UPDATE PERBAIKAN IKLIM PENANAMAN MODAL DI INDONESIA

dokumen-dokumen yang mirip
PELAYANAN PENANAMAN MODAL DI PTSP PUSAT-BKPM (Updating layanan izin investasi 3 jam)

Getting Electricity P E R B A I K A N K E B I J A K A N. Jakarta, 21 Januari 2016 DIREKTUR DEREGULASI. invest in

BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL

PAKET KEBIJAKAN XII: Pemerintah Pangkas Izin, Prosedur, Waktu, dan Biaya untuk Kemudahan Berusaha di Indonesia

PENYEDERHANAAN PERIZINAN IMB

PEDOMAN DAN TATA CARA PEMBERIAN FASILITAS TAX HOLIDAY DAN TAX ALLOWANCE. Mei 2018

Upaya Peningkatan Daya Saing Bidang Ketenagalistrikan di Indonesia Menghadapi Era Globalisasi

PEDOMAN DAN TATA CARA PERMOHONAN FASILITAS IMPOR MESIN, BARANG & BAHAN, TAX ALLOWANCE DAN TAX HOLIDAY DALAM RANGKA PENANAMAN MODAL

Perbaikan Pelaksanaan Kemudahan Berusaha. Ease of Doing Business di Indonesia

PENERBITAN SECARA SIMULTAN UNTUK SIUP DAN TDP SERTA TGD DAN SLF

PELAYANAN ONLINE PERTANAHAN DAN PERALIHAN HGB TERTENTU DI WILAYAH TERTENTU

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Paket Kebijakan Ekonomi Minggu ke-iii Maret 2016 (Tahap XI)

KEMUDAHAN BERUSAHA (EASE OF DOING BUSINESS) REGISTERING PROPERTY KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL

REALISASI PENANAMAN MODAL PMDN PMA TRIWULAN I TAHUN 2014

BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL

KEBIJAKAN PERCEPATAN PELAKSANAAN BERUSAHA. Jakarta, 31 Agustus 2017

Direktorat Pelayanan Fasilitas Penanaman Modal

STRATEGI PEMBANGUNAN NASIONAL BIDANG INVESTASI

Realisasi Investasi PMDN dan PMA Tahun 2017 Melampaui Target

STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI HILIR KARET ALAM DI PROVINSI RIAU

Jakarta, 29 Juli 2016 Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas

PENYELENGGARAAN LAYANAN DI PTSP PUSAT BKPM

2017, No kawasan pariwisata sudah dapat dilaksanakan dalam bentuk pemenuhan persyaratan (checklist); e. bahwa untuk penyederhanaan lebih lanjut

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 91 TAHUN 2017 TENTANG PERCEPATAN PELAKSANAAN BERUSAHA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL

BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL

Paket Kebijakan Ekonomi (Tahap XV)

Menteri Perindustrian Republik Indonesia PAPARAN MENTERI PERINDUSTRIAN PADA ACARA RAKER KEMENTERIAN PERDAGANGAN JAKARTA, 27 JANUARI 2016

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 91 TAHUN 2017 TENTANG PERCEPATAN PELAKSANAAN BERUSAHA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Analisis Perkembangan Industri

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL REPUBLIK INDONESIA,

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. Peraturan Presiden tentang Percepatan Pelaksanaan Berusaha

INDONESIA. Investasi Sektor Properti BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL. Farah R Indriani Deputi PIPM-BKPM

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2016 TENTANG PERCEPATAN PEMBANGUNAN INDUSTRI PERIKANAN NASIONAL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Daya Saing Industri Indonesia di Tengah Gempuran Liberalisasi Perdagangan

SALINAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL REPUBLIK INDONESIA,

FASILITAS PPh Energi Terbarukan

REALISASI PENANAMAN MODAL PMDN-PMA

REALISASI PENANAMAN MODAL PMDN - PMA TRIWULAN I TAHUN 2016

Menteri Perindustrian Republik Indonesia

PERATURAN KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG

Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Sesuai Peraturan Kepala BKPM No. 3 Tahun 2012

Strategi Kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah Dalam Rangka Peningkatan Investasi Daerah

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL REPUBLIK INDONESIA

1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

REALISASI PENANAMAN MODAL PMDN - PMA TRIWULAN I TAHUN 2017

BAHAN MENTERI PERINDUSTRIAN PADA PRESS CONFERENCE TENTANG KEBIJAKAN TAX HOLIDAY PMK 159/PMK.010/2015 JAKARTA, 27 AGUSTUS 2015

SIARAN PERS. Realisasi Investasi Triwulan II Tahun 2017 Mencapai Rp 170,9 Triliun

Menperin Sebut Fasilitas Fiskal Tax Holiday Terbukti Mampu Tingkatkan Investasi Dalam Negeri

Grafik 1 Laju dan Sumber Pertumbuhan PDRB Jawa Timur q-to-q Triwulan IV (persen)

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL REPUBLIK INDONESIA,

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Laporan Perkembangan Deregulasi 2015

Survey Kemudahan Berusaha 2018

KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA INDONESIAN DEVELOPMENT FORUM (IDF)

LAPORAN LIAISON. Triwulan I Konsumsi rumah tangga pada triwulan I-2015 diperkirakan masih tumbuh

BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL

BAB III DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN

2017, No serta Kinerja Pegawai di Lingkungan Badan Koordinasi Penanaman Modal; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam hu

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BKPM. Jabatan. Kelas Jabatan. Tunjangan. Kinerja.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.508, 2009 BKPM. Permohonan. Penanaman Modal. Pedoman.

