabil 3) Gangguan, misal adanya medan magnet yang kuat, dapat mempengaruhi penunjukan jarum penunjuk alat ukur listrik Kesalah random ini bias kita kurangi dengan sedikit kerja keras, yakni dengan melakukan beberapa kali pengulangan terhadap pengamatan yang kita lakukan. Dengan begitu nilai kesalahannya akan lebih sedikit dibandingkan dengan yang yang awal kita peroleh.. Akurasi, presisi, kesalahan dan ketidakpastian. Penting sekali untuk membedakan beberapa istilah yang sering dijumpai dari hasil pengukuran. Accuracy (akurasi), adalah suatu ukuran seberapa dekat hasil pengukuran dengan nilai sebenarnya. Jadi nilai ini sebanding dengan ketepatan hasil. Precision (presisi-ketelitian), adalah ukuran seberapa baik hasil pengukuran telah ditentukan tanpa mengacu pada nilai sebenarnya. Ketelitian

lebih mengarah pada pengertian seperti kekonsistenan hasil. Alat yang menghasilkan data seperti angka sebelumnya dikatakan alat yang teliti, tidak perduli apakah hasil tersebut tepatt atau tidak dengan sebenarnya. Error ( kesalahan ), adalah perbedaan antara hasil observasi atau pengukuran dengan nilai sebenarnya. Uncertainty (ketidakpastian), berkaitan dengan fluktuasi simpangan data yang diperoleh terhadap nilai pendekatan terbaiknya ( nilai rata-rata), sebagai gambaran kualitas hasil pengukuran atau perhitungan. 3. pengukuran dalam masalah biologi ada beberapa masalah yang menarik dalam biologi yang bias di analisis dengan pendekatan matematis, sebagai contoh, apakah mungkin suatu sel besarnya sama dengan seekor semut atau seekor semut ukurannya sama dengan seorang manusia dewasa? Atau ukuran struktur tubuh dipengaruhi oleh besarnya ukuran? Pertanyaan diatas bisa di jawab dengan menggunakan skala. Misalka, kita mempunyai dua buah kubus, C dan C. yang keduanya sebangun dan proporsional. Panjang sisi kubus C dua kali lebih panjang dari sisi kubus C. kita sebut bahwa C lebih besar daripada C dengan factor skala L. dalam kasusu ini L=. factor skala adalah ratio panjang yang bersesuaian dalam dua gambar yang sebangun. Maka, luas kubus C adalah 4 kali lebih besar disbanding kubus C, ini diperoleh dari rasio dari luas itu adalah. Begitu juga dengan volumenya,. Volume kubus C akan lebih besar 8 kali daripada kubus C. pengukuran ini berlaku untuk semua bentuk atau ukuran yang berbeda asalkan sebangun. Kasus kasus dalam bidang biologi a. kekuatan relative binatang dari pernyataan diatas, ukuran tubuh hewan bisa menentukan besarnya kekuatan relative.

Kekuatan relative didefinisikan sebagai rasio dari berat tubuh yang bisa diangkat dengan berat badannya. Contoh, misalkan terdapat dua ekor semut yang berbeda ukuran tetapi masih sebangun. Semut yang satu besar dan yang lainnya kecil dengan rasio sebesar L. Maka kekuatan relative semut besar terhadap semut kecil adalah : Kekuatan relative semut besar = berat semut besar yang berat semut besar dapat diangkat b. menentukan jumlah oksigen yang diserap suatu sel per satuan menit factor skala juga bisa menentukan jumlah oksigen yang diserap per menit oleh sel sesuai dengan ukurannya. Misal, terdapat dua sel tua dan muda, keduanya proporsional. Memiliki rasio sebesar L. maka volume sel yang tua akan 3 L kali lebih besar dari pada sel yang kecil. Hal ini berarti metabolisme sel besar akan 3 L lebih besar daripada sel kecil maka diperlukan pasokan oksigen sebanya 3 L kali pasokan oksigen sel kecil. Maka, Jumlah oksigen yang diserap tiap menit oleh selu tua adalah : 3 L x jumlah oksigen yang diterima tiap menit oleh sel kecil.

Oksigen masuk kedalam sel melalui dindingh sel, maka jumlah maksimum oksigen yang masuk akan sebanding dengan luas permukaan sel. Dari pernyataan diatas maka, sel tua akan lebih banyak menyerap oksigen sebanyak L kali lebih banyak disbanding denagn sel kecil. Jumlah maksimum oksigen yang bisa diserap tiap menit oleh sel tua : = L 3 x jumlah maksimum oksigen yang diserap per menit oleh sel muda. Rasionya disebut factor viabilitas. Viabilitas sel tua = L 1 x viabilitas sel muda Oleh karena itu untuk menghindari mati lemas, sebuah sel harus melakukan pembelahan diri. Itu berarti dengan membelah diri, satu sel besar dengan viabilitas yang kecil diganti dengan dua sel kecil dengan viabilitas yang besar. Oleh karena itu dia akan bertahan hidup. E. Kesimpulan Pengukuran memiliki peranan yang penting dalam berbagai disiplin ilmu yang ada, bukan hanya fisika atau matematika, namun ternyata dalam biologi juga sangatlah berguna dan mungkin buat cabang ilmu lainnya. Pengukuran merupakan suatu pembanding yang real dalam pembuktian teoritis dalam eksperimen. Dari penjelasan mengenai pengukuran ini memperlihatkan betapa bergunanya fisika dan matematika dalam kehidupan mahkluk hidup di bumi ini.

Aplikasi dalam bidang Biologi Let s talk about a strongest animal in the world. Berbicara tentang hewan terkuat, sering kali kita menganggap bahwa hewan terkuat adalah gajah. Namun, tahukah kamu, bahwa gajah Afrika hanya mampu mengangkat beban dengan proporsi 5% dari total berat badannya? Coba bandingkan dengan seekor kumbang badak (The rhinoceros beetle) mampu membawa beban sebanyak 850 kali dari total berat badannya! Dengan kata lain, secara proporsi berat badan, gajah masih kalah dengan manusia yang mampu mengangkat beban hingga 10 kali berat badannya, bahkan lebih.