PERJANJIAN KONSESI JASA

dokumen-dokumen yang mirip
Perjanjian Konsesi Jasa: Pengungkapan

PSAK 24 - BATAS ASET IMBALAN PASTI, PERSYARATAN PENDANAAN MINIMUM

Pencabutan. Pernyataan Pencabutan. ED PPSAK No Februari Exposure draft ini dikeluarkan oleh. Standar Akuntansi Keuangan

LAPORAN KEUANGAN INTERIM

Standar Akuntansi Keuangan

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan. Tanggapan atas exposure draft ini diharapkan dapat diterima paling lambat tanggal 30 Oktober 2010 oleh

Standar Akuntansi Keuangan

Penerapan Pendekatan Penyajian Kembali dalam PSAK 63: Pelaporan

Evaluasi Substansi Beberapa Transaksi yang Melibatkan. Exposure draft ini dikeluarkan oleh. Standar Akuntansi Keuangan

Pajak Penghasilan - Perubahan dalam Status Pajak Entitas atau Para Pemegang Sahamnya

Perjanjian Konstruksi Real Estat

Dalam Ekonomi Hiperinflasi

Standar Akuntansi Keuangan

Bantuan Pemerintah Tidak

Pertambangan Umum. Pernyataan. Exposure draft. (revisi 2011) Akuntansi. Exposure draft ini dikeluarkan oleh. Standar Akuntansi Keuangan

Pencabutan PSAK 44: Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estat

Pernyataan Pencabutan

Pencabutan PSAK 27: Akuntansi Koperasi

PPSAK No. 5 8 Oktober Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan

Exposure Draft. ED PSAK No. 8 (revisi 2010) 1 Juni Exposure draft ini dikeluarkan oleh. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan

Pernyataan Pencabutan

PROGRAM LOYALITAS PELANGGAN

Exposure draft ini dikeluarkan oleh. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan

PENGENDALIAN BERSAMA ENTITAS: KONTRIBUSI NONMONETER OLEH VENTURER

As e t Ti d a k Be rw u j u d -

DISTRIBUSI ASET NONKAS KEPADA PEMILIK

PERUBAHAN ATAS KEWAJIBAN AKTIVITAS PURNA OPERASI, RESTORASI DAN KEWAJIBAN SERUPA

PENCABUTAN PSAK 31: AKUNTANSI PERBANKAN, PSAK 42: AKUNTANSI PERUSAHAAN EFEK, DAN PSAK 49: AKUNTANSI REKSA DANA

Standar Akuntansi Keuangan. Tanggapan atas exposure draft ini diharapkan dapat diterima paling lambat tanggal 30 November 2010 oleh

P ENCABUTAN PSAK 54: AKUNTANTSI R ESTRUKTURISASI UTANG PIUTANG BERMASALAH

ED ISAK 26. exposure draft interpretasi Standar Akuntansi Keuangan

AKUNTANSI DAN PELAPORAN PROGRAM MANFAAT PURNAKARYA

Eksplorasi dan Evaluasi. Exposure draft ini dikeluarkan oleh. Standar Akuntansi Keuangan

PENCABUTAN PSAK 41 : AKUNTANTSI WARAN

PENCABUTAN PSAK 41 : AKUNTANTSI WARAN

ED PSAK 46. exposure draft

Standar Akuntansi Keuangan

Exposure Draft. ED PSAK No. 53 (revisi 2010) 22 Mei Exposure draft ini dikeluarkan oleh. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan

KONSOLIDASI ENTITAS BERTUJUAN KHUSUS

LINDUNG NILAI INVESTASI NETO DALAM KEGIATAN USAHA LUAR NEGERI

Standar Akuntansi Keuangan

ED ISAK 15 PSAK 24 - BATAS ASET IMBALAN PASTI, PERSYARATAN PENDANAAN MINIMUM, DAN INTERAKSINYA EXPOSURE DRAFT INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN

ED PSAK 4. exposure draft

Standar Akuntansi Keuangan

AKUNTANSI ASURANSI KERUGIAN

PPSAK 10. Pencabutan PSAK 51: Akuntansi Kuasi Reorganisasi. Pernyataan pencabutan Standar Akuntansi Keuangan

PPSAK 11. Pencabutan PSAK 39: Akuntansi Kerja Sama Operasi. Pernyataan pencabutan Standar Akuntansi Keuangan

PPSAK 9 PPSAK 9. Hak Cipta 2014 Ikatan Akuntan Indonesia Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak

PPSAK. Pencabutan PSAK 27: Akuntansi. Pernyataan pencabutan Standar Akuntansi Keuangan

PPSAK 3 PENCABUTAN PSAK 54: AKUNTANSI RESTRUKTURISASI UTANG PIUTANG BERMASALAH PENCABUTAN PSAK 54: AKUNTANSI RESTRUKTURISASI UTANG PIUTANG BERMASALAH

Pencabutan PSAK 44: Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estat

Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan

Pernyataan pencabutan Standar Akuntansi Keuangan. Pencabutan PSAK 21: Akuntansi

I NSTRUMEN KEUANGAN: PENGAKUAN DAN PENGUKURAN

Exposure Draft. Instrumen Keuangan: Pengungkapan. ED PSAK No Mei Exposure draft ini dikeluarkan oleh

BAGIAN PARTISIPASI DALAM VENTURA BERSAMA

LAPORAN KEUANGAN INTERIM

PENGATURAN BERSAMA PSAK AMANDEMEN. Akuntansi Akuisisi Kepentingan dalam Operasi Bersama

PPSAK 5 PENCABUTAN ISAK 6: INTERPRETASI ATAS PARAGRAF 12 DAN 16 PSAK 55 (1999) TENTANG INSTRUMEN DERIVATIF MELEKAT PADA KONTRAK DALAM MATA UANG ASING

KEBIJAKAN AKUNTANSI, PERUBAHAN ESTIMASI AKUNTANSI, DAN KESALAHAN

KOMBINASI BISNIS EXPOSURE DRAFT PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN. PSAK No. 22 (revisi 2010) 12 Januari 2010

PPSAK. Pencabutan PSAK 44: Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estat. Pernyataan pencabutan Standar Akuntansi Keuangan

PPSAK 2 PENCABUTAN PSAK 41: AKUNTANSI WARAN DAN PSAK 43: AKUNTANSI ANJAK PIUTANG

Exposure Draft. Instrumen Keuangan: Penyajian. ED PSAK No. 50 (revisi 2010) 22 Mei Exposure draft ini dikeluarkan oleh

Exposure draft ini dikeluarkan oleh. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan

PSAK No Desember Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO. 26

AKUNTANSI ASURANSI JIWA

ED PSAK 70 AKUNTANSI ASET DAN LIABILITAS PENGAMPUNAN PAJAK EXPOSURE DRAFT

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DAN LAPORAN KEUANGAN TERSENDIRI

PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN

PSAK No Oktober 2009 (revisi 2009) EXPOSURE DRAFT. Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan

ED PSAK 15. investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama. exposure draft

ASET TIDAK LANCAR YANG DIMILIKI UNTUK DIJUAL DAN OPERASI YANG DIHENTIKAN

PPSAK 4 PENCABUTAN PSAK 31: AKUNTANSI PERBANKAN, PSAK 42: AKUNTANSI PERUSAHAAN EFEK, DAN PSAK 49: AKUNTANSI REKSA DANA

KOMBINASI BISNIS PSAK

ED PSAK 1. penyajian laporan keuangan. exposure draft

ED PSAK 110. Akuntansi Sukuk. exposure draft pernyataan Standar Akuntansi Keuangan

ED Amandemen PSAK 2 LAPORAN ARUS KAS (PRAKARSA PENGUNGKAPAN) EXPOSURE DRAFT

IMBALAN KERJA PSAK AMANDEMEN. Program Imbalan Pasti: Iuran Pekerja

ASET TIDAK LANCAR YANG DIMILIKI UNTUK DIJUAL DAN OPERASI YANG DIHENTIKAN

ASET TETAP PSAK AMANDEMEN. Agrikultur: Tanaman Produktif

ED PSAK 66. exposure draft

PPSAK 1. Pencabutan PSAK 32: Akuntansi Kehutanan, PSAK 35: Akuntansi. dan PSAK 37: Akuntansi Penyelenggaraan Jalan Tol

