PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PENGUASAAN SARANA TUMBUH GULMA PADA LAHAN JAGUNG DENGAN PERLAKUAN JARAK TANAM

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

DAFTAR TABEL. 1. Deskripsi jagung manis Varietas Bonanza... 11

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. menunjukkan bahwa penggunaan jenis mulsa dan jarak

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

PENGARUH JENIS DAN TINGKAT KERAPATAN GULMA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI (Glycine max [L]. Merr)

I. PENDAHULUAN. Jagung (Zea mays L.) adalah tanaman pangan yang penting di dunia, selain padi

Pengaruh Beberapa Jarak Tanam terhadap Produktivitas Jagung Bima 20 di Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat

PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA GENOTIP DAN VARIETAS JAGUNG DENGAN METODE PENGENDALIAN GULMA YANG BERBEDA SKRIPSI. Oleh:

PENGARUH KETEBALAN MEDIA PASIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KUALITAS AKSESI RUMPUT BERMUDA (Cynodon dactylon L.)

EVALUASI KERAGAAN FENOTIPE TANAMAN SELEDRI DAUN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

LEMBAR PENGESAHAN. a. Nama Lengkap : Heni Habibah NIM. H

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA. MANAJEMEN PRODUKSI BAYAM (Amaranthus sp.) SECARA OPTIMUM DAN KONTINU

STUDI KOMPETISI ANTARA GULMA Echinochloa crus-galli DAN TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) DENGAN PENDEKATAN REPLACEMENT SERIES

HALAMAN PENGESAHAN. a. Nama Lengkap : Mudho Saksono NIM. F

HASIL DAN PEMBAHASAN. Percobaan 1 : Pengaruh Pertumbuhan Asal Bahan Tanaman terhadap Pembibitan Jarak Pagar

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM STRATEGI PEMULIHAN KERUSAKAN VEGETASI MANGROVE DI KAWASAN SUAKA MARGASATWA PULAU RAMBUT

LAPORAN AKHIR PKM-P. Diusulkan oleh : Mochamad Suwarno Rifka Ernawan Ikhtiyanto Abrar Abdul Jabbar Yanti Jayanti Afdholiatus Syafaah

LEMBAR PENGESAHAN. a. Nama Lengkap : Rianah Sary NIM. H

RESPON UBIJALAR (Ipomoea batatas (L.) Lam.) VARIETAS SHIROYUTAKA TERHADAP PEMUPUKAN FOSFOR DAN PEMANGKASAN DI BAWAH NAUNGAN KELAPA SAWIT PRODUKTIF

BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Alat dan Bahan Metode Penelitian

Pertumbuhan dan Hasil Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) berdasarkan Waktu Penyiangan dan Jarak Tanam yang Berbeda ABSTRAK

I. PENDAHULUAN. dunia. Jagung menjadi salah satu bahan pangan dunia yang terpenting karena

PENGARUH DOSIS DAN WAKTU APLIKASI PUPUK UREA DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG (Zea mays, L.) PIONEER 27

TINJAUAN PUSTAKA. Botani Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt L.) Sekelompok akar sekunder berkembang pada buku-buku pangkal batang dan

PENGENDALIAN GULMA KELAPA SAWIT. (Elaeis guineensis Jacq.) DI KEBUN BUKIT PINANG, PT BINA SAINS CEMERLANG, MINAMAS PLANTATION,

BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Bahan dan Alat Metode Penelitian

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JEMBER FAKULTAS PERTANIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Seorang ahli botani bernama Linnaeus adalah orang yang memberi nama latin Zea mays

INDUKSI KERAGAMAN GENETIK TANAMAN ANTHURIUM WAVE OF LOVE (Anthurium plowmanii Croat.) DENGAN RADIASI SINAR GAMMA DARI 60 Co SECARA IN VITRO

KAJIAN POLA TANAM TUMPANGSARI PADI GOGO (Oryza sativa L.) DENGAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt L.)

PENGELOLAAN PEMBUNGAAN DAN PEMBUAHAN APEL (Malus sylvestris Mill.) DI PT KUSUMA AGROWISATA, BATU-MALANG JAWA TIMUR BAITURROHMAH A

PENGARUH AKSESI GULMA Echinochloa crus-galli TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI

APLIKASI BRIKET CAMPURAN ARANG SERBUK GERGAJI DAN TEPUNG DARAH SAPI PADA BUDIDAYA JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt.) DI TANAH PASIR PANTAI

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM

BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Penelitian Bahan Metode Penelitian Pembuatan Pupuk Hayati

USULAN PKM GT BIDANG KEGIATAN: PKM GT

PENGARUH JARAK TANAM PADA BUDIDAYA TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) SECARA ORGANIK (MAKALAH) Oleh : Fuji Astuti NPM

