BAB II TINJAUAN TERHADAP STASIUN TELEVISI

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III STASIUN TELEVISI

Dasar- dasar Penyiaran

BAB III METODOLOGI DAN PERANCANGAN KARYA. Multimedia memiliki cakupan sangat luas, oleh sebab itu metode yang

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB. Dwi Hastuti Puspitasari., Skom, MMSi TEKNOLOGI KOMUNIKASI

Dasar-dasar Penyiaran

Modul ke: Direktorat Teknik. Fakultas FIKOM. Andi Fachrudin, M.Si. Program Studi Broadcasting.

PERALATAN TEKNOLOGI INFORMASI & KOMUNIKASI

STUDIO PRODUKSI TELEVISI PROGRAM CONTINUITY

PERANGKAT TEKNOLOGI INFORMASI & KOMUNIKASI TELEMATIKA ASPEK ICT DEFINISI TELEKOMUNIKASI

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. tidak dikenal sama sekali. Komunikasi disebut juga sebagai proses

BAB IV PENUTUP Kesimpulan

MANAJEMEN MEDIA PENYIARAN Pokok Bahasan Departemen Teknik Dosen: Morissan, M.A.

BAB V IMPLEMENTASI KARYA. Pada bab ini penulis akan menjelaskan proses produksi pengambilan gambar

BAB III METODOLOGI DAN PERANCANGAN KARYA

Dasar- dasar Penyiaran

Dasar- dasar Penyiaran

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pengertian Televisi. Di era moderen ini, salah satu media massa yang sangat mudah diakses dan paling

VISUALISASI EDUKATIF PENYIARAN TELEVISI SATELIT DAN TELEVISI ANTENA MENGGUNAKAN METODE MULTIMEDIA DEVELOPMENT LIFE CYCLE (MDLC)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH. jauh dari studio siaran dalam lingkup broadcasting sudah dapat dilakukan

BAB I PENDAHULUAN. Televisi berasal dari kata tele (jauh) dan vision (tampak), jadi televisi berarti

Menyebutkan prinsip umum sinyal bicara dan musik Mengetahui Distorsi Mengetahui tentang tranmisi informasi Mengetahui tentang kapasitas kanal

Desain Akustik pada Recording Studio

[STASIUN TELEVISI SWASTA DI JAKARTA]

Berdasarkan undang-undang, stasiun televisi di seluruh negara harus. memindahkan siaran mereka dari sistem analog ke digital pada tanggal 17 Februari

BAB III METODOLOGI DAN PERANCANGAN KARYA. Ilmu Multimedia memiliki cakupan yang sangat luas, oleh sebab itu

Stasiun Relay, Interferensi Siaran&Stándar Penyiaran

Pemancar&Penerima Televisi

BAB I PENDAHULUAN. dalam kehidupan masyarakat. Televisi sebagai media massa memiliki

BAB 1. PENDAHULUAN. Pada dekade akhir-akhir ini, pertumbuhan dari satellite service, perkembangan

- S. Indriani Lestariningati, M.T- Week 3 TERMINAL-TERMINAL TELEKOMUNIKASI

TEKNOLOGI BROADCASTING TV

Jenis informasi pada siaran TV 1. Berita. Beberapa stasiun siaran TV mengemas berita ini sesuai dengan selera masing-masing.

Kalau di liat dari singkatannya MCR itu adalah Master Control Room, MCR itu ada salah satu unit

PERAN PRODUCTION ASSISTANT PROGRAM 100% AMPUH DI GLOBAL TV

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

TEKNOLOGI BROADCASTING TV. Ciptono Setyobudi

BAB 1 PENDAHULUAN. Media massa merupakan sarana untuk menyampaikan informasi kepada

EDITOR ORANG YANG TERLATIH DAN TERDIDIK UNTUK MENGEDIT FILM DAN REKAMAN VIDEO

Perubahan lingkungan eksternal. 1. Pasar TV analog yang sudah jenuh. 2. Kompetisi dengan sistem penyiaran satelit dan kabel. Perkembangan teknologi

