KONFLIK CHILE-ARGENTINA PADA KASUS BEAGLE CHANNEL

dokumen-dokumen yang mirip
sebagai seratus persen aman, tetapi dalam beberapa dekade ini Asia Tenggara merupakan salah satu kawasan yang cenderung bebas perang.

JURUSAN SOSIAL YOGYAKARTA

2 Mengingat : 1. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Neg

LAMPIRAN PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG KEBIJAKAN UMUM PERTAHANAN NEGARA PENDAHULUAN

MI STRATEGI

6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan Rancangbangun hukum pulau-pulau perbatasan merupakan bagian penting dari ketahanan negara.

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan tersebut tidak bertentangan dengan hukum internasional 4. Kedaulatan

BAB I PENDAHULUAN. Asia Tenggara merupakan suatu kawasan di Asia yang memiliki sekitar

91 menganut prinsip penyeleasaian sengketa dilakukan dengan jalan damai maka ASEAN berusaha untuk tidak menggunakan langkah yang represif atau dengan

HUKUM INTERNASIONAL PENYELESAIAN SENGKETA INTERNASIONAL PERTEMUAN XXVII, XXVIII & XXIX. By Malahayati, SH, LLM

MUHAMMAD NAFIS PENGANTAR ILMU TEKNOLOGI MARITIM

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG KEBIJAKAN UMUM PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB 5 KESIMPULAN. Kebijakan nuklir..., Tide Aji Pratama, FISIP UI., 2008.

2 dunia. Kerjasama yang terjalin diantara negara-negara menjadikan status antar negara adalah partner bukan musuh sehingga keinginan untuk saling bers

I. PENDAHULUAN. Reformasi yang terjadi di Indonesia menyebabkan terjadinya pergeseran

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

KERJA SAMA KEAMANAN MARITIM INDONESIA-AUSTRALIA: TANTANGAN DAN UPAYA PENGUATANNYA DALAM MENGHADAPI KEJAHATAN LINTAS NEGARA DI PERAIRAN PERBATASAN

memperoleh status, kehormatan, dan kekuatan dalam menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, serta pengaruhnya di arena global.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. Sengketa Batas Wilayah Indonesia-Malaysia di Perairan Ambalat, maka dapat

mengakibatkan potensi ancaman dan esklasi konflik. Eskalasi konflik di kawasan mulai terlihat dari persaingan anggaran belanja militer Cina, Korea

KEBIJAKAN UMUM PERTAHANAN NEGARA

BAB I PENDAHULUAN. internasional, negara harus memiliki syarat-syarat yang harus dipenuhi yaitu,

BAB V KESIMPULAN. baru dengan adanya terobosan Kebijakan Pembangunan Pangkalan Militer

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Profil Lulusan, Capaian Belajar, dan Bahan Kajian

KONFLIK LAUT TIONGKOK SELATAN [DEWI TRIWAHYUNI]

untuk memastikan agar liberalisasi tetap menjamin kesejahteraan sektor swasta. Hasil dari interaksi tersebut adalah rekomendasi sektor swasta yang

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG KEBIJAKAN UMUM PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB V KESIMPULAN. ini terjadi dan meningkatnya kebutuhan suatu negara akibat berkembangnya

KONFLIK & MANAJEMEN KONFLIK DI ASIA TENGGARA PASKA PERANG DINGIN DALAM PERSPEKTIF KEAMANAN TRADISIONAL DEWI TRIWAHYUNI

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG KEBIJAKAN UMUM PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

No b. pemanfaatan bumi, air, dan udara serta kekayaan alam yang terkandung di dalamnya untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat; c. desentralis

BAB I PENDAHULUAN. kita. Konflik tersebut terjadi karena interaksi antar kedua negara atau lebih

KONVENSI PERSERIKATAN BANGSA BANGSA TENTANG HUKUM LAUT BAB VII LAUT LEPAS BAB IX LAUT TERTUTUP ATAU SETENGAH TERTUTUP.

BAB IV PENUTUP. Strategi keamanan..., Fitria Purnihastuti, FISIP UI, 2008

BAB IV KESIMPULAN. Perkembangan pada konstalasi politik internasional pasca-perang Dingin

BAB VI. 6.1 Kesimpulan Strategi Suriah dalam menghadapi konflik dengan Israel pada masa Hafiz al-

turut melekat bagi negara-negara di Eropa Timur. Uni Eropa, AS, dan NATO menanamkan pengaruhnya melalui ide-ide demokrasi yang terkait dengan ekonomi,

BAB I PENDAHULUAN. dan dalam lingkungan wilayah yang dibatasi oleh garis-garis perbatasan

OEPARTEMEN PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA BUKU PUTIH PERTAHANAN INDONESIA

BAB 4 KESIMPULAN. 97 Universitas Indonesia. Dampak pengembangan..., Alfina Farmaritia Wicahyani, FISIP UI, 2010.