SELAMAT DATANG PUBLIC HEARING EXPOSURE DRAFT STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH ( ED SAK EMKM

INTERPRETASI ATAS RUANG LINGKUP PSAK 13: PROPERTI INVESTASI

LAPORAN KEUANGAN TERSENDIRI

Standar Akuntansi Keuangan

ASET TETAP PSAK AMANDEMEN. AGRIKULTUR: TANAMAN PRODUKTIF

PENURUNAN NILAI ASET PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN. PSAK No. 48 (revisi 2009) 22 Desember 2009

LAPORAN ARUS KAS PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN. PSAK No. 2 (revisi 2009) 22 Desember 2009

ED PSAK 67. exposure draft

Transkripsi:

ISAK No. Maret 00 EXPOSURE DRAFT EXPOSURE DRAFT INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN PERJANJIAN KONSESI JASA Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Tanggapan atas exposure draft ini diharapkan dapat diterima paling lambat tanggal Oktober 00 oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan IKATAN AKUNTAN INDONESIA

ED ISAK No. INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN PERJANJIAN KONSESI JASA Hak cipta 00, Ikatan Akuntan Indonesia Dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Jalan Sindanglaya No. Menteng Jakarta 00 Telp: (0) 0- Fax : (0) -0 email: dsak@iaiglobal.or.id; iai-info@iaiglobal.or.id, Maret 00

Exposure draft ini diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan hanya untuk ditanggapi dan dikomentari. Saransaran dan masukan untuk menyempurnakan draft ini masih dimungkinkan sebelum diterbitkannya Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan Tanggapan tertulis atas draft ini paling lambat diterima pada Oktober 00 Tanggapan dikirimkan ke: Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Jl. Sindanglaya No., Menteng, Jakarta 00 Fax: 0-0 E-mail: iai-info@iaiglobal.or.id, dsak@iaiglobal.or.id Hak Cipta 00 Ikatan Akuntan Indonesia Exposure Draft (ED) ini dibuat dengan tujuan untuk penyiapan tanggapan dan komentar yang akan dikirimkan ke Dewan Standar Akuntansi Keuangan. Penggandaan ED ini oleh individu/organisasi/lembaga dianjurkan dan diizinkan untuk penggunaan di atas dan tidak untuk diperjualbelikan. Dewan Standar Akuntansi Keuangan, Ikatan Akuntan Indonesia, Jl Sindanglaya No., Menteng, Jakarta 00. Tel. - 0-, Fax: - -0 E-mail: iai-info@iaiglobal.or.id, dsak@iaiglobal.or.id iii

Pengantar Dewan Standar Akuntansi Keuangan telah menyetujui Exposure Draft ISAK : Perjanjian Konsesi Jasa dalam rapatnya tanggal Maret 00 untuk disebarluaskan dan ditanggapi oleh perusahaan, regulator, perguruan tinggi, pengurus dan anggota IAI, dan pihak lainnya. Tanggapan akan sangat berguna jika memaparkan permasalahan secara jelas dan alternatif saran yang didukung dengan alasan. Exposure Draft ISAK : Perjanjian Konsesi Jasa merupakan adopsi dari IFRIC Service Concession Arrangements. Exposure Draft ini disebarluaskan dalam bentuk buku, sisipan dokumen dalam majalah Akuntan Indonesia, situs web IAI: www.iaiglobal.or.id Jakarta, Maret 00 Dewan Standar Akuntansi Keuangan Rosita Uli Sinaga Roy Iman Wirahardja Etty Retno Wulandari Merliyana Syamsul Meidyah Indreswari Setiyono Miharjo Saptoto Agustomo Jumadi Ferdinand D. Purba Irsan Gunawan Budi Susanto Ludovicus Sensi Wondabio Eddy R. Rasyid Liauw She Jin Sylvia Veronica Siregar Fadilah Kartikasasi G.A. Indira Teguh Supangkat Ketua Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota iv

Permintaan Tanggapan Penerbitan ED ISAK : Perjanjian Konsesi Jasa bertujuan untuk meminta tanggapan atas semua pengaturan dan paragraf dalam ED ISAK tersebut. Untuk memberikan panduan dalam memberikan tanggapan, berikut ini hal yang diharapkan masukannya: Ketentuan Transisi Apakah Anda setuju ED ISAK diterapkan secara retrospektif? Ketentuan transisi ED ISAK mengadopsi ketentuan transisi IFRIC. Hal yang dipertimbangkan dalam pengaturan ketentuan transisi adalah, salah satunya, dampak penerapan kebijakan akuntansi baru terhadap penyusunan laporan keuangan. Apabila retrospektif diterapkan maka laporan keuangan operator harus disajikan kembali sejak konsesi tersebut pertama kali diperoleh. v

Perbedaan ED ISAK : Perjanjian Konsesi Jasa dengan IFRIC (00) Service Concession Arrangements ED ISAK : Perjanjian Konsesi Jasa mengadopsi seluruh pengaturan dalam IFRIC Service Concession Arrangements per Januari 00, kecuali: IFRIC paragraf yang menjadi ED ISAK paragraf mengenai tanggal efektif dengan tidak mengizinkan penerapan dini, karena penerapan dini tersebut hanya akan dapat dilakukan dengan tepat jika seluruh pengaturan dalam IFRS diadopsi secara bersamaan menjadi SAK. adopsi IFRS menjadi SAK di Indonesia dilakukan secara bertahap. vi

DAFTAR ISI Paragraf PENDAHULUAN... 0-0 Referensi Latar Belakang... 0-0 Ruang Lingkup... 0-0 Permasalahan... 0 INTERPRETASI... - TANGGAL EFEKTIF... KETENTUAN TRANSISI... -0 PANDUAN APLIKASI CONTOH ILUSTRASI vii

0 0 0 INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO. PERJANJIAN KONSESI JASA PENDAHULUAN Referensi Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan PSAK (revisi 00): Aset Tetap PSAK (00): Aset Tidak Berwujud PSAK (revisi 00): Pendapatan PSAK (revisi 00): Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan PSAK (revisi 00): Biaya Pinjaman PSAK 0 (revisi 00): Sewa PSAK : Akuntansi Kontrak Konstruksi PSAK (revisi 00): Penurunan Nilai Aset PSAK 0 (revisi 00): Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan PSAK (revisi 00): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran PSAK (revisi 00): Provisi, Liabilitas Kontinjensi dan Aset Kontinjensi ISAK : Penentuan Apakah Suatu Perjanjian mengandung Suatu Sewa dan Pembahasan Lebih lanjut Ketentuan Transisi PSAK 0 (revisi 00) Latar Belakang 0. Infrastruktur untuk layanan publik, seperti jalan, jembatan, terowongan, penjara, rumah sakit, bandara, fasilitas distribusi air, pasokan energi dan jaringan telekomunikasi secara tradisional telah dibangun, dioperasikan, dan dikelola oleh sektor publik dan dibiayai melalui cadangan anggaran publik (public budget appropriation)..

0 0 0 0. Pemerintah telah memperkenalkan perjanjian jasa kontraktual untuk menarik partisipasi sektor swasta dalam pembangunan, pembiayaan, pengoperasian dan pemeliharaan infrastruktur tersebut. Infrastruktur tersebut mungkin sudah tersedia, atau mungkin harus dibangun selama periode perjanjian jasa. Perjanjian dalam ruang lingkup Interpretasi ini biasanya melibatkan entitas sektor swasta (operator) untuk membangun infrastruktur yang digunakan untuk menyediakan layanan publik atau meningkatkannya (misalnya, dengan meningkatkan kapasitas) dan mengoperasikan serta memelihara infrastruktur tersebut untuk jangka waktu tertentu. Operator dibayar untuk jasa yang diberikan selama periode perjanjian. Perjanjian diatur oleh suatu kontrak yang menetapkan standar kinerja, mekanisme penyesuaian harga, dan perjanjian untuk menengahi perselisihan. Perjanjian semacam itu sering disebut Kerjasama Pemerintah Swasta antara lain dapat berbentuk bangun-operasi-serah (buildoperate-transfer), rehabilitasi-operasi-serah (rehabilitateoperate-transfer) atau publik-ke-swasta (public-to-private). 0. Kewajiban untuk melayani publik oleh operator adalah salah satu ciri perjanjian jasa tersebut. Kebijakan publik mengatur layanan yang berhubungan dengan infrastruktur yang disediakan untuk publik, terlepas dari identitas pihak yang mengoperasikan jasa tersebut. Perjanjian jasa kontraktual mewajibkan operator untuk menyediakan jasa kepada publik atas nama entitas sektor publik. Ciri umum lainnya adalah: (a) pihak yang memberikan perjanjian jasa (pemberi konsesi/ prinsipal) adalah entitas sektor publik, termasuk badan pemerintah, atau entitas sektor swasta yang telah diberikan tanggung jawab atas jasa. (b) operator bertanggung jawab setidaknya untuk sebagian pengelolaan infrastruktur dan jasa terkait dan tidak hanya bertindak sebagai agen untuk kepentingan pemberi konsesi. (c) kontrak menetapkan harga awal yang akan dikenakan oleh operator dan mengatur perubahan harga selama periode perjanjian jasa..

