Korelasi Linier Berganda

dokumen-dokumen yang mirip
KORELASI LINIER BERGANDA

KORELASI LINIER BERGANDA. Debrina Puspita Andriani /

BAB III METODE PENELITIAN. di peroleh dari Website Bank Muamlat dalam bentuk Time series tahun 2009

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan data time series tahunan Data

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada website Bank Indonesia ( Bank

III. METODE PENELITIAN. Pusat Statistik (BPS) Kota Bandar Lampung yang berupa cetakan atau publikasi

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi dari penelitian ini adalah CV.Nusaena Konveksi yang beralamat di

III. METODE PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, time series triwulan dari

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Bursa Efek Indonesia periode penelitian yang digunakan yaitu jenis data sekunder.

BAB III METODE PENELITIAN. Yang menjadi objek dari penelitian ini adalah investasi swasta di

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB II LANDASAN TEORI. Data merupakan bentuk jamak dari datum. Data merupakan sekumpulan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Sampoerna, Tbk dengan data laporan keuangan selama 5 tahun terhitung

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan kajian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi

BAB III METODE PENELITIAN. Prima Artha, Sleman. Sedangkan subjek penelitiannya adalah Data

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Obyek dari penelitian yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah besarnya

Regresi Linier Berganda

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek penelitian yang dianalisis adalah faktor-faktor yang mempengaruhi

BAB III METODE PENELITIAN. Di dalam penelitian ilmiah diperlukan adanya objek dan metode penelitian

BAB III LANDASAN TEORI

Deteksi Autokorelasi dengan Metode Grafik Excel

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. analisis statistik yang menggunakan persamaan regresi berganda. Analisis data

sebuah penelitian tentang: pengaruh laba akuntansi, arus kas opera- sional, ukuran perusahaan, tingkat pertum- buhan perusahaan terhadap harga saham

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Tabel 4. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa variabel harga saham (Y)

METODE PENELITIAN. deposito berjangka terhadap suku bunga LIBOR, suku bunga SBI, dan inflasi

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

MULTIPLE REGRESI. Dwi Martani. 1/26/2010 Statistik untuk Bisnis 8 1

BAB III METODE PENELITIAN. Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Barat tahun 2007 sampai dengan 2012.

BAB III METODE PENELITIAN. Volume Perdagangan Saham. Dengan populasi Indeks Harga Saham

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, variabel yang diteliti terdiri dari variabel

BAB III METODE PENELITIAN. BRI Syariah, dan Syariah Mandiri) di Indonesia periode

BAB III METODE PENELITIAN

METODE PENELITIAN. Berdasarkan sifat penelitiannya, penelitian ini merupakan sebuah penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. buku-buku, internet serta laporan yang tercatat melalui website

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul

BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN. Obyek penelitian yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah biaya dana

III. METODE PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu

BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN. Sesuai dengan judul penelitian ini yaitu Pengaruh Likuiditas dan Cost

METODE PENELITIAN. wilayah Kecamatan Karawang Timur dijadikan sebagai kawasan pemukiman dan

III. METODE PENELITIAN. Jenderal Pengelolaan Utang, Bank Indonesia dalam berbagai edisi serta berbagai

Gambar 2.1 Klasifikasi Metode Dependensi dan Interdependensi Analisis Multivariat

III. METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Upah

BAB III METODE DAN ANALISA PENELITIAN. ini adalah Bank Umum Syariah Milik Negara di Indonesia.

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan data sekunder tahunan Data sekunder

III. METODE PENELITIAN. tingkat harga umum, pendapatan riil, suku bunga, dan giro wajib minimum. Data

BAB III METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini adalah menganalisis Pengaruh Pajak Daerah,

BAB ΙΙ LANDASAN TEORI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun Pengambilan sampel

BAB III DESAIN PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data

PENGARUH INVESTASI DAN KONSUMSI TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI SUMATERA SELATAN PERIODE

BAB V PEMBAHASAN. variabel independen. Jika variabel independen saling berkorelasi, maka

III. METODE PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder deret waktu

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN. Indonesia (BEI) yang bergerak dalam bidang pertambangan. Perusahaan yang terdaftar

BAB III METODE PENELITIAN. Indonesia dari tahun Daftar perusahaan ritel didapat dari sahamok.com

Berikut sebuah penelitian:

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. penelitian ini meliputi jumlah sampel (N), nilai minimum, nilai maksimum,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. berbentuk time series selama periode waktu di Sumatera Barat

