BAB IV ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS

dokumen-dokumen yang mirip
Analisis Isu-Isu Strategis

VISI DAN MISI. "Terwujudnya Garut yang Mandiri dalam Ekonomi, Adil dalam Budaya dan Demokratis dalam Politik Menuju Ridlo Allah SWT.

BAB II KERANGKA EKONOMI DAERAH

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...

DAFTAR ISI. PERATURAN BUPATI MURUNG RAYA KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii DAFTAR TABEL... vii

STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH BESERTA KERANGKA PENDANAAN

BAB IV ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS

Tabel PDRB Atas Dasar Harga Berlaku dan Atas Dasar Harga Konstan 2000 di Kecamatan Ngadirejo Tahun (Juta Rupiah)

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) KABUPATEN MALANG TAHUN 2015

BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

BAB VI STRATEGI DAN KEBIJAKAN

BAB II KERANGKA EKONOMI MAKRO DAERAH. 2.1 Perkembangan indikator ekonomi makro daerah pada tahun sebelumnya;

DAFTAR ISI. Halaman. X-ii. RPJMD Kabupaten Ciamis Tahun

A. Proyeksi Pertumbuhan Penduduk. Pertumbuhan Penduduk

BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI MAKRO DAERAH

Tabel 6.1 Strategi, Arah dan Kebijakan Kabupaten Ponorogo TUJUAN SASARAN STRATEGI ARAH KEBIJAKAN

BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

BAB IV ANALISIS ISU ISU STRATEGIS

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan ekonomi dalam wilayah tersebut. Masalah pokok dalam pembangunan

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN. Visi pembangunan daerah dalam RPJMD adalah visi Kepala daerah dan

I. PENDAHULUAN. Kota Depok telah resmi menjadi suatu daerah otonom yang. memiliki pemerintahan sendiri dengan kewenangan otonomi daerah

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

4.2 Strategi dan Kebijakan Pembangunan Daerah

BAB I PENDAHULUAN. suatu proses dimana pemerintah daerah dan masyarakatnya mengelola

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan teknologi dan serta iklim perekonomian dunia.

KATA PENGANTAR. Cibinong, Maret Bupati Bogor, Hj. NURHAYANTI LAPORAN KINERJA PEMERINTAH (LAKIP) KABUPATEN BOGOR

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN. rencana pembangunan jangka menengah daerah, maka strategi dan arah

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Provinsi Lampung terletak di ujung tenggara Pulau Sumatera. Luas wilayah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Indonesia merupakan Negara yang kaya dengan Sumber Daya Alam dan

BAB III Visi dan Misi

TABEL 6.1 STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

I. PENDAHULUAN. Pembangunan daerah merupakan bagian dari pembangunan nasional dalam rangka

BAB I PENDAHULUAN. kesejahteraan masyarakat. Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat

PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang

I. PENDAHULUAN Industri Pengolahan

Tabel-Tabel Pokok TABEL-TABEL POKOK. Analisis Pertumbuhan Ekonomi Kab. Lamandau Tahun 2013 /

BAB IV KONDISI PEREKONOMIAN JAWA BARAT TAHUN 2007

6.1. Strategi dan Arah Kebijakan Pembangunan

I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB V PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB IV KONDISI PEREKONOMIAN JAWA BARAT TAHUN 2006

Produk Domestik Regional Bruto

DRAFT RANCANGAN AWAL RPJMD KABUPATEN GUNUNGKIDUL TAHUN Disampaikan pada Forum Konsultasi Publik Rabu, 6 April 2016

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III DESKRIPSI WILAYAH. wilayah Caruban yang merupakan bagian dari Kecamatan Mejayan. Gedung

BAB V PEMBAHASAN. 5.1 Analisis Sektor Ekonomi Unggulan Kabupaten Malinau

BAB II RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD)

BAPPEDA KAB. LAMONGAN

BAB IV GAMBARAN UMUM KABUPATEN MALINAU. Kabupaten Malinau terletak di bagian utara sebelah barat Provinsi

BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH. karakteristiknya serta proyeksi perekonomian tahun dapat

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

I. PENDAHULUAN. Keberhasilan perekonomian suatu negara dapat diukur melalui berbagai indikator

SAMBUTAN GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG DALAM ACARA MUSRENBANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) PROVINSI KEPULAUAN BANGKA

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan ekonomi bertujuan untuk mewujudkan ekonomi yang handal. Pembangunan ekonomi diharapkan dapat meningkatkan

I. PENDAHULUAN. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator yang penting dalam

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN LUMAJANG

RENCANA KERJA (RENJA)

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan ekonomi menjadi prioritas utama bagi negara-negara

KATA PENGANTAR. Cibinong, Maret 2014 Bupati Bogor, RACHMAT YASIN

IV. GAMBARAN UMUM PROVINSI JAMBI. Undang-Undang No. 61 tahun Secara geografis Provinsi Jambi terletak

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan nasional merupakan usaha peningkatan kualitas manusia, yang

BAB I PENDAHULUAN. memiliki kontribusi bagi pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB)

I. PENDAHULUAN. nasional yang diarahkan pada pengembangan dan peningkatan laju pertumbuhan

2.1 RPJMD Kabupaten Bogor Tahun

REVISI PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2015

BAB. IV KONDISI PEREKONOMIAN KAB. SUBANG TAHUN 2012

I. PENDAHULUAN. Industri nasional memiliki visi pembangunan untuk membawa Indonesia

BAB 2 PERENCANAAN KINERJA. 2.1 RPJMD Kabupaten Bogor Tahun

BAB V. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB I PENDAHULUAN. dan masyarakatnya mengelola sumberdaya-sumberdaya yang ada dan. swasta untuk menciptakan suatu lapangan kerja baru dan merangsang

DAFTAR ISI DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...

BAB III ANALISIS ISU STRATEGIS

BPS KABUPATEN TAPANULI TENGAH PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN TAPANULI TENGAH TAHUN 2013

BAB I PENDAHULUAN. keberhasilan pembangunan nasional suatu negara yakni melalui jumlah dan

BAB II PERAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL A. STRUKTUR PEREKONOMIAN INDONESIA

1. PENDAHULUAN. Tabel 1. Batas Kemiskinan, Jumlah dan Persentase Masyarakat Miskin ( ) Presentase Penduduk Miskin. Kota& Desa Kota Desa

BAB. IV KONDISI PEREKONOMIAN KAB.SUBANG TAHUN 2013

I. PENDAHULUAN. itu pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan pendapatan perkapita serta. yang kuat bagi bangsa Indonesia untuk maju dan berkembang atas

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PERTUMBUHAN EKONOMI ASAHAN TAHUN 2013

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH

KATA PENGANTAR. Cibinong, Maret 2015 Bupati Bogor, Hj. NURHAYANTI

PERANAN SEKTOR PERTANIAN KHUSUSNYA JAGUNG TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN JENEPONTO Oleh : Muhammad Anshar

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

I. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang

PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN SIMALUNGUN TAHUN 2012

PAPARAN Rancangan Awal RPJMD Tahun Wates, 27 September 2017

IV. GAMBARAN UMUM KOTA CIMAHI. Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pemerintahan dan Otonomi

BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKANKEUANGAN DAERAH

VISI MISI KABUPATEN KUDUS TAHUN

Transkripsi:

