Session#8 Teknik Pengelolaan Risiko, Pengelolaan Risiko Liability bl & Liquidity.

dokumen-dokumen yang mirip
TEHNIK-TEHNIK MANAJEMEN RISIKO

TEKNIK-TEKNIK MANAJEMEN RISIKO

RESIKO DALAM ASURANSI

PENGANTAR MANAJEMEN RESIKO

Disampaikan Oleh : Amanda Oktariyani, SE.,M.Si,Ak

RISIKO KERUSAKAN PROPERTI DAN KEWAJIBAN ( LIABILITIES )

PENANGGULANGAN RISIKO. 2. Pembiayaan Risiko (Risk financing)

Aspek Kemanusiaan Aspek Pencegahan Kerugian: Aspek Komersial:

PENANGGULANGAN RISIKO. 2. Pembiayaan Risiko (Risk financing)

Magister Manajemen Univ. Muhammadiyah Yogyakarta

PENCIPTAAN UANG OLEH SISTEM PERBANKAN DAN MULTIPLIER MONETER FE-UKP

MENTORING PMKP UTS Mufida Sekardhani Maret, 2016

III KERANGKA PEMIKIRAN

PENGERTIAN INVESTASI

RISIKO KERUSAKAN PROPERTY & KEWAJIBAN (LIABILITY)

PENGAMBILAN RESIKO. Kode Mata Kuliah : OLEH Endah Sulistiawati, S.T., M.T. Irma Atika Sari, S.T., M.Eng.

ANALISA LIKUIDITAS DAN MODAL KERJA

RETURN. Sukses DANA. Tumbuh RISIKO. Bangkrut KEUANGAN. Ga gal. Re si ko BERDIRI. Bandi, 2007 Manajemen Keuangan

ANALISIS INVESTASI DAN PORTOFOLIO ANDRI HELMI M, SE., MM

SISTEM INFORMASI ASURANSI. Materi 1 PENGENALAN ASURANSI

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

MEMAHAMI INVESTASI, RESIKO, & RETURN. Dr. Budi S. Purnomo, SE., MM., MSi.

Entrepreneurship and Inovation Management

STIE DEWANTARA Pengelolaan Risiko Pasar

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN. Ratio Analysis Limitations of ratio analysis Du Pont system

PT ADES WATERS INDONESIA Tbk

BAB II LANDASAN TEORI

TEORI INVESTASI DAN PORTFOLIO MATERI 1. Prof. Dr. Deden Mulyana, SE., M.Si.

UNDERSTANDING FINANCIAL STATEMENTS, TAXES, AND FREE CASH FLOWS. I.K. Gunarta ITS Surabaya Mobile:

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PT TUGU REASURANSI INDONESIA

Manajemen Investasi. Pertemuan ke-6 Manajemen Dana Bank Magister Manajemen Univ. Gunadarma. by Dr. Peni Sawitri, Dra., MM

PT TUGU REASURANSI INDONESIA

PERUSAHAAN ASURANSI ATA 2014/2015 M6/IT /NICKY/

ASURANSI. Prepared by Ari Raharjo

BAB I PENDAHULUAN. Era globalisasi dalam perkembangannya ditandai dengan adanya perdagangan

Proudly present. Manajemen Kas. Budi W. Mahardhika Dosen Pengampu MK.

III. KERANGKA PEMIKIRAN

CASH and RECEIVABLES

KARAKTERISTIK ASURANSI


PT TUGU REASURANSI INDONESIA

RECEIVABLES 1. Apa itu receivables 2. Ada berapa jenis receivables PENGAKUAN A/R 3. A/R diakui sebesar apa?

FE Unlam Banjarmasin Abdul Hadi, 2010

OLEH: ARIEF HANSON WIDJAJA

MANAJEMEN ASSET DAN LIABILITAS (alma) Materi kuliah ke 6 Komputer Lembaga Keuangan Perbankan

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

DASAR-DASAR ASURANSI. Inhouse Training Jakarta, 10 November 2015

derive from) nilai aset yang menjadi dasarnya (underlying asset).