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PUSAT KAJIAN ADMINISTRASI INTERNASIONAL LAN (2006) 1

MENEGAKKAN KEDAULATAN INDONESIA SEBAGAI NEGARA KEPULAUAN MENUJU NEGARA MARITIM YANG BERMARTABAT (KOMISI KEAMANAN) (Forum Rektor Indonesia 2015)

BAB I PENDAHULUAN. tersebut memiliki nilai tawar kekuatan untuk menentukan suatu pemerintahan

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

MEMORANDUM ANTARA KEMENTERIAN PERTAHANAN JEPANG DAN KEMENTERIAN PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG KERJA SAMA DAN PERTUKARAN DI BIDANG PERTAHANAN

BAB V KESIMPULAN. penangkapan bertanggung jawab. Illegal Fishing termasuk kegiatan malpraktek

Pidato Presiden RI mengenai Dinamika Hubungan Indonesia - Malaysia, 1 September 2010 Rabu, 01 September 2010

Pada periode keempat ini Joint Parliamentary Commission berubah menjadi Mercosur Parliament yang secara resmi meminta delegasi dari tiap parlemen di n

bilateral, multilateral maupun regional dan peningkatan henemoni Amerika Serikat di dunia. Pada masa perang dingin, kebijakan luar negeri Amerika

Telah menyetujui sebagai berikut: Pasal 1. Untuk tujuan Konvensi ini:

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2008 TENTANG WILAYAH NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2008 TENTANG WILAYAH NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RENCANA KERJA BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN TAHUN 2011

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2008 TENTANG WILAYAH NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

I PENDAHULUAN. Hukum Internasional mengatur tentang syarat-syarat negara sebagai pribadi

BAB 5 KESIMPULAN. Universitas Indonesia

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2008 TENTANG WILAYAH NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Pada pokoknya Hukum Internasional menghendaki agar sengketa-sengketa antar negara dapat diselesaikan secara damai he Hague Peace

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

DAFTAR PUSTAKA. Abdulgani, H. Roeslan, Ganyang Setiap Bentuk Neo-Kolonialisme yang Mengepung Republik Indonesia, dalam Indonesia, 1964-B

yang korup dan lemah. Berakhirnya masa pemerintahan Dinasti Qing menandai masuknya Cina ke dalam era baru dengan bentuk pemerintahan republik yang

BAB 5 PENUTUP. 5.1 Kesimpulan

Ketika Capres bicara Kedaulatan, Batas Maritim dan Laut China Selatan. I Made Andi Arsana, Ph.D.

BAB I PENDAHULUAN. konteks hubungan internasional guna mengatasi berbagai masalah dengan

H. BUDI MULYANA, S.IP., M.SI

RESUME SKRIPSI. Dalam pergaulan internasional setiap negara tidak. bisa melepaskan diri dari hubungan atau kerjasama antar

BAB I PENDAHULUAN. India dan Pakistan merupakan dua negara yang terletak di antara Asia

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 1996 TENTANG PERAIRAN INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG KEBIJAKAN UMUM PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UPAYA TIMOR LESTE DALAMMENYELESAIKAN BATAS WILAYAH LAUT DENGAN AUSTRALIA RESUME SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. bahasa, kepulauan tidak hanya berarti sekumpulan pulau, tetapi juga lautan yang

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2008 TENTANG WILAYAH NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang

Westget Mall diperkirakan merupakan supermarket milik Israel yang sering dikunjungi orang-orang asing.

STATUS KEPULAUAN DOKDO DALAM PERSPEKTIF HUKUM INTERNASIONAL (STUDI TERHADAP KASUS SENGKETA KEPULAUAN DOKDO ANTARA KOREA SELATAN-JEPANG) SKRIPSI

Sayidiman Suryohadiprojo. Jakarta, 24 Juni 2009

BAB I PENDAHULUAN. transportasi dan komunikasi yang sangat diandalkan dalam mewujudkan

KEWARGANEGARAAN KETAHANAN NASIONAL. Modul ke: Fakultas FEB. Syahlan A. Sume. Program Studi MANAJEMEN.

BAB I PENDAHULUAN. untuk menjaga keamanan nasional sekaligus memenuhi kepentingan nasional.