BAB IV ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS IIV.1 Permasalahan Pembangunan Permasalahan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Ngawi saat ini dan permasalahan yang diperkirakan terjadi lima tahun ke depan perlu mendapat perhatian dalam penyusunan rencana pembangunan jangka menengah lima tahun. Dengan mengetahui permasalahan yang ada selanjutnya akan dirumuskan dalam program dan kegiatan untuk mengatasi permasalahan yang ada. Potensi ekonomi Kabupaten Ngawi terutama terdapat pada sektor pertanian, sumber daya hutan, perdagangan dan jasa-jasa. Potensi yang sangat besar tersebut memerlukan upaya-upaya sedemikian rupa sehingga dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi rakyat. Upaya yang dilakukan dipengaruhi baik oleh faktor eksternal maupun internal. Faktor eksternal terdiri dari kebijakan pemerintah pusat dalam bidang ekonomi, kebijakan pemerintah Propinsi Jawa Timur khususnya kebijakan pengembangan ekonomi bagian barat lintas tengah, serta perkembangan perekonomian daerah sekitar Kabupaten Ngawi. Kondisi non ekonomi berupa situasi sosial politik yang kondusif dan stabil ikut mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Sedangkan faktor internal terdiri dari serangkaian upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Ngawi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui kebijakan fiskal/apbd, penguatan kemandirian perekonomian melalui pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Koperasi, industri pengolahan, pariwisata dan perdagangan, serta penyediaan infrastruktur, perbaikan dan pemeliharaan pasar-pasar. RPJMD Kabupaten Ngawi Tahun 2010-2015 BAB IV - 1

Strategi pembangunan daerah sangat diperlukan untuk menghasilkan langkahlangkah konkret dalam implementasi pembangunan. Strategi yang baik harus menunjukkan konsistensi dan komitmen yang tinggi untuk mewujudkan visi dan misi Bupati terpilih. Strategi yang tepat ditetapkan setelah dilakukan analisis kondisi dan potensi yang dimiliki Kabupaten Ngawi, sebagai berikut : IV.1.1 Kekuatan Kekuatan Pemerintah Kabupaten Ngawi yang teridentifikasi adalah sebagai berikut : a. Tersedianya sumber daya aparatur yang cukup besar untuk diarahkan dalam pencapaian visi dan misi daerah b. Pemerintah Kabupaten Ngawi terdiri dari 213 desa dan 4 kelurahan sebagai subyek pembangunan yang potensial c. Adanya dukungan anggaran yang berbasis kinerja d. Kondisi sosial dan politik yang stabil e. Jumlah penduduk yang besar dengan komposisi penduduk usia produktif yang lebih tinggi f. Kehidupan dan budaya masyarakat yang religius dan agamis g. Adanya keinginan masyarakat untuk bangkit dari ketertinggalan h. Masih tumbuhnya jiwa gotong royong, kebersamaan dan kerukunan antar warga masyarakat i. Kondisi geografis sebagai kawasan jalur perekonomian antara propinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah j. Sumber daya alam yang potensial dengan berbasis pertanian k. Masih tersedianya lahan yang cukup luas dan strategis sebagai tempat untuk didirikannya usaha perindustrian, perdagangan dan jasa-jasa. RPJMD Kabupaten Ngawi Tahun 2010-2015 BAB IV - 2

IV.1.2 Kelemahan Kelemahan Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam pembangunan 5 (lima) tahun mendatang dapat diidentifikasi sebagai berikut : a. Belum adanya kemandirian daerah dalam pemenuhan kebutuhan dana pembangunan b. Masih rendahnya profesionalisme aparatur c. Kurang optimalnya penguasaan dan aplikasi sistem dan teknologi informasi dalam mendukung pelayanan masyarakat d. Adanya kesenjangan antara kebutuhan dengan realitas sarana dan prasarana. e. Rendahnya daya tampung dan daya dukung fasilitas pendidikan baik formal maupun informal f. Rendahnya daya tampung dan daya dukung fasilitas kesehatan masyarakat g. Tingginya angka kemiskinan dan pengangguran pada usia produktif h. Masih rendahnya kualitas dan kuantitas infrastruktur wilayah i. Masih rendahnya pemanfaatan teknologi dan informasi dalam pengelolaan sumber daya j. Belum optimalnya pemanfaatan sumber daya alam bagi peningkatan PAD IV.1.3 Peluang Peluang untuk pembangunan Kabupaten Ngawi 5 (lima) tahun ke depan adalah sebagai berikut : a. Adanya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang prima dan terstandarisasi b. Tersedianya peluang usaha dan investasi khususnya pada sektor Agraris dan Jasa c. Pemberlakuan otonomi daerah secara luas bagi pemerintah daerah d. Iklim demokratis yang semakin membaik, serta perhatian pemerintah pusat terhadap pemerintah daerah yang semakin tinggi. RPJMD Kabupaten Ngawi Tahun 2010-2015 BAB IV - 3