PENGELOLAAN PEMUPUKAN TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L.) DI PERKEBUNAN RUMPUN SARI ANTAN I PT SUMBER ABADI TIRTASENTOSA, CILACAP, JAWA TENGAH

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

I. PENDAHULUAN. lebih tahan terhadap hama dan penyakit (Sumarno dan Karsono 1996 dalam

PERIODE KRITIS KOMPETISI GULMA PADA DUA VARIETAS JAGUNG (Zea mays L) HIBRIDA SKRIPSI OLEH :

SKRIPSI OLEH : ABDUL RASYID B DAMANIK AGROEKOTEKNOLOGI ILMU TANAH

HASIL DAN PEMBAHASAN. kompos limbah tembakau memberikan pengaruh nyata terhadap berat buah per

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA APLIKASI MADU SEBAGAI PEMANFAATAN ALAMI UNTUK MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN LUKA PADA KULIT BIDANG KEGIATAN: PKM-GT

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

PENDAHULUAN. ternyata dari tahun ke tahun kemampuannya tidak sama. Rata-rata

I. PENDAHULUAN. Kedelai (Glycine max [L.] Merr.) merupakan tanaman pangan dan sumber protein

TINJAUAN PUSTAKA. yang terkait erat dengan jarak tanam dan mutu benih. Untuk memenuhi populasi

EFEKTIVITAS CMA DALAM BENTUK PELET ORGANIK PADA BUDIDAYA JAGUNG (Zea mays saccharata) DI LAHAN KERING DESA GADING GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA

STUDI MORFO-ANATOMI DAN PERTUMBUHAN KEDELAI (Glycine max (L) Merr.) PADA KONDISI CEKAMAN INTENSITAS CAHAYA RENDAH. Oleh

HALAMAN PENGESAHAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA POTENSI LIMBAH KULIT SINGKONG DALAM PRODUKSI BIOBRIKET SEBAGAI SOLUSI PERMASALAHAN KELANGKAAN ENERGI DI INDONESIA

BAHAN DAN METODE. Y ijk = μ + U i + V j + ε ij + D k + (VD) jk + ε ijk

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Berdasarkan pengamatan pada pemberian pupuk organik kotoran ayam

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGARUH POPULASI TANAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG SEMI (BABY CORN)

BAHAN DAN METODE. Waktu dan Tempat. Bahan dan Alat

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM PEMANFAATAN AIR BEKAS WUDHU SEBAGAI ALTERNATIF IRIGASI PERTANIAN SKALA KECIL BIDANG KEGIATAN : PKM-GT

PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG BOGOR PADA BERBAGAI TINGKAT KERAPATAN TANAM DAN FREKUENSI PENYIANGAN*

RESPONS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays Saccharata Sturt) TERHADAP PEMBERIAN LIMBAH KOPI DAN TEPUNG DARAH SAPI SKRIPSI OLEH :

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

STUDI PERSAINGAN GULMA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt)

Pengaruh Populasi Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) dan Jagung (Zea mays L.) terhadap Pertumbuhan dan Produksi Pada Sistem Pola Tumpang Sari

UJI DAYA HASlL BEBERAPA KULTIVAR KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.)

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

KARAKTERISTIK PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI LIMA VARIETAS KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) Oleh INNE RATNAPURI A

BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Bahan dan Alat Metode

RESPON TANAMAN TOMAT TERHADAP FREKUENSI DAN TARAF PEMBERIAN AIR RISZKY DESMARINA A

I. PENDAHULUAN. mencapai kurang lebih 1 tahun. Di Indonesia tebu banyak dibudidayakan di Pulau

I. PENDAHULUAN. Jagung (Zea mays L.) merupakan tanaman pangan penting di dunia setelah

PENENTUAN DOSIS PEMUPUKAN KOMPOS BLOTONG PADA TEBU LAHAN KERING (Saccharum officinarum L.) VARIETAS PS 862 dan PS 864

LAPORAN AKHIR PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PENELITIAN

PENGENDALIAN MUTU PRODUKSI BENIH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacquin) DI PUSAT PENELITIAN KELAPA SAWIT MARIHAT, SUMATERA UTARA

PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill) VARIETAS BALURAN AKIBAT IRRADIASI SINAR GAMMA ( 60 Co) DAN KONDISI CEKAMAN LENGAS

METODE UJI TOLERANSI PADI (Oryza sativa L.) TERHADAP SALINITAS PADA STADIA PERKECAMBAHAN RATIH DWI HAYUNINGTYAS A

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

PENGARUW PEMUPUKAN NITROGEM TlNGGi DAN KALIUM TERHADAP PRODUKSi DAN RASA MANIS PADA JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) --

HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Umum

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Bahan dan Alat

LEMBAR PENGESAHAN. (Dr. Ir. Hartoyo, M.Sc.) ( Umu Rosidah )

BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Bahan dan Alat Metode Percobaan

PENGARUH PUPUK NITROGEN DAN FOSFOR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TEBU (Saccharum officinarum L.) RIFKA ERNAWAN IKHTIYANTO A

BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Bahan dan Alat Metode Penelitian

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA MENCIPTAKAN KENYAMANAN UDARA RUMAH BERDASARKAN MODEL SARANG LEBAH BIDANG KEGIATAN: PKM-GT.

