Session#8 Teknik Pengelolaan Risiko, Pengelolaan Risiko Liability bl & Liquidity boyke@fe.ugm.ac.id http://boykepurnomo.staff.ugm.ac.id/
Risk Avoidance Risk Retention Unplaned Retention vs Planned Retention Unfinanced vs Financed Types of risk financing Cash allowance Self-insurance Captive insurance Risk Transfer Insurance Hedging Incorporated Others Risk Control
Captive insurers dilakukan dengan mendirikan anak perusahaan asuransi yang menjadi bagian dari perusahaan. Risiko dalam perusahaan bisa diasuransikan ke captive insurers tersebut. Captive insurers tersebut juga bisa menjual asuransi ke pihak eksternal (perusahaan lain). Apakah manfaat captive insurers semacam itu, karena risiko tidak ditransfer ke pihak luar? Risiko masih ditanggung sendiri oleh perusahaannya. Alasan captive insurers menjadi menarik: di beberapa negara, pelakuan pajak sedemikian rupa sehingga menguntungkan untuk membuat captive insurers (pajak bisa dibayarkan lebih kecil) kontrak asuransi menjadi lebih fleksibel karena praktis berurusan dengan pihak internal. Kadang-kadang d manajer captive insurers sekaligus menjadi manajer risiko perusahaan.
Asuransi merupakan metode transfer risiko yang paling umum, khususnya untuk risiko murni (pure risk) Asuransi adalah kontrak perjanjian antara yang diasuransikan (insured) dan perusahaan asuransi (insurer), dimana insurer bersedia memberikan kompensasi atas kerugian yang dialami insured, dan insurer memperoleh premi asuransi sebagai balasannya.
Empat hal diperlukan dalam transaksi asuransi: perjanjian kontrak pembayaran premi tanggungan g (benefit) yang dibayarkan jika terjadi kerugian seperti yang disebutkan dalam kontrak penggabungan (pool) sumberdaya oleh perusahaan asuransi yang diperlukan untuk membayar tanggungan. g
Bisnis asuransi didasarkan pada prinsip mengumpulkan (pool) sumberdaya, bukannya mengumpulkan risiko. Melalui premi yang diterima oleh perusahaan asuransi, perusahaan bisa mengumpulkan sumberdaya, sehingga bisa memperkecil probabilitas tidak bisa memenuhi kewajibannya. Penggabungan risiko untuk memperkecil probabilitas ketidakmampuan membayar kewajiban mensyaratkan hubungan yang rendah (atau negatif) sehingga risiko tersebut akan saling menghilangkan. Penggabungan risiko semacam itu merupakan prinsip diversifikasi, bukannya asuransi. Risiko yang bisa ditanggung oleh asuransi cukup beragam, misal: (1) Risiko kecelakaan kerja, (2) Risiko kematian, (3) Risiko tabungan tidak terbayar oleh bank (asuransi deposito), (4) Risiko kebakaran atau kerusakan property.
Hedging atau lindung nilai pada dasarnya mentransfer risiko kepada pihak lain yang lebih bisa mengelola risiko lebih baik melalui transaksi instrumen keuangan. Contoh: perusahaan Indonesia mempunyai kewajiban untuk membayar cicilan hutang dalam dolar AS tiga bulan mendatang. Perusahaan tersebut menghadapi risiko turunnya nilai Rp terhadap dolar AS, atau naiknya nilai dolar AS terhadap Rp jika hal tersebut terjadi, maka perusahaan tersebut harus menyediakan Rupiah yang lebih banyak, dan bisa menyebabkan perusahaan tersebut mengalami kesulitan keuangan (ingat kasus perusahaan Indonesia yang mempunyai hutang dalam $, kemudian bangkrut ketika Rupiah jatuh nilainya terhadap $ pada saat krisis ekonomi tahun 1997).
Untuk menghindari risiko turunnya nilai Rp terhadap $, perusahaan tersebut bisa melakukan hedging dengan beberapa cara, misal: membeli kontrak forward $ atau futures $ dengan posisi long. Forward $ atau futures $ merupakan instrument keuangan yang dinamakan instrument derivatif. if Struktur pay-off dari instrument derivative beli $ forward atau futures $ long adalah sedemikian rupa jika Rupiah melemah terhadap $ maka pemilik kontrak tersebut akan memperoleh keuntungan. Keuntungan tersebut bisa dipakai i untuk mengkompensasi kerugian dari posisi awalnya (kewajiban untuk menyediakan $ tiga bulan mendatang).