e Perkembangan informasi, ilmu pengetahuan dan teknologi terbuka luas f. Mulai tumbuhnya kesadaran kehidupan berpolitik masyarakat, dan terbukanya partisipasi masyarakat dalam pembangunan melalui otonomi daerah g. Terbukanya informasi pasar baik lokal, regional maupun global yang didukung oleh perkembangan informasi dan teknologi h. Kebijakan pemerintah pusat dalam pemberian modal bagi pengembangan usaha kecil dan menengah termasuk petani i. Perubahan kebijakan pemerintah pusat dalam pengelolaan dan bagi hasil pemanfaatan sumber daya alam j. Adanya bantuan pemerintah baik Pemerintah Pusat maupun Provinsi IV.1.4 Ancaman Ancaman yang mungkin muncul dalam pembangunan Kabupaten Ngawi 5 (lima) tahun ke depan adalah sebagai berikut : a. Kondisi sosial politik yang kurang kondusif terutama menjelang dan pasca Pemilihan Umum (Legislatif, Presiden, dan Kepala Daerah) b. Perubahan kebijakan pemerintah pusat dalam bidang pemerintahan daerah dan keuangan daerah c. Kondisi ekonomi makro (nasional dan global ) yang masih belum stabil d. Dampak negatif arus informasi dan globalisasi yang semakin cepat sehingga muncul degradasi moral masyarakat e. Pengembangan daerah sekitar yang memiliki karakteristik sama dengan daya saing yang tinggi f. Pertumbuhan penduduk dan penyakit menular g. Kondisi geografis di sebagian wilayah rawan bencana alam. RPJMD Kabupaten Ngawi Tahun 2010-2015 BAB IV - 4

IV.2 Faktor Penghambat dan Pendorong Permasalahan Pembangunan Dengan kondisi internal dan eksternal yang dimiliki Kabupaten Ngawi seperti diuraikan di atas, serta memperhatikan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Ngawi pada tahun 2009 tumbuh sebesar 5,65% lebih tinggi dibanding pertumbuhan tahun 2008 sebesar 5,52%, maka pertumbuhan ekonomi tahun-tahun yang akan datang diharapkan dapat tumbuh lebih pesat lagi. Pertumbuhan ekonom sampai dengan tahun 2009 tersebut terutama didukung oleh kinerja sektor perdagangan, hotel dan restoran, industri pengolahan, sektor listrik, gas dan air bersih, sektor pengangkutan dan komunikasi, selengkapnya dapat dilihat dalam tabel dibawah ini : Tabel. 4.1 Agregat Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Ngawi Menurut Lapangan Usaha Tahun 2003-2009 I. 1. 2. 3. 4. 5. II. 1. 2. 3. 4. 5. LAPANGAN USAHA 2002 2003 2004 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Atas Dasar Harga Berlaku Produk Domestik Regional Bruto (Juta Rp.) Produk Domestik Reg. Bruto Per Kapita (Rp.) Pendapatan Regional (Juta Rp.) Pendapatan Regional Per Kapita (Rupiah) Penduduk Pertengahan Tahun (jiwa) Atas Dasar Harga Konstan (2000) Produk Domestik Regional Bruto (Juta Rp.) Produk Domestik Reg. Bruto Per Kapita (Rp.) Pendapatan Regional (Juta Rp.) Pendapatan Regional Per Kapita (Rupiah) Penduduk Pertengahan Tahun (jiwa) 2005 2.609.743,09 2.914.310,63 3.265.122,01 3.831.351,83 4.445.555,03 5.031.428,99 5.770.273,06 6.444.782,83 3.032.025,40 3.374.069,82 3.763.627,67 4.389.458,28 5.093.131,41 5.712.943,11 6.514.764,00 7.236.141,77 2.428.600,83 2.712.028,33 3.038.489,89 3.565.417,70 4.136.989,06 4.682.197,50 5.608.705,42 6.264.328,91 2.821.572,52 3.139.875,63 3.502.394,27 4.084.785,98 4.739.617,16 5.316.407,73 6.332.350,61 7.033.529,80 860.726,00 863.737,50 867.546,50 872.853,00 872.853,00 880.707,00 885.722,50 890.638,00 2.122.888,84 2.187.262,88 2.282.391,93 2.385.681,99 2.510.075,52 2.639.717,89 2.785.335,43 2.942.602,51 2.466.393,30 2.532.323,63 2.630.858,32 2.733.200,20 2.875.713,92 2.997.271,39 3.144.704,39 3.303.926,52 1.975.539,13 2.035.444,97 2.123.971,10 2.220.091,81 2.335.851,18 2.456.495,07 2.707.346,04 2.860.209,64 2.295.200,95 2.356.555,05 2.448.250,44 2.543.488,78 2.676.110,62 2.789.230,78 3.056.652,66 3.211.416,58 860.726,00 863.737,50 867.546,50 872.853,00 872.853,00 880.707,00 885.722,50 890.638,00 2006 2007 2008 2009 Sumber : BPS Kabupaten Ngawi RPJMD Kabupaten Ngawi Tahun 2010-2015 BAB IV - 5