0 0 0 (d) operator diwajibkan untuk menyerahkan infrastruktur kepada pemberi konsesi pada akhir periode perjanjian, dalam kondisi yang telah ditentukan, dengan sedikit atau tanpa imbalan tambahan, terlepas dari pihak mana yang awalnya membiayai infrastruktur tersebut. Ruang Lingkup 0. Interpretasi ini memberikan panduan akuntansi untuk operator atas perjanjian konsesi jasa publik ke swasta. 0. Interpretasi ini berlaku untuk perjanjian konsesi jasa publik ke swasta jika: (a) pemberi konsesi mengendalikan atau meregulasi jasa apa yang harus diberikan oleh operator dengan infrastruktur tersebut, kepada siapa jasa harus diberikan, dan berapa harganya; dan (b) pemberi konsesi mengendalikan - melalui kepemilikan, hak manfaat atau sebaliknya - atas setiap kepentingan residu signifikan dalam infrastruktur pada akhir masa perjanjian. 0. Infrastruktur yang digunakan dalam perjanjian konsesi jasa publik ke swasta atas seluruh umur manfaat (selama umur aset) termasuk dalam ruang lingkup Interpretasi ini jika kondisi dalam paragraf (a) terpenuhi. Paragraf PA0-PA0 memberikan panduan dalam menentukan apakah, dan sejauh mana, perjanjian konsesi jasa publik ke swasta termasuk dalam ruang lingkup Interpretasi ini. 0. Interpretasi ini berlaku untuk: (a) infrastruktur yang dikonstruksikan operator atau diakuisisi oleh operator dari pihak ketiga untuk tujuan perjanjian jasa; dan (b) infrastruktur yang telah ada di mana pemberi konsesi memberikan akses kepada operator untuk tujuan pemenuhan perjanjian jasa..

0 0 0 0. Interpretasi ini tidak mengatur akuntansi untuk infrastruktur yang dimiliki dan diakui sebagai aset tetap oleh operator sebelum melakukan perjanjian jasa. Persyaratan penghentian pengakuan dalam SAK terkait (diatur dalam PSAK : Aset Tetap) berlaku untuk infrastruktur tersebut. 0. Interpretasi ini tidak mengatur akuntansi untuk pemberi konsesi. Permasalahan 0. Interpretasi ini menetapkan prinsip-prinsip umum dalam mengakui dan mengukur kewajiban dan hak-hak terkait dalam perjanjian konsesi jasa. Persyaratan untuk mengungkapkan informasi tentang perjanjian konsesi jasa diatur lebih lanjut. Permasalahan yang dibahas dalam Interpretasi ini adalah: (a) perlakuan hak operator atas infrastruktur; (b) pengakuan dan pengukuran imbalan atas perjanjian; (c) konstruksi atau peningkatan jasa; (d) jasa operasi; (e) biaya pinjaman; (f) perlakuan akuntansi setelah pengakuan awal atas aset keuangan dan aset tidak berwujud; dan (g) item yang diberikan oleh pemberi konsesi kepada operator. INTERPRETASI Perlakuan Hak Operator atas Infrastruktur. Infrastruktur, dalam ruang lingkup Interpretasi ini, tidak akan diakui sebagai aset tetap dari operator karena perjanjian jasa kontraktual tidak memberikan hak kepada operator untuk mengendalikan penggunaan infrastruktur layanan publik. Operator memiliki akses mengoperasikan infrastruktur untuk menyediakan layanan publik untuk kepentingan pemberi konsesi sesuai dengan persyaratan yang ditentukan dalam kontrak..

0 0 0 Pengakuan dan Pengukuran Imbalan atas Perjanjian. Menurut syarat-syarat perjanjian kontrak, dalam ruang lingkup Interpretasi ini, operator bertindak sebagai penyedia jasa. Operator membangun atau meningkatkan kemampuan infrastruktur (membangun atau meningkatkan jasa) yang digunakan untuk menyediakan layanan publik serta mengoperasikan dan memelihara infrastruktur tersebut (jasa operasi) untuk jangka waktu tertentu.. Operator harus mengakui dan mengukur pendapatan sesuai dengan PSAK : Akuntansi Kontrak Konstruksi dan PSAK (revisi 00): Pendapatan untuk jasa yang dilakukan. Jika operator melakukan lebih dari satu jasa (yaitu jasa pembangunan atau peningkatan kemampuan dan jasa operasi) dalam satu kontrak atau perjanjian, imbalan yang diterima atau piutang harus dialokasikan dengan mengacu pada nilai wajar relatif dari jasa yang diberikan, apabila jumlahnya dapat diidentifikasi secara terpisah. Sifat dari imbalan menentukan perlakuan akuntansi selanjutnya. Akuntansi untuk imbalan yang diterima sebagai aset keuangan dan sebagai aset tidak berwujud dijelaskan dalam paragraf -. Jasa Pembangunan atau Peningkatan Kemampuan. Operator mencatat pendapatan dan biaya yang terkait dengan jasa pembangunan atau peningkatan kemampuan sesuai dengan PSAK : Akuntansi Kontrak Konstruksi. Imbalan yang Diberikan oleh Pemberi Konsesi Kepada Operator. Jika operator melakukan jasa pembangunan atau peningkatan kemampuan, maka imbalan yang diterima atau piutang operator diakui pada nilai wajar. Imbalan dapat berupa hak atas: (a) aset keuangan; atau (b) aset tidak berwujud..

0 0 0. Operator mengakui aset keuangan sejauh operator memiliki hak kontraktual tanpa syarat untuk menerima kas atau aset keuangan lain dari atau atas petunjuk pemberi konsesi untuk jasa konstruksi; pemberi konsesi memiliki sedikit, jika ada, kemampuan untuk menghindari pembayaran, biasanya karena perjanjian dapat dipaksakan secara hukum. Operator memiliki hak tanpa syarat untuk menerima kas jika pemberi konsesi secara kontraktual menjamin untuk membayar operator (a) jumlah yang ditetapkan atau ditentukan; atau (b) kekurangan (shortfall), jika ada, antara jumlah yang diterima dari pengguna layanan publik dan jumlah yang ditetapkan atau ditentukan, walaupun jika pembayaran bergantung (contingent) pada apakah operator telah memastikan infrastruktur memenuhi persyaratan kualitas atau efisiensi yang ditentukan.. Operator mengakui aset tidak berwujud sejauh operator tersebut menerima hak (lisensi) untuk membebankan pengguna layanan publik. Suatu hak untuk membebankan pengguna layanan publik bukan merupakan hak tanpa syarat untuk menerima kas karena jumlahnya bergantung pada sejauh mana publik menggunakan jasa.. Jika operator dibayar untuk jasa konstruksi sebagian dengan aset keuangan dan sebagian lagi dengan aset tidak berwujud, maka operator perlu mencatat secara terpisah atas masing-masing komponen imbalan operator. Imbalan yang diterima atau piutang untuk kedua komponen tersebut pada awalnya harus diakui pada nilai wajar dari imbalan yang diterima atau piutang.. Sifat imbalan yang diberikan oleh pemberi konsesi kepada operator akan ditentukan dengan mengacu pada syarat-syarat kontrak dan, jika ada, hukum kontrak yang terkait. Jasa Operasi 0. Operator mencatat pendapatan dan biaya operasi terkait dengan jasa sesuai dengan PSAK (revisi 00): Pendapatan..