PERATURAN KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL,

Kebijakan Percepatan Pelaksanaan Berusaha

BAB I PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN II (SEMESTER I) TAHUN 2014

- 6 - TUNJANGAN KINERJA JABATAN STRUKTURAL

OSS Online Single Submission -KONSEPSI DAN DESAIN TEKNIS-

Lampiran 2. Realisasi investasi industri pionir 2009-k1 2012

TUNJANGAN KINERJA JABATAN STRUKTURAL

invest in PTSP PUSAT BKPM DAN PERCEPATAN PERIZINAN DAN NONPERIZINAN PENANAMAN MODAL

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL,

AKSELERASI INDUSTRIALISASI TAHUN Disampaikan oleh : Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian

Keterangan. Menunjukan dokumen asli. Fotokopi harus jelas dan mudah dibaca. Disusun sesuai urutan. Diberi Label

DEALING WITH CONSTRUCTION PERMIT

Paket Kebijakan Ekonomi 9: Pemerataan Infrastruktur Ketenagalistrikan dan stabilisasi harga daging hingga ke desa

PERATURAN KEPALA BKPM NO. 5 TAHUN 2013 JO. PERATURAN KEPALA BKPM NO. 12 TAHUN 2013

Seminar Nasional Outlook Industri 2018 PEMBANGUNAN INDUSTRI YANG INKLUSIF DALAM RANGKA MENGAKSELERASI PERTUMBUHAN EKONOMI YANG BERKUALITAS

OVERVIEW PERLAMBATAN EKONOMI

Menteri Perindustrian Republik Indonesia. Menghidupkan Kembali Sektor Industri Sebagai Penggerak Ekonomi Nasional

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL REPUBLIK INDONESIA

Transkripsi:

JAKARTA, 10 MEI 2016 UPDATE PERBAIKAN IKLIM PENANAMAN MODAL DI INDONESIA DEPUTI BIDANG PENGEMBANGAN IKLIM PENANAMAN MODAL 2016 by Indonesian Investment Coordinating Board. All rights reserved

Outline 1 Realisasi Investasi 2. Daya Saing Indonesia 3. Perbaikan Yang Telah di Lakukan 4. Paket Kebijakan Ekonomi Terkait Investasi 5. Perbaikan Kemudahan Berusaha di Indonesia 2

Tahun 2015 Realisasi Investasi 3

Realisasi Investasi Jan - Des IDR 463,1 T (US$ 43.0 B) IDR 545,4 T (US$ 43.6B) Realisasi Investasi Periode Januari Desember 2015 Penanaman Modal Asing IDR 307,0 T (US$ 1.430.846 28.5 B) IDR 365,9T (US$ 29.4 B) 1.435.711 naik 17,8% naik 0,3% 19,2% Penyerapan Tenaga Kerja 1.430.846 IDR 307,0 T 1.435.711 IDR 365,9 T naik Penanaman Modal Dalam Negeri IDR 156,1 T (US$ 14.5 B) IDR 179,5 T (US$ 14.3 B) naik 0,3% 19,2% 15,0%

Triwulan I 2016: Dibanding Tahun 2015 Perkembangan Realisasi Penanaman Modal Triwulan I Tahun 2016 Rp Triliun 600 550 500 450 400 350 300 250 200 150 100 50 0 TW I 2015 TW IV 2015 TW I 2016 Target 2016*) Capaian**) TOTAL 124,6 145,4 146,5 594,8 24,6% PMA 82,1 99,2 96,1 386,4 24,9% PMDN 42,5 46,2 50,4 208,4 24,2% PMDN : penanaman modal dalam negeri PMA : penanaman modal asing *) Target Penanaman Modal 2016 Renstra BKPM 2015 2019 **) Terhadap target 2016 Nilai investasi Triwulan I 2016 merupakan realisasi investasi langsung yang dilakukan selama 3 bulan periode laporan (Januari Maret 2016) berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang diterima BKPM dari perusahaan PMA dan PMDN Di luar investasi Migas, Perbankan, Lembaga Keuangan Non Bank, Asuransi, Sewa Guna Usaha, dan Industri Rumah Tangga Triwulan I 2016 y-o-y q-o-q PMDN 18,6% 9,1% PMA 17,1% -3,1% TOTAL 17,6% 0,8% Nilai investasi dalam Rp Triliun (T) dan Kurs US$ 1 = Rp 13.900 sesuai dengan APBN 2016 Realisasi investasi pada Triwulan I 2016: Rp 146,5 T, meningkat 17,6% dari Triwulan I 2015 (Rp 124,6 T) IndonesiaInvestment Coordinating Board 6

Triwulan I 2016: Sektor, Lokasi, Negara Asal, dan Wilayah Realisasi Triwulan I 2016: Berdasarkan Sektor PMDN PMDN + PMA Lainnya Rp 16,9 T (33,6%) Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi Rp 5,0 T (9,8%) Listrik, Gas dan Air Rp 5,1 T (10,2%) Industri Makanan Rp 8,9 T (17,7%) Tanaman Pangan dan Perkebunan Rp 8,8 T (17,4%) Industri Kimia Dasar, Barang Kimia dan Farmasi Rp 5,7 T (11,3%) Lainnya Rp 60,6 T (41,4%) Industri Kertas, Barang dari Kertas dan Percetakan Rp 27,5 T (18,7%) Industri Kimia Dasar, Barang Kimia dan Farmasi Rp 19,0 T (13,0%) PMA Lainnya US$ 2,1 M (29,8%) Industri Kertas, Barang dari Kertas dan Percetakan US$ 1,9 M (27,5%) Industri Makanan Rp 15,4 T (10,5%) Industri Makanan US$ 0,5 M (6,8%) Industri Logam Dasar, Barang Logam, Mesin dan Elektronik US$ 0,7 M (10,1%) Industri Kimia Dasar, Barang Kimia dan Farmasi US$ 0,9 M (13,8%) Industri Alat Angkutan dan Transportasi Lainnya US$ 0,8 M (12,0%) Industri Logam Dasar, Barang Logam, Mesin dan Elektronik Rp 11,8 T (8,1%) Industri Alat Angkutan dan Transportasi Lainnya Rp 12,2 T (8,3%) T= Triliun M= Miliar 7