Sementara itu kontribusi tertinggi masih didominasi oleh tiga sektor andalan yaitu sektor pertanian, sektor perdagangan, hotel dan restoran serta sektor jasa jasa, walaupun sektor pertanian tiap tahunnya cenderung menurun. Kontribusi masing-masing sektor terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dalam kurun waktu Tahun 2002-2009 dapat dilihat pada tabel di bawah ini Tabel. 4.2 Distribusi Persentase Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Ngawi Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2002-2009 LAPANGAN USAHA 2002 2003 2004 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 2005 2006 2007 2008 2009 1. PERTANIAN 39,79 38,23 38,02 37,14 36,67 36,64 36,90 36,91 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN 0,55 0,57 0,55 0,53 0,54 0,55 0,54 0,54 3. INDUSTRI PENGOLAHAN 6,31 6,47 6,33 6,37 6,20 6,09 6,14 6,20 4. LISTRIK, GAS & AIR BERSIH 0,60 0,66 0,66 0,71 0,72 0,72 0,76 0,83 5. KONSTRUKSI 4,20 4,34 4,34 4,49 4,56 4,83 4,80 4,73 6. PERDAGANGAN, HOTEL & RESTORAN 25,83 26,72 26,98 27,38 27,92 28,08 27,91 28,05 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI 3,33 3,46 3,51 3,82 4,08 4,08 4,05 4,03 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN 4,77 4,89 4,96 4,93 4,91 4,85 4,74 4,69 9. JASA - JASA 14,60 14,65 14,64 14,63 14,40 14,17 14,16 14,02 P D R B 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 Sumber : BPS Kabupaten Ngawi Sumbangan sektor pertanian terhadap peningkatan PDRB terutama terjadi pada sub sektor tanaman pangan. Tingkat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Ngawi tahun 2009 sebesar 5,65% terutama didukung oleh peningkatan pertumbuhan sektor listrik, gas dan air bersih yang tumbuh 11,28% di tahun 2009. Prospek prekonomian daerah dapat berkembang dan diarahkan pada sektor industri pengolahan, perdagangan, hotel, restoran, Pariwisata, dan sektor pengangkutan dan komunikasi. RPJMD Kabupaten Ngawi Tahun 2010-2015 BAB IV - 6