PENDUGAAN DERAJAT KOMPETISI GULMA Echinochloa crus-galli (L.) Beauv. MELALUI METODE REPLACEMENT SERIES ABSTRAK

PENGARUH PUPUK KANDANG KELINCI DAN PUPUK NPK (16:16:16) TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.)

Diusulkan Oleh: M. Budi Muliyawan E / 2008 ( Anggota) Dimas Ardi Prasetya F / 2009 ( Anggota)

LEMBAR PENGESAHAN. Bogor, 23 Maret Menyetujui, Sekretaris Departemen Gizi Masyarakat. Ketua Pelaksana Kegiatan

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NPK PELANGI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TERUNG (Solanum Melongena L)

I. PENDAHULUAN. manis dapat mencapai ton/ha (BPS, 2014). Hal ini menandakan bahwa

WAKTU DAN JARAK TANAM TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG TANAH (Arachis hypogea L.)

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Pertumbuhan Tanaman. Hasil sidik ragam 5% terhadap tinggi tanaman menunjukkan bahwa

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN

cacao L.) MELALUI PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH

PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. Merrill) PADA BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK DAUN GROW MORE DAN WAKTU PEMANGKASAN

LEMBAR PENGESAHAN USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

PENGARUH KLON DAN GENERASI BIBIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI UBIJALAR (Ipomoea batatas (L.) Lam) Oleh DESTY DWI SULISTYOWATI A

Transkripsi:

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PENGUASAAN SARANA TUMBUH GULMA PADA LAHAN JAGUNG DENGAN PERLAKUAN JARAK TANAM (Studi Kasus di Kebun Percobaan Cikabayan, IPB Dramaga Bogor) BIDANG KEGIATAN: PKM ARTIKEL ILMIAH Diusulkan Oleh : Bani Kurniawati (A24061019) 2006 Heny Agustin (A24061070) 2006 Winda Halimah (A24060179) 2006 Erik Mulyana (A24070139) 2007 INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2009 i

HALAMAN PENGESAHAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA 1. Judul Kegiatan : Penguasaan Sarana Tumbuh Gulma Pada Lahan Jagung Dengan Perlakuan Jarak Tanam (Studi Kasus di Kebun Percobaan Cikabayan, IPB Dramaga Bogor) 2. Bidang Ilmu : (x) PKM-AI ( ) PKM-GT Pilih salah satu 3. Ketua Pelaksana Kegiatan/Penulis Utama a. Nama Lengkap : Bani Kurniawati b. NIM : A24061019 c. Jurusan : Agronomi dan Hortikultura d. Institut : Institut Pertanian Bogor e. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Jalan Bateng No.103A Babakan, Bogor (0251) 8422254/085226985827 f. Alamat Email : bani_kurniawati@yahoo.co.id 4. Anggota Pelaksana Kegiatan/ Penulis : 3 (tiga) orang 5. Dosen Pendamping a. Nama Lengkap dan Gelar : Ir. Adolf Pieter Lontoh, MS b. NIP : 131 096 975 c. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Perumahan IP B Sin dang Barang II Jl. Ceres 3 Bogor. 08129658847 Menyetujui, Ketua Departemen Agronomi dan Hortikultura Bogor, 30 Maret 2009 Ketua Pelaksana Keg iatan Prof. Dr. Ir. Bambang S. Purwoko, MSc. NIP. 131 404 220 Bani Kurniawati NIM. A24061019 Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dosen Pendamping Prof. Dr. Ir. H. Yonny Koesmaryono, MS. Ir. Adolf Pieter Lontoh, MS NIP. 131 473 999 NIP. 131 096 975 ii

