PENINGKATAN EFEKTIVITAS PADA PROSES PEMBELAJARAN



dokumen-dokumen yang mirip
e-issn Vol. 5, No. 2 (2016) p-issn

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE LISTENING TEAM PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 5 PADANG

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE EVERYONE IS A TEACHER HERE PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS VII MTsN SUBANG ANAK KABUPATEN TANAH DATAR

PENERAPAN STRATEGI BOWLING KAMPUS UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP KARTIKA 1-7 PADANG

PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI IPA DI SMA NEGERI 14 PADANG.

PENERAPAN METODE TANDUR PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPN 12 PADANG TAHUN PELAJARAN 2011/2012

Muhammad Abdul Kadir Jaelani, Syifa ul Gummah, Samsun Hidayat. Pendidikan Fisika ABSTRAK

BAB II KAJIAN PUSTAKA

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW

PENERAPAN STRATEGI PEMECAHAN MASALAH WANKAT

PENERAPAN COOPERATIVE LEARNING

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER

Noflion 1, Pebriyenni 1, Hendra Hidayat 1. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pembelajaran model koooperatif tipe STAD merupakan salah satu

Jurusan Pendidikan Matematika dan IPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Bung Hatta

II. TINJAUAN PUSTAKA. TTW merupakan model pembelajaran kooperatif dimana perencanaan dari

Kata Kunci: Aktivitas, Hasil Belajar Matematika, dan kooperatif tipe Teams Games Tournament

II. TINJAUAN PUSTAKA. dapat membawa hasil atau berdaya guna. Efektif juga dapat diartikan dengan

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENGGUNAAN MEDIA PETA DI KELAS V SDN 002 BAGAN BESAR DUMAI

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS IV PADA TEMA INDAHNYA NEGERIKU MELALUI PENDEKATAN SCIENTIFC DI SDN 07 SUNGAI AUR PASAMAN BARAT ABSTRACT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menuju ke arah yang lebih baik. Menurut Hamalik (2001: 37) belajar

EFEKTIVITAS PENERAPAN STRATEGI LEARNING START WITH A QUESTION PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA. Binti Anisaul Khasanah 1, Siti Khoiriah 2

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING MENGGUNAKAN INDEX CARD MACHT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD 6

PENERAPAN STRATEGI BELAJAR AKTIF TIPE TRADING PLACES

PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN KOMBINASI MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW

KAJIAN PUSTAKA. makna tersebut dapat dilakukan oleh siswa itu sendiri atau bersama orang

II. TINJAUAN PUSTAKA. kemempuan belajar sendiri atau melakukan aktivitas seluas-luasnya kepada

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PBL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN TATANIAGA

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER


Sumarni Elda SD Negeri 024 Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar

TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR. Pembelajaran kooperatif merupakan bentuk pengajaran dimana para siswa bekerja

PENERAPAN STRATEGI THE POWER OF TWO UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMAN 9 PEKANBARU

Keywords: inquiry learning, science process skills, learning outcomes, the light

II. TINJAUAN PUSTAKA. dan sasarannya. Sutikno (2005: 29) mengemukakan bahwa pembelajaran efektif

PENERAPAN STRATEGI SNOWBALLING PADA MATERI ATOM, ION, MOLEKUL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS VIII SMPN 19 SURABAYA

Rahmawati et al., Metode Problem Solving...

II. TINJAUAN PUSTAKA. Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti

PENERAPAN METODE DEMONSTRASI PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA SD KELAS III

PENERAPAN STRATEGI BELAJAR AKTIF TIPE CLASS CONCERN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMPN 3 KECAMATAN HARAU KABUPATEN LIMA PULUH KOTA

MENINGKATKAN PARTISIPASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V DALAM PEMBELAJARAN PKn DENGAN MODEL GROUP INVESTIGATION DI SDN 05 PADANG PASIR KOTA PADANG

MATHEdunesa Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Volume 3 No 2 Tahun 2014

MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI) BERBANTUAN MEDIA MOVIE UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA PADA MATERI OPERASI BILANGAN BULAT DI SMP

