PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI MEI 2016

dokumen-dokumen yang mirip
PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI JULI 2016

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI NOVEMBER 2016

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI MARET 2016

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI FEBRUARI 2016

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DESEMBER 2016

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI JANUARI 2016

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI APRIL 2016

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI APRIL 2015

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI SEPTEMBER 2015

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI NOVEMBER 2015

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI AGUSTUS 2015

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI JUNI 2015

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI MARET 2015

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI OKTOBER 2015

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI JULI 2015

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI MEI 2015

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI SEPTEMBER 2016

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DESEMBER 2014

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI JANUARI 2017

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DESEMBER 2013

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI FEBRUARI 2015

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI APRIL 2014

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI JANUARI 2015

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI MEI 2014

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI MARET 2017

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI MEI 2017

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI APRIL 2017

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI JUNI 2017

Perkembangan Nilai Tukar Petani September 2017

BERITA RESMI PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI OKTOBER 2017 STATISTIK

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI JULI 2017

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

BPS PROVINSI JAWA TENGAH

BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DI JAWA TENGAH BULAN MEI 2009

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

No. 02/09/81/Th.VIII,1 September 2016

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DI JAWA TENGAH BULAN SEPTEMBER 2009

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP)

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

No. 02/08/81/Th.VIII,1 Agustus 2016


PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI


No. 02/12/81/Th.VIII, 1 Desember 2016

No. 02/01/81/Th.IX, 3 Januari 2017



PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP)

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI SULAWESI UTARA NOVEMBER 2016 SEBESAR 94,44 ATAU MENURUN SEBESAR 0.11 PERSEN

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI SUKOHARJO BULAN AGUSTUS 2015

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DI JAWA TENGAH BULAN NOVEMBER 2009

No. 02/03/81/Th.IX, 1 Maret 2017

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP)

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DI JAWA TENGAH BULAN NOPEMBER 2008

BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

No. 02/05/81/Th.VIII, 2 Mei 2016

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI SULAWESI UTARA AGUSTUS 2016 SEBESAR ATAU MENURUN SEBESAR 0.78 PERSEN

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI


No. 02/05/81/Th.VII,4 Mei 2015


BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI SULAWESI UTARA SEPTEMBER 2016 SEBESAR ATAU MENURUN SEBESAR 0.36 PERSEN

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP)

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI SUKOHARJO BULAN MEI 2015

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI SUKOHARJO BULAN DESEMBER 2015


PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP)

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

Transkripsi:

BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI MEI 2016 NILAI TUKAR PETANI (NTP) MEI 2016 SEBESAR 100,08 No. 02/06/53/Th. XIX, 01 JUNI 2016 Nilai Tukar Petani (NTP) bulan Mei 2016 didasarkan pada perhitungan NTP dengan tahun dasar 2012. Penghitungan NTP ini mencakup 5 subsektor, yaitu subsektor padi & palawija, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan. Pada bulan Mei 2016, NTP Nusa Tenggara Timur sebesar 100,08 dengan NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 102,26 untuk subsektor tanaman pangan (NTP-P); 98,68 untuk subsektor hortikultura (NTP-H); 92,74 untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-TPR); 105,64 untuk subsektor peternakan (NTP-Pt) dan 102,67 untuk subsektor perikanan (NTP-Pi). Jika NTP Mei 2016 dibandingkan dengan NTP April 2016, terjadi peningkatan sebesar 0,06 persen. Di daerah perdesaan terjadi inflasi pada bulan Mei 2016 sebesar 0,05 persen. Sub kelompok Makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami inflasi tertinggi yaitu sebesar 0,59 persen. Sedangkan inflasi terendah adalah sub kelompok sandang yaitu sebesar 0,07 persen. 1. Nilai Tukar Petani (NTP) Nilai Tukar Petani (NTP) yang diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani (dalam persentase) merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di pedesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani. Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaan di NTT pada Mei 2016, NTP di Nusa Tenggara Timur mengalami peningkatan dibanding April 2016 yaitu sebesar 0,06 persen. Hal ini disebabkan karena terjadi peningkatan lebih besar pada indeks harga hasil produksi pertanian dan terjadi peningkatan yang kecil pada indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian. Ditinjau per subsektor dengan membandingkan NTP Mei 2016 dengan NTP April 2016 maka subsektor padi palawija mengalami penurunan sebesar 0,61 persen, subsektor hortikultura mengalami peningkatan sebesar 0,89 persen; subsektor tanaman perkebunan rakyat mengalami penurunan sebesar 0,59 persen; subsektor peternakan mengalami peningkatan sebesar mengalami penurunan sebesar 0,27 persen. 0,90 persen dan subksetor perikanan Berita Resmi Statistik No. 02/06/53/Th. XIX, 01 Juni 2016 1 dari 6

2. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) Indeks harga yang diterima petani dari ke lima subsektor menunjukkan fluktuasi harga beragam komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada Mei 2016, indeks harga yang diterima petani naik sebesar 0,13 persen dibandingkan April 2016 yaitu dari 120,48 menjadi 120,64. 3. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) Melalui indeks harga yang dibayar petani dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat pedesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar di pedesaan serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian. Pada Mei 2016 indeks harga yang dibayar petani dilaporkan mengalami peningkatan dibandingkan April 2016 yaitu 120,46 menjadi 120,54 atau meningkat sebesar 0,07 persen. 4. NTP Subsektor a. Subsektor Padi & Palawija NTP subsektor padi dan palawija di Nusa Tenggara Timur mengalami penurunan sebesar 0,61 persen. Hal ini disebabkan indeks yang diterima petani mengalami penurunan sedangkan indeks yang dibayar petani mengalami peningkatan yaitu masing-masing turun sebesar 0,43 persen dan naik sebesar 0,18 persen. Turunnya indeks yang diterima petani lebih dipengaruhi oleh penurunan pada subkelompok palawija sebesar 1,89 persen sedangkan naiknya indeks yang dibayar dominan dipengaruhi oleh peningkatan pada indeks subkelompok BPPBM sebesar 0,75 persen. b. Subsektor Hortikultura NTP untuk subsektor hortikultura naik sebesar 0,89 persen. Hal ini karena indeks yang diterima petani naik sebesar 0,94 persen sedangkan indeks yang dibayar petani hanya naik sebesar 0,05 persen. Peningkatan pada indeks diterima petani lebih dominan dipengaruhi oleh naiknya subkelompok sayursayuran sebesar 1,25 persen. Sementara peningkatan yang terjadi pada indeks yang dibayar dominan dipengaruhi oleh peningkatan pada indeks subkelompok BPPBM sebesar 0,10 persen. c. Subsektor Perkebunan Rakyat NTP subsektor perkebunan rakyat mengalami penurunan sebesar 0,59 persen. Hal ini karena terjadi penurunan pada indeks yang diterima petani sebesar 0,44 persen sedangkan indeks yang dibayar petani naik sebesar 0,15 persen. Pada indeks yang dibayar, indeks subkelompok konsumsi rumahtangga mengalami peningkatan sebesar 0,17 persen sedangkan indeks subkelompok BPPBM naik juga sebesar 0,07 persen. d. Subsektor Peternakan NTP subsektor peternakan mengalami peningkatan sebesar 0,90 persen. Hal ini disebabkan indeks yang diterima petani mengalami peningkatan sebesar 0,79 persen dan indeks yang dibayar petani mengalami penurunan sebesar 0,11 persen. Peningkatan yang terjadi pada indeks terima dipengaruhi Berita Resmi Statistik No. 02/06/53/Th. XIX, 01 Juni 2016 2 dari 6