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

METODE PENELITIAN. Cipondoh dan Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Penentuan lokasi sebagai

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

UJI ASUMSI KLASIK. Uji Multikolinearitas dan Uji Autokorelasi

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini daerah yang akan dijadikan lokasi penelitian adalah

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

METODE PENELITIAN. tahunan dalam runtun waktu (time series) dari periode 2005: :12 yang

III. METODE PENELITIAN. Pertumbuhan ekonomi mengukur prestasi dari perkembangan suatu perekonomian dari

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Lawe Sigala-gala, Kecamatan

III. METODE PENELITIAN. berhubungan dengan penelitian. terdiri dari sawi, kol, wortel, kentang, dan tomat.

BAB III METODE PENELITIAN. umum dari obyek penelitian. Pada penelitian ini peneliti mengambil data waktu tiga

IV. METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan di Desa Tugu Utara dan Kelurahan Cisarua,

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. A. Deskripsi Data. Tabel 4.1. Hasil Perolehan Data Tahun 2008 sampai dengan Tahun 2011

III. METODE PENELITIAN. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data kuantitatif dengan

METODE PENELITIAN. keperluan tertentu. Jenis data ada 4 yaitu data NPL Bank BUMN, data inflasi, data

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Berikut merupakan Statistik Deskriptif variabel dependen dan variabel. Tabel 4.1

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan

Koefisien Korelasi Karl Pearson

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada Kabupaten Tapanuli Selatan yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Untuk menguji apakah alat ukur (instrument) yang digunakan memenuhi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Pengaruh Rasio Profitabilitas, Rasio Solvabilitas Dan Rasio Likuiditas Terhadap

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Ruang lingkup merupakan batasan lokasi atau variabel yang akan

III. METODE PENELITIAN

REGRESI LINIER BERGANDA. Debrina Puspita Andriani /

BAB III DESAIN PENELITIAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA. dicatat, atau diobservasi sepanjang waktu secara berurutan. Periode waktu dapat

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB 2 LANDASAN TEORI. Analisis regresi (regression analysis) merupakan suatu teknik untuk membangun

BAB III METODE PENELITIAN. tercatat secara sistematis dalam bentuk data runtut waktu (time series data). Data

BAB III METODE PENELITIAN. Yang menjadi objek dari penelitian ini adalah ekspor industri tekstil dan

Transkripsi:

Korelasi Linier Berganda

Analisa Korelasi Untuk mengukur "seberapa kuat" atau "derajat kedekatan yang terjadi antar variabel. Ingin mengetahui derajat kekuatan tersebut yang dinyatakan dalam koefisien korelasinya. Analisa regresi ingin mengetahui pola relasi dalam bentuk persamaan regresi Dengan demikian biasanya analisa regresi dan korelasi sering dilakukan bersama-sama. SI 2 - Regresi & Korelasi Berganda 2

Koefisien Korelasi Linear Berganda Indeks atau bilangan yang digunakan untuk mengukur keeratan hubungan antar variabel. Memiliki nilai antara -1 dan +1 (-1 KK +1) Jika KK bernilai positif (artinya berkorelasi positif) Semakin dekat nilai KK ke +1, maka semakin kuat korelasinya Jika KK bernilai negatif (artinya berkorelasi negatif) Semakin dekat nilai KK ke -1, maka semakin kuat korelasinya.. Jika KK bernilai nol Maka antara variabel - variabel tidak menunjukkan korelasi Jika KK bernilai +1 atau -1 Menunjukkan korelasi positif atau negatif sempurna SI 2 - Regresi & Korelasi Berganda 3

Arti dari koefisien relasi (r) 1. Bila 0, 90 < r < 1,00 atau -1, 00 < r < -0, 90 Hubungan yang sangat kuat 2. Bila 0, 70 < r < 0, 90 atau -0.90 < r < -0. 70 Hubungan yang kuat 3. Bila 0, 50 < r < 0, 70 atau -0.70 < r < -0. 50 Hubungan yang moderat 4. Bila 0, 30 < r < 0, 50 atau -0.50 < r < -0. 30 Hubungan yang lemah 5. Bila 0,0 < r < 0, 30 atau -0.30 < r < 0,0 Hubungan yang sangat lemah SI 2 - Regresi & Korelasi Berganda 4