1 PENGUASAAN SARANA TUMBUH GULMA PADA LAHAN JAGUNG DENGAN PERLAKUAN JARAK TANAM (Studi Kasus di Kebun Percobaan Cikabayan, IPB Dramaga Bogor) Bani Kurniawati 1, Heny Agustin 1, Winda Halimah 1, Erick Mulyana 1 1 Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor ABSTRAK Penelitian penguasaan sarana tumbuh pada lahan jagung dimulai sejak November 2008 sampai dengan Januari 2009 di lahan kering Kebun Percobaan Cikabayan, Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan sarana tumbuh pada tanaman jagung dengan perlakuan jarak tanam yang berbeda serta cara perhitungannya. Perlakuan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok. Perlakuan yang diuji adalah sebagai berikut (P1) jarak tanam 80 cm x 10 cm, (P2) jarak tanam 80 cm x 20 cm, (P3) jarak tanam 80 cm x 30 cm, (P4) jarak tanam 80 cm x 40 cm, (P5) jarak tanam 80 cm x 50 cm, dan (P6) jarak tanam 80 cm x 60 cm. Penelitian dilakukan dengan tiga kali ulangan, sehingga terdapat 18 satuan percobaan. Luas lahan penelitian yang digunakan yaitu 4 m x 3,5 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jarak tanam 80 cm x 60 cm menghasilkan biomassa jagung yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan jarak tanam yang lain sehingga jarak tanam ini memberikan penguasaan sarana tumbuh yang lebih tinggi dibandingkan dengan jarak tanam yang lain. Kata kunci: penguasaan sarana tumbuh, jarak tanam, jagung PENDAHULUAN Latar Belakang Jagung merupakan tanaman semusim (annual). Siklus hidup tanaman jagung berlangsung selama 80-150 hari. Paruh pertama dari siklus hidup tanaman jagung merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif. Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.) adalah salah satu anggota keluarga Gramineae dari suku Maydae yang pada mulanya berkembang dari jagung tipe dent dan flint. Populasi tanaman mempengaruhi diameter batang, semakin rendah populasi tanaman akan semakin besar diameter batang jagung. Hal ini diduga karena fotosintesis yang meningkat akibat populasi yang rendah sehingga fotosintat ditranslokasikan ke batang. Keberadaan tumbuhan lain yang berada di dalam sarana tumbuh, akan memberikan suatu dampak kepada tanaman jagung. Dampak ini berupa interaksi atau kompetisi. Kompetisi antara gulma dan tanaman terjadi karena faktor tumbuh yang terbatas. Faktor yang dikompetisikan berupa air, hara, CO 2, cahaya, dan ruang tumbuh. Kenyataannya sangat sulit untuk menjelaskan faktor yang berperan

2 dalam peristiwa kompetisi tersebut yang mencakup semua faktor yang terlibat dalam kompetisi. Tipe asosiasi antara gulma dengan tanaman yang paling penting yaitu kompetisi. Kompetisi terjadi karena faktor tumbuh yang terbatas. Tanaman pertanian berkompetisi dengan gulma dalam hal tumbuh, air, cahaya, CO 2, dan hara. Kompetisi terberat terjadi pada masa tanaman masih muda. Tanda-tanda adanya kompetisi terlihat sejak beberapa saat setelah perkecambahan atau pindah tanam dan kompetisi menjadi meningkat dengan tumbuhnya kecambah itu sampai masa tertentu kemudian menjadi menurun secara bertahap (Soedjono, et. al. 1986). Besar kecilnya derajat persaingan gulma terhadap tanaman pokok akan berpengaruh terhadap baik buruknya pertumbuhan tanaman pokok dan pada gilirannya akan berpengaruh terhadap tinggi rendahnya hasil tanaman pokok. Besar kecilnya persaingan gulma dan tanaman pokok dalam memperebutkan air, hara, dan cahaya atau tinggi rendahnya hambatan terhadap pertumbuhan atau hasil tanaman pokok jika dilihat dari segi gulmanya, dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya kerapatan gulma, jenis gulma, saat kemunculan gulma, lama keberadaan gulma, kecepatan tumbuh gulma, habitus gulma, jalur fotosintesis gulma dan allelopati (Mulyaningsih et al., 2008). Gulma dan tanaman budidaya mempunyai kebutuhan yang sama akan faktor tumbuh. Mulyaningsih et al., (2008) menyatakan bahwa apabila dua tumbuhan tumbuh berdekatan, maka perakaran kedua tumbuhan itu akan terjalin rapat satu sama lain dan tajuk kedua tumbuhan akan saling menaungi, lebih dalam dan lebih besar volumenya serta lebih tinggi dan rimbun tajuknya akan menguasai tumbuhan lainnya. Persaingan gulma terhadap pertanaman disebabkan oleh gulma lebih tinggi dan lebih rimbun tajuknya serta lebih luas dan dalam sistem perakarannya sehingga pertanaman kalah bersaing dengan gulma tersebut. Gulma dapat menyebar dari satu tempat ke tempat lain melalui berbagai jalan yaitu: kekuatan sendiri, dengan perantara air, angin, insekta binatang, dan aktivitas manusia (Sukma dan Yakub dalam Gunawan, 2005). Oleh karena itu, gulma lebih dapat survive terhadap cekaman lingkungan dan lebih dapat menguasai faktor tumbuh. Permasalahan 1. Penetapan persentase penguasaan sarana tumbuh pada tanaman jagung dengan perlakuan jarak tanam yang berbeda serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. 2. Pengaruh jarak tanam terhadap biomassa jagung yang dihasilkan pada 2-8 MST.