Incorporated atau membentuk perseroan terbatas merupakan alternatif transfer risiko, karena kewajiban pemegang saham dalam perseroan terbatas hanya terbatas pada modal yang disetorkan. Kewajiban tersebut tidak akan sampai ke kekayaan pribadi (biasanya) Secara efektif, sebagian risiko perusahaan ditransfer ke pihak lain, dalam hal ini biasanya kreditur (pemegang hutang)
Misal perusahaan penjual komputer notebook ingin menghindari risiko perubahan kurs. Biasanya komputer notebook diimpor atau banyak komponennya yang diimpor dari luar negeri. Jika harga ditetapkan dalam Rupiah, maka harga akan berfluktuasi mengikuti perubahan kurs. Penjual komputer notebook biasanya mentransfer risiko perubahan kurs ke pembeli dengan cara menetapkan harga notebook dalam dolar AS, bukannya Rupiah. Contoh lain, misalkan PT AAA memperoleh tender untuk membangun gedung tertentu. Kemudian dia mensubkontrakkan pengerjaan listrik ke PT BBB. PT AAA bisa menyiapkan kontrak yang mengatakan bahwa jika terjadi kerusakan atau kecelakaan yang berasal dari listrik, maka PT BBB yang akan menanggung risiko tersebut. Dalam hal ini risiko ditransfer dari PT AAA ke PT BBB.
Alternatif Manajemen Risiko Frekuensi (Probabilitas) Severity (Keseriusan) Tehnik Yang Dipilih Rendah Tinggi Rendah Tinggi Rendah Rendah Tinggi Tinggi Ditahan Ditahan Ditransfer Dihindari
Risiko pencurian pada minimarket frekuensi tinggi, severity rendah alternatif ditahan merupakan alternatif yang optimal Risiko kecelakaan mobil dari perspektif p individu frekuensi rendah, severity yang tinggi alternatif ditransfer merupakan alternatif yang optimal Ri ik k b k k b d i Risiko kebakaran atau terkena serangan badai frekuensi rendah, severity yang tinggi alternatif transfer risiko merupakan alternatif yang optimal.
Pengendalian risiko dapat mendukung teknik- teknik k pengelolaan l risiko lainnya Alternatif risk retention Pengendalian risiko yang baik bisa memperkecil risiko, sehingga alternatif retensi risiko menjadi lebih layak Alternatif risk transfer pengendalian risiko bisa menurunkan harga yang dibayar untuk mentransfer risiko tersebut Alternatif risk avoidance pengendalian risiko dilakukan dengan menggunakan dua dimensi, probabilitas dan severity. Pengendalian risiko bertujuan untuk mengurangi probabilitas munculnya kejadian, mengurangi tingkat keseriusan (severity), atau keduanya.
Teori domino (Domino Theory) Rantai Risiko (Risk Chain) Fokus dan Timing Pengendalian Risiko
Kartu Domino Lingkungan& Kesalahan Tindakan yang Bawaan (fault) ceroboh atau Kecelakaan Cedera Fisik yang rentan (physical hazard)
Lingkungan sosial dan faktor bawaan Sesuatu yang menyebabkan seseorang berperilaku tertentu Mis: mempunyai temperamen tinggi sehingga gampang marah Personal fault (kesalahan individu) Mis: individu tersebut tidak mempunyai respon yang tepat (benar) dalam situasi tertentu, Unsafe act or physical hazard Tindakan yang berbahaya atau kondisi fisik yang berbahaya Kecelakaan Cedera
Penelitian Heinrich menunjukkan bahwa faktor ketiga (tindakan yang berbahaya ) menjadi penyebab utama dari kecelakaan kerja (sekitar 88%). Contoh tindakan yang berbahaya: bekerja tanpa alat pengaman yang memadai (misal mengecat gedung lantai 14 tanpa alat pelindung jika jatuh) teman kerja yang mengganggu konsentrasi kerja peralatan yang tidak digunakan sebagaimana mestinya Berdasarkan hasil tersebut, pengendalian risiko yang efektif bisa dilakukan dengan memfokuskan pada faktor ketiga (menghilangkan tindakan yang berbahaya, menghilangkan kondisi fisik yang rentan terhadap risiko)
Risiko yang muncul bisa dipecah ke dalam beberapa komponen: Hazard (kondisi i yang mendorong terjadinya risiko) ik Lingkungan dimana hazard tersebut berada Interaksi antara hazard dengan lingkungan Hasil dari interaksi Konsekuensi dari hasil tersebut Ilustrasi: Kompor (hazard) berada pada lingkungan pabrik yang banyak terdapat kertas
Pengendalian risiko bisa difokuskan pada usaha mengurangi kemungkinan (probability) munculnya risiko dan mengurangi keseriusan (severity) konsekuensi risiko tersebut. Contoh: mengganti kompor minyak tanah dengan kompor listrik bisa mengurangi kemungkinan risiko kebakaran. Memakai peralatan pengaman selama kerja bisa mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja.
Sebaliknya, memasang alat pemadam kebakaran di gedung merupakan upaya untuk mengurangi keseriusan risiko. Alat pemadam kebakaran tidak mencegah terjadinya kebakaran, tetapi kebakaran bisa dengan cepat dipadamkan, sehingga kerugian akibat kebakaran tersebut bisa diminimalkan. Memasang airbag (kantong udara) di mobil merupakan contoh upaya untuk mengurangi severity kecelakaan mobil. Kantong udara tersebut tidak mencegah terjadinya kecelakaan.