Oleh Saryana PENDAHULUAN

Joyful Learning Journal

EFEKTIVITAS STRATEGI PEMBELAJARAN GROUP TO GROUP EXCHANGE PADA MATERI HIMPUNAN DI MTs NURUL IHSAN

KESESUAIAN INSTRUMEN EVALUASI DENGAN MATERI PLANTAE YANG DIAJARKAN GURU DI SMA BANDUNG. Dosen Pendidikan Biologi Universitas Islam Riau 2

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN TEKNIK LISTRIK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN QUESTION STUDENT HAVE

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA SUB MATERI KETELADANAN ROSULULLAH SAW PERIODE MEKAH. Oon Rehaeni.

Penggunaan Media Tiruan Untuk Meningkatkan Keterampilan dan Pemahaman Siswa Friska Eris Novitasari,Titin Kartini Abstrak:

BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI PENDEKATAN GUIDED DISCOVERY LEARNING SISWA KELAS XE SMA NEGERI1 TANJUNGSARI, GUNUNG KIDUL TAHUN AJARAN 2012/2013

Kurnia Restu, Lazim N, Zariul Antosa

jadikan sebagai indikator aktivitas belajar siswa adalah:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. belajar. Pada prinsipnya belajar adalah berbuat, tidak ada belajar jika tidak

IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMPN 34 PADANG

PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI METODE PQ4R

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA SISWA KELAS IV SEMESTER 2 SD

Ratih Rahmawati Program Studi Pendidikan Sosiologi Antropologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta

II. TINJAUAN PUSTAKA. Rosenberg (dalam Surjono, 2009: 3), mendefinisikan e-learning sebagai

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CIRC (COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOTITION) PADA KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH

ARTIKEL PENELITIAN. Oleh RANTI EFRIZAL NPM

PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS IV PADA PEMBELAJARAN IPS MELALUI MODEL WORD SQUARE DI SDN 26 PELANGAI KECIL KABUPATEN PESISIR SELATAN

II. TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS. kearah yang lebih baik. Menurut Hamalik (2004:37) belajar merupakan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Joyful Learning Journal

Joyful Learning Journal

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADPEMBELAJARAN PKn MELALUI MODEL EVERYONE IS TEACHER HERE DI SDN 08 KINALI PASAMAN BARAT

BAB II KAJIAN PUSTAKA. aktivitas merupakan prinsip yang sangat penting di dalam interaksi belajar. aktivitas tersebut. Beberapa diantaranya ialah:

Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sains Pada Siswa Kelas V SDN No. 2 Sikara Kecamatan Sindue Tobata

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA SUB MATERI KETELADANAN ROSULULLAH SAW PERIODE MEKAH. Oon Rehaeni.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR FISIKA SISWA

II. TINJAUAN PUSTAKA. perubahan tingkah laku pada diri sendiri berkat pengalaman dan latihan.

BAB I PENDAHULUAN. permasalahan, dan hanya dapat dipahami oleh sedikit orang. Ini adalah pandangan

TINJAUAN PUSTAKA. Banyak orang belum mengetahui apa itu leaflet dan apa perbedaannya dengan

PENINGKATAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA BIOLOGI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MELALUI METODE DEMONSTRASI

Penerapan Asesmen Kinerja Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Ekonomi Sri Imawatin, Bambang Hari Purnomo Abstrak:

BAB II KAJIAN PUSTAKA. adalah berbuat, berbuat untuk mengubah tingkah laku, jadi melakukan. dapat menunjang hasil belajar (Sadirman, 1994: 99).

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE INKUIRI TERBIMBING DI KELAS V SD NEGERI TERBAHSARI ARTIKEL SKRIPSI

INCREASED INTEREST IN STUDYING GRADE IIIA IN LEARNING SOCIAL STUDIES THROUGH THE TECHNIQUES OF ICE BREAKER IN SD KARTIKA 1-10 PADANG

ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV PADA PEMBELAJARAN IPS DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI SD NEGERI 03 SUAYAN TINGGI

HALAMAN PERSETUJUAN ARTIKEL PENELITIAN

PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA MEMAHAMI ISI CERITA MELALUI METODE DISKUSI SISWA KELAS IV SDN NO. 2 TIBO KEC. SINDUE TOMBUSABORA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai

KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA MAN 2 JEMBER YANG MEMILIKI GAYA BELAJAR VISUAL

Anggun Triana *), Ahmad Hamid, Tarmizi Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Unsyiah

Joyful Learning Journal

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN BRAIN BASED LEARNING DI SDN 20 KURAO PAGANG

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran yang

Noviana Kusumawati Pendidikan Matematika FKIP Universitas Pekalongan Jl. Sriwijaya No 3 Pekalongan, ABSTRAK

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MENGGUNAKAN METODE INKUIRI DI KELAS VI SD NEGERI 30 SUNGAI NANAM KABUPATEN SOLOK

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR EKONOMI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STAD

Edu Elektrika Journal

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN IPS MELALUI TEKNIK PICK UP CARDS GAME DI SDN KEBONSARI 04 KABUPATEN JEMBER

BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN. Pembelajaran matematika membutuhkan proses bernalar yang tinggi

II. TINJAUAN PUSTAKA. Huda (2014) mengatakan bahwa tidak semua belajar kelompok bisa dianggap

Transkripsi:

PENINGKATAN EFEKTIVITAS PADA PROSES PEMBELAJARAN FARID AGUS SUSILO UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Jl. Ketintang Gedung D1, Surabaya 60231 Telp:+6231-8280009 pes 310 fax :+6231-8296427 Abstrak Sebagaimana diketahui bahwa dalam proses belajar mengajar di sekolah, baik sekolah dasar maupun menengah pasti mempunyai target bahan ajar yang harus dicapai oleh setiap guru berdasarkan pada kurikulum yang berlaku pada saat itu. Bahan ajar yang banyak terangkum dalam kurikulum tersebut tentunya harus disesuaikan dengan waktu yang tersedia tanpa mengabaikan tujuan utama dari itu sendiri, yakni pemahaman dan keterampilan siswa. Kriteria efektivitas apabila tiga aspek yang meliputi : (1) kemampuan guru dalam mengelola baik; (2) aktivitas siswa dalam baik; (3) hasil belajar siswa tuntas secara klasikal. Dengan syarat aspek ketuntasan belajar terpenuhi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dan metode yang digunakan adalah metode observasi. Untuk memperoleh data kemampuan guru, aktivitas siswa, dan ketuntasan belajar dengan lembar observasi dan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti sendiri. Subyek penelitian adalah guru matematika dan siswa kelas XI-1 SMA Negeri 1 Waru Sidoarjo. Dari hasil penelitian dan pembahasan diperolah bahwa efektivitas matematika kelas XI di SMA Negeri 1 Waru Sidoarjo termasuk dalam yang efektif karena kemampuan guru dalam mengelola baik, aktivitas siswa selama adalah sangat aktif, dan siswa yang tuntas belajar sebanyak 28 siswa atau sebesar 77,78 % sehingga ketuntasan belajar siswa telah tercapai. Kata kunci : Efektivitas ABSTRACT As we know that in the process of teaching and learning in schools, both primary and secondary schools must have a teaching material targets to be achieved by each teacher based on the curriculum in effect at the time. Teaching materials are widely covered in the curriculum must be tailored to the time available without neglecting the primary purpose of learning itself, the understanding and skills of students. Effectiveness criteria used in this study is that if the three aspects which include: (1) the ability of the teacher to manage better learning, (2) both students in learning activities, (3) student learning outcomes in the classical complete. With mastery learning aspect conditions are met. This research is descriptive quantitative method used is the method of observation. To obtain data on the ability of teachers, student activity, and mastery learning by observation sheet and observations made by the researchers themselves. The subjects were mathematics teachers and students of class XI - 1 High Schools State 1 Sidoarjo Waru. From the obtained results and discussion that the effectiveness of mathematics learning in class XI in High Schools State 1 Sidoarjo Waru included in effective learning because of the ability of teachers to better manage learning, student activity during learning is very active, and students who pass the study were 28 students or by 77, 78% so that students have achieved mastery learning. Keywords : Effectiveness