III KERANGKA PEMIKIRAN

OVERVIEW. Definisi Infestasi 3/19. Kegiatan Investasi. Manajemen Investasi. Materi 3

PT MULTI INDOCITRA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN AND SUBSIDIARY

Asuransi Jiwa

ENTERPRISE RISK MANAGEMENT (MANAJEMEN RESIKO PERUSAHAAN)

PT WAHANA OTTOMITRA MULTIARTHA Tbk. PT WAHANA OTTOMITRA MULTIARTHA Tbk

PT TUGU REASURANSI INDONESIA

II. TINJAUAN PUSTAKA PSAK 28: Akuntansi Asuransi Kerugian (Revisi 2012) Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 28 bertujuan untuk

MANAJEMEN KAS. Float adalah perbedaan kas bank dan kas pembukuan. Pengelolaan float meliputi pengendalian terhadap penerimaan kas dan pengeluaran kas.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Dewasa ini dunia usaha sangat tergantung sekali dengan masalah pendanaan,

A. Risiko B. Klasifikasi Risiko C. Perils & Hazards D. Manajemen Risiko. Diskusi Kelompok (Group Discussion) Pertanyaan (Questions)

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

FE Unlam Banjarmasin Abdul Hadi, 2010

MATERI 1 PENGERTIAN INVESTASI. Prof. DR. DEDEN MULYANA, SE., M.Si. CAKUPAN PEMBAHASAN

Entrepreneurship and Inovation Management

PT WAHANA OTTOMITRA MULTIARTHA Tbk. PT WAHANA OTTOMITRA MULTIARTHA Tbk. Financial Statements Nine Months Ended September 30, 2005 And 2004

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. perumahan (subprime mortgage default) di Amerika serikat. Krisis ekonomi AS

I. PENDAHULUAN. Investasi menurut Bodie (2005) adalah suatu komitmen terhadap dana

PRINSIP DAN PRAKTEK REASURANSI JIWA

Lampiran 1 PT PETROSEA TBK DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASIAN

MANAJEMEN RISIKO PERBANKAN SYARIAH

Entrepreneurship and Innovation Management

DAFTAR ISI DISCLAIMER

PENDAHULUAN. Interpreasi definisi:

asuransi, industri asuransi dan fungsi yang dilakukan oleh perusahaan asuransi. Modul 5 mengenai manajemen risiko: instrumen derivatif, manajemen

BAB I PENDAHULUAN. memperoleh keuntungan atau laba yang optimal. Laba merupakan faktor

Catatan/ Notes AKTIVA LANCAR

PT TUGU REASURANSI INDONESIA

Asset Liabilities Management (ALMA) Muniya Alteza

BAB III METODE PENELITIAN

Ada beberapa ahli yang memberikan pendapatnya mengenai Pengertian Manajemen Keuangan:

Manajemen Hutang Bank

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS

RINGKASAN EKSEKUTIF DAFTAR ISI

BAB II LANDASAN TEORI

LAPORAN ASET BERSIH/ STATEMENTS OF NET ASSETS ASET/ ASSETS INVESTASI

Catatan/ 2012 Notes KAS a, CASH. CURRENT ACCOUNTS GIRO PADA BANK INDONESIA f, WITH BANK INDONESIA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. moneter, bunga itu adalah sebuah pembayaran untuk menggunakan uang. Karena

Meet 2. Definisi & Pengertian

Transkripsi:

Session#8 Teknik Pengelolaan Risiko, Pengelolaan Risiko Liability bl & Liquidity boyke@fe.ugm.ac.id http://boykepurnomo.staff.ugm.ac.id/

Risk Avoidance Risk Retention Unplaned Retention vs Planned Retention Unfinanced vs Financed Types of risk financing Cash allowance Self-insurance Captive insurance Risk Transfer Insurance Hedging Incorporated Others Risk Control

Captive insurers dilakukan dengan mendirikan anak perusahaan asuransi yang menjadi bagian dari perusahaan. Risiko dalam perusahaan bisa diasuransikan ke captive insurers tersebut. Captive insurers tersebut juga bisa menjual asuransi ke pihak eksternal (perusahaan lain). Apakah manfaat captive insurers semacam itu, karena risiko tidak ditransfer ke pihak luar? Risiko masih ditanggung sendiri oleh perusahaannya. Alasan captive insurers menjadi menarik: di beberapa negara, pelakuan pajak sedemikian rupa sehingga menguntungkan untuk membuat captive insurers (pajak bisa dibayarkan lebih kecil) kontrak asuransi menjadi lebih fleksibel karena praktis berurusan dengan pihak internal. Kadang-kadang d manajer captive insurers sekaligus menjadi manajer risiko perusahaan.