Pemisahan (separation) dan duplikasi (duplication) merupakan dua bentuk umum metode untuk mengurangi severity Contoh: Pemisahan tempat kerja yang terpisah, perjalanan Dirut & Wadirut tidak memakai pesawat yang sama Duplikasi membuat file back-up Gabungan menyimpan file back-up di tempat yang terpisah Tentunya kita bisa menggunakan metode mengurangi kemungkinan munculnya risiko dengan pengurangan severity secara bersamaan. Contoh: dokter ahli bedah belajar metode baru dalam pembedahan yang lebih canggih dan lebih aman. Dengan metode baru tersebut, dokter tersebut bisa mengurangi probabilitas terkena risiko digugat akibat mal-praktek praktek, dan juga sekaligus menurunkan severity tuntutan jika risiko gugatan terjadi.
Dari sisi timing (waktu), pengendalian risiko bisa dilakukan sebelum, selama, dan sesudah risiko terjadi. Contoh: Sebelum risiko terjadi: melakukan training untuk karyawannya mengenai peraturan, prosedur, dan tehnik untuk menghindari i kecelakaan k kerja Saat risiko terjadi: kantong udara pada mobil secara otomatis akan mengembang jika terjadi kecelakaan k Setelah risiko terjadi: perusahaan bisa mengelola nilai sisa dari bangunan yang terbakar, atau memperbaiki mobil yang rusak karena kecelakaan k kemudian bisa dijual lagi dengan harga yang lebih tinggi. Jika hal semacam itu bisa dilakukan, maka kerugian (severity) bisa dikurangi.
Examples: T-bills, T-notes, T-bonds and off course CASH Benefits of holding large quantities of liquid assets Costs of holding liquid assets Regulatory requirements for minimum levels of liquid id assets
Reasons for regulating minimum holdings of liquid assets: Ensuring FI to meet expected & unexpected withdrawals Monetary policy Multiplier effect of changes in reserve requirements Taxation Due to absence of interest on reserves requiring reserves constitutes transfer of a resource to the central bank.
Composition of liquid asset portfolio Liquid assets ratio Cash and government securities in countries such as U.K. Similar case for U.S. life insurance companies (regulated at state level) U.S. banks: cash-based, but banks view government securities as secondary, or buffer reserves.
Cash immediacy vs reduced return Constrained optimization Privately optimal reserve holdings Regulator imposed reserve holdings
Incremental reserve requirements for transaction accounts: Less than $6.0 million 0.0% $6.0 million to $42.1 million 3.0% Over $42.1 million 10.0% 0%
Computation period runs from a Tuesday to a Monday, 14 days later. Average daily reserves are computed as a fraction of the average daily deposits over the period. This means that Friday deposit figures count 3 times in the average. In the past, Weekend Game Sweep accounts
Allowance for up to a 4% error in average daily reserves without ih penalty. Surplus reserves required for next 2-week period Undershooting by more than 4% penalized by a 2% markup on rate charged against shortfall. Frequent undershooting likely to attract scrutiny by regulators
DI has two options near the end of the maintenance period Liquidate assets Borrow reserves fed funds repurchase agreements
First 4 percent can be carried forward to next period Excess reserves typically low due to opportunity costs Knife-Edge management problem
Funding Cost Funding Risk
Note the tradeoff between funding risk and funding cost. Demand deposits are a source of cheap funds but there is high risk of withdrawal. NOW (negotiable order of withdrawal) accounts: manager can adjust the explicit interest rate, implicit rate and minimum balance requirements to alter attractiveness of NOW deposits.
Insurance companies Diversify across contracts Hold marketable assets Securities firms Example: Drexel Burnham Lambert Example: Drexel Burnham Lambert Bankruptcy due to junk bond problems (guarantee short-term funds)
List semua potensi liability yang mungkin terjadi Klasifikasi rentang waktu dan nominal terjadinya liability tersebut (Control) Kelola liability tersebut Dalam kasus liability terkait dengan produk, profesi, owner-tenant, dan karyawan-atasan: Kelola operasional bisnis Cadangkan dana g
Eksposur kewajiban legal (liability) muncul jika pengadilan memutuskan kita sebagai pihak tertanggung yang harus membayar ganti rugi kepada pihak lainnya Contoh: pasien menuntut ganti rugi kepada dokter yang dianggap melakukan malpraktek, pengemudi menuntut produsen mobil ganti rugi karena disain mobil yang tidak baik membuat mobil tersebut rentan terhadap kecelakaan.
Kontrak Karyawan-Atasan Owner Tenants Invitee Licencees Trespassers Produk Profesional Lainnya y