BAB LANDASAN TEORI. Pengetian Pestasi Belaja Pestasi belaja meupakan kegiatan mental yang tidak dapat disaksikan dai lua dii seseoang mahasiswa yang sedang belaja, pestasi belaja tidak dapat diketahui secaa langsung hanya mengamati mahasiswa.bahkan hasil belaja mahasiswa tidak dapat langsung kelihatan tanpa siswa melakukan sesuatu yang menampakkan kemampuan yang dipeoleh melalui belaja.jelasnya pestasi belaja dipeoleh dai penilaian yang dilakukan tehadap ancangan pengajaan yang telah dibuat sebelumnya. Secaa opeasional penilaian akan menunjukkan tinggi endahnya pestasi belaja mahasiswa. Pestasi meupakan hasil yang dicapai seseoang ketika mengejakan tugas atau kegiatan tetentu. Pestasi belaja mahasiswa dapat diumuskan bahwa:. Petasi belaja mahasiswa adalah hasil belaja yang dicapai mahasiswa ketika mengikuti kegiatan pembelajaan dikampus.. Pestasi belaja tesebut teutama dinilai aspek kognitifnya kaena besangkutan dengan kemampuan mahasiswa dalam pengetahuan atau ingatan, pemahan, aplikasi, analisis, sintesa, dan evaluasi.. Pestasi belaja mahasiswa dibuktikan dan ditunjukkan melalui nilai atau angka hasil evaluasi yang dilakukan oleh dosen tehadap tugas mahasiswa dan ulangan-ulangan atau ujian yang ditempuhnya.
Dai penyataan di atas dapat dikatakan bahwa pestasi belaja mahasiswa meupakan hasil dai suatu kegiatan yang telah dikejakan, diciptakan, baik secaa individual maupun kelompok.peubahan yang tecapai dalam kegiatan belaja meupakan hasil belaja.hasil belaja mahasiswa yang dikenal dengan pestasi belaja yang dapat diketahui setelah evaluasi belaja. Jadi, pestasi belaja mahasiswa tefokus pada indeks pestasi yang dicapai mahasiswa dalam poses pembelajaan di sekolah... Pengetian Minat Belaja Istilah minat bukan hal lain yang seing kita denga. Minat itu seing diatikan sebagai keinginan untuk melakukan sesuatu. Belaja tidak akan penah tecapai bila tidak didasai dengan minat dai dalam dii seseoang, kaena minat meupakan fakto utama dai segala aktivitas dalam penciptaan belaja. Meskipun fakto-fakto lain sepeti motivasi, pehatian oang tua, kondisi ekonomi yang memadai, dan sebagainya yang mendukung seseoang untuk belaja, namun bila tidak didasai minat dai dalam dii sendii maka belaja tidak akan penah tejadi. Apabila minat sudah muncul, maka usaha untuk mempelajai sesuatu akan besa pula. Jadi minat sangat eat hubungannya dengan belaja, belaja tanpa minat akan teasa menjemukan, dalam kenyataannya tidak semua minat belaja mahasiswa didoong oleh fakto minatnya sendii, ada yang mengembangkan minatnya tehadap matei pelajaan dikaenakan pengauh dai dosen, temannya, oang tuanya. Oleh sebab itu, sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab kampus untuk menyediakan situasi dan kondisi yang bisa meangsang minat mahasiswa tehadap belaja... Pengetian Metode Belaja Metode belaja adalah suatu keseluuhan poses belaja yang menitikbeatkan keaktifan mahasiswa secaa keatif dan teencana untuk mencapai tujuan dan sasaan tetentu. Dai definisi tesebut, dapat dilihat bahwa dalam metode belaja tekandung komponen-komponen tujuan belaja, matei yang dipelajai, kegiatan-kegiatan belaja,
unsu-unsu penunjang, siapa, kapan, dan dimana belaja dilaksanakan seta penilaian belaja. Tiap stategi belaja secaa bejenjang memilki aspek-aspek konseptual teoitis, desain peencanaan, media bantu, teknik dan taktik belaja seta latihanlatihan yang elevan yang dipelukan. Stategi belaja maupun metode belaja sangat dipelukan untuk menciptakan poses belaja mahasiswa yang efektif dan juga bagaimana dosen mengaja secaa efektif..4. Pengetian Metode Mengaja Peningkatan kualitas mahasiswa meupakan upaya panjang yang menuntut ketekunan dan kesadaan semua pihak. Kampus meupakan salah satu wadah yang dibentuk dalam peningkatan kualiatas mahasiswa tesebut, dimana dosen meupakan pelaku utama dalam pelaksanaan poses belaja mengaja, untuk itu seoang dosen dituntut untuk memiliki kemampuan dalam mengaja aga poses belaja mengaja dapat bejalan efektif dan efisien. Pada umumnya kegagalan mahasiswa mencena matei yang dibeikan dosen disebabkan oleh ketidaksesuaian metode mengaja dosen dengan metode belaja mahasiswa. Sebaliknya, apabila metode mengaja dosen sesuai dengan metode belaja mahasiswa, maka akan teasa sangat mudah dan menyenangkan. Metode mengaja dosen adalah sepeangkat kemampuan/kecakapan dosen dalam melatih/membimbing aktivitas dan pengalaman seseoang seta membantunya bekembang dan menyesuaikan dii kepada lingkungan.pembelajaan yang behasil hauslah dalam suasana yang menyenangkan dan menggembiakan. Jika metode mengaja sama saja digunakan selama satu semeste, tentu akan membosankan mahasiswa. Namun biasanya dosen kuang mempedulikan asa bosan muid tesebut. Hal inilah yang hendak diatasi dengan jalan mengadakan vaiasi-vaiasi.oleh kaena itu, dipelukan adanya metode mengaja aga mahasiswa telibat aktif dalam poses pembelajaan.
