Curriculum vitae Riwayat Pendidikan: Riwayat Pekerjaan

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II TINJAUAN PUSTAKA

CLINICAL MENTORING TATALAKSANA ANEMIA DEFISIENSI BESI DALAM PRAKTEK SEHARI-HARI

ABSTRAK. Latar belakang dan tujuan penelitian: Anemia defisiensi besi (ADB) sering bersamaan dengan anemia penyakit kronis (APK) dan keduanya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. memenuhi fungsinya untuk membawa O 2 dalam jumlah yang cukup ke

BAB I PENDAHULUAN. kurang dari angka normal sesuai dengan kelompok jenis kelamin dan umur.

BAB 1 PENDAHULUAN. Defisiensi besi merupakan gangguan nutrisi yang secara umum. terjadi di seluruh dunia dan mengenai lebih kurang 25% dari seluruh

B A B I PENDAHULUAN. pembangunan dalam segala bidang. Pertumbuhan ekonomi yang baik,

PEMERIKSAAN LABORATORIUM PADA ANEMIA. Dr. Fatma C. Wijaya, Sp.PK Bagian Patologi Klinik FK-UR/RSUD Arifin Ahmad

BAB I PENDAHULUAN. Kekurangan zat gizi dapat menyebabkan kegagalan pertumbuhan fisik, perkembangan kecerdasan, menurunnya produktifitas kerja dan

BAB I PENDAHULUAN. manusia. Kekurangan gizi akan menyebabkan gagalnya pertumbuhan,

R S. D R. H I. A B D O E L M O E L O E K B A N D A R L A M P U N G

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Anemia defisiensi besi adalah anemia yang timbul akibat

BAB I PENDAHULUAN. gangguan absorpsi. Zat gizi tersebut adalah besi, protein, vitamin B 6 yang

BAB I PENDAHULUAN. Gizi merupakan salah satu penentu kualitas sumber daya. manusia. Kekurangan gizi akan menyebabkan kegagalan pertumbuhan

Metabolisme Besi dan Pembentukan Hemoglobin

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang. Indonesia. Pertama, kurang energi dan protein yang. kondisinya biasa disebut gizi kurang atau gizi buruk.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. a. Pengertian Anemia Defisiensi Besi (ADB)

Anemia Megaloblastik. Haryson Tondy Winoto, dr.,msi.med.,sp.a Bag. Anak FK-UWK Surabaya

Dr. Indra G. Munthe, SpOG DEPARTMENT OF OBSTETRICS AND GYNECOLOGY

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 : PENDAHULUAN. SDKI tahun 2007 yaitu 228 kematian per kelahiran hidup. (1)

Ruswantriani, Pembimbing : Penny Setyawati, dr, SpPK, M. Kes

Mata Kuliah : Kep. Medikal Bedah Topik : Asuhan Keperawatan Pada Pasien dengan Gangguan Sistem Hematologi; Anemia

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TINJAUAN PUSTAKA Anemia Gizi Besi pada Ibu Hamil Pengertian Anemia Klasifikasi anemia

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

SILABUS UNIVERSITAS SEBELAS MARET FAKULTAS KEDOKTERAN

BAB I PENDAHULUAN. 1 P a g e

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Anemia merupakan salah satu masalah gizi utama di Indonesia

HUBUNGAN ASUPAN MIKRONUTRIEN DENGAN JENIS ANEMIA PADA IBU HAMIL

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bentuk variabel tertentu atau perwujudan dari nutritute dalam bentuk. variabel tertentu ( Istiany, 2013).

BAB I PENDAHULUAN. spermatozoa dan ovum kemudian dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi.

BAB I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. bervariasi berdasarkan usia, sebagian besar disebabkan oleh defisiensi besi,

BAB I PENDAHULUAN. Remaja adalah tahap umur yang datang setelah masa kanak-kanak. perilaku, kesehatan serta kepribadian remaja dalam masyarakat.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Sistem golongan darah ABO ditemukan oleh ilmuwan. Austria bernama Karl Landsteiner, menemukan tiga tipe

BAB I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Anemia mempengaruhi secara global 1,62 miliar penduduk dunia,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. daerah di Indonesia. Prevalensi yang lebih tinggi ditemukan di daerah perkebunan

MAKALAH GIZI ZAT BESI

THALASEMIA A. DEFINISI. NUCLEUS PRECISE NEWS LETTER # Oktober 2010

Indek Eritrosit (MCV, MCH, & MCHC)

BAB I PENDAHULUAN. berbagai negara, dan masih menjadi masalah kesehatan utama di. dibandingkan dengan laki-laki muda karena wanita sering mengalami