0 0 0 Kewajiban Kontraktual untuk Memulihkan Infrastruktur pada Tingkatan Tertentu dari Kemampuan Pelayanan Jasa. Operator mungkin memiliki kewajiban kontraktual yang harus dipenuhi sebagai syarat dari lisensi (a) untuk memelihara infrastruktur pada tingkatan tertentu dari kemampuan pelayanan jasa, atau (b) untuk memulihkan infrastruktur pada kondisi tertentu sebelum diserahkan kepada pemberi konsesi pada akhir perjanjian jasa. Kewajiban kontraktual untuk memelihara atau memulihkan infrastruktur, kecuali untuk setiap peningkatan elemen (lihat paragraf ), harus diakui dan diukur sesuai dengan PSAK (revisi 00): Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi, yaitu berdasarkan estimasi terbaik atas pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan. Biaya Pinjaman yang Dikeluarkan oleh Operator. Sesuai dengan PSAK (revisi 00): Biaya Pinjaman, biaya pinjaman terkait dengan perjanjian diakui sebagai beban pada periode terjadinya biaya pinjaman tersebut, kecuali operator memiliki hak kontraktual untuk menerima aset tidak berwujud (hak untuk membebankan pengguna layanan publik). Dalam hal ini, biaya pinjaman yang dapat dikaitkan dengan perjanjian harus dikapitalisasi, selama tahap konstruksi dari perjanjian, sesuai dengan PSAK tersebut. Aset Keuangan. PSAK 0 (revisi 00): Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan dan PSAK (revisi 00): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran berlaku untuk aset keuangan yang diakui dalam paragraf dan.. Jumlah yang dapat ditagih dari pemberi konsesi, atau pihak lainnya yang ditentukan pemberi konsesi, dicatat sesuai dengan PSAK (revisi 00): Instrumen Keuangan:.

0 0 0 Pengakuan dan Pengukuran sebagai: (a) pinjaman yang diberikan atau piutang; (b) aset keuangan tersedia untuk dijual; atau (c) jika pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, jika kondisi untuk pengklasifikasiannya terpenuhi.. Jika jumlah yang dapat ditagih dari pemberi konsesi dicatat baik sebagai pinjaman yang diberikan atau piutang atau sebagai aset keuangan tersedia untuk dijual, PSAK (revisi 00): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran mensyaratkan bunga dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif untuk diakui dalam laba atau rugi. Aset Tidak Berwujud. PSAK (revisi 00): Aset Tidak Berwujud berlaku untuk aset tidak berwujud yang diakui sesuai dengan paragraf dan. PSAK memberikan panduan untuk pengukuran aset tidak berwujud yang diperoleh dengan imbalan aset nonmoneter atau aset-aset atau kombinasi aset moneter dan aset nonmoneter. Item yang Diberikan kepada Operator oleh Pemberi Konsesi. Sesuai dengan paragraf, item infrastruktur dimana operator diberi akses oleh pemberi konsesi untuk tujuan pemenuhan perjanjian jasa, tidak diakui sebagai aset tetap dari operator. Pemberi konsesi mungkin juga menyerahkan item lainnya kepada operator, yang dapat disimpan atau digunakan sesuai keinginan operator. Jika aset tersebut merupakan bagian dari imbalan yang harus dibayar oleh pemberi konsesi untuk pelayanan jasa, aset tersebut bukan merupakan hibah pemerintah. Aset tersebut diakui sebagai aset operator, yang diukur pada nilai wajar pada saat pengakuan awal. Operator harus mengakui liabilitas sehubungan dengan kewajiban.

0 0 0 yang belum terpenuhi, yang ditanggung sehubungan dengan pertukaran aset. TANGGAL EFEKTIF. Entitas menerapkan Interpretasi ini untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah Januari 0. KETENTUAN TRANSISI. Bergantung pada paragraf 0, perubahan dalam kebijakan akuntansi dicatat sesuai dengan PSAK (revisi 00): Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan, yaitu secara retrospektif. 0. Jika, untuk setiap perjanjian jasa tertentu, apabila tidak praktis bagi operator untuk menerapkan Interpretasi ini secara retrospektif pada awal periode paling awal sajian, maka entitas: (a) mengakui aset keuangan dan aset tidak berwujud yang ada pada awal periode sajian paling awal; (b) menggunakan jumlah tercatat sebelumnya atas aset keuangan dan aset tidak berwujud tersebut (tidak memperhatikan klasifikasi sebelumnya) sebagai jumlah tercatat pada tanggal tersebut; dan (c) melakukan pengujian penurunan nilai atas aset keuangan dan aset tidak berwujud yang diakui pada tanggal tersebut, kecuali hal tersebut tidak praktis, dalam hal ini jumlah penurunan tersebut harus diuji pada awal periode berjalan..

0 0 0 LAMPIRAN A PANDUAN APLIKASI Lampiran ini merupakan bagian tak terpisahkan dari ISAK. Ruang Lingkup (paragraf ) PA0. Paragraf 0 dari Interpretasi ini menyatakan bahwa infrastruktur termasuk dalam ruang lingkup Interpretasi ini, jika kondisi berikut berlaku: (a) pemberi konsesi mengendalikan atau meregulasi jasa apa yang harus diberikan oleh operator dengan infrastruktur tersebut, kepada siapa jasa harus diberikan, dan berapa harganya; dan (b) pemberi konsesi mengendalikan - melalui kepemilikan, hak manfaat atau sebaliknya - atas setiap kepentingan residu signifikan dalam infrastruktur pada akhir masa perjanjian. PA0. Pengendalian atau regulasi sebagaimana dimaksud dalam kondisi (a) dapat melalui kontrak atau dengan cara lain (seperti melalui regulator), dan termasuk keadaan di mana pemberi konsesi membeli seluruh output, begitu pula dalam keadaan dimana sebagian atau seluruh output dibeli oleh pengguna lain. Untuk menerapkan kondisi ini, pemberi konsesi dan pihak yang terkait akan dipertimbangkan bersama. Jika pemberi konsesi merupakan entitas sektor publik, sektor publik secara keseluruhan, bersama dengan regulator bertindak untuk kepentingan publik, dianggap terkait dengan pemberi konsesi untuk tujuan Interpretasi ini. PA0. Untuk tujuan kondisi (a), pemberi konsesi tidak perlu sepenuhnya mengendalikan harga. Kondisi (a) terpenuhi, cukup dengan pemberi konsesi dapat mengatur harga, oleh kontrak atau regulator, misalnya dengan suatu mekanisme pembatasan. Namun, kondisi tersebut harus diterapkan pada.0

0 0 0 substansi perjanjian. Ciri-ciri non-substantif, seperti pembatasan harga yang hanya berlaku pada kondisi yang kemungkinannya kecil, harus diabaikan. Sebaliknya, jika misalnya, kontrak dimaksudkan untuk memberikan kebebasan kepada operator untuk menetapkan harga, tetapi setiap kelebihan keuntungan dikembalikan kepada pemberi konsesi, penerimaan operator dibatasi dan pengujian pengendalian atas elemen harga telah terpenuhi. PA0. Untuk tujuan kondisi (b), pengendalian oleh pemberi konsesi atas kepentingan residu signifikan harus membatasi kemampuan operator untuk menjual atau menjaminkan infrastruktur dan memberikan pemberi konsesi hak berkelanjutan atas penggunaan sepanjang periode perjanjian. Kepentingan residu dalam infrastruktur merupakan estimasi nilai kini atas infrastruktur seolah-olah sudah sampai akhir usia dan dalam kondisi yang diharapkan pada akhir periode perjanjian. PA0. Pengendalian harus dibedakan dengan pengelolaan. Jika pemberi konsesi mempertahankan tingkat pengendalian seperti yang diuraikan di paragraf 0 (a) dan mempertahan kepentingan residu signifikan pada infrastruktur, maka operator hanya mengelola infrastruktur atas nama pemberi konsesi. Meskipun, dalam banyak kasus, pertimbangan tersebut lebih banyak melibatkan kebijakan manajemen. PA0. Kondisi (a) dan (b) bersama-sama mengidentifikasi kapan infrastruktur, termasuk penggantian yang diperlukan (lihat paragraf ), dikendalikan oleh pemberi konsesi untuk keseluruhan umur ekonomisnya. Misalnya, jika operator harus mengganti bagian dari item infrastruktur selama periode perjanjian (misalnya lapisan atas suatu jalan atau atap bangunan), item infrastruktur harus dianggap sebagai suatu keseluruhan. Jadi kondisi (b) telah terpenuhi untuk seluruh infrastruktur, termasuk bagian yang diganti, jika pemberi konsesi mengendalikan kepentingan residu signifikan dalam penggantian bagian akhir tersebut..