BAB IV HASIL KERJA PRAKTEK. Dalam hal ini, praktikan bekerja pada Divisi Creative Production untuk program

BAB III PROSEDUR PELAKSANAAN

BAB II TINJAUAN UMUM AGROPOLITAN TELEVISI (ATV)

Operasional Stasiun Penyiaran

Produksi Media PR Audio-Visual

BAB III METODOLOGI DAN PERANCANGAN KARYA

BAB I PENDAHULUAN. ruang angkasa yang hampa udara, karena gelombang ini tidak memerlukan

VIDEO By y N ur N ul ur Ad A h d ay a a y n a ti t 1

KUNJUNGAN STUDI KE ISI TV

PENJABARAN TEMA DAN KONSEP

BAB I PENDAHULUAN. mampu menyampaikan pesan kepada audience yang sangat luas. 1

MEDIA PEREKAMAN DALAM SEJARAH

Energi dan Ketenagalistrikan

MODUL TEKNOLOGI KOMUNIKASI (3 SKS) Oleh : Drs. Hardiyanto, M.Si

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Bentuk, Bidang, dan Perkembangan Usaha

Mengenal ragam dan model kabel audio video

BAB V KONSEP 5.1 Konsep Tata Ruang Luar Gambar 5.1 Skema Site Plan

Produksi suatu program acara terdiri atas tiga bagian utama, yaitu: 1. Praproduksi (perencanaan) 2. Produksi (eksekusi program out door/in door) 3.

Cara Kerja Exciter Pemancar Televisi Analog Channel 39 di LPP (Lembaga Penyiaran Publik) Stasiun Transmisi Joglo Jakarta Barat

Pertemuan 5 A. Tujuan 1. Standar Kompetensi : Mempersiap kan pekerjaan pengoperasian peralatan elektronik video

Pertemuan 10 PRINSIP KOMUNIKASI LISTRIK. Dahlan Abdullah Website :

Dasar- dasar Penyiaran

Pengenalan Multimedia. Mendeskripsikan tentang multimedia

Penulisan Naskah Berita Televisi

BAB I PENDAHULUAN. Televisi merupakan sarana hiburan free-to-air yang tidak sedikit masyarakat

Sistem Pemancar Televisi

BAB III PENYAJIAN DATA. wawancara dari para editor program berita kabar riau di Dumai Vision yang

Program Broadcasting dan Public Speaking. Anyer, 21 April 2009

Finishing Audio Visual dengan Analisa Editing

BAB 1 PENDAHULUAN. Komunikasi merupakan hal penting untuk dapat berinteraksi dengan orang lain maupun

2017, No Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2016 tentang Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

09FIKOM. DASAR-DASAR PENYIARAN Modul ke: Organisasi Media Penyiaran Struktur Organisasi Penyiaran Fungsi & Tanggung Jawab SDM

Proses Penyiaran TV Digital Dengan Teknologi DVB-T (Digital Video Broadcasting-Terestrial) di LPP TVRI Jakarta.

BAB V KESIMPULAN DAN IMPLIKASI. Berdasarkan hasil penelitian mengenai produksi program Fun With

BAB I PENDAHULUAN. stasiun tv swasta dari televisi publik hingga televisi berlangganan. 1

Makalah Seminar Kerja Praktek

BAB IV HASIL KERJA PRAKTEK

Pertemuan 10. Disampaikan : pada MK Aplikasi Komputer. Direktorat Program Diploma IPB

Buku Panduan. Selamat Datang di Dens.TV

BAB IV PEMBAHASAN. Berdasarkan tinjauan pustaka pada bab dua, dalam kajian komunikasi. menurut Laswel terdapat lima unsur komunikasi.