Asuransi merupakan metode transfer risiko yang paling umum, khususnya untuk risiko murni (pure risk) Asuransi adalah kontrak perjanjian antara yang diasuransikan (insured) dan perusahaan asuransi (insurer), dimana insurer bersedia memberikan kompensasi atas kerugian yang dialami insured, dan insurer memperoleh premi asuransi sebagai balasannya.

Empat hal diperlukan dalam transaksi asuransi: perjanjian kontrak pembayaran premi tanggungan g (benefit) yang dibayarkan jika terjadi kerugian seperti yang disebutkan dalam kontrak penggabungan (pool) sumberdaya oleh perusahaan asuransi yang diperlukan untuk membayar tanggungan. g

Bisnis asuransi didasarkan pada prinsip mengumpulkan (pool) sumberdaya, bukannya mengumpulkan risiko. Melalui premi yang diterima oleh perusahaan asuransi, perusahaan bisa mengumpulkan sumberdaya, sehingga bisa memperkecil probabilitas tidak bisa memenuhi kewajibannya. Penggabungan risiko untuk memperkecil probabilitas ketidakmampuan membayar kewajiban mensyaratkan hubungan yang rendah (atau negatif) sehingga risiko tersebut akan saling menghilangkan. Penggabungan risiko semacam itu merupakan prinsip diversifikasi, bukannya asuransi. Risiko yang bisa ditanggung oleh asuransi cukup beragam, misal: (1) Risiko kecelakaan kerja, (2) Risiko kematian, (3) Risiko tabungan tidak terbayar oleh bank (asuransi deposito), (4) Risiko kebakaran atau kerusakan property.

Hedging atau lindung nilai pada dasarnya mentransfer risiko kepada pihak lain yang lebih bisa mengelola risiko lebih baik melalui transaksi instrumen keuangan. Contoh: perusahaan Indonesia mempunyai kewajiban untuk membayar cicilan hutang dalam dolar AS tiga bulan mendatang. Perusahaan tersebut menghadapi risiko turunnya nilai Rp terhadap dolar AS, atau naiknya nilai dolar AS terhadap Rp jika hal tersebut terjadi, maka perusahaan tersebut harus menyediakan Rupiah yang lebih banyak, dan bisa menyebabkan perusahaan tersebut mengalami kesulitan keuangan (ingat kasus perusahaan Indonesia yang mempunyai hutang dalam $, kemudian bangkrut ketika Rupiah jatuh nilainya terhadap $ pada saat krisis ekonomi tahun 1997).

Untuk menghindari risiko turunnya nilai Rp terhadap $, perusahaan tersebut bisa melakukan hedging dengan beberapa cara, misal: membeli kontrak forward $ atau futures $ dengan posisi long. Forward $ atau futures $ merupakan instrument keuangan yang dinamakan instrument derivatif. if Struktur pay-off dari instrument derivative beli $ forward atau futures $ long adalah sedemikian rupa jika Rupiah melemah terhadap $ maka pemilik kontrak tersebut akan memperoleh keuntungan. Keuntungan tersebut bisa dipakai i untuk mengkompensasi kerugian dari posisi awalnya (kewajiban untuk menyediakan $ tiga bulan mendatang).

Incorporated atau membentuk perseroan terbatas merupakan alternatif transfer risiko, karena kewajiban pemegang saham dalam perseroan terbatas hanya terbatas pada modal yang disetorkan. Kewajiban tersebut tidak akan sampai ke kekayaan pribadi (biasanya) Secara efektif, sebagian risiko perusahaan ditransfer ke pihak lain, dalam hal ini biasanya kreditur (pemegang hutang)

Misal perusahaan penjual komputer notebook ingin menghindari risiko perubahan kurs. Biasanya komputer notebook diimpor atau banyak komponennya yang diimpor dari luar negeri. Jika harga ditetapkan dalam Rupiah, maka harga akan berfluktuasi mengikuti perubahan kurs. Penjual komputer notebook biasanya mentransfer risiko perubahan kurs ke pembeli dengan cara menetapkan harga notebook dalam dolar AS, bukannya Rupiah. Contoh lain, misalkan PT AAA memperoleh tender untuk membangun gedung tertentu. Kemudian dia mensubkontrakkan pengerjaan listrik ke PT BBB. PT AAA bisa menyiapkan kontrak yang mengatakan bahwa jika terjadi kerusakan atau kecelakaan yang berasal dari listrik, maka PT BBB yang akan menanggung risiko tersebut. Dalam hal ini risiko ditransfer dari PT AAA ke PT BBB.