3 Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari penguasaan sarana tumbuh pada tanaman jagung dengan perlakuan jarak tanam yang berbeda serta cara perhitungannya. Kegunaan 1. Bagi penulis, dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di perkuliahan dan praktikum terutama yang berhubungan dengan pengendalian gulma. 2. Bagi masyarakat khususnya petani berguna untuk melakukan budidaya jagung yang tepat. 3. Bagi akademisi dan peneliti, sebagai literatur untuk penelitian yang berhubungan dengan masalah pengembangan budidaya jagung. METODE PENELITIAN Percobaan ini dilaksanakan pada bulan November 2008 - Januari 2009 bertempat di Kebun Percobaan Cikabayan IPB Dramaga, Bogor. Langkahlangkah percobaan ini adalah sebagai berikut : 1. Pemilihan lokasi Pemilihan lokasi dilakukan karena lokasi tersebut merupakan lokasi praktikum yang ditunjuk oleh Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, IPB. Selain itu, lokasi tersebut letaknya di dalam kampus yang mudah dijangkau oleh peneliti. 2. Percobaan langsung Percobaan ini menggunakan beberapa parameter pengukuran, yaitu : (1) tinggi tanaman jagung, (2) jumlah daun pada tanaman jagung, (3) biomassa tanaman jagung, dan (4) bobot tongkol tanaman jagung. Analisis data dilakukan secara statistik dengan menggunakan metode SAS. Data yang telah dianalisis secara statistik kemudian diinterpretasikan untuk memperoleh kesimpulan akhir. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer yang meliputi data parameter pengukuran tanaman (tinggi, jumlah daun, biomassa, dan bobot tongkol). HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil percobaan diketahui bahwa pengaruh perlakuan jarak tanam pada tanaman jagung tidak berbeda nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman setiap minggunya, seperti terlihat pada Tabel 1. Tabel 1 merupakan data tinggi tanaman jagung pada berbagai perlakuan jarak tanam.

4 Tabel 1. Data Tinggi Tanaman Jagung pada Berbagai Perlakuan Jarak Tanam Perlakuan 2 MST 4 MST 6 MST 8 MST..cm.. 80 cm x 10 cm 26.24 57.43 82.05 124.22 80 cm x 20 cm 21.80 35.78 84.49 111.82 80 cm x 30 cm 28.98 50.77 70.17 88.27 80 cm x 40 cm 15.57 51.13 109.92 126.75 80 cm x 50 cm 23.37 55.85 82.77 116.07 80 cm x 60 cm 25.78 77.61 99.32 113.83 Pengaruh jarak tanam terhadap jumlah daun jagung yang dihasilkan dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Data Jumlah Daun Tanaman Tagung pada Berbagai Perlakuan Jarak Tanam Perla kuan 2 M ST 4 M ST 6 MST 8 M ST he la i 80 c m x 10 cm 3a 5a 6b 8a 80 c m x 20 cm 4a 5a 7a b 8a 80 c m x 30 cm 4a 5a 6b 8a 80 c m x 40 cm 4a 5a 8a b 9a 80 c m x 50 cm 4a 6a 6a b 8a 80 c m x 60 cm 4a 6a 8a 9a Berdasarkan Tabel 2 diketahui bahwa pada 2 MST, 4 MST, dan 8 MST perlakuan perbedaan jarak tanam tidak berbeda nyata. Hal ini berarti pada saat 2 MST, 4 MST, dan 8 MST perbedaan perlakuan jarak tanam tidak mempengaruhi jumlah daun yang terbentuk, sedangkan pada 6 MST berbeda nyata sehingga perlakuan jarak tanam mempengaruhi jumlah daun yang terbentuk. Pengaruh jarak tanam terhadap biomassa tanaman jagung yang dihasilkan dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Data Biomassa Tanaman Jagung pada Berbagai Perlakuan Jarak Tanam Perla kua n 2 MST 4 MST 6 MST 8 M ST gram 80 c m x 10 cm 0.99b 7.91a 17.21b 30.80ab 80 c m x 20 cm 2.07ab 7.77a 16.47b 30.00ab 80 c m x 30 cm 1.05b 9.63a 17.62b 18.99b 80 c m x 40 cm 2.90ab 8.38a 19.90ab 32.66ab 80 c m x 50 cm 1.72b 8.67a 20.93ab 34.33ab 80 c m x 60 cm 3.06a 10.20a 25.84a 39.20a Pada 4 MST, perbedaan pengaruh jarak tanam tidak berpengaruh nyata sehingga perbedaan jarak tanam tidak mempengaruhi biomassa tanaman jagung. Pada 2, 4, dan 8 MST, perlakuan jarak tanam akan memberikan pengaruh yang