A. Latar Belakang PENDAHULUAN Berkaitan dengan pendidikan, Agung Wicaksono mengatakan bahwa efektivitas berkenaan dengan pencapaian tujuan dalam pengajaran (2009; hal 56). Sebagaimana diketahui bahwa dalam proses belajar mengajar di sekolah, baik sekolah dasar maupun menengah pasti mempunyai target bahan ajar yang harus dicapai oleh setiap guru berdasarkan pada kurikulum yang berlaku pada saat itu. Bahan ajar yang banyak terangkum dalam kurikulum tersebut tentunya harus disesuaikan dengan waktu yang tersedia tanpa mengabaikan tujuan utama dari itu sendiri, yakni pemahaman dan keterampilan siswa. Sehingga dapat dikatakan efektif apabila tujuan-tujuan instruksional yang telah ditentukan dalam dapat tercapai dengan baik. Guru yang memiliki motivasi yang rendah biasanya kurang memberikan perhatian kepada siswa, demikian pula waktu dan tenaga yang dikeluarkan untuk meningkatkan mutu sangat sedikit. Sehingga menjadikan tidak berjalan maksimal. Dalam penelitian ini, materi pelajaran adalah komposisi fungsi karena dilakasanakan pada semester genap dan sedang diajarkan pada saat ini. Berdasarkan pada latar belakang tersebut, maka penulis ingin mendeskripsikan efektivitas pengajaran seorang guru dalam skripsi yang berjudul Peningkatan Efektivitas pada Proses Pembelajaran. B. Pertanyaan Penelitian Berdasarkan latar belakang di atas, pertanyaan penelitian dalam skripsi ini adalah bagaimana efektivitas matematika di kelas XI SMA Negeri 1 Waru, Sidoarjo? C. Tujuan Penelitian Dengan berpijak pada pertanyaan penelitian, maka tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian nanti adalah untuk mendeskripsikan efektivitas matematika di kelas XI SMA Negeri 1 Waru, Sidoarjo. D. Penjelasan Istilah Agar pembahasan dalam skripsi ini lebih mengarah dan terfokus pada permasalahan yang akan dibahas, sekaligus untuk menghindari terjadinya persepsi lain mengenai istilah-istilah yang ada, maka perlu adanya penjelasan mengenai definisi istilah. Hal ini sangat diperlukan agar terjadi kesamaan penafsiran dan terhindar dari kesalahan pengertian pada pokok pembahasan ini. Efektivitas adalah ukuran yang menyatakan sejauh mana sasaran atau tujuan (kuantitas, kualitas dan waktu) telah dicapai (Emulyasa, 2002; 82). Efektivitas menunjukkan ketercapaian sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan. Kriteria efektivitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah apabila tiga aspek yang meliputi : (1) kemampuan guru dalam mengelola baik; (2) aktivitas siswa dalam baik; (3) hasil belajar siswa tuntas secara klasikal. Dengan syarat aspek ketuntasan belajar terpenuhi. Pembelajaran matematika adalah proses interaksi antara guru dan siswa yang dilakukan secara sadar untuk membangun konsep-konsep atau prinsip-prinsip matematika dalam diri siswa. Oleh karena itu, agar proses belajar matematika terjadi, maka seyogyanya bahasan matematika tidak disajikan dalam bentuk yang sudah tersusun secara final, melainkan siswa dapat terlibat aktif dalam menemukan konsep-konsep, struktur-struktur sampai kepada teorema atau rumus-rumus. TEORI