peningkatan pada subkelompok ternak kecil sebesar 1,28 persen. Sementara, penurunan yang terjadi pada indeks bayar dominan dipengaruhi oleh penurunan pada indeks subkelompok BPPBM sebesar 0,30 persen. Tabel 1. Nilai Tukar Petani NTT Per Subsektor April 2016 Mei 2016 Bulan Persentase Subsektor April 2016 Mei 2016 Perubahan (1) (2) (3) (4) 1. Tanaman Padi-Palawija a. Indeks yang Diterima 124,61 124,07-0,43 b. Indeks yang Dibayar 121,11 121,33 0,18 c. Nilai Tukar Petani 102,89 102,26-0,61 2. Hortikultura a. Indeks yang Diterima 118,35 119,46 0,94 b. Indeks yang Dibayar 121,00 121,06 0,05 c. Nilai Tukar Petani 97,81 98,68 0,89 3. Tanaman Perkebunan Rakyat a. Indeks yang Diterima 113,71 113,21-0,44 b. Indeks yang Dibayar 121,88 122,07 0,15 c. Nilai Tukar Petani 93,30 92,74-0,59 4. Peternakan a. Indeks yang Diterima 123,56 124,54 0,79 b. Indeks yang Dibayar 118,02 117,89-0,11 c. Nilai Tukar Petani 104,69 105,64 0,90 5. Perikanan a. Indeks yang Diterima 122,83 122,41-0,35 b. Indeks yang Dibayar 119,31 119,22-0,08 c. Nilai Tukar Petani 102,95 102,67-0,27 5.1 Penangkapan Ikan a. Indeks yang Diterima 124,65 124,09-0,45 b. Indeks yang Dibayar 119,55 119,47-0,06 c. Nilai Tukar Petani 104,27 103,86-0,39 5.2 Budidaya Perikanan a. Indeks yang Diterima 118,29 118,21-0,07 b. Indeks yang Dibayar 118,74 118,59-0,12 c. Nilai Tukar Petani 99,62 99,68 0,05 Gabungan/Nusa Tenggara Timur a. Indeks yang Diterima 120,48 120,64 0,13 b. Indeks yang Dibayar 120,46 120,54 0,07 c. Nilai Tukar Petani 100,02 100,08 0,06 e. Subsektor Perikanan NTP subsektor perikanan secara umum mengalami penurunan sebesar 0,27 persen. Hal ini disebabkan turunnya indeks yang diterima petani sebesar 0,35 persen dan indeks yang dibayar petani turun sebesar 0,08 persen. Penurunan pada indeks terima didominasi oleh turunnya indeks terima subkelompok tangkap sebesar 0,45 persen, sedangkan penurunan pada indeks bayar dipengaruh terutama oleh penurunan pada subkelompok konsumsi rumah tangga sebesar 0,07 persen. Subkelompok Penangkapan Ikan NTP subkelompok penangkapan ikan mengalami penurunan sebesar 0,39 persen. Hal ini disebabkan turunnya indeks diterima petani sebesar 0,45 persen dan penurunan pada indeks yang Berita Resmi Statistik No. 02/06/53/Th. XIX, 01 Juni 2016 3 dari 6

dibayar petani sebesar 0,06 persen. Penurunan pada indeks terima didominasi oleh turunnya indeks terima subkelompok penangkapan ikan laut sebesar 0,45 persen, sedangkan penurunan pada indeks bayar dipengaruhi oleh subkelompok konsumsi rumah tangga sebesar 0,07 persen. Subkelompok Budidaya Perikanan 5. Inflasi Perdesaan NTP subkelompok budidaya perikanan mengalami peningkatan sebesar 0,05 persen. Hal ini disebabkan penurunan yang lebih kecil pada indeks yang diterima petani sebesar 0,07 persen, sedangkan pada indeks yang dibayar petani terjadi penurunan sebesar 0,12 persen. Penurunan pada indeks terima didominasi oleh turunnya indeks terima subkelompok budidaya air payau sebesar 0,36 persen, sedangkan penurunan pada indeks bayar dipengaruhi oleh BPPBM sebesar 0,26 persen. Tabel 2. Indeks Harga Diterima Petani, Indeks Harga Dibayar Petani per Subkelompok Pengeluaran serta Perubahannya Mei 2016 Kelompok/Sub Kelompok Indeks Gabungan Subsektor Persentase April Mei Perubahan 2016 2016 (1) (2) (3) (4) 1. INDEKS HARGA YANG DITERIMA PETANI 120,48 120,64 0,13 2. INDEKS HARGA YANG DIBAYAR PETANI 120,46 120,54 0,07 2.1. KONSUMSI RUMAH TANGGA 122,92 122,98 0,05 2.1.1. Bahan Makanan 129,19 129,06-0,10 2.1.2. Makanan Jadi 119,49 120,20 0,59 2.1.3. Perumahan 114,36 114,84 0,42 2.1.4. Sandang 125,13 125,22 0,07 2.1.5. Kesehatan 113,74 113,74 0,00 2.1.6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 107,96 108,06 0,09 2.1.7. Transportasi dan Komunikasi 121,41 120,64-0,63 2.2. BIAYA PRODUKSI & PENAMBAHAN BARANG MODAL 111,55 111,76 0,19 2.2.1. Bibit 110,38 110,32-0,05 2.2.2.Obat-obatan dan Pupuk 109,90 109,98 0,07 2.2.3. Sewa Lahan. Pajak dan Lainnya 107,70 107,68-0,02 2.2.4. Transportasi 124,70 124,59-0,09 2.2.5. Penambahan Barang Modal 111,43 111,90 0,43 2.2.6. Upah Buruh Tani 108,49 109,00 0,47 3. NILAI TUKAR PETANI 100,02 100,08 0,06 Perubahan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) mencerminkan angka inflasi/deflasi di wilayah perdesaan. Secara umum di Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Mei 2016 di daerah pedesaan mengalami inflasi sebesar 0,05 persen yang utamanya dipengaruhi oleh subkelompok makanan jadi sebesar 0,59 persen. Selanjutnya bila ditinjau menurut subsektor tampak bahwa subsektor padi palawija mengalami inflasi sebesar 0,05 persen, subsektor hortikultura mengalami inflasi sebesar 0,04 persen, subsektor TPR mengalami inflasi sebesar 0,17 persen, subsektor peternakan mengalami deflasi sebesar 0,04 persen dan subsektor perikanan mengalami deflasi sebesar 0,07 persen. Berita Resmi Statistik No. 02/06/53/Th. XIX, 01 Juni 2016 4 dari 6