Triwulan I 2016: Sektor, Lokasi, Negara Asal, dan Wilayah Realisasi Triwulan I 2016: Berdasarkan Lokasi PMDN PMDN + PMA Banten Rp 4,3 T (8,5%) Jawa Timur Rp 13,0 T (25,9%) Lainnya Rp 15,4 T (30,6%) Jawa Barat Kalimantan Tengah Rp 6,3 T (12,4%) Lainnya Rp 46,0 T (31,4%) Rp 28,6 T (19,5%) Jawa Tengah Rp 5,3 T (10,5%) PMA Jawa Barat Rp 6,1 T (12,1%) DKI Jakarta Rp 10,4 T (7,1%) Sumatera Selatan Rp 28,2 T (19,2%) lainnya US$ 1,6 M (23,3%) Sumatera Selatan US$ 1,9 M (27,4%) Sulawesi Tengah US$ 0,3 M (4,9%) Jawa Timur Rp 16,5 T (11,3%) Banten Rp 16,8 T (11,5%) DKI Jakarta US$ 0,6 M (8,0%) Banten US$ 0,9 M (13,0%) Jawa Barat US$ 1,6 M (23,4%) IndonesiaInvestment Coordinating Board T= Triliun M= Miliar 8

Iklim Investasi Daya Saing Indonesia 9

The Economist: Peringkat Kedua Prioritas Investasi di Asia (2015) UNCTAD: Pertumbuhan PMA Tertinggi di Asia Tenggara (2014) PWC: Tujuan Utama Kedua bagi CEO APEC untuk berinvestasi setelah Cina (2015) Indonesia WEF: Peringkat Ke-37 Global Competitiveness Index 2015-2016 AmCham & USCC: 75% Perusahaan US berencana untuk ekspansi (2015) JBIC: Peringkat Kedua Negara dengan Prospek Terbaik Untuk Bisnis Internasional (2015) Reviu Performa Ekonomi Indonesia IndonesiaInvestment Coordinating Board 10

Reviu Peringkat Kredit Indonesia Moody s: Rating: Baa3, Proyeksi: Stabil, Investment Grade (Jan, 2016) Japan Credit Rating: BBB-, Proyeksi: Stabil, Investment Grade (Oct, 2014) Indonesia Fitch: Rating: BBB-, Proyeksi: Stabil, Investment Grade (Nov, 2014) S&P: Rating: BB+, Proyeksi: Positif (May, 2015) Source: Bank Indonesia, 2015 11

DayaSaingIndonesia Peringkat EODB Indonesia 2012-2016 Peringkat EODB Indonesia meningkat dari 120 pada 2015 menjadi 109 pada2016 TargetEoDB 2017 menjadi peringkat 40 No. 10 Indikator Kemudahan Berusaha 2012 2013 2014 2015 2016 Total Rank of Indonesia 129 128 117 120 109 ASEAN+ China & India 2016 2015 1 Memulai Usaha 155 166 158 163 173 2 Perizinan terkait Pendirian Bangunan 71 75 150 110 107 3 Pendaftaran Properti 99 98 112 131 131 4 Penyambungan Listrik 161 147 101 45 46 5 Pembayaran Pajak 131 131 158 160 148 6 Perdagangan Lintas Negara 39 37 61 104 105 7 Akses Perkreditan 126 129 67 71 70 8 Perlindungan Terhadap Investor Minoritas 46 49 43 87 88 9 Penegakkan Kontrak 156 144 171 170 170 10 Penyelesaian Perkara Kepailitan -- -- 71 73 77 Singapore 1 1 Malaysia 18 17 Thailand 49 46 China 84 83 Vietnam 90 93 Philippine 103 97 Indonesia 109 120 Cambodia 127 133 India 130 134 Laos 134 139 Myanmar 167 177 Sumber: World Bank Group 12

Perbaikan Layanan dan Iklim Investasi Perbaikan Yang Telah Dilakukan 13

Semua sektor 162 perizinan didelegasikan ke BKPM Satu lokasi untuk industri, sumber energi, minyak & gas, pariwisata Perbaikan Layanan Investasi Satu Lokasi 22 Kementerian/ Lembaga terintegrasi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di BKPM Layanan 3 jam 17,238 perizinan dan fasilitas diterbitkan di tahun 2015 Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) 90% PTSP Daerah telah terbentuk. 61% PTSP Daerah mengimplementa sikan perizinan secara elektronik Konstruksi Langsung

Insentif Investasi TAX HOLIDAY FASILITAS BEA MASUK (PMK No.159/PMK.010/2015) 5-15 tahun pembebasan pajak Dengan perpanjangan hingga 20 tahun bagi proyek yang strategis untuk perekonomian Indonesia tahun pembebasan pajak sampai dengan25untuk Kawasan Ekonomi Khusus 9 Industri Pionir 1. Industri Logam Hulu; 2. Industri Pengilangan Minyak dan/atau kimia organik 3. Industri Mesin; 4. Industri Energi Terbarukan; 5. Industri Telekomunikasi. 6. Pengolahan Pertanian 7. Transportasi Maritim 8. Industri manufaktur di SEZ 9. Infrastruktur Ekonomi IDR1 Triliun Minimal rencana investasi (USD 80 juta). (PMK No.176/PMK.011/2009) Mesin, barang, bahan untuk produksi 2 tahun pembebasan bea masuk atau 4 tahun untuk perusahaan yang menggunakan mesin produksi lokal (min.30%). Industri Yang memproduksi barang dan/atau jasa, termasuk: 1. Budaya dan Pariwisata 2. Tranportasi Umum 3. Layanan Kesehatan Umum 4. Tambang 5. Konstruksi 6. Telekomunikasi 7. Pelabuhan 15