5 nyata sehingga pengaruh jarak tanam akan terlihat terhadap hasil biomassa tanaman. Pengaruh jarak tanam terhadap bobot tongkol jagung yang dihasilkan pada saat panen dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Data Bobot Tongkol Jagung dari Hasil Panen pada Berbagai Perlakuan Jarak Tanam Perla kuan Bobot Tongkol (g) 80 c m x 10 cm 17.93 c 80 c m x 20 cm 20.23 bc 80 c m x 30 cm 46.55 a 80 c m x 40 cm 39.95 a 80 c m x 50 cm 37.97 ab 80 c m x 60 cm 37.60 ab Bobot tongkol dari hasil panen terlihat pengaruh perbedaan perlakuan jarak tanam akan memberikan pengaruh pada bobot tongkol saat panen pada perlakuan 80 cm x 10 cm jika dibandingkan dengan jarak tanam 80 cm x 30 cm, 80 cm x 40 cm, 80 cm x 50 cm, dan 80 cm x 60 cm. Selain itu, perlakuan jarak tanam 80 cm x 20 cm jika dibandingkan dengan jarak tanam 80 cm x 30 cm dan 80 cm x 40 cm juga akan memberikan pengaruh yang nyata pada bobot tongkol saat panen. Pengaruh jarak tanam terhadap biomassa jagung, Y max dan persentase penguasaan sarana tumbuh jagung terhadap gulma pada 2 MST dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Besaran Nilai Persentase Penguasaan Sarana Tumbuh (PST) Tanaman Jagung pada Berbagai Perlakuan Jarak Tanam Saat 2 MST Kode Perla kuan Biomassa (g) Y max PST (%) P6 80 c m x 60 cm 3.06 4.1152 74.4382 P5 80 c m x 50 cm 1.72 4.1152 41.7158 P4 80 c m x 40 cm 2.90 4.1152 70.4700 P3 80 c m x 30 cm 1.05 4.1152 25.5150 P2 80 c m x 20 cm 2.07 4.1152 50.2208 P1 80 c m x 10 cm 0.99 4.1152 24.0570 Data pada Tabel 5 dapat dijelaskan pada Gambar 1. Gambar 1. Regresi linier hasil dan densitas pada 2 MST

6 Contoh perhitungan PST pada perlakuan 80 cm x 60 cm pada saat 2 MST Diketahui : Jarak tanam = 80 cm x 60 cm Biomassa jagung = 3.06 gram 1/Y = 0.24 37 (diperoleh dari grafik regresi linier hasil dan densitas pada 2 MST) Y max = 1 1 4.1152 0.243 7 1/ Y PST = Biomassa jagung 100% Y max = 3.06 100% = 74.44% 4.115 2 Perlakuan jarak tanam 80 cm x 60 cm saat 2 MST menunjukkan tanaman jagung memiliki penguasaan sarana tumbuh terbesar yaitu dapat menguasai sarana tumbuh sebesar 77.44%, sedangkan gulma dapat menguasai sarana tumbuh sebesar 22.56%. Penguasaan sarana tumbuh terkecil yaitu pada jarak tanam 80 cm x 10 cm sebesar 24.06%, tanaman jagung hanya dapat menguasai sarana tumbuh sebesar 24.06% dan gulma mampu menguasai sarana tumbuh sebesar 75.94%. Pengaruh jarak tanam terhadap biomassa jagung, Y max dan persentase penguasaan sarana tumbuh jagung terhadap gulma pada 4 MST dapat dilihat pada Tabel 6. Tabel 6. Besaran Nilai Persentase Penguasaan Sarana Tumbuh (PST) Tanaman Jagung pada Berbagai Perlakuan Jarak Tanam Saat 4 MST Kode Perla kuan Biomassa (g) Y max PST (%) P6 80 c m x 60 cm 10.20 10.2041 99.9600 P5 80 c m x 50 cm 8.67 10.2041 84.9366 P4 80 c m x 40 cm 8.38 10.2041 82.0946 P3 80 c m x 30 cm 9.63 10.2041 94.4034 P2 80 c m x 20 cm 7.77 10.2041 76.1166 P1 80 c m x 10 cm 7.91 10.2041 77.4886 Data pada Tabel 6 dapat dijelaskan pada Gambar 2. Gambar 2. Regresi linier hasil dan densitas pada 4 MST