A. Pengertian Efektivitas Seperti halnya yang telah diketahui bahwa kegiatan belajar mengajar harus senantiasa ditingkatkan efektivitas dan efisiennya, demi meningkatkan mutu dari pada pendidikan itu sendiri. Oleh karena itu, untuk meningkatkan efektivitas belajar tanpa harus menyita banyak waktu, maka seorang guru harus pandai dalam memilih metode apa yang harus digunakan agar dapat cepat ditangkap siswa apa yang disampaikannya. Kata Efektivitas berasal dari bahasa inggris, yaitu effective yang berarti berhasil, tepat atau manjur. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) definisi efektivitas adalah sesuatu yang memiliki pengaruh atau akibat yang ditimbulkan, manjur, membawa hasil dan merupakan keberhasilan dari suatu usaha atau tindakan. Menurut Agung Wicaksono (2009) bahwa efektivitas berarti ketercapaian atau keberhasilan suatu tujuan sesuai dengan rencana dan kebutuhan yang diperlukan, baik dalam penggunaan data, sarana maupun waktunya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kegiatan dikatakan efektif bila kegiatan tersebut dapat diselesaikan pada waktu yang tepat dan mencapai tujuan yang diinginkan B. Indikator Indikator Efektivitas Pembelajaran Kriteria efektivitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah apabila tiga aspek yang meliputi : (1) kemampuan guru dalam mengelola baik; (2) aktivitas siswa dalam baik; (3) hasil belajar siswa tuntas secara klasikal. Dengan syarat aspek ketuntasan belajar terpenuhi. a. Kemampuan guru dalam mengelola Menurut Hudoyono Herman (2005;7) syarat mutlak yang harus dimiliki seorang guru adalah penguasaan materi dan cara penyampaiannya. Seorang guru yang tidak menguasai materi yang akan diajarkan tidak akan bisa mengajar dengan baik. Demikian pula bila seorang guru tidak menguasai berbagai cara penyampaian materi, maka akan dapat menimbulkan kesulitan peserta didik dalam memahami materi. Selain itu, seorang guru yang baik harus memiliki kemampuan dalam menerapkan prinsip prinsip psikologis, kemampuan dalam menyelenggarakan proses belajar mengajar serta kemampuan dalam memyesuaikan diri dengan situasi yang baru. Dalam penelitian ini, kemampuan guru dalam mengelola yang akan diamati adalah : 1) Menarik perhatian 2) Menimbulkan motivasi 3) Menunjukkan kaitan 4) Memberi acuan 5) Meninjau kembali 6) Mengevaluasi 7) Memberi dorongan psikologis atau tindak lanjut 8) Motivasi dalam hal apersepsi 9) Bahasa sederhana dan jelas 10) Pemberian contoh 11) Sistematika penjelasan 12) Variasi dalam penyampaian 13) Balikan atau pertanyaan penyerap 14) Ketepatan strategi dengan tujuan 15) Kesesuaian strategi dalam langkah langkah 16) Variasi suara 17) Mengarahkan perhatian siswa 18) Kontak mata 19) Ekspresi roman muka 20) Gerakan tangan

21) Posisi guru 22) Pola interaksi 23) Ketepatan memilih media dengan tujuan 24) Penguasaan teknis penggunaan media 25) Pertanyaan jelas dan konkrit 26) Pertanyaan memberikan waktu berpikir 27) Pemerataan pertanyaan pada siswa 28) Kualitas pertanyaan b. Aktifitas siswa dalam kegiatan. Banyak aktifitas-aktifitas yang dilakukan anak-anak disekolah, tidak hanya mendengarkan dan mencatat seperti yang lazim disekolah tradisional. Paul B. Diedrich (dalam nasution, 1995: 91) membuat suatu daftar yang berisi 177 macam kegiatan murid antara lain: 1) Visual activities (13) sepeti membaca, memperhatikan, menggambar, demonstrasi, percobaan, pekerjaan orang lain, dan lain-lain. 2) Oral activities (43) seperti menyatakan, merumuskan, bertanya, memberi saran, diskusi, interupsi, dan lainlain. 3) Listening activities (11) seperti mendengarkan uraian, musik, pidato, dan lain-lain. 4) Writing activities (22) seperti menulis cerita, karangan, laporan, tes, angket, menyalin, dan lain-lain. 5) Motor activities (47) seperti melakukan percobaan, membuat konstruksi, model, mereparasi, bermain, berkebun, memelihara binatang, dan lain-lain 6) Drawing activities (8) seperti menggambar, membuat grafik, peta, dan lain-lain 7) Mental activities (23) seperti menanggap, mengingat, memecahkan soal, menganalisis, melihat hubungan, mengambil keputusan, dan lain-lain. 8) Emotional activities (23) seperti menaruh minat, bosan, gembira dan lain-lain. Pada penelitian ini, peniliti akan meneliti aktifitas siswa yang meliputi kerapian dan ketertiban siswa, kesiapan alat - alat tulis, kesiapan menerima materi pelajaran, persiapan buku - buku LKS, sikap dan perilaku, mendengarkan penjelasan, keaktifan menjawab pertanyaan, keaktifan bertanya, keaktifan dalam diskusi, dan keaktifan dalam mengerjakan tugas. c. Hasil belajar Berdasarkan kurikulum 2004 (Kurikulum Berbasis Kompetensi), terdapat kriteria ketuntasan belajar perorangan dan klasikal yaitu: 1) Siswa dikatakan tuntas secara individu jika siswa menyerap 75 % (sesuai kriteria ketuntasan minimal). 2) siswa dikatakan tuntas secara klasikal apabila minimal 75 % siswa mengalami ketuntasan individu. Jadi dalam penelitian ini siswa dikatakan tuntas secara klasikal jika jumlah siswa yang tuntas secara individu 75 % dari jumlah seluruh siswa A. Jenis penelitian METODE Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian yang bersifat deskriptif kuantitatif, yang dalam pengamatannya memerlukan kecermatan dalam mengamati masalah yang diteliti. Disamping itu dalam mendokumentasikan hasil dari penelitian ini dilakukan dengan proses