Insentif Investasi Agrikultur Peternakan dan Pertanian Perkebunan Jagung Perkebunan Kedelai Pertanian Padi Buah-buahan Tropis Pembangkit Listrik Geothermal Energi Terbarukan/Alternatif Industri Minyak dan Gas Kilang Minyak Liquefied Natural & Petroleum Gas Minyak Pelumas TAX ALLOWANCE (Peraturan Pemerintah No.18/2015 dan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2016) 30 % dari nilai Investasi Pengurangan dari PPh badan netto selama 6 tahun, 5% per tahun. 143bidang usaha Memenuhi persyaratan tax allowance, sebelumnya hanya 129 bidang usaha. Memenuhi persyaratan khusus antara lain: investasi yang besar, tenaga kerja yang banyak, kandungan lokal yang tinggi, orientasi ekspor, dan lokasi proyek (terutama di luar Pulau Jawa). Industri Manufaktur Besi & baja Semi konduktor Komponen Elektronik Komputer Perangkat Komunikasi Televisi Ban Farmasi Kosmetik Pengolahan Ikan & Udang Dst. 16

Insentif Investasi Paket Kebijakan Ekonomi Terkait Investasi 17

PerbaikanIklimInvestasi Paket Kebijakan Ekonomi Formula Upah Formula yang lebih pasti untuk bisnis. Kenaikan tahunan berdasarkan inflasi & pertumbuhan ekonomi. Insentif Pajak Bebas PPN untuk industri kapal, KA & pesawat, termasuk suku cadang. Penghapusan pajak berganda untuk properti & infrastruktur. Pemotongan Tarif Penurunan tarif gas & listrik untuk industri. Deregulasi Deregulasi terhadap 134 Peraturan di 16 sektor dengan semangat pro-investasi. 18

IklimPenanamanModal Kebijakan Ekonomi Paket I Revisi Peraturan Kepala BKPM Mendorong daya saing industri nasional, melalui deregulasi, menyederhanakan birokrasi, penegakan hukum & kepastian usaha. Mempercepat proyek strategis nasional, dengan menghapus berbagai kendala : penyederhanaan perizinan, penyelesaian masalah tata ruang dan penyediaan lahan, mempercepat pengadaan barang dan jasa pemerintah, kebijaksanaan dalam penyelesaian hambatan dan perlindungan hukum, mendukung kepala daerah untuk melakukan percepatan proyek-proyek strategis nasional. Meningkatkan investasi di sektor properti dengan mengeluarkan kebijakan untuk merangsang pembangunan perumahan bagi yang berpenghasilan rendah, sementara menawarkan kesempatan untuk investasi yang lebih besar di properti. Nomor 14/2015 Izin Prinsip (IP) berlaku hingga masa penyelesaian proyek. SOP untuk Izin 3 Jam. Nomor 15/2015 Izin Usaha SOP dari semula 7 hari menjadi 6 hari Memasukan semua SOP Izin Investasi dari Kementerian/Lembaga terkait Nomor 16/2015 Penambahan pedoman dan prosedur pemberian pembebasan bea masuk atas mesin untuk pembangkit listrik untuk kepentingan umum Nomor 17/2015 Pembatalan IP bila perusahaan tidak merealisasikan investasi (sebelumnya 5 hari sekarang 3 hari) Pencabutan IP bagi perusahaan yang tidal melapor ke BKPM (sebelumnya 7 hari sekarang 5 hari) Penutupan KPPA dan Kantor Cabang (Sebelumnya 5 hari sekarang 3 hari) IndonesiaInvestment Coordinating Board 19

IklimInvestasiPenanamanModal Kebijakan Ekonomi Paket II Layanan perizinan investasi 3 jam untuk investasi di kawasan industri dengan min. investasi Rp 100 miliar dan / atau 1.000 tenaga kerja lokal. Menghilangkan izin sektor Kehutanan dari 14 hingga 6 lisensi. Percepatan SOP untuk penerbitan Tax Allowance : 25 hari (dari 28 hari ) untuk Tax Allowance dan 45 hari (dari 125 hari ) untuk Tax Holiday. Pembebasan PPN untuk pembuatan kapal, kereta api, pesawat, yang termasuk suku cadang. Insentif pengurangan pajak deposito untuk eksportir Pengembangan Logistik Pusat di Kawasan Berikat di Cikarang, Jawa Barat untuk industri manufaktur dan untuk bahan bakar minyak logistik di Merak, Banten. Perka BKPM Nomor 18/2015 tentang Insentif Pajak Sebelumnya 28 hari (18 hari di BKPM & 10 hari di Kemenkeu) Sekarang 25 hari (18 hari in BKPM & 7 hari di Kemenkeu) Perka BKPM No. 19/2015 Tentang Tax Holiday Sebelumnya 125 hari (65 hari di BKPM & 60 hari di Kemenkeu) Now 45 hari (25 hari di BKPM & 20 Days in MOF) IndonesiaInvestment Coordinating Board 20

TerobosanKebijakan Layanan 3 Jam KRITERIA Minimum investasi Rp. 100 M (+/- USD 8 million) dan/atau mempekerjakan 1,000 orang tenaga kerja 9 produk (8+1) Izin Investasi Akta Pendirian + SK KumHAM NPWP TDP APIP NIK RPTKA IMTA Informasi Blocking Tanah BKPM Tiba di BKPM langsung dari Bandara Soeta Konsultasi dengan Direktur Pelayanan BKPM. Menyampaikan data diri dan rencana kegiatan usaha Menunggu di Lounge pada saat semua produk di proses oleh BKPM, Notaris, pejabat K/L di PTSP Menerima 8 produk perizinan dan 1 produk informasi blocking tanah dalam waktu 3 jam dan investor siap melakukan usaha di Indonesia