Tabel 3. Persentase Perubahan Indeks Harga Konsumen Perdesaan Mei 2016 Pada bulan Mei 2016 terjadi inflasi di pedesaan sebesar 0,05 persen, dimana inflasi tertinggi terjadi pada subkelompok makanan jadi sebesar 0,59 persen. Sedangkan pada bulan April 2016 terjadi deflasi pedesaan sebesar 0,22 persen dengan deflasi tertinggi terjadi di subkelompok transportasi dan komunikasi sebesar 1,41 persen. Inflasi year on year sebesar 2,60 Persen, sedangkan inflasi tahun kalender adalah 1,85 persen. Bulan Bahan Makanan Tabel 4. Persentase Perubahan Indeks Harga Konsumen Perdesaan Periode Mei 2015 Mei 2016 Kelompok Makanan Jadi Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan, Rekreasi, & Olahraga Transportasi & Komunikasi (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 2015 Umum/KRT Mei -0,60 0,04 0,20 0,10 0,10 0,05 0,15-0,24 Juni -0,95-0,01 0,01 0,22 0,05 0,03-0,07-0,46 Juli 0,43 0,39 0,16 0,57 0,29 0,70 0,16 0,38 Agustus -0,05 0,16-0,04 0,18 0,20 0,13 0,05 0,03 September 0,68-0,14 0,21 0,17-0,16 0,27 0,31 0,37 Oktober 0,98 0,85-0,22-0,02 0,15 0,23 0,16 0,62 November 0,74 0,49 0,04 0,45 0,21 0,00 0,22 0,50 Januari 1,59 0,39 0,13 0,52 0,31 0,06 0,10 0,91 2016 Kelompok Subsektor Padi palawija Hortikultura TPR Peternakan Perikanan Umum/ KRT 0,05 0,04 0,17-0,04-0,07 0,05 Bahan Makanan -0,10-0,09 0,09-0,25-0,52-0,10 Makanan Jadi 0,51 0,49 0,81 0,55 0,67 0,59 Perumahan 0,45 0,45 0,33 0,46 0,13 0,42 Sandang 0,11 0,09 0,07 0,02 0,09 0,07 Kesehatan 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 0,14 0,10 0,04 0,07 0,04 0,09 Transportasi dan Komunikasi -0,60-0,68-0,64-0,67-0,03-0,63 Januari 2,08 0,57 0,73 0,86 0,12 0,04-1,04 1,16 Maret 0,64 0,71 0,36 0,40 0,52 0,15-0,04 0,52 Maret 0,37 0,58 0,15 0,38 0,50 0,00 0,08 0,34 April -0,34 0,28 0,07 0,03 0,11 0,06-1,41-0,22 Mei -0,10 0,59 0,42 0,07 0,00 0,09-0.63 0,05 NTT Berita Resmi Statistik No. 02/06/53/Th. XIX, 01 Juni 2016 5 dari 6

BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Informasi lebih lanjut hubungi: Maritje Pattiwaellapia,SE,M.Si Kepala BPS Nusa Tenggara Timur Telp (0380) 826289, 821755 e-mail : distribusi5300@bps,go,id, bps5300@bps,go,id Berita Resmi Statistik No. 02/06/53/Th. XIX, 01 Juni 2016 6 dari 6