wawancara dan observasi dilapangan saat penelitian berlangsung. Pada penelitian ini akan dideskripsikan efektivitas matematika pada materi fungsi dan komposisi di kelas XI IPS SMA Negeri 1 Waru meliputi kemampuan guru dalam mengelola, aktifitas siswa dalam dan ketuntasan belajar siswa. B. Subyek dan Tempat penelitian Penelitian ini bertempat di sekolah SMA Negeri 1 Waru Sidoarjo yang dilaksanakan pada hari Rabu 9 Januari sampai hari Selasa 15 Januari 2013 dengan subyek penelitian guru mata pelajaran matematika kelas XI IPS dan siswa kelas XI IPS tahun ajaran 2012 2013 sebanyak 36 siswa. C. Prosedur Penelitian Prosedur penelitian yang dilakukan dibagi menjadi tiga tahap, yaitu : 1. Tahap persiapan Pada tahap persiapan, peneliti melakukan kegiatan sebagai berikut: a. Menentukan sekolah dan mengadakan survei awal. b. Melakukan analisis yang dipakai sekolah. Analisis meliputi 1) Analisis standar kompetensi yaitu menganalisis standar kompetensi minimal yang harus dicapai. 2) Analisis kompetensi dasar yaitu menganalisis kompetensi dasar yang harus dicapai siswa dalam. 3) Analisis siswa Berdasarkan laporan dari guru yang mengajar matematika di sekolah itu, pada saat ini dikatakan bahwa siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Waru termasuk salah satu kelas yang memiliki rata rata kemampuan yang cukup baik. 4) Analisis materi pelajaran Peneliti menpersiapkan materi yang sesuai dengan standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator. c. Menentukan lembar pengamatan guru yang akan diteliti. d. Menentukan aktivitas siswa yang akan diteliti. e. Menyusun prosedur analisis. 2. Tahap pelaksanaan a. Melakukan wawancara kepada guru matematika. b. Melakukan pengamatan terhadap guru matematika dalam mengelola. (Dalam pengamatan ini lembar pengamatan diisi oleh peneliti sendiri.) c. Melakukan pengamatan terhadap aktivitas siswa selama. (Dalam pengamatan ini lembar pengamatan diisi oleh peneliti sendiri.) 3. Tahap analisis data a. Pengolahan/Pengumpulan data b. Menganalisis data c. Menarik kesimpulan 4. Penyajian laporan D. Instrument Penelitian Untuk mengumpulkan data dalam penelitian digunakan instrumen penelitian sebagai berikut: 1. Lembar pengamatan kemampuan guru. Instrumen ini digunakan untuk mengetahui kemampuan guru dalam mengelola kegiatan. Lembar pengamatan tersebut diisi oleh peneliti dan dikonsultasikan dengan dosen pembimbing.tabel 3.1 Lembar Pengamatan Kemampuan Guru 2. Lembar pengamatan aktifitas siswa. Instrumen ini digunakan untuk mengetahui aktivitas aktivitas siswa selama. Lembar