Korelasi Linear Berganda Alat ukur mengenai hubungan yang terjadi antara variabel terikat (variabel Y) dan dua atau lebih variabel bebas (X 1, X 2,, X k ). Korelasi Linear Berganda dengan Dua Variabel Bebas => mengukur hubungan yang terjadi antara variabel terikat (variabel Y) dengan dua variabel bebas (X 1, X 2 ). SI 2 - Regresi & Korelasi Berganda 5

Koefisien Korelasi Berganda Digunakan untuk mengukur besarnya kontribusi variasi X 1 dan X 2 terhadap variasi Y Menentukan apakah garis regresi linear berganda Y terhadap X 1 dan X 2 sudah cocok untuk dipakai sebagai pendekatan hubungan linear (berdasarkan hasil observasi) Contoh mengukur korelasi antar variabel: Motivasi kerja dan absensi dengan produktifitas kerja Kualitas pelayanan dan fasilitas dengan kepuasan pelanggan Fasilitas pendidikan dan kualitas dosen dengan prestasi belajar mahasiswa SI 2 - Regresi & Korelasi Berganda 6

Koefisien Penentu Berganda (KPB) Disebut juga dengan Koefisien Determinasi Berganda (KDB) Menggambarkan ukuran kesesuaian garis linear berganda terhadap suatu data Rumus atau KPB Y.12 = b 1 x 1 y + b 2 x 2 y y 2 KPB Y.12 = r Y,1 2 + r 2 Y.2 2r Y.1 r Y.2 r 1.2 2 1 r 1.2 SI 2 - Regresi & Korelasi Berganda 7

Koefisien Penentu Berganda (KPB) Dimana : r Y.1 = koofisien korelasi sederhana Y dan X 1 r Y.2 = koofisien korelasi sederhana Y dan X 2 r 1.2 = koofisien korelasi sederhana X 1 dan X 2 r Y.1 = r Y.2 = x 1 y x 2 1. y 2 x 2 y x 2 2. y 2 r 1.2 = x 1 x 2 x 1 2. x 2 2 SI 2 - Regresi & Korelasi Berganda 8

Untuk menghitung KPB terlebih dahulu menghitung y 2 = Y 2 - ny 2 x x 2 2 2 1 = X 1 - nx1 2 2 2 2 = X 2 - nx 2 x 1 y = X 1Y - nx1y x 2 y = X 2Y - nx 2Y x 1x2 X1X 2 - nx1 X 2 = SI 2 - Regresi & Korelasi Berganda 9

Koefisien Korelasi Berganda Disimbolkan R Y.12 Merupakan ukuran keeratan hubungan antara variabel terikat dengan semua variabel bebas secara bersama-sama, dirumuskan sbb: SI 2 - Regresi & Korelasi Berganda 10

Koefisien Korelasi Parsial Merupakan koefisien korelasi antara dua variabel jika variabel lainnya konstan, pada hubungan yang melibatkan lebih dari dua variabel. Untuk hubungan yang melibatkan tiga variabel (Y, X 1 dan X 2 ), Ada 3 koefisien korelasi parsial yaitu: Koefisien korelasi parsial antara Y dan X 1, apabila X 2 konstan Koefisien korelasi parsial antara Y dan X 2, apabila X 1 konstan Koefisien korelasi parsial antara X 2 dan X 1, apabila Y konstan SI 2 - Regresi & Korelasi Berganda 11

Contoh soal Dilakukan suatu penelitian yang bertujuan untuk mempelajari tentang Pengaruh Pendapatan Keluarga per Hari (X1) dan Jumlah Anggota Keluarga (X2) terhadap Pengeluaran Konsumsi Keluarga per Hari (Y). Penelitian tersebut menggunakan sampel sebanyak 10 keluarga. Hasil pengumpulan data diperoleh data sebagai berikut: SI 2 - Regresi & Korelasi Berganda 12

Responden X 1 (dlm ratusan ribu) X 2 (orang) Y (dlm ratusan ribu) 1 100 7 23 2 20 3 7 3 40 2 15 4 60 4 17 5 80 6 23 6 70 5 22 7 40 3 10 8 60 3 14 9 70 4 20 10 60 3 19 Berdasarkan data di atas, maka : Carilah koefisien korelasi berganda dan parsial (jika jumlah anggota keluarga dianggap konstan)! Jawab : R = 0,915, r Y.12 =0,801 SI 2 - Regresi & Korelasi Berganda 13