0 0 0 PA0. Kadang-kadang penggunaan infrastruktur sebagian diatur di paragraf 0 (a) dan sebagian tidak diatur. Namun, perjanjian ini bervariasi: (a) setiap infrastruktur, yang secara fisik dapat dipisahkan dan mampu dioperasikan secara independen dan memenuhi definisi unit penghasil kas sebagaimana didefinisikan dalam PSAK (revisi 00): Penurunan Nilai Aset, harus dianalisis secara terpisah jika digunakan sepenuhnya untuk tujuan yang tidak diatur. Misalnya, hal tersebut mungkin berlaku untuk bagian rumah sakit yang bukan diperuntukan untuk umum, di mana bagian lain dari rumah sakit digunakan oleh pemberi konsesi untuk pelayanan pasien umum. (b) ketika aktivitas pendukung (seperti toko dimiliki rumah sakit) tidak diatur, pengujian pengendalian akan diterapkan seolah-olah pelayanan jasa tersebut tidak ada, karena dalam kasus-kasus di mana pemberi konsesi mengendalikan jasa dengan cara seperti yang diuraikan dalam paragraf 0, adanya aktivitas pendukung tidak mengurangi pengendalian pemberi konsesi terhadap infrastruktur. PA0. Operator mungkin memiliki hak untuk menggunakan infrastruktur terpisah seperti yang dijelaskan di paragraf PA0 (a), atau fasilitas yang digunakan untuk memberikan jasa tambahan yang tidak diatur di paragraf PA0 (b). Dalam kedua kasus tersebut, ada hal yang secara substansi menjadi sewa dari pemberi konsesi kepada operator, jika demikian, maka perlakuannya harus sesuai dengan PSAK 0 (revisi 00): Sewa..

0 0 0 Catatan Informasi Kerangka akuntansi untuk perjanjian jasa konsesi publikswasta Catatan ini melengkapi, namun bukan merupakan bagian dari ISAK Diagram dibawah ini meringkas akuntansi untuk perjanjian jasa yang ditetapkan dalam ISAK. Apakah pemberi konsesi mengendalikan atau meregulasi jasa apa yang harus diberikan oleh operator dengan infrastruktur tersebut, kepada siapa jasa harus diberikan, dan berapa harganya? dan Ya Apakah pemberi konsesi mengendalikan, melalui kepemilikan, hak manfaat atau sebaliknya, atas setiap kepentingan residu signifikan dalam infrastruktur pada akhir masa perjanjian? Atau infrastruktur digunakan dalam perjanjian atas seluruh umur manfaat? Ya Apakah infrastruktur yang dikonstruksikan operator atau diakuisisi oleh operator dari pihak ketiga untuk tujuan perjanjian jasa? Apakah operator memiliki hak kontraktual untuk menerima kas atau aset keuangan lain dari atau atas petunjuk pemberi konsesi sebagaimana dijelaskan dalam paragraf? Operator mengakui aset keuangan sejauh operator memiliki hak kontraktual untuk menerima kas atau aset keuangan lain sebagaimana dijelaskan dalam paragraf. Tidak Tidak Apakah operator menerima hak (lisensi) untuk membebankan pengguna layanan publik sebagaimana dijelaskan dalam paragraf? Operator mengakui aset tidak berwujud sejauh operator memiliki hak kontraktual untuk menerima aset tidak berwujud sebagaimana dijelaskan dalam paragraf. Tidak termasuk dalam ruang lingkup interpretasi lihat catatan informasi Tidak Apakah infrastruktur yang telah ada adalah infrastruktur pemberi konsesi yang memberikan akses kepada operator untuk tujuan pemenuhan perjanjian jasa? Ya Ya Termasuk dalam ruang lingkup Interpretasi Operator tidak mengakui infrastruktur sebagai aset tetap atau aset sewa Ya Tidak Tidak Ya Tidak Tidak termasuk dalam ruang lingkup Interpretasi lihat paragraf.

0 0 0 Catatan Informasi Referensi PSAK yang berlaku untuk jenis perjanjian publik-swasta Catatan ini melengkapi, namun bukan merupakan bagian dari ISAK. Tabel ini menetapkan jenis perjanjian partisipasi sektor swasta dalam ketentuan jasa sektor publik dan menyediakan referensi untuk PSAK yang berlaku bagi perjanjian tersebut. Daftar jenis perjanjian ini belum mendalam. Tujuan tabel ini adalah untuk menyoroti rangkaian perjanjian. Bukan merupakan tujuan Interpertasi ini untuk menyampaikan kesan bahwa terdapat pemisahan yang jelas antara persyaratan akuntansi untuk perjanjian publik ke swasta. Kategori Penyewa Provider Jasa Pemilik Jenis pengaturan yang biasanya berlaku Sewa (misalnya operator menyewa aset dari pemberi konsesi) Jasa dan/atau kontrak memelihara (tugas tertentu misalnya menagih utang) Transfer rehabilitas - operasi Transfer membangun operasi Operasi bangunan sendiri Divestasi/ Privatisasi/ Korporasi 00% Kepemilikan aset Pemberi konsesi Operator Investasi modal Pemberi konsesi Operator Risiko permintaan Dibagi Pemberi konsesi Pemberi konsesi dan/atau operator Operator Durasi khusus -0 tahun - tahun -0 tahun Takterbatas (atau terbatas dengan lisensi) Bagian residu Pemberi konsesi Operator PSAK terkait PSAK 0 PSAK ISAK PSAK.

0 0 0 CONTOH ILUSTRASI Contoh berikut melengkapi, namun bukan bagian dari ISAK. Contoh : Pemberi Konsesi Memberikan Aset Keuangan kepada Operator Persyaratan Perjanjian CI0. Persyaratan perjanjian mensyaratkan operator untuk membangun jalan, menyelesaikan pembangunannya dalam waktu dua tahun, kemudian memelihara dan mengoperasikan jalan tersebut sesuai standar yang ditetapkan selama delapan tahun (yaitu tahun ke -0). Persyaratan perjanjian juga mengharuskan operator untuk melapisi jalan pada akhir tahun ke. Aktivitas pelapisan merupakan penghasil pendapatan. Pada akhir tahun ke 0, perjanjian berakhir. Operator mengestimasikan biaya yang terjadi untuk memenuhi kewajibannya sebagai berikut: Tabel. Biaya Perolehan Kontrak Tahun Jasa konstruksi 00 00 Jasa operasi (per tahun) -0 0 Pelapisan jalan 00 Rp (a) (a) dalam contoh ini, jumlah moneter didenominasi dalam rupiah (Rp) CI0. Persyaratan perjanjian mensyaratkan pemberi konsesi untuk membayar sebesar Rp00 kepada operator setiap tahun dari tahun ke sampai tahun ke 0 agar jalan dapat tersedia untuk publik. CI0. Untuk tujuan ilustrasi ini, diasumsikan bahwa seluruh arus kas terjadi pada akhir tahun..