Atika Puspita Marzaman. Recep Tayyib Erdogan:

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PERANAN PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA (PBB) DALAM UPAYA PENYELESAIAN KONFLIK ISRAEL-PALESTINA TAHUN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 62 TAHUN 2010 TENTANG PEMANFAATAN PULAU-PULAU KECIL TERLUAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB V PENUTUP. Universitas Indonesia. Diplomasi energi..., Muhammad Ali Busthomi, FISIP UI, 2010.

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kajian Hubungan-Internasional, hubungan bilateral maupun

PERBANDINGAN KEBIJAKAN LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT TERHADAP NEGARA- NEGARA ISLAM PADA MASA PEMERINTAHAN GEORGE WALKER BUSH DAN BARACK OBAMA RESUME

DAFTAR ISI. I.6.1 Kelemahan Organisasi Internasional secara Internal I.6.2 Kelemahan Organisasi Internasional dari Pengaruh Aktor Eksternal...

I. UMUM. 1. Latar Belakang Pengesahan

BAB IV UNCLOS SEBAGAI LANDASAN HUKUM INTERNASIONAL DALAM PENYELESAIAN SENGKETA WILAYAH

BAB I PENDAHULUAN. integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan. dalam mewujudkan tujuan perjuangan nasional.

peradaban Bangsa Timur yang berkembang dengan pesat. Tiongkok. Ketiga Negara ini sangat berperan penting pada pertumbuhan ekonomi

Kewarganegaraan. Pengembangan dan Pemeliharaan sikap dan nilai-nilai kewarganegaraan. Uly Amrina ST, MM. Kode : Semester 1 2 SKS.

Transkripsi:

RESUME SKRIPSI LATAR BELAKANG KONFLIK CHILE-ARGENTINA PADA KASUS BEAGLE CHANNEL Disusun oleh: DAHLIA NUR FARIDA NIM. 151040188 JURUSAN ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL 'VETERAN' YOGYAKARTA 2011 1

BAB I PENDAHULUAN Di Republik Argentina dan Republik Chile, ada sebagian wilayah yang merupakan kawasan yang masingmasing diklaim masuk dalam wilayah teritorialnya, tepatnya di kepualauan Picton, Lennox dan Nueva. Kepulauan ini menempati jalur posisi yang strategis dan memiliki sumber daya alam barang tambang, minyak serta hasil laut yang dapat mendukung keberhasilan perekonomian kedua negara. Kendatipun wilayah kepulauan ini memiliki nilai yang strategis dan potensial untuk dikembangkan. Namun, hal ini justru menimbulkan permasalahan yang kompleks bagi kedua negara. Permasalahan yang timbul, disebabkan tidak ada kejelasan perbatasan wilayah sesuai yang diberlakukan oleh kedua negara. Penetapan perbatasan negara merupakan sebuah kawasan yang sangat penting karena secara fakta merupakan pertemuan antara dua negara. Pada dasarnya perbatasan negara memegang peranan penting dalam penentuan batas atau wilayah, kedaulatan, pemanfaatan sumber daya alam, serta menjaga keamanan dan keutuhan wilayah sebuah negara. Untuk menjaga arti pentingnya kawasan perbatasan negara maka dijalin hubungan bilateral antar kedua negara. Antara Argentina-Chile, ada sebagian wilayah yang merupakan kawasan yang diklaim berbatasan langsung dengan kedua negara tersebut, tepatnya di tiga kepulauan Picton, Lennox dan Nueva. Daerah kepulauan ini sangat strategis dan terkenal dengan sumber daya alam tambang, minyak dan hasil laut yang mendukung 2

keberhasilan pembangunan perekonomian antara kedua negara yakni Argentina-Chile. Oleh karena wilayah kepulauan ini memiliki nilai yang strategis dan potensial untuk dikembangkan. dan tentunya hal ini rawan sekali terhadap konflik, karena tidak ada ketentuan yang jelas mengatur wilayah kepulauan tersebut. Permasalahan yang timbul, karena tidak terpantaunya salah satu negara dalam mengelola sumber daya alamnya, sehingga menyebabkan negara yang lain merasa dirugikan. Republik Argentina dan Republik Chile, mengalami konflik dalam perebutan daerah Picton, Lennox dan Nueva atau yang dikenal dengan kasus Beagle Channel kembali menarik perhatian dunia internasional terkait Argentina melakukan kegiatan pengeboran minyak di kepulauan tersebut. Konflik dari tiga pulau dalam jalur besar ini sudah menjadi pertengkaran kedua negara tersebut sejak tahun 1977-1985. Permasalahannya adalah sebidang perpanjangan wilayah laut (30.000 m2) yang penuh dengan sumber daya alamnya yakni perikanan dan barang tambang khususnya minyak). Di mana pada awalnya konflik ini dimenangkan oleh Chile pada forum Internatioan Court Of Justice (ICJ). Namun, 20 tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2005, kasus Beagle Channel kembali memanas terkait kegiatan Argentina melakukan pengeboran minyak di wilayah tersebut. Melihat tindakan Argentina ini, jelasnya ia masih mempersoalkan bahwa wilayah kepulauan tersebut masih mencakup wilayahnya. Berdasarkan alasan pemilihan judul dan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah yang dapat diambil adalah Faktor-faktor apa saja yang 3