PENGEMBANGAN PENGGUNA LAYANAN 1 PERLUASAN USAHA, Perusahaan yang akan melakukan perluasan usaha dengan nilai investasi minimal Rp. 100 M, dan/atau mempekerjakan 1000 orang tenaga kerja Permohonan disampaikan langsung oleh Direksi Perusahaan 2 PENDIRIAN BARU/ PERLUASAN USAHA, untuk : A. Perusahaan SUPPLY CHAIN perusahaan pemasok untuk perusahaan industri di Indonesia yang memiliki nilai investasi minimal Rp. 100 M dan/atau mempekerjakan 1000 orang tenaga kerja B. Perusahaan bidang usaha INFRASTRUKTUR Daftar bidang usaha infrastruktur di slide selanjutnya Dapat memanfaatkan layanan 3 jam tanpa harus memenuhi kriteria minimum investasi maupun tenaga kerja Permohonan disampaikan langsung oleh Pemegang Saham/Direksi Perusahaan 22

PENGEMBANGAN PENGGUNA LAYANAN Kementerian Perhubungan 1. Bidang usaha Perkeretaapian (KBLI 4944-4950) 2. Bidang usaha Kepelabuhanan (KBLI 52221) 3. Bidang usaha Kebandarudaraan (KBLI 52230) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral 1. Bidang Usaha Pengusahaan Tenaga Panas Bumi (KBLI 06202); 2. Bidang Usaha Pembangkitan Tenaga Listrik (KBLI 35101); 3. Bidang Usaha Transmisi Tenaga Listrik (KBLI 35102); 4. Bidang Usaha Distribusi Tenaga Listrik (KBLI 35103), termasuk penetapan wilayah usaha; 5. Bidang usaha penjualan tenaga listrik, termasuk penetapan wilayah usaha; 6. Bidang Usaha Penunjang Tenaga Listrik (KBLI 35104); 7. Izin Usaha Sementara Hilir Minyak dan Gas Bumi. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 1. Bidang usaha pengusahaan jalan tol (KBLI 52213); 2. Bidang usaha sumber daya air dan irigasi (KBLI 36001-36002); 3. Bidang usaha air minum (KBLI 36001-36002); 4. Bidang usaha pengelolaan limbah (KBLI 37011 (pengumpulan air limbah yang tidak berbahaya), KBLI 37021 (pengelolaan dan pembuangan limbah yang tidak berbahaya); 5. Bidang usaha Sistem Pengelolaan Persampahan (KBLI 38011 (pengumpulan sampah yang tidak berbahaya), KBLI 38021 (pengelolaan dan pembuangan sampah yang tidak berbahaya). Usulan Kementerian Komunikasi dan Informatika 1. Bidang usaha penyelenggaraan jaringan telekomunikasi (KBLI 61100, 61200, dan 61300); dan 2. Bidang usaha penyelenggaraan jaringan telekomunikasi yang terintegrasi dengan jasa telekomunikasi (KBLI 61100, 61200, 61300, 61922, 61923, 61929, 61921, 61911, dan 61919). 23

IklimPenanamanModal Kebijakan Ekonomi Paket III Izin Prinsip sebagai Izin Konstruksi Memperoleh IP (Izin 3 Jam) Izin ini disediakan bagi investor yang memiliki izin investasi dengan lokasi proyek pada kawasan industri atau kawasan berikat Investor dapat memulai kontruksi tanpa harus memiliki izin konstruksi Catatan: Investor dapat memesan lahan tertentu dari OSS Pusat BKPM, yang berlaku selama 14 hari sampai investor dapat memenuhi persyaratan ketentuan lahan oleh Departemen Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional Izin investasi sebagai Izin Konstruksi diimplementasikan sebagai proyek percontohan dengan zona industri atau kawasan berikat (dan harus bebas dari masalah tanah dan Izin Lingkungan ( AMDAL ), serta gubernur dukungan / bupati / walikota ). Perusahaan harus memenuhi persyaratan norma / standar investasi, yang harus diselesaikan ketika perusahaan mulai produksi komersial. 24

Pemilihan Kawasan Industri Tertentu A. KAWASAN INDUSTRI 1. Izin Prinsip Penanaman Modal/Izin Usaha Kawasan Industri (IUKI) 2. AMDAL Kawasan Industri 3. Ketersediaan lahan 4. Tata Tertib Kawasan Industri (Estate Regulation) 5. Pengelola Kawasan Industri B. DUKUNGAN PEMERINTAH DAERAH 1. Surat Dukungan Gubernur 2. Surat Dukungan Bupati/Walikota 3. Revisi peraturan daerah terkait (Perda, Pergub, Perbup/Perwali) C. DUKUNGAN KEMENTERIAN TEKNIS DAN LINTAS SEKTOR 1. Revisi peraturan teknis (antara lain: IMB, LH, Izin Gangguan/HO) 2. Surat Perintah Kapolri kepada para Kapolda (menyusuli STR sebelumnya) 3. Surat Edaran Jaksa Agung kepada para Kepala Kejaksaan Tinggi 25

Bentuk Dukungan dan Komitmen Lintas Sektor yang Diperlukan (dari Kepolisian dan Kejaksaan) Mendukung pelaksanaan penerapan KLIK di Kawasan Industri tertentu yang ditetapkan oleh Pemerintah. Memberikan jaminan dan perlindungan keamanan dan ketertiban, terutama bagi kegiatan usaha/penanaman modal di Kawasan Industri tertentu (antara lain: tidak melakukan razia atau pemeriksaan atas kegiatan konstruksi yang masih dalam proses pengurusan perizinan pelaksanaan di daerah (IMB, Izin Lingkungan [UKL/UPL, AMDAL]). Menggunakan dokumen AMDAL Kawasan Industri (termasuk ruang lingkup sarana penunjangnya) sebagai pedoman dokumen yang dimaksud dalam UU No 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Menerbitkan surat perintah/surat edaran kepada para jajarannya di daerah dimana berlokasi Kawasan Industri tertentu. 26