pengamatan tersebut diisi oleh peneliti dan dikonsultasikan dengan dosen pembimbing. Tabel 3.2 Data Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran 3. Lembar penilaian hasil belajar Instrumen ini digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa setelah dilakukan. Instrumen ini berupa tes tulis yaitu soal essay sebanyak 5 soal yang diberikan pada akhir pertemuan. E. Metode pengumpulan data 1. Metode observasi a. Guru Observasi terhadap guru dilakukan selama terjadinya proses dikelas. b. Siswa Observasi terhadap siswa dilakukan saat proses belajar mengajar dikelas. 2. Metode tes Tes diberikan setelah proses belajar mengajar telah selesai yang berupa soal essay. F. Teknik analisis data 1. Analis data kemampuan guru dalam mengelola Untuk menganalisis kemampuan guru dalam mengelola diambil dari nilai ratarata skor penilaian aspek kemampuan guru yang di konversikan sebagai berikut: RSP = x n Keterangan : RSP = Rata rata skor penilaian x = skor penilaian n = banyaknya aspek penilaian Tabel 3.3 Konversi Nilai Rata-Rata Kemampuan Guru Nilai Rata-Rata Kategori 1,00 1,49 Kurang aktif 1,50 2,49 Cukup aktif 2,50 3,49 Aktif 3,50 4,00 Sangat aktif 2. Analisis data aktivitas siswa Untuk menganalisis data aktivitas siswa dalam diambil dari nilai rata-rata skor penilaian aspek di konversikan sebagai berikut: RSP = x n Keterangan : RSP = Rata rata skor penilaian x = skor penilaian n = banyaknya aspek penilaian Tabel 3.4 Konversi Nilai Rata Rata Aktivitas Siswa Nilai Rata-Rata 3. Analisis data ketuntasan belajar siswa Berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi, siswa dikatakan tuntas secara individual apabila menyerap materi 75 %. Sedangkan siswa dikatakan tuntas secara klasikal apabila 75 % siswa mengalami ketuntasan individu. Rumusan untuk mengetahui ketuntasan belajar klasikal sebagai berikut: skor tes KBI 100% skor maksimal siswa tuntas individu KBK seluruh siswa KBI = ketuntasan belajar individual KBK = ketuntasan belajar klasikal HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil penelitian 1. Kemampuan guru dalam mengelola RSP = x n Kategori 1,00 1,49 Kurang baik 1,50 2,49 Cukup baik 2,50 3,49 Baik 3,50 4,00 Sangat baik = (3 x 13) + (4 x 15) 28 = 3,53 100%