7 Perlakuan jarak tanam 80 cm x 60 cm pada 4 MST menyebabkan tanaman jagung dapat menguasai sarana tumbuh sebesar 99.96%, sedangkan gulma dapat menguasai sarana tumbuh sebesar 0.04%. Pengaruh perlakuan jarak tanam yang menghasilkan penguasaan sarana tumbuh terkecil terjadi pada jarak tanam 80 cm x 20 cm. Pada jarak tanam ini, jagung hanya dapat menguasai sarana tumbuh sebesar 76.12% dan gulma mampu menguasai sarana tumbuh sebesar 23.88%. Pengaruh jarak tanam terhadap biomassa jagung, Y max dan persentase penguasaan sarana tumbuh jagung terhadap gulma pada 6 MST dapat dilihat pada Tabel 7. Tabel 7. Besaran Nilai Persentase Penguasaan Sarana Tumbuh (PST) Tanaman Jagung pada Berbagai Perlakuan Jarak Tanam Saat 6 MST Kode Perla kua n Biom assa (g) Y ma x PST (%) P6 80 c m x 60 cm 25.84 27.0270 95.6191 P5 80 c m x 50 cm 20.93 27.0270 77.4521 P4 80 c m x 40 cm 19.90 27.0270 73.6411 P3 80 c m x 30 cm 17.62 27.0270 65.2051 P2 80 c m x 20 cm 16.47 27.0270 60.9279 P1 80 c m x 10 cm 17.21 27.0270 63.6881 Data pada Tabel 7 dapat dijelaskan pada Gambar 3. Gambar 3. Regresi Linier Hasil dan Densitas pada 6 MST Perlakuan jarak tanam 80 cm x 60 cm pada 6 MST menyebabkan jagung dapat menguasai sarana tumbuh sebesar 95.62% dan gulma dapat menguasai sarana tumbuh sebesar 4.38%. Perlakuan jarak tanam dengan penguasaan sarana tumbuh terkecil yaitu pada jarak tanam 80 cm x 20 cm sebesar 60.93% dan gulma mampu menguasai sarana tumbuh sebesar 39.07%. Pengaruh jarak tanam terhadap biomassa jagung, Y max dan persentase penguasaan sarana tumbuh jagung terhadap gulma pada 2 MST dapat dilihat pada Tabel 8.

8 Tabel 8. Besaran Nilai Persentase Penguasaan Sarana Tumbuh (PST) Tanaman Jagung pada Berbagai Perlakuan Jarak Tanam Saat 8 MST Kode Perlakuan Biomassa (g) Y max PST (%) P6 80 cm x 6 0 cm 39.20 37.037 0 105.8 40 0 P5 80 cm x 5 0 cm 34.33 37.037 0 92.699 1 P4 80 cm x 4 0 cm 32.66 37.037 0 88.182 0 P3 80 cm x 3 0 cm 18.99 37.037 0 51.264 9 P2 80 cm x 2 0 cm 30.00 37.037 0 81.000 0 P1 80 cm x 1 0 cm 30.80 37.037 0 83.160 0 Data pada Tabel 8 dapat dijelaskan pada Gambar 4. Gambar 4. Regresi Linier Hasil dan Densitas pada 8 MST Perlakuan jarak tanam 80 cm x 60 cm pada 8 MST menyebabkan jagung memiliki penguasaan sarana tumbuh terbesar yaitu sebesar 105.84% dan dapat menguasai sarana tumbuh sebesar 105.84%. Nilai ini menunjukkan bahwa penguasaan sarana tumbuh oleh tanaman jagung sangat tinggi sehingga mampu menekan pertumbuhan gulma. Pengaruh perlakuan jarak tanam yang menghasilkan penguasaan sarana tumbuh terkecil yaitu pada jarak tanam 80 cm x 30 cm sebesar 51.26%. Besaran nilai persentase penguasaan sarana tumbuh (PST) tanaman jagung pada berbagai perlakuan jarak tanam saat panen dapat dilihat pada Tabel 9. Tabel 9. Besaran Nilai Persentase Penguasaan Sarana Tumbuh (PST) Tanaman Jagung pada Berbagai Perlakuan Jarak Tanam Saat Panen Biomassa PST Kode Perla kuan (g) 1/biomass 1/ y max y max (%) P6 80 c m x 60 cm 37.60 0.0265957 0.0120 83.333333 45.120 P5 80 c m x 50 cm 37.97 0.0263387 0.0120 83.333333 45.560 P4 80 c m x 40 cm 39.95 0.0250332 0.0120 83.333333 47.936 P3 80 c m x30 c m 46.55 0.0214809 0.0120 83.333333 55.864 P2 80 c m x 20 cm 20.23 0.0494315 0.0120 83.333333 24.276 P1 80 c m x 10 cm 17.93 0.0557818 0.0120 83.333333 21.512