Priority Investment Service 14 Kawasan Industri Sebagai Implementasi Izin Investasi Langsung Konstruksi North Sumatra KI Medan Banten Modern Cikande Industrial Estate KI Terpadu Wilmar Krakatau Industrial Estate Cilegon West Java Bekasi Fajar Industrial Estate KI Delta Silicon 8 Karawang Internasional Industrial City Suryacipta City of Industry GT Tech Park Central Java KI Kendal KI Bukit Semarang Baru KI Wijayakusuma East Java Java Integrated Industrial & Port Estate South Sulawesi KI Bantaeng 27

IklimPenanamanModal Kebijakan Ekonomi Paket VII Tax Allowance (5% per thn selama 6 thn) Insentif untuk INDUSTRI KARYA PADAT Insentif Pajak Pengha-silan Industry of: 1 ) Pakaian Jadi dari Tekstil 2 ) Pakaian Jadi dari Kulit 3 ) Alas Kaki untuk Keperluan Sehari-hari 4 ) Sepatu Olahraga 5 ) Sepatu Teknik / Industri 50% Pengurangan PPh 21 JAWA LUAR JAWA NILAI INVESTASI Min. 2000 Pekerja Min. 200 Pekerja Min. Rp. 50 Miliar ~ US$ 3.7 Juta Min. 5000 Pekerja Orientasi Ekspor (min. 50%) 5 Tahun 28

IklimPenanamanModal Kebijakan Ekonomi Paket X Perlindungan terhadap Usaha Kecil Daftar Negatif Investasi DaftarBidangUsaha yang TertutupdanBidangUsaha yang Terbuka denganpersyaratandi BidangPenanamanModal Perlindungan Terhadap UMKM Penurunan Hargaharga barang kebutuhan, Misalnya Obat dan Alat Kesehatan Daftar Negatif Investasi Perluasan Lapangan Kerja Memperkuat Usaha Kecil untuk Berkompetisi Pemotongan Mata Rantai pada Kelompok Tertentu 29

Reviu Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2014 Tujuan: Masukan dari Kementerian/Lembaga Daftar Negatif Investasi 1. Meningkatkan pendapatan ekonomi nasional dan perkembangan infrastruktur 2. Meningkatkan peran PMA dan PMDN dalam perkembangan ekonomi 3. Menciptakan lapangan kerja 4. Meningkatkan nilai tambah dan ekspor nasional 5. Meningkatkan pendapatan nasional Masukan dari pemangku kepentingan: Kedutaan Besar, Kamar Dagang Asing, Asosiasi, dll. Bisnis Internasional/Perke mbangan Ekonomi Implementasi Perpres 39/2014 Mekanisme Formulasi Daftar Negatif Investasi BKPM dan Kementerian/Lembaga Rapat Koordinasi Pleno antara Kementerian, BKPM, dan Kementerian/Lembaga terkait Presiden Berlakunya Peraturan Baru dalam Daftar Negatif Investasi 30

Daftar Negatif Investasi Indonesia Lebih Terbuka terhadap Asing 100% Asing Distributor Berafiliasi dengan produksi 67% Asing untuk distributor yang tidak berafiliasi dengan produksi 100% Asing Bahan mentah untuk Farmasi Sebelumnya terbuka 85% untuk Asing 100% Asing E-Commerce Kemitraan dengan UKM Sebelumnya tertutup untuk Asing 100% Asing Marketplace Dengan minimal investasi Rp 100 miliar (USD 8 juta). Terbuka 49% Asing untuk investasi < Rp 100 miliar 100% Asing Industri Film Produksi, Pasca Produksi, Distribusi, Proyeksi 67% Asing Infrastruktur Transportasi& layanan pendukung Termasuk penanganan kargo, transportasi udara, sewa-menyewa 100% Asing Pariwisata Gelanggang Olahraga, restoran, bar, kafe 31

IklimPenanamanModal Kebijakan Ekonomi Paket XI Pengendalian Risiko Untuk Memperlancar Arus Barang di Pelabuhan 1. Semua K/L wajib mengembangkan fasilitas permohonan perizinan secara tunggal melalui INSW. 2. Penerapan indentitas tunggal dan penyatuan informasi pelaku usaha dalam kegiatan ekspor-impor 3. Meluncurkan model single risk management dalam platform single submission antar BPOM dengan Bea dan Cukai. Dwelling time turun dari 4,7 hari menjadi sekitar 3,7 hari pada bulan Agustus 2016. 4. Perluasan penerapan single risk management pada Agustus 2016. Target akhir tahun dwilling time menjadi 3,5 hari secara nasional. 5. Menerapkan single risk management secara penuh pada seluruh K/L. Targetnya tingkat kepatuhan Indonesia terhadap WTO menjadi 70% dan dwilling time kurang dari 3 hari (tahun 2017). Dana Investasi Real Estate (DIRE) 1. Penerbitan regulasi fasilitas PPh berupa pemotongan dari hingga 0,5% dari tarif normal 5% kepada perusahaan yang menerbitkan DIRE. 2. Penerbitan regulasi penurunan tarif BPHTB dari maksimum 5% menjadi 1% bagi tanah dan bangunan yang menjadi aset DIRE. 3. Penerbitan Perda bagi daerah yang berminat untuk mendukung pelaksanaan DIRE di daerahnya. Pengembangan Industri Kefarmasian dan Alat Kesehatan 1. Menyusun road map dan action plan pengembangan industri farmasi dan akses. 2. Pengembangan riset sediaan. 3. Mendorong investasi industri. 4. Peningkatan kapasitas kelembagaan. 5. Penyususnan kebijakan perdagangan dalam negeri dan luar negeri. 6. Penyusunan kebijakan fiskal untuk industri. Stimulus Meningkatkan Daya Saing Ekspor UMKM 1. Menyediakan fasilitas pembiayaan ekpsor lengkap dan terpadu. 2. Menetapkan tingkat suku bunga sebesar 9%. 3. Menetapkan batas maksimal pembiayaan: KURBE mikro max Rp. 5 miliar; KURBE kecil max. Rp. 25 miliar; KURBE menengah max Rp. 50 miliar. 4. Jangka waktu KURBE 3 tahun untuk KMKE atau 5 tahun untuk KIE. 32