0 0 0 Pendapatan Kontrak CI0. Operator mengakui pendapatan dan biaya kontrak sesuai dengan PSAK : Akuntansi Kontrak Konstruksi dan PSAK (revisi 00): Pendapatan. Biaya dari setiap kegiatan konstruksi, operasi dan pelapisan diakui sebagai beban dengan mengacu pada tahap penyelesaian kegiatan. Untuk pendapatan kontrak, nilai wajar dari jumlah yang diberikan pemberi konsesi untuk kegiatan yang dilakukan diakui pada saat yang sama. Dalam masa perjanjian, operator diwajibkan untuk melapisi jalan pada akhir tahun ke. Pemberi konsesi akan mengganti kepada operator untuk biaya pelapisan jalan pada tahun ke. Kewajiban untuk melapisi jalan diukur pada nilai nol dalam laporan posisi keuangan, serta pendapatan dan beban tidak diakui dalam laporan laba rugi sampai pekerjaan pelapisan selesai dilakukan. CI0. Total imbalan (Rp00 pada setiap tahun ke sampai ) mencerminkan nilai wajar untuk masing-masing jasa, yaitu: Tabel. Nilai wajar imbalan yang diterima atau yang dapat diterima Nilai Wajar Jasa konstruksi biaya perkiraan + % Jasa operasi biaya perkiraan + 0% Pelapisan jalan biaya perkiraan + 0% Tingkat bunga efektif,% per tahun CI0. Pada tahun ke, misalnya, biaya konstruksi sebesar Rp00, pendapatan konstruksi sebesar Rp (biaya ditambah persen), dan karenanya laba konstruksi sebesar Rp diakui dalam laporan laba rugi. Aset Keuangan CI0. Jumlah terutang dari pemberi konsesi adalah jumlah yang memenuhi definisi piutang dalam PSAK (revisi.

0 0 0 00): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. Pada saat pengakuan awal piutang diukur pada nilai wajar. Pada saat pengukuran selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi, yaitu jumlah yang diakui sebelumnya ditambah bunga kumulatif pada jumlah yang dihitung dengan menggunakan metode bunga efektif dikurangi pembayaran. CI0. Jika arus kas dan nilai wajar tetap sama seperti yang diperkirakan, tingkat bunga efektif sebesar, persen per tahun dan piutang diakui pada akhir tahun ke sampai akan menjadi: Tabel. Pengukuran piutang Rp jumlah terutang konstruksi di tahun Piutang pada akhir tahun (a) Bunga efektif di tahun ke atas piutang pada akhir tahun (,% x Rp ) Jumlah terutang konstruksi di tahun ke Piutang pada akhir tahun, 0 Bunga efektif di tahun ke atas piutang pada akhir tahun (,% x Rp,0) Jumlah terutang untuk operasi di tahun ke (Rp0 x ( + 0%)) Penerimaan kas dalam tahun (00) Piutang pada akhir tahun ke (a) Tidak ada bunga efektif yang muncul pada tahun ke karena arus kas diasumsikan terjadi pada akhir tahun. Ikhtisar Arus Kas, Laporan Laba Rugi Komprehensif dan Laporan Posisi Keuangan CI0. Untuk tujuan ilustrasi ini, diasumsikan bahwa operator mendanai perjanjian sepenuhnya dengan utang dan saldo laba. Operator membayar bunga sebesar, persen per tahun atas saldo utang. Jika arus kas dan nilai wajar tetap sama seperti yang diperkirakan, arus kas operator, laporan laba rugi komprehensif dan laporan posisi keuangan operator selama.

0 0 0 masa perjanjian, akan menjadi: Tabel. Arus kas (dalam rupiah) Tahun 0 Jumlah Penerimaan - - 00 00 00 00 00 00 00 00.00 Biaya kontrak (a) (00) (00) (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0) (.0) Biaya pinjaman (b) - () () () () () () () () () () Arus masuk/keluar -00 - neto (a) Tabel. (b) Utang pada awal tahun (tabel.),% Tabel. Laporan laba rugi komprehensif (dalam rupiah) Tahun 0 Jumlah Pendapatan. Biaya kontrak (00) (00) (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0) (.0) Pendapatan keuangan (a) - Biaya pinjaman (b) - () () () () () () () () () () Laba neto - - - (a) Jumlah terutang dari pemberi konsesi pada awal tahun (tabel.),% (b) Kas/(utang) (tabel.),% Tabel. Laporan posisi keuangan (dalam rupiah) Tahun 0 Jumlah terutang dari 0 0 - pemberi konsesi Kas/(utang) (b) (00) (.0) () () () (00) () () (0) Aset neto 0 (a) Jumlah terutang dari pemberi konsesi pada awal tahun, ditambah pendapatan dan pendapatan keuangan yang diperoleh ditahun terkait (tabel.), dikurangi penerimaan di tahun terkait (tabel.) (b) Utang pada awal tahun ditambah arus kas neto di tahun terkait (tabel.) CI0. Contoh ini hanya berlaku untuk satu jenis dari banyak kemungkinan jenis perjanjian. Tujuan dari contoh ini adalah untuk mengilustrasikan perlakuan akuntansi untuk beberapa ciri yang umumnya ditemukan dalam praktik. Untuk membuat ilustrasi sejelas mungkin, diasumsikan bahwa periode perjanjian hanya sepuluh tahun dan penerimaan tahunan dari operator konstan selama periode tersebut. Dalam praktiknya, periode perjanjian mungkin jauh lebih panjang dan pendapatan.

0 0 0 tahunan dapat meningkat dengan berjalannya waktu. Dalam keadaan demikian, perubahan laba neto dari tahun ke tahun dapat lebih besar. Contoh : Pemberi Konsesi Memberikan Aset Tidak Berwujud Kepada Operator (Lisensi Untuk Dibebankan ke Pengguna) Persyaratan Perjanjian CI. Persyaratan perjanjian jasa mensyaratkan operator untuk membangun jalan, menyelesaikan pembangunannya dalam waktu dua tahun, kemudian mengoperasikan dan memelihara jalan tersebut sesuai standar yang ditetapkan selama delapan tahun (yaitu tahun ke - 0). Persyaratan perjanjian juga mengharuskan operator untuk melapisi jalan ketika permukaan asli telah memburuk dibawah kondisi yang telah ditetapkan. Operator mengestimasikan akan melakukan pelapisan pada akhir tahun ke. Perjanjian jasa akan berakhir pada akhir tahun ke 0. Operator mengestimasikan biaya yang terjadi untuk memenuhi kewajibannya sebagai berikut: Tabel. Biaya Kontrak Tahun Rp Jasa konstruksi 00 00 Jasa Operasi per tahun -0 0 Pelabuhan jalan 00 (a) dalam contoh ini, jumlah moneter didenominasi dalam rupiah (Rp) CI. Persyaratan perjanjian memperbolehkan operator untuk menagih tarif tol dari pengguna jalan. Operator memperkirakan bahwa jumlah kendaraan akan stabil selama masa kontrak dan operator akan menerima tarif tol sebesar Rp00 pada setiap tahun dari tahun ke sampai ke 0. CI. Untuk tujuan ilustrasi ini, diasumsikan bahwa seluruh arus kas terjadi pada akhir tahun..

0 0 0 Aset Tidak Berwujud CI. Operator memberikan jasa konstruksi kepada pemberi konsesi yang ditukar dengan aset tidak berwujud, yaitu hak untuk membebankan tarif tol kepada pengguna jalan tol di tahun ke sampai 0. Sesuai dengan PSAK (revisi 00): Aset Tidak berwujud, operator mengakui aset tidak berwujud pada biaya perolehan, yaitu pada nilai wajar imbalan yang diterima untuk memperoleh aset, yang merupakan nilai wajar imbalan yang diterima atau piutang untuk penyelesaian jasa konstruksi. CI. Selama tahap konstruksi perjanjian aset operator (mewakili hak yang terakumulasi yang harus dibayar untuk menyediakan jasa konstruksi) diklasifikasikan sebagai aset tidak berwujud (lisensi untuk membebankan pengguna infrastruktur). Operator mengestimasikan nilai wajar dari imbalan yang diterima sama dengan perkiraan biaya konstruksi ditambah margin persen. Operator juga mengasumsikan bahwa, sesuai dengan PSAK (revisi 00): Biaya Pinjaman, operator mengkapitalisasi biaya pinjaman, diperkirakan mencapai, persen, selama tahap konstruksi dari perjanjian: Tabel. Pengukuran awal aset tidak berwujud Rp Jasa konstruksi pada tahun Rp00 x (+%) Kapitalisasi biaya pinjaman (tabel.) Jasa konstruksi pada tahun Rp00 x (+%) Aset tidak berwujud pada akhir tahun kedua,0 CI. Sesuai dengan PSAK (revisi 00): Aset Tidak Berwujud, aset tidak berwujud diamortisasi selama infrastruktur tersebut diharapkan tersedia untuk digunakan oleh operator, yaitu tahun ke sampai 0. Jumlah amortisasi aset tidak berwujud (Rp.0) dialokasikan menggunakan metode garis lurus. Biaya amortisasi tahunan dibebankan sebesar Rp.0 dibagi tahun, yaitu Rp per tahun..0