Alternatif Manajemen Risiko Frekuensi (Probabilitas) Severity (Keseriusan) Tehnik Yang Dipilih Rendah Tinggi Rendah Tinggi Rendah Rendah Tinggi Tinggi Ditahan Ditahan Ditransfer Dihindari

Risiko pencurian pada minimarket frekuensi tinggi, severity rendah alternatif ditahan merupakan alternatif yang optimal Risiko kecelakaan mobil dari perspektif p individu frekuensi rendah, severity yang tinggi alternatif ditransfer merupakan alternatif yang optimal Ri ik k b k k b d i Risiko kebakaran atau terkena serangan badai frekuensi rendah, severity yang tinggi alternatif transfer risiko merupakan alternatif yang optimal.

Pengendalian risiko dapat mendukung teknik- teknik k pengelolaan l risiko lainnya Alternatif risk retention Pengendalian risiko yang baik bisa memperkecil risiko, sehingga alternatif retensi risiko menjadi lebih layak Alternatif risk transfer pengendalian risiko bisa menurunkan harga yang dibayar untuk mentransfer risiko tersebut Alternatif risk avoidance pengendalian risiko dilakukan dengan menggunakan dua dimensi, probabilitas dan severity. Pengendalian risiko bertujuan untuk mengurangi probabilitas munculnya kejadian, mengurangi tingkat keseriusan (severity), atau keduanya.

Teori domino (Domino Theory) Rantai Risiko (Risk Chain) Fokus dan Timing Pengendalian Risiko

Kartu Domino Lingkungan& Kesalahan Tindakan yang Bawaan (fault) ceroboh atau Kecelakaan Cedera Fisik yang rentan (physical hazard)

Lingkungan sosial dan faktor bawaan Sesuatu yang menyebabkan seseorang berperilaku tertentu Mis: mempunyai temperamen tinggi sehingga gampang marah Personal fault (kesalahan individu) Mis: individu tersebut tidak mempunyai respon yang tepat (benar) dalam situasi tertentu, Unsafe act or physical hazard Tindakan yang berbahaya atau kondisi fisik yang berbahaya Kecelakaan Cedera

Penelitian Heinrich menunjukkan bahwa faktor ketiga (tindakan yang berbahaya ) menjadi penyebab utama dari kecelakaan kerja (sekitar 88%). Contoh tindakan yang berbahaya: bekerja tanpa alat pengaman yang memadai (misal mengecat gedung lantai 14 tanpa alat pelindung jika jatuh) teman kerja yang mengganggu konsentrasi kerja peralatan yang tidak digunakan sebagaimana mestinya Berdasarkan hasil tersebut, pengendalian risiko yang efektif bisa dilakukan dengan memfokuskan pada faktor ketiga (menghilangkan tindakan yang berbahaya, menghilangkan kondisi fisik yang rentan terhadap risiko)

Risiko yang muncul bisa dipecah ke dalam beberapa komponen: Hazard (kondisi i yang mendorong terjadinya risiko) ik Lingkungan dimana hazard tersebut berada Interaksi antara hazard dengan lingkungan Hasil dari interaksi Konsekuensi dari hasil tersebut Ilustrasi: Kompor (hazard) berada pada lingkungan pabrik yang banyak terdapat kertas

Pengendalian risiko bisa difokuskan pada usaha mengurangi kemungkinan (probability) munculnya risiko dan mengurangi keseriusan (severity) konsekuensi risiko tersebut. Contoh: mengganti kompor minyak tanah dengan kompor listrik bisa mengurangi kemungkinan risiko kebakaran. Memakai peralatan pengaman selama kerja bisa mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja.

Sebaliknya, memasang alat pemadam kebakaran di gedung merupakan upaya untuk mengurangi keseriusan risiko. Alat pemadam kebakaran tidak mencegah terjadinya kebakaran, tetapi kebakaran bisa dengan cepat dipadamkan, sehingga kerugian akibat kebakaran tersebut bisa diminimalkan. Memasang airbag (kantong udara) di mobil merupakan contoh upaya untuk mengurangi severity kecelakaan mobil. Kantong udara tersebut tidak mencegah terjadinya kecelakaan.