Rencana Umum Pengadaan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Program. TatapMuka. Kode MK. Broadcasting A31415EL. Abstract. Kompetensi

RANCANGAN AKTIVITAS TUTORIAL (RAT)

Ruang-ruang ekspresi (tempat memproduksi) terpisah dengan

BAB I PENDAHULUAN. Televisi adalah sebuah alat penangkap siaran bergambar. Kata televisi

Lampiran 1: Standar Nasional Pendidikan Mengenai Sarana Prasarana Pendidikan

BAB I PENDAHULUAN 1.2. Latar Belakang Masalah

DASAR KOMPETENSI KEJURUAN DAN KOMPETENSI KEJURUAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Aspek Desain Akustik pada Sound Stage Studio, Scoring Stage Studio, dan Foley Stage Studio

PERTEMUAN 2 A. Tujuan 1. Standar Kompetensi : Mengoperasi kan Pekerjaan Peralatan Audio 2. Kompetensi Dasar : Mengoperasi

Peluang dan Tantangan Industri Media dan Konten Prospek Bisnis Penyiaran di Indonesia yang Dipengaruhi Kemajuan Teknologi

MENGENAI RUNNING TEXT

BAB II PROFILE PERUSAHAAN

Transkripsi:

BAB II TINJAUAN TERHADAP STASIUN TELEVISI 2.1 Televisi 2.1.1 Pengertian Televisi Televisi adalah sebuah alat penangkap siaran bergambar. Kata televisi berasal dari kata tele dan vision; yang mempunyai arti masingmasing jauh (tele) dan tampak (vision). Jadi televisi berarti melihat dari jarak jauh. Penemuan televisi disamakan dengan penemuan roda, karena mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia 'televisi' secara tak formal terkadang disebut dengan tivi, teve atau tipi. 2.1.2 Perkembangan Televisi Dalam penemuan televisi (tv), terdapat banyak pihak, penemu maupun inovator yang terlibat, baik perorangan maupun badan usaha. Televisi adalah karya masal dari tahun ke tahun. Awalnya televisi tentu tidak bisa dipisahkan dari penemuan dasar dasar hukum gelombang elektromagnetik yang ditemukan oleh Joseph Henry dan Michael Faraday (1831) yang memulai era komunikasi elektronik. Hingga dekade 2000- Masing masing jenis teknologi layar semakin disempurnakan. Baik LCD, Plasma maupun CRT terus mengeluarkan produk terakhir yang lebih sempurna dari sebelumnya. 1.04.01.002 10

o Televisi digital (Digital Television, DTV) o TV Resolusi Tinggi (High Definition TV, HDTV) o Video Resolusi Ultra Tinggi (Ultra High Definition Video, UHDV) o Direct Broadcast Satellite TV (DBS) o Pay Per View o Televisi internet o TV Web o Video atas-permintaan (Video on-demand, VOD) o Gambar-dalam-Gambar (Picture-In-Picture, PiP) o Auto channel preset o Perekam Video Digital o DVD o CableCARD o Pemrosesan Cahaya Digital (Digital Light Processing, DLP) o LCD dan Plasma display TV Layar Datar o High-Definition Multimedia Interface (HDMI) o The Broadcast Flag o Digital Rights Management (DRM) 1.04.01.002 11

.1.1.1 Gambar : 2. 1 Proses Transmisi dari stasiun ke satelit dan dari menara pemencar ke rumah Sumber : Grolier. Taste and Smell (volume 16). 2.2 Studio Televisi Studio Televisi adalah instalasi dari sebuah televisi atau tempat produksi video, untuk siaran langsung televisi, untuk merekam langsung ke tape, atau untuk pengadaan tempat produksi. Perancangan studio hampir sama dengan studio bioskop, tetapi ada beberapa penambahan untuk kebutuhan produksi televisi yang khusus. Studio televisi profesional biasanya mempunyai beberapa ruang yang terpisah untuk akustik dan pertimbangan praktis. Ruang ini dihubungkan via komunikasi antar bagian, dan personil dan akan dibagi dari tempat kerja. 1.04.01.002 12

Bagan : 2. 1 Skema organisasi stasiun TV Sumber : Time-Saver Standards for Building Type Studio televisi dibangun dalam ukuran yang berbeda-beda, sesuai dengan luas lantai dan tinggi yang dibutuhkan. Ada 4 jenis studio televisi yang utama: 1. Studio penonton dengan tempat duduk penonton yang permanen. Luasnya sekitar 1.400 m2 dengan volume sekitar 14.200 m2. 2. Studio serbaguna untuk semua jenis acara. 3. Studio pengumuman dan wawancara memiliki ukuran yang kecil. 4. Ruang pengisian suara (dubbing suites). 1.04.01.002 13