melatarbelakangi terjadinya konflik Chile-Argentina pada Kasus Beagle Channel? Untuk menganalisa bagaimana latar belakang konflik dan penyelesaian konflik Argentina-Chili, maka penulis menggunakan teori konflik dan pengambilan keputusan. Sebagai hipotesa sementara penelitian adalah bahwa faktor yang melatarbelakangi terjadinya konflik Argentina-Chile adalah dilatarbelakangi adanya kepentingan politik domestik suatu negara, terutama Argentina, kepentingan ekonomi dan militer, serta perebutan wilayah teritorial, sumber daya alam, dan khususnya barang tambang dan minyak serta hasil laut. Penelitian ini merupakan library research (tinjauan pustaka). Sumber data diambil dari buku, jurnal, koran-koran serta tulisan-tulisan yang relevan dengan masalah-masalah yang akan dibahas Teknik analisis data adalah deskriptif eksplanasi yaitu menjelaskan fakta berdasarkan data-data yang ada secara obyektif dan menjelaskan variabel-variabel yang dibangun dari data tersebut sehingga diperoleh hubungan satu sama lainnya untuk dibuat interpretasi dan eksplanasi sedemikian rupa untuk sampai pada suatu kesimpulan. untuk mengetahui faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya konflik Argentina-Chile dalam kasus Beagle Channel. Jangkauan penelitian yang menjadi titik perhatian penulis adalah dimulai dari tahun 2005-2007. Skripsi ini terdiri dari 5 bab yang berkesinambungan dalam setiap bab dan diperjelas oleh sub-sub bab, sehingga pada akhirnya akan membentuk karya ilmiah yang sistematis 4

BAB III ARGENTINA-CHILE DAN BEAGLE CHANNEL Republik Argentina adalah sebuah negara Amerika Latin yang terletak di bagian selatan benua Amerika Selatan, posisinya berada di antara Pegunungan Andes di Barat dan Samudra Atlantik di Selatan. Lokasi ini membuat Argentina dikenal sebagai 'negara paling selatan di selatan,sedangkan Chile adalah negara yang berada di bagian Barat Uruguay dan Samudera Atlantik di bagian Timur-nya dengan ibukota Santiago dengan sistem pemerintahan Republik Multi Partai. Konflik Beagle Channel sebenarnya bahaya laten yang sudah pernah terjadi di tahun 1977-1985. Konflik ini melibatkan dua negara; Argentina dan Chile. Konflik ini mulai muncul kembali pada tahun 2005. Keduanya terlibat klaim tumpang tindih atas wilayah maritim di selat Beagle atau kepualauan Picton, Lennox dan Nueva. Dasar klaim kedua negara berbeda-beda, ketika Argentina mulai mengklaim bahwa Picton, Lennox dan Nueva dan pulaupulau di Selat Beagle adalah sah miliknya, meskipun ini bertentangan langsung dari perjanjian 1881, sebagai Arbitrase Saluran Beagle, dan awal Beagle Kartografi Saluran sejak 1881 menyatakan bahwa kedua negara diserahkan kontroversi kepada arbitrasi mengikat oleh pengadilan internasional BAB III FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KONFLIK ARGENTINA-CHILE Ada dua penyebab pokok dalam konflik beagle channel,yaitu: 1. Kepetingan Politik Domestik 5