Masalah-masalah dalam Regresi Dalam regresi ada sejumlah asumsi yang harus dipenuhi Dengan terpenuhinya asumsi tersebut, maka hasil yang diperoleh dapat lebih akurat dan mendekati atau sama dengan kenyataan Permasalahan yang sering muncul pada regresi adalah tidak tepenuhinya asumsi asumsi tersebut SI 2 - Regresi & Korelasi Berganda 14

Asumsi asumsi dasar dalam regresi 1. Homoskedastisitas 2. Nonautokorelasi 3. Nonmultikolinearitas 4. Distribusi error/kesalahan adalah normal 5. Nilai Rata-rata error/kesalahan adalah nol 6. Variabel bebas memiliki nilai konstan Asumsi dasar dikenal sebagai asumsi klasik, yaitu: SI 2 - Regresi & Korelasi Berganda 15

1. Homoskedastisitas Penyebaran (scedasticity) yang sama (homo), atau varians yang sama. Ini berarti bahwa setiap Y yang berhubungan dengan berbagai nilai X mempunyai varians yang sama. Sebaliknya, jika varians bersyarat Y tidak sama pada berbagai nilai heterokedastisitas. Ragam dari error bersifat homogen Varians dari variabel bebas adalah sama atau konstan untuk setiap nilai tertentu dari variabel bebas lainnya, atau variasi residu sama untuk semua pengamatan SI 2 - Regresi & Korelasi Berganda 16

Homoskedastisitas VS Heterokedastisitas Homoskedastisitas Penyebaran merata Heterokedastisitas Penyebaran tdk merata SI 2 - Regresi & Korelasi Berganda 17

3. Nonautokorelasi Autokorelasi adalah kondisi dimana terdapat korelasi atau hubungan antar pengamatan (observasi) 4. Nonmultikolinearitas Variabel bebas yang satu dengan yang lain dalam model regresi tidak terjadi hubungan yang mendekati sempurna 4. Distribusi Error adalah normal. SI 2 - Regresi & Korelasi Berganda 18

5. Nilai Rata-rata error/kesalahan adalah nol Nilai rata-rata kesalahan (error) populasi pada sama dengan nol 6. Variabel bebas memiliki nilai konstan Variabel bebas memiliki nilai konstan pada setiap kali percobaan yang dilakukan secara berulang-ulang (variabel nonstokastik) SI 2 - Regresi & Korelasi Berganda 19

Penyimpangan Asumsi Dasar Penyimpangan pada asumsi dasar dapat mengakibatkan estimasi koefisien menjadi kurang akurat dan dapat menimbulkan interpretasi dan kesimpulan yang salah. Penyimpangan asumsi dasar yang paling berpengaruh terhadap pola perubahan variabel terikat terdiri dari: Heteroskedastisitas Autokorelasi Multikolinearitas SI 2 - Regresi & Korelasi Berganda 20

Penyimpangan Asumsi Dasar Heteroskedastisitas Variasi variabel tidak sama untuk semua pengamatan Kesalahan tidak bersifat acak / random contoh: residu (selisih nilai estimasi Y dengan nilai Y pada pengamatan) semakin besar jika pengamatan semakin besar Akibat terjadinya heteroskedastisitas: - Penaksir (estimator) yang diperoleh tidak efisien. - Kesalahan baku regresi akan terpengaruh, sehingga memberikan indikasi yang salah SI 2 - Regresi & Korelasi Berganda 21

Penyimpangan Asumsi Dasar Cara mengetahui adanya heteroskedastisitas dalam regresi Uji koefisien korelasi spearman Uji Park Uji Glejser Sudah dibahas di materi sebelumnya Tugas!! Cari contoh pengujian Park dan Glejser beserta penjelasan cara perhitungan manual SI 2 - Regresi & Korelasi Berganda 22

Autokorelasi Penyimpangan Asumsi Dasar Autokorelasi adalah kondisi dimana terdapat korelasi atau hubungan antar pengamatan (observasi) Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode sebelumnya (t-1). Akibat terjadinya autokorelasi Penaksir menjadi tidak efisien (tidak lagi mempunyai varians minimum) Uji t dan uji F tidak lagi sah, dan dapat memberikan kesimpulan yang menyesatkan Penaksir memberikan gambaran yang menyimpang dari nilai populasi yang sebenarnya. Dengan kata lain, penaksir menjadi sensitif terhadap fluktuasi penyampelan SI 2 - Regresi & Korelasi Berganda 23