0 0 0 Biaya Dan Pendapatan Konstruksi CI. Operator mengakui pendapatan dan biaya kontrak sesuai dengan PSAK : Akuntansi Kontrak Konstruksi, yaitu dengan mengacu pada tahap penyelesaian konstruksi. Operator mengukur pendapatan kontrak pada nilai wajar imbalan yang diterima atau piutang. Jadi, dalam setiap tahun dan operator mengakui biaya konstruksi dalam laporan laba rugi sebesar Rp00 dan pendapatan konstruksi sebesar Rp (biaya ditambah persen) dan, karenanya, laba konstruksi sebesar Rp. Pendapatan Tol CI. Para pengguna jalan membayar layanan publik pada saat yang sama ketika mereka menerima jasa tersebut, yaitu ketika mereka menggunakan jalan. Oleh karena itu operator mengakui pendapatan tol ketika menerima tarif tol. Kewajiban Pelapisan CI. Kewajiban operator untuk pelapisan timbul sebagai akibat dari penggunaan jalan selama tahap operasi. Kewajiban diakui dan diukur sesuai dengan PSAK (revisi 00): Provisi, Liabilitas Kontinjensi dan Aset Kontinjensi, yaitu pada estimasi terbaik pengeluaran yang disyaratkan untuk menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan. CI0. Untuk tujuan ilustrasi ini, diasumsikan bahwa termin dari kewajiban kontraktual operator adalah sedemikian rupa dimana estimasi terbaik dari pengeluaran yang disyaratkan untuk menyelesaikan kewajiban pada tanggal kapanpun adalah proporsional dengan jumlah kendaraan, yang pada tanggal tersebut telah menggunakan jalan dan meningkat sebesar Rp (didiskonto sampai nilai kini) setiap tahun. Operator mendiskonto provisi pada nilai kini sesuai dengan PSAK (revisi 00): Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi. Beban diakui pada periode masing-masing dalam laporan laba rugi adalah:.

0 0 0 Tabel. Kewajiban pelapisan (unit mata uang) Tahun Total Kewajiban timbul pada tahun (Rp didiskonto sebesar %) Kenaikan provisi awal tahun karen berjalannya waktu 0 Total beban diakui dalam laba atau rugi 0 00 Ikhtisar Arus Kas, Laporan Laba Rugi Komprehensif dan Laporan Posisi Keuangan CI. Untuk tujuan ilustrasi ini, diasumsikan bahwa operator mendanai perjanjian sepenuhnya dengan utang dan saldo laba. Operator membayar bunga sebesar, persen per tahun atas saldo utang. Jika arus kas dan nilai wajar tetap sama seperti yang diperkirakan, arus kas operator, laporan laba rugi komprehensif dan laporan posisi keuangan operator selama masa perjanjian akan menjadi: Tabel. Arus kas (unit mata uang) Tahun 0 Jumlah Penerimaan - - 00 00 00 00 00 00 00 00 (.00) Biaya kontrak (a) (00) (00) (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0) (.0 Biaya pinjaman (b) - () () () () () () () () () () Arus masuk/keluar -00 - neto (a) Tabel. (b) Utang pada awal tahun (tabel.),% Tabel. Laporan laba rugi komprehensif (dalam rupiah) Tahun 0 Jumlah Pengasilan 00 00 00 00 00 00 00 00.0 Amortisasi - - () () () () () () () () (.) Biaya peleburan - - () () () () (0) () - - (00) Biaya kontrak lain (00) (00) (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0) Biaya pinjaman (a)(b) - - () () () () () () () () (0) Laba neto () (0) () () (a) Biaya pinjaman dikapitalisasi selama tahap konstruksi. (b) Tabel..

0 0 0 Tabel. Laporan posisi keuangan (dalam Rupiah) Akhir tahun 0 Aset Tidak berwujud 0 0 - Kas (utang ) (a) (00) () () () () (00) () () (0) Kewajiban Pelapisan - - () () () () () - - - Aset neto 0 (0) () () () 0 (a) Utang pada awal tahun ditambah arus kas neto pada tahun terkait (tabel.) CI. Contoh ini hanya berlaku untuk satu jenis dari banyak kemungkinan jenis perjanjian. Tujuan dari contoh ini adalah untuk mengilustrasikan perlakuan akuntansi untuk beberapa ciri yang umumnya ditemukan dalam praktik. Untuk membuat ilustrasi sejelas mungkin, diasumsikan bahwa periode perjanjian hanya sepuluh tahun dan penerimaan tahunan dari operator konstan selama periode tersebut. Dalam praktiknya, periode perjanjian mungkin jauh lebih panjang dan pendapatan tahunan dapat meningkat dengan berjalannya waktu. Dalam keadaan demikian, perubahan laba neto dari tahun ke tahun dapat lebih besar. Contoh : Pemberi konsesi memberikan aset keuangan dan aset tidak berwujud kepada operator Persyaratan Perjanjian CI. Persyaratan perjanjian jasa mensyaratkan operator untuk membangun jalan, menyelesaikan pembangunannya dalam waktu dua tahun, kemudian mengoperasikan dan memelihara jalan tersebut sesuai standar yang ditetapkan selama delapan tahun (yaitu tahun ke - 0). Persyaratan perjanjian juga mengharuskan operator untuk melapisi jalan ketika permukaan asli telah memburuk dibawah kondisi yang telah ditetapkan. Operator mengestimasikan akan melakukan pelapisan pada akhir tahun ke. Perjanjian akan berakhir pada akhir tahun 0. Operator mengestimasikan biaya yang terjadi untuk memenuhi kewajibannya sebagai berikut:.

0 0 0 Tabel. Biaya Perolehan Kontrak Tahun Rp Jasa konstruksi 00 00 Jasa operasional per tahun -0 0 Peleburan Jalan 00 (a) dalam contoh ini, jumlah moneter didenominasi dalam rupiah (Rp) CI. Operator mengestimasikan imbalan sehubungan dengan jasa konstruksi sebesar biaya ditambah persen. CI. Persyaratan perjanjian memperbolehkan operator untuk menagih tarif tol dari pengguna jalan. Selain itu, pemberi konsesi menjamin operator pada jumlah minimum sebesar Rp00 dan bunga sebesar, persen untuk mencerminkan waktu penerimaan kas. Operator memperkirakan bahwa jumlah kendaraan akan stabil selama masa kontrak dan operator akan menerima tarif tol sebesar Rp00 pada setiap tahun dari tahun ke sampai ke 0. CI. Untuk tujuan ilustrasi ini, diasumsikan bahwa seluruh arus kas terjadi pada akhir tahun. Pembagi Perjanjian CI. Hak kontraktual untuk menerima kas dari pemberi konsesi untuk jasa dan hak untuk membebankan pengguna terhadap layanan publik harus dianggap sebagai dua aset yang terpisah sesuai PSAK. Oleh karena itu, dalam perjanjian ini perlu untuk membagi imbalan operator menjadi dua komponen: komponen aset keuangan berdasarkan jumlah yang dijamin dan aset tidak berwujud untuk sisanya..

0 0 0 Tabel. Membagi imbalan operator Tahun Jumlah Aset keuangan Aset tidak berwujud Jasa konstruksi pada tahun (Rp00 x (+%)) 0 Jasa konstruksi pada tahun (Rp00 x (+%)) 0 Jumlah Jasa konstruksi.00 00 0 % (a) 0 Penghasilan keuangan, pada tarif khusus.% pada piutang - Kapitalisasi biaya pinjaman (bunga dibayar pada tahun pertama dan x %) (lihat tabel.) - Jumlah nilai wajar dari imbalan operasi.0 (a) Jumlah yang dijaminkan oleh pemberi konsesi sebagai proporsi dari jasa konstruksi Aset Keuangan CI. Jumlah terutang dari atau pada petunjuk pemberi konsesi dalam pertukaran jasa konstruksi yang memenuhi definisi piutang dalam PSAK (revisi 00): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. Pada saat pengakuan awal piutang diukur pada nilai wajar. Pada saat pengukuran selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi, yaitu jumlah yang diakui sebelumnya ditambah bunga kumulatif pada jumlah yang dihitung dikurangi pembayaran. CI. Pada perhitungan ini piutang diakui pada akhir tahun ke dan akan menjadi: Tabel. Pengukuran piutang Rp Jasa konstruksi tahun alokasi pada aset keuangan 0 Piutang pada akhir tahun 0 Jasa konstruksi pada tahun kedua dialokasikan pada aset keuangan 0 Bunga pada tahun ke atas piutang akhir tahun pertama (.%% x Rp0 Piutang pada akhir tahun kedua Bunga pada tahun ke atas piutang akhir tahun ke (.% x Rp.) Kas diterima pada tahun ketiga (lihat tabel.) () Piutang tahun ketiga 0.