Pemisahan (separation) dan duplikasi (duplication) merupakan dua bentuk umum metode untuk mengurangi severity Contoh: Pemisahan tempat kerja yang terpisah, perjalanan Dirut & Wadirut tidak memakai pesawat yang sama Duplikasi membuat file back-up Gabungan menyimpan file back-up di tempat yang terpisah Tentunya kita bisa menggunakan metode mengurangi kemungkinan munculnya risiko dengan pengurangan severity secara bersamaan. Contoh: dokter ahli bedah belajar metode baru dalam pembedahan yang lebih canggih dan lebih aman. Dengan metode baru tersebut, dokter tersebut bisa mengurangi probabilitas terkena risiko digugat akibat mal-praktek praktek, dan juga sekaligus menurunkan severity tuntutan jika risiko gugatan terjadi.

Dari sisi timing (waktu), pengendalian risiko bisa dilakukan sebelum, selama, dan sesudah risiko terjadi. Contoh: Sebelum risiko terjadi: melakukan training untuk karyawannya mengenai peraturan, prosedur, dan tehnik untuk menghindari i kecelakaan k kerja Saat risiko terjadi: kantong udara pada mobil secara otomatis akan mengembang jika terjadi kecelakaan k Setelah risiko terjadi: perusahaan bisa mengelola nilai sisa dari bangunan yang terbakar, atau memperbaiki mobil yang rusak karena kecelakaan k kemudian bisa dijual lagi dengan harga yang lebih tinggi. Jika hal semacam itu bisa dilakukan, maka kerugian (severity) bisa dikurangi.

Examples: T-bills, T-notes, T-bonds and off course CASH Benefits of holding large quantities of liquid assets Costs of holding liquid assets Regulatory requirements for minimum levels of liquid id assets

Reasons for regulating minimum holdings of liquid assets: Ensuring FI to meet expected & unexpected withdrawals Monetary policy Multiplier effect of changes in reserve requirements Taxation Due to absence of interest on reserves requiring reserves constitutes transfer of a resource to the central bank.

Composition of liquid asset portfolio Liquid assets ratio Cash and government securities in countries such as U.K. Similar case for U.S. life insurance companies (regulated at state level) U.S. banks: cash-based, but banks view government securities as secondary, or buffer reserves.

Cash immediacy vs reduced return Constrained optimization Privately optimal reserve holdings Regulator imposed reserve holdings

Incremental reserve requirements for transaction accounts: Less than $6.0 million 0.0% $6.0 million to $42.1 million 3.0% Over $42.1 million 10.0% 0%

Computation period runs from a Tuesday to a Monday, 14 days later. Average daily reserves are computed as a fraction of the average daily deposits over the period. This means that Friday deposit figures count 3 times in the average. In the past, Weekend Game Sweep accounts

Allowance for up to a 4% error in average daily reserves without ih penalty. Surplus reserves required for next 2-week period Undershooting by more than 4% penalized by a 2% markup on rate charged against shortfall. Frequent undershooting likely to attract scrutiny by regulators

DI has two options near the end of the maintenance period Liquidate assets Borrow reserves fed funds repurchase agreements

First 4 percent can be carried forward to next period Excess reserves typically low due to opportunity costs Knife-Edge management problem

Funding Cost Funding Risk

Note the tradeoff between funding risk and funding cost. Demand deposits are a source of cheap funds but there is high risk of withdrawal. NOW (negotiable order of withdrawal) accounts: manager can adjust the explicit interest rate, implicit rate and minimum balance requirements to alter attractiveness of NOW deposits.

Insurance companies Diversify across contracts Hold marketable assets Securities firms Example: Drexel Burnham Lambert Example: Drexel Burnham Lambert Bankruptcy due to junk bond problems (guarantee short-term funds)

List semua potensi liability yang mungkin terjadi Klasifikasi rentang waktu dan nominal terjadinya liability tersebut (Control) Kelola liability tersebut Dalam kasus liability terkait dengan produk, profesi, owner-tenant, dan karyawan-atasan: Kelola operasional bisnis Cadangkan dana g

Eksposur kewajiban legal (liability) muncul jika pengadilan memutuskan kita sebagai pihak tertanggung yang harus membayar ganti rugi kepada pihak lainnya Contoh: pasien menuntut ganti rugi kepada dokter yang dianggap melakukan malpraktek, pengemudi menuntut produsen mobil ganti rugi karena disain mobil yang tidak baik membuat mobil tersebut rentan terhadap kecelakaan.

Kontrak Karyawan-Atasan Owner Tenants Invitee Licencees Trespassers Produk Profesional Lainnya y