Autokorelasi Misalnya kita ingin meregresikan antara pendapatan dan konsumsi. Misal: data yang digunakan: data pendapatan dan konsumsi keluarga pada suatu periode waktu. Yang kita harapkan adalah konsumsi keluarga A hanyalah dipengaruhi oleh pendapatan keluarga A tersebut, tidak oleh pendapatan keluarga B. TERNYATA??? Kondisi yang ada adalah ketika pendapatan keluarga B meningkat dan konsumsinya juga meningkat, misal: beli mobil baru. Ternyata si keluarga A yang tidak mengalami peningkatan pendapatan ikutan beli mobil baru AUTOKORELASI!!! SI 2 - Regresi & Korelasi Berganda 24

Cara Mengetahui adanya autokorelasi 1. Uji Durbin Watson 2. Metode Grafik SI 2 - Regresi & Korelasi Berganda 25

Cara Mengetahui Adanya Autokorelasi 1. Uji Durbin Watson Menguji apakah model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode sebelumnya (t-1). Untuk melihat apakah ada hubungan linier antara error serangkaian observasi yang diurutkan menurut waktu (data time series). SI 2 - Regresi & Korelasi Berganda 26

Cara Mengetahui adanya autokorelasi 1. Uji Durbin Watson dimana: d = nilai Durbin Watson Σei = jumlah kuadrat sisa Nilai Durbin Watson kemudian dibandingkan dengan nilai d-tabel. Hasil perbandingan akan menghasilkan kesimpulan seperti kriteria sebagai berikut: 1. Jika d < dl, berarti terdapat autokorelasi positif 2. Jika d > (4 dl), berarti terdapat autokorelasi negatif 3. Jika du < d < (4 dl), berarti tidak terdapat autokorelasi 4. Jika dl < d < du atau (4 du), berarti tidak dapat disimpulkan 27

Cara Mengetahui adanya autokorelasi Prosedur pengujian durbin watson 1) Menentukan formulasi hipotesis H 0 : Tidak ada autokorelasi H 1 : Ada autokorelasi positif / negatif 4) Menentukan nilai uji statistik 2) Menentukan nilai dan nilai d tabel Nilai d u dan d L ditentukan dengan n dan k tertentu 3) Menentukan kriteria pengujian Untuk korelasi positif (0 < p < 1) H 0 diterima jika d > d u H 0 ditolak jika d < d L 5) Membuat Kesimpulan Untuk korelasi negatif H 0 diterima jika (4 d) > d u H 0 ditolak jika (4 d) < d L SI 2 - Regresi & Korelasi Berganda 28

Cara Mengetahui adanya autokorelasi Berikut ini adalah daerah pengujian durbin watson Jika d < dl, berarti ada autokorelasi positif Jika d > 4-dL, berarti ada autokorelasi negatif Jika du < d < 4 du, berarti tidak ada autokorelasi positif atau negatif Jika dl d du atau 4 du d 4 dl, pengujian tidak meyakinkan. SI 2 - Regresi & Korelasi Berganda 29

Cara Mengetahui adanya autokorelasi 2. Metode Grafik Jika pada beberapa urutan waktu residunya positif dan waktu lain residunya negatif Jika terdapat pola-pola yang sistematis, maka diduga ada autokorelasi. Sebaliknya, jika tidak terdapat pola yang sistematis (atau bersifat acak), maka tidak ada autokorelasi. SI 2 - Regresi & Korelasi Berganda 30

Metode Grafik menunjukkan pola siklus dari plot residual terhadap waktu, pada suatu periode, ketika et meningkat diikuti oleh peningkatan et tahun berikutnya, dan pada periode lainnya ketika et menurun diikuti oleh penurunan et tahun berikutnya. Ini menunjukkan adanya autokorelasi positif menunjukan pola kuadratis dari plot residual terhadap waktu. Juga menunjukkan adanya autokorelasi positif.