Kembali kepada permasalahan bahwa satu kenyataan bahwa lingkungan di sekitar Argentina adalah negaranegara yang jauh lebih maju. Atas dasar itulah, Argentina akan selalu dibayangi kemungkinan dirinya terkena serbuan langsung, atau hanya terkena efek kekalutan negara-negara di sekitarnya. Oleh sebab itu, Argentina tetap perlu mengembangkan sistem pertahanan untuk menjamin survival-nya. Dengan perkembangan jaman, keamanan global semakin ditingkatkan oleh negara-negara di dunia karena semakin tinggi pula tingkat ancaman, termasuk negara besar seperti Argentina. Dalam rangka menjaga keamanan nasionalnya, perdamaian regional dan pencegahan serta menangkal ancaman eksternal, maka dibentuk kebijakan pertahanan melalui konsep Total Defense Argentina. Total defense Argentina merupakan serangkaian sistem strategi pertahanan yang menyeluruh dan saling terkait satu sama lain, menyatukan semua lapisan dalam pemerintahan, organisasi sektor swasta serta semua masyarakat Argentina, memberitahukan konsep pertahanan dan mengarahkan segala kemampuan yang ada untuk melindungi dan mempertahankan kedaulatan negaranya dari berbagai ancaman, baik di tingkat nasional maupun global. Misal seperti terorisme global dan konflik mengenai batas teritorial dengan negara tetangga. 2.Kepentingan Militer Dalam keadaan khusus, kebutuhan Argentina atas wilayah teritorial dapat menjadi motivasi untuk melakukan konflik terhadap Chile. Dalam keadaan di mana militer menghadapi konflik berganda di beberapa lokasi, dengan kemampuan militer yang terus menyusut. Pengaruh 6

kemakmuran Argentina sangat dirasakan di kepulauan Chile. Dalam keadaan lain, dengan pertumbuhan ekonomi yang baik dan kebijakan yang tepat, pusat-pusat ekonomi baru Chile akan tumbuh dan menjadi pesaing yang mematikan bagi Argentina. Kedua keadaan ekstrim tersebut dapat memberikan motivasi konflik. BAB IV PENYELESAIAN KONFLIK ARGENTINA-CHILE Bahwa Republik Argentina dan Republik Chile, mengalami konflik dalam perebutan daerah Picton, Lennox dan Nueva atau yang dikenal dengan kasus Beagle Channel berawal dari faktor sumber daya alam, ekonomi, politik domestik dan kekuatan militer yang pernah terjadi antara tahun 1977-1885. Permasalahannya adalah sebidang perpanjangan wilayah laut (30.000 m 2 ) yang penuh dengan sumber daya alamnya yakni perikanan dan barang tambang khususnya minyak). Namun, pada tahun 2005, kasus Beagle Channel kembali memanas terkait kegiatan Argentina melakukan pengeboran minyak di wilayah tersebut, karena Argentina masih mempersoalkannya dan kemudian pada bulan Juli 2005 dilakukan perundingan yang isinya mengeluarkan sanggahan pada wilayah geografis masingmasing Negara. Perundingan kedua Negara ini selesai pada tanggal 25 Januari 2007 dengan melalui beberapa tahap, yang hasilnya Argentina mengumumkan hadiah utama kepada Chile yaitu Fundamentallynull. Penyelesaian konflik antara Argentina dan Chile Peranan Paus dalam menyelesaikan konflik Argentina- Chile dalam kasus Beagle Channel ini pertamatama menekankan pada pentingnya untuk konsultasi (negosiasi) antara Argentina-Chile, yang kemudian 7

disusul dengan perundinga di dewan pengadilan internasional ICJ. Di mana keputusannya bahwa daratan untuk negara Chili dan lautan untuk Argentina. BAB IV: KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan pada bab-bab di atas, maka dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya konflik Chile-Argentina pada Kasus Beagle Channel adalah adanya kepentingan politik dalam negeri Argentina untuk memasukkan wilayah Beagle Channel masuk dalam wilayah yuridiksinya, adanya kepentingan ekonomi dan militer, karena Beagle Channel merupakan jalur strategis dalam perdagangan dan pertahanan militer. Faktor politik domestik dan militer yang sudah menjadi dinamika politik Amerika Latin ditandai dengan kentalnya peranan militer, bertahuntahun pentas politik di Amerika Latin di dominasi oleh tampilnya militer, baik dengan jalan konstitusional maupun dengan jalan kudeta militer. Di samping itu adanya kepentingan dalam perebutan wilayah Beagle Channel, wilayah yang sangat strategis dengan sumber daya alam, dan hasil laut. Penyelesaian alur konflik yang terjadi antara Chile dan Argentina dalam perebutan 3 (tiga)jalur besar, Picton, Lenox, Neuva, dan Sumber Daya Alam, di mana persoalan dibawa ke ICJ untuk dilakukan perundingan secara mediasi. Cara ini tidak menemukan jalur kesepakatan, sehingga ketegangan meningkat dengan pengiriman kapalkapal perang dan persiapan perang dari kedua negara. Di mana aktor negara mengirim pesan dan diplomat untuk berunding melalui Paus, Media kompromi Vatikan menyetujui perjanjian dan penyelesaian dilakukan dengan 8

pemberian pulau untuk Chile, tetapi lautan untuk Argentina, sehingga Argentina bebas mengeksploitasi hasil laut yang ada. 9