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. rusak dan terkontaminasi oleh zat-zat yang tidak berbahaya maupun yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA TEORI, KERANGKA KONSEP, DAN HIPOTESIS

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ibu hamil merupakan penentu generasi mendatang, selama periode kehamilan ibu hamil membutuhkan asupan gizi yang

3. plasebo, durasi 6 bln KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang Penelitian. Anemia defisiensi besi (ADB) masih menjadi. permasalahan kesehatan saat ini dan merupakan jenis

BAB I PENDAHULUAN. persenyawaan heme yang terkemas rapi didalam selubung suatu protein

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut W.J.S Poerwodarminto, pemahaman berasal dari kata "Paham

HUBUNGAN ASUPAN ZAT BESI DENGAN KADAR HEMOGLOBIN DAN KADAR FERRITIN PADA ANAK USIA 6 SAMPAI 24 BULAN DI PUSKESMAS KRATONAN SURAKARTA

LAPORAN PENDAHULUAN ANEMIA

BAB 1 PENDAHULUAN. Mikrositer hipokrom adalah gambaran morfologi sel darah merah

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. oksigen. Darah terdiri dari bagian cair dan padat, bagian cair yaitu berupa plasma

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

DIAGNOSIS LABORATORIK ANEMIA DEFISIENSI BESI LABORATORIC DIAGNOSIS OF IRON DEFICIENCY ANEMIA

BAB I PENDAHULUAN. Dalam rangka mencapai Indonesia Sehat dilakukan. pembangunan di bidang kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan

2. Sebagai bahan masukan kepada pihak rumah sakit sehingga dapat melakukan. 3. Sebagai bahan masukan atau sebagai sumber informasi yang berguna bagi

BAB 2 TINJAUAN KEPUSTAKAAN

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. kesehatan baik di negara maju maupun negara berkembang. Anemia juga masih

BAB I PENDAHULUAN. generasi penerus bangsa. Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. rawat inap di RSU & Holistik Sejahtera Bhakti Kota Salatiga. kanker payudara positif dan di duga kanker payudara.

BAB I PENDAHULUAN. Anemia merupakan masalah yang sering terjadi di Indonesia. Anemia

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang. Ketersediaan kantong darah di Indonesia masih. sangat kurang, idealnya 2,5% dari jumlah penduduk untuk

BAB I PENDAHULUAN. Anemia merupakan suatu kondisi konsentrasi hemoglobin kurang dari

BAB 1 PENDAHULUAN. partus lama karena inertia uteri, perdarahan post partum karena atonia. uteri, syok, infeksi (baik intrapartum atau post partum).

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. generasi sebelumnya di negara ini. Masa remaja adalah masa peralihan usia

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Kabupaten Sukoharjo yang beralamatkan di jalan Jenderal Sudirman

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Kehamilan merupakan suatu keadaan fisiologis yang diharapkan setiap pasangan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dinamakan sebagai pembuluh darah dan menjalankan fungsi transpor berbagai

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. pertumbuhan fisiknya dan perkembangan kecerdasannya juga terhambat.

BAB 1 : PENDAHULUAN. masalah kesehatan masyarakat ( Public Health Problem) adalah anemia gizi.

BAB I PENDAHULUAN. Sehubungan dengan besarnya jumlah penderita kehilangan darah akibat

PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN SISWI SMA PEDESAAN DAN PERKOTAAN DI KABUPATEN KLATEN

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang. Indonesia memiliki Angka Kematian Ibu (AKI) yang. tertinggi bila dibandingkan dengan negara-negara ASEAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. (cairan darah) dan 45% sel-sel darah.jumlah darah yang ada dalam tubuh sekitar

Kelainan darah pada Lupus eritematosus sistemik

UKDW BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Proposal

LEMBAR PENJELASAN KEPADA CALON RESPONDEN. Nama saya Ayu Irmayani, sedang menjalani pendidikan di program D-IV Bidan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

GAMBARAN INDEKS ERITROSIT PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU

BAB 1 PENDAHULUAN. Anemia hemolitik autoimun atau Auto Immune Hemolytic Anemia (AIHA)

TINJAUAN PUSTAKA. a. Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intra uterine mulai

Transkripsi:

Curriculum vitae Nama : AA G Sudewa Djelantik Tempat/tgl lahir : Karangasem/ 24 Juli 1944 Jenis Kelamin : Laki-laki Alamat : Jln Natuna 9 Denpasar Bali Istri : Dewi Indrawati Anak : AAAyu Dewindra Djelantik AA M Dewandra Djelantik Anugrah Agung G Girindrama No Telp : 0361 223136 HP: 0811393137 E-mail : sudewa@balibloodbank.org Riwayat Pendidikan: Pendidikan Sarjana: Fakultas Kedokteran UNAIR 1973 Pendidikan Pasca Sarjan CMS Bidang Patologi Klinik tahun 1970 Program Spesialisasi bidang Patologi Klinik tahun 1980 di FK Unair Program S3 FK UNAIR tahun 1992 Riwayat Pekerjaan Sebagai dosen FK Unud sampai sekarang Sebagai Kepala UTD Pembina PMI Bali