0 0 0 Aset Tidak Berwujud CI0. Sesuai dengan PSAK (revisi 00): Aset Tidak berwujud, operator mengakui aset tidak berwujud pada biaya perolehan, yaitu pada nilai wajar imbalan yang diterima atau piutang. CI. Selama tahap konstruksi perjanjian aset operator (mewakili hak yang terakumulasi yang harus dibayar untuk menyediakan jasa konstruksi) diklasifikasikan sebagai hak untuk menerima lisensi untuk membebankan pengguna infrastruktur. Operator mengestimasikan nilai wajar dari imbalan yang diterima atau piutang sama dengan prakiraan biaya konstruksi ditambah persen. Operator juga mengasumsikan bahwa, sesuai dengan PSAK (revisi 00): Biaya Pinjaman, operator mengkapitalisasi biaya pinjaman, diperkirakan mencapai, persen, selama tahap konstruksi: Tabel. Pengukuran awal aset tidak berwujud Rp Jasa konstruksi pada tahun (Rp00 x (+%) x %) Biaya pinjaman (bunga dibayar tahun dan kedua x %) (lihat tabel.) Jasa konstruksi pada tahun (Rp00 x (+%) x %) Aset tidak berwujud pada akhir tahun kedua CI. Sesuai dengan PSAK (revisi 00): Aset Tidak Berwujud, aset tidak berwujud diamortisasi selama infrastruktur tersebut diharapkan tersedia untuk digunakan oleh operator, yaitu tahun ke sampai 0. Jumlah amortisasi aset tidak berwujud (Rp termasuk biaya pinjaman) dialokasikan menggunakan metode garis lurus. Biaya amortisasi tahunan dibebankan sebesar Rp dibagi tahun, yaitu Rp per tahun. Pendapatan dan Biaya Kontrak CI. Operator menyediakan jasa konstruksi kepada pemberi konsesi untuk ditukarkan dengan aset keuangan dan.

0 0 0 aset tidak berwujud. Dalam model aset keuangan dan model aset tidak berwujud, operator mengakui pendapatan dan biaya kontrak sesuai dengan PSAK : Akuntansi Kontrak Konstruksi, yaitu dengan mengacu pada tahap penyelesaian konstruksi. Operator mengukur pendapatan kontrak pada nilai wajar imbalan yang menjadi piutang. Jadi, dalam setiap tahun dan operator mengakui biaya konstruksi dalam laporan laba rugi sebesar Rp00 dan pendapatan konstruksi sebesar Rp (biaya ditambah persen). Pendapatan Tol CI. Para pengguna jalan membayar layanan publik pada saat yang sama ketika mereka menerima jasa tersebut, yaitu ketika mereka menggunakan jalan. Dalam persyaratan perjanjian, arus kas dialokasikan secara proporsional untuk aset keuangan dan aset tidak berwujud, sehingga operator mengalokasikan penerimaan dari pembayaran tol antara pembayaran aset keuangan dan penghasilan yang diperoleh dari aset tidak berwujud: Tabel. Alokasi penerimaan tol Tahun Rp Jaminan dari pemberi konsesi 00 Penghasilan keuangan (lihat tabel.) Jumlah Kas yang dialokasi untuk realisasi aset keuangan per tahun (Rp / tahun) Penerimaan dari aset tidak berwujud (Rp00 x tahun - Rp) Penerimaan tahunan dari aset tidak berwujud Kewajiban pelapisan CI. Kewajiban operator untuk pelapisan timbul sebagai akibat dari penggunaan jalan selama tahap operasi. Kewajiban diakui dan diukur sesuai dengan PSAK (revisi 00): Provisi, Liabilitas Kontinjensi dan Aset Kontinjensi, yaitu pada estimasi terbaik pengeluaran yang disyaratkan untuk menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan..

0 0 0 CI. Untuk tujuan ilustrasi ini, diasumsikan bahwa termin dari kewajiban kontraktual operator adalah sedemikian rupa dimana estimasi terbaik dari pengeluaran yang disyaratkan untuk menyelesaikan kewajiban pada tanggal kapanpun adalah proporsional dengan jumlah kendaraan, yang pada tanggal tersebut telah menggunakan jalan dan meningkat sebesar Rp setiap tahun. Operator mendiskonto provisi pada nilai kini sesuai dengan PSAK (revisi 00): Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi. Beban diakui pada periode masing-masing dalam laporan laba rugi adalah: Tabel. Kewajiban pelapisan (dalam rupiah) Tahun Total Kewajiban yang muncul pada tahun (Rp didiskonto sebesar %) Kenaikan provisi awal tahun karen berjalannya waktu 0 Total beban diakui dalam laba rugi 0 00 Ikhtisar Arus Kas, Laporan Laba Rugi Komprehensif dan Posisi Keuangan CI. Untuk tujuan ilustrasi ini, diasumsikan bahwa operator mendanai perjanjian sepenuhnya dengan utang dan saldo laba. Operator membayar bunga sebesar, persen per tahun atas saldo utang. Jika arus kas dan nilai wajar tetap sama seperti yang diperkirakan, arus kas operator, laporan laba rugi komprehensif dan laporan posisi keuangan operator selama masa perjanjian akan menjadi: Tabel. Arus kas (dalam rupiah) Tahun 0 Jumlah Penerimaan - - 00 00 00 00 00 00 00 00 (.00) Biaya kontrak (a) (00) (00) (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0) (.0 Biaya pinjaman (b) - () () () () () () () () () () Arus kas masuk/ (00) () (keluar) neto (a) Tabel. (b) Utang pada awal tahun (tabel.),%.

0 0 0 Tabel. Laporan laba rugi komprehensif (dalam rupiah) Tahun 0 Jumlah Jasa konstruksi - - - - - - - - 00 Jasa dari aset tak berwujud - - Penghasilan keuangan - 0 0 Amortisasi - - () () () () () () () () () Biaya pelapisan - - () () () () (0) () - - (00) Biaya konstruksi (00) (00) (000) Biaya kontrak lain (b) (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0) Biaya pinjaman - () () () () () () () () () () (tabel.) (c) Laba Neto () () () () 0 (a) Bunga atas piutang (b) Tabel. (c) Pada tahun ke, biaya pinjaman dinyatakan dalam jumlah bersih yang dikapitalisasi pada aset tidak berwujud (lihat tabel.). Tabel. Laporan posisi keuangan (dalam rupiah) Akhir tahun 0 Piutang 0 0 0 0 - Aset - Tidak berwujud Kas (utang ) (a) (00) (0 () () () (00) () () (0) Kewajiban Pelapisan - - () () () () () - - - Aset neto (a) Utang pada awal tahun ditambah arus kas neto pada tahun (tabel.) CI. Contoh ini hanya berlaku untuk satu jenis dari banyak kemungkinan jenis perjanjian. Tujuan dari contoh ini adalah untuk mengilustrasikan perlakuan akuntansi untuk beberapa ciri yang umumnya ditemukan dalam praktik. Untuk membuat ilustrasi sejelas mungkin, diasumsikan bahwa periode perjanjian hanya sepuluh tahun dan penerimaan tahunan dari operator konstan selama periode tersebut. Dalam praktiknya, periode perjanjian mungkin jauh lebih panjang dan pendapatan tahunan dapat meningkat dengan berjalannya waktu. Dalam keadaan demikian, perubahan laba neto dari tahun ke tahun dapat lebih besar..