Peluang Investasi Perbaikan Kemudahan Berusaha di Indonesia 33

Latar Belakang 1.Nawa Cita menjadikan Indonesia sebagai negara terkemuka dalam kemudahan berusaha. 2.Survei Kemudahan Berusaha/EODB dilakukan Bank Dunia terhadap 189 negara atas 10 indikator kemudahan berusaha bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam melakukan kegiatan usaha. 3.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 2019: Penurunan prosedur untuk memulai usaha menjadi 7 hari dan 5 prosedur pada tahun 2019. 4.Posisi Indonesia dalam EoDB 2014 (129), 2015 (128), 2016 (109) dan 2017 ditargetkan menjadi peringkat 40 sesuai arahan Presiden RI. 5.Posisi daya saing kemudahan berusaha Indonesia tertinggal dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya seperti Singapura di posisi 1, Malaysia (18), Thailand (49), Brunei Darussalam (84), Vietnam (90), Filipina (103). 6.Pengumpulan data survei kemudahan berusaha 2017 dilakukan Bank Dunia pada bulan Februari 2016 dengan batas akhir konfirmasi bulan Juni 2016. 34

Perbandingan Peringkat EODB 2016 Negara ASEAN NO. INDIKATOR 2016 Negara Indonesia Singapura Malaysia Thailand Brunei Vietnam Filipina Peringkat Total 109 1 18 49 84 90 103 1 Memulai Usaha (Starting a business) 173 10 14 96 74 119 165 2 3 4 Perizinan terkait Pendirian Bangunan (Dealing with construction permit) Pendaftaran Properti (Registering property) Penyambungan Listrik (Getting electricity) 107 1 15 39 21 12 99 131 17 38 57 148 58 112 46 6 13 11 68 18 19 5 Pembayaran Pajak (Paying taxes) 148 5 31 70 16 168 126 6 Perdagangan Lintas Negara (Trading across boders) 105 41 49 56 121 99 95 7 Akses Perkreditan (Getting credit) 70 19 28 97 79 28 109 8 9 10 Perlindungan terhadap Investor Minoritas (Protecting minority investor) Penegakan Kontrak (Enforcing contract) Penyelesaian Perkara Kepailitan (Resolving insolvency) 88 1 4 36 134 112 155 170 1 44 57 131 74 140 77 27 45 49 98 123 53 35

Upaya Beberapa Negara dalam Memperbaiki Peringkat EODB Singapura (Peringkat 1) Korea Selatan (Peringkat 4) Inggris (Peringkat 6) Malaysia (Peringkat 18) NAMA LEMBAGA TAHUN DIBENTUK ORGANISASI The Economic Development Board (EDB) Korean Regulatory Reform Committee (KRRC) Better Regulation Delivery Office (BRDO) 1961 1998 2012 2007 Board of Directors (Ketua: Pemerintah + Anggota: Profesional dan Swasta) melapor pada Perdana Menteri Dipimpin PM melapor pada Presiden, anggota terdiri dari Menteri dan Profesional Unit independen dari Departemen BIS (Business, Innovation and Skill). Steering Group terdiri dari 11 orang non executive. PEMUDAH (Pasukan Petugas Khas Pemudah Cara Perniagaan) Board of Directors (Ketua: Pemerintah + Anggota: Swasta, Asosiasi) melapor pada Perdana Menteri OTORITAS Memiliki otonomi diatas kementerian dalam menangani kegiatan bisnis Memiliki kewenangan untuk memperbaiki sektor keuangan, ketenagakerjaan, swasta dan publik Primer authority/ otoritas tunggal terkait kegiatan bisnis Memiliki fungsi koordinasi dan pemantauan implementasi deregulasi 36

Strategi Perbaikan Peringkat EODB 2017 1. Deregulasi kemudahan berusaha Kementerian/Lembaga serta di DKI Jakarta dan Surabaya (sebagai lokus survey) dengan mempersingkat prosedur, waktu proses dan biaya, mengacu pada indikator peringkat 30 di negara-negara lain. 2. Sosialisasi untuk memastikan implementasi peraturan kepada publik dan media di DKI Jakarta dan Surabaya. 3. Briefing kepada aparatur, responden dan Tim Bank Dunia agar seluruh perbaikan dan implementasi kemudahan berusaha dapat disampaikan dalam survei EODB. 4. Monitoring untuk memantau seluruh proses perbaikan berjalan sesuai dengan rencana kegiatan. 37

1 MEMULAI USAHA (STARTING A BUSINESS) Perbaikan Kemudahan Berusaha Indonesia 2017 PERBAIKAN PENDIRIAN PERUSAHAAN MODAL DASAR PAKET PERIZINAN DALAM SATU PERMOHONAN (SIUP & TDP) BPJS KESEHATAN BPJS NAKER TOTAL PROSEDUR, HARI DAN BIAYA SEBELUM Online oleh Notaris Rp. 50 Juta Secara Terpisah Offline Offline 13 PROSEDUR 48 hari Rp. 5.7 juta SAAT INI Online oleh Notaris dan Publik Ditentukan oleh para pihak Secara Simultan Online Online Jakarta 5 PROSEDUR, Surabaya 4 PROSEDUR Jakarta 5 hari, Surabaya 4 hari Rp. 1.2 juta