Berdasarkan tabel konversi rata rata kemampuan guru dalam mengelola maka diperoleh data kemampuan guru dalam mengelola termasuk kategori sangat baik. 2. Aktivitas siswa selama RSP = x n = (3 x 4) + (4 x 6) 10 = 3,6 Berdasarkan tabel konversi rata rata aktivitas siswa maka diperoleh data aktivitas siswa dalam termasuk kategori sangat aktif. 3. Ketuntasan belajar siswa siswa tuntas KBK = 100 = 28 = siswa 38 77,78 % Tabel tersebut menunjukkan bahwa keseluruhan ketuntasan kelas mencapai 77, 78 %, artinya ketuntasan belajar terpenuhi karena 75 %. B. Pembahasan 1. Kemampuan guru dalam mengelola kelas Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa pelaksanaan pada kegiatan membuka dan menutup pelajaran yang meliputi jenis kegiatan belajar seperti : menarik perhatian 4, menumbuhkan motivasi 4, menunjukkan kaitan 3, memberikan acuan dengan nilai 4, mengevaluasi 4, dan memberikan dorongan psikologis dengan nilai 4. Sedangkan pada penyampaian materi yang meliputi apersepsi 4, pemberian bahasa dan contoh 4, dan sistematika pembahasan dengan nilai 4. Dilihat dari masing-masing nilai di atas dan dikonversikan dengan tabel 3.3 diperoleh 3,53, artinya kemampuan guru matematika kelas 2 di SMA Negeri 1 Waru sidoarjo dalam mengelola kelas memiliki nilai rata - rata sangat baik. 2. Aktifitas siswa dalam Dari hasil penelitian dapat diambil data aktifitas siswa kelas 2 SMA Negeri 1 Waru sidoarjo dalam matematika dan setelah di konversikan dengan tabel 3.4 diperoleh nilai rata rata 3,5 artinya sudah tergolong sangat aktif. Dimana nilai rata rata yang terbanyak yaitu nilai 4. 3. Ketuntasan belajar siswa Dari hasil penelitian dapat diketahui nilai ketuntasan belajar klasikal 77,78 % dengan rincian hanya 8 dari 36 siswa yang belum tuntas. Ini menunjukkan secara keseluruhan ketuntasan belajar klasikal telah tercapai karena 75 %. KESIMPULAN Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah bahwa efektivitas matematika kelas XI di SMA Negeri 1 Waru Sidoarjo termasuk dalam yang efektif. Ini dilihat dari : 1. Kemampuan guru matematika kelas 2 di SMA Negeri 1 Waru sidoarjo dalam mengelola memiliki nilai rata - rata baik. 2. Data aktifitas siswa dalam adalah menunjukkan kategori aktif. 3. Ketuntasan belajar klasikal telah tercapai karena 75 %. DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi, 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta, Rineka Cipta. Emulyasa, 2002. Manajemen Berbasis Sekolah, Bandung, Rosdakarya. Hudoyono, herman, 2005. Pengembangan Kurikulum dan Matematika, Malang, UM Press Wicaksono, Agung, 2009. Efektivitas Pembelajaran. (http://agungprudent.wordpress.co m)

Tabel 3.1 Lembar Pengamatan Kemampuan Guru Nilai No Keterangan 1 2 3 4 1 Membuka dan menutup pelajaran a. Menarik perhatian b. Menimbulkan motivasi Kategori c. Menunjukkan kaitan d. Memberi acuan e. Meninjau kembali f. Mengevaluasi g. Memberi dorongan psikologis atau tindak lanjut 2 Menjelaskan a. Orentasi dan motivasi (apersepsi) b. Bahasa (sederhana dan jelas) c. Pemberian contoh d. Sistematika penjelasan e. Variasi dalam penyampaian f. Balikan (pertanyaan penyerap) 3 Strategi yang digunakan a. Ketepatan strategi dengan tujuan b. Kesesuaian strategi dalam langkahlangkah 4 Variasi a. Suara b. Mengarahkan perhatian siswa c. Kontak mata d. Ekspresi roman muka e. Gerakan tangan f. Posisi guru g. Pola interaksi 5 Metode

a. Ketepatan memilih media dengan tujuan b. Penguasaan teknis penggunaan media 6 Bertanya a. Pertanyaan jelas dan konkrit b. Pertanyaan memberikan waktu berpikir c. Pemerataan pertanyaan pada siswa d. Kualitas pertanyaan Keterangan : Nilai 1 : Kategori kurang baik Nilai 2 : Kategori cukup baik Nilai 3 : Kategori baik Nilai 4 : Kategori sangat baik Tabel 3.2 Data Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran Keterangan : No Aspek yang diamati 1. Kesiapan Siswa dalam Mengikuti Proses Pelajaran a. Kerapian dan ketertiban siswa b. Kesiapan alat - alat tulis ( buku tulis, pena/pensil dll) c. Kesiapan menerima materi pelajaran d. Persiapan buku - buku LKS dll 2. Respon dan Tanggap Siswa dalam Proses Pembelajaran a. Sikap dan perilaku b. Mendengarkan penjelasan c. Keaktifan menjawab pertanyaan d. Keaktifan bertanya e. Keaktifan dalam diskusi f. Keaktifan dalam mengerjakan tugas Nilai 1 2 3 4 Kategori Nilai 1 : Kategori kurang aktif Nilai 3 : Kategori aktif Nilai 2 : Kategori cukup aktif Nilai 4 : Kategori sangat aktif