2.2.1 Lantai Studio Lantai studio merupakan ruang yang di atasnya digunakan sebagai tempat rekaman berlangsung. Lantai studio mempunyai instalasi dan karakteristik berikut: 1. Dekorasi dan perlengkapannya 2. Kamera dan tumpuannya 3. mikropon 4. Alat penerangan dan pengendali peralatan 5. Alat sistem publik untuk komunikasi 6. Monitor video untuk umpan balik visual dari ruang pengendali produksi 7. Jendela kaca diantara PCR dan lantai studio untuk kontak visual langsung yang diinginkan, tetapi tidak selalu harus ada 1.04.01.002 14

Gambar : 2. 2 Ruang Studio TV Sumber : Time-Saver Standards for Building Type 2.2.2 Ruang Pusat Pengendali Pusat pengendali adalah pusat kegiatan teknis suatu operasi siaran yang umum antara peralihan udara dari stasiun televisi dan jaringannya. Pusat pengendali berasal dari ruang pengendali produksi studio televisi sebagai aktivitas untuk mentransper dari kamera untuk dikoordinir. 1.04.01.002 15

Pusat pengendali adalah titik akhir dari suatu pemancar udara yang dikirim ke operator televisi kabel atau penyedia satelit untuk siaran. Ruang pusat pengendali Televisi meliputi bank monitor video - penerima satelit - mesin siaran ulang tv dari video - peralatan transmisi dan yang terbaru komputer menyiarkan peralatan otomasi untuk merekam dan playback melalui program udara. Ruang pusat pengendali diusahakan jangan terlalu bising atau terlalu panas untuk ruang pusat pengendali. Kebutuhan instalasi dan panjangnya kawat dapat dikendalikan, karena kebanyakan pemasangan kawat hanya antara alat pada ruangan. Gambar : 2. 3 Ruang Pusat Pengendali (master control) Sumber : Time-Saver Standards for Building Type 1.04.01.002 16

Ruang pusat pengendali meliputi: Gambar : 2. 4 Ruang Pusat Pengendali (Master Control) Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/studio_televisi 1. Kotak Koneksi dan mixer, DVE dan generator 2. Unit pengendali kamera 3. VTRS 4. Panel tambahan untuk pemasangan kawat dari berbagai peralatan. Pusat pengendali biasanya diorganisir dengan satu atau dua operator dalam waktu sehari untuk memastikan operasi berlanjut. Operator pusat pengendali bertanggung jawab untuk monitoring mutu dan ketelitian on-air produk, memastikan transmisi peraturan pemerintah, troubleshooting kegagalan pemakaian peralatan, dan programming menyiapkan untuk playback masa depan. Peraturan meliputi bagian teknis seperti melawan terhadap modulasi dan udara mati, seperti yang memasang setasiun ilegal. 1.04.01.002 17

2.2.3 Ruang Pengendali Produksi Ruang pengendali produksi merupakan tempat studio televisi pada komposisi program yang sedang berlangsung. Gambar : 2. 5 Ruang Pengendali Produksi (Production Control Room) Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/studio_televisi Fasilitas didalam PCR meliputi: 1. Dinding monitor video, dengan monitor untuk program, mengadakan pra pertunjukan, VTRS, kamera dan kebanyakan dari sumber video 2. Tombol 3. Audio dan peralatan efek 4. Generator karakter 5. Efek video digital dan alat bingkai (tidak terintegrasi alat penglihatan) 6. Stasiun direktur teknis, dengan monitor bentuk gelombang, vectorscopes dan kamera pengendali unit atau panel pengendali jarak untuk CCUS 7. VTRS (boleh juga ditempatkan di PCR atau ruang pusat mesin) 1.04.01.002 18