Metode Grafik menunjukkan pola gerakan kebawah dan ke atas secara konstan. Ini menunjukkan adanya autokorelasi negatif. menunjukkan pergerakan dari kiri atas ke kanan bawah yang menunjukkan adanya autokorelasi

Langkah langkah Metode Grafik Dengan cara memplotkan et terhadap waktu (t) atau et dengan et-1. et adalah nilai residual yang dapat diperoleh dari nilai Y pengamatan dikurangi Y estimasi. Setelah memplotkan et terhadap t atau et dengan et-1, amati pola yang terjadi. Jika terdapat pola-pola yang sistematis, maka diduga ada autokorelasi. Sebaliknya, jika tidak terdapat pola yang sistematis (atau bersifat acak), maka tidak ada autokorelasi. SI 2 - Regresi & Korelasi Berganda 33

Contoh Y = 403,212 14,421X Misalnya kita ingin melihat pengaruh tingkat bunga (X dalam persen) terhadap investasi (Y dalam milyar Rp). Data yang kita gunakan selama 16 tahun, mulai dari tahun 1993 sampai 2008, seperti yang terlihat pada tabel berikut ini (kolom 2 untuk Y dan kolom 3 untuk X) et = Y - Ŷ SI 2 - Regresi & Korelasi Berganda 34

1. Dengan Metode Grafik Berikut ini adalah grafik hasil plot et terhadap waktu Terlihat adanya pola siklus yang meningkat Autokorelasi positif SI 2 - Regresi & Korelasi Berganda 35

1. Dengan Metode Grafik Grafik hasil plot e t terhadap e t-1 SI 2 - Regresi & Korelasi Berganda yang bergerak dari kiri bawah ke kanan atas adanya autokorelasi positif. 36

1. Dengan Metode Durbin Watson 37 N = 16, variabel bebas = 1, (α) = 5% Dari tabel nilai kritis dl = 1.10 dan du = 1.37 d= 0.3423 < dl=1.10. autokorelasi positif

Penyimpangan Asumsi Dasar Multikolinearitas Antara variabel bebas yang satu dengan yang lainnya dalam model regresi saling berkorelasi linear Korelasinya mendekati sempurna Multikolinearitas tidak terjadi pada regresi linier sederhana yang hanya melibatkan satu variabel independen. Contoh : Y= a + b 1 X 1 + b 2 X 2 + e Y=konsumsi, X 1 = pendapatan dan X 2 = kekayaan. Semakin besar pendapatan, maka kekayaan juga semakin besar/meningkat (mempunyai kolinearitas yang tinggi). SI 2 - Regresi & Korelasi Berganda 38

Penyimpangan Asumsi Dasar Akibat multikolinearitas: Pengaruh masing-masing variabel bebas tidak dapat dideteksi atau sulit untuk dibedakan Kesalahan standard estimasi cenderung meningkat dengan makin bertambahnya variabel bebas. Tingkat signifikansi yang digunakan untuk menolak H 0 semakin besar Kesalahan standard bagi masing-masing koefisien yang diduga menjadi sangat besar, sehingga nilai t menjadi sangat rendah SI 2 - Regresi & Korelasi Berganda 39

Cara mengetahui adanya multikolinearitas dalam regresi Menganalisis koefisien korelasi antara variabel bebas Jika koefisien korelasi tinggi Jika tanda koef korelasi variabel bebas berbeda dengan tanda koef regresinya Membuat persamaan regresi antara variabel bebas Jika koefisien regresinya signifikan Multikolinearitas Menganalisis nilai r 2, F ratio, dan t 0 (t hitung) Jika r 2 dan F ratio tinggi, sedangkan t hitung rendah SI 2 - Regresi & Korelasi Berganda 40

Cara Menangani Adanya Multikolinearitas Pada hakekatnya jika X1 dan X2 multikolinear maka keduanya bersifat saling mewakili dalam mempengaruhi variabel tergantung Y. Oleh karena itu penanganannya adalah dibuat persamaan yang terpisah. Contoh: kita memiliki regresi sbb: Y=a + b 1 X 1 + b 2 X 2 + b 3 X 3 + b 4 X 4 + e Karena X 1 dan X 2 memiliki kolinearitas yang tinggi, maka regresi dapat dibuat menjadi dua model. dan Y = a + b 1 X 1 + b 3 X 3 + b 4 X 4 + e Y = a + b 2 X 2 + b 3 X 3 + b 4 X 4 + e SI 2 - Regresi & Korelasi Berganda 41

Perbedaan Error dan Residual Residual adalah selisih antara nilai duga (predicted value) dengan nilai pengamatan sebenarnya apabila data yang digunakan adalah data sampel. Error adalah selisih antara nilai duga (predicted value) dengan nilai pengamatan yang sebenarnya apabila data yang digunakan adalah data populasi. Persamaan keduanya : merupakan selisih antara nilai duga (predicted value) dengan pengamatan sebenarnya. Perbedaan keduanya: residual dari data sampel, error dari data populasi. SI 2 - Regresi & Korelasi Berganda 42