9 Data pada Tabel 9 dapat dijelaskan pada Gambar 5. Gambar 5. Regresi Linier Hasil dan Densitas pada Saat Panen Perlakuan jarak tanam 80 cm x 30 cm pada saat panen menunjukkan penguasaan sarana tumbuh tanaman jagung yang diwakili oleh bobot tongkol sebesar 55.86%. Hal ini berarti pada saat panen, tanaman jagung dapat menguasai sarana tumbuh sebesar 55.86%, sedangkan pengaruh perlakuan jarak tanam yang menghasilkan penguasaan sarana tumbuh terkecil yaitu pada jarak tanam 80 cm x 10 cm sebesar 21.51%. Pengaruh jarak tanam dan populasi tanaman sangat menentukan pertumbuhan dan hasil tanaman per satuan luas tanam. Kenaikan populasi jagung menyebabkan peningkatan produksi per satuan luas dengan peningkatan populasi sampai ketinggian tertentu, meskipun menyebabkan turunnya produksi pertanian, tetapi dengan diimbangi kenaikan populasi akan diperoleh produksi per satuan luas tetap tinggi. Populasi tanaman yang digunakan dipengaruhi oleh keadaan lingkungan dan varietas tanaman. Lingkungan tumbuh yang meliputi faktor iklim dan kondisi alam berada pada kondisi optimal, maka tingkat kerapatan yang lebih padat dimungkinkan untuk digunakan (Nasution. 1986). Persentase perbedaan jarak tanam terhadap penguasaan sarana tumbuh tanaman jagung terhadap gulma dapat dilihat pada Gambar 6.!"!"!"!" Gambar 6. Perbandingan nilai persentase penguasaan sarana tumbuh (PST) Tanaman Jagung pada Berbagai Perlakuan Jarak Tanam saat 2-8 MST Tingkat kerapatan tanaman yang rendah menjamin tiap individu tanaman dapat menerima radiasi matahari semaksimal mungkin sehingga produksi per tanaman akan meningkat (Nasution, 1986). Hal ini sesuai dengan hasil percobaan yang dilakukan yaitu pada perlakuan jarak tanam jagung 80 cm x 60 cm akan menghasilkan biomassa jagung yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan jarak

10 tanam yang lain pada setiap minggunya. Jarak tanam ini memberikan penguasaan sarana tumbuh yang lebih tinggi dibandingkan dengan jarak tanam yang lain. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan jarak tanam jagung 80 cm x 60 cm akan menghasilkan biomassa jagung yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan jarak tanam yang lain pada setiap minggunya. Jarak tanam ini memberikan penguasaan sarana tumbuh yang lebih tinggi dibandingkan dengan jarak tanam yang lain. UCAPAN TERIMAKASIH Alhamdulillahirabbil alamin segala puji bagi Allah SWT atas segala nikmat dan karunia-nya, sehingga kami dapat menyelesaikan PKM-AI ini. Tidak lupa kami sampaikan terima kasih kepada pembimbing kami, Ir. Adolf Pieter Lontoh. MS yang telah memberikan bimbingannya selama pembuatan PKMAI ini, serta teman-teman AGH angkatan 43 atas kerjasamanya selama ini. DAFTAR PUSTAKA Dody Kastono. 2005. Kompetisi Tanaman dengan Gulma. [terhubung berkala]. http://elisa.ugm.ac.id/files/at.soejono/qkhw3vnt/kompetisi.pdf [2 Februari 2009] Nasution, U. 1986. Gulma dan Pengendaliannya di Perkebunan Karet Sumatera Utara dan Aceh. Jakarta: PT. Gramedia. Halimah, W. et al. 2009. Laporan Praktikum Mata kuliah Pengendalian Gulma (AGH 321). Makalah. Bogor: Institut Pertanian Bogor. Gunawan, Yeni Y. S. 2005. Pengaruh Formulasi Dan Dosis Herbisida Ametrin Untuk Pengendalian Gulma Pada Tanaman Jagung manis (Zea mays saccharata Stutr). Skripsi. Bogor: Depatemen Budidaya Pertanian. Fakultas Pertanian IPB. Mulyaningsih, S., F. T. Kadarwati, dan Imron Sadikin. 2008. Periode Kritis Gulma Pada Kapas Tumpangsari Jagung. Soejono, A. T., Soedharroedjian Ronoprawiro, dan Sjahrial T. Selamat. 1989. Ilmu Gulma Dasar. Jakarta.