2.2.4 Fasilitas Lain Studio televisi pada umumnya mempunyai ruang lain dengan tidak ada kebutuhan teknis program dan monitor audio. Diantaranya: 1. Tempat mendekorasi dan merubah ruang 2. Area resepsi pernikahan, khitanan anak, ulang tahun, dan pengguna biasanya mendekorasi sendiri ruang yang diinginkannya. Bagan : 2. 2 Skema Dekorasi dan Peralatan Sumber : Time-Saver Standards for Building Type 1.04.01.002 19

2.3 Kebutuhan Standar Ruang Stasiun Televisi : No. Nama Ruang Fasilitas Ruang 1. R. Studio - Dekorasi - Kamera - Mikropon - Alat penerangan - Alat komunikasi 2. R. Pengendali : - R. Pusat Pengendali - R. Pengendali Produksi 3. R. Fasilitas Teknik : - R. Peralatan - R. Video Rekaman (VTR) - R. Sinema - R. Rekaman Film - R. Penghubung Video - R. Pengendali Program 4. Berita : - R. Berita - R. Perpustakaan dan Arsip - Studio Berita - R. Desain Grafis 5. R. Fasilitas Pendukung Studio - R. Latihan - R. Pakaian/ kostum - R. Ganti - R. Makeup - R. Tunggu Artis - R. Serbaguna - Gudang Dekorasi - R. Crew/ pekerja - R. Penyimpanan Kamera 6. R. Dekorasi 7. R. Editing Film 1.04.01.002 20

No. Nama Ruang Fasilitas Ruang 8. R. Efek Suara 9. R. Musik 10. R. Viewing 11. R. Fasilitas Luar Studio : - Tempat Parkir Kendaraan - Gudang Perlatan Perawatan - R. Kontrol Luar Stasiun 12. R. Gema 13. Kantor Karyawan 14. R. Fasilitas Karyawan 15. Gedung Maintenance 16. Pengembangan Site Tabel : 2. 3 Kebutuhan Standar Ruang Stasiun Televisi Sumber : Time-Saver Standards for Building Type 2.4 Pemancar Pemancar merupakan salah satu alat paling penting dalam industri penyiaran televisi. Dengan alat ini, gelombang siaran dipancarkan hingga bisa diterima oleh pemirsa. Tinggi rendahnya suatu pemancar tergantung kebutuhannya. Pemancar kebutuhan untuk radio berbeda dengan pemancar untuk kebutuhan stasiun televisi begitu juga kebutuhan pemancar untuk stasiun televisi nasional berbeda dengan kebutuhan untuk televisi lokal. 1.04.01.002 21

Penggunaan pemancar pada stasiun televisi di Indonesia, kebanyakan pemancarnya jauh dengan studio produksi, ini dikarenakan lahan yang tidak mencukupi juga dampak dari keberadaan stasiun televisi di kawasan yang padat penduduk. Untuk mengatasi hal tersebut maka pemancar untuk mentransmisikannya berada di daerah yang lebih tinggi atau jauh dengah kawasan permukiman penduduk. Seperti halnya di sendiri transmisinya berada di daerah Cisarua Lembang dengan daya 5 KW. Gambar : 2. 6 Proses Transmisi Sumber : www.greatwalltour.com/ Gambar : 2. 7 Ketinggian Tower sebagai Landmark Sumber : www.greatwalltour.com/ 1.04.01.002 22

A. ORIENTAL PEARL TV TOWER Gambar : 2. 6 Oriental Pearl TV Tower Sumber : www.greatwalltour.com/.../shanghai/tv.htm Lokasi Fungsi Tinggi Transportasi Daya Pancar : Shanghai, China : Pemancar TV juga sbagai landmark : 555 meter : Lift dengan kecepatan 7 meter / sekon : 2.2 Mega Watt B. PEMANCAR TV INDOSIAR Lokasi : Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Indonesia Fungsi Tinggi Transportasi : Pemancar TV : 375 meter : Lift Daya Pancar : 20 KW Gambar : 2. 6 Pemancar Indosiar Sumber : www.indosiar.com/ 1.04.01.002 23