.5 Pengetian Motivasi Belaja Motivasi adalah peubahan enegi dalam dii seseoang yang ditandai dengan timbulnya peasaan dan eaksi untuk mencapai tujuan.motivasi memiliki dua komponen yaitu komponen dalam dan komponen lua, komponen dalam ialah kebutuhan yang ingin dipuaskan sedangkan komponen lua ialah tujuan yang hendak dicapai.motivasi sangat dipelukan di dalam belaja. Hasil belaja akan menjadi optimal, kalau ada motivasi. Makin tepat motivasi yang dibeikan, akan makin behasil pula pelajaan itu. Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intensitas usaha belaja bagi paa mahasiswa. Mahasiswa haus mempunyai motivasi dalam kuliah sebab motivasi betujuan :. Mendoong manusia untuk bebuat, jadi sebagai penggeak atau moto yang melepaskan enegi. Motivasi dalam hal ini meupakan moto penggeak dai setiap kegiatan yang akan dikejakan.. Menentukan aah pebuatan, yakni ke aah tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian motivasi dapat membeikan aah dan kegiatan yang haus dikejakan sesuai dengan umusan tujuan.. Menyeleksi pebuatan, yakni menentukan pebuatan-pebuatan apa yang haus dikejakan yang seasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan pebuatanpebuatan yang tidak bemanfaat bagi tujuan tesebut..6. Analisis Jalu (Path Analysis) Analisis Jalu atau yang lebih dikenal luas sebagai Path Analysis meupakan suatu metode pendekomposisian koelasi kedalam bagian-bagian yang bebeda untuk mengintepetasikan suatu pengauh (effect).al Rasyid dalam sitepu mengatakan bahwa dalam penelitian sosisal tidak semata-mata hanya menggungkapkan hubungan vaiabel sebagai tejemahan statistik dai hubungan antaa vaiabel alami, tetapi tefokus pada upaya untuk mengungkapkan hubungan kausal anta vaiabel.
.6. Uji Validitas dan Reliabelitas Uji validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat penguku itu menguku apa yang ingin diuku. Sedangkan uji eliabelitas adalah suatu nilai yang menunjukkan konsistensi suatu alat penguku didalam menguku gejala yang sama. Uji validitas dapat dicai dengan menggunakan umus : = ( n( n( ) ( ) ( )( ) ( n( ) ) ( ) ) Σ Σ Σ Σ Σ n = koefisien koelasi vaiabel dan vaiabel = jumlah sko item petanyaan = jumlah sko item petanyaan = jumlah pekalian item petanyaan vaiabel dan vaiabel = jumlah kuadat item petanyaan = jumlah kuadat item petanyaan = jumlah esponden Uji eliabelitas dapat dicai dengan menggunakan umus : = k σ b )( k σ ( t ) k = eliabelitas instumen = jumlah item petanyaan σ t = vaian total σ b = Jumlah vaian item petanyaan
.6. Menghitung Koelasi Anta Vaiabel Bebas dengan Vaiabel Teikat Koelasi Peason Poduct Moment (PPM) dihunakan untuk mengetahui deajat hubungan antaa vaiabel bebas dengan vaiabel teikat. Digunakan umus PPM sebagai beikut : = ( n( n( ) ( ) ( )( ) ( n( ) ) ( ) ).6. Menghitung Koefisien Jalu Untuk menentukan koefisien jalu dapat dihitung dengan menggunakan pehitungan matiks sebagai beikut : = adj[ ] = ρ ρ ρ = ρ, ρ, ρ = Koefisien Jalu,, = Koefisien Koelasi Antaa Vaiabel Bebas dengan Vaiabel Teikat
.6.4 Menghitung Koefisien Deteminasi [ ] = R ρ ρ ρ R = koefisien deteminasi ρ = koefisien jalu = koelasi anta vaiabel bebas dengan vaiabel teikat.6.5 Menguji Koefisien Jalu Secaa Simultan ) ( ) ( R k R k n F = Keteangan : n = jumlah sampel k = jumlah vaiable eksogen R = koefisien deteminasi Jika F hitung F tabel, maka tolak H 0 atinya signifikan, dan F hitung < F tabel, maka teima H 0 atinya tidak signifikan dengan taaf signifikan (α) = 0,05.
.6.6 Mengitung Koefisiien Jalu Galat Koefisien jalu galat digunakan untuk melihat sebeapa besa pengauh vaiabel lainnya dilua vaiabel penelitian. Dapat digunakan umus sebagai beikut : p y e = p y e = koefisien jalu galat = koefisien deteminasi