2 PENDAFTARAN PROPERTI (REGISTERING PROPERTY) Perbaikan Kemudahan Berusaha Indonesia 2017 PERBAIKAN SEBELUM SAAT INI PROSEDUR Pembuatan Akta Jual Beli oleh PPAT dan Pembayaran Biaya Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dalam satu proses secara simultan Pendaftaran Peralihan Hak dan Pembayaran PBB dalam satu proses secara simultan WAKTU PENYELESAIAN BIAYA 5 PROSEDUR 3 PROSEDUR 25 hari 5 hari 10.9% dari Nilai Properti 5% dari Nilai Properti

3 PERIZINAN TERKAIT PENDIRIAN BANGUNAN (Dealing with construction permit) PERBAIKAN IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN (IMB) Menghapus persyaratan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL)/Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) untuk Bangunan 2 Lantai Penyederhanaan inspeksi untuk bangunan dari 4 menjadi 2 Inspeksi. SERTIFIKAT LAIK FUNGSI (SLF) Sertifikat Laik Operasi (SLO) dan Tanda Daftar Gudang (TDG) diproses secara paralel dengan SLF SAMBUNGAN AIR BERSIH DAN SALURAN PEMBUANGAN AIR TOTAL PROSEDUR 42 hari 49 hari 40 hari Sebelum 17 PROSEDUR 210 hari Rp. 86,888,500 SAAT INI Jakarta 15 hari Surabaya 8 hari Jakarta 17 hari Surabaya 17 hari Jakarta 3 hari Surabaya 16 hari 3 Prosedur Jakarta 35 hari Surabaya 24 hari Rp. 70,281,200 (-19%)

4 PENYAMBUNGAN LISTRIK (Getting electricity) PERBAIKAN SEBELUM SAAT INI PENGAJUAN PERMOHONAN Offline, 9 hari Online, 1 hari BIAYA SERTIFIKAT LAIK OPERASI (SLO) BIAYA PENYAMBUNGAN TOTAL PROSEDUR Rp. 17.5 / VA Rp. 969 / VA 5 PROSEDUR 80 hari Rp. 154.5 Juta Rp. 15 / VA Rp. 775 / VA (Penurunan biaya 20%) 3 PROSEDUR 22 hari Rp. 142.6 Juta

5 PERDAGANGAN LINTAS NEGARA (Trading across borders) PERBAIKAN PENYAMPAIAN DOKUMEN EKSPOR IMPOR Manual SEBELUM SAAT INI Online, melalui National Single Window (NSW) DOKUMEN EKSPOR IMPOR WAKTU IMPOR 4 untuk Ekspor 8 untuk Impor 9.3 hari Pengajuan Ekspor Barang (PEB) dan Pengajuan Impor Barang (PIB) diajukan secara online 3.01 hari di Jakarta, 5.08 hari di Surabaya

6 PERLINDUNGAN TERHADAP INVESTOR MINORITAS (Protecting minority investors) PERBAIKAN SEBELUM SAAT INI INDEKS KONFLIK KEPENTINGAN (CONFLICT OF INTEREST REGULATION INDEX) 5.7 (skala 0-10) 8 (skala 0-10) INDEKS TATA KELOLA PEMANGKU KEPENTINGAN (SHAREHOLDER GOVERNANCE INDEX ) 5 (skala 0-10) 7 (skala 0-10) INDEKS PERLINDUNGAN TERHADAP INVESTOR MINORITAS (MINORITY INVESTOR PROTECTION) 5.3 (skala 0-10) 7.5 (skala 0-10)

7 PENYELESAIAN PERKARA KEPAILITAN (Resolving insolvency) PERBAIKAN BIAYA KURATOR MEDIASI SEBELUM 2.5% dari penjualan harta yang dikuasai kreditur Tidak Wajib SAAT INI 1. Berdasarkan presentase nilai hutang yang harus dibayar oleh debitur (1% untuk Rp. 500 Miliar) atau 2. Berdasarkan tarif jam terpakai, maksimal Rp. 4 juta/jam Wajib WAKTU PENYELESAIAN 730 hari 274 hari

8 AKSES PERKREDITAN (Getting credit) PERBAIKAN LEMBAGA PENGELOLA INFORMASI PERKREDITAN AKSES FIDUSIA ONLINE Tidak ada SEBELUM Hanya dapat diakses oleh Notaris SAAT INI Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan : 1. PT Pefindo Biro Kredit 2. PT Kredit Biro Indonesia Jaya Dapat diakses : 1. Notaris 2. Perusahaan 3. Lembaga Keuangan 4. Retail/Komunitas

9 PEMBAYARAN PAJAK (Paying taxes) PERBAIKAN PPh BADAN IURAN PEMBERI KERJA BPJS KESEHATAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI PAJAK PENDAPATAN PEKERJA SEBELUM 13 kali pembayaran, manual 12 kali pembayaran, manual 12 kali pembayaran, manual 12 kali pembayaran, manual SAAT INI 2 kali pembayaran, online 1 kali pembayaran, online 1 kali pembayaran, online 1 kali pembayaran, online TOTAL PEMBAYARAN PAJAK 54 kali pembayaran 10 kali pembayaran

10 PENEGAKAN KONTRAK (Enforcing contracts) PERBAIKAN PROSEDUR WAKTU PENYELESAIAN SEBELUM Belum diatur Rata-rata 471 hari SAAT INI 1. 8 Prosedur (tanpa Banding) 2. 11 Prosedur (dengan Banding) 1. 25 hari (tanpa Banding) 2. 38 hari (dengan Banding) BIAYA Jakarta: Rp. 1,534,000 Surabaya: Rp 1,391,000 Jakarta: Rp. 922,000 Surabaya: Rp. 786,000

Terima Kasih Thank you Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board Jln. Jend. Gatot Subroto No. 44 Jakarta 12190 - Indonesia t. +62 21 525 2008 f. +62 21 525 4945 e. info@bkpm.go.id www.bkpm.go.id 48