ANEMIA (defisiensi besi) SUDEWA SURAMADE Surabaya 14-16 Juli 2011

ANEMIA Suatu kelainan klinik dan laboratorium yang ditandai oleh masa eritrosit berkurang, dengan akibat kadar hemoglobin menurun Nilai normal tergantung : umur, sex, geografis, sosial ekonomi & metode pemeriksaan. orang kulit hitam kadar hemoglobin lebih rendah dari kulit putih. Nilai juga dipengaruhi oleh ketinggian

DIAGNOSIS ANEMIA Kadar hemoglobin Riwayat penyakit Pemeriksaan fisik Pemeriksaan laboratorium: Darah tepi lengkap (klasifikasi anemia menurut morfologi) SI, TIBC Evaluasi sumsum tulang Pemeriksaan laboratorium mencari etiologi (klasifikasi anemia menurut etiologi)

KLASIFIKASI ANEMIA MENURUT MORFOLOGI Anemia mikrositik hipokrom Anemia normositik normokrom Anemia makrositik Perhatikan 3S : size (ukuran) shape (bentuk) staining (warna eritrosit).

Normositik normokrom Mikrositik hipokrom Makrositik

KLASIFIKASI ANEMIA MENURUT ETIOLOGI Kehilangan darah akut menahun Aktivitas eritropoiesis berkurang gizi : kekurangan protein, asam folat, besi, vitamin B12 dan lain-lain kegagalan sumsum tulang memproduksi eritrosit : anemia plastik, anemia pada keganasan dan lain-lain Destruksi eritrosit meningkat bawaan : kelainan membran eritrosit, kelainan enzim dan hemoglobin abnormal didapat : kelainan imunologik, mekanik, infeksi, zat kimia, fisika dan lain-lain

ANEMIA MIKROSITIK HIPOKROMIK Tes laboratorium Sediaan hapus darah tepi Penilaian Anemia mikrositik hipokrom Cadangan besi Sumsum tulang Berkurang Meningkat Ring sideroblast Elektroforesa hemoglobin Abnormal Anemia defisiensi besi Hemoglobinopati anemia sideroblastik

ANEMIA DEFISIENSI BESI Masih merupakan masalah kes masyarakat krn disamping prevalesinya cukup tinggi juga dampaknya thd ibu dan bayinya. Cadangan besi dalam tubuh berkurang hemosiderin sumsum tulang ( - ) saturasi transferin feritin serum soluble transferrin receptor (stfr)

Penyebab : a. Kebutuhan meningkat seperti pada : Bayi, anak, wanita hamil & menyusui b. Intake besi kurang Diet rendah besi Absorbsi terganggu yaitu pada keadaan aklorhidria, pasca gasterektomia, malabsorbsi c. Kehilangan besi Perdarahan saluran pencernaan misalnya pada hemorrhoid, tukak lambung, keganasan, infestasi dengan cacing tambang Haid terlalu banyak Gangguan hemostasis Hemoglobinuria, hemosiderinuria

LABORATORIUM ANEMIA DEFISIENSI BESI 1. Darah tepi Anemia mikrositik hipokrom Ht < 34% Hb < 10 g/dl Ht < 27% Hb < 9 g/dl anisositosis poikilositosis sel pensil Trombositosis

2. Cadangan besi tubuh Defisiensi besi Feritin Saturasi transferin Kadar hemoglobin Morfologi eritrosit Tahap I Turun Tahap II Turun Turun Tahap IIIA Turun Turun Turun 3. Sumsum tulang Hiperseluler dengan eritropoiesis hiperaktif Hemosiderin negatif 4. Etiologi IIIB Turun Turun Turun Mikrositik analisis makanan, tumor marker, hemostasis, tinja, hemoglobin, hemosiderinuria

Pd anemia def besi simpulan Pemeriksaan yg bisa dilakukan pd fase dini adalah dg memeriksa free protoporphyrin, Zink porphyrin Meningkatnya solubel transferin reseptor Baru muncul gejala anemia Laboratorium Gejala klinis Pengobatan selalu berkait dengan penyakit yg mendasari

Anemia pada penyakit kronis Walau besi serum menurun Transferin plasma menurun Feritin serum akan meningkat Hal ini disebabkan adanya cytokin defence Pengobatan hanya ditujukan pd penyakit penyebab