Tingkat pertumbuhan ekonomi menurut lapangan usaha tahun 2002-2009 sebagai berikut : Tabel. 4.3 Tingkat Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Ngawi Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku 2002-2009 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 LAPANGAN USAHA (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 1. PERTANIAN 0,17-0,37 4,24 2,98 3,93 4,67 5,52 5,10 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN 1,34 8,58-0,24 3,37 3,89 7,21 5,47 4,28 3. INDUSTRI PENGOLAHAN 1,90 4,90 4,10 2,95 4,04 4,80 6,75 6,29 4. LISTRIK, GAS & AIR BERSIH 7,83 6,01 1,55 5,67 5,35 6,87 9,14 11,28 5. KONSTRUKSI 2,54 5,76 3,76 6,55 5,26 5,74 3,32 5,33 6. PERDAGANGAN, HOTEL & RESTORAN 4,89 5,61 5,25 6,02 7,08 6,95 6,40 6,87 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI 2,14 6,58 5,06 3,90 6,13 5,82 6,10 6,97 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERUSAHAAN 5,06 6,44 5,41 5,57 5,79 3,51 4,41 3,96 9. JASA JASA 2,46 3,82 2,97 5,77 5,18 3,25 3,99 4,53 P D R B 2,26 3,03 4,35 4,53 5,21 5,16 5,52 5,65 Sumber : BPS Kabupaten ngawi Dalam rangka mencapai target pertumbuhan ekonomi tahun 2010 sebesar 5,9% dan proyeksi tahun 2015 sebesar 7,32%, strategi yang diterapkan diantaranya sebagai berikut: 1. Peningkatan efektivitas penanggulangan kemiskinan dengan menghormati, melindungi dan memenuhi hak-hak dasar masyarakat miskin, 2. Peningkatan aksesibilitas dan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan 3. Meningkatkan dan mengembangkan informasi pialang pasar di jaringan pemasaran 4. Mengembangkan KUMKM agar dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja dan peningkatan produktifitas serta daya saing dan kemandirian UMKM di pasar dalam/luar negeri 5. Meningkatkan produksi dan produktifitas hasil pertanian, komoditas perkebunan, usaha perikanan serta populasi peternakan dan penanggulangan penyakit ternak RPJMD Kabupaten Ngawi Tahun 2010-2015 BAB IV - 7

6. Mengembangkan komoditas unggulan melalui pemberdayaan masyarakat serta penyediaan sarana dan prasarana pendukung pengembangan agribisnis 7. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam rehabilitasi hutan dan lahan 8. Meningkatkan pengembangan informasi peluang pasar dan jaringan pemasaran 9. Meningkatkan kualitas hasil industri kecil dan menengah 10. Meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana pariwisata serta pengembangan promosi pariwisata 11. Percepatan pelaksanaan reformasi birokrasi dan peningkatan pelayanan publik 12. Meningkatkan dan percepatan pembangunan, pemeliharaan, dan perbaikan infrastruktur yang menunjang pembangunan sektor pertanian dan wilayah pedesaan. IV.3 Isu Strategis Bertitik tolak dari berbagai kondisi pembangunan yang dihadapi Kabupaten Ngawi 2010-2015, maka dibutuhkan solusi-solusi strategis untuk mengatasinya selama lima tahun mendatang. Isu-isu strategis yang mengemuka menjadi bahan perumusan kebijakan utama pembangunan lima tahun ke depan. Isu-isu strategis tersebut sebagai berikut : 1. Penanggulangan kemiskinan 2. Pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan 3. Penguatan struktur perekonomian daerah dengan berbasis sektor pertanian dan meningkatkan kontribusi sektor yang lain dalam peningkatan perekonomian daerah 4. Reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan 5. Pengembangan infrastruktur kewilayahan dan tata ruang 6. Pengendalian degradasi sumber daya alam dan lingkungan hidup RPJMD Kabupaten Ngawi Tahun 2010-2015 BAB IV - 8

7. Pembangunan kehidupan sosial, budaya dan politik yang religius 8. Kesenjangan antara daerah utara Sungai Solo dengan selatan Sungai Solo 9. Angka pengangguran yang cukup tinggi dan semakin bertambah 10. Kualitas SDM yang relatif rendah 11. Nilai tambah ekonomi yang masih belum maju 12. Kabupaten Ngawi yang terletak di daerah rawan bencana RPJMD Kabupaten Ngawi Tahun 2010-